Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Pentingnya menyamakan visi dan misi sblm menikah  (Dibaca 620 kali)


Offline zakiya_sholihah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 3.103
  • Lokasi: bumi 4jj1
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Stand By Me ^^
    • Lihat Profil
« pada: 03 Agustus 2009, 17:38:55 »
Sungguh tulisan ini dibuat diantara sayap-sayap kesadaran dan pengharapan.
Kesadaran bahwa akan ada sisi yang kurang menyenangkan dalam sebuah rumah tangga, seperti pertengkaran, salah pengertian dan berbagai konflik lainnya. Tapi pula ada pengharapan yang pula dirangkai dalam tiap doa agar impian ideal sebuah rumah tangga juga tetap terjaga, dan tak kemudian tunduk dalam sikap menyerah di tengah jalan.

Adalah sebuah kebahagiaan tentunya, memperoleh seorang pasangan yang tidak saja tampan secara lahiriah, tetapi juga tampan secara batiniah. Di saat-saat inilah mimpi-mimpi itu disusun. Tapi bukan mimpi yang hanya merupakan bunga tidur, yang kemudian hilang disaat terbangun. Mimpi yang dimaksudkan tentu saja mimpi yang melahirkan tekad kuat untuk terus bekerja keras mewujudkannya.

Dialog-dialog di masa ta’aruf seusai khitbah inilah yang ingin dimanfaatkan untuk memulai sebuah rancangan bersama tentang bentuk keluarga yang ingin diwujudkan di masa mendatang. Komitmen hingga Memorandum of Understanding antara kedua pasangan dibuat diatas sebuah kesadaran bahwa akan ada kondisi-kondisi yang membutuhkan kesabaran lebih dari keduanya untuk mampu dilewati, disamping tentu saja ada masa-masa romantis yang dapat dinikmati sebagai sebuah berkah dan anugerah dari Allah Azza wa Jalla.

Sebuah biduk yang telah ditetapkan waktu berlayarnya, haruslah mulai mempersiapkan peta dan bekal hingga bisa sampai di tujuan. Sebagaimana layaknya sebuah perjalanan, tak selamanya gelombang samudera yang diarungi tenang bersahabat. Akan ada pula badai, yang mungkin dahsyat dan terkadang di luar kemampuan akal untuk menembusnya. Tapi sebagaimana pula badai, ia pasti akan berlalu bersama dengan variabel waktu yang menyertainya.

Nahkoda dan awaknya yang kemudian menjadi penentu apakah biduk ini akan pecah belah terhempas gelombang dahsyat, atau ia akan bertemu pulau nan indah di akhir perjalanannya, disamping tentu saja, penyerahan diri secara utuh kepada Sang Penguasa Diri dan Badai

Visi keluarga bukanlah sesuatu yang bisa diciptakan serta merta. Tapi bukan pula sesuatu yang tidak pernah ada blue print-nya.

Begitu sarat dan kaya sudah Rasulullah saw dan para istrinya memberikan teladan. Tinggal bagaimana kita mengambil saripati-saripatinya dan memasukkannya ke dalam mangkuk-mangkuk bekal yang akan menjadi energi kita dalam mengarungi perjalanan nanti.

Ada mimpi bahwa tiap sudut rumah dan hati keluarga besar kita selalu terhiasi dengan alunan ayat suci yang menggugah karena maknanya mampu dipahami. Pemahaman ini juga mestilah dibangun dengan sebuah tradisi ilmu yang harus ada pada point penting komitmen awal rumah tangga kita.

Tentu, ada keyakinan di hati kita, bahwa keluarga yang mencintai Allah SWT saja yang akan dicintai Allah. Keyakinan lain yang harus dibangun bersama-sama dengan keyakinan ini adalah keyakinan bahwa cinta yang hadir diantara kita adalah benar-benar cinta karenaNya dan untukNya. Sehingga setiap pesan pendek “Uhibukk Fillah” itu benar-benar mampu mengingatkan kita bahwa Allah-lah yang menghadirkan cinta itu dihati kita, dan padaNya saja kita harus mensyukuri cinta itu.

