Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Beberapa Keberatan Mengenai Surga  (Dibaca 1556 kali)


Offline dimas_h

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 270
  • Jenis kelamin: Pria
  • looking for a landlord
    • Lihat Profil
« pada: 12 Juni 2009, 17:14:18 »
Ini saya dapat dari sebuah forum, sepertinya bagus jika didiskusikan dan dijawab dari sudut pandang Islam di sini:

Beberapa cabang theism mengakui adanya surga sebagai hadiah kebaikan dan neraka sebagai hukuman atas kejahatan. Berikut adalah argumen keberatan atas konsep surga:

Surga tanpa empati
Dengan adanya individu2 yg masuk neraka, maka dipastikan ada individu di surga dimana orang tua atau anaknya masuk neraka. empati, rasa kasihan, ingin menolong akan terus menghantui orang2 ini selama tinggal selamanya di surga. Bayangan penderitaan yg dialami ayah/ibu /anak ini membuat surga tidak lagi membahagiakan. Jika dikatakan bahwa kita tidak ingat lagi dengan mereka yg masuk neraka, apakah masih sah dikatakan orang yg masuk surga tersebut adalah kita seutuhnya?

Semua bayi masuk surga
Jika bayi yg tidak berdosa mati pasti masuk surga, kenapa kita tidak dianjurkan untuk membunuh bayi yg baru lahir sehingga pasti masuk surga dibanding membiarkannya besar dan kemungkinan besar masuk neraka?

Free-will
Free-will yang digembar-gemborkan theisme memberikan kebebasan pada manusia untuk berbuat baik/jahat tidak lagi dimungkinkan di surga karena manusia tidak lagi berbuat dosa di surga yg suci. Kembali, apakah orang yg masuk surga tanpa free-will tersebut masih bisa dikatakan manusia seutuhnya (bahkan secara kejiwaan)?


Wind (Akeboshi)

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.074
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 12 Juni 2009, 18:05:26 »
ada kekeliruan sdr dimas yg sama sekali tidak berkesesuaian dg akidah Islam.
Saya sebenarnya ingin menanggapi, tapi sebaiknya dipindahkan dulu topik ini ke isagala atau LAH.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Online anter

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 804
  • Lokasi: Sintang
  • Jenis kelamin: Pria
  • aku jatuh... dan aku bangkit...
    • Lihat Profil
    • Pulsa Murah Plusa Web Replika
« Jawab #2 pada: 12 Juni 2009, 23:21:47 »
hmm.. :hmmm:
saya menunggu komentar dari yang lain..

mungkin ada yang bisa menjelaskan dengan logika..? Oops.. %peace%

Offline devRx

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.766
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 13 Juni 2009, 12:34:58 »
OOT

kenapa dgn harus logika..???

sebegitu pentingkah logika

Online anter

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 804
  • Lokasi: Sintang
  • Jenis kelamin: Pria
  • aku jatuh... dan aku bangkit...
    • Lihat Profil
    • Pulsa Murah Plusa Web Replika
« Jawab #4 pada: 13 Juni 2009, 13:26:21 »
he..he.. %peace% maksud saya sih mo nyindir ahli logika di myQ ini..
maap kalo salah tangkap.. :hihi:
%peace%

Offline Syekh Jenar

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2009
  • Tulisan: 614
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 13 Juni 2009, 13:51:04 »
Ini saya dapat dari sebuah forum, sepertinya bagus jika didiskusikan dan dijawab dari sudut pandang Islam di sini:

Beberapa cabang theism mengakui adanya surga sebagai hadiah kebaikan dan neraka sebagai hukuman atas kejahatan. Berikut adalah argumen keberatan atas konsep surga:

