20 Juni 2013, 12:56:51
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Kajian Dunia Ghaib! "Board Kajian Ghaib"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Ramadhan ceria, lebih bermakna dengan tebar #1000parcelcinta | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Setelah Allah menciptakan makhlukNya, ditulisNya satu tulisan untuk diriNya dan diletakkannya di sisiNya di atas 'Arasy, yaitu "Sesungguhnya sayangKu melebihi marahKu." (Sahih Bukhari)

img_iklan_board/352783160.jpg

Penulis Topik: pernikahan sunni-syiah  (Dibaca 5203 kali)

Offline chair

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.636
  • Jenis kelamin: Wanita
  • tetep smangad!
    • Lihat Profil
    • chair
pernikahan sunni-syiah
« pada: 21 September 2009, 11:10:26 »
hukumnya gimana ya?
apakah boleh?

space dicadangkan (0)

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.280
  • Jenis kelamin: Pria
  • Berjuang Tanpa Henti Part 3
    • Lihat Profil
    • oomnya-farel blogspot
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #1 pada: 21 September 2009, 11:42:24 »
Ehm tandain dulu :ngemil2:

Offline maren

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 10.721
  • Jenis kelamin: Wanita
  • #Karena damai itu indah#
    • Lihat Profil
    • I Love being a Mom & a Nurse ^_~
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #2 pada: 21 September 2009, 12:03:19 »
gak salah kamar nih?
Jangan jadi orang yang penuh dendam, jadilah orang yang memiliki banyak kata maaf untuk orang2 yang telah menyakiti kita :) bekerjalah dengan ikhlas

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 9.468
  • Jenis kelamin: Pria
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • kunjungi blog ini, dan dapatkan hadiah ucapan terima kasih
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #3 pada: 21 September 2009, 13:33:49 »
Sejak kapan pernikahan sesama muslim tidak boleh? Jangan sampai kita sampai di zaman taklid lagi. Dimana muslimah madzhab hanafi tdk blh menikahi syafiiyun krn pilar pernikahannya berbeda dari sigha, muhall, wilayah dan shahid.

apakah syiah bkn islam?

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.242
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #4 pada: 21 September 2009, 13:44:44 »
perbedaan mazhab fikih, seperti hanafi,syafii,hanbali,malik; maka bukanlah penghalang.

Tapi benarkah perbedaan ahlusunnah waljamaah dan syiah sekedar prbedaan masalah furu' sbgmn perbedaan imam syafii dan imam hanafi, atau malik atau hanbali?

Sungguh mempunyai pasangan yg menjadikan caci maki terhadap Abu Bakar, Umar, Utsman, Ibunda Aisyah, dll., ini bukanlah yg baik.
Dan di antara golongan syiah ada masuk kategori kafir, ada yg berlebih-lebihan, dan merusak agama.

saya pikir lebih baik pilihlah pasangan yg seakidah.

Wallahua'lam
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline shafir

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.253
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ♥ strengthened me if you care about me ♥
    • Lihat Profil
    • http://sh4fir.freeshoutbox.net/
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #5 pada: 21 September 2009, 13:49:25 »
hm..
Bakalan adu argumen di antara 2 kubu nih..  :toe:
" Nikahilah wanita yang subur dan penyayang! Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku di hadapan para nabi pada hari kiamat." -HR Ahmad dan Ibnu Hibban-.

█ Rumah singgah █

Offline curious

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 36
    • Lihat Profil
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #6 pada: 21 September 2009, 13:51:08 »
Jgn deh..nyari yg sesama ahlussunnah aja deh,insyaallah lbh slmt..

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.280
  • Jenis kelamin: Pria
  • Berjuang Tanpa Henti Part 3
    • Lihat Profil
    • oomnya-farel blogspot
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #7 pada: 21 September 2009, 13:51:22 »
Agak aneh jika suatu ketika, sepasang suami istri membahas suatu masalah dan merujuk akan hadist. Terjadi percecokan diantara mereka akan hadist tersebut. Bukan esensi ato derajat hadist tersebut, tapi perawinya. Yang kebetulan salah satunya perawinya Abu Hurairah.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.242
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #8 pada: 21 September 2009, 13:58:05 »
ya, namanya jg sudah berlawanan arah.
Ahlusunnah waljamaah menganggap para sahabat adalah utama, terlepas ada beberapa yg mempunyai kekurangan. Tapi, kedudukan mereka di hadapan Allah swt adalah mulia.

Masalah boleh tidaknya, maka tergantung syiahnya seperti apa. Kalau syiah yg tergolong kafir, tentulah diketahui hukumnya.

Bagaimana selain itu, ah, kita insyaAllah tau bhw pernikahn bukan skdr boleh-tidak, halal-haram, tapi jg sakinah mawaddah warahmah.


