Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Benarkah "Matahari mengelilingi bumi" ada dalam al-quran?  (Dibaca 17758 kali)


Offline isa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 3.123
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 25 Juli 2006, 13:44:18 »
EGP

Maaf, Ada hal lain yg lebih urgent untuk dipikirkan
2:42. Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.


Offline aminudin

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 107
  • Lokasi: Cikarang Barat - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 25 Juli 2006, 14:33:22 »
Matahari sebagai pusat tata surya kita sudah tak terbantahkan lagi, berikut ana ambil dari tulisan H.M. Nur Abdurrahman

007. Makrokosmos

Orang-orang dahulu berimajinasi tentang alam atas tempat dewa-dewa sehingga disebutnya ke-hyang-an atau kayangan, kemudian di bawahnya adalah bumi kita ini, disebutnya alam tengah atau mayapada tempat manusia dan alam bawah tempat para dedemit. Sekarang orang membagi alam ini hanya dalam dua bagian, yaitu makrokosmos dan mikrokosmos.

Makrokosmos adalah alam luas, yaitu alam di atas kepala kita menurut orang-orang terdahulu itu. Alam di atas kepala kita kelihatannya berbentuk setengah bola yang disebut bola langit. Benda-benda yang ada pada bola langit disebut benda-benda langit. Mikrokosmos, alam lingkungan kita ini, juga cocok dengan alam tengah orang-orang terdahulu. Termasuk dalam mikrokosmos adalah juga molekul-molekul, atom-atom (zarrah) yang terdiri atas komponen-komponen proton, neutron, elektron dan komponen-komponen zarrah lainnya, baik berwujud materi maupun dalam wujud energi (immateri). Mikrokosmos yang jenis terakhir ini sudah tidak cocok lagi dengan imajinasi orang-orang terdahulu, yang mereka sebut dengan alam bawah itu.

Keseluruhan makrokosmos dan mikroksomos disebut Alam syahadah (physical world), yaitu makhluq ciptaan Allah SWT yang dapat ditangkap pancaindera kita secara langsung maupun secara tak langsung yaitu dengan pertolongan instrumen laboratorium. Orang-orang atheist, yang tidak percaya adanya Tuhan, agnostik, yang tidak mau pusing tentang ada ataupun tidak adanya Tuhan, deist, yang percaya akan adanya Tuhan tetapi tidak percaya tentang adanya wahyu, ketiga golongan itu karena tidak beragama bergabung dalam aliran filsafat positivisme, yang hanya percaya akan adanya sesuatu apabila dapat ditangkap pancaindera. Ilmu Pengetahuan yang diajarkan di sekolah-sekolah umum dibangun di atas landasan aliran filsafat positivisme ini. Insya Allah kita akan bahas ini dalam kesempatan yang lain.

Yang akan dibahas sekarang adalah makrokosmos. Bumi kita ini mempunyai saudara-saudara benda-benda langit yang disebut planet, mengedari induknya yaitu Matahari, dan membentuk sebuah sistem yang disebut tatasurya. Planet-planet itu, termasuk bumi yang digolongkan pula sebagai benda langit planet, mengorbit matahari hampir-hampir pada sebuah bidang datar. Paling dekat ke matahari mengorbitlah Utarid (Mercurius), kemudian di luarnya Kejora (Venus), lalu berturut-turut bumi, Marikh (Mars), Mustari (Jupiter), Zohal (Saturnus), Uranus, Neptunus dan paling luar Pluto. Utarid, Kejora, Marikh, Mustari dan Zohal dapat dilihat dengan mata telanjang, artinya tanpa pertolongan teropong-bintang. Di antara Marikh dengan Mustari mengorbit bungkahan-bungkahan batu besar disebut asteroid, diperkirakan sebuah planet yang hancur berantakan oleh suatu sebab yang belum diketahui, disebut biasa pula disebut dengan planetoid. Sehingga pada bagian luar bumi kita ini beredar 6 planet + 1 planetiod = 7 benda langit.