Surga tanpa empati
Dengan adanya individu2 yg masuk neraka, maka dipastikan ada individu di surga dimana orang tua atau anaknya masuk neraka. empati, rasa kasihan, ingin menolong akan terus menghantui orang2 ini selama tinggal selamanya di surga. Bayangan penderitaan yg dialami ayah/ibu /anak ini membuat surga tidak lagi membahagiakan. Jika dikatakan bahwa kita tidak ingat lagi dengan mereka yg masuk neraka, apakah masih sah dikatakan orang yg masuk surga tersebut adalah kita seutuhnya?
Saya mencoba untuk menanggapi postinan anda. tetapi saya tidak ingin berargumentasi menggunakan dalil2 Alqur'an, ada baiknya saya menggunakan 'loghicl mind' yang saya punya. Jika logika saya tidak mampu menyentuhnya barula saya kembalikan kepada Alqur'an dan Hadist. Bukan demikian seharusnya, jika sesuatu yang secara logika tidak sanggup, maka kembalikan kepada Alquran dan Hadist ?
Pertama, perasaan empati, sedih, senang , bingung dsb adalah perasaan yang fana. Tidak abadi, dalam arti kata segala rasa yang meliputi kesenangan, kesedihan dsb adalah rasa yang hanya da di dunia. tetapi di syurga sebagaimana yang di kutip oleh kaum Hegelian, tak ada rasa sedih, bingung dan serangkaian rasa negatif lainnya 'disana'. Jadi rasa empati anak terhadap orang tua atau sebaliknya, justru TIDAK ADA disyurga, sampai orang yang dikasihi itu diangkat oleh Allah dari neraka hingga masuk kesyurga dan berkumpul dengan anggota keluarganya.Jusru itulah yang dinamakan manusia seutuhnya, seutuhnya daklam arti kata menjadi manusia mandiri.bebas dari keterikatan hubungan keluarga, bukankah yang menjadikan hubungan keluarga itu adalah Allah SWT, dan Allah sendiri yang akan memutus rantai hbungan keluarga itu.

Kutip dari: dimas_h
Semua bayi masuk surga
Jika bayi yg tidak berdosa mati pasti masuk surga, kenapa kita tidak dianjurkan untuk membunuh bayi yg baru lahir sehingga pasti masuk surga dibanding membiarkannya besar dan kemungkinan besar masuk neraka?
Disatu sisi, bukankah membunuh manusia juga akan mengakibatkan yang bersangkutan masuk neraka ?

Kutip dari: dimas_h
Free-will
Free-will yang digembar-gemborkan theisme memberikan kebebasan pada manusia untuk berbuat baik/jahat tidak lagi dimungkinkan di surga karena manusia tidak lagi berbuat dosa di surga yg suci. Kembali, apakah orang yg masuk surga tanpa free-will tersebut masih bisa dikatakan manusia seutuhnya (bahkan secara kejiwaan)?
Bukan tidak boleh berbuat dosa, memang TIDAK ADA YANG BERDOSA disana...berhubungan seksual dengan bidadari misalnya, tanpa harus melalui KUA atau Aqdun NIkah, tanpa bawaan roti buaya misalnya. Dan secara kejiwaan, saya yakin tidak akan ada yang buka praktek PSIKIATER di syurga, lalu untuk apa merisaukan kondisi kejiwaan para penguni syurga?
Janganlah menyembah jikalau tidak mengetahui siapa yang disembah.Jika engkau tidak mengetahui , maka engkau seperti menyumpit burung. Peluru disebar, tapi tak satupun terkena tembakan. Akhirnya cuma menyembah ketiadaan, suatu sembahan yang sia-sia"
( -Syekh Siti Jenar )

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.488
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 13 Juni 2009, 16:14:06 »
SURGA TANPA EMPATI :

Mungkin saja, didunia saja beda agama sudah bisa membuat hubungan orang tua-anak jadi putus.
- Abu Ubaidah bahkan membunuh bapaknya pada perang Badar.
- Banyak kejadian anak yang murtad dari agama orang tuanya, akan diusir dan tidak lagi dianggap anak.

Maka apabila Allah sudah memutuskan seseorang masuk NERAKA, semua manusia pasti bisa memaklumi bahwa itu manusia yang jahat dan Allah pasti tidak menzalimi manusia.


BAYI MASUK SURGA :
- Kalau bicara kemungkinan tinggal dibalik, yah biarkan besar kan ada kemungkinan jadi orang baik yang masuk surga.
- Taruh kata membunuh bayi itu tidak dosa, secara naluriah alamiah orang tua tetap tidak akan membunuh bayinya, akan lebih senang bayinya terus hidup. Apalagi ditambah kemungkinan akan jadi orang baik yg akan masuk surga.


Free-Will
Surga/neraka itu tempat dan saat untuk menuai.
Dunia sekarang inilah tempat dan saat untuk menanam.



Offline adi isa

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.595
  • Jenis kelamin: Pria
  • let me, I'm thinking
    • Lihat Profil
    • http://feradiisander.wordpress.com
« Jawab #7 pada: 13 Juni 2009, 16:28:11 »
thread yang baik, sayang
ini ISagala banget,...
please move to isagala.

