Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Nabi Yunus, seorang nabi yang diutus kepada bangsa lain  (Dibaca 814 kali)


Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« pada: 12 Juli 2009, 04:15:40 »
Saya ingin sahabat-sahabat muslim memberikan perbandingan mengenai kisah Nabi Yunus menurut versi Quran.
Berikut ini saya sampaikan mengenai Nabi Yunus sebagaimana disampaikan dalam Kitab Nabi Yunus, salah satu kanon dalam Alkitab Perjanjian Lama.

Yunus (=merpati) adalah seorang nabi Israel yang unik, dialah seorang nabi yang diutus kepada bangsa lain (bangsa Niniwe).
Niniwe adalah musuh bangsa Israel, letaknya saat ini berada di negara Irak. Sangat sedikit nabi dalam Alkitab Perjanjian Lama yang diceritakan bekerja di bangsa di luar Israel. Salah satunya adalah Yunus.
Kutip
1:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."

Ajaran bangsa/agama Yahudi menempatkan bangsa ini sebagai bangsa pilihan TUHAN. Dalam Kitab Yunus, dinyatakan bagaimana TUHAN juga mengasihi bangsa-bangsa lain. Bangsa lain, yaitu orang-orang yang tidak bersunat (bukan bangsa ibrani/keturunan Ibrahim ), oleh bangsa Israel dianggap najis, kafir dll.; bangsa pilihan TUHAN tidak boleh bergaul dengan mereka. Sikap ini pun ditunjukan oleh sang nabi.
Kutip
1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

Yunus jelas melawan kehendak TUHAN untuk mengingatkan orang-orang Niniwe. Dia lebih baik berlayar ke Tarsis dari Yafo (sekarang Tel Aviv). Yunus tidak ingin bangsa Niniwe diingatkan, lalu mungkin akan bertobat dan memperoleh kasih sayang TUHAN, dia lebih ingin bangsa itu dihukum habis oleh TUHAN, tertimpa malapetaka karena kejahatannya.

Kutip
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

Dalam perjalanannya berlayar ke Tarsus, melarikan diri dari perintah TUHAN, dia mengalami kejadian yang tidak enak. Tentu saja TUHAN tidak membiarkan nabiNya melarikan diri dari tugas yang harus diembannya.

Kutip
1:4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.
1:5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.
Di tengah badai gelombang yang hampir menghancurkan kapal, justru Yunus dapat tidur dengan nyenyak. Seluruh awak kapal memohon kepada allahnya masing-masing untuk dapat memperoleh keselamatan. Seluruh awak kapal ini akhirnya percaya kepada TUHAN, Allah bangsa Israel.

Kutip
1:6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa."
1:7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.
1:8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?"
1:9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan."
1:10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" -- sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.
1:11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora."
1:12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
1:13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

Nakhoda dan awal kapal tidak menghendaki Yunus di buang ke laut. Mereka masih berusaha mendayung kapal kembali ke darat. Yunus telah menjelaskan tentang allah yang benar, yaitu TUHAN, allah bangsa Israel, Allah yang menjadikan alam semesta. Dan Yunus telah melarikan diri dari TUHAN.
Tetapi usaha nakoda dan para awak kapal sia-sia, akhirnya mereka berdoa pada TUHAN, Allah yang disembah Yunus:

Kutip
1:14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki."

Yunus yang minta dibuang ke laut agar laut reda; saya yakin sang nabi dengan imannya yakin bahwa memang dia harus mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN untuk pergi ke Niniwe. Ketika permintaannya dilaksanakan oleh awak kapal, laut sungguh-sungguh berhenti mengamuk, dan orang-orang ini menjadi percaya kepada TUHAN.

Kutip
1:15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.
1:16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

Tentu saja TUHAN tidak membiarkan Yunus binasa, masih ada tugas yang harus dilakukannya. TUHAN mengirimkan seekor ikan besar (mungkin sejenis paus biru yang sangat besar dan pemakan plankton) untuk menyelamatkan Yunus dan mengirimkannya kembali ke daratan.

Kutip
1:17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Hal yang mirip terjadi dalam perjalanan murid-murid dan Tuhan Yesus Kristus. Tertidur di perahu di tengah badai, tetapi ketika itu Tuhan Yesus meredakan badai dengan kuasa ilahiNya.

Kutip
Injil Markus
4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
4:39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Salam:

=bart=







Posting Digabung: 12 Juli 2009, 06:28:19


Di dalam perut ikan, Yunus berdoa kepada TUHAN.
Doanya adalah pernyataan iman akan pertolongan yang datang dari TUHAN.
Bahwa dia AKAN

Kutip
2:1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,
2:2 katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
2:3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.
2:4 Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?
2:5 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku
2:6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.
2:7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.
2:8 Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia.
2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!"
2:10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Walaupun de facto Yunus masih dalam perut ikan, tetapi imannya menyatakan bahwa dia PASTI akan diselamatkan, dan dia akan mempersembahkan korban kepada TUHAN. Ikan itupun membawa dan memuntahkan Yunus ke darat, setelah tiga hari di dalam perut ikan.
Apa yang dialami Yunus merupakan nubuatan kematian Mesias yang kemudian bangkit pada hari yang ketiga. Cara berdoa Yunus, yang dengan iman menyatakan ucapan syukur bahwa dia SUDAH menerima apa yang dia mohonkan juga diajarkan dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Matius  12
12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.