***

Ilmu yang menyangkut dengan makrokosmos ini disebut ilmu falak atau astronomi. Dalam ilmu falak jarak tidak diukur dalam kilometer, melainkan dalam lamanya jarak itu ditempuh cahaya. Adapun laju cahaya, jika dibulatkan, 300 000 kilometer dalam satu detik. Cahaya yang dipancarkan matahari mencapai Utarid dalam waktu tiga setengah menit, Kejora enam menit, bumi delapan setengah menit, demikian seterusnya cahaya itu akan mencapai Neptunus dalam empat jam, Pluto lima setengah jam. Benda langit yang terletak di bumi adalah sebuah asteroid bernama Hermes jauhnya satu seperempat detik cahaya dari bumi, kemudian bulan jauhnya satu setengah detik cahaya dari bumi. Jarak yang satu setengah detik cahaya ini adalah jarak terjauh yang pernah mampu ditempuh manusia, berkebangsaan Amerika, yaitu dengan mendaratnya Neil Armstrong di bulan.

Gerak benda-benda langit diatur Allah SWT sebagai Ar Rabb, Maha Pengatur, melalui TaqdiruLlah yang disebut al Falak. Istilah ini diambil dari bahasa Al Quran: Kullun fiy Falakin Yasbahuwna (S.Yasin,40), tiap-tiap sesuatu berenang dalam falaknya (36:40). Al Falak ini adalah Jalur Geodesik menurut Albert Einstein (1879 - 1955), atau gravitasi menurut Sir Isaac Newton (1642 - 1727). Disekitar materi yang dalam hal ini benda langit, ruang menjadi lengkung membentuk jalur geodesik yang berwujud medan gravitasi. Jadi jika makrokosmos ini dilihat secara matematis seperti penglihatan Einstein, maka Al Falak adalah Jalur Geodesik, dan melalui jalur inilah benda-benda langit bergerak. Sedangkan apabila makrokosmos ini dilihat secara mekanistik, maka Al Falak itu adalah medan gravitasi yang mewujudkan gaya tarik menarik, seperti penglihatan Newton. Pemakaian istilah SaBaHa, Yasbahuwna, berenang, dalam ayat yang dikutip di atas insya Allah akan dibahas dalam kesempatan lain.

Pandangan yang berbeda menghasilkan rumus yang berbeda. Newton niscaya kecewa andaikan masih hidup. Ternyata rumus tarik menarik gaya gravitasi Newton hanya berlaku bagi matahari dengan planet Pluto ke dalam sampai dengan planet Kejora. Planet Utarid yang terdekat ke Matahari tidak lagi tunduk pada rumus gravitasi Newton. Orbit Utarid bukan garis lengkung tertutup, melainkan terbuka. Yang berlaku bagi gerak Utarid adalah persamaan Jalur Geodesik Einstein, seperti tersebut dalam Teori Relativitas Umum Einstein. Walhasil rumus Newton adalah rumus pendekatan, penerapannya terbatas dalam medan gravitasi matahari mulai Kejora ke luar hingga Pluto. Syukurlah bumi terletak dalam daerah di mana rumus Newton masih berlaku. Para insinyur mesin, sipil dan bangunan kapal boleh bergembira masih dapat memakai mekanikanya Newton dalam hitung-menghitung mendisain atau merancang bangun konstruksi mesin, bangunan jalan dan air, dan bangunan kapal. Tidak perlu mereka itu dipusingi dengan rumus Einstein, oleh karena di bumi ini hasil rumus Newton dan Einstein perbedaannya boleh dikatakan tidak ada.

Apa yang ada di luar tatasurya tempat kita ini? Oh, masih banyak, tak terhitung banyaknya bintang-bintang yang sebanding dengan Matahari baik dari segi panasnya, maupun cemerlangnya, ataupun besarnya. Bahkan matahari termasuk kelas sedang, bukan kelas berat. Dalam ilmu falak bintang-bintang sejenis matahari disebut bintang tetap, oleh karena dilihat dari bumi ini letak bintang-bintang tersebut pada bola langit letaknya tetap antara satu dengan yang lain. Tidak seperti dengan planet-planet yang letaknya bergeser antara satu dengan yang lain pada bola langit. Itulah sebabnya dinamakan planet, dari bahasa Yunani yang artinya musafir. Planet-planet itu, yang tidak melekat pada bola langit, bermusafir di antara bumi dengan bola langit. Al Quran memberikan pembagian jenis bintang-bintang tersebut berdasarkan atas kriteria keadaan cemerlang dan letaknya, bukan berdasarkan atas kriteria geraknya. Insya-Allah ini akan dibahas dalam kesempatan yang lain.

