Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: ARBA'IN HADITSAN: Fi Fadha`ill Qur'an  (Dibaca 614 kali)


Offline rickyfireman

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2009
  • Tulisan: 108
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bersaksilah bahwa saya seorang muslim
    • Lihat Profil
    • rickyfirman
« pada: 06 September 2009, 16:48:45 »
Bismillah, washshalatu wassalamu 'ala rasulillah, waba'du:
Insya Allah akan saya sampaikan secara lengkap sebuah kitab Arba'in,yang berkaitan dengan keutamaan Al Qur'an. Untuk memudahkan kita dalam menelusuri redaksi hadits yang aslinya, maka kami sertakan maroji' dari setiap hadits yang disampaikan. Semoga bermanfaat dan dapat kita jadikan amal...

Jika ada kesalahan, mohon dikoreksi.

Untuk versi lengkap, silakan klik link di bawah ini:

Kitab Faidhul Mu'in

Wallahu a'lam
rickyfirman


FAIDHUL MU’IN
‘Ala Jam’il Arba’in Fi Fadhlil Qur’anil Mubin

Penyusun: Mulla Ali bin Sulthon Muhammad
(w. 1014 H)

FAIDHUL MU’IN
40 Hadits Tentang Keutamaan Al Qur’an

Alih Bahasa: Hendra Saleh
Editor: Ricky Firman

Penerbit RJ Publisher, Jakarta
Cetakan Pertama:
Maret 2008/Robi’ul Awwal 1430 H

فيض المعين
على جمع الأربعين في فضل القرآن المبين




MUQODDIMAH

[justify]Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al Furqon seutuhnya ke langit dunia, yang telah menurunkan Al Qur`an secara bertahap kepada utusan-Nya; yang telah memberi nikmat iman pada kita semua, yang telah melengkapinya dengan ihsan hingga sempurna.

Sholawat serta salam yang paling utama, semoga tercurah kepada junjungan makhluk seluruhnya, pengusung al haqq yang sesungguh-nya, Muhammad bin Abdullah dari Bani ‘Adnan serta keluarganya, juga sahabat-sahabatnya yang mulia, di setiap tempat dan masa. Amma ba'du:

Sang Pelayan Kitabullah yang kekal dan hadits Nabi-Nya yang mulia, yang senantiasa meng-harap kemurahan Tuhan Sang Pencipta, Ali bin Sultan Muhammad Al Qori` berkata,

“Ini adalah empat puluh hadits tentang keutamaan Al Qur`an. Barangsiapa hendak membacanya dengan ihsan, dengan segenap kemampuan dan kesungguhan, hadits-hadits ini kami persembahkan…
[/justify]

HADITS 1

فَعَنْ عُثْمَانَ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ:
"خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ"
رَوَاهُ أًحْمَدُ وَأَصْحَابُ الْكُتُبِ السِّتَّةِ. وَفِيْ رِوَايَةٍ لاِبْنِ مَاجَه عَنْ سَعْدٍ وَلَفْظُهُ [خِيَارُكُمْ]. وَرَوَاهُ ابْنُ أَبِيْ دَاوُدَ عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ وَلَفْظُهُ [خِيَارُكُمْ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآن وَأَقْرَأَهُ]


[justify]Dari Utsman bin Affan r.a., dari Nabi s.a.w., beliau bersabda,

“Orang terbaik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an sekaligus mengajarkannya.”

H.R. Ahmad(1) dan para penyusun Kutubus Sittah(2).[/justify] Ibnu Majah (3) dalam riwayatnya dari Sa’ad menggunakan kata [orang-orang pilihan di antara kalian].

Ibnu Abu Daud meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dengan lafazh [Orang-orang pilihan di antara kalian adalah orang yang membaca Al Qur`an dan membacakannya kepada orang lain]


[justify](1) Musnad Ahmad (hadits no. 412, 413 dan 500)
(2) Kecuali Muslim dan An Nasa’i. Lihat Shohih Bukhori (no. 4739 dan 4740), Sunan Tirmidzi (no. 2907-2908), Sunan Abu Daud (no. 1452), Sunan Ibnu Majah (no. 211-212)
(3) Sunan Ibnu Majah (no. 213)[/justify]



Posting Digabung: [time]Sun Sep  6 17:06:24 2009[/time]


HADITS 2

وَعَنْ بْنِ مَسْعُودٍ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ:
"مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا. لاَ أَقُولُ (الم) حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ"
رَوَاهُ التِّرْمَذِيُّ، وَقَالَ: "حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ"

[justify]Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur`an akan mendapat satu kebaikan, dan setiap kebaikan setara dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf; tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.”

H.R. Tirmidzi(1). Ia berkata, “Hadits ini hasan shohih”(2) [/justify]

[justify](1) Sunan Tirmidzi (2910)
(2) Dalam kitabnya, Tirmidzi banyak menggunakan kalimat Hasan Shahih. Hal ini memiliki dua kemungkinan; ulama berbeda pendapat tentang derajat hadits tersebut dan rawi tidak menguatkan salah satu pendapat, atau Tirmidzi meriwayatkannya dari dua jalur yang berbeda, yang satu Shahih dan yang lainnya Hasan. Lihat Taisir Al Mushthalah Al Hadits hal. 40[/justify]


HADITS 3

وَعَنْ عُمَرَ إِنَّ النَبِيَّ قَالَ:
"إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ."
رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَابْنُ مَاجَه

[justify]Dari Umar bin Khoththob r.a., bahwasannya Nabi s.a.w. bersabda,

“Sesungguhnya dengan Al Qur`an ini Allah s.w.t. akan memuliakan suatu kaum dan merendah-kan kaum yang lain.”

H.R. Muslim dan Ibnu Majah.(1)
[/justify]

(1) Shohih Muslim (no. 817), Sunan Ibnu Majah (no. 218)


HADITS 4

وَعَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ:
يَقُولُ الرَّبُّ: "مَنْ شَغَلَهُ الْقُرْآنُ وَذِكْرِيْ عَنْ مَسْأَلَتِيْ أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِيْنَ. وَفَضْلُ كَلاَمِ اللهِ عَلَى سَائِرِ الْكَلاَمِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ."
رَوَاهُ التِّرْمَذِيُّ، وَقَالَ: "حَسَنٌ غَرِيْبٌ"

[justify]Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Allah s.w.t. berfirman, ‘Barangsiapa disibuk-kan oleh Al Qur’an dan dzikir kepadaKu, sehingga tidak sempat berdo’a, akan Kuberikan kepadanya keutamaan terbaik dibandingkan apapun yang pernah Kuberikan kepada semua yang berdo’a kepadaKu.” Karena keutamaan firman Allah (Al Qur’an) dibandingkan seluruh ucapan selainnya adalah seperti keutamaan Allah atas makhlukNya”.

H.R. Tirmidzi(1). Ia berkata, “Hadits ini hasan ghorib(2)” [/justify]

(1) Sunan Tirmidzi (no. 2926)
(2) Ghorib artinya hadits tersebut hanya diriwayatkan oleh satu rowi/periwayat.