Selanjutnya tentu saja Yunus berangkat ke negri Ninive, apa yang diperbuat Yunus di kota yang besar itu? Bagaimana khotbahnya di hadapan orang-orang Ninive? Apakah bangsa tersebut selanjutnya bertobat?
Kutip
3:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:
3:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."
3:3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.
3:4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."
3:5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
3:6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
3:7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
3:8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
3:9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."
3:10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Khotbah Yunus hanya satu kalimat singkat, suatu berita bahwa Niniwe akan dihancurkan.
Tetapi peringatan Yunus tersebut didengarkan oleh bangsa Ninive dan mereka bertobat dari kejahatannya, raja memaklumkan puasa seluruh bangsa tersebut: "Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."

Demikianlah bangsa Ninive itu bertobat dari segala kekerasannya yang jahat, dan Allah meluputkan malapetaka dari mereka.
Tetapi kisah Yunus tidak berakhir di situ. Sesungguhnya Yunus memang mengharapkan bangsa itu dilanda malapetaka karena kejahatannya, dan sungguh Yunus marah atas kebaikan TUHAN.

Kutip
4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."
4:4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
4:5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.
4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."
4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."
4:10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
TUHAN, Allah bangsa Israel kemudian mengajar Yunus bagaimana dia mengasihi bangsa yang besar itu, yang tidak berpengetahuan tetapi percaya Allah.

Apa yang disampaikan Muhamad tentang Yunus? Hanya cerita heboh tentang nabi yang ditelan ikan? Adakah penjelasan mengenai misi yang disampaikan Yunus? Yaitu bahwa TUHAN mengasihi bangsa-bangsa dan peduli kepada mereka, dan bagaimana TUHAN mengajarkan Yunus untuk mengasihi bangsa tersebut.

Pada masanya, kitab Yunus seperti mengajarkan sesuatu yang baru, tentang kasih sayang Allah kepada bangsa-bangsa lain, tidak hanya bangsa Israel. Walaupun diketahui, bahwa bangsa Ninive kemudian sungguh dihancurkan karena kejahatannya, tetapi hal itu tidak terjadi pada masa nabi Yunus.

Salam.

=barti=


« Edit Terakhir: 12 Juli 2009, 06:28:19 oleh bartimeus »
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Online Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.541
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 12 Juli 2009, 16:03:09 »
Tujuan dari diturunkannya quran itu kan untuk membenarkan nabi2x dan kitab2x sebelumnya, jadi wajar saja kalau alquran hanya memuat potongan singkat cerita yunus, buat apa menulis ulang yang sudah ada.

Kutip
[37:139] Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

Quran pun memang memberikan isyarat bahwa keimanan itu akan memberikan manfaat sama seperti kisah yunus yang anda kutip dari perjanjian lama, dan Allah adalah maha pengampun. Hal tersebut bisa anda lihat disini:
Kutip
[10:98] Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfa'at kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.

Adapun perbedaan antara alquran dan perjanjilan lama terletak disini
Kutip
Versi PL:
1:11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora."
1:12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
1:13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

Versi quran:
[37:139] Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,
audio[37:140] (ingatlah) ketika ia lari1289, ke kapal yang penuh muatan,
[37:141] kemudian ia ikut berundi1290 lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.
audio[37:142] Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela1291.
audio[37:143] Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,
audio[37:144] niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.
audio[37:145] Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.
audio[37:146] Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.
audio[37:147] Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.
audio[37:148] Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan keni'matan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

Dan sebagai orang yang mengimani alquran saya mengimani bahwa pasti ada suatu maksud dan tujuan yang baik dari Allah dalam membuat variasi tersebut, bukan semata2x salah salin seperti yang terjadi di kitab tawarikh.
Anda tahu apa arti iman? Iman itu seperti bayi yang di lempar ke udara, dia malah tersenyum dan tertawa, karena dia tahu anda akan menangkapnya.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 12 Juli 2009, 16:46:16 »
Salam mas Farabi,
sudah lama tidak membaca postinganmu.

Dalam Alkitab, juga dilakukan undian... supaya tahu, siapa sih yang bawa sial sehingga laut marah (dalam pemikiran pelaut kini kira-kira demikian, di laut itu banyak pantangannya). Selain Yunus, yang lain memang bangsa-bangsa yang tidak mengenal TUHAN, walaupun masing-masing memiliki ilahnya sendiri. Ternyata Yunus yang kena undian, dan memang dia sedang lari dari perintah Allah.
Bukan undian untuk dimakan ikan dan tinggal di dalamnya atau dapat keluar.
Para awak kapal dan Yunus sendiri tidak mengetahui akan munculnya sang ikan besar tersebut.

Tetapi memang Quran dan Alkitab berbeda, silakan mengimani kisah masing-masing.