Gerak benda-benda langit pada bola langit dilihat dari bumi disebut gerak semu, bukanlah gerak yang sebenarnya. Matahari, bulan dan bintang-bintang terbit di sebelah timur dan terbenam di barat itu adalah gerak semu, sedang gerak yang sebenarnya adalah bumi berpusing pada sumbunya. Maka pembagian berdasarkan kriteria gerak benda langit dalam dua jenis: bintang tetap dan planet sudah tidak cocok lagi, oleh karena: Pertama, menurut observasi gerak semu bintang-bintang tetap itu ternyata letaknya tidaklah tetap antara satu dengan yang lain, kedua, berdasarkan gerak sebenarnya letak bintang-bintang yang dikatakan bintang tetap itu, tidak ada yang tetap letaknya antara satu dengan yang lain karena semuanya berenang dalam falaknya.

Bintang tetap yang terdekat ke matahari diberi bernama Alpha Centaury, jaraknya dari matahari empat setengah tahun cahaya. Jutaan bintang tetap membentuk gugus yang disebut galaxy. Adapun galaxy tempat tatasurya berada disebut galaxy Milky Way. Galaxy ini bentuknya menyerupai dua piring saling ditelungkupkan, atau seperti lensa cembung. Tebalnya 15 000 tahun cahaya, diameternya 90 000 tahun cahaya. Apabila Milky Way dilihat pada bagian telungkup maka kelihatan seperti spiral, makin ke pusat makin tebal berisi bintang-bintang tetap. Matahari terletak pada lengan spiral sekitar 30 000 tahun cahaya dari pusat Milky Way.

Galaxy-galaxy membentuk pula kelompok yang lebih besar yang disebut super galaxy atau cluster. Ada super galaxy yang terdiri atas ribuan galaxy, tetapi ada pula super galaxy yang kecil yang terdiri hanya atas 13 galaxy. Cluster yang hanya terdiri atas 13 galaxy ini diberi bernama Local Group, yang salah satu anggotanya ialah Milky Way. Galaxy yang terdekat dari Milky Way diberi bernama Andromeda, bentuknya dan besarnya hampir sama dengan Milky Way, jauhnya sekitar 800 000 tahun cahaya. Banyaknya jumlah super galaxy adalah jutaan.

Adapun gerak benda-benda langit seperti berikut. Bulan mengelilingi bumi, demikian pula planet-planet yang mempunyai satelit dikelilingi oleh satelit-satelitnya. Palanet-planet dan komet-komet mengelilingi matahari, dan matahari mengelilingi pusat Milky Way. Super galaxy yang jutaan itu bergerak saling menjauhi. Makrokosmos sedang berkembang, bertambah besar.

Seperti dikatakan di atas, di sekitar materi ruang menjadi lengkung. Maka makrokosmos itu lengkung. Andaikata makrokosmos statis, tidak berkembang maka cahaya yang melaju terus-menerus akan tiba di tempat semula ia dipancarkan. Akan tetapi oleh karena makrokosmos membesar maka cahaya tidak akan mencapai tempatnya semula ia dipancarkan. Makrokosmos yang lengkung itu dapat dihitung kelengkungannya (curvature). Dengan persamaan medan Einstein dan dengan data rapat rata-rata (average density) hasil observasi Edwin Hubble dapatlah dihitung curvature makrokosmos, hasilnya 35 bilyun tahun cahaya.

Demikian luas makrokosmos alam syahadah ciptaan Allah SWT, maka tidak pada tempatnya manusia itu pongah (arogan) dengan ilmu yang didapatnya sekarang ini dan yang akan datang. Manusia hanya mampu menempuh jarak satu setengah detik cahaya, yaitu ke bulan. Bacalah Firman Allah SWT di bawah ini: Walaw anna maa fiy lArdhi min Syajarin Aqlaamun wa lBahru Yamudduhu min ba'dihi Sab'atu Abhurin maa Nafidat Kalima-tu Lla-ha inna Lla-ha 'Aziyzun Hakiymun (S.Luqma-n,27). Andaikan pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta ditambahkan lagi tujuh laut sesudah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan Kalimah Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana (31:27).

