Lho bukankah anda yang memiliki persepsi aneh tentang hidup Rasul disamakan dengan phisikal ? Apakah menurut anda, bahwa Mushadeq merupakan Rasul yang secara 'phisical' sebagai penerus rasul2 sebelumnya?Walaupun sebenarnya 'kerasulan' mushadeq dan klaimnya sebagai Rasul menyalahi Al Qur'an yang anda kutip disini, pertanyaan paling esensi buat anda..disatu sisi, anda selalu mengutip ayat-ayat Al Qur'an, namun disisi lain..anda menolak Al Qur'an yang menyatakan bhw Rasul dan nabi terakhir itu adalah Muhammad bin Abdullah...lalu bagaimana mungkin anda memiliki 'standar ganda' dalam memahami Al Qur'an.
Anda boleh aja mengatakan seenak selera anda wong ngomong ini bebas merdeka, tetapi sangat disayangkan kalau nggak berisi gitu aja.
1. Al Quran itu berlaku spanjang jaman, itu aksioma. Tetapi anda menentang aksioma itu anda menganggap al Quiran itu perkataan orang dulu, cuma berlaku untuk orang dulu, rasulnya juga harus orang dulu. manusia saat ini nggak pantas melaksanakan al Quran, dan menegakkan diin Allah itu nggak perlu lagi, anda sudah meminimalisir fungsi-fungsi al Quran sehingga cukup sebagai ceritera legenda yang bila dibaca membawa pahala. Inilah teologi lama anda makanya anda mempunyai justifikasi yang salah kepada siapapun yang mau menegakkan Al Quran sebagai hukum yang posifit bagi manusia.
2. bahwa Muhammad itu sebagai nabi terakhir bukan aksioma, cuma sekedar pendapat. Benar tidak ada nabi sesudah rasul sebab tugas kenabian diambil alih Rasul, saat diucapkan Muhammad ketika menjadi Rasul memang tidak salah. Tetapi tidak ada dimanapun ayat atau hadist yang menyatakan khataman Rasul. Rasul adalah sunatullah, itu hak Allah menetukan siapa yang jadi Rasul.
3. Anda menganggap Islam sudah ada dan tetap ada, memang Islam sudah ada dan tetap ada tetapi persepsi anda mengenai Islam adalah tidak sesuai dengan al Quran. Islam adalah aslama atau tunduk patuh, tunduk patuh kepada hukum Allah. Allah tidak menghendaki ada dua pengabdian, mengabdi kepada hukum jahiliyah dan mengabdi kepada Allah. Allah maunya satu pengabdian. Untuk itulah Allah mengutus Rasul-rasulnya dalam kurun jaman tertentu.
Allah itu mengetahui persis bahwa manusia itu selalu saja menyembah dia, di Jaman Muhammad yang disebut kaum musyrikin itu juga menyembah kepada Allah, siapa bilang mereka mengkafiri Allah, nggak lah, sebab Allah itu menjadi Tuhan mereka dan mereka puja.
Tetapi kenapa Muhammad disuruh mengingatkan mereka untuk menyembah Allah, dalam kata lain sholat mereka, puasa mereka, haji perema, zakat mereka kenana tidak diterima Allah? yang pasti : mereka menyembah dua Ilah, yaitu hukum Allah (yang sifatnya ritual) dan hukum jahiliyah buatan anggota Darun Nadwah.
Nah kondisi seperti itu sekarang berulang, maka kalau Allah mengutus seorang Rasul untuk mengingatkan manusia untuk jangan menduakan Allah, ya pantes aja qo, enjoy aja deh.
Nggak usah sewot menerima kedatangan seorang Rasul, semestinya anda bersyukur kepada Allah karena dia mengajak manusia kembali untuk taat kepada Allah dengan sebenar-benarnya taat (mukhlisina lahuddin).
Maka janganlah anda mencela al Quran karena batu didalam fikiran anda yang disebut "dogma"