Dan, jangan sampai pernikahan itu dikontrak hanya beberapa waktu, manusia lebih mulia daripada tempat kost. %peace%


Posting Digabung: 21 September 2009, 13:58:30


ya, namanya jg sudah berlawanan arah.
Ahlusunnah waljamaah menganggap para sahabat adalah utama, terlepas ada beberapa yg mempunyai kekurangan. Tapi, kedudukan mereka di hadapan Allah swt adalah mulia.

Masalah boleh tidaknya, maka tergantung syiahnya seperti apa. Kalau syiah yg tergolong kafir, tentulah diketahui hukumnya.

Bagaimana selain itu, ah, kita insyaAllah tau bhw pernikahn bukan skdr boleh-tidak, halal-haram, tapi jg sakinah mawaddah warahmah.


Dan, jangan sampai pernikahan itu dikontrak hanya beberapa waktu, manusia lebih mulia daripada tempat kost. %peace%
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 9.468
  • Jenis kelamin: Pria
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • kunjungi blog ini, dan dapatkan hadiah ucapan terima kasih
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #9 pada: 21 September 2009, 14:27:27 »
perbedaan mazhab fikih, seperti hanafi,syafii,hanbali,malik; maka bukanlah penghalang.


Tapi benarkah perbedaan ahlusunnah waljamaah dan syiah sekedar prbedaan masalah furu' sbgmn perbedaan imam syafii dan imam hanafi, atau malik atau hanbali?

Masalah furu'iyah, misalnya persoalan rukun iman... saya rasa, semua rukun iman dalam madzhab Syiah Imamiyah Ithna Asyariyah sudah merangkum semua rukun iman dalam Ahlusunnah, walau pun metode merumuskannya yang berbeda. Ini terjadi karena adanya suatu isolasi masing2 pengikut. Kecuali masalah imamah, semua rukun iman Syiah imamiyah dan sunni adalah serupa tapi tak sama.

Kutip
Sungguh mempunyai pasangan yg menjadikan caci maki terhadap Abu Bakar, Umar, Utsman, Ibunda Aisyah, dll., ini bukanlah yg baik.
Dan di antara golongan syiah ada masuk kategori kafir, ada yg berlebih-lebihan, dan merusak agama.

Antum benar. Antum sangat benar.
Untuk TS, lihatlah kualitas akhlak dari calon pasangan dari Syiah tsb. Apakah beliau termasuk Syiah yang jahil sebagaimana Syiah Ghulat dan sekte sesat Syiah Sabaiyah. Syiah yang senang mencaci maki sahabat.

Namun di sini haruslah dibedakan antara caci maki dan analisa kritis.
Syiah mempelajari kesejarahan para sahabat agar mereka bisa membedakan ishmah.
Syiah mempelajari kesejarahan para sahabat, dengan tujuan agar mereka sampai pada satu titik pencapaian: tidak semua sahabt adil, tidak juga semua sahabat dzhalim. Sahabat bisa dzhalim di lain waktu, bisa juga berbuat adil di waktu lain.

That's it. Tidak seperti Ahlusunnah yang menganggap bahwa mereka semua adalah udul.

Dan juga, jangan menggeneralisir juga bahwa setiap Syiah pastilah sesat. Di antara mereka ada pribadi-pribadi agung dan berakhlak. Syiah adalah pengikut Ahlul Bayt, mereka adalah para pecinta Ahlul Bayt. Dan seorang pengikut mestilah mengikuti akhlak yang dicintainya.


Kutip
saya pikir lebih baik pilihlah pasangan yg seakidah.

Kami mengucapkan dua kalimat syahadat, sholat, berzakat, berpuasa, menunaikan haji, membaca al quran yang sama, bertauhid, dll... Saya rasa orang2 yang melakukan hal2 seperti itu tidaklah berakidah Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, dll


Yang benar ialah:  Seorang perempuan tidak boleh menikah dengan seorang lelaki yang tidak sekufu (setara) dengannya.

Menurut Syiah, ini hanya berarti bahwa suami wanita harus menjadi seorang Muslim. Madzhab Sunni menambahkan dalam hal kesetaraan berbagai pertimbangan sosial. Tidak hanya laki-laki harus menjadi seorang Muslim, dia juga harus memiliki kedudukan sosial setidaknya sama dengan wanita itu. Dengan kata lain, ia tidak boleh menikahi siapa pun yang "kafa"nya dibawah derajat sang wanita dalam masyarakat, meskipun seorang pria bisa melakukannya.

'Kesetaraan' di sini didefinisikan dalam sejumlah faktor yang sedikit berbeda di antara empat madzhab. Hanafi menyebutkan Islam, keturunan, profesi, kebebasan (sebagai lawan dari perbudakan), kesalehan, dan properti. Sementara daftar "kafa" menurut Syafii antara lain keturunan, agama, dan profesi, dan hampir sama dgn Hambali. Maliki menyebutkan faktor ketidaksalehan dan cacat fisik dapat merusak "kafa" perkawinan.

