Noordin M.Top sudah Terbunuh?
Pemberitaan Mengenai pelaku teror terus jadi berita pasca terjadinya
kembali ledakan bom 17 juli 2009 lalu di Jakarta.Pemberitaan itu bersifat
induktif atau berdasar fakta lapangan,maupun bersifat deduksi atau berdasar
pada analisa para pengamat pihak terkait semisal pengamatan intelejen kepolisian
atau pengamat tidak ada hubungannya misalnya pengamatan praktisi paranormal.
Tulisan ini hanya sedikit memberi informasi bersifat induktif karena soal bukti lapangan
itu urusan polisi dan urusan persidangan.Info Noordin M.Top atau teroris disini hanya
menyoroti masalah teroris dari sinyalemen berkembang sekarang atau dulu.
Sinyalemen berkembang tentang Noordin M.Top dan seputar teroris adalah:
*Noordin M.top itu tokoh fiktif tidak pernah ada dan tokoh teroris itu buatan pemerintah
untuk mengikat Pihak Amerika dalam penindakan teroris di Indonesia.Dan memang terbukti kerjasama dengan Amerika itu ada dengan terbentuknya DENSUS 88(Detasemen Khusus 88) yang fungsinya memberantas tindakan terorisme di Indonesia.Pihak asing ini pun rutin mengeluarkan dana untuk biaya operasinal DENSUS 88 di Indonesia.
Sinyalemen itu kemudian terbantah oleh pihak Malaysia yang menyatakan bahwa Noordin M.top itu bukanlah tokoh Fiktif dan betul-betul orang yang pernah menjadi warga Malaysia.Pernyataan ini pun senada dengan pernyataan pihak JI(Jamaah Islamiah) yang mengakui kalau Noordin M.top itu betul-betul ada dan pernah menjadi anggota JI.
*Noordin M.Top telah terbunuh pada penggrebekan Dr.Azahari yg juga terbunuh pada penggrebekan di Batu Malang.Hal ini terbukti dengan tidak adanya lagi telepon(kontak) Noordin M.Top pada pihak keluarganya di Malaysia pasca penggrebekan dan terbunuhnya Dr Azahari.
Terbukti pula peristiwa penggrebekan Dr.Azahari sangat eksklusif radius ratusan meter, rakyat sipil bahkan wartawan dilarang mendekat dari lokasi penggrebekan sampai beberapa hari lamanya.
Sedang dari pihak keluarga Dr.Azahari ditemukan kabar kalau mayat Dr.Azahari sepertinya sudah lama meninggal seolah-olah mayat Dr.Azahari hanya diletakkan dilokasi itu kemudian diledakkan dengan bom.
Dari sisi mistik dikabarkan kalau kerabat Noordin M.Top pernah kesurupan arwah Noordin M.Top.
Selain itu bom-bom yang ditemukan selanjutnya sangat berbeda bahannya
dari buatan sebelum Dr Azahari terbunuh padahal Noordin M.Top boleh dikata sebagai tangan kanan dari Dr Azahari dan juga dari sejarahnya Dr Azahari tidak lain adalah dosen dari Noordin M.Top di UTM(Universitas Tehnologi Malaysia) sewaktu
masih berada di Malaysia,kedekatan spritual/emosional jelas terjalin sangat kuat, manusia loyal seperti Noordin M.top kecil kemungkinan meninggalkan Dr.Azahari mati sendiri sedang dia sendiri lari kesana-sini.
*Perang sesungguhnya terjadi di Indonesia adalah perang antara,"Islam Vs Kapitalis".Indonesia berpenduduk mayoritas muslim di dunia hanya dijadikan ajang pertarungan untuk merusak citra Islam di dunia supaya Islam itu terdengar identik dg teroris.
Dengan adanya cap teroris itu maka Islam sebagai agama damai akan sulit berkembang secara global,dan disinilah awal kemenangan kapitalis,neoliberalis dunia terhadap dunia Islam.
Di Indonesia sendiri tehnik,"teroris bergentayangan" ini dihidupkan untuk mencegah syariat Islam terbentuk di negara pancasila ini dimana terbukti pemerintah selalu mengait-ngaitkan daulah Islamiah sangat erat kaitannya dg aksi teroris di Indonesia.
Dan pastinya dana asing akan terus mengalir dg adanya DENSUS 88 di Indonesia,dana segar ini tentunya menjadi makanan menyehatkan bagi elit-elit militer Indonesia.
*Teroris jadi-jadian adalah jenjang karir termudah bagi polisi-polisi di Indonesia entah sudah berapa banyak polisi naik pangkat sampai 2-3 tingkat kurang dari 41 hari karena terungkapnya identitas teroris jadi-jadian itu.Meskipun berhembus cerita miring banyaknya polisi terlibat langsung penggrebekan Dr.Azahari mati kecelakaan dalam latihan kepolisian.