Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Beberapa Keberatan Mengenai Surga  (Dibaca 1556 kali)


Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #60 pada: 18 Juni 2009, 13:51:20 »
Lho bukankah anda yang memiliki persepsi aneh tentang hidup Rasul disamakan dengan phisikal ? Apakah menurut anda, bahwa Mushadeq merupakan Rasul yang secara 'phisical' sebagai penerus rasul2 sebelumnya?Walaupun sebenarnya 'kerasulan' mushadeq dan klaimnya sebagai Rasul menyalahi Al Qur'an yang anda kutip disini, pertanyaan paling esensi buat anda..disatu sisi, anda selalu mengutip ayat-ayat Al Qur'an, namun disisi lain..anda menolak Al Qur'an yang menyatakan bhw Rasul dan nabi terakhir itu adalah Muhammad bin Abdullah...lalu bagaimana mungkin anda memiliki 'standar ganda' dalam memahami Al Qur'an.
Anda boleh aja mengatakan seenak selera anda wong ngomong ini bebas merdeka, tetapi sangat disayangkan kalau nggak berisi gitu aja.

1. Al Quran itu berlaku spanjang jaman, itu aksioma. Tetapi anda menentang aksioma itu anda menganggap al Quiran itu perkataan orang dulu, cuma berlaku untuk orang dulu, rasulnya juga harus orang dulu. manusia saat ini nggak pantas melaksanakan al Quran, dan menegakkan diin Allah itu nggak perlu lagi, anda sudah meminimalisir fungsi-fungsi al Quran sehingga cukup sebagai ceritera legenda yang bila dibaca membawa pahala. Inilah teologi lama anda makanya anda mempunyai justifikasi yang salah kepada siapapun yang mau menegakkan Al Quran sebagai hukum yang posifit bagi manusia.

2. bahwa Muhammad itu sebagai nabi terakhir bukan aksioma, cuma sekedar pendapat. Benar tidak ada nabi sesudah rasul sebab tugas kenabian diambil alih Rasul, saat diucapkan Muhammad ketika menjadi Rasul memang tidak salah. Tetapi tidak ada dimanapun ayat atau hadist yang menyatakan khataman Rasul. Rasul adalah sunatullah, itu hak Allah menetukan siapa yang jadi Rasul.

3. Anda menganggap Islam sudah ada dan tetap ada, memang Islam sudah ada dan tetap ada tetapi persepsi anda mengenai Islam adalah tidak sesuai dengan al Quran. Islam adalah aslama atau tunduk patuh, tunduk patuh kepada hukum Allah. Allah tidak menghendaki ada dua pengabdian, mengabdi kepada hukum jahiliyah dan mengabdi kepada Allah. Allah maunya satu pengabdian. Untuk itulah Allah mengutus Rasul-rasulnya dalam kurun jaman tertentu.

Allah itu mengetahui persis bahwa manusia itu selalu saja menyembah dia, di Jaman Muhammad yang disebut kaum musyrikin itu juga menyembah kepada Allah, siapa bilang mereka mengkafiri Allah, nggak lah, sebab Allah itu menjadi Tuhan mereka dan mereka puja.

Tetapi kenapa Muhammad disuruh mengingatkan mereka untuk menyembah Allah, dalam kata lain sholat mereka, puasa mereka, haji perema, zakat mereka kenana tidak diterima Allah? yang pasti : mereka menyembah dua Ilah, yaitu hukum Allah (yang sifatnya ritual) dan hukum jahiliyah buatan anggota Darun Nadwah.

Nah kondisi seperti itu sekarang berulang, maka kalau Allah mengutus seorang Rasul untuk mengingatkan manusia untuk jangan menduakan Allah, ya pantes aja qo, enjoy aja deh.

Nggak usah sewot menerima kedatangan seorang Rasul, semestinya anda bersyukur kepada Allah karena dia mengajak manusia kembali untuk taat kepada Allah dengan sebenar-benarnya taat (mukhlisina lahuddin).

Maka janganlah anda mencela al Quran karena batu didalam fikiran anda yang disebut "dogma"
« Edit Terakhir: 18 Juni 2009, 13:56:01 oleh lovelymoslems »
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline Syekh Jenar

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 614
    • Lihat Profil
« Jawab #61 pada: 18 Juni 2009, 14:10:01 »
Anda boleh aja mengatakan seenak selera anda wong ngomong ini bebas merdeka, tetapi sangat disayangkan kalau nggak berisi gitu aja.