Jadi walaupun seluruh manusia mempergunakan kalam yang dibuat dari seluruh pepohonan di bumi, dan laut dijadikan tinta ditambah lagi tak terbilang banyaknya laut (tujuh itu menyatakan tak terbilang banyaknya), kalam habis menyusut pupus, laut menyusut kering, takkan habislah dituliskan makhluq ciptaan Allah. Wa Lla-hu A'lamu bi shShawab.


Offline aminudin

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 107
  • Lokasi: Cikarang Barat - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 25 Juli 2006, 14:34:20 »
Kemudian disambung lagi :
Tulisan ini dibuat berhubung dengan lambannya penyesuaian peristilahan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, hatta bahkan menyangkut istilah ilmiyah sekalipun. Maka berikut ini akan dikemukakan hal ihwal peristilahan dalam hal nama jenis bintang-bintang.

Dalam istilah sehari-hari benda-benda yang kita lihat di atas bola langit hanya dibedakan dalam: matahari, bulan dan bintang-bintang. Untuk keperluan praktis dalam hal pelayaran dan pertanian beberapa dari bintang itu diberi nama diri. Dalam hal pelayaran beberapa dari bintang itu menjadi petunjuk mata-angin, dan dalam hal pertanian menjadi petunjuk musim bila waktunya untuk mengolah lahan, bila waktunya untuk bertanam dan lain-lain.

Dalam ilmu falak atau astronomi bintang-bintang itu di samping diberi nama diri juga diberikan pula nama jenis atau nama golongan. Ada yang disebut dengan bintang-bintang tetap. Mengapa dikatakan demikian, karena walaupun bintang-bintang itu kelihatannya beredar mengelilingi bumi dilihat dari bumi ini, bintang-bintang itu jaraknya tidak berubah-ubah antara satu dengan yang lain di atas bola langit. Persangkaan orang Yunani Kuno bintang-bintang tetap itu elekat pada bola langit. Bintang-bintang yang melekat itu dibawa oleh bola langit mengelilingi bumi. Ada pula yang disebut dengan planet. Istilah ini diambil dari bahasa Yunani yang berarti musafir. Mengapa disebut musafir, oleh karena persepsi mereka bintang-bintang jenis planet itu tidak melekat pada bola langit, melainkan mempunyai garis edar sendiri-sendiri di antara bumi dengan bola langit. Dengan demkian planet itu bergerak/bergeser terhadap bintang-bintang tetap itu. Dilihat dari segi gerak ini maka baik matahari maupun bulan tergolong dalam planet, oleh karena kedua benda langit itu disangka pula oleh orang Yunani kuno terlepas dari bola langit, yang garis edar keduanya juga terletak di antara bumi dengan bola langit. Maka matahari dan bulan pun bergeser terhadap bintang-bintang tetap yang melekat di bola langit itu. Dalam ilmu astronomi walaupun sebenarnya kedua benda langit ini adalah musafir atau planet, keduanya tidak disebut planet, keduanya tetap dengan nama diri masing-masing: matahari dan bulan. Golongan yang ketiga adalah disebut dengan galaxy yaitu gugus bintang-bintang tetap. Ada pula gugus yang lebih besar, yaitu gugus yang anggotanya terdiri atas galaxy dan disebut dengan super-galaxy atau cluster.

Mengapa bintang-bintang itu ada yang tetap letaknya antara satu dengan yang lain, oleh karena belakangan baru ketahuan, yakni setelah berkembangnya ilmu astronomi, bahwa bintang-bintang tetap itu letaknya sangat jauh, dihitung dalam jarak tahun cahaya. Oleh karena jayuhnya itu maka dilihat dari bumi bintang-bintang itu jaraknya tetap antara satu dengan yang lain. Dan untuk itu
bintang-bintang tetap itu dapat dijadikan pedoman baik oleh para pelaut, maupun oleh para musafir di padang pasir untuk penentuan arah mmata angin pada waktu malam hari. Lain halnya dengan planet yang musafir itu. Mengapa letaknya tidak tetap antara satu dengan yang lain sehingga dikatakan musafir, oleh karena juga baru belakangan ketahuan, bahwa planet-planet matahari dan bulan letaknya dekat, hanya dalam jarak menit cahaya. Karena dekatnya itu maka gerak relatif benda-benda langit tersebut kentara sekali dilihat dari bumi pada bola langit. Planet-planet termasuk bumi, matahari dan bulan yang merupakan satelit bumi, membentuk sebuah sistem yang disebut tata-surya, dengan matahari menjadi pusat sistem.

