Brother, aku sangat merindukanmu yang dulu. Mengapa kau sedemikian berubah? Dulu kau adalah orang yang tekun, sekarang kau hanya mampu berangan-angan. Dulu kau adalah orang yang rendah hati, sekarang kau begitu tinggi hati. Dulu pandanganmu pada prestasi mengagumkanku, sekarang mengapa hanya uang dan popularitas yang kau sebut-sebut selalu?
Meski jarak kita hanya tinggal sejengkal, entah mengapa aku merasa kehilanganmu. Kau benar-benar berubah. Sebenarnya apa yang telah membuatmu sedemikian berubah? Aku ingin sekali bertemu dengan dirimu yang dulu... kamu yang selalu merasa kerdil dan aku yang akan membuatmu yakin pada kekuasaanNya...
Aku ingin melihatmu berubah menjadi lebih baik: optimis memandang hidup

tapi tidak seperti ini... yang kau pikirkan hanyalah angan-angan buta dan nilai tawakkalmu bukan lagi kepadaNya, melainkan kepada pendidikan, harta, dan kedudukan
Brother, sungguh aku merindukanmu...

Aku ingin sekali melihatmu pulang. Aku menyambutmu di rumah ketulusan yang pernah kau ajarkan. Aku sungguh kehilangan...
--
mencoba menjadi si ade yang kehilangan...

<harusnya disimpen di tret curhat ato binkel, ya?>