1. Al Quran itu berlaku spanjang jaman, itu aksioma. Tetapi anda menentang aksioma itu anda menganggap al Quiran itu perkataan orang dulu, cuma berlaku untuk orang dulu, rasulnya juga harus orang dulu. manusia saat ini nggak pantas melaksanakan al Quran, dan menegakkan diin Allah itu nggak perlu lagi, anda sudah meminimalisir fungsi-fungsi al Quran sehingga cukum sebagai legenda yang bila dibaca membawa pahala. Inilah teologi lama anda makanya anda mempunyai justifikasi yang salah kepada siapapun yang mau menegkkan Al Quran sebagai hukum yang posifit bagi manusia.
Saya tidak pernah menulis bahwa Al Qur'an itu adalah perkataa orang dulu, dan hanya berlaku untuk orang dulu...jika ada, silahkan tunjukan pada saya mana tulisan yang saya buat itu...Jangan sembarangan mengambul kesimpulan terhadap apa yang sebenernya anda tidak mengerti/tidak tahu.

Kutip dari: lovelymoslems
2. bahwa Muhammad itu sebagai nabi terakhir bukan aksioma, cuma sekedar pendapat. Benar tidak ada nabi sesudah rasul sebab tugas kenabian diambil alih Rasul, ketika itu diucapkan Muhammad ketika menjadi Rasul memang tidak salah. Tetapi tidak ada dimanapun ayat atau hadist yang menyatakan khataman Rasul.
Bagaimana mungkin itu sebagai sebuah pendapat, Ayat Al Qur'an yang menyatakan bhw Muhammad SAW adalah Nabi sekaligus Rasul yang terakhir.
(Q:S:33:40,  Al-Ahzab)" Muhammad  itu  sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki   di   antara   kamu,   tetapi   dia  adalah Rasulullah  dan  penutup  nabi-nabi.  dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Perhatikan kata yang di bold : Dan....dan disitu menunjukkan satu rangkaian antara Rasul dan Nabi. Jadi walaupun di Al Qur'an tidak spesifik tentang Khataman Rasulin, namun maknawi dan kontekstual dari ayat itu merupakan SATU RANGKAIAN.

Jikalau menurut anda tidak ada kata-kata Khatamin rasulin sebagai justifikasi bhw Mushadeq adalah Rasul tapi bukan Nabi, bukankah artikulasi kata Rasul berarti adalah UTUSAN. Dan semua utusan Allah tentunya anda anggap sebagai Rasul, bahkan jika anda pergi ke tempat terpencil yang belum mengenal Islam, lalu anda sebarkan da'wah Islam disana, lantas anda boleh mengklaim diri ada sebagai Rasul ?. Tidak kawan. Utusan Allah, bukan cuma MUshadeq, bahkan ada burung ABABIL yang merupakan UTUSAN ALLAH juga ketika membantai tentara ABRAHAH yang ingin menghancurkan Ka'bah...kalau mau FAIR...jikapun anda percaya bhw Tidak ada kata-kata Khatamin Rasuli ( Rasul Terakhir ) maka seharusnya anda pun mengakui BURUNG ABABIL itu sebagai Rasul, bahkan Malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada Muhammad  sesugguhnya adalah RASUL / UTUSAN ALLAH.

Bahkan anda dan saya jika pergi ketempat yang belum mengenal Islam, dan menyebarkan Islam disana..maka anda dan saya dianggap sebagai Rasul/Utusan Allah ? :jaim:
Pleeasee deh....doktrin yang sejati-sejatinya...KELIRU...
Janganlah menyembah jikalau tidak mengetahui siapa yang disembah.Jika engkau tidak mengetahui , maka engkau seperti menyumpit burung. Peluru disebar, tapi tak satupun terkena tembakan. Akhirnya cuma menyembah ketiadaan, suatu sembahan yang sia-sia"
( -Syekh Siti Jenar )

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #62 pada: 18 Juni 2009, 14:38:15 »
Saya tidak pernah menulis bahwa Al Qur'an itu adalah perkataa orang dulu, dan hanya berlaku untuk orang dulu...jika ada, silahkan tunjukan pada saya mana tulisan yang saya buat itu...Jangan sembarangan mengambul kesimpulan terhadap apa yang sebenernya anda tidak mengerti/tidak tahu.
Ya karena ketika hendak diactingkan oleh seorang rasul jaman ini anda tidak memiliki keyakinan, tentu anda tidak mengatakan secara explisit, tetapi saya membaca alasannya seperti yang dikemukaakan dalam QS. 68/15              إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ                 

Bagaimana mungkin itu sebagai sebuah pendapat, Ayat Al Qur'an yang menyatakan bhw Muhammad SAW adalah Nabi sekaligus Rasul yang terakhir.
(Q:S:33:40,  Al-Ahzab)" Muhammad  itu  sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki   di   antara   kamu,   tetapi   dia  adalah Rasulullah  dan  penutup  nabi-nabi.  dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Rasulullah lain dengan nabi, kalau anda mau menyimak lebih dalam anda akan bisa membedakan tugas nabi dan tugas Rausl, cuma mungkin anda malas saja cuma mengambil kesimpulan buru-buru saja dalam mengulas ayat itu.

Perhatikan kata yang di bold : Dan....dan disitu menunjukkan satu rangkaian antara Rasul dan Nabi. Jadi walaupun di Al Qur'an tidak spesifik tentang Khataman Rasulin, namun maknawi dan kontekstual dari ayat itu merupakan SATU RANGKAIAN.
Ya kalau tidak spesifik jangan lah anda mengada-adakan diluar al Quran. Pembahasan ayat ini sudah sering saya lakukan, cuma anda kesiangan saja jadi mengulangi dogma anda yang sebenarnya di milis ini sudah menjadi bahasan lama.

Kalau anda cerdas, simak saja asababun nuzulnya ayat itu dan apa kaitannya dengan ayat sebelumnya.

Jikalau menurut anda tidak ada kata-kata Khatamin rasulin sebagai justifikasi bhw Mushadeq adalah Rasul tapi bukan Nabi, bukankah artikulasi kata Rasul berarti adalah UTUSAN. Dan semua utusan Allah tentunya anda anggap sebagai Rasul, bahkan jika anda pergi ke tempat terpencil yang belum mengenal Islam, lalu anda sebarkan da'wah Islam disana, lantas anda boleh mengklaim diri ada sebagai Rasul ?. Tidak kawan. Utusan Allah, bukan cuma MUshadeq, bahkan ada burung ABABIL yang merupakan UTUSAN ALLAH juga ketika membantai tentara ABRAHAH yang ingin menghancurkan Ka'bah...kalau mau FAIR...jikapun anda percaya bhw Tidak ada kata-kata Khatamin Rasuli ( Rasul Terakhir ) maka seharusnya anda pun mengakui BURUNG ABABIL itu sebagai Rasul, bahkan Malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada Muhammad  sesugguhnya adalah RASUL / UTUSAN ALLAH.
Terserah anda mau berteori bagaimana, tetapi yang harus anda pahami adalah tuga Rasul di QS.61/9.

Semua ayat al Quran adalah sebuah penjelasan. methodologi, tata cara,. strategi didalam pelaksanaan ayat QS.61/9. Saya khawatir pemahaman anda tentang Islam cuma sekedar sebuah agama, sehingga karena itu tidak perlu lagi diciptakan agama baru dan tidak pula perlu Rasul baru..

Ini aqidah yang harus dirubah, Islam cuma eksis dan powerful kalau ada kekuasaan dimana Rasul yang memimpin kemudian diteruskan oleh khalifah pengganti Rasul, untuk tercapainya yang demikian sesuai dengan sunnah Allah maka Allah selalu saja mengutus RasulNya.

Bahkan anda dan saya jika pergi ketempat yang belum mengenal Islam, dan menyebarkan Islam disana..maka anda dan saya dianggap sebagai Rasul/Utusan Allah ? :jaim:
Pleeasee deh....doktrin yang sejati-sejatinya...KELIRU...
Inilah pemahaman anda yang selalu mengerdilkan Islam sebagai sebuah agama, Islam bukan disampaikan dengan cara yang anda bayangkan. Islam adalah kekuasan, ketika sudah menjadi kekuasaan maka aslamanya manusia itu bisa dengan cara thauan wa karhan.