Salam
« Edit Terakhir: 12 Juli 2009, 16:49:42 oleh bartimeus »
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Online Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.541
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 12 Juli 2009, 17:13:10 »
Oh iya saya tidak lihat:
Kutip
1:7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

Tampaknya saya salah ingat.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 14 Juli 2009, 06:53:52 »
Salah satu yang paling menarik bagi saya dalam Kitab Yunus, selain kasih sayang TUHAN nyata kepada segenap bangsa, adalah bagaimana Yunus bercakap-cakap dengan TUHAN demikian personal, dan bagaimana TUHAN menyatakan dirinya sebagai suatu PRIBADI yang demikian sabar mengajarkan kepada Yunus untuk sayang kepada bangsa Ninive.
Sebagaimana pernah didiskusikan dalam forum ini, Islam mengenal Tuhan yang berbeda, yaitu suatu dzat bukannya sebagai suatu pribadi yang nyata: YANG ADA.




Posting Digabung: 14 Juli 2009, 06:57:08


Mas Farabi, saya ingin penjelasan ayat Quran ini:

Kutip
[10:98] Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfa'at kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.

Apa maksudnya Yunus adalah bagian dari penduduk kota tersebut? Dimana di kota tersebut tidak ada yang beriman selain kaum Yunus.
« Edit Terakhir: 14 Juli 2009, 06:57:08 oleh bartimeus »
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.342
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 14 Juli 2009, 08:20:34 »
@pak bart
Apakah Yunus orang Israel?
Klo iya, apa buktinya??

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 14 Juli 2009, 08:32:43 »
Kutip
1:8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?"
1:9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan."

Yunus adalah seorang Ibrani, yang berbahasa Ibrani hanya orang Israel. Kitab Yunus ditulis dalam bahasa Ibrani. Pada masa itu, yang mengenal dan menyembah TUHAN (=YHWH) hanyalah orang Israel.

Salam.


Posting Digabung: 14 Juli 2009, 08:39:28


Kutip
Kitab Yunus
1:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:

Yunus bin Amitai adalah seorang nabi yang hidup pada masa raja-raja Israel sebagaimana tercatat dalam Kitab Raja-Raja. Hidup pada jamannya Amazia sebagai Raja Yehuda dan Yerobeam sebagai Raja Israel. Ketika itu Kerajaan Israel telah terbelah dua, suku Benyamin dan suku Yehuda membentuk Kerajaan Yehuda sedangkan sepuluh suku lainnya membetuk Kerajaan Israel. Yunus termasuk dalam suku Gat, yang menjadi bagian dari Kerajaan Israel.

Kutip
II Raja-raja  14
14:23 Dalam tahun kelima belas zaman Amazia bin Yoas, raja Yehuda, Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, menjadi raja di Samaria. Ia memerintah empat puluh satu tahun lamanya.
14:24 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.
14:25 Ia mengembalikan daerah Israel, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba sesuai dengan firman TUHAN, Allah Israel, yang telah diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, nabi Yunus bin Amitai dari Gat-Hefer

=bart=
« Edit Terakhir: 14 Juli 2009, 08:41:38 oleh bartimeus »
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.342
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 14 Juli 2009, 08:53:10 »
Pada masa itu, yang mengenal dan menyembah TUHAN (=YHWH) hanyalah orang Israel.
Dari tulisan Anda disebelah ttg Ayub
jelas dia bukan seorang Ibrani
tapi dia benar2 mengenal YHWH sebagaimana orang Ibrani

Offline oomnya fahrel

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #8 pada: 14 Juli 2009, 08:55:42 »
Wah banyak ilmu nich, numpang belajar yach Om Bart %peace%

Btw *sambil mengacungkan tangan* Tujuan thread ini apa yach? %peace%

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 14 Juli 2009, 09:45:30 »
Yth. Mas Avista, engkau memang sangat kritis.

Dari tulisan Anda disebelah ttg Ayub
jelas dia bukan seorang Ibrani
tapi dia benar2 mengenal YHWH sebagaimana orang Ibrani
Ayub memang bukan orang Ibrani, tetapi dia mempercayai YHWH.
Hal seperti ini sangat jarang. Orang Mesir setelah peristiwa Exodus/Keluaran, juga takjub dan percaya kepada YHWH, Allahnya orang Israel, walaupun selanjutnya menyembah berhala lagi.

Dalam hal Yunus, seperti yang beliau nyatakan kepada para awak kapal dan nakhoda kapalnya, memang dia orang Ibrani yang percaya YHWH. Sedangkan para awal kapal tersebut jelas bukan orang yang percaya kepada YHWH.
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.342
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 14 Juli 2009, 10:20:41 »
Alquran menceritakan bahwa para penyihir Mesir Firaun, langsung beriman kepada agama Musa
lalu kemudian Firaun membunuh mereka dan mereka menjadi martir

Orang Saba dan Etiopia sejak kedatangan ratu mereka ke Israel
telah banyak yang mengenal YHWH
dan hidup menurut hukum Taurat

Jadi tidak benar jika ada yang berkata, cuma bani Israel saja yang mengenal YHWH

Online Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.541
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 14 Juli 2009, 14:43:45 »
Kutip
Apa maksudnya Yunus adalah bagian dari penduduk kota tersebut? Dimana di kota tersebut tidak ada yang beriman selain kaum Yunus.
SAya tidak mengerti pertanyaan anda.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 14 Juli 2009, 22:24:09 »
Wah banyak ilmu nich, numpang belajar yach Om Bart %peace%

Btw *sambil mengacungkan tangan* Tujuan thread ini apa yach? %peace%
Tujuannya Oom... sekedar sharing untuk mengenal para nabi dan tokoh iman berdasarkan kitab masing-masing.