Posting Digabung: [time]Sun Sep  6 17:20:29 2009[/time]


HADITS 5

وَعَنْ أَبِيْ مُوسَى قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ:
"مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآن كَمَثَلِ الأُُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ. وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ، لاَ رِيْحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ. وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ. وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِيْ لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ، لَيْسَ لَهَا رِيْحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ."
وَفِيْ رِوَايَةٍ [مَثَلُ الْفَاجِرِ] بَدَلَ [الْمُنَافِقِ].
رَوَاهُ أًحْمَدُ وَالْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ وَأَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمَذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَه.

[justify]Dari Abu Musa Al Asy’ari r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Seorang mu`min yang suka membaca Al Qur`an laksana buah utrujjah (1), aromanya wangi dan rasanya manis. Sementara mu`min yang tidak suka membacanya seperti buah kurma, tidak beraroma meskipun rasanya manis. Seorang munafiq yang suka membaca Al Qur`an itu seperti raihanah(2), menebarkan aroma wangi tetapi rasanya pahit. Sedangkan munafiq yang tidak suka membacanya bagaikan hanzholah(3), tidak beraroma serta rasanya pahit.”

Dalam riwayat lain menggunakan kata [fajir—penjahat/pendosa] sebagai pengganti [munafik].

H.R. Ahmad(4) dan para penyusun Kutubus Sittah(5).[/justify]

(1) sejenis jeruk tapi memiliki aroma lebih khas dan rasa lebih manis
(2) tumbuh-tumbuhan yang wangi tapi rasanya pahit
(3) sejenis buah labu yang rasanya pahit
(4) Musnad Ahmad (no. 19567, 19630 dan 19679)
(5) Shohih Bukhori (no. 4732, 5111 dan 7121), Shohih Muslim (no. 797), Sunan Tirmidzi (no. 2865), Sunan Abu Daud (no. 4829), Sunan Ibnu Majah (no. 214), sunan An Nasa`i (no. 5053)

HADITS 6

وَعَن أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ:
"مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ اْلأُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ. وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ لاَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ، طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلاَ رِيْحَ لَهَا. وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ. وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِيْ لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآن كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ، طَعْمُهَا مَرٌّ وَلاَ رِيْحَ لَهَا.
وَمَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ، إِنْ لَمْ يُصِبْكَ مِنْهُ شَيْءٌ أَصَابَكَ مِنْ رِيْحِهِ. وَمَثَلُ جَلِيْسِ السُّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْكِيرِْ، إِنْ لَمْ يُصِبْكَ مِنْ سَوَادِهِ أَصَابَكَ مِنْ دُخَانِهِ."
رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ.

[justify]Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Seorang mu`min yang suka membaca Al Qur`an laksana buah utrujjah, aromanya wangi dan rasanya manis. Sementara mu`min yang tidak suka membacanya seperti buah kurma, tidak beraroma meskipun rasanya manis. Seorang fajir yang suka membaca Al Qur`an itu seperti raihanah, menebarkan aroma wangi tetapi rasanya pahit. Sedangkan fajir yang tidak suka membacanya bagaikan hanzholah, tidak beraroma serta rasanya pahit. Teman yang baik itu umpama penjual minyak kesturi; meski minyaknya tidak mengenaimu, aromanya akan mengharumkanmu. Sedang teman yang buruk seperti penjual arang; meski arangnya tidak mengenaimu, debunya akan mengotorimu.”

H.R. Abu Daud(1)[/justify]
(1) Sunan Abu Daud (no. 4829)
« Edit Terakhir: 09 September 2009, 15:51:43 oleh rickyfireman »

Offline dowi_ax

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 2.582
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 06 September 2009, 20:01:29 »
Good job brother :topOK: pdf-nya ditunggu, chm prefereable. Semoga barokah.

Offline Abu.Haidar

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 107
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 06 September 2009, 22:10:42 »

Subhanallah, ditunggu selanjutnya.

Offline rickyfireman

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2009
  • Tulisan: 108
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bersaksilah bahwa saya seorang muslim
    • Lihat Profil
    • rickyfirman
« Jawab #3 pada: 07 September 2009, 16:23:08 »
HADITS 7

وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ:
"الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ. وَالَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ، وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ، لَهُ أَجْرَانِ"
وَفِيْ رِوَايَةٍ [وَالَّذِيْ يَقْرَأُ، وَهُوَ يَشْتَدُّ عَلَيْهِ، لَهُ أَجْرَانِ]
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ وَاللَّفْظُ لَهُ وَأَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمَذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَه.

[justify]Dari Aisyah r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Orang yang pandai membaca Al Qur`an akan bersama para malaikat pencatat amal yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an terbata-bata serta merasa kesulitan, akan mendapat dua pahala.”

Dalam riwayat lain [Orang yang membaca Al Qur`an, meskipun merasa kesulitan dalam membacanya, akan mendapat dua pahala].

H.R. Ash-hab Kutubus Sittah, lafazh ini dari Muslim(1).

(1) Shohih Bukhori (no.4653), Shohih Muslim (no. 798), Sunan Tirmidzi (no. 2904), Sunan Abu Daud (no. 1454), Sunan Ibnu Majah (no. 3779), sunan An Nasa`i (no. 8046)[/justify]


HADITS 8

وَعَنْ أَبِيْ ذَرٍّ قَالَ:
قُلْتُ: "يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَوْصِنِيْ!"
قَالَ: "عَلَيْكَ بِتَقْوَى اللهِ! فَإِنَّهَا رَأْسُ اْلأَمْرِ كُلِّهِ"
قُلْتُ: "يَا رَسُوْلَ اللهِ، زِدْنِيْ!"
قَالَ: "عَلَيْكَ بِتِلاَوَة الْقُرْآنِ! فَإِنَّهُ نُوْرٌ لَكَ فِي الأَرْضِ، وَذُخْرٌ لَّكَ فِي السَّمَاءِ."
رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَصَحَّحَهُ فِيْ حَدِيْثٍ طَوِيْلٍ. وَرَوَاهُ ابْنُ الضَّرِيْسِ وَأَبُو يَعْلَى عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ:
عَلَيْكَ بِتَقْوَى اللهِ، فَإِنَّهَا جِمَاعُ كُلِّ خَيْرٍ! وَعَلَيْكَ بِذِكْرِ اللهِ وَتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ، فَإِنَّهُ نُوْرٌ لَّكَ فِي الأَرْضِ وَذِكْرٌ لَّكَ فِي السَّمَاءِ! وَاخْزُنْ لِسَانَكَ إلاَّ مِنْ خَيْرٍ، فَإِنَّكَ بِذَلِكَ تَغْلِبُ الشَّيْطَانَ

[justify]Dari Abu Dzar Al Ghifari r.a., ia berkata:

Aku berkata pada Rasulullah s.a.w., “Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat!”
Beliau bersabda, “Bertaqwalah kepada Allah, karena taqwa adalah inti segala amal!”
Aku berkata lagi, “Tambahkanlah wasiatmu!” Beliau bersabda, “Bacalah Al Qur`an, karena Al Qur`an adalah cahayamu di bumi dan harta simpananmu di langit!”