Kesimpulannya : anda nggak ngerti sama sekali apa dan siapa Rasul, boleh jadi anda anggap Rasul itu tukang dakwah kedaerah terpencil dan ngaji-ngaji. Walah

« Edit Terakhir: 18 Juni 2009, 14:43:48 oleh lovelymoslems »
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline Syekh Jenar

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 614
    • Lihat Profil
« Jawab #63 pada: 18 Juni 2009, 14:50:56 »
Ya karena ketika hendak diactingkan oleh seorang rasul jaman ini anda tidak memiliki keyakinan, tentu anda tidak mengatakan secara explisit, tetapi saya membaca alasannya seperti yang dikemukaakan dalam QS. 68/15              إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ                 
 Rasulullah lain dengan nabi, kalau anda mau menyimak lebih dalam anda akan bisa membedakan tugas nabi dan tugas Rausl, cuma mungkin anda malas saja cuma mengambil kesimpulan buru-buru saja dalam mengulas ayat itu.
Ya kalau tidak spesifik jangan lah anda mengada-adakan diluar al Quran. Pembahasan ayat ini sudah sering saya lakukan, cuma anda kesiangan saja jadi mengulangi dogma anda yang sebenarnya di milis ini sudah menjadi bahasan lama.

Kalau anda cerdas, simak saja asababun nuzulnya ayat itu dan apa kaitannya dengan ayat sebelumnya.
 Terserah anda mau berteori bagaimana, tetapi yang harus anda pahami adalah tuga Rasul di QS.61/9.

Semua ayat al Quran adalah sebuah penjelasan. methodologi, tata cara,. strategi didalam pelaksanaan ayat QS.61/9. Saya khawatir pemahaman anda tentang Islam cuma sekedar sebuah agama, sehingga karena itu tidak perlu lagi diciptakan agama baru dan tidak pula perlu Rasul baru..

Ini aqidah yang harus dirubah, Islam cuma eksis dan powerful kalau ada kekuasaan dimana Rasul yang memimpin kemudian diteruskan oleh khalifah pengganti Rasul, untuk tercapainya yang demikian sesuai dengan sunnah Allah maka Allah selalu saja mengutus RasulNya.
 Inilah pemahaman anda yang selalu mengerdilkan Islam sebagai sebuah agama, Islam bukan disampaikan dengan cara yang anda bayangkan. Islam adalah kekuasan, ketika sudah menjadi kekuasaan maka aslamanya manusia itu bisa dengan cara thauan wa karhan.

Kesimpulannya : anda nggak ngerti sama sekali apa dan siapa Rasul, boleh jadi anda anggap Rasul itu tukang dakwah kedaerah terpencil dan ngaji-ngaji. Walah


1.Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan mereka ta'juk lalu berkata: 'kenapa kamu tidak taruh batu ini.?' Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi"

2.Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda Nabi Muhammad SAW:"Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku"

3.Khutbah terakhir Rasulullah ...
" ...Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang akan lahir.Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah
tersesat ..."

Mau menyangkal Rasulullah SAW ?
Janganlah menyembah jikalau tidak mengetahui siapa yang disembah.Jika engkau tidak mengetahui , maka engkau seperti menyumpit burung. Peluru disebar, tapi tak satupun terkena tembakan. Akhirnya cuma menyembah ketiadaan, suatu sembahan yang sia-sia"
( -Syekh Siti Jenar )

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #64 pada: 18 Juni 2009, 14:57:30 »
@atas, sudah saya bahas dalam thread "khataman nabiy", nggak perlu dibahas lagi. Intinya adalah anda tidak yakin al Quran ini bisa dilaksanakan oleh orang-orang setelah Muhammad termasuk oleh anda.

Islam anda anggap cuma tonggak sejarah, bukan sebuah wujud/bukti  aplikasi tegaknya kekuasaan Allah dimuka bumi secara konkrit dan aplicable.

Anda termasuk orang yang tersebut dalam 61:8 yang anda kutip kemarin
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline Syekh Jenar

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 614
    • Lihat Profil
« Jawab #65 pada: 18 Juni 2009, 15:00:46 »
@atas, sudah saya bahas dalam thread "khataman nabiy", nggak perlu dibahas lagi. Intinya adalah anda tidak yakin al Quran ini bisa dilaksanakan oleh orang-orang setelah Muhammad termasuk oleh anda.

Islam anda anggap cuma tonggak sejarah, bukan sebuah wujud/bukti  aplikasi tegaknya kekuasaan Allah dimuka bumi secara konkrit dan aplicable.

Anda termasuk orang yang tersebut dalam 61:8 yang anda kutip kemarin
Mungkin saya belum bergabung engan myq saat itu. Biar lebih fair, silahkan anda link ke topik khatamin nabiy...atau kalau perlu anda jelaskan disini...bukankah sebuah 'pahala' yang besar dari Mushadeq, jika anda bisa meyakinkan saya tentang kerasulan Mushadeq ?. Atau memang anda mencari alasan2 untuk menutupi KEBOHONGAN ANDA..saya tunggu
Janganlah menyembah jikalau tidak mengetahui siapa yang disembah.Jika engkau tidak mengetahui , maka engkau seperti menyumpit burung. Peluru disebar, tapi tak satupun terkena tembakan. Akhirnya cuma menyembah ketiadaan, suatu sembahan yang sia-sia"
( -Syekh Siti Jenar )

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #66 pada: 18 Juni 2009, 15:07:47 »
Mungkin saya belum bergabung engan myq saat itu. Biar lebih fair, silahkan anda link ke topik khatamin nabiy...atau kalau perlu anda jelaskan disini...bukankah sebuah 'pahala' yang besar dari Mushadeq, jika anda bisa meyakinkan saya tentang kerasulan Mushadeq ?. Atau memang anda mencari alasan2 untuk menutupi KEBOHONGAN ANDA..saya tunggu
Begini saja lah, anda jalan dengan aqidah jadul anda, saya dengan aqidah saya, sebab apapun yang saya katakan akan anda prejudice sebagai kebohongan.

Yang penting bagi saya bahwa saya sudah tahu tentang pendapat yang tersimpan dihati anda paling dalam, bahwa al Quran itu cuma berlaku buat Muhammad, anda sendiri nggak perlu melaksanakan, cukup baca-baca dan dilagu-lagu lalu masuk sorga. Nah itu kan cukup menghibur anda sebagai "muslim", ya khan, semoga lah bisa menghibur anda.
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline Syekh Jenar

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 614
    • Lihat Profil
« Jawab #67 pada: 18 Juni 2009, 15:15:48 »
Begini saja lah, anda jalan dengan aqidah jadul anda, saya dengan aqidah saya, sebab apapun yang saya katakan akan anda prejudice sebagai kebohongan.

Yang penting bagi saya bahwa saya sudah tahu tentang pendapat yang tersimpan dihati anda paling dalam, bahwa al Quran itu cuma berlaku buat Muhammad, anda sendiri nggak perlu melaksanakan, cukup baca-baca dan dilagu-lagu lalu masuk sorga. Nah itu kan cukup menghibur anda sebagai "muslim", ya khan, semoga lah bisa menghibur anda.
Bukan begitu kawan..dalam postingan-postingan anda sering mengutip Ayat-ayat Al Qur'an sebagai argumentasi pembenaran opini anda, andapun seringkali menulis agar mengikuti ajaran2 Rasulullah SAW. Namun ketika saya tuliskan khutbah terakhir dari Rasulullah SAW, yang emngatakan bhw TIDAK ADA NABI DAN RASUL sesudah beliau, anda masih tetap kokoh mempertahankan ke-Rasulan Mushadeq, lalu bagaimana mungkin disatu sisi anda menuruti Al Qur'an dan disisi lain anda menolak Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir...bukankah Rasulullah sendiri telah mengingatkan kepada anda dan saya, bhw jangan pernah tinggalkan l Qur'an dan Sunnah..niscaya anda dan saya tidak akan TERSESAT...mudah2an anda tidak tersesat lebih jauh...Ya..Allah telah Engkau saksikan hamba-Mu menerangkan ayat-ayat dan firman-firman-Mu...kehadapan hamba-Mu (lovely muslim )..ampunilah hamba-Mu..berikanlah saudara hamba jalan yang terang...jalan yang Engkau ridhoi...amin
Janganlah menyembah jikalau tidak mengetahui siapa yang disembah.Jika engkau tidak mengetahui , maka engkau seperti menyumpit burung. Peluru disebar, tapi tak satupun terkena tembakan. Akhirnya cuma menyembah ketiadaan, suatu sembahan yang sia-sia"
( -Syekh Siti Jenar )

Offline Agusjj

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2009
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #68 pada: 18 Juni 2009, 15:36:41 »
@lovelymoslem

alquran itu tentu saja diturunkan oleh ALLOH bagi nabi muhammad dan umatnya,sebagai petunjuk ,kabar gembira dan peringatan
Lagi Belajar jangan diganggu, belajar sabar belajar ikhlas..