Posting Digabung: 14 Juli 2009, 22:27:33


Ytksh. Mas Farabi:

SAya tidak mengerti pertanyaan anda.
Maksud saya ini:
Kutip
[10:98] Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfa'at kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.
Apakah yang dimaksudkan Kaum Yunus itu adalah orang-orang 'suatu kota yang beriman' tersebut, yang kalau dipadankan dengan Alkitab adalah orang-orang Niniwe? Apakah maksudnya Yunus adalah bagian dari kota tersebut?


Posting Digabung: 14 Juli 2009, 22:29:01


Dear Avista:

Alquran menceritakan bahwa para penyihir Mesir Firaun, langsung beriman kepada agama Musa
lalu kemudian Firaun membunuh mereka dan mereka menjadi martir

Orang Saba dan Etiopia sejak kedatangan ratu mereka ke Israel
telah banyak yang mengenal YHWH
dan hidup menurut hukum Taurat
Jadi tidak benar jika ada yang berkata, cuma bani Israel saja yang mengenal YHWH
Kalau yang engkau maksud adalah kisah-kisah yang bersumber dari AlQuran, yang mana tidak pernah diceritakan dalam Alkitab, tentunya sangat aneh mengatakan mereka percaya pada YHWH, karena Quran sendiri tidak mengenal YHWH. Mengenai nama Tuhan yang disembah Islam dan Kristen saya kira telah dibicarakan panjang lebar.

=bart=
« Edit Terakhir: 14 Juli 2009, 22:30:21 oleh bartimeus »
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline skozcka_is_back

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 720
  • Lokasi: jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 15 Juli 2009, 09:39:54 »

Tujuan dari diturunkannya quran itu kan untuk membenarkan nabi2x dan kitab2x sebelumnya, jadi wajar saja kalau alquran hanya memuat potongan singkat cerita yunus, buat apa menulis ulang yang sudah ada. :ktawain: :ktawain: :ktawain:


yang mana? :hihi:

situ punya Kitab-ya po?
Perjanjian Lama...dituduh dirusak.
Perjanjian Baru...palsu, alias karangan mas Paulus.
Kitab Taurat....ndak punya.
Kitab Zabur...belum dicetak.
Kitab Injil...mana ketehe berada dimana.

aneh ya..mengakui YANG SUDAH ADA, tetapi menolak keasliannya.jadi binun...konsisten donk ahhhh(mendesaaah..)


btw..anda bicara Kitab yang sudah ada lo. :hihi:.kata sampeyan gitu, bukan daku.

Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!



Iran next target.hmm...sangat menyukai ini.

Online Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.541
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 15 Juli 2009, 18:10:43 »
Kutip
situ punya Kitab-ya po?
Perjanjian Lama...dituduh dirusak.
Perjanjian Baru...palsu, alias karangan mas Paulus.
Kitab Taurat....ndak punya.
Kitab Zabur...belum dicetak.
Kitab Injil...mana ketehe berada dimana.
Loh itu bukan saya yang nuduh, jangan menggeneralisir dong.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline anggon

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 2.334
  • Lokasi: Depan Layar
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 15 Juli 2009, 19:54:09 »
Skozcka dari dulu memang IQ nya susah ditingkatkan lagi..... ;D
Sesungguhnya KAFIRlah orang-orang yang mengatakan, 'bahwasanya Allah salah seorang dari tiga'. Padahal sekali-kali tiada tuhan selain tuhan yang Esa

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 16 Juli 2009, 02:17:37 »
Saya mensinyalir, sama dengan kisah Isa (= Yesus??) dan Ishak-Ismael, banyak kisah para nabi yang 'diulang diceritakan' di AlQuran memiliki kekeliruan yang kadang cukup fundamental. Dalam pandangan Islam, dengan asumsi bahwa AlQuran disampaikan oleh Jibril dari satu-satunya ilah (yang disembah) yaitu Alloh, maka tentunya yang disampaikan di AlQuran adalah yang mutlak benar. Apa jadinya kalau ternyata yang disampaikan di AlQuran berbeda dengan yang diceritakan di Alkitab, atau "dokumen tulisan tua" lainnya, tentu akan dikatakan bahwa dokumen tersebut (yang jauh lebih tua dari AlQuran) adalah yang tidak benar atau bahkan 'telah dipalsukan'.

Mengapa itu bisa terjadi?
Hipotesis beberapa orang Kristen yang mempelajari islamologi adalah: karena 'sumber pencerita' AlQuran hanya memahami para nabi tersebut dari 'dengar-dengar' dari orang lain saja, tidak membaca dokumen otentik yang ketika itu memang sangat jarang dan langka, apalagi berdasarkan 'informasi orang dalam' memang sang nabi dimana AlQuran diturunkan tersebut tidak bisa membaca dan menulis.
Silakan buktikan kalau hipotesis tersebut salah.

