Assalamu'alaykum wr wb
guys, yang namanya ibadah harus dengan cara yang benar dan diniatkan hanya kepada Allah SWT, setuju? "setuju"
nah, ketika kita berbicara pernikahan, tentu ini adalah ibadah yang baik, maka syarat diatas harus terpenuhi, setuju? "setuju"
kalo urusan hati, biarlah Allah SWT yang menilai, wong masih ada, mereka yang ta'aruf secara nyata, tetapi hatinya masih 'bermain'2 / tidak serius dengan proses ini.
NAh..kembali ke ta'aruf, apakah ta'aruf via chating itu sudah memenuhi syarat sebagai cara yang benar?karena pertama, siapa yang bisa menjamin bahwa tidak akan terjadi khalwat disitu? karena syarat khalwat terpenuhi, yakni chating itu bersifat close & personal, private, atau pribadi, persis seperti orang yang sedang berduaan. Sehingga apa sabda rasulullah SAW atas "pihak ketiga" yang hadir disitu? jawabnya tentu "syeitan". Ngapain nih syeitan?
"Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji.."AlbaQarah:169, dan perbuatan apa diantaranya termasuk perbuatan keji? "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk" Al-ISra:32.
Serta apa yang dimaksud dengan zina "Bahwa Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya Allah telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti akan dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Zina kedua mata ialah memandang, zina lisan (lidah) ialah mengucapkan, sedangkan jiwa berharap dan berkeinginan dan kemaluanlah (alat kelamin) yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu"(HR Muslim dari Abu Hurairah ra). Sekarang jelaskan kenapa ta'aruf via chating itu rentan dengan maksiat.
kedua, katakanlah teman chat diujung sana bilang bahwa dia hadir bersama dengan mahramnya atau pendampingnya, siapa yang bisa menjamin kalo memang ada mahramnya atau pendampingnya disebelah sana? artinya orang berpotensi untuk tidak jujur.
"Terus apakah mencari jodoh harus lewat murabbi?" tentu tidak, tetapi 'tahapan' mencari itu harus sesuai dan menjaga adab2 pergaulan islam. Katakanlah ia mengikuti sebuah 'kajian', atau 'liqo', maka ada hak murabbi/ah yang terkait dengan perkembangan mad'unya. Misalkan untuk masalah jodoh, jalur itu bisa dari MR dulu baru mad'u atau dari mad'unya dulu baru ke MR, maksud yang terakhir misalkan si mad'u dapat informasi dari temannya mengenai ada profil seorang akhwat yang sudah "siap", maka mad'u yang berkeinginan ini menyampaikan keinginannya kepada si MR. MR yang baik tentu tidak akan melarang2 mad'unya yang ingin menikah dan memberikan tips beserta nasihat dalam hal pemahaman yang benar tentang pernikahan.
Bagaimana jika ia tidak ikut 'kajian' atau 'liqo' tertentu? tetap saja adab dan pergaulan islami itu mesti dipenuhi. Misalkan ia ditawarkan oleh seorang teman, seorang akhwat yang sudah siap, maka ketika proses ta'aruf itu dimulai, 'proses' itu harus 'dijaga' oleh seorang atau lebih pihak yang paham agama, baik itu datang dari pihak ikhwan saja, atau akhwat saja.
Kalaupun ingin menggunakan teknologi, jangan pilih chatting untuk ta'aruf, pilihlah "video conference" atau yang agak murah, pake "web cam", insyaAllah bisa kaya gitu, tetapi 'efek sampingnya' harus nadzhor(lihat) lagi, karena biasanya gambar yang dihasilkan kamera agak sedikit 'menipu', jerawat kecil biasanya rada2 ga kelihatan ;d.
Tapi pointnya, tetap saja ta'aruf langsung itu lebih baik dan lebih aman. Karena banyak hal yang bisa kita ketahui dari ta'aruf langsung, pertama, ketahuan kalo orang itu bisa bicara atau tidak, kalo lewat chat ga ketahuan ;d. kedua, ketahuan ciri pisiknya kalo tuh cowok/ cewek itu ternyata pendek/ tinggi, jrerawatan atau ngga, giginya rata atau berundak2, dll ;d. ketiga, ketahuan 'pribadinya' kalo tuh cowok/cewek jalan kaki/ apa naik motor, gagap kalo ngobrol sama cewek, murah senyum atau sering manyun, suka bercanda atau serius dll ;d. Pokoknya banyak hal yang bisa kita pelajari dari calon kita itu.
itu saja mungkin, semoga dapat diambil hikmahnya, yang baik dari pesan diatas hanyalah datang dari Allah SWT, dan yang jelek2 dalam ulasan diatas adalah nafsu saya pribadi, wallahu'alam
wassalamu'alaykum wr wb