@Tigger
Wah, haru baca ceritanya...

Kok bisa sampe segitunya... Subhanallah, yang namanya jodoh memang sudah diatur sama Yang Di Atas. Barangkali, semula tak ada yang menyangka antara Makassar dengan Palembang bisa bertemu. Tapi itulah takdir. Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu.
sapa tuch 
Ada deh… Mau tau aja, drus...

Yang pasti, yang paling baik akhlaknya dan komitmen agamanya, insyaallah.
...
Pria dilahirkan untuk menaklukkan dunia, sedang wanita tercipta untuk menaklukkan hati laki-laki
...
Sebenarnya mudah bagi wanita untuk bisa menaklukkan hati pria jika ia mengetahui caranya. Bagi seorang wanita yang diberi rezeki fisik yang cukup, mungkin tidak terlalu sulit melakukannya. Namun bagaimana jika tidak? Bagaimana jika modal fisik yang dimiliki hanya pas-pasan? Tak ada yang perlu dikhawatirkan juga. Karena selain memiliki nafsu, pria juga memiliki hati nurani. Saat hati nuraninya terkalahkan oleh nafsu, ia akan melihat wanita dari segi fisiknya saja, tidak peduli bagaimana agamanya, akhlaknya dan sebagainya. Namun jika hati nuraninya masih bersih dan tajam sehingga tidak terkalahkan oleh nafsu, ia akan melihat segala sesuatu (termasuk wanita) dengan mata hatinya, bukan mata kepalanya.
Maka dari itu, sudah seharusnya para wanita lebih disibukkan dengan upaya mempercantik “dalamnya”, selain juga tetap harus menjaga kebersihan “luarnya”. Ingat, laki-laki mudah jatuh hati pada wanita yang berpenampilan sopan, bertutur kata santun, lembut dan berbudi pekerti luhur, meskipun fisiknya tak seberapa cantik. Sebaliknya, laki-laki akan menghindari wanita yang banyak bicara (cerewet), banyak tertawa dan bergurau (Jawa: celelekan), apalagi yang suka berbicara ketus dan menyakitkan (Jawa: nylekit). Meskipun fisiknya cuantik seperti putri salju misalnya, atau kuaya raya seperti Qarun, para pria tetap akan menjauhinya, kecuali mereka yang memang memiliki kepentingan khusus atau sekedar ingin memanfaatkannya.
Di situlah sebenarnya letak keadilan Allah. Wanita yang hanya disibukkan mengurusi fisiknya saja dengan mengenyampingkan urusan batinnya, ia juga akan dicari, dicintai dan dipertemukan dengan para pria yang hanya ingin memuaskan nafsunya saja. Begitu juga sebaliknya, seorang muslimah yang lebih sibuk mengurusi
inner beauty-nya, ia juga akan dicintai oleh para lelaki yang mencari kebahagiaan sejati di balik pencariannya.
So, masihkah para akhwat minder dengan fisiknya?
www.nyemangatin.com