Apa yang diingat seorang anak sekolah minggu tentang Ayub? atau tentang Yunus? atau tentang Yesus Kristus? Apa yang menarik dari mereka dan cenderung tersimpan dalam memori mereka setelah mendengar kisah hidup para nabi tersebut (Yesus Kristus juga adalah seorang nabi, Dia tidak menyangkal itu)? Selalu yang diingat adalah kehebohan, mujizat, kesaktian atau peristiwa hebat yang terjadi; sangat minim yang memahami makna teologis pengajaran sang nabi.

Yunus, sebagaimana yang dimuat dalam Kitab Yunus, jelaslah mengajarkan bagaimana TUHAN (YHWH, kata yang tidak pernah diucapkan oleh orang Yahudi) juga mengasihi bangsa-bangsa lain, bukan hanya orang Israel, serta bagaimana TUHAN mengajar Yunus untuk mengasihi kota Niniwe tersebut. Hal ini tidak disinggung sama sekali dalam AlQuran (perbaiki saya bila salah).

Demikian juga kisah Ayub, bagian manakah yang 'kuat' untuk diingat oleh seorang anak sekolah minggu? Apakah mereka memahami bagaimana Kitab Ayub mengajarkan bahwa melalui pergumulan dalam penderitaannya itulah, Ayub mengenal secara langsung TUHAN, Allah yang sejati itu?

Mengapa Islam tidak mengenal YHWH? nama Allah sejati yang disembah para nabi tersebut?
Dalam kitab-kitab para nabi, Taurat dan Zabur/Mazmur, nama itu selalu DITULISKAN, tetapi secara tradisi orang Yahudi tidak pernah membacanya/melafalkannya. Bahkan orang Kristen pun demikian, sampai terjemahannya ke bahasa Indonesia, nama itu juga justru diterjemahkan sesuai dengan cara membacanya, tidak dituliskan YHWH.

Mengapa Islam tidak mengenal nabi-nabi yang tidak diceritakan secara 'heboh' karena melakukan berbagai mujizat? Atau memang sedikit sekali memiliki 'content' prosa/cerita dalam kitabnya? Sebagai contoh: Nahum, Hosea, Yehezkiel, Yesaya, Yeremia, Habakuk, Zefanya, Hagai dan sebagainya. Tanyalah pada anak sekolah minggu, apakah mereka mengenal para nabi tersebut? Jarang sekali yang kenal. Padahal beberapa tulisan para nabi tersebut, pada masanya, oleh orang Yahudi sepertinya membawa suatu 'agama' baru. Kitab Yunus termasuk membawa muatan ajaran yang 'membawa agama baru' di luar pemahaman teologis orang Yahudi pada masa itu. Demikian juga dengan kitab si Gembala dari Tekoa: Nabi Amos.

Justru tulisan mengenai '25 nabi' yang dimuat dalam dokumen kuno aliran gnostik sepertinya dikenal. Demikian juga dengan kisah-kisah gnostik tentang Yesus Kristus masa kecil dan 'penyerupaan' orang yang disalib (padahal bukan Yesus Kristus) diduga berasal dari 'dengar-dengar' cerita orang Kristen Gnostik (nestorian?). Kisah-kisah itupun tidak persis sama dengan dokumen aslinya (antara lain 'injil-injil' gnostik) yang kebetulan sekarang terungkap dan ditemukan. Ajaran gnostik memang tumbuh subur ketika itu (Abad ke-6) di tanah Arab.

Saya mengharap ada pembahasan serius dan berbudaya dari neter islam mengenai hipotesis di atas, tidak sekedar menyampaikan kata-kata seperti 'picik' (seperti bung Avista), tidak memiliki hidayah, hanya prasangka buruk, dll.
Sebelumnya, jika apa yang saya tulis melukai hati para muslim, saya mohon maaf.
Saya ingat, bahwa Islam mengedepankan pemikiran nalar dan keilmiahan dalam memeluk kepercayaannya (walaupun sampai saat ini tidak ada topik yang membahas betapa ilmiahnya Islam, tetntu saja dalam konteks pemahaman ilmiah sebagaimana yang ada pada buku teks).

=bart=
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline skozcka_is_back

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 720
  • Lokasi: jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 16 Juli 2009, 09:23:41 »
Skozcka dari dulu memang IQ nya susah ditingkatkan lagi..... ;D

hehehe..iya yah..maklum dah level 10 skala warcraft :jaim:
Uncle Sam..hajar terus Afganistan!!!



Iran next target.hmm...sangat menyukai ini.

Online Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.541
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 16 Juli 2009, 15:17:00 »
Pak bart, supaya nyambung bagaimana kalau anda tampilkan bagian mana yang berbeda antara Tanakh dan quran.
Juga pak bart kalau ada alkitab versi digital yang bisa di download gratis tolong beritahukan linknya, karena pada edisi cetaknya tidak ada tombol search
Saya nemu satu nih:
Kutip
[38:24] Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

فَغَفَرْنَا لَهُ ذَلِكَ وَإِنَّ لَهُ عِندَنَا لَزُلْفَى وَحُسْنَ مَآبٍ

audio[38:25] Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

Anda pasti paham kan maksud dari kata "kambing" di sini.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 17 Juli 2009, 10:51:58 »
Yth. Mas Farabi.