H.R. Ibnu Hibban dalam sebuah hadits yang panjang, dan ia menshohihkannya(1).

Dalam riwayat lain milik Ibnu Dhoris(2)  dan Abu Ya’la(3) dari Abu Sa’id r.a., [Bertaqwalah kepada Allah, karena di dalam ketaqwaan terkumpul segala macam kebaikan! Berdzikirlah mengingat-Nya dan bacalah Al Qur`an, karena keduanya adalah cahayamu di bumi dan dzikirmu di langit! Jagalah lisanmu agar hanya mengucapkan kata-kata yang baik, karena dengannya engkau bisa mengalahkan setan!]
[/justify]

(1) Shohih Ibnu Hibban (no. 361)
(2) Muhammad bin Ayyub bin Yahya bin Ad Dhoris (w. 294 H), Fadho`ilul Qur`an (hadits no. 66)
(3) Musnad Abu Ya’la (no. 1000), Muhaqqiq kitab tersebut, Husain Salim Asad, berkata: “Sanad hadits ini dho’if”


Posting Digabung: 07 September 2009, 16:29:42


HADITS 9

وَعَنْ جَابِرٍ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ:
"الْقُرْآنُ شَافِعٌ مُشَفَّعٌ وَمَاحِلٌ مُّصَدَّقٌ. مَنْ جَعَلَهُ أَمَامَهُ، قَادَهُ إِلَى الْجَنَّةِ. وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَ ظَهْرِهِ سَاقَهُ إِلَى النَّارِ."
رَوَاهُ ابْن حِبَّانَ وَالْبَيْهَقِيُّ فِيْ شُعَبِهِ عَنْهُ وَالْبَيْهَقِيُّ عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ.

[justify]Dari Jabir r.a., dari Nabi s.a.w., beliau bersabda,

“Al Qur`an ini adalah pemberi syafa’at yang dikabulkan, juga hujjah yang dibenarkan. Barangsiapa menempatkan Al Qur`an di depannya sebagai penunjuk jalan, ia akan menuntunnya ke surga. Dan barangisapa menempatkan Al Qur’an di belakangnya—hingga menyia-yiakannya, Al Qur’an itu akan menyeretnya ke neraka.”

H.R. Ibnu Hibban dan Baihaqi dalam Syu’abul Iman(1).
Baihaqi juga meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Mas’ud(2)[/justify]

(1) Shohih Ibnu Hibban (no. 124) dengan sanad yang jayyid, Syu’abul Iman (no. 2010)
(2) Kami tidak menemukan riwayat Ibnu Mas’ud ini dalam Syu’abul Iman maupun Sunan Kubro karya Baihaqi, melainkan dalam Mu’jam Kabir Ath Thobroni (no. 8674 dan 10472)


HADITS 10

وَعَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ يَقُولُ:
"اقْرَءُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ!"
رَوَاهُ مُسْلِم

[justify]Dari Abu Umamah Al Bahili r.a., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi sahabatnya!”

H.R. Muslim(1)

(1) Shohih Muslim (no. 804)
[/justify]


Posting Digabung: 07 September 2009, 16:36:18


HADITS 11

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ قَالَ:
"مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ، أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَة، ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا، لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ. فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا؟"
رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالْحَاكِمُ وَقَالَ: "صَحِيْحُ الإِسْنَادِ"

[justify]Dari Sahl bin Mu’adz Al Juhani r.a., dari ayahnya, bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Barangsiapa membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya, pada hari kiamat kedua orangtuanya akan dimahkotai dengan mahkota yang, seandainya mahkota itu ada di antara kalian sekarang, sinarnya akan lebih indah daripada sinar matahari yang menerangi rumah-rumah di dunia. Lalu, menurut kalian, bagaimana balasan untuk orang yang mengamalkannya?”

H.R. Abu Daud(1) dan Al Hakim(2). Al Hakim berkata, “Hadits ini sanadnya shohih”.[/justify]

(1) Sunan Abu Daud (no. 1453) Al Albani berkata, “Hadits dho’if”
(2) Al Mustadrok ‘ala Shohihain (no. 2085)

HADITS 12
وَعَنْ أَبِيْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ:
"مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ، أُلْبِسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ ضَوْءُهُ مِثْلُ ضَوْءِ الشَّمْسِ، وَيُكْسَى وَالِدَيْهِ حُلَّتَانِ لاَ يَقُومُ بِهِمَا الدُّنْيَا. فَيَقُولانِ: ‘بِمَا كُسِيْنَا؟’. فَيُقَالُ: ‘بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ’."
رَوَاهُ الْحَاكِمُ وَقَالَ: "هَذَا حَدِيْثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ".

[justify]Dari Abu Buroidah r.a., ia berkata: “Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Barangsiapa membaca Al Qur`an, mempelajari serta mengamalkannya, pada hari kiamat kedua orangtuanya akan dimahkotai dengan mahkota cahaya yang bersinar laksana matahari. Keduanya akan dipakaikan jubah yang tidak pernah ditemui di dunia sebelumnya. Keduanya  bertanya, ‘Mengapa kami diberi pakaian ini?’. Maka dijawab, ‘Karena putra kalian telah mengamalkan Al Qur`an’.”

H.R. Al Hakim(1). Dia berkata, “Hadits ini shohih berdasarkan syarat Muslim. Tapi Bukhori dan Muslim tidak memuatnya dalam kitab mereka.”

(1) Al Mustadrok ‘ala Shohihain (no. 2086)[/justify]


Posting Digabung: 07 September 2009, 16:50:00


HADITS 13

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ:
"يَجِيْءُ صَاحِبُ الْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ الْقُرْآنُ: ‘يَا رَبِّ حَلِّهِ!’ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ: ‘يَا رَبِّ زِدْهُ!’ فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُولُ: ‘يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ!’ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ: ‘اقْرَأْ وَارْقَ!’ وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً."
رَوَاهُ التِّرْمَذِيُّ (وَحَسَّنَهُ) وَابْنُ خُزَيْمَةَ وَالْحَاكِمُ وَقَالَ: "صَحِيْحُ الإِسْنَادِ".

[justify]Dari Abu Huroiroh r.a., dari Nabi s.a.w., beliau bersabda,

“Shohibul Qur`an(1) akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur`an berkata, ‘Ya Allah, mahkotailah dia!’ Dia pun dimahkotai dengan mahkota kemuliaan. Al Qur`an berkata lagi, ‘Ya Allah, tambahkanlah!’ Maka dipakaikan kepadanya jubah kemuliaan. Al Qur`an pun berkata lagi, ‘Ya Allah, ridhoi dia!’ Allah s.w.t. pun meridhoinya. Lalu dikatakan padanya, ‘Bacalah Al Qur`an, lalu naiklah ke surga yang lebih tinggi!’ Semakin bertambah ayat yang dibacanya, semakin bertambah kebaikannya.”