Namun pokok penting dari batalnya perkawinan antara lain adalah:


Seorang laki-laki dan perempuan mungkin akan dilarang menikah karena beberapa alasan:

1. Hubungan darah (qaraba). Seorang laki-laki tidak boleh menikah perempuan sebagai berikut: (a) ibu atau nenek (b) Anak perempuannya atau cucu-cucu, tidak peduli seberapa jauh (c) saudara, (d) keponakan, bibi, saudari dari kakek nenek hingga ke atasnya.

2. Hubungan melalui perkawinan (musahara). Seorang laki-laki tidak boleh menikah: (a) ibu atau nenek dari istrinya; (b) putri, cucu, dll, dengan seorang istri yang pernikahannya telah terwujud; (c) mantan istri putranya, cucu, dll; (d) istri dari mantan ayah, kakek, dll

3. Hubungan karena menyusui (rida '). Dalam membangun unmarriageability, ibu angkat yang menyusui bayi dianggap tepat sebagai ibu kandung bayi, asalkan semua kondisi syar'i untuk hubungan ini terpenuhi, adalah sebagai berikut. Dengan kata lain, anak-anak dari ibu angkat dianggap sebagai anak saudara kandung, dan semua sanak saudara nya yang lain dianggap sama seperti jika mereka benar-benar anak saudara-saudara oleh darah atau perkawinan.


Agak aneh jika suatu ketika, sepasang suami istri membahas suatu masalah dan merujuk akan hadist. Terjadi percecokan diantara mereka akan hadist tersebut. Bukan esensi ato derajat hadist tersebut, tapi perawinya. Yang kebetulan salah satunya perawinya Abu Hurairah.

Ulama2 Syiah berbeda pendapat dalam hal ini. Ada yang menggunakan metode imam abu hanifah (menyingkirkan faham tajsim dari hadith2 abu hurairah, dan memfilter dua hadith yang bermatan kontradiktif), ada pula yang melakukan generalisasi karena adanya keraguan yang besar. Dan saya rasa, masalah ini (menolak hadith2 yang memiliki muatan meragukan) tidaklah menyebabkan kebatalan islamnya seseorang...  :)

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 14.242
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #10 pada: 21 September 2009, 15:02:16 »
kalau membaca postingan2 syi'i di myQ, yg katanya sekedar mengkritisi sahabat, kritisi itu sungguh berlebihan, bahkan sudah jatuh pd caci maki, minimal merendahkan kedudukan sahabat.

Sesopan apapun seorg syi'i, akan sulit utk tidak merendahkan para sahabat, dan sangat terlihat di myQuran.

Kemudian, maaf, agak sulit menemukan syi'i yg bisa terlepas dr ajaran taqiyya&tauriyyah, ini ditemukan pd beberapa postingan syi'i du myQ.

afwan, no offense.


Posting Digabung: 21 September 2009, 15:02:48


kalau membaca postingan2 syi'i di myQ, yg katanya sekedar mengkritisi sahabat, kritisi itu sungguh berlebihan, bahkan sudah jatuh pd caci maki, minimal merendahkan kedudukan sahabat.

Sesopan apapun seorg syi'i, akan sulit utk tidak merendahkan para sahabat, dan sangat terlihat di myQuran.

Kemudian, maaf, agak sulit menemukan syi'i yg bisa terlepas dr ajaran taqiyya&tauriyyah, ini ditemukan pd beberapa postingan syi'i du myQ.

afwan, no offense.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 9.468
  • Jenis kelamin: Pria
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • kunjungi blog ini, dan dapatkan hadiah ucapan terima kasih
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #11 pada: 21 September 2009, 21:24:35 »
Semua perkara memiliki sisi buruk dan baik, tergantung bagaimana kita melihatnya. Antum tidak akan melihat kebaikan dalam diri Muhammad jika menggunakan kacamata FFI.

Bersikaplah adil. Anggaplah yang paling buruk terjadi, sebagaimana persangkaan antum bahwa semua syiah merendahkan dan mencaci maki sahabat.... tapi semua syiah melakukannya berdasarkan nash yang ada. <=== ini adalah kemungkinan terburuk.

Persoalan isteri Nabi SAW misalnya. Kami menganggap bahwa posisi mereka sama dengan isteri para nabi sebelumnya.
Mereka berpeluang menjadi pribadi yang agung sebagaimana Hajar, isteri Ibrahim.
Mereka pun berpeluang menjadi kufur nikmat sebagaimana Isteri nabi Luth.
Bagaimana kami menilai? Adil atau Tidak adil?

Kutip
kalau membaca postingan2 syi'i di myQ, yg katanya sekedar mengkritisi sahabat, kritisi itu sungguh berlebihan, bahkan sudah jatuh pd caci maki, minimal merendahkan kedudukan sahabat.

Itu karena antum menutup mata ketika kami memuji-muji para sahabat.
Walau pun pahit, tapi nyatanya memang benar, sama seperti teori ilmu marketing, masih ramai orang menilai Syiah sebagaimana seorang Customer kepada seorang pelayan/ Kasir.

Jika orang puas terhadap sesuatu, ia akan menceritakannya hanya kepada tiga orang.
Jika orang kecewa terhadap sesuatu, ia akan menceritakannya kepada sepuluh orang.

Syiah memiliki "kekecewaan" kepada sahabat, sehingga mungkin ia hanya akan memuji 3 kali, dan komplain 10 kali. <=== namun tidak boleh digeneralisir.
Begitu pun Sunni yang memiliki "kekecewaan" terhadap madzhab Syiah

Kutip
Sesopan apapun seorg syi'i, akan sulit utk tidak merendahkan para sahabat, dan sangat terlihat di myQuran.

Pernyataan antum terlalu umum. Dan hanya melihat dari satu sisi saja.
Syiah sangat keras kepada kebathilan, siapapun dia... walau pun sahabat yang melakukannya, karena kami menyampaikan kebenaran walau pun ia pahit...  namun amat lembut kepada mereka yang telah melakukan kebajikan.


Ada sebuah gelas yang berisi setengah air keruh. Saya melihatnya sebagai gelas yang setengah kosong, antum melihatnya sebagai gelas yang setengah penuh.

Semoga antum bersikap adil, dan membuka mata ketika kami memuji banyak pribadi agung dalam sahabat.




----




Posting Digabung: 21 September 2009, 21:29:44


Kutip
Kemudian, maaf, agak sulit menemukan syi'i yg bisa terlepas dr ajaran taqiyya&tauriyyah, ini ditemukan pd beberapa postingan syi'i du myQ.

Hihihi... lucu... :hihi: anggaplah syarat-syaratnya sah untuk kami bertaqqiyah (berada dalam keadaan takut/hendak menyelematkan jiwa), kecuali kalau antum jago bahasa body language, atau bisa mengetahui isi hati seseorang, maka antum barulah bisa memastikan bahwa seseorang itu bertaqqiyah.

Kalau antum benar-benar bisa memperlihatkan dengan jelas yang mana di antara kami yang bertaqqiyah dan bukannya persangkaan belaka, saya lepaskan kesyiahan saya dan saya akan belajar "ilmu mengetahui siapa yang berbohong" itu sama antum.

%peace%

Just wanna say: dalam Sunni pun ada "bohong" yang diperbolehkan, dengan syarat2 tertentu. Silahkan merujuk pada artikel Oomnya Fahrel  :)
« Edit Terakhir: 21 September 2009, 21:31:27 oleh kucing_kecil7984 »

Offline irfan ali

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.474
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • ingin pesan hosting klik
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #12 pada: 21 September 2009, 21:33:16 »
pernikahan sunni - syiah, yah gak bisa lah, soalnya akarnya beda, jadi pohonnya beda..........,
  O0 O0


wahai jamaha jin dan manusia, lintasilah penjuru langit dan bumi, sekali kali kamu tak sanggup melintasinya melainkan dengan sultan [kekuatan].

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 9.468
  • Jenis kelamin: Pria
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • kunjungi blog ini, dan dapatkan hadiah ucapan terima kasih
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #13 pada: 21 September 2009, 21:39:03 »
pernikahan sunni - syiah, yah gak bisa lah, soalnya akarnya beda, jadi pohonnya beda..........,
  O0 O0


Lebih bijaknya, antum bawakan fatwa-fatwa dari ulama/muthowwi' antum yang melarang pernikahan antara dua madzhab yang berbeda untuk kita kaji secara ilmiah di sini. Insya Allah saya punya hujjah untuk antum.

Janganlah antum bersikap ta'ashub. Siapapun yang mengharamkan yang halal, maka niscaya Allah akan memberikan hisabnya bagi dirinya.

Jikalau antum berkata karena tidak sekufu... tak apa, karena ia dibenarkan di satu fihak.
Jika antum berkata ia haram, silahkan kemukakan dalilnya.

:)

Offline nabeel

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.693
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
Re:pernikahan sunni-syiah
« Jawab #14 pada: 21 September 2009, 21:42:54 »
Just wanna say: dalam Sunni pun ada "bohong" yang diperbolehkan, dengan syarat2 tertentu. Silahkan merujuk pada artikel Oomnya Fahrel  :)
Artikelnya yang mana? Mbok ya dikasih link-nya geto.... %peace%
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 1.565 detik dengan 21 queri.