Sejarah Diutusnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Ustadz Muhammad As-Sewed
Di tengah-tengah kejahiliyahan bangsa Arab, diutuslah seorang dari kalangan mereka sendiri (bangsa Arab) untuk mengembalikan mereka kepada tauhid yang dibawa oleh Ibrahim, Ismail, dan seluruh para Nabi alaihim salam. Dan memang inilah sesungguhnya tugas seluruh para Rasul.
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ﴿النحل: ٣٦
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) 'Sembahlah Allah saja dan jauhilah thaghut.'" (An-Nahl: 36)
Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah anak dari Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luhay bin Ghalib bin Fihir (Quraisy) bin Malik bin Kinanah bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan, keturunan Ismail bin Ibrahim alaihimus salam yang dikenal dengan "Abul Arab" karena yang dinamakan Arab adalah anak keturunan Ismail.
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia terbaik dan dipilih dari turunan yang terbaik. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ اصْطَفَى بَنِي إِسْمَاعِيْلَ، وَاصْطَفَى مِنْ بَنِي إِسْمَاعِيْلَ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ كِنَانَةَ قُرَيْشًا، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِى مِنْ بَنِي هَاشِمٍ ﴿رواه أحمد ومسلم
"Sesungguhnya Allah telah memilih turunan Ismail, memilih Kinanah dari turunan Ismail, memilih Quraisy dari Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim." (HR. Ahmad dan Muslim)
Selain bernama Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau juga menamakan dirinya dengan beberapa nama, sebagaimana diriwayatkan oleh Jubair bin Muth'im, dia berkata:
سَمَّى لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم نَفْسَهُ أَسْمَاءً، فَقَالَ: أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَنَا أَحْمَدُ، وَأَنَا الْمَاحِى الَّذِي يَمْحُو اللهُ بِهِ الْكُفْرَ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمِى، وَأَنَا الْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ ﴿أخرجه البخاري ٨/٤٩٢، ومسلم (٢٣٥٤ والترمذي (٢٨٤٢ وأحمد ٤/٨٠-٨١
"Rasulullah menamakan dirinya kepada kami dengan beberapa nama. Beliau bersabda: 'Aku Muhammad dan aku Ahmad, aku adalah Al-Mahi (penghapus) yang denganku Allah menghapus kekufuran, dan aku merupakan Al-Hasyir (pengumpul) dimana manusia dikumpulkan di kakiku, dan aku adalah Al-'Aqib (yang datang belakangan) yang tidak ada Nabi sesudahku." (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad)
Beliau merupakan doanya Ibrahim alaihis salam ketika berdoa:
وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولاً مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِكَ ﴿البقرة: ١٢٩
"Utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat engkau." (Al-Baqarah: 129)
Dan merupakan khabar gembira dari Isa alaihis salam ketika berkata:
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ﴿الصف: ٦
"Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab yang diturunkan sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)..." (Ash Shaff: 6)
Beliau merupakan sosok Nabi yang ditunggu-tunggu oleh kaum Yahudi Madinah yang mereka selalu mengancam orang-orang Arab (musyrik) dengan kedatangannya.
وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ﴿البقرة: ٨٩﴾
"Dan mereka dulu mengancam dengannya orang-orang kafir (musyrik) tapi ketika datang kepada mereka apa yang mereka ketahui mereka mengingkarinya." (Al-Baqarah: 89)
Maka, jelaslah bahwa datangnya seorang Nabi bernama Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sudah tertulis dalam Injil dan Taurat sebagaimana firman Allah:
(الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ ﴿الأعراف: ١٥٧
"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar...." (Al-A'raf: 157)
Bersambung ... Insya Allah