H.R. Tirmidzi (dan ia menghasankannya), Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim. Al Hakim berkata, “Hadits ini sanadnya shohih.”(2)[/justify]

(1) yakni orang yang senang berinteraksi dengan Al Qur’an
(2) Sunan Tirmidzi (no. 2915), Al Mustadrok ‘ala Shohihain (no. 2029). Hadits ini tidak kami temukan dalam Shohih Ibnu Khuzaimah. Wallahu a’lam.


HADITS 14

وَعَنْ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيِّ قَالَ:
"يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: ‘اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا! فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا’."
رَوَاهُ التِّرْمَذِيّ وأَبُو دَاوُد وابْنُ مَاجَه وابْنُ حِبَّانَ وَقَالَ التِّرْمَذِيُّ: "حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ".

[justify]Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Dikatakan kepada Shohibul Qur`an, ‘Bacalah Al Qur`an, kemudian naiklah ke derajat yang lebih tinggi! Bacalah ia dengan tartil  sebagaimana engkau membacanya dengan tartil(1) di dunia! Sesungguhnya tempatmu di surga tergantung pada akhir ayat yang kau baca.”

H.R. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban dalam kitab Shohihnya. Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan dan shohih.”(2)


(1) Membaca sesuai dengan kaidah ilmu tajwid seperti yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w.. Lihat Q.S. Al Muzzammil:4
(2) Sunan Tirmidzi (no. 2914), Sunan Abu Daud (no. 1464), Shohih Ibnu Hibban (no. 766). Hadits ini tidak kami temukan dalam Sunan Ibnu Majah. Wallahu A’lam[/justify]


HADITS 15

وَعَنْ بْنِ عُمَرَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ يَقُولُ:
"لاَ حَسَدَ إِلاَّ عَلَى اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ هَذَا الْكِتَابَ فَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ؛ وَرَجُلٌ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهُوَ يَتَصَدَّقُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ."
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

[justify]Dari Abdullah bin ‘Umar r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Tidak boleh dengki(1) kecuali pada dua hal: pada orang yang Allah s.w.t. anugerahi Al Qur`an, kemudian dia membacanya siang dan malam; dan pada orang yang Allah s.w.t. anugerahi harta, kemudian dia bersedekah siang dan malam.”

H.R. Bukhori dan Muslim(2)


(1) Hasad atau dengki yang dimaksud hadits ini adalah iri pada kebaikan seseorang hingga ingin meniru dan meneladani kebaikannya tersebut
(2) Shohih Bukhori (no. 4737), Shohih Muslim (no. 815)[/justify]


Posting Digabung: 07 September 2009, 22:07:58


HADITS 16

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ قَالَ:
"لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ فَقَالَ ‘لَيْتَنِي.. أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ’؛ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الْحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ ‘لَيْتَنِي.. أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ’."
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

[justify]Dari Abu Huroiroh r.a., bahwasannya Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Tidak boleh dengki kecuali pada dua hal: pada orang yang Allah s.w.t. anugerahi pemahaman terhadap Al Qur`an, lalu ia membacanya siang dan malam, hingga tetangganya mendengarnya dan berkata, ‘Andai saja aku diberi anugerah seperti dia, tentu akan kulakukan apa yang dia lakukan.’; dan pada orang yang Allah s.w.t. anugerahi harta, lalu dia berinfak dalam hal-hal yang dihalalkan, hingga seseorang berkata, ‘Andai saja aku diberi anugerah seperti dia, tentu akan kulakukan apa yang dia lakukan’.”

H.R. Bukhori(1)[/justify]

(1) Shohih Bukhori (no. 4738, 6805 dan 7090)


HADITS 17

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ:
"ثَلاَثَةٌ لاَ يَهُوْلُهُمُ الْفَزَعُ اْلأَكْبَرُ وَلاَ يَنَالُهُمُ الْحِسَابُ، هُمْ عَلَى كَثِيْبٍ مِّن مِّسْكٍ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ حِسَابِ الْخَلاَئِقِ: رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ وَأَمَّ بِهِ قَوْماً وَهُمْ رَاضُوْنَ؛ وَدَاعٍ يَّدْعُوْ إِلَى الصَّلاَةِ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ ؛ وَعَبْدٌ أَحْسَنَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ رَبِّهِ، وَفِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَوَالِيْهِ."
رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ فِي الأََوْسَطِ وَالصَّغِيْرِ بِإِسْنَادٍ لاَ بَأْسَ بِهِ. وَفِي الْكَبِيْرِ نَحْوُهُ، وَزَادَ فِيْ أَوَّلِهِ [قَالَ ابْنُ عُمَرَ: "لَوْ لَمْ أَسْمَعْهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ إِلاَّ مَرَّةً وَمَرَّةً، حَتَّى عَدَّ سَبْعَ مَرَّاتٍ، لاَ حَدَّثْتُ بِهِ"]
وَلَفْظُ الْكَبِيْرِ عَلَى مَا فِي الْجَامِعِ الصَّغِيْرِ [ثَلاَثَةٌ عَلَى كُثْبَانِ الْمِسْكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لاَ يَهُوْلُهُمُ الْحَزْمُ، وَلاَ يَفْزَعُوْنَ حَتَّى يَفْرُغَ النَّاسُ: رَجُلٌ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ فَقَامَ بِهِ يَطْلُبُ وَجْهَ اللهِ؛ وَرَجُلٌ نَادَى فِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَّلَيْلَةٍ خَمْسَ صَلَواَتٍ يَطْلُبُ وَجْهَ اللهِ وَمَا عِنْدَهُ؛ وَمَمْلُوْكٌ لَمْ يَمْنَعْهُ رِقُّ الدُّنْيَا عَنْ طَاعَةِ رَبِّهِ

[justify]Dari Ibnu ‘Umar r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Ada tiga golongan yang pada hari kiamat tidak akan ditimpa kesulitan besar, tidak akan dihisab, dan berada pada bukit kesturi sampai semua makhluk selesai dihisab: (1) seorang yang membaca Al Qur`an karena mencari ridho Allah s.w.t., kemudian menjadi imam bagi kaumnya hingga mereka merasa senang, (2) seorang da’i yang mengajak untuk menegakkan sholat karena mencari ridho Allah s.w.t., dan (3) hamba sahaya yang menjalin hubungan baik antara dirinya dengan Tuhannya dan antara dirinya dengan tuannya.”

H.R. Thobroni dalam Mu’jam Ausath dan Mu’jam Shoghir dengan sanad yang tidak bermasalah(1).

Sedangkan dalam Mu’jam Kabir(2) Thobroni menambahkan di awalnya: [Ibnu ‘Umar berkata, “Seandainya aku tidak mendengar hadits ini dari Rasulullah s.a.w. berulang kali—sampai beliau menyebutkannya sebanyak tujuh kali—sungguh aku tidak akan meriwayatkan hadits ini.”]

Dan lafazh dalam Al Kabir—sesuai dengan yang ada dalam Mu’jam Shoghir: [“Ada tiga golongan yang berada di bukit-bukit kesturi, mereka tidak ditimpa kesulitan, sampai orang-orang selesai dihisab; (1) orang yang belajar membaca Al Qur`an kemudian sholat karena mencari ridho Allah s.w.t., (2) orang yang setiap hari melakukan adzan untuk sholat lima waktu karena mencari ridho Allah s.w.t., dan (3) hamba sahaya yang perbudakannya tidak menghalangi ketaatannya terhadap Allah.”]

(1) Mu’jam Ausath (no. 9280), Mu’jam Shogir (no. 1116)
(2) Mu’jam Kabir (no. 13584)[/justify]
« Edit Terakhir: 07 September 2009, 22:07:59 oleh rickyfireman »

Offline rickyfireman

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2009
  • Tulisan: 108
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • Bersaksilah bahwa saya seorang muslim
    • Lihat Profil
    • rickyfirman
« Jawab #4 pada: 08 September 2009, 21:57:43 »
HADITS 18

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:
بَعَثَ رَسُولُ اللهِ بَعْثًا وَهُمْ ذُو عَدَدٍ فَاسْتَقْرَأَهُمْ. فَاسْتَقْرَأَ كُلَّ رَجُلٍ مِنْهُمْ مَا مَعَهُ مِنْ الْقُرْآنِ، فَأَتَى عَلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ مِنْ أَحْدَثِهِمْ سِنًّا، فَقَالَ: "مَا مَعَكَ يَا فُلاَنُ؟"
قَالَ: "مَعِي كَذَا وَكَذَا وَسُورَةُ الْبَقَرَةِ"
قَالَ: "أَمَعَكَ سُورَةُ الْبَقَرَةِ؟"
فَقَالَ: "نَعَمْ!"
قَالَ: "فَاذْهَبْ فَأَنْتَ أَمِيرُهُمْ!"
فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَشْرَافِهِمْ: "وَاللهِ، يَا رَسُولَ اللهِ! مَا مَنَعَنِي أَنْ أَتَعَلَّمَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ إِلاَّ خَشْيَةَ ألاَّ أَقُومَ بِهَا."
فَقَالَ رَسُولُ اللهِ: "تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ وَاقْرَءُوهُ! فَإِنَّ مَثَلَ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا، يَفُوحُ رِيحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ. وَمَثَلُ مَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِه،ِ كَمَثَلِ جِرَابٍ وُكِئَ عَلَى مِسْكٍ."
رَوَاهُ التِّرْمَذِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ وَقَالَ "حَدِيْثٌ حَسَنٌ"، وَابْنُ مَاجَه مُخْتَصَراً، وَابْنُ حِبَّانَ.

[justify]Dari Abu Huroiroh r.a., beliau berkata,

“Rasulullah s.a.w. mengirim beberapa orang utusan, kemudian meminta mereka membaca hafalan Al Qur`an masing-masing. Beliau meminta mereka membacanya satu persatu. Sampai saat tiba giliran orang yang paling muda, beliau berkata, ‘Wahai Fulan, surat apa yang telah kau hafal?’
dia menjawab, ‘Surat anu, surat anu dan surat Al Baqoroh.’
Rasulullah s.a.w. bertanya lagi, ‘Benarkah kau hafal surat Al Baqoroh?’
ia menjawab, ‘Ya!’
Rasulullah pun bersabda, ‘Pergilah! Jadilah pemimpin bagi mereka!’
Salah seorang tokoh di antara mereka berkata, ‘Demi Allah! Aku tidak berani menghafal surat Al Baqoroh karena takut tidak mampu meng-amalkannya dalam sholatku.’
Rasulullah pun s.a.w. bersabda, ‘Pelajari dan bacalah Al Qur`an! Karena orang yang mempelajarinya, membacanya kemudian sholat dengannya, adalah umpama sebuah wadah yang dipenuhi minyak kesturi, lalu aromanya menyebar ke seluruh penjuru. Sedangkan orang yang mempelajarinya, tapi ia tidur dan tidak sholat malam dengannya—padahal ia hafal—seperti wadah minyak kesturi yang tutupnya terikat rapat. Aromanya tidak tercium oleh siapapun.”


H.R. Tirmidzi(1), lafazh ini juga darinya. Ia berkata, “Hadits ini hasan.”

Diriwayatkan juga secara singkat oleh Ibnu Majah dan Ibnu Hibban(2)

(1) Sunan Tirmidzi (no. 2876)—Al Albani berkata, “Dho’if”
(2) Sunan Ibnu Majah (no. 217)— Al Albani berkata, “Dho’if”, Shohih Ibnu Hibban (no. 2126)[/justify]


HADITS 19

وَعَنْ بْنِ عَمْرِو أَنَّ رَسُولَ اللهِ قَالَ:
"مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَقَدِ اسْتَدَرَجَ النُّبُوَّةَ بَيْنَ جَنْبَيْهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يُوحَى إِلَيْهِ. لاَ يَنْبَغِي لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ أَنْ يَجِدَّ مَعَ جِدٍّ، وَلاَ يَجْهَلَ مَعَ جَهْلٍ، وَفِي جَوْفِهِ كَلامُ اللهِ تَعَالَى."
رَوَاهُ الْحَاكِمُ وَقَالَ: "هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الإِسْنَادِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ"

[justify]Dari ibnu ‘Amr r.a., beliau berkata, “Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Barangsiapa membaca Al Qur`an, sungguh telah mendekatkan derajat kenabian ke hadapannya, hanya saja ia tidak diberi wahyu. Tidak pantas bagi shohibul Qur`an untuk menyimpan dendam, tidak pantas pula berkata-kata kotor, sementara dalam hatinya terdapat firman Allah.”

H.R. Hakim. Dia berkata, “Sanadnya shohih.”(1)[/justify]

(1) Al Mustadrok ‘ala Shohihain (no. 2028)


HADITS 20

وَعَنْ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللهِ قَالَ:
"الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ. يَقُولُ الصِّيَامُ: ‘رَبِّ إِنِّي مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ!’؛ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: ‘مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ! فَيُشَفَّعَانِ!’."
رَوَاهُ أًحْمَدُ وَابْنُ أَبِي الدُّنْيَا فِيْ كِتَابِ الْجُوْعِ وَالطَّبْرَانِيُّ فِي الْكَبِيْرِ وَالْحَاكِمُ وَاللَّفْظُ لَهُ وَقَالَ: "صَحِيْحٌ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ"

[justify]Dari Ibnu ‘Amr, ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Shiyam (puasa) dan Al Qur`an akan datang memberi syafa’at pada seorang hamba Allah. Shiyam berkata, ‘Ya Allah, hamba telah melarangnya makan dan menyalurkan syahwat di siang hari. Maka izinkan hamba memberinya syafa’at!’ Lalu Al Qur`an berkata, ‘Ya Allah, hamba telah melarangnya tidur di malam hari. Maka izinkan hamba memberinya syafa’at!’ Maka keduanya diizinkan untuk memberikan syafa’atnya.”

H.R. Ahmad(1), Ibnu Abi Dunia dalam kitab Al Juu’(2), Thobroni dalam Mu’jam Kabir(3), dan Al Hakim (lafazh hadits ini darinya). Al Hakim berkata, “Hadits ini shohih berdasarkan syarat Muslim.”(4)

(1) Musnad Ahmad (no. 6626)
(2) Al Munzhiri, At Targhib Wat Tarhib (no. 1455), ia berkata, “Ibnu Abi Dunia meriwayatkannya dalam Al Juu’. Sanadnya shohih”
(3) Al Haitsami, Majma’uz Zawaid (no. 5081), ia berkata, “Thobroni meriwayatkannya dalam Mu’jam Kabir, dan para periwayat Thobroni adalah para periwayat yang shohih”
(4) Al Mustadrok ‘ala Shohihain (no. 2036)[/justify]


Posting Digabung: [time]Tue Sep  8 22:11:37 2009[/time]


HADITS 21

وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ:
"إِنَّكُمْ لاَ تَرْجِعُونَ إِلَى اللهِ بِشَيْءٍ أَفْضَلَ مِمَّا خَرَجَ مِنْهُ-يَعْنِي الْقُرْآنَ."
رَوَاهُ الْحَاكِمُ وَصَحَّحَهُ وَأَبُوْ دَاوُدَ فِيْ مَرَاسِيْلِهِ.

[justify]Dari Abu Dzar r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“‘Sesungguhnya kalian tidak akan kembali kepada Allah S.W.T. dengan sesuatu yang lebih baik daripada yang telah diturunkan oleh-Nya—yakni Al Qur`an.”

H.R. Al Hakim—dan ia menshohihkannya—(1)dan Abu Daud dalam Marosil(2)[/justify]

(1) Al Mustadrok ‘ala Shohihain (no. 2039)
(2) Marosil Abu Dawud (no. 509). Kitab Marosil berisi kumpulan hadits-hadits mursal, yakni hadits yang diriwayatkan oleh seorang tabi’in tanpa menyebutkan nama sahabat yang meriwayatkannya


HADITS 22
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ:
"إِنَّ لِله أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ."
قَالُوا: "وَمَنْ هُمْ، يَا رَسُولَ اللهِ؟"
قَالَ: "أَهْلُ الْقُرْآنِ؛ هُمْ أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ."
رَوَاهُ النَّسَائِيّ وابْنُ مَاجَه والحَاكِمُ، وصَحَّحَه الْمُنْذِرِيُّ.

[justify]Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Sesungguhnya di antara manusia terdapat keluarga Allah.”
Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka?”
Rasul menjawab, “Ahlul Qur`an! Merekalah keluarga Allah dan orang-orang pilihanNya!”


H.R. Nasa`i(1), Ibnu Majah(2) dan Al Hakim(3). Dishohihkan oleh Al Mundziri(4).

(1) Sunan Kubro An Nasa’i (no. 8031)
(2) Sunan Ibnu Majah (no. 215)
(3) Al Mustadrok ‘ala Shohihain (no. 2046)
(4) At Targhib Wat Tarhib (no. 2209)[/justify]


HADITS 23

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ:
"مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ لَمْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَذَلِكَ قَوْلُهُ (ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِيْنَ إِلاَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا) قَالَ: "إِلاَّ الَّذِيْنَ قَرَأُوا الْقُرْآنَ".
رَوَاهُ الْحَاكِمُ وَقَالَ: "صَحِيْحُ اْلإِسْنَادِ".

[justify]Dari Ibnu ‘Abbas r.a., ia berkata,”

“Barangsiapa membaca Al Qur`an, tidak akan dikembalikan kepada usia yang paling lemah (pikun)(1). Hal ini sesuai dengan firman Allah s.w.t., [‘kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman’](2).”

Ibnu ‘Abbas menjelaskan, “Maksudnya adalah ‘kecuali orang-orang yang membaca Al Qur`an’”

H.R. Al Hakim. Ia berkata, “Sanadnya shohih.”(3)

(1) Lihat Q. S. An Nahl ayat 70
(2) Terjemah makna Q.S. At Tin ayat 5-6
(3) Al Mustadrok ‘ala Shohihain (no. 3952)[/justify]


Posting Digabung: [time]Tue Sep  8 22:26:57 2009[/time]


HADITS 24

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ:
"أَشْرَافُ أُمَّتِيْ حَمَلَةُ الْقُرْآنِ وَأَصْحَابُ اللَّيْلِ"
رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ وَابْنُ أَبِي الدُّنْيَا.

[justify]Dari Ibnu ‘Abbas r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Orang yang paling tinggi derajatnya di antara umatku adalah Hamalatul Qur`an(1) dan orang-orang yang suka bangun di malam hari untuk beribadah.”

Diriwayatkan oleh Baihaqi dan Ibnu Abi Dunia(2)

(1) Para pembawa Al Qur’an. Maksudnya adalah orang-orang yang membaca, menghafal, mempelajari dan mengamalkan Al Qur`an
(1) Syu’abul Iman (2703), At Tahajjud Wa Qiyamullail (no. 3), Muhaqqiq kitab ini berkata, “sanad hadits ini sangat dho’if”[/justify]


HADITS 25

وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِبْلٍ اْلأَنْصَارِيّ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ:
"اقْرَءُوا الْقُرْآنَ وَاعْمَلُوْا بِهِ وَلاَ تَغْلُوا فِيهِ وَلاَ تَجْفُوا عَنْهُ وَلاَ تَأْكُلُوا بِهِ وَلاَ تَسْتَكْثِرُوا بِهِ!"
رَوَاهُ أَحْمَدُ وأَبُو يَعْلَى والطَّبْرَانِيُّ والْبَيْهَقِيُّ.

[justify]Dari Abdurrahman bin Syibl Al Anshori r.a., bahwasannya Nabi s.a.w. bersabda,

“Bacalah Al Qur`an dan amalkanlah! Jangan menjauh darinya, tapi jangan pula berlebihan membacanya! Jangan menggunakannya untuk mencari makan serta mengumpulkan harta!”

H.R. Ahmad(1), Abu Ya’la(2), Thobroni(3) dan Baihaqi(4)

(1) Musnad Ahmad (no. 15706)
(2) Musnad Abu Ya’la (no. 1518)
(3) Mu’jam Ausath (no. 2574)
(4) Syu’abul Iman (no. 2624)[/justify]


HADITS 26

وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّهُ مَرَّ عَلَى قَاصٍّ يَقْرَأُ ثُمَّ سَأَلَ. فَاسْتَرْجَعَ ثُمَّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ يَقُولُ:
"مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَلْيَسْأَلِ اللهَ بِهِ! فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ، يَسْأَلُونَ بِهِ النَّاسَ"
رَوَاهُ التِّرْمَذِيُّ وَقَالَ: "حَدِيْثٌ حَسَنٌ".

[justify]Dari ‘Imron bin Hushoin r.a., bahwasannya ia lewat di depan seorang pendongeng yang membaca Al Qur`an kemudian meminta upah. ‘Imron berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Barangsiapa membaca Al Qur`an, mintalah balasannya kepada Allah! Sesungguhnya akan datang kaum-kaum yang membaca Al Qur`an, kemudian meminta upah bacaannya kepada manusia!”

H.R. Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits ini hasan.”(1)

(1) Sunan Tirmidzi (no. 2917)[/justify]


Posting Digabung: [time]Tue Sep  8 23:02:50 2009[/time]


HADITS 27

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ:
"لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ!"
رَوَاهُ الْبُخَارِيّ وَأَحْمَد وأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ عَنْ سَعْدٍ.
قَالَ جُمْهُوْرُ الْعُلَمَاءِ: أَيْ لَمْ يُحْسِنْ صَوْتَهُ.
وَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَمْ يَسْتَغْنِ بِهِ عَنْ غَيْرِهِ

[justify]Dari Abu Huroiroh r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

Orang yang tidak melagukan Al Qur`an tidak termasuk kelompok kami.”

H.R. Bukhori(1), Ahmad(2), Abu Daud(3), Ibnu Hibban(4) dan Al Hakim—dari riwayat Sa’ad(5).

Jumhur Ulama berkata, [“Maksudnya, orang yang tidak memperindah suaranya dalam membaca Al Qur`an.”] Sedangkan yang lainnya mengatakan, [“Merasa Al Qur`an saja tidak cukup kalau tidak disertai yang lain.”]

(1) Shohih Bukhori (no. 7089)
(2) Musnad Ahmad (no. 1476)
(3) Sunan Abu Daud (no. 1469)
(4) Shohih Ibnu Hibban (no. 120)
(5) Al Mustadrok ‘ala Shohihain (no. 2091-2096)[/justify]


HADITS 28

وَعَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ:
"مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ، يَتَأَكَّلُ بِهِ النَّاسَ، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ عَظْمٌ لَيْسَ عَلَيْهِ لَحْمٌ".
رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ

[justify]Dari Buroidah r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Barangsiapa membaca Al Qur`an untuk meminta makan pada manusia, di hari kiamat akan datang dengan wajah dari tulang belulang tanpa dibalut daging.”

H.R. Al Baihaqi(1)[/justify]

(1) Sunan Baihaqi (no. 2625)


HADITS 29

وَعَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ:
"قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ فِي الصَّلاَةِ أَفْضَلُ مِنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ فِيْ غَيْرِ الصَّلاَةِ. وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ فِيْ غَيْرِ الصَّلاَةِ أَفْضَلُ مِنَ التَّكْبِيْرِ وَالتَّسْبِيْحِ. وَالتَّسْبِيْحُ أَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ. وَالصَّدَقَةُ أَفْضَلُ مِنَ الصَّوْمِ. وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ مِّنَ النَّارِ."
رَوَاهُ الدَّارُقُطْنِيُّ فِي اْلأَفْرَادِ وَالْبَيْهَقِيُّ.

[justify]Dari ‘Aisyah r.a., bahwasannya Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Membaca Al Qur`an di dalam sholat lebih utama daripada membacanya di luar sholat. Membacanya di luar sholat lebih utama dari-pada takbir dan tasbih. Sedangkan tasbih lebih utama daripada shodaqoh. Shodaqoh lebih utama daripada puasa, sedangkan puasa adalah benteng yang menjaga dari siksa neraka.”

H.R. Daruquthni dalam Al Afrad dan Baihaqi(1)[/justify]

(1) Syu’abul Iman (no. 2243) Kami tidak menemukannya dalam kitab Daruquthni. Wallahu A’lam


HADITS 30

وَعَنْ أَوْسِ بْنِ أََبِيْ أَوْسٍ الثَّقَفِيِّ-مَرْفُوْعًا:
"قِرَاءَةُ الرَّجُلِ الْقُرْآنَ فِيْ غَيْرِ الْمُصْحَفِ أَلْفُ دَرَجَةٍ، وَقِرَاءَتُهُ فِي الْمُصْحَفِ تُضَاعَفُ عَلَى ذَلِكَ إِلَى أَلْفَيْ دَرَجَةٍ."
رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ.

[justify]Dari Aus bin Abu Aus Ats Tsaqofi secara marfu’(1),

“Bacaan Al Qur`an seseorang tanpa melihat Mush-haf akan dibalas dengan seribu derajat kebaikan, sedang bacaannya dengan melihat Mush-haf pahalanya akan dilipatgandakan sampai dua ribu derajat.”

H.R. Thobroni dan Baihaqi(2)

(1) Marfu’ adalah semua riwayat (tentang perkataan, perbuatan, ketetapan atau sifat) yang disandarkan kepada Nabi s.a.w., baik diriwayatkan oleh sahabat atau bukan, tanpa melihat bersambung tidaknya sanad riwayat tersebut.
(2) Mu’jam Kabir (no. 601), Syu’abul Iman (no. 2218)[/justify]


Posting Digabung: [time]Tue Sep  8 23:25:29 2009[/time]


HADITS 31

وَعَنْ بْنِ عَمْرٍو مَرْفُوْعاً:
"اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِيْ كُلِّ شَهْرٍ! اقْرَأْهُ فِيْ عِشْرِيْنَ لَيْلَةً! اقْرَأْهُ فِيْ عَشْرٍ! اقْرَأْهُ فِيْ سَبْعٍ! وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ!"
رَوَاهُ الشَّيْخَانِ وَأَبُوْ دَاوُدَ.

[justify]Dari Ibnu ‘Amr r.a. secara marfu’,

“Khatamkanlah Al Qur`an olehmu setiap satu bulan, atau dalam dua puluh malam, atau sepuluh malam, atau tujuh malam, dan jangan lebih cepat dari itu!”

H.R. Bukhori(1), Muslim(2) dan Abu Daud(3)[/justify]

(1) Shohih Bukhori (no. 4765-4767)
(2) Shohih Muslim (1159)
(3) Sunan Abu Daud (no. 1388)


HADITS 32

وَعَنِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُوْل اللهِ:
"اقْرَإِ الْقُرْآنَ مَا نَهَاكَ! فَإِذَا لَمْ يَنْهَكَ فَلَسْتَ تَقْرَأُهُ."
رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ فِيْ مُسْنَدِ الْفِرْدَوْسِ.

[justify]Dari Ibnu ‘Amr r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Bacalah Al Qur`an sampai selesai, karena jika tidak, sama saja dengan tidak membacanya!”