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 14 Juni 2009, 10:21:40 »
Surga diseberang kematian adalah kehidupan khayali, Allah tidak pernah menerangkan surga diseberang kematian tetapi sura di bumi

1. Sorga = jannah tempat tanaman baik (sajarotin thoyibah) Allah, adalah tempat dibumi ini yang dihuni oleh orang-orang yang berserah diri (muslim kepada Allah), berserah diri ukurannya bukan sekedar sembahyang dengan rajin tetapi adalah taat kepada hukum Allah, Sebab berserah diri atau muslim itu selalu dikaitkan dengan ketaatan hukum dan hukum adalah berlaku universal sebab kehadiran Allah dibumi adalah ketika hukum Allah dilaksanakan. Bilamana manusia menyatakan taat kepada Allah tetapi tidak menjelmakan hukum Allah sebagai hukum positif bagi manusia  sama saja dirinya membuat kesaksian palsu kepada Allah. Upah mengikuti sistem kehidupan jannah ini maka kehidupan manusia itu damai, adil, sejahtera, aman yang berlaku secara universal. Digambarkan surga sebagai suatu dimana air mengalir terus menerus, artinya kehidupan selalu hidup tidak pernah kering dari sumber kehidupan (air)

2. Neraka = naar adalah kehidupan didunia yang didasari pada kehidupan yang penuh bara api, makanya di jaman Muhammad tokoh masyarakat yang mendukung sistem kehidupan naar dijuluki Abu Lahab. Contoh kehidupan naar jaman ini adalah kehidupan saling panas panasan, benci membenci, dendam mendendam, serang menyerang, saing menyaing, lihat saja Indonesia yang mengaku mayoritas muslim (sekedar taat sembahyang bukan taat hukum), tidak mampu secara komunitas massal menghidarkan diri dari kehidupan naar ini. Setiap kali ada penindasan, tawuran, pergolakan, perkosaan, kerusuhan yang pelaku utamanya adalah orang yang mengaku muslim.

Tetapi mayoritas kita terjebak kepada pemahaman surga diseberang kematian, sehingga rela menjual harta, menyuruh orang, membayar ustadz mahal tarifnya untuk memperoleh sorga semacam itu, lah siapa yang mau ngasih kalau kehidupan yang diciptakan dan dijalani didunia  ini dengan senang hati bahkan dipertahankan dan  didukung dengan doia-doa adalah kehidupan naar.

Berfantasi tentang sorga diseberang kematian adalah usaha buang-buang waktu yang bisa jadi menjadi sumber perselisihan yang tak berguna.
« Edit Terakhir: 14 Juni 2009, 10:25:30 oleh lovelymoslems »
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.488
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 14 Juni 2009, 10:42:56 »
@Lovelymuslim :

Surga diseberang kematian, beyond kiamat, ada atau tidak ?

(jawab saja ada / tidak ada, gak perlu ngelantur kemana mana)

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 14 Juni 2009, 10:47:01 »
@Lovelymuslim :

Surga diseberang kematian, beyond kiamat, ada atau tidak ?

(jawab saja ada / tidak ada, gak perlu ngelantur kemana mana)
Tanya saja sama yang sudah mati, sebab selama ini nggak ada yang melapor ada atau tidak
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.432
  • Lokasi: Sidrap-Jakarta-Jogja-Batam-Bali (nomaden)
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • omekimai, ada blognya si kucing ni
« Jawab #11 pada: 14 Juni 2009, 11:00:14 »
PLEASE MOVE IT TO ISGALA!!!

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 14 Juni 2009, 11:03:39 »
PLEASE MOVE IT TO ISGALA!!!
Qo bunyinya nggak meon-meong sih Cing
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.432
  • Lokasi: Sidrap-Jakarta-Jogja-Batam-Bali (nomaden)
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • omekimai, ada blognya si kucing ni
« Jawab #13 pada: 14 Juni 2009, 11:06:10 »
Qo bunyinya nggak meon-meong sih Cing

hehe... maklum, kan takut digusur sama momod :hihi: %peace%

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 14 Juni 2009, 11:20:33 »
Kalo mau dipindah ke Isagala BIKIN THREAD BARU dengan isi yang sama aja. (Comment2 disini tdk di izinkan ikut)

and get ready for :pentung: style
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK: