Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: SBY: “Saya Seorang Pluralis, Syari’at Islam Bertentangan Dengan Pluralisme”  (Dibaca 625 kali)


Offline pieris

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 191
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 13 Agustus 2009, 09:16:43 »
 :wataw:

baru sadar itu yg taun 2004 ya  :D
Ngada2in banget sih,buktinya banyak jg kok kebijakan yg mendukung syari'ah,,,tuh APP sah jg kan jadinya

and why must always PKS  :toe: basi banged

Offline Chalip

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 3
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 13 Agustus 2009, 17:04:49 »
Pluralisme >< Pluralis, Pluralisme = Paham yg menganggap semua agama sama dst,sehingga perlu ada persamaan yg menerobos batas2 perbedaan tadi,lahir dari kekecewaan masyarakat barat dgn bnyaknya pembunuhan,pembantaian,ketidakadilan akibat adanya perbedaan(agama,ras,suku,dll). Pluralis = Paham yang menganggap bahwa sunatullah manusia diciptakan beranekaragam. Bahaya Pluralisme bagi Islam:1).Nilai agama islam yg mulia harus dikesampingkan dalam pergaulan, 2).Islam cukup dianggap sebagai ajaran individual, padahal Islam juga merupakan Sistim yg mengatur Kehidupan manusia,3).Anggapan semua agama benar, ini mustahil.Setiap agama selalu mengnggap agamanya yg benartentunya perlu pembuktian empirik lanjutan.Dan dari uji empirik itu Islam yang lulus uji(ni bukan klaim lho),4).Pluralisme lahir dari rahim sekulerisme, yang mengesampingkan Agama ini bertentangan dengan Islam.Makajelas idePluralisme batil. Para pengusung n pendukungnya bila seorang muslim perlu di tegur siapapun ia n diluruskan agar tidak terjerumus dalam lubang maksiat yang menghantarkan kepada kefasikan. Wallahu'alam. O0

Offline luxmile

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 409
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 13 Agustus 2009, 17:14:55 »
^
"Pluralis" kox paham sih? bukannya "Pluralis" itu adalah subject yang mengakui pemahaman Plural (keberbedaan)? sedangkan pahamnya sendiri di sebut Pluralisme (paham yang mengakui eksistensi dan wilayah keberbedaan serta mengakui kesetaraan perbedaan)...
Hanya setitik tinta-Nya...

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 13 Agustus 2009, 17:21:16 »
yang bener (insya Allah)

Pluralisme >< Pluralitas
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 13 Agustus 2009, 17:37:02 »
...jadi pemimpin memang sangat sulit.  :hmmm:

Hal yg terlalu lazim jika pengikut atau "pemikir kebanyakan" ndak bisa menilai dgn tepat.
Dan namanya kritikus juga ada dimana2 dan tetntu saja pekerjaan mudah.

posisikan diri kita dalam posisi org yg akan kita nilai or komentari.

 :hmmm:
"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"

Offline Al

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 55
  • find you way of life
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 19 Agustus 2009, 16:25:27 »
SBY nya bukan PKS. Mau aja diadu "domba"

Offline miqu

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.512
  • Jenis kelamin: Pria
  • Adalet Ve Kalkinma
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 19 Agustus 2009, 17:22:14 »
Paragraph kesimpulan thread ini

Kutip
  Pak Yusril menjelaskan kepada saya dan kepada pak Yusuf Kalla: “bukan begitu…, ndak ada nanti ingin menggantikan hukum nasional dengan syari’at Islam. Tidak ada kami ingin memasukkan syari’at Islam dalam Undang-undang Dasar 1945. Yang kami lakukan itu, kami ingin hukum nasional itu juga mengandungi beberapa aturan hukum yang ada, hukum adat, hukum Islam, hukum yang lain-lain. Dan itu sudah terjadi. Jadi hukum nasional kita ini kan sudah mengandungi unsur-unsur itu.” Itu penjelasan saudara Yusril Ihza Mahendra.

    Atas dasar itulah dibikin satu naskah kesepakatan antara Partai Demokrat, PKP Indonesia dan partai Bulan Bintang, bahwa kebersamaan ini akan menghormati pluralisme, kemajemukan, undang-undang dasar, pembukaan, dan segala macam. Clear di situ. Nah, ternyata pernyataan dari mereka: SBY setuju tentang syari’at Islam. Itu sebenarnya, SBY mengerti segala apa yang dijelaskan oleh saudara Yusril Ihza Mahendra. Oleh karena itulah ketika saya dengar memang pak Ka’ban mengeluarkan statement, langsung dibantah oleh pak Yusril Ihza Mahendra, bahwa tidak seperti itu. Jadi, ini yang betul, bahwa komitmen saya terhadap: satu, Pancasila; kedua, UUD 1945; ketiga, NKRI; keempat, kemajemukan, pluralisme, kebhinneka-tunggal-ikaan, itu final.

Someday I'll fall and I'll die.
But any day that I don't fall I am alive and I am continuing the fight.

Offline zuhair

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 619
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • cemerlang
« Jawab #37 pada: 20 Agustus 2009, 10:44:29 »
Kenapa selalu PKS yang selalu disalahkan?
...
Kenapa hanya PKS yg dibawa, partai2 koalisi yg lain dikemanain ? ???

Soalnya cuma PKS yang (paling) dekat dan menyatu dengan umat.
Partai2 lain sungguh tidak seperti itu..

In my humble opinion..
What are we become, just look what we have done..