Untuk bisa download Alkitab versi offline, coba di sini: http://alkitab.otak.info/index.php?hal=download

Mengenai Tanakh yang adalah kitab suci orang Yahudi, sama persis dengan ALkitab PL yang digunakan orang Kristen. Katolik juga menggunakan beberapa kitab yang tidak diakui orang Yahudi, itulah yang dimasukan dalam kitab Apokripa, di Alkitab orang Katolik berada di antara Alkitab PL dan Alkitab PB.

Di Tanakh, kitab Raja-raja dan Tawarikh dalam Alkitab dipecah 2 bagian, karena kepanjangan, tidak ada alasan teologis. Sebagai perbandingn, jika terjemahan AlQuran disusun dalam tulisan seperti Alkitab, tebalnya kurang lebih sama dengan kitab Mazmur atau kitab Nabi Yeremia.

Mengenai Tanakh dapat dipelajari lebih lanjut di :http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Judaism/Tanakh.html

Salam mas Farabi.

Bart
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Online Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.541
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 17 Juli 2009, 11:54:16 »
Yth. Mas Farabi.

Untuk bisa download Alkitab versi offline, coba di sini: http://alkitab.otak.info/index.php?hal=download

Mengenai Tanakh yang adalah kitab suci orang Yahudi, sama persis dengan ALkitab PL yang digunakan orang Kristen. Katolik juga menggunakan beberapa kitab yang tidak diakui orang Yahudi, itulah yang dimasukan dalam kitab Apokripa, di Alkitab orang Katolik berada di antara Alkitab PL dan Alkitab PB.

Di Tanakh, kitab Raja-raja dan Tawarikh dalam Alkitab dipecah 2 bagian, karena kepanjangan, tidak ada alasan teologis. Sebagai perbandingn, jika terjemahan AlQuran disusun dalam tulisan seperti Alkitab, tebalnya kurang lebih sama dengan kitab Mazmur atau kitab Nabi Yeremia.

Mengenai Tanakh dapat dipelajari lebih lanjut di :http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Judaism/Tanakh.html

Salam mas Farabi.

Bart
Tidak persis sih tampaknya, salah satunya, didalam Tanakh babi haram, sedangkan dalam terjemah LAI(katolik atau protestan?) yang haram itu babi hutan. Juga dalam penomoran ayat berbeda.
Silahkan pak bart di kemukakan bedanya dimana?
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 18 Juli 2009, 01:51:52 »
Mas Farabi yth.
Saya kira yang anda maksudkan itu lebih ke arah penterjemahan, bukan kata-kata aslinya.

Tidak persis sih tampaknya, salah satunya, didalam Tanakh babi haram, sedangkan dalam terjemah LAI(katolik atau protestan?) yang haram itu babi hutan. Juga dalam penomoran ayat berbeda.
Silahkan pak bart di kemukakan bedanya dimana?

Dalam masa Musa sampai denangan masa Perjanjian Baru, jelas babi adalah haram karena tidak termasuk binatang berkaki empat yang berkuku belah dan memamah biak (entah itu babi hutan atau babi peliharaan).

Kitab Imamat
Kutip
11:2 "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi:
11:3 setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan.

Mungkin yang mas Farabi maksud adalah penjelasan dari ayat Imamat 11: 3 tersebut, yaitu

Kitab Imamat
Kutip
11:7 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.

terjemahan versi King James dan beberapa lainnya:
Kutip
GNV
Leviticus 11:7 And the swine, because he parteth ye hoofe and is clouen footed, but cheweth not the cud, he shalbe vncleane to you.
NAS
Leviticus 11:7 and the pig, for though it divides the hoof, thus making a split hoof, it does not chew cud, it is unclean to you.
LAI-TL
11:7 dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, ia itu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haramlah ia kepadamu.
LAI-BIS
11:7 Jangan makan babi. Binatang itu haram, karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak.

Kata aslinya (chaziyr) lebih tepat diterjemahkan babi hutan. Karena ayat di atas mempertegas: BUKAN HANYA babi peliharaan (yang jelas berkuku belah tetapi tidak memamah biak) tetapi juga babi hutan adalah sama dengan si babi peliharaan.

2386 ryzIx] chaziyr {khaz-eer'}
Meaning:  1) hog, swine, boar 1a) swine (as forbidden food) 1b) wild boar
Origin:  from an unused root probably meaning to enclose; TWOT - 637a; n m
Usage:  AV - swine 6, boar 1; 7

Sebelum masa Musa, TUHAN berfirman demikian kepada Nuh:

Kitab Kejadian
Kutip
9:3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.
9:4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.

Walaupun dalam bahtera Nuh jelas telah ada binatang ternak dan binatang yang halal dan haram.

Kitab Kejadian
Kutip
7:7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu.
7:8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi,
7:9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.
7:10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.

