Surga diseberang kematian adalah kehidupan khayali, Allah tidak pernah menerangkan surga diseberang kematian tetapi sura di bumi
1. Sorga = jannah tempat tanaman baik (sajarotin thoyibah) Allah, adalah tempat dibumi ini yang dihuni oleh orang-orang yang berserah diri (muslim kepada Allah), berserah diri ukurannya bukan sekedar sembahyang dengan rajin tetapi adalah taat kepada hukum Allah, Sebab berserah diri atau muslim itu selalu dikaitkan dengan ketaatan hukum dan hukum adalah berlaku universal sebab kehadiran Allah dibumi adalah ketika hukum Allah dilaksanakan. Bilamana manusia menyatakan taat kepada Allah tetapi tidak menjelmakan hukum Allah sebagai hukum positif bagi manusia sama saja dirinya membuat kesaksian palsu kepada Allah. Upah mengikuti sistem kehidupan jannah ini maka kehidupan manusia itu damai, adil, sejahtera, aman yang berlaku secara universal. Digambarkan surga sebagai suatu dimana air mengalir terus menerus, artinya kehidupan selalu hidup tidak pernah kering dari sumber kehidupan (air)
2. Neraka = naar adalah kehidupan didunia yang didasari pada kehidupan yang penuh bara api, makanya di jaman Muhammad tokoh masyarakat yang mendukung sistem kehidupan naar dijuluki Abu Lahab. Contoh kehidupan naar jaman ini adalah kehidupan saling panas panasan, benci membenci, dendam mendendam, serang menyerang, saing menyaing, lihat saja Indonesia yang mengaku mayoritas muslim (sekedar taat sembahyang bukan taat hukum), tidak mampu secara komunitas massal menghidarkan diri dari kehidupan naar ini. Setiap kali ada penindasan, tawuran, pergolakan, perkosaan, kerusuhan yang pelaku utamanya adalah orang yang mengaku muslim.
Tetapi mayoritas kita terjebak kepada pemahaman surga diseberang kematian, sehingga rela menjual harta, menyuruh orang, membayar ustadz mahal tarifnya untuk memperoleh sorga semacam itu, lah siapa yang mau ngasih kalau kehidupan yang diciptakan dan dijalani didunia ini dengan senang hati bahkan dipertahankan dan didukung dengan doia-doa adalah kehidupan naar.
Berfantasi tentang sorga diseberang kematian adalah usaha buang-buang waktu yang bisa jadi menjadi sumber perselisihan yang tak berguna.