Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: || ...:: Mengenal Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ::... ||  (Dibaca 10673 kali)


Offline moveit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 902
  • Lokasi: Karawang - Purwakarta PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • Abi Nailah Mufid Ibn Machbul Ibn Abdurrahman
    • Lihat Profil
« pada: 12 April 2006, 11:35:24 »
Sejarah Diutusnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Ustadz Muhammad As-Sewed



Di tengah-tengah kejahiliyahan bangsa Arab, diutuslah seorang dari kalangan mereka sendiri (bangsa Arab) untuk mengembalikan mereka kepada tauhid yang dibawa oleh Ibrahim, Ismail, dan seluruh para Nabi alaihim salam. Dan memang inilah sesungguhnya tugas seluruh para Rasul.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ﴿النحل: ٣٦

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) 'Sembahlah Allah saja dan jauhilah thaghut.'" (An-Nahl: 36)

Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah anak dari Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luhay bin Ghalib bin Fihir (Quraisy) bin Malik bin Kinanah bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan, keturunan Ismail bin Ibrahim alaihimus salam yang dikenal dengan "Abul Arab" karena yang dinamakan Arab adalah anak keturunan Ismail.

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia terbaik dan dipilih dari turunan yang terbaik. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ اصْطَفَى بَنِي إِسْمَاعِيْلَ، وَاصْطَفَى مِنْ بَنِي إِسْمَاعِيْلَ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ كِنَانَةَ قُرَيْشًا، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِى مِنْ بَنِي هَاشِمٍ ﴿رواه أحمد ومسلم

"Sesungguhnya Allah telah memilih turunan Ismail, memilih Kinanah dari turunan Ismail, memilih Quraisy dari Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim." (HR. Ahmad dan Muslim)

Selain bernama Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau juga menamakan dirinya dengan beberapa nama, sebagaimana diriwayatkan oleh Jubair bin Muth'im, dia berkata:

سَمَّى لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم نَفْسَهُ أَسْمَاءً، فَقَالَ: أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَنَا أَحْمَدُ، وَأَنَا الْمَاحِى الَّذِي يَمْحُو اللهُ بِهِ الْكُفْرَ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمِى، وَأَنَا الْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ ﴿أخرجه البخاري ٨/٤٩٢، ومسلم (٢٣٥&#1636 والترمذي (٢٨٤&#1634 وأحمد ٤/٨٠-٨١

"Rasulullah menamakan dirinya kepada kami dengan beberapa nama. Beliau bersabda: 'Aku Muhammad dan aku Ahmad, aku adalah Al-Mahi (penghapus) yang denganku Allah menghapus kekufuran, dan aku merupakan Al-Hasyir (pengumpul) dimana manusia dikumpulkan di kakiku, dan aku adalah Al-'Aqib (yang datang belakangan) yang tidak ada Nabi sesudahku." (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad)

Beliau merupakan doanya Ibrahim alaihis salam ketika berdoa:

وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِكَ ﴿البقرة: ١٢٩

"Utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat engkau." (Al-Baqarah: 129)

Dan merupakan khabar gembira dari Isa alaihis salam ketika berkata:

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ﴿الصف: ٦

"Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab yang diturunkan sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)..." (Ash Shaff: 6)

Beliau merupakan sosok Nabi yang ditunggu-tunggu oleh kaum Yahudi Madinah yang mereka selalu mengancam orang-orang Arab (musyrik) dengan kedatangannya.

وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ﴿البقرة: ٨٩﴾

"Dan mereka dulu mengancam dengannya orang-orang kafir (musyrik) tapi ketika datang kepada mereka apa yang mereka ketahui mereka mengingkarinya." (Al-Baqarah: 89)

Maka, jelaslah bahwa datangnya seorang Nabi bernama Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sudah tertulis dalam Injil dan Taurat sebagaimana firman Allah:

(الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ ﴿الأعراف: ١٥٧

"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar...." (Al-A'raf: 157)

Bersambung ... Insya Allah

Offline moveit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 902
  • Lokasi: Karawang - Purwakarta PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • Abi Nailah Mufid Ibn Machbul Ibn Abdurrahman
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 12 April 2006, 11:37:44 »

Akan tetapi, kedua kitab tersebut sudah dirubah dan diganti kalimat-kalimatnya. Mereka buang sebutan nama Muhammad/Ahmad shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali pada Taurat Samurah dan Injil Barnabas di mana masih tersebut nama beliau di dalamnya. Kemudian gereja melarang untuk menyebarkan Injil tersebut pada akhir abad kelima Masehi[1]. Di antara ayat yang menyebutkan dengan jelas nama beliau adalah pada Injil Barnabas (41:29-30): "Maka Allah menutup hijabnya dan diusir keduanya oleh Mikail dari surga Firdaus {29}. Kemudian Adam menengok dan melihat di atas pintu ada tertulis 'Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah' (tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad itu utusan Allah) {30}. Nama ini berulang-ulang disebut pada Injil Barnabas ini. Adapun pada Injil Lukas (2:14) tertulis: "Puji Tuhan (Allah) di tempat yang tinggi dan di bumi keselamatan (Islam) dan bagi manusia 'Ahmad'." Akan tetapi, terjemahan di dalam bahasa Arab ternyata tidak sesuai dengan terjemahan yang benar dari bahasa Suryani sebagaimana ditahqiq oleh ustadz Abdul Ahad Daud[2]. Dalam Injil Yohanes (61) disebutkan: (secara tersirat) "Dan kalau aku belum berangkat maka tidak akan datang kepada kalian Far Qalith. Dan yang dimaksud dengan Far Qalith ialah Hamid, Hamad atau Ahmad."[3]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah[4] berkata: "Berita tentang pengetahuan ahlul kitab mengenai sifat-sifat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang terdapat dalam kitab-kitab mereka yang terdahulu itu sangat mutawatir." Yang demikian dikarenakan hampir semua orang dari kalangan mereka (Yahudi dan Nasrani) telah berkata dan berbicara tentang sifat-sifat Nabi yang akan datang. Sebagaimana kisah Salman Al-Farisi radhiallahu anhu dengan sanad hasan, bahwa pendeta Nasrani di Amuriyyah mewasiatkan kepadanya: "Wahai anakku, aku tidak mengetahui seseorang yang nanti kita ada di atasnya (agamanya) untuk aku perintahkan engkau kepadanya. Namun, telah sampai kepadamu masa akan diutusnya seorang Nabi di Haram (tanah suci). Tempat hijrahnya adalah antara dua padang batu sampai ke tanah Sabkhah (bergaram) yang memiliki pohon-pohon korma. Dan sungguh dia memiliki tanda-tanda (kenabian) yang jelas: di antara dua pundaknya ada cap kenabian dan dia mau memakan hadiah tapi tidak mau memakan shadaqah. Kalau engkau mampu, berangkatlah ke negeri itu. Sesungguhnya telah sampai padamu zamannya."[5]

Demikian juga dalam kisah Raja Najasyi. Ketika Ja'far bin Abi Thalib radhiallahu anhu berkata kepadanya tentang Al-Islam yang dibawa oleh seorang Rasul dengan kitab seperti kitabnya Isa bin Maryam alaihis salam, maka berkata Najasyi[6]: "Engkau telah mengatakan (sesuatu) yang besar maka tenanglah sebentar." Kemudian beliau (Najasyi) memukul genta/lonceng dan memanggil semua pendeta dan tokoh agama. Kemudian beliau berkata kepada mereka: "Aku nyatakan pada kalian dengan nama Allah yang telah menurunkan Injil kepada Isa, apakah kalian dapati antara Isa dan Hari Kiamat ada seorang Nabi?" Mereka menjawab: "Ya Allah, benar! Telah diberitakan kepada kami oleh Isa alaihis salam dan ia berkata: "Barangsiapa beriman kepadanya (Muhammad) berarti ia beriman kepadaku dan yang kufur kepadanya berarti dia kufur kepadaku."

Dalam riwayat Ibnu Hisyam, disebutkan bahwa raja minta dibacakan apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu Ja'far radhiallahu anhu membacakan surat Maryam kepadanya. Maka, menangislah Najasyi sampai (air matanya) membasahi jenggotnya dan para uskup serta pendeta pun ikut menangis hingga membahasi kitab-kitab mereka. Kemudian Najasyi berkata: "Sesungguhnya kitab ini dan kitab yang dibawa oleh Isa alaihis salam berasal dari sumber yang satu."

Demikian pula berita kedatangan beliau shallallahu alaihi wa sallam dalam Taurat telah mutawatir dari kalangan Yahudi. Berkata seseorang dari Anshar (dalam riwayat yang hasan)[7]: "Sesungguhnya yang mendorong kami kepada Islam selain rahmat Allah dan hidayah-Nya adalah apa-apa yang kami dengar dari orang-orang Yahudi dan kami –ketika itu- termasuk golongan musyrikin penyembah berhala. Sementara mereka (ahli Kitab) memiliki ilmu-ilmu yang tidak kami miliki. Dan bahwa di antara kami dan mereka ada hubungan yang jelek. Jika kami berkata tentang mereka dengan sesuatu yang tidak mereka sukai, mereka berkata kepada kami: "Sesungguhnya telah dekat waktu diutusnya seorang Nabi dan akan kami bunuh kalian bersamanya seperti dibantainya kaum 'Add dan Iram."

Bahkan orang-orang musyrikin pun mendengar akan datangnya seorang Nabi sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hisyam tentang Rabi'ah bin Nashar, raja Yaman yang bermimpi dan memanggil seluruh dukun dan tukang takwil mimpi untuk menakwilkan mimpinya. Lalu raja tersebut berkata: "Kalau kalian bisa menebak mimpiku, tentu kalian bisa menakwilkannya." Maka semuanya menyerah dan tidak mampu kecuali Syiq dan Sathih. Keduanya bisa menebak mimpi Rabi'ah bin Nashr dengan tepat pada waktu yang berbeda dan menakwilkannya dengan takwil yang sama. Cuma bahasanya yang berbeda, yang maknanya bahwa kerajaannya akan dikalahkan dan dikuasai oleh raja Habasyah. Kemudian, kerajaan tersebut akan dikalahkan pula oleh Iram bin Dziyazan. Ketika ditanya oleh raja tersebut, apakah kerajaan dan kekuasaannya akan berlangsung terus atau terputus, maka Shathih menjawab:

"Bahkan terputus."

"Siapa yang memutusnya?"

"Nabi yang suci, yang datang kepadanya wahyu dari tempat yang tinggi."

"Dari mana dia (dari turunan mana)?"

"Dari turunan Shalib bin Jihr bin Malik bin Nadhar, dia akan berkuasa sampai akhir dahr (jaman)."

Demikian pula ketika raja bertanya kepada Syiq apakah kerajaan (kekuasaan) Iram bin Dziyazan berlangsung terus atau terputus, dia menjawab:

"Bahkan terputus, dengan seorang Rasul yang diutus. Dia (Rasul) datang membawa al-haq (kebenaran) di antara ahli dien dan orang-orang yang memiliki keutamaan. Dia akan menjadi penguasa pada kaumnya terus sampai hari keputusan (Kiamat)."

Tentunya, pada berita ini harus diberi catatan kaki karena beritanya dari dukun yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa mereka mencuri berita dari langit dan menambahnya dengan 100 kedustaan[8]. Maka dinukilnya ucapan mereka di sini, bukan sebagai rekomendasi kepada mereka tetapi hanya untuk menjelaskan bahwa kedatangan Rasulullah beritanya sangat mutawatir di kalangan manusia waktu itu (Yahudi, Nasrani maupun musyrikin). Sehingga, tidak ada alasan bagi mereka untuk menolak dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dan apabila mereka ditanya pada hari kiamat:

"Apakah belum datang pada kamu pemberi peringatan." (Al-Mulk: 8),

"Mereka menjawab: Benar, sesungguhnya telah datang pada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakannya, dan kami katakan Allah tidak menurunkan sesuatupun...." (Al-Mulk: 9)



Bersambung ... Insya Allah

Offline moveit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 902
  • Lokasi: Karawang - Purwakarta PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • Abi Nailah Mufid Ibn Machbul Ibn Abdurrahman
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 12 April 2006, 11:39:18 »

Awal Turunnya Wahyu


Ketika berumur 40 tahun, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam diangkat sebagai Nabi dengan turunnya wahyu pertama yaitu surat Al-'Alaq. Kemudian diutus sebagai Rasul dengan surat Al-Muddatstsir.

Ibnul Qayyim rahimahullah[9] berkata:

"Wahyu pertama yang diturunkan kepada beliau dari Rabbnya adalah perintah untuk membaca dengan nama Rabbnya yang menciptakan. Dengannya, Allah memerintahkan agar beliau membaca untuk dirinya dan belum diperintahkan untuk menyampaikan (tabligh). Kemudian Allah turunkan kepadanya

يَاأَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ وَلاَ تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ ﴿المدثر: ١-٧

"Wahai orang yang berselimut, bangunlah dan berilah peringatan..." (Al-Muddatstsir: 1-7).

Maka beliau diangkat menjadi Nabi dengan "iqra" dan diangkat sebagai Rasul dengan "Yaa ayyuhal muddatstsir". Kemudian diperintahkan untuk memperingatkan karib kerabat yang terdekat. Lalu memperingatkan kaumnya. Kemudian memperingatkan siapa-siapa yang di sekitar mereka dari kalangan Arab lantas memperingatkan bangsa Arab secara keseluruhan, dan kemudian memperingatkan seluruh alam.

Telah shahih riwayatnya bahwa wahyu pertama turun pada hari Senin. Dan telah masyhur riwayatnya pula bahwa Al-Qur`an turun pada bulan Ramadhan. Demikian dikatakan dalam kitab Sirah Shahihah[10]. Sedangkan dalam Rahiqul Makhtum[11] dikatakan: "Setelah meneliti dan memperhatikan dalil-dalil dan bukti-bukti, memungkinkan kita untuk menentukan bahwa hari itu adalah hari Senin malam, hari keduapuluh satu dari bulan Ramadhan yang bertepatan dengan tanggal satu Agustus tahun 610 Masehi. Dan beliau ketika itu berumur 40 tahun, 6 bulan, 12 hari dengan tahun Qamariyah. Yaitu sekitar 39 tahuun, 3 bulan, 22 hari dengan tahun Syamsiyah.

Sedangkan wahyu yang diturunkan kepada beliau adalah Al-Qur`an, yaitu ucapan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang didengar oleh Jibril yang disampaikan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana Allah pun menurunkan kepada Nabi-nabi sebelumnya.

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ ﴿النساء: ١٦٣

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan wahyu kepadamu sebagaimana kami telah mewahyukan kepada Nuh dan Nabi-nabi sebelumnya." (An-Nisa: 163)

Adapun bagaimana turunnya wahyu, telah ditanyakan oleh Al-Harits bin Hisyam kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ يَأْتِيْكَ الْوَحْيُ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: أَحْيَانًا يَأْتِيْنِى مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّ عَلَيَّ، فَيَفْصِمُ عَنِّى وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ. وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِى الْمَلَكُ رَجُلاً فَيُكَلِّمُنِى فَأَعِي مَا يَقُوْلُ ﴿رواه البخاري ١/٢-٣، ومسلم ١٨١٦

"Wahai Rasulullah, bagaimana datangnya wahyu kepadamu? Beliau menjawab: "Kadang-kadang datang kepadaku seperti gemerincingnya lonceng dan ini yang paling berat bagiku. Kemudian lenyap dan aku sudah memahami apa yang dikatakannya. Dan kadang-kadang malaikat menyerupakan dirinya sebagai seorang laki-laki dan berbicara kepadaku, kemudian aku memahami apa yang dikatakannya." Berkata Aisyah: "Aku telah melihat beliau ketika turun kepadanya wahyu pada hari yang sangat dingin dan lenyap (suara itu) dari padanya sedangkan di kening beliau, keluar butiran-butiran keringat." (HR. Bukhari Muslim)

Bersambung...Insya Allah

Offline moveit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 902
  • Lokasi: Karawang - Purwakarta PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • Abi Nailah Mufid Ibn Machbul Ibn Abdurrahman
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 12 April 2006, 11:43:06 »
Untuk lebih jelasnya, kita dengar (simak) kisah Aisyah tentang permulaan turunnya wahyu dalam riwayat Bukhari Muslim. Aisyah berkata yang maknanya sebagai berikut:

"Awal pertama dimulainya wahyu kepada Rasulullah adalah 'ru`yah shadiqah' (mimpi yang benar) dalam tidurnya. Maka tidaklah beliau melihat sesuatu dalam mimpinya kecuali datang pada pagi harinya seperti cahaya shubuh (yakni terbukti dengan jelas). Kemudian dia menjadi suka untuk menyendiri. Dia menyendiri di gua Hira untuk bertahannuts yaitu ta'abbud (beribadah dengan cara ibadah Nabi Ibrahim) pada beberapa hari yang terhitung sebelum dia pulang ke keluarganya untuk mengambil bekal. Kemudian beliau pulang dan mengambil bekal untuk semisalnya (yakni untuk sejumlah malam yang seperti tadi) sampai datangnya Al-Haq sedang beliau di Gua Hira. Malaikat mendatanginya dan berkata kepadanya: "Iqra`!" (bacalah). Jawab beliau: "Maa ana bi qari`" (aku tidak bisa membaca). Beliau berkata: "Kemudian dia mendekapku sampai aku kepayahan. Lalu melepaskan aku sambil berkata: "iqra`!", maka aku berkata: "Maa ana bi qari`". Lantas diraihnya aku dan didekapnya untuk yang kedua kalinya sampai aku kepayahan. Kemudian dia melepaskan aku seraya berkata: "iqra`!", maka aku berkata: "Maa ana bi qari`". Lantas diraihnya aku dan didekapnya yang ketiga kalinya. Kemudian dia melepaskan aku seraya berkata:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ الإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿العلق: ١-٥

"Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-Alaq: 1-5).

Kemudian beliau pulang dengan membawa ayat-ayat itu dengan gemetar hatinya. Lalu masuk (menemui) Khadijah binti Khuwailid dan dia berkata, "Selimutilah aku! Selimutilah aku!" maka diselimutilah beliau sampai hilang darinya rasa takut.

Beliau berkata kepada Khadijah dan mengkhabarkan berita kejadiannya (katanya): "Aku mengkhawatirkan diriku."

Khadijah radhiallahu anha berkata: "Tidak, demi Allah! Allah tidak mungkin menghinakan engkau selamanya! Sesungguhnya engkau menyambung silaturahmi, memikul beban orang yang lemah, memberi kepada yang tidak mampu, menghormati tamu, dan suka menolong orang yang berbuat kebenaran. Maka berangkatlah Khadijah radhiallahu anha membawa beliau kepada Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza anak pamannya (Khadijah). Dia adalah seorang yang telah mengikuti agama Nasrani di jaman Jahiliyah dan dia dapat menulis tulisan Ibrani (dalam riwayat "Muslim": dapat menulis dengan bahasa Arab). Maka dia tulis Injil dengan bahasa Ibrani (dalam riwayat Muslim: dengan bahasa Arab) sekehendak Allah. Dan dia seorang syaikh yang telah tua dan buta. Kemudian Khadijah berkata kepadanya: "Wahai anak pamanku, dengarkanlah dari anak saudaramu ini!"

Maka Waraqah berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: "Wahai anak saudaraku, apa yang engkau lihat?"

Lalu Rasulullah mengkhabarkan kepadanya apa yang telah dilihatnya.

Kemudian Waraqah berkata kepadanya: "Itu adalah namus (malaikat) yang turun kepada Musa. Duhai... coba kiranya aku masih muda dan kuat ketika engkau diusir oleh kaummu."

Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata: "Apakah mereka akan mengusirku?"

Dia menjawab: "Ya... tidak ada seorang pun yang mendapatkan apa yang kau dapatkan kecuali akan dimusuhi. Kalau aku masih hidup pada hari itu, aku akan menolongmu dengan pertolongan yang kuat. Kemudian, sebelum dia sempat menemui hari itu, dia meninggal. Setelah itu wahyu berhenti. (HR. Bukhari dan Muslim, dan penjelasan-penjelasannya diambil dari Fathul Bari`)


Pelajaran yang Bisa Diambil


1. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah manusia pilihan yang paling baik sifatnya dan nasabnya (turunan).

2. Hampir seluruh manusia sudah mendengar akan datangnya Rasulullah bahkan sebagian mereka sudah mengetahui namanya dan ciri-cirinya. Maka alasan mana lagi mereka menolak untuk beriman kepada Rasulullah?

3. Bahwa wahyu yang pertama turun adalah surat Al-Alaq: 1-5.

Selain karena riwayatnya lebih kuat (dari riwayat yang mengatakan surat Al-Muddatstsir atau Al-Fatihah) juga kisah Aisyah radhiallahu anha menunjukkan bahwa beliau belum pernah menerima wahyu sebelumnya dan tidak menyangka sebelumnya sama sekali.

4. Sekaligus kisah ini menunjukkan bahwa beliau bukan mencari wahyu di Gua Hira, tetapi beribadah dengan ibadah Hanafiyyah (ajaran Ibrahim). Dan tentunya mansukh (dibatalkan) dengan ajaran ibadah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam setelah diutusnya.

5. Maka, bersemedi di gua-gua atau tempat tertentu untuk mancari ilham (wangsit) itu tidak bisa dikatakan sunnah dan merupakan bid'ah yang sesat (seperti ajaran tarekat Shufiyah).

6. Turunnya wahyu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah mu'jizat yang khariqul 'adah (di luar kebiasaan), di mana beliau benar-benar menerima ucapan Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril dan sama sekali bukan insting, ide-ide, perasaan batin, atau hasil pemikiran. Sebagaimana dikatakan oleh orientalis (mustasyriqun) dan para murid-murid pengagum mereka dari kalangan Aqlaniyyun (yang mendahulukan akal di atas nash syar'i). Adapun faktor yang mendorong orang-orang orientalis unttuk menafsirkan wahyu dengan tafsiran-tafsiran seperti itu adalah tidak maunya mereka untuk mengakui kerasulan beliau shallallahu alaihi wa sallam serta turunnya wahyu kepadanya.

Kalau begitu, apa alasan mereka para Aqlaniyyun dari kalangan kaum muslimin (untuk mengatakan seperti itu)? Padahal mereka mengaku beriman kepada Allah dan Rasul yang diutus-Nya.

 Wallahu Ta'ala A'lam.



Sumber: Majalah Salafy/Edisi II/Ramadhan/1416/1996 rubrik Siroh



--------------------------------------------------------------------------------

Footnote:

[1] Lihat As-Sirah As-Shahihah 2 juz 1 hal. 118 oleh Dr. Akram Dhialul Umari cet. ke-4
[2] Demikian yang dikatakan oleh Dr. Akram, masih pada halaman yang sama.
[3] Ibid
[4] Jawabus Shahih juz 1 hal. 340, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, lihat juga As-Sirah As-Shahihah hal. 114
[5] Lihat Sirah Ibnu Hisyam juz I hal. 218
[6] Mukhtashar Siratur Rasul shallallahu alaihi wa sallam oleh Muhammad bin Abdul Wahhab hal. 62
[7] Sirah Ibnu Hisyam I/231 dan dikatakan hasan sanadnya oleh Dr. Akram dalam As-Sirah As-Shahihah.
[8] Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari 8/413-414 dalam tafsir surat Saba` 23 dan 8/288 dalam tafsir Surat Al-Hijr.
[9] Mukhtashar Siratur Rasul shallallahu alaihi wa sallam hal 57 oleh Muhammad bin Abdul Wahhab.
[10] As-Sirah As-Shahihah juz 1 hal 124
[11] Rahiqul Makhtum hal 66 oleh Shafiur Rahman. Beliau menjelaskan alasannya dalam catatan kaki bahwa yang demikian itu karena telah tetap dalil dalam Al-Qur`an bahwa turunnya Al-Qur`an pada bulan Ramadhan malam Lailatul Qadar. Dan telah shahih riwayat hadits tentang puasa hari senin, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): "padanya aku dilahirkan dan padanya diturunkan (wahyu) kepadaku." Kemudian Syaikh melanjutkan: Dan hari Senin pada bulan Ramadhan tahun itu adalah hari ke-7, ke-14, ke-21 dan ke-28. Sedangkan riwayat yang shahih menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar ada pada sepuluh hari terakhir pada malam-malam ganjil. Maka yang paling tepat adalah malam ke-21.




Offline moveit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 902
  • Lokasi: Karawang - Purwakarta PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • Abi Nailah Mufid Ibn Machbul Ibn Abdurrahman
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 15 September 2006, 14:56:33 »
Mengenal Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam


Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, serta memohon pertolongan dan ampunan-Nya, Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal (ibadah) kita. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi pula bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Seri ke-1 (Kelahiran)


•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam terlahir sebagai manusia biasa. Allah jalla wa'ala berfirman (artinya)
" Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (Qs.3:164)

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam adalah manusia yang mendapat wahyu. Allah tabaroka wa ta'ala berfirman (artinya) :
" Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.." (Qs.18:110)

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam terlahir pada hari senin.
Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam perna ditanya tentang puasa hari senin, dan beliau menjawab : " Di hari itu aku dilahirkan dan diutus, Dihari itu pula al-Qur'an diturunkan kepadaku (HR.Muslim)

Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam lahir pada hari senin, bulan Rabi'ul awal tahun gajah (517 M) di Mekkah dari pasangan suami istri yang cukup dikenal. Ayah beliau bernama 'Abdullah bin 'Abdiul Muthalib dan Ibu beliau bernama Aminah binti Wahb



Sumber: Quthuuf minasy Syamaaili Lil Muhammadiyyah wal Akhlaaqi an-Nabawaiyyah wal Adaabi al-Islamiyyah (Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu -- hafidzahullah )


Offline moveit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 902
  • Lokasi: Karawang - Purwakarta PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • Abi Nailah Mufid Ibn Machbul Ibn Abdurrahman
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 15 September 2006, 14:59:10 »
Seri ke-2 (Nama dan Nasab Muhammad shallallahu 'alayhi wa sallam)

•   Muhammad. Allah jalla wa'ala berfirman (artinya) :
:: " Muhammad itu utusan Allah ...... (QS:48:29)

:: Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda : " Tidakkah kalian kagum, bagaimana Allah menghindarkanku dari celaan orang-orang Quraisy dan justru melaknat mereka ? Mereka mencela dan mengutuk diriku dengan sebutan muadzamman (yang terhina), padahal aku Muhammad (yang terpuji) (HR.Bukhari)

•   Ahmad, Al-Mahi, Al-Masyir, Al-'Aqib, Ar-Rouf dan Ar-Rahim
:: " Aku memiliki 5 (lima) nama, Yakni Muhammad, Ahmad, Al-Mahi (Si Penghapus) karena Allah menghapus kekafiran dengan mengutusku, Al-Hasyir (Si Pengumpul) karena seluruh manusia dikumpulkan untukku, dan Al-'Aqib (Si Terakhir) karena tidak ada Nabi setelah aku (Muttafaqun 'alaih)

:. Allah ta'ala juga menyebut Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam dengan sifat rauf dan rahim (amat belas kasih dan penyayang) (QS:9:128)

•   Nasab Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam adalah keturunan Bani Hasyim
:: Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:
" Allah memilih Kinanah dari keturunan Isma'il, memilih Quraisy dari Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, serta memilihku dari Bani Hasyim " (HR.Muslim)

•   Larangan menggunakan gelar beliau shallallahu 'alayhi wa sallam.
:: Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda :
" Pakailah namaku, namun jangan memakai gelarku. Aku Qasim (Si Pembagi) yang membagi diantara kalian (HR.Muslim)


Sumber: Quthuuf minasy Syamaaili Lil Muhammadiyyah wal Akhlaaqi an-Nabawaiyyah wal Adaabi al-Islamiyyah (Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu -- hafidzahullah )

Offline moveit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 902
  • Lokasi: Karawang - Purwakarta PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • Abi Nailah Mufid Ibn Machbul Ibn Abdurrahman
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 15 September 2006, 15:02:14 »
Seri ke-3 (Fisik/Tubuh Muhammad shallallahu 'alayhi wa sallam) --seakan-akan engkau melihatnya.

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam berwajah tampan
" Rosulullah adalah manusia yang paling tampan dan paling baik kondisi fisiknya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek " (muttafaqun 'alaih)

Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam berkulit putih dan berwajah bersih
" Rosulullah itu berkulit putih dan berwajah tampan " (HR.Muslim)

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam berbahu lapang serta berjenggot dan berambut lebat
" Rosulullah memiliki postur tubuh ideal, bahu yang lapang, berjenggot lebat dan pangkalnya kemerahan, berambut lebat sampai cuping telinga. Aku perna melihat beliau berpakaian merah, belum perna kulihat orang yang lebih tampan dari beliau " (HR.Bukhari)

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam memiliki kepala, tangan dan kaki yang besar.
" Rosulullah memiliki kepala, dua tangan, dan kaki yang besar-besar, berwajah tampan belum perna aku melihat orang seperti beliau sebelum dan sesudahnya" (HR.Bukhori)

•   Wajah Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam :
:: " Wajah beliau shallallahu 'alayhi wa sallam seperti matahari dan bulan berbentuk bulat " (HR.Muslim)

:: " Bila Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam sedang bergembira, wajah beliau terlihat cerah seperti bulan dan kami tahu hal itu (muttafaqun 'alaih)

:: Dari jabir bir samurah radhiyAllahu 'anhu berkata : "Saya perna melihat Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam pada malam bulan purnama, aku melihat Rosulullah lalu melihat bulan, sedangkan beliau mengenakan pakaian merah. Menurutku beliau lebih elok daripada bulan" (HR.Tirmidzi, hadits hasan gharib. Dishahihkan al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi)

•   Mata dan Tawa Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam :
:: " Rosulullah tidak tertawa kecuali sekedar tersenyum, bila kamu melihatnya akan berkomentar mata beliau bercelak, padahal beliau tidak memakainya (HR.Tirmidzi, hadits hasan)

:: " Saya belum perna melihat Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam tertawa terbahak-bahak sampai terlihat langit-langit mulutnya, tertawanya hanya tersenyum " (HR.Bukhari)


Sumber: Quthuuf minasy Syamaaili Lil Muhammadiyyah wal Akhlaaqi an-Nabawaiyyah wal Adaabi al-Islamiyyah (Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu -- hafidzahullah )

Offline moveit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 902
  • Lokasi: Karawang - Purwakarta PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • Abi Nailah Mufid Ibn Machbul Ibn Abdurrahman
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 15 September 2006, 15:05:50 »
Seri ke-4 keutamaan Muhammad shallallahu 'alayhi wa sallam

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam adalah saksi, pemberi kabar gembira dan peringatan

" Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan "

" dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi "

" Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu'min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah "
Qs:[33] : 45-47

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam adalah utusan Allah jalla wa a'ala dan penutup para Nabi sebagai rahmat bagi semesta Alam

" Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu , tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." Qs:[33]:40

" Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam " Qs:[21]:107

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya dan manusia yang pertama kali mengetuk pintu surga

" Aku mempunyai pengikut terbanyak diantara para nabi dan aku pertama kalii mengetik pintu surga" (HR. Muslim)

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam adalah manusia yang pertama (atas ijin Allah tabaroka wa ta'ala)

o   memberi syafaat di syurga
" Aku orang yang pertama kali memberi syafaat di surga, tidak dibernarkan (oleh ummatnya) seorang nabi pun sebagaimana aku dibenarkan (oleh ummatku). Sungguh ada seorang nabi yang tidak dibenarkan oleh ummatnya kecuali  hanya seorang nabi " (HR.Muslim)

o   pemimpin manusia pada hari kiamat - dibangkitkan dari kubur
" Aku pemimpin anak Adam di hari kiamat , yang pertama dibangkitkan dari kubur, pemberi syafaat dan yang di ijinkan syafaatnya " (HR. Muslim)

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam memiliki 6 keutamaan dibanding nabi-nabi yang lain

o   Jaamiul kalaam (kalimat yang ringkas namun maknanya padat, pent)
o   Diberi kemenangan dengan rasa takut
o   Dihalalkan baginya rampasan perang
o   Dijadikan bumi sebagai masjid dan alat bersuci
o   Diutus untuk seluruh ummat manusia
o   Penutup para Nabi

•   Beliau shallallahu 'alayhi wa sallam di utus pada sebaik-baik masa
" Aku diutus pada masa terbaik diantara masa yang telah berlalu pada anak Adam, satu masa demi satu masa, sehingga datanglah masa dimana aku berada "  (HR.Muslim)


Sumber: Quthuuf minasy Syamaaili Lil Muhammadiyyah wal Akhlaaqi an-Nabawaiyyah wal Adaabi al-Islamiyyah (Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu -- hafidzahullah )

Offline moveit

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 902
  • Lokasi: Karawang - Purwakarta PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • Abi Nailah Mufid Ibn Machbul Ibn Abdurrahman
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 15 September 2006, 15:06:42 »
Seri ke-5 (Cap Kenabian Rosul shallallahu 'alayhi wa sallam)

1.   Dari jabir bin samurah, ia berkata, “ aku melihat cap kenabian di antara belikat Rosulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam berupa segumpal daging merah, seperti telur merpati pada tubuhnya (HR. Muslim)

2.   Dari ‘Abdullah bin Sirjis, ia berkata, “ aku perna melihat Nabi, perna memasuki rumahnya, perna makan bersamanya. Aku juga perna melihat tanda kenabian diatas  belikat kiri beliau berupa toh uang mirip kutil (HR.Muslim)

3.   Dari al-Ja’d bin ‘Abdurrahman, ia berkata, “Aku mendengar as-Saib bin Yazid berkata, “Aku pergi bersama bibiku menjumpai Rosulullah. Ia berkata,’ Ya Rosulullah sesungguhnya keponakannku sakit. ‘Kemudia Rosulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam mengusap kepalaku dan mendoakankiu supaya diberkati. Beliau berwudhu dan aku meminum air bekas wudhuh beliau. Kemudian aku berdiri dibelakang beliau, maka aku melihat tanda kenabian diantara belikatnyua seperti kancing tirai pengantin’ (Muttafaqun ‘alaih)




Sumber: Quthuuf minasy Syamaaili Lil Muhammadiyyah wal Akhlaaqi an-Nabawaiyyah wal Adaabi al-Islamiyyah (Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu -- hafidzahullah )

Offline JelajahDunia

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 60
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
  • Media Muslim INFO - Situs Umat Islam
    • Lihat Profil
    • Media Muslim Indonesia
« Jawab #9 pada: 13 Oktober 2006, 08:51:08 »
Ada sekelompok orang yang tidak mengetahui cara menempatkan kedudukan Rasul shallAllohu 'alaihi wasallam sebagaimana layaknya. Beranggapan bahwa Rasululloh shallAllohu 'alaihi wasallam tak luput dari penyakit ini. Konon, sebabnya ialah tatkala beliau melihat Zainab binti Jahsy, seraya berkata kagum, "Maha suci Rabb yang membolak-balik hati." Sejak itu Zainab binti Jahsy mendapat tempat khusus di dalam hati Rasululloh shallAllohu 'alaihi wasallam.

Baca Kisah Selengkapnya di www.mediamuslim.info
http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&task=view&id=305&Itemid=7
MediaMuslim.INFO -- Situs Umat Islam Terdepan dan Terpercaya --- Menghadirkan berbagai materi Ke-Islam-an dan Berita Seputar Umat Islam www.mediamuslim.info, Situs Kesayangan dan Favorit anda

Offline devRx

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.766
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 25 Oktober 2006, 16:06:23 »
MICHAEL H. Hart dalam bukunya The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History yang diterjemahkan oleh H. Mahbub Djunaidi menjadi Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, memberi alasan mengapa Nabi Muhammad saw. ditempatkan dalam urutan pertama daftar buku seratus tokoh paling berpengaruh yang ditulisnya. Menurut penilaiannya Nabi Muhammad saw. satu-satunya orang dalam sejarah peradaban manusia telah berhasil meraih sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Nabi Muhammad saw. telah berhasil meyakinkan masyarakat kafir Quraisy agar mau menanggalkan kebiasaan menyembah berhala menuju sikap ketauhidan yang hakiki yakni meng-Esa-kan Tuhan.

Nabi Muhammad saw. juga dinilai telah berhasil mengemban amanat sebagai nabi dan rasul Allah, meyakinkan umat sampai akhir zaman bahwa agama Islam adalah agama untuk seluruh manusia (Al-A'raf 156) serta rahmatan lil 'alamin/rahmat bagi seluruh alam (A-Anbiya 107). Kini tiga belas abad setelah wafatnya, agama Islam dengan kitab suci Alquran serta sepak terjang beliau sebagai sunahnya telah menjadi keyakinan, pedoman dan pegangan hidup sebagian besar umat di dunia.

Penghargaan dan penghormatan seorang H. Hart terhadap keberadaan Nabi Muhammad saw. yang dalam literasi Islam diyakini sebagai Rasulullah serta nabi dan rasul terakhir/penutup atau khataman nabiyyin (Al-Ahzab 40, Al-Fath 29) juga merupakan kewajiban seluruh umat Islam dalam berbagai dimensi waktu -- masa lalu, masa kini maupun masa mendatang -- mengingat Nabi Muhammad saw. diyakini perilaku kehidupannya adalah contoh teladan yang baik/uswatun hasanah (Al-Ahzab 21), berakhlak mulia (Al-Qolam 4) serta bersih dari dosa dan kesalahan (Al-Fath 2).

Menurut Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad (1982) seperti juga pendapat H. Hart, Muhammad lahir pada tahun Tahun Gajah (570 Masehi), sedang menurut Dr. Miftah Faridl (1982) kelahiran Muhammad adalah hari Senin 12 Rabi'ul Awwal atau 20 April 571 M. Ia lahir di kota Mekah di rumah kakeknya Abdul Muttalib, letak kota Mekah berada di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan.

Allah SWT telah merencanakan sesuatu untuk Nabi Muhammad saw. jauh sebelum kelahiran beliau, bahkan nabi-nabi sebelumnya telah pernah diangkat janjinya untuk percaya akan datangnya seorang rasul (Ali Imran 81).

Tanda-tanda lain menurut Quraish Shihab (1999) terlihat pula dari bulan lahir, hijrah, dan wafatnya pada bulan Rabiul Awal (musim bunga). Nama beliau Muhammad (yang terpuji), ayahnya Abdullah (hamba Allah), ibunya Aminah (yang memberi rasa aman), kakeknya Abdul Muthalib bergelar Syaibah (orang tua yang bijaksana), sedangkan yang membantu melahirkan bernama Asy-Syifa' (yang sempurna dan sehat) serta yang menyusukannya adalah Halimah As-Sa'diyah (yang lapang dada dan mujur), semuanya mengisyaratkan keistimewaan serta berkaitan erat dengan kepribadian Nabi Muhammad saw.

Halimah binti Abi-Dhua'ib sendiri adalah seorang wanita dari keluarga Sa'd yang menyusui Muhammad hingga usia dua tahun. Atas kehendak ibunya Aminah, Muhammad tinggal pada keluarga Sa'd di pedalaman Sahara dalam pengasuhan Halimah sampai usia lima tahun. Bagi Halimah sendiri keberadaan Muhammad di lingkungan keluarganya telah memberinya berkah pada kehidupannya. Ternak kambingnya gemuk-gemuk dan susunya pun bertambah. Allah SWT telah memberkahi semua yang ada padanya.

Muhammad lahir dalam keadaan yatim dari keluarga yang sederhana, peninggalan ayahnya Abdullah sesudah wafat hanyalah lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan yaitu Umm Aiman, yang kemudian menjadi pengasuh Nabi, semuanya menggambarkan bahwa keluarga Muhammad bukan keluarga yang kaya, tapi bukan pula keluarga yang miskin. Allah SWT kemudian memberinya hidup berkecukupan, khususnya menjelang dan saat hidup berumah tangga dengan istrinya, Khadijah a.s. sebagaimana firman-Nya, "Bukankah Dia (Tuhan) mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu, dan Dia mendapatimu bimbang, lalu Dia memberi petunjuk kepadamu, dan Dia mendapatimu dalam kedaan kekurangan, lalu memberimu kecukupan" (Q.S. Ad-Dhuha: 6-8).

Kebimbangan dan keraguan beliau digambarkan dalam Alquran manakala ia sendiri tidak pernah menduga akan mendapat tugas mulia dari Allah SWT harus menjalankan tugas sebagai nabi (penyampai berita) pada usia 40 tahun yang disebutkan dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15 sebagai usia kesempurnaan, ditandai dengan turunnya wahyu pertama Iqro' bismi Rabbik.

Selanjutnya dengan petunjuk dan bimbingan Allah SWT melalui wahyu-Nya atas perantaraan Malaikat Jibril, Nabi Muhammad saw. menjalankan tugasnya sesuai perintah Allah SWT yakni menyampaikan ajaran Islam, bukan saja untuk masyarakat dan waktu tertentu, tetapi untuk seluruh manusia di setiap waktu dan tempat, sebagaimana firman-Nya, "Katakanlah (hai Muhammad), wahai seluruh manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kamu semua." (Al-A'raf 158).

Kini umat manusia di dunia ini, termasuk kita semua, telah mewarisi dua pusaka yang sangat berharga peninggalan beliau, yakni Alquran dan Al-Hadis, keduanya merupakan cerminan dari akhlak beliau yang patut diteladani oleh seluruh pengikutnya sampai akhir zaman. Jika kita tinggalkan, celakalah kita semua, sedang jika kita amalkan, selamatlah kita semua. Wallahu a'lam bishawab

Offline devRx

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.766
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 25 Oktober 2006, 16:06:47 »
Pribadi dan AKhlak Rasullulah SAW

1) Rasul berdoa dengan penuh khusyuk dan air matanya sentiasa berlinangan
2) Wajahnya sentiasa ceria yang menyejukkan mata memandangnya
3) Sangat elok dan sempurna wajahnya
4) Rasul memilik perasaan yang halus
5) Suka makan beramai-ramai daripada sendiri
6) Benci akan kemegahan dan perhiasan yang cantik melambangkan kesombongan dan kemegahan
7) Beliau makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang
8) Tidak pernah mengumpat , mencaci atau menghina orang lain
9) Rasul memelihara rambutnya dengan baik
10) Rasul memakai serban di atas kepalanya
11) Suka memberi kembali hadiah
12) Rasul mengucapkan salam kepada tuan rumah ketika hendak keluar atau masuk
13) rasul sangat lemah-lembut dengan isterinya dan setiap keluarganya
14) Sentiasa memberikan salam kepada siapa yang ditemuinya
15) rasul bersalaman dengan sahabatnya dan memeluk mereka ketika berjumpa
16) Ketika berjabat tangan ia tidak melepaskan tangannya sehingga orang dijabatnya itu melepaskan tangannya
17) Apabila berjumpa dan berpisahh dgn kumpulan kanak-kanak , baginda mengangkat tangannya tanda hormat kepada mereka
18) Tidak menatap atau merenung wajah orang lain lama-lama
19) Tidak bangun dari sesuatu majelis makan sehingga tamu lain bangun
20) Tidak pernah menjulurkan kakinya di depan para sahabat
21) Rasul suka bercakap secara perlahan dan menyebut perkataan dengan jelas
22) Sentiasa menumpukan perhatian kepada orang yang berbicara dengannya
23) Tidak pernah ketawa terbahak-bahak tetapi hanya tersenyum lembut
24) Sangat fasih dan manis dalam tutur bicara
25) Tersangat sabar dan tabah bila menghadapi setiap cobaan dan kesusahan
26) mengasihi terhadap umatnya
27) Tidak pernah mengambil rezeki karunia Allah melebihi keperluan makan minumnya
28) Rezeki yang melebihi keperluan akan ditaburkan untuk jihad Fisabilillah
29) Sentiasa membantu orang lain walaupun ia sendiri dalam kesusahan
30) Tidak pernah menghina orang miskin dan tidak merasa terhina bergaul dengan mereka
31) Suka menziarahi orang sakit
32) Amat pemurah hingga digambarkan seperti angin lalu pemurahnya
33) Rasul tidak suka tidur di bilik gelap dan di bawah bumbung yang terbuka dan tidak beratap
34) Tangannya tidak pernah menyentuh kulit wanita lain
35) Bersikap tegas , pemaaf dan pengasih dalam perjuangan
36) Beliau mengambil wudhu' sebelum tidur dan berzikir hingga khusuk
37) Sangat menghormati orang-orang tua dan mengasihiorang-orang muda dan kanak-kanak
« Edit Terakhir: 25 Oktober 2006, 16:10:47 oleh devRx »

Offline devRx

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.766
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 25 Oktober 2006, 16:07:07 »
"Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) sebaik-baik makhluk dan mempunyai akhlak yang paling tinggi". (Surah Al-Qalam ayat 4)

Diantara akhlak Rasulullah SAW ialah rasul sentiasa bercakap benar dalam semua keadaan. rasul tidak pernah berdusta dalam percakapannya disamping melakukan seperti mana yang diperkatakannya. rasul juga bersifat amanah sejak dari kecil. Ini terbukti apabila rasul diberikan kepercayaan menjalankan perniagaan Khadijah.Rasulullah Saw juga bersifat adil walaupun terhadap keluarganya sendiri. Ini ditegaskan melalui sabdanya yang bermaksud:

" Demi Allah seandainya anakku Fatimah mencuri nescaya aku potong tangannya"

Rasulullah Saw juga mempunyai sifat keyakinan diri yang kental. Ini dibuktikan melalui kejayaannya menyebarkan dakwah Islam walaupun mendapat rintangan yang begitu kuat daripada orang-orang Arab pada waktu itu. Satu lagi diantara sifatnya yang amat menarik ialah,rasul merupakan seorang yang rajin berusaha dan tekun. Semasa zaman kanak-kanak, beliau telah mengembala kambing, berniaga ketika usia remaja dan seterusnya menyebarkan agama Islam ketika dewasa. Semasa melaksanakan tugasnya menyampaikan wahyu Allah kepada bangsa Arab, Rasulullah Saw tidak pernah menggunakan cara yang kasar dan menyakitkan hati sebaliknya baginda sentiasa berlemah lembut dan bersopan santun disamping tidak membeza-bezakan kedudukan para sahabatnya sama ada yang kaya ataupun miskin.

Diantara kisah kesabaran Rasulullah Saw didalam hidupnya ialah kisah bagaimana seorang perempuan tua yang suka mengganggu beliau dengan membaling sampah apabila Rasulullah Saw lalu di sebelah rumahnya. Tidak cukup dari itu, perempuan tua itu akan membaling sampah dan serpihan kaca di tempat yang akan dilalui oleh Rasulullah Saw. Bahkan pernah juga dia melempar najis semasa Rasulullah Saw lalu di sebelah rumahnya. Dalam hal ini, sedikit pun tidak diperdulikan oleh baginda Rasulullah Saw. Namun begitu, pada suatu hari semasa Rasulullah Saw lalu di sebelah rumah perempuan tua itu, beliau tidak melakukan perkara biasa sehingga menimbulkan rasa pelik kepada Rasulullah Saw. Lalu beliau bertanya kepada kerabat perempuan itu dan diberitahu yang bahwa ia jatuh sakit. Rasulullah Saw pun naik ke rumah perempuan tua itu untuk menziarahinya serta meolong memasakkan air untuknya. Budi pekerti Rasulullah Saw yang tinggi itu telah menyadarkan perempuan itu yang akhirnya memeluk Islam.
« Edit Terakhir: 25 Oktober 2006, 16:14:05 oleh devRx »

Offline devRx

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.766
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 25 Oktober 2006, 16:07:28 »
Satu lagi kisah ialah tentang kesabaran Rasulullah Saw iaitu, Rasulullah Saw sering pergi ke pasar untuk menyuapkan makanan kepada seorang buta. Semasa disuapkan,, orang buta itu sering mengumpat Rasulullah Saw dan beliau tidak tahu yang beliau sedang berhadapan dengan Rasulullah Saw. Setelah rasul wafat, Saidina Abu Bakar telah bertanya kepada anaknya Siti Aisyah (isteri Rasulullah Saw) apakah amalan/pekerjaan harian Rasulullah Saw yang belum ditunaikan lagi. Lalu Siti Aisyah menjawab yang rasul Rasulullah Saw sering mengunjungi orang buta tersebut untuk menyuapkan makanan. Oleh yang demikian, Saidina Abu Bakar telah pergi mengunjungi orang tua itu dan cuba menyuapkan makanan. Tetapi semasa suapan yang pertama, orang buta itu terus marah dan bertanya "kenapa kamu suapkan makanan kepada aku"? Saidina Abu Bakar menjawab,"Aku adalah orang yang biasa", jawab orang buta tersebut,"kamu bukannya orang yang biasa karena beliau seorang yang lain dan beliau menyuapkan aku dengan lembut". Lalu Saidina Abu Bakar menangis seraya menjelaskan kepada orang buta tersebut, orang yang biasa datang menyuapkan makan tersebut telah pun wafat dan beliau ialah Rasulullah Saw. Mendengarkan jawapan dari Saidina Abu Bakar, orang buta itu terkejut lalu memeluk agama Islam kerana terpesona dengan keluhuran budi pekerti Rasulullah Saw.
« Edit Terakhir: 25 Oktober 2006, 16:59:56 oleh devRx »

Offline devRx

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.766
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 25 Oktober 2006, 16:07:46 »
diantara kisah2 Rasullulah SAW
Nabi Muhammad SAW jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, "Mengapa engkau tidur di sini?" Nabi Muhammmad menjawab, "Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu." Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam mengingatkan, "berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya." Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.

Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis rasul SAW. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi malah mencium sorban Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam tersebut.

Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita. Bukankah kalau mendapat kartu lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi SAW, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.

Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul SAW selalu memujinya. Abu Bakar- lah yang menemani Rasul SAW ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul SAW sakit. Tentang Umar, Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam pernah berkata, "Syetan saja takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka Syetan lewat jalan yang lain." Dalam riwayat lain disebutkan, "Rasul SAW bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, rasul SAW memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta'wil) mimpimu itu? Rasul menjawab "ilmu pengetahuan."

Tentang Utsman, Rasul sangat menghargai Utsman karena itu Utsman menikahi dua putri rasul, hingga Utsman dijuluki Dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. "Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya." "Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik."

Para sahabat pun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada rasul. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap Rasul . Mereka ingin Rasul menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum rasul memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: "Angkat Al-Qa'qa bin Ma'bad sebagai pemimpin." Kata Umar, "Tidak, angkatlah Al-Aqra' bin Habis." Abu Bakar berkata ke Umar, "Kamu hanya ingin membantah aku saja," Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud membantahmu." Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal- amal kamu dan kamu tidak menyadarinya" (QS. Al-Hujurat 1-2)

Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, "Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia." Umar juga berbicara kepada Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam dengan suara yang lembut. Bahkan konon kabarnya setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat rasul takut akan terhapus amal mereka karena melanggar etiket berhadapan dengan rasul SAW.

Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, rasul didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi'ah. Ia berkata pada rasul, "Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan obat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami"

Nabi Muhammad SAW mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti, Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam bertanya, "Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?" "Sudah." kata Utbah. Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam pun bersujud. Sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya.

Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu. Kita tidak heran bagaimana Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam dengan sabar mendengarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik. Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain. Inilah akhlak Nabi dalam majelis ilmu. Yang menakjubkan sebenarnya adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau mendengarkan Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam dan menyuruh kaumnya membiarkan rasul berbicara.

Ketika rasul tiba di Madinah dalam episode hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji rasul bahwa rasul akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya rasul. Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang rasul. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan haru ia segera menemui rasul dan melaporkan kedatangannya. Apa jawab rasul? "Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu." Sahabat ini menangis keras. Bagi rasul janji adalah suatu yang sangat agung. Meskipun rasul merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi rasul SAW janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir. Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawaban bagaimana perilaku Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam telah menyerap di sanubari kita atau tidak.
« Edit Terakhir: 25 Oktober 2006, 17:02:24 oleh devRx »