Dijejak-jejak harinya sepasang kekasih dalam menjalin asmara ketika menikah,
tak lepas dari yang namanya cobaan. Tidak sedikit saudara-saudara seiman kita
meletakkan tujuan hidupnya lebih mengarah keduniawian. Dan sebenernya mereka pun tahu
dari menikah itu banyak sekali tujuan akhirat yang ingin dicapai sekaligus ingin mendapat
pencapaian derajat mukmin dihadapan sang Khalik kelak.
Akan tetapi keadaanlah yang belum memberikan dukungan.
Ketika saya merefleksikan situasi tersebut dalam kehidupan saya…
Saya menyadari banyak kekurangan disana-sini. Pohon yang rindang akan menggugurkan dedaunan-dedaunan
yang sudah lapuk dan tergantikan dengan bermekarannya bunga-bunga yang muda nan indah.
Pentingnya berbicara visi dan misi sebelum nikah,
saya urutkan kepemahaman global saja ketika ta’aruf.
Banyak faktor dan moment yang saya rasakan termerger seiring besar kecilnya permasalahan.
Saya sendiri setuju dengan pendapat Pak Anis bahwasannya visi utamanya adalah Ibadah.
Visi dan Misi itu terlebih kepada sinergi sepasang kekasih dalam beribadah.
Insya Allah… benih-benih itupun akan perlahan-lahan tumbuh bila disirami,
diberikan pupuk, dirawat, dijaga dan lain-lain. Sehingga akan menjadi kesepahaman yang konkrit
dan lebih ideal menurut saya.
Karena lebih berasa…

Terlebih… harumnya wangi bunga disurga adalah milik bersama.

Subhanallah… Allahu Akbar…
Wallahu’alam….