Visi / kerangka hidup berkeluarga didasari oleh AQIDAH , BERSYARIAT ISLAM yg dicontohkan oleh ROSULULLAH . Misi berkeluarga adalah menjadikan keluarga menjadi miniatur negara untuk menegakkan ad-Dien

Kutitipkan diri ini, dirimu, keluargaku dan keluargamu pada Allah semata. Semoga Dia mempermudah langkah kita menjadikan keluarga ini menjadi pemimpin dan teladan bagi orang-orang shaleh, sebagaimana redaksi doa yang sering kita panjatkan dalam kerinduan selama ini :

Robbana hablana min azwajina wa dzuriyatina qurrata a’iun, wajalna lil muttaqina imama


Sepercik Kejujuran Lebih mahal dari Sebongkah Cinta

Offline just_muslimah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 1.168
  • Lokasi: Bogor
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ada apa ya di luar sana?
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 03 Agustus 2009, 17:43:02 »
nice sharing mba azkiya..

semoga qt semua bisa mengamalkannya..

amiin untuk doanya..
(Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". (ALI 'IMRAN :8)

Offline zakiya_sholihah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 3.103
  • Lokasi: bumi 4jj1
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Stand By Me ^^
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 03 Agustus 2009, 18:00:15 »
^^ -Amiin-


Sepercik Kejujuran Lebih mahal dari Sebongkah Cinta

Offline syahir

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 59
  • Lokasi: Depan Komputer
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 04 Agustus 2009, 08:10:30 »
maaf ukhti seharusnya mencantumkan sumbernya jikalau itu bukanlah tulisan ukhti


Offline just_muslimah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 1.168
  • Lokasi: Bogor
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ada apa ya di luar sana?
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 04 Agustus 2009, 08:22:33 »
^

kayaknya ini tulisan pribadi TS..

bener ga mba?
(Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". (ALI 'IMRAN :8)

Offline kamhas

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 1.757
  • Lokasi: Soengai Bamboe
  • Jenis kelamin: Pria
  • harapan itu masih ada!!!
    • Lihat Profil
    • kamhas
« Jawab #5 pada: 04 Agustus 2009, 08:29:20 »
keren dunk kalo zaki bisa nulis artikel panjang n rapi :siul:




Offline chair

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.625
  • Jenis kelamin: Wanita
  • tetep smangad!
    • Lihat Profil
    • chair
« Jawab #6 pada: 04 Agustus 2009, 10:01:42 »

Offline blueguardian

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 3.841
  • Lokasi: Bandung, Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • mou ichido asu e try
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 04 Agustus 2009, 10:09:43 »
:hmmm: tulisan yg bagus

udah ngerancang visi keluarga, tp tampaknya masih terlalu idealis deh..di sini ada yg mw berbagi visi keluarga yg akan/sedang dibentuk seperti apa? :hmmm:
i can go forward without losing my way..i'm getting closer to my wish..i'll try going towards tomorrow once again..i don't want to lose my own way

Offline Anis_WN

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.464
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 04 Agustus 2009, 12:45:32 »
Penting untuk punya satu visi utama... IBADAH...

Selebihnya optional aja. Toh orang2 tua jaman dulu gak terlalu berfikir ttg visi dan misi, tapi akhirnya malah anak2nya pada sukses.

So, punya visi itu baik, tapi lebih baik lagi kalo itu semua mampu diimplementasikan. Tanpa implementasi, gak ada gunanya punya visi...