Dengan berkembangnya ilmu astronomi ditambah pula lagi dengan penggunaan instrumen yang canggih-canggih yang menopang ilmu astronomi itu utamanya teropong bintang dan kamera untuk membuat foto, maka penggunaan istilah bintang tetap itu sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Paham geosentrik yaitu anggapan bumi ini sebagai pusat alam menurut anstronomi mutakhir itu tidak benar.

Bulan mengorbit bumi, bumi berpusing pada sumbunya dan di samping itu bersama-sama dengan planet-planet lain mengorbit matahari sebagai pusat tata-surya. Matahari bersama-sama bintang tetap yang jutaan jumlahnya jutaan mengorbit pusat galaxy Milky Way. Maka jelaslah penamaan bintang tetap sudah tidak benar lagi untuk bintang-bintang yang jauh, yang jaraknya dalam tahunan cahaya itu.

Itu alasan yang pertama. Alasan yang kedua ialah hasil foto bintang-bintang tetap itu dilihat dari bumi pada bola langit dengan instrumen yang sudah canggih, hanya dalam jangka waktu tahunan sudah dapat dilihat bahwa letak bintang-bintang tetap itu tidak tetap lagi jaraknya.

Maka dalam ilmu astronomi perlu membongkar peristilahan tentang nama jenis bintang-bintang. Dalam Seri 007 telah kita janjikan untuk membahas istilah planet, supaya diganti dengan istilah "kawkab", yang diambil dari Al Qura^an, artinya janji dalam seri 007 telah kita tunaikan dalam Seri 084 ini. Peristilahan itu tentu tidak dapat lagi mempergunakan gerak sebagai dasar penamaan jenis bintang. Lalu mempergunakan kriteria apa sebagai dasar pemberian istilah tentang klasifikasi bintang-bintang itu. Syari'at Islam memberikan petunjuk untuk kriteria sebagai dasar klasifikasi bintang-bintang itu. Dalam Al Quran bintang-bintang dibedakan dalam tiga jenis: kawkabun, bentuk jama'nya kawakibun, najmun, bentuk jama'nya nujuwmun dan buruwjun. Adapun kawkabun adalah jenis bintang-bintang yang letaknya dekat dengan bummi, seperti dalam S. Ashshaffat 6: Inna zayyanna ssama-a ddunya bizienati lkawakibi, sesungguhnya Kuhiasi langit yang dekat dunia dengan hiasan kawakib. Kemudian dalam S. An Nur dijelaskan bahwa kawkabun itu tidak mempunyai cahaya sendiri, ia bercahaya karena memantulkan cahaya dari sebuah sumber cahaya. Dengarlah firman Allah dalam S. An Nur 35: Al mishbahu fie zujajatin azzujjatu kaannaha-kawkabun, pelita di tengah kaca dan kaca itu ibarat kawkabun. Ayat itu menggambarkan sebuah pelita yang dikelilingi gelas. Maka tentu permukaan gelas itu memantulkan cahaya pelita, seperti kawkabun yang permukaannya memantulkan cahaya matahari. Jadi bagi bintang-bintang yang menjadi anggota tata-surya dasar pemberian istilah nama jenis itu seharusnya seperti yang diberikan oleh Al Quran: bintang-bintang itu dekat dan tidak mempunyai cahaya sendiri, cahaya yang diperlihatkannya bukan cahaya sendiri melainkan cahaya pantulan dari cahaya matahari. Bahwa bumi bercahaya juga yaitu cahaya pantulan dapat kita lihat di televisi hasil pemotretan dari pesawat ulang-alik. Maka istilah planet atau musafir yang sudah tidak cocok lagi dengan fakta bahwa semua bintang-bintang itu adalah musafir, sudah seharusnyalah diganti dengan istilah kawkab.