Dalam Perjanjian Baru, dijelaskan bahwa keselamatan itu bukan masalah makanan.
Saya cenderung melihat masalah makanan adalah masalah kesehatan fisik dan selera makan, bukan masalah kejiwaan atau perilaku (seperti yang selintas saya baca dari tulisan salah seorang neter islam).
Apakah orang yang makan daging babi akan cenderung menjadi seperti babi? Entah babi hutan atau babi kampung.
Apakah orang yang makan daging kambing akan cenderung menjadi seperti kambing? atau bagaimana dengan unta? dan udang?
Unta dan udang adalah haram dalam aturan Hukum Taurat, juga kepiting, cumi-cumi, kuda, kancil, kelinci dan belut, tetapi dalam islam tidak apa-apa kan?

=bart=
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 03 Agustus 2009, 14:05:43 »
Kutip dari: Bartimeus
Hipotesis beberapa orang Kristen yang mempelajari islamologi adalah: karena 'sumber pencerita' AlQuran hanya memahami para nabi tersebut dari 'dengar-dengar' dari orang lain saja, tidak membaca dokumen otentik yang ketika itu memang sangat jarang dan langka, apalagi berdasarkan 'informasi orang dalam' memang sang nabi dimana AlQuran diturunkan tersebut tidak bisa membaca dan menulis.
Silakan buktikan kalau hipotesis tersebut salah.

Boleh saya tahu menurut 'BEBERAPA' orang Kristen tsb, SIAPAKAH sumber pencerita Al-Quran ?
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK:

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 05 Agustus 2009, 01:41:59 »
Beberapa orang Kristen itu adalah mereka yang mempelajari islamologi.
Jelas dalam iman Kristen: Quran adalah buatan tangan manusia, yaitu dari pemikiran dan perkataan Muhamad.
Memang siapa lagi yang mengatakan Quran? Jika itu diinspirasikan dari Tuhan yang sama yang menginspirasikan para nabi tersebut, tentunya tulisannya adalah selaras.

Atau... adakah saksi lain yang melihat sang nabi berbicara dengan malaikat jibril?
atau ketika beliau berbicara langsung dengan Alloh?

Karenanya, mesti ada sumber pencerita tentang nabi-nabi tersebut, yang paling logis adalah orang-orang sumber tersebut adalah orang kristen atau yahudi di sekitar Muhamad. Sebagian besar cerita itu bisa ditelusuri sumbernya, terutama dari cerita-cerita yang bertabur dongeng yang memang hidup di kalangan kristen tertentu di timur tengah. Termasuk beberapa dari 'injil-injil' gnostik, karenanya tidak pernah ditemukan dalam Alkitab beberapa yang diceritakan dalam Quran.
Ingatan akan cerita para nabi, tentu dengan pengolahan 'logik' dari sang nabi, munculah seperti apa yang ada saat ini.

Saya kira ini sudah OOT,
sebaiknya dibuat tret tersendiri saja.
Agak panas... tetapi selaras dengan tulisan neter muslim di topik lain, tentang betapa ilmiahnya islam.
Bisa buktikan?

=bart=
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.361
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • isyhadu bi anna muslimun
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 05 Agustus 2009, 12:47:42 »
Beberapa orang Kristen itu adalah mereka yang mempelajari islamologi.
Jelas dalam iman Kristen: Quran adalah buatan tangan manusia, yaitu dari pemikiran dan perkataan Muhamad.
Memang siapa lagi yang mengatakan Quran? Jika itu diinspirasikan dari Tuhan yang sama yang menginspirasikan para nabi tersebut, tentunya tulisannya adalah selaras.

Logika yang bagus. Bisa diikuti ...

OK, kita ambil opsi bahwa diinspirasikan oleh Tuhan yang sama. Maka logikanya, tulisannya akan selaras.

Masalahnya adalah ada yang selaras ada yang tidak selaras, okey?? pilihannya adalah quran salah, bible salah, atau keduanya salah.

Tantangannya adalah bagaimana memverifikasinya ... ?? :)

Saya rasa ini akan jadi diskusi yang bagus. Hanya saja konsekuensinya ke depan harus ada kelapangan untuk mengakui bahwa ada salah satu yang memang salah ...

Gimana om barti, bisa kita buat tret baru??  :)

Saya siap melayani om barti ... Cuman, ente berani gak suatu saat ada kesalahan bible yang harus diakui??  :o Saya pribadi siap, seandainya ada bagian quran yang memang terbukti salah maka saya akan katakan QURAN SALAH.  :)

Berani??

Kutip
Agak panas... tetapi selaras dengan tulisan neter muslim di topik lain, tentang betapa ilmiahnya islam.
Bisa buktikan?

=bart=

Dijawab ya tantangan saya ...  :)

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.342
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 05 Agustus 2009, 12:54:18 »
klo om Bart menjawab tantangan mas abie...
bakal menarik nih kayakknya :hmmm:

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 07 Agustus 2009, 08:55:08 »
Salam Oom Abie.
Tidak ada yang takut untuk menjawab tantangan anda, di virtual maupun real.
Walaupun kesimpulan akhirnya sudah kebayang seperti apa.

Sebenarnya yang saya maksud sudah jelas: anda yang mengatakan bahwa islam itu ilmiah, artinya bisa dibuktikan/empirik dan bisa dinalar/rasional; suatu hal yang jelas omong kosong dan ditertawakan para saintis.
Saya sendiri berpendapat koridor iman itu tidak sama dengan koridor ilmiah/scientific.
Andalah yang harus membuktikan omongan anda, bahwa apa yang engkau percayai itu ilmiah.
Terserah mau di topik ini atau di tret lain.