Good luck...
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline dian_syahril

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 8.203
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 04 Agustus 2009, 13:56:18 »
idealnya sih demikian...

teoriya sangat bagus...

tapi prakteknya ? :D
mohon maaf lahir & batin jika ada tulisan, perkataan & perbuatan saya baik yg disengaja maupun yg tidak selama di myQ.org :)

Offline blueguardian

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 3.841
  • Lokasi: Bandung, Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • mou ichido asu e try
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 04 Agustus 2009, 13:59:45 »
naah..yg udah praktekin, gimana tuh hasilnya..

sesuai teori? kalo iya, bagi tips2nya dong biar real sesuai dengan kondisi ideal..
kalo ga sesuai? kenapa bisa ga sesuai?

i can go forward without losing my way..i'm getting closer to my wish..i'll try going towards tomorrow once again..i don't want to lose my own way

Offline dian_syahril

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 8.203
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 04 Agustus 2009, 14:02:32 »
visi misi kami berlainan, tapi kami saling mencintai, saling menyayangi dan saling menghargai, ciyee.. :p
mohon maaf lahir & batin jika ada tulisan, perkataan & perbuatan saya baik yg disengaja maupun yg tidak selama di myQ.org :)

Offline wafa_aina

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2008
  • Tulisan: 1.829
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ..prajurit kecilku..
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 04 Agustus 2009, 14:02:52 »
Penting untuk punya satu visi utama... IBADAH...

Selebihnya optional aja. Toh orang2 tua jaman dulu gak terlalu berfikir ttg visi dan misi, tapi akhirnya malah anak2nya pada sukses.

So, punya visi itu baik, tapi lebih baik lagi kalo itu semua mampu diimplementasikan. Tanpa implementasi, gak ada gunanya punya visi...

Good luck...

sepakat sama pak Anis.
just share..satu2nya yang menyakinkan saya untuk menikah dengan suami adalah ke istiqomahannya untuk meningkatkan tarbiyah (pendidikan agama) dan never ending learning  O0
"Laa yukhriju syahwata minal qalbi, illa khaufun muz'ijun au syauqun muqliqun." (Tidak ada yang bisa mengusir ajakan syahwat (yang menyesatkan) dari hati, kecuali rasa takut (kepada Allah) yang menggetarkan atau rasa rindu yang menggelisahkan.)

Offline blueguardian

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 3.841
  • Lokasi: Bandung, Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • mou ichido asu e try
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 04 Agustus 2009, 14:05:29 »

just share..satu2nya yang menyakinkan saya untuk menikah dengan suami adalah ke istiqomahannya untuk meningkatkan tarbiyah (pendidikan agama) dan never ending learning  O0

patut diinget..asumsi kebanyakan akhwat berpikir seperti itu..
i can go forward without losing my way..i'm getting closer to my wish..i'll try going towards tomorrow once again..i don't want to lose my own way

Offline danysyahban

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 2.072
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • The Whole New World
    • Lihat Profil
    • Syahban
« Jawab #14 pada: 04 Agustus 2009, 17:16:50 »
Bismillaahirahmaanirrahiim.

Dijejak-jejak harinya sepasang kekasih dalam menjalin asmara ketika menikah,
tak lepas dari yang namanya cobaan. Tidak sedikit saudara-saudara seiman kita
meletakkan tujuan hidupnya lebih mengarah keduniawian. Dan sebenernya mereka pun tahu
dari menikah itu banyak sekali tujuan akhirat yang ingin dicapai sekaligus ingin mendapat
pencapaian derajat mukmin dihadapan sang Khalik kelak.
Akan tetapi keadaanlah yang belum memberikan dukungan.

Ketika saya merefleksikan situasi tersebut dalam kehidupan saya…
Saya menyadari banyak kekurangan disana-sini. Pohon yang rindang akan menggugurkan dedaunan-dedaunan
yang sudah lapuk dan tergantikan dengan bermekarannya bunga-bunga yang muda nan indah.

Pentingnya berbicara visi dan misi sebelum nikah,
saya urutkan kepemahaman global saja ketika ta’aruf.
Banyak faktor dan moment yang saya rasakan termerger seiring besar kecilnya permasalahan.