Bagaimana dengan istilah bintang tetap? Itupun harus diganti dengan istilah yang dasar penamaan jenis bintang ini menurut Al Quran, yaitu bintang-bintang jenis ini jauh sehingga dapat dipakai sebagai pedoman dalam menentukan arah mata angin, seperti dalam S. Al An'am 97: Wa huwa lladzie ja'ala lakumu nnujuwmu litahtaduw biha fie zhulumati lbirri walbahri, Dan Dialah yang menjadikan bagimu nujum untuk menjadi pedoman dengannya dalam kegelapan malam baik di darat maupun di laut. Dan juga dasar pemberian istilah bintang jenis ini diberikan pula oleh Al Quran dari segi keadaan bintang itu yakni panas menyala. Allah berfirman dalam S. Ath Thariq: An najmu tstsaqib, najmun itu panas meyala, ibarat suluh api atau obor yanng menyala, sebagai fimanNya: Syihabun tsaqib, obor yang menyala. Maka seharusnyalah istilah bintang tetap (fixed star, vaste ster) diganti dengan istilah najmun.

Maka kriteria yang menjadi dasar klasifikasi menurut Syari'at Islam ialah jarak dan keadaan fisik bintang-bintang itu. Tegasnya planet diganti dengan kawkabun yang jaraknya dekat, keadaan fisiknya seperti gelas yang memantulkan cahaya. Bintang tetap (fixed star) diganti dengan najmun yang letaknya jauh, keadaan fisiknya cemerlang, menyala, mempunyai sumber panas sendiri seperti obor. Akan halnya istilah gugus bintang dengan nama jenis galaxy yang dalam bahasa Al Quran disebut buruwjun, tidak ada permasalahan. Boleh tetap dipakai galaxy, namun tentu lebih elok jika memakai istilah Al Quran yaitu buruwjun. WaLlahu a'lamu bishshawab.

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 26 Juli 2006, 09:21:07 »
assalamu 'alaikum..

mo ikut diskusi nich...

ana adalah salah satu ikhwah yg UDAH ngikutin bedah bukunya di priok...

buat yg masih percaya ama galileo?!?!? tolong jawab pertanyaan ana..

1. apa yg menyebabkan matahari TERBIT dari BARAT???? apa bumi yg balik arah atau sebaliknya???

maksud pertanyaan ini apa? wong pertanyaan antum aja udah salah!!!

mungkin antum mempertanyakan kondisi saat akan kiamat yaa? mengapa matahari bisa terbit dari barat gitu?

semestinya pertanyaannya gini dong:
apa yg akan menyebabkan matahari TERBIT dari BARAT??

pertanyaan antum sesudah kalimat ini sudah menjawab tuh (apa yg menyebabkan matahari TERBIT dari BARAT???? apa bumi yg balik arah atau sebaliknya???!!!) karena rotasi bumilah kita melihat matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Jika akan kiamat, pastilah bukan hal yang berat bagi ALlah hanya untuk sekedar memutar arah rotasi bumi, iya toh?

syukron
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 26 Juli 2006, 09:23:56 »
EGP

Maaf, Ada hal lain yg lebih urgent untuk dipikirkan

maksudnya?
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline ikilasan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 55
  • Lokasi: pusat tata surya
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 27 Juli 2006, 13:27:44 »
apa @tuingtuing dah tau redaksi hadits-nya
(hadits tentang matahari terbit dari barat)...

kalo kita masih PERCAYA bumi tuh ngelilingin matahari...
so... jawaban dari pertanyaan saya
(apa yg nyebapin matahari terbit dari barat)
adalah ROTASI BUMI balik arah!!!!

ngebayangin akibatnya dongggg...
K I A M A T....

tapi jika antum semua masih inget redaksi hadits-nya...
"..semua taubat akan diterima,
kecuali matahari telah terbit dari barat..."(CMIIW)

nahhhh.... makna hadits tersebut antum pasti dah pada tau
bahwa pada saat itu (matahari terbit dari barat)
BELUM KIAMAT!!!!

so... teori rotasi bumi yg balik arah biar matahari terbit dari barat adalah omong kosong...

lau kaana khairan, la sabaquna ilaihi
biarin dikit nyang penting nyunnah

Offline ikilasan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 55
  • Lokasi: pusat tata surya
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 27 Juli 2006, 13:41:15 »
dunia udah ngebuktiin...
bahwa teori darwin (EVOLUSI), yg dulunya dianggap sebuah penemuan paling hebat...adalah sebuah OMONG KOSONG dari para ilmuwan anti tuhan...

ada yg malsuin tengkorak, fosil dll...
ada yg make imajinasi ala kaum kafir&musryik...

pun begitu kita(terutama di sekolah2) masih aja dicekokin....

kenapa bukan bantahan harun yahya yg diajarin di sekolah2?!?!?

sayangnya pas kemarin bedah buku, waktunya sempit banget..
so ada 1 pertanyaan yg masih mengganjal dipikiran ana, yg blum sempat ditanyain ama akhi ahmad sabiq... yaitu...
"apa iya planet yg ada 9 itu benar adanya????"
lau kaana khairan, la sabaquna ilaihi
biarin dikit nyang penting nyunnah

Offline wanz

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 11
    • Lihat Profil
« Jawab #37 pada: 27 Juli 2006, 13:44:58 »
Pada dasarnya, seluruh isi dalam Al Qur'an pasti benar. Jika memang Alloh berfirman bahwa Matahari yang mengelilingi bumi maka itulah yang terjadi sebenarnya. Dalam suatu hadits dijelaskan: Bahwa Nabi Dzulqornen pernah ditemukan oleh Alloh pada ujung dunia baik utara-barat-timur-selatan. Beliau juga pernah dipertemukan Alloh pada tempat terbit dan terbenamnya Matahari. Nah...prakteknya gimana? Wallohu a'lam, itulah mukjizat yang Alloh berikan pada para nabinya. jadi kesimpulannya...bisa dikatakan Bumi ini datar karena memiliki ujung2. Lha yang kita lihat sekarang kok bulat? Yo...mbuh yo...  :p

Offline ikilasan

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 55
  • Lokasi: pusat tata surya
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 27 Juli 2006, 14:10:08 »
satu lagi nich...

antum semua pasti tau...
kata ilmuwan2 kafir...

bumi ini ada di galaksi bima sakti!!
tata surya ini terdiri dari banyak galaksi. (bima sakti termasuk didalamnya!!
so.. kesimpulan... tata surya (langit) ga ada ujungnya!!!!

sekarang mari kita ricek...

udah pada tau hadits tentang peristiwa isra mi'raj rasulullah shalallahu alaihi wasallam donggggg...

langit itu terdiri dari 7 bagian/tingkat/lapisan!!!
INGAT..
untuk menembus langit ke 1 dan seterusnya..
rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan jibril alaihisalam
HARUS ijin (ngetuk pintu) dulu!!!

tolong direnungkan....
mana yg BENAR..
langit ada ujungnya atau tidak?????
lau kaana khairan, la sabaquna ilaihi
biarin dikit nyang penting nyunnah

Offline miqu

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.512
  • Jenis kelamin: Pria
  • Adalet Ve Kalkinma
    • Lihat Profil
« Jawab #39 pada: 27 Juli 2006, 14:29:55 »
memangnya yang dimaksud tata surya disini langit?

bingung ah.

Apakah sama langit yang dimaksud ilmuwan dengan yang di isra Mir'aj?

Gak jelas. Langit ini lah langit itu lah.

"langit" ini maksudnya apa

Someday I'll fall and I'll die.
But any day that I don't fall I am alive and I am continuing the fight.

Offline GhiF

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.129
  • Lokasi: Depok
  • Jenis kelamin: Pria
  • . . . . . . .
    • Lihat Profil
« Jawab #40 pada: 27 Juli 2006, 14:39:11 »
nah kalo bingung, ayo kita cari kejelasannya.

tapi, ayo kembalikan ke tema awal, manakah yang benar, Heliocentris atau Geocentris?
tar pembahasannya malah melebar ke bumi yang datarlah, atau soal Isra Mi'raj lagi.

hihi, padahal daku bukan mod disini :'>
(\__/) Lembut tanpa ketegasan adalah kelemahan
(='.'=) Tegas tanpa kelembutan adalah kesewenangan
('')_('') Keduanya akan menimbulkan fitnah

(\__/) Kebaikan itu ada 2 pilar : Benar & Santun
(^_^) Benar ga Santun = bikin siapapun akan melecehkan kebenaran
('')_('')Santun ga Benar = Pendusta

Offline Yasin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.952
  • Lokasi: 경산시 , 경상북도 , 대한민국
  • Jenis kelamin: Pria
  • 안녕하십니까?
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 27 Juli 2006, 15:12:01 »
apa @tuingtuing dah tau redaksi hadits-nya
(hadits tentang matahari terbit dari barat)...

kalo kita masih PERCAYA bumi tuh ngelilingin matahari...
so... jawaban dari pertanyaan saya
(apa yg nyebapin matahari terbit dari barat)
adalah ROTASI BUMI balik arah!!!!

ngebayangin akibatnya dongggg...
K I A M A T....

tapi jika antum semua masih inget redaksi hadits-nya...
"..semua taubat akan diterima,
kecuali matahari telah terbit dari barat..."(CMIIW)

nahhhh.... makna hadits tersebut antum pasti dah pada tau
bahwa pada saat itu (matahari terbit dari barat)
BELUM KIAMAT!!!!

so... teori rotasi bumi yg balik arah biar matahari terbit dari barat adalah omong kosong...



Waduh... maaf nih akhi, dari penjelasan akhi, tampaknya otak kanan akhi terlalu lebih dominan, maksudnya terlalu fanatik ke suatu pemahaman.

Jika yang dimaksud oleh akhi, matahari terbit dari Barat, bisa jadi ALLAH memperlambat gerakan rotasi bumi untuk diputar ke arah yg berlawanan, karena pernyataan akhi itu hanya berdasarkan hadist dan pernyataan akhi di bidang ilmiah nya hanya "kira-kira" , maka orang lain juga bisa menjawab nya secara "kira-kira" , contohnya saya, akhi berpendapat khan tidak menggunakan data ilmiah, maka saya pun bisa menjawab nya dengan tidak menggunakan data ilmiah... dengan menjawab :

bisa jadi ALLAH memperlambat gerakan rotasi sebelum diputar ke arah yg berlawanan

maaf... saya harap jangan kita hanya terpaku kepada "fanatisme" , misalnya.... kata Utsaimin begini, maka pasti benar.... .
« Edit Terakhir: 27 Juli 2006, 15:21:15 oleh Yasin »

Offline Yasin

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.952
  • Lokasi: 경산시 , 경상북도 , 대한민국
  • Jenis kelamin: Pria
  • 안녕하십니까?
    • Lihat Profil
« Jawab #42 pada: 27 Juli 2006, 15:17:45 »
satu lagi nich...

antum semua pasti tau...
kata ilmuwan2 kafir...

bumi ini ada di galaksi bima sakti!!
tata surya ini terdiri dari banyak galaksi. (bima sakti termasuk didalamnya!!
so.. kesimpulan... tata surya (langit) ga ada ujungnya!!!!

sekarang mari kita ricek...

udah pada tau hadits tentang peristiwa isra mi'raj rasulullah shalallahu alaihi wasallam donggggg...

langit itu terdiri dari 7 bagian/tingkat/lapisan!!!
INGAT..
untuk menembus langit ke 1 dan seterusnya..
rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan jibril alaihisalam
HARUS ijin (ngetuk pintu) dulu!!!

tolong direnungkan....
mana yg BENAR..
langit ada ujungnya atau tidak?????

Kembali saya bingung.... yang akhi maksud langit itu yang bagaimana, yang dimaksud dengan 7 langit itu apa, apakah sama langit yang ditembus oleh Muhammad SAW dengan langit yang disebut oleh ilmuwan, Jika yang antum maksud 7 langit yang di tembus Muhammad SAW itu bisa ditembus dalam artian FISIKA yang difahami oleh Ilmuwan, berarti Ilmuwan yang salah .... dan ini mengartikan bahwa Kita pun bisa menembus langit yang ditembus oleh Muhammad SAW itu asal kita memiliki teknologi yang tinggi , begitu yagh akhi maksud....

Tolong penjelasannya.... :)

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #43 pada: 28 Juli 2006, 18:06:59 »
@ikilasan
yang antum maksud masih tafsiran..ana belom ada waktu menerangkan itu...secara fisika tidak ada yang bertentangan..bahkan masih logis...

nanti kita bahas lagi...
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #44 pada: 28 Juli 2006, 18:12:41 »
@all...
back to the point..geo or helio...
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)