H.R. Ad Dailami(1)

(1) Musnad Firdaus (no. 1765), diriwayatkan tanpa sanad. Sanad hadits tersebut disebutkan dalam Musnad Syamiyin karya Thobroni. Dalam sanad hadits tersebut terdapat Ismail bin ‘Iyasy. Adz Dzahabi dalam kitab Adh Dhu’afa berkata, “Hadits yang diriwayatkan oleh Isma’il lemah.”[/justify]

HADITS 33

وَعَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ لِيْ رَسُوْلُ اللهِ:
"اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ بِالْحُزْنِ فَإِنَّهُ نَزَلَ بِالْحُزْنِ".
رَوَاهُ أَبُو يَعْلَى والطَّبْرَانِيُّ وأَبُوْ نُعَيْمٍ.

[justify]Dari Buroidah r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

‘Bacalah Al Qur`an dengan kesedihan, karena ia turun dengan kesedihan!”

H.R. Abu Ya’la(1), Thobroni(2), dan Abu Nu’aim(3)

(1) Musnad Abu Ya’la (no. 689)—Husain Salim Asad, Muhaqqiq kitab tersebut, berkata, “Sanadnya dho’if.”
(2) Mu’jam Ausath (no. 2902), Al Haitsami dalam Majma’uz Zawaid berkata, “Di hadits ini ada Isma’il bin Saif dan ia dho’if”
(3) Abu Nu’aim Al Ashbahani, Hilyatul Auliya` (juz 6 hal. 196)[/justify]


Posting Digabung: [time]Wed Sep  9 14:14:24 2009[/time]


HADITS 34

وَعَنْ جُنْدَبٍ عَنْ النَّبِيِّ قَالَ:
"اقْرَءُوا الْقُرْآنَ، مَا ائْتَلَفَتْ قُلُوبُكُمْ! فَإِذَا اخْتَلَفْتُمْ فِيْهِ، فَقُومُوا عَنْهُ!".
رَوَاهُ أًحْمَدُ والْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ والنَّسَائِيُّ

[justify]Dari Jundab bin Abdullah r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Bacalah Al Qur`an, niscaya hati kalian tidak akan rusak! Jika kalian berselisih tentangnya, bersikap luruslah!”

H.R. Ahmad(1), Bukhori(2), Muslim(3) dan Nasa`i(4)

(1) Musnad Ahmad (no. 18836)
(2) Shohih Bukhori (no. 6930)
(3) Shohih Muslim (no. 2667)
(4) Sunan An Nasa`i (no. 8096)[/justify]


HADITS 35

وَعَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ:
"اقْرَأُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّ اللهَ لاَ يُعَذِّبُ قَلْباً وَعَى الْقُرْآنَ."
رَوَاهُ تَمَّامٌ

[justify]Dari Abu Umamah r.a., dari Nabi s.a.w.,

“Bacalah Al Qur`an, karena Allah s.w.t. tidak akan mengadzab hati yang menjaga Al Qur`an!”

H.R. Tamam(1)

(1) Tamam bin Muhammad Ar Rozi, Abul Qosim (330 – 414 H); Al Fawa’id (1573)[/justify]


HADITS 36

وَعَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ:
"إِنَّ الْقُرْآنَ غِنًى، لاَ فَقْرَ بَعْدَهُ وَلاَ غِنَى دُوْنَهُ."
رَوَاهُ أَبُوْ يَعْلَى

[justify]Dari Anas r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Al Qur`an itu adalah kekayaan yang tidak ada kemiskinan sesudahnya dan tidak ada kekayaan yang sepertinya.”

H.R. Abu Ya’la(1)

(1) Musnad Abu Ya’la (2773)—Husain Salim Asad, Muhaqqiq kitab, berkata, “Sanadnya dho’if.”[/justify]


HADITS 37

وَعَنْ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ:
"الْقُرْآنُ أَلْفُ أَلْفِ حَرْفٍ وَسَبْعَةٌ وَّعِشْرُوْنَ أَلْفَ حَرْفٍ. فَمَنْ قَرَأَهُ صَابِرًا مُحْتَسِبًا كَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ زَوْجَةٌ مِّنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ"
رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ

[justify]Dari ‘Umar bin Khoththob r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Al Qur`an itu terdiri dari satu juta dua puluh tujuh ribu huruf. Barangsiapa membacanya dengan penuh kesabaran sambil mengharap ridho Allah, di surga ia akan mendapatkan istri bidadari bermata jeli untuk setiap hurufnya.”

H.R. Thobroni(1)

(1) Mu’jam Ausath (no. 6616)[/justify]


Posting Digabung: [time]Wed Sep  9 14:31:56 2009[/time]


HADITS 38

عَنْ رَجُلٍ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ:
"الْقُرْآنُ هُوَ النُّوْرُ الْمُبِيْنُ، وَالذِّكْرُ الْحَكِيْمُ، وَالصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيْمُ".
رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ

[justify]Dari seseorang, dari Nabi s.a.w., beliau bersabda,

“Al Qur`an adalah cahaya yang nyata, kitab yang penuh hikmah dan jalan yang lurus.”

H.R. Baihaqi(1)

(1) Syu’abul Iman (no. 1937)[/justify]


HADITS 39

وَعَنْ عَلِيٍّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ:
"الْقُرْآنُ هُوَ الدَّوَاءُ".
رَوَاهُ القُضَاعِيُّ

[justify]Dari ‘Ali bin Abi Tholib r.a., ia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Al Qur`an itu adalah obat.”

H.R. Al Qudho’i(1)

(1) Muhammad bin Salamah Al Qudho’i, Musnad Asy Syihab (no. 28)[/justify]


HADITS 40

وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ:
"أَهْلُ الْقُرْآنِ عُرَفَاءُ أَهْلِ الْجَنَّةِ".
رَوَاهُ الضِّيَاءُ

[justify]Dari Anas r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda,

“Ahlul Qur`an(1) adalah tokoh-tokoh penghuni surga.”

H.R. Adh Dhiya`(2).

(1) Dalam kitab Faidhul Mu'in yang asli tertulis [Al Qurro’—para pembaca Al Qur’an] dan bukan [Ahlul Qur’an]. Redaksi [Ahlul Qur'an] kami dapatkan dalam kitab asli milik Adh Dhiya.
(2) Adh Dhiya, Muhammad bin Abdul Wahid bin Ahmad Al Hambali Al Maqdisi (567 – 643 H); Al Ahadits Al Mukhtaroh (no. 2084); Muhaqqiq kitab tersebut berkata, “Sanad hadits ini shohih.”[/justify]


KHOTIMAH

Penyusun kitab ini rahimahullah berkata,
“Dengan ini, sempurnalah empat puluh hadits. Cukuplah Allah s.w.t. bagiku, dan Dialah sebaik-baik penolong.”


Alhamdulillahi robbil 'alamin
« Edit Terakhir: 14 September 2009, 06:06:19 oleh rickyfireman »