Saya sendiri setuju dengan pendapat Pak Anis bahwasannya visi utamanya adalah Ibadah.
Visi dan Misi itu terlebih kepada sinergi sepasang kekasih dalam beribadah.
Insya Allah… benih-benih itupun akan perlahan-lahan tumbuh bila disirami,
diberikan pupuk, dirawat, dijaga dan lain-lain. Sehingga akan menjadi kesepahaman yang konkrit
dan lebih ideal menurut saya.

Karena lebih berasa…  :ehm:
Terlebih… harumnya wangi bunga disurga adalah milik bersama.  :malu:
Subhanallah… Allahu Akbar…


Wallahu’alam….

Offline 0ch1e

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 3.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ^ myQ bdg yg kompak on GTS-GTP
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 04 Agustus 2009, 21:30:36 »
nice O0

jadi inget seniorku yg visioner.. smua plannya tetap diikhtyarkan running pada waktunya, kecuali nikah yg harus ditunda saat tingkat 4 <rencananya pengen sejak TPB :D ada2 aja si akang>

beliau cerita: abis nikah, langsung bikin visi 10taun ke depan ma istri :hmmm: sekarang beliau udah punya bimbel sendiri <natc namanya> &punya 1 putra. usianya selisih 2taun dengan ci, tapi prestasi bisnis yg didukung istri bikin visi2 itu terlaksana. kerenlah pokonya mah O0


Posting Digabung: 04 Agustus 2009, 21:37:13


salah satu prestasi bisnisnya: memanfaatkn psikologi anak2 itb yg berduit bwat mentoring dengan sistem bayar.. <meski awalnya ci termasuk orang yg menentang keras sistem ini>

lho koq jadi kesini? hehe, bwat nikah mah orientasi ukhrawi: saling ngasi tangga bwat ke jannah yg tertinggi. teori mah gampank diomongin, tapi praktek :hmmm: sepertinya berat bgt
« Edit Terakhir: 04 Agustus 2009, 21:37:14 oleh 0ch1e »
bukan kemarin yang harus terus-terus dipikirkan
bukan besok yang harus terus-terus dikhawatirkan
melainkan hari ini yang harus benar-benar diikhtyarkan

SEMANGKA!

Offline ipin4u

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.969
  • Lokasi: Balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • We support Palestine!
    • Lihat Profil
    • my blogs at multiply
« Jawab #16 pada: 05 Agustus 2009, 17:08:59 »
visi-misi mah ngga terlalu penting

kalau dia itu seorang MUSLIM pasti visi-misinya (kurang lebih) hampir2 sama aja kok :ehm:

yang penting mah calon pasangan kita punya agama/akhlak yang baik atau tidak terlalu bermasalah :)

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 05 Agustus 2009, 18:27:30 »
kalau dia itu seorang MUSLIM pasti visi-misinya (kurang lebih) hampir2 sama aja kok :ehm:
yang penting mah calon pasangan kita punya agama/akhlak yang baik atau tidak terlalu bermasalah :)
..ya juga seeh  :hmmm:
..tapi klo muslim-nya bener akhlak or agamanya juga hampir ama aje?  :hmmm:
klo ane yg menjadi point utama setealh itu kok malah karakter ye?   :hmmm:
==

patut diinget..asumsi kebanyakan akhwat berpikir seperti itu..
...hehe akhwat yg mana dulu tuh?
..kok ndak yakin ya?  :hmmm:
perasaan relitanya kok ndak gitu,..apa saya yg lagi apes aja?  :hmmm:
===
kok ane kkurang begitu mudeng juga ma judulnya ya?  :hmmm:  :wataw:
"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"

Offline suchi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.224
  • Lokasi: makassar
  • Jenis kelamin: Wanita
  • little black cat ^^
    • Lihat Profil
    • my blog ^^
« Jawab #18 pada: 05 Agustus 2009, 19:13:40 »
:hmmm: menyimak,,,,,


"kebajikan itu adalah akhlak, sedangkan dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya"

Offline chair

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.625
  • Jenis kelamin: Wanita
  • tetep smangad!
    • Lihat Profil
    • chair
« Jawab #19 pada: 05 Agustus 2009, 22:25:09 »
setuju dengan pak anis, yang penting visi utamanya ibadah kepada Allah
soal implementasinya (misi) mah gimana masing2 aja... bisa let it flow lah, ga usah saklek dan ga perlu terlalu kaku

Offline abu jundie

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 307
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
  • Yaa Allah teguhkan iqrarku ini ...
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 06 Agustus 2009, 09:42:51 »
..ya juga seeh  :hmmm:
..tapi klo muslim-nya bener akhlak or agamanya juga hampir ama aje?  :hmmm:
klo ane yg menjadi point utama setealh itu kok malah karakter ye?   :hmmm:
==
...hehe akhwat yg mana dulu tuh?
..kok ndak yakin ya?  :hmmm:
perasaan relitanya kok ndak gitu,..apa saya yg lagi apes aja?  :hmmm:
===
kok ane kkurang begitu mudeng juga ma judulnya ya?  :hmmm:  :wataw:

Wah ana seutuju ... KARAKTER ... mau pasangan berkarakter seperti Uman bin Khaththab atau Abu Bakar. Meski sama2 muslim yang baik sholih/sholihah kalo ga paham karakter bisa tergaget-kaget trus ... atau jadi sering miskomunikasi ...
Wallahu a'lam

Offline ^nay

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 716
  • Lokasi: ♥
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 06 Agustus 2009, 09:48:09 »

...hehe akhwat yg mana dulu tuh?
..kok ndak yakin ya?  :hmmm:
perasaan relitanya kok ndak gitu,..apa saya yg lagi apes aja?  :hmmm:

brarti lingkungannya yg salah...
ato mgkn emg lg apes ya... %peace%

Offline just_muslimah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 1.168
  • Lokasi: Bogor
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ada apa ya di luar sana?
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 06 Agustus 2009, 13:05:26 »
setuju sama kenyot n abu jundie..

karakter juga harus dipertimbangkan..
seperti kisahnya aisyah yg menolak lamaran umar bin khattab ra untuk adiknya ummu kultsum
karena aisyah merasa karakter mereka berbeda..

kemudian aisyah menawarkan ummu kultsum bin ali bin abi thalib
yang lebih dekat karakternya dengan umar ra..
(Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". (ALI 'IMRAN :8)

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 06 Agustus 2009, 20:07:42 »
...alhamdulillaah ane punya banyak temen   :)
"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"

Offline blueguardian

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 3.841
  • Lokasi: Bandung, Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • mou ichido asu e try
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 06 Agustus 2009, 23:29:21 »
setuju sama yg setuju dengan karakter

t'masuk point penting karakter menurut saya..
walaupun dengan modal agama yg baik dan tanpa mempertimbangkan karakter masih bisa berjalan dengan baik dengan adanya toleransi, tp tetep akan lebih nyaman kalau karakternya sesuai..

wallahu a'lam

CMIIW
i can go forward without losing my way..i'm getting closer to my wish..i'll try going towards tomorrow once again..i don't want to lose my own way

Offline 0ch1e

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 3.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ^ myQ bdg yg kompak on GTS-GTP
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 08 Agustus 2009, 16:40:26 »
O0


Posting Digabung: 08 Agustus 2009, 16:42:07


ci lebih suka menyebut cocoknya karakter itu sekufu (serasi)
meski perbedaan tetap ada, tapi tidak membuat hancur justru indah <<mungkin.com
bukan kemarin yang harus terus-terus dipikirkan
bukan besok yang harus terus-terus dikhawatirkan
melainkan hari ini yang harus benar-benar diikhtyarkan

SEMANGKA!