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.432
  • Lokasi: Sidrap-Jakarta-Jogja-Batam-Bali (nomaden)
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • omekimai, ada blognya si kucing ni
« Jawab #69 pada: 18 Juni 2009, 15:52:30 »
gw mo maen parang ah sama si mushaddeq. Kita liat siapa yang paling berani.
Jikalau dia menganggap apa yang dibawanya itu benar, maka saksikanlah bahwa saya menganggap risalah yang dibawanya itu salah. Dan saya akan memeranginya!

Semuanya... sediakan peralatan perang buat saya!!!

(sekaligus komisi transportasi ke jawa. Abis ikutan silakbar baru dah gw tebas lehernya tuh si mushaddeq pake parang orang bugis!!)

Offline Syekh Jenar

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 614
    • Lihat Profil
« Jawab #70 pada: 18 Juni 2009, 16:05:53 »
 :nenene:
Ntar dikutuk jadi kucing kecil beneran gimana ?
Janganlah menyembah jikalau tidak mengetahui siapa yang disembah.Jika engkau tidak mengetahui , maka engkau seperti menyumpit burung. Peluru disebar, tapi tak satupun terkena tembakan. Akhirnya cuma menyembah ketiadaan, suatu sembahan yang sia-sia"
( -Syekh Siti Jenar )

Offline Agusjj

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2009
  • Tulisan: 809
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #71 pada: 18 Juni 2009, 16:51:19 »
Dari dalil2 yang telah dijelaskan dan di kemukakan di disini,Dah terang dan jelas Musadiq Rosul palsu.

Kembalilah ke pangkuan Islam my dear lovelymoslem,sebelum engkau mati.
Lagi Belajar jangan diganggu, belajar sabar belajar ikhlas..

Offline Syekh Jenar

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 614
    • Lihat Profil
« Jawab #72 pada: 18 Juni 2009, 17:26:29 »
Dari dalil2 yang telah dijelaskan dan di kemukakan di disini,Dah terang dan jelas Musadiq Rosul palsu.

Kembalilah ke pangkuan Islam my dear lovelymoslem,sebelum engkau mati.

(QS:2:6,  Al-Baqarah): "Sesungguhnya   orang-orang   kafir,   sama  saja  bagi mereka,  kamu  beri  peringatan  atau  tidak kamu beri peringatan , mereka tidak juga akan beriman "
Janganlah menyembah jikalau tidak mengetahui siapa yang disembah.Jika engkau tidak mengetahui , maka engkau seperti menyumpit burung. Peluru disebar, tapi tak satupun terkena tembakan. Akhirnya cuma menyembah ketiadaan, suatu sembahan yang sia-sia"
( -Syekh Siti Jenar )

Offline Lonely_Devil

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 341
  • Lokasi: Ciganjur, Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • Iblis Neraka Pecinta 4JJI & RasulNya
    • Lihat Profil
« Jawab #73 pada: 18 Juni 2009, 18:12:45 »
Makanya dah saya bilang, moshadeq sama murid2nya harus pada berobat sama Ki Joko Bodo.

Semua rasul adalah nabi. Dari 124000 nabi yg ditugaskan jadi rasul adalah 313 orang. Jelas setiap rasul adalah nabi, tp nabi blom tentu rasul, & ga ada rasul yg bukan nabi. Kalo disebut khataman nabiyin brarti khatamir rasulih juga.
"aku adalah sebuah ketiadaan dalam Kemahaagungan Cinta Sang Maha Pencipta"
Illahi Anta Maqshudi Wa Ridhoka Matlubi, A'thini Mahabbataka wa Ma'rifataka

Offline Kambing

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 1.094
  • Lokasi: Pinggiran jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • * Kemenangan org2 kalah (chipodian's spirit)
    • Lihat Profil
« Jawab #74 pada: 19 Juni 2009, 03:37:25 »
ini gara2 quran terjemahan depag itu bikin org jadi ngaku2 rasul.., kebanyakan korbannya itu adalah org2 bodoh yg belum begitu ngerti agama islam, udah gitu korbannya diperes suruh bayar uang ini uang itu. Ati2 aja kalo ketemu org yg ajarannya mencurigakan modal quran terjemahan doank langsung aja laporin ke polisi

"Bagi kita, tanpa kaca atau anggur,
kita bahagia.
Kami yang membenci atau memuji,
kita bahagia.
kita bertanya, "Apa yang kan berakhir?".
Untuk kita, tanpa menyelesaikan apa-apa"