Sumonggo... dikersa'aken

=bart=
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.361
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • isyhadu bi anna muslimun
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 07 Agustus 2009, 11:12:15 »
Salam Oom Abie.
Tidak ada yang takut untuk menjawab tantangan anda, di virtual maupun real.
Walaupun kesimpulan akhirnya sudah kebayang seperti apa.

Sebenarnya yang saya maksud sudah jelas: anda yang mengatakan bahwa islam itu ilmiah, artinya bisa dibuktikan/empirik dan bisa dinalar/rasional; suatu hal yang jelas omong kosong dan ditertawakan para saintis.
Saya sendiri berpendapat koridor iman itu tidak sama dengan koridor ilmiah/scientific.
Andalah yang harus membuktikan omongan anda, bahwa apa yang engkau percayai itu ilmiah.
Terserah mau di topik ini atau di tret lain.

Sumonggo... dikersa'aken

=bart=

Itu karena di kepalamu ilmiah=empirisme (empiricism)  :)

Sudahkah kita sepakat mengenai definisi ilmiah?  :) Di dunia ilmiah saja masih banyak tarik menarik tentang mana yang lebih ilmiah: rationalism/historicism vs empiricism

Jika kita hanya berpegam pada empiricism, yang secara definisi berdasarkan bukti (empiris), maka saya bisa katakan dalam teori ekonomi mazhab neo-klasik yang penuh dengan rumus matematis dan berbagai asumsi non-riil itu gak ilmiah dong. Lha wong tidak selalu bisa mnyelesaikan permasalahan. Simplifikasi matematis ini pun bisa saja ditentang oleh analis analis yang mendasarkan pada sisi historis, politis, behavior dsb ...  :)

Ribet ga? lumayaan lahh ... tapi kalo cuman tahu ilmiah=empiris, baca baca buku dulu lahh ...  :)

Saya tidak akan merepotkan anda dengan bahsaan filosofi yang rumit, yang penting kita sepakat saja ...

OK, kita bisa menyepakati bahwa baik bibel maupun quran ada dimensi logika dan non-logika. Tentu saja ranah non-logika tidak akan kita sentuh karena mo kita sentuh bagaimanapun tidak ada parameter benar-salahnya. Kita bisa menginventarisasi permasalahan yang termasuk dimensi logika. Saya memberikan jaminan bahwa segala permasalahan dalam quran yang mempunyai dimensi logika adalah ILMIAH DAN DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN KEBENARANNYA. Ini yang mau saya tantang kepada Bartimeus. Kecuali ... jika bartimeus menganggap seluruh bagian bible tanpa terkecuali merupakan dimensi Non-logika yang HANYA bisa diyakini kebenarannya secara IMAN SAJA.

Gimana??  :)

Offline bartimeus

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.682
  • Lokasi: banten
  • Jenis kelamin: Pria
  • TUHAN adalah Gembalaku, tak akan kekurangan aku.
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 08 Agustus 2009, 03:34:32 »
Saya kira mas Abie belum sepenuhnya paham mengenai makna ilmiah sebagaimana dimengerti kaum akademisi.
Silakan konsultasi dengan dosen anda mengenai makna ilmiah.
Atau lebih baik diam saja, diimani saja ajaran yang anda anut, tidak usah sok ilmiahlah.
Suatu ironi memang, memaknai kata ilmiah dengan kacamata kuda agama.
Jadi gak usah muter-muter, pernyataanmu itu gak ada gunanya.

wasalam.
Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Offline avista

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7.342
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 08 Agustus 2009, 11:59:41 »
Saya kira mas Abie belum sepenuhnya paham mengenai makna ilmiah sebagaimana dimengerti kaum akademisi.
Silakan konsultasi dengan dosen anda mengenai makna ilmiah.
Atau lebih baik diam saja, diimani saja ajaran yang anda anut, tidak usah sok ilmiahlah.
Suatu ironi memang, memaknai kata ilmiah dengan kacamata kuda agama.
Jadi gak usah muter-muter, pernyataanmu itu gak ada gunanya.

wasalam.


sayang sampeyan udah pamit
klo gak saya mau tanya sampeyan, menurut sampeyan ilmiah tu apa
karena sampeyan isonya cuma mbantah doang, tapi gak ngasih penjelasan

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.361
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • isyhadu bi anna muslimun
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 10 Agustus 2009, 10:15:59 »
Saya kira mas Abie belum sepenuhnya paham mengenai makna ilmiah sebagaimana dimengerti kaum akademisi.
Silakan konsultasi dengan dosen anda mengenai makna ilmiah.
Atau lebih baik diam saja, diimani saja ajaran yang anda anut, tidak usah sok ilmiahlah.
Suatu ironi memang, memaknai kata ilmiah dengan kacamata kuda agama.
Jadi gak usah muter-muter, pernyataanmu itu gak ada gunanya.

wasalam.


Well ... sudah kuduga ... sayonara ... :dada: