suatu hari abad & abud terlibat dalam sebuah percakapan

"Kamu tau cerita temen di Bawabah kamaren?"
"Cerita yang mana ya?"
"Mosok kamu belom tau sih? Itu lho yang katanya diganggu sampe pingsan?"
"Oh itu. Yang katanya dihipŽnotis sama orang Mesir ya?"
"Aku dengernya sih diganggu aja, gak tau diapain. Tiba-tiba pingsan aja."
"Lha pingsannya karena apa? Kalo dihipnotis kan mungkin aja."
"Masak di Mesir ada juga yang ahli menghipnotis orang? Kalo di
Indonesia sih percaya."
"Jangan salah, dulu kan di sini pusatnya para ahli sihir!"
"Itu pan jamannya Nabi Musa."
"Sekarang juga masih banyak. Kejadian orang yang kecopetan di bis juga
seringnya karena dihipnotis."
"Hipnotis itu sebenarnya apaan sih? Ane belum begitu ngerti."
"Hipnotis itu menyerap pikiran orang untuk dikendalikan."
"Oh, jadi kita gak bisa berpikir ya?"
"Yup. Tapi itu cuma beberapa saat aja. Setelah itu kita akan sadar
kembali."
"Mirip ama tidur gak?"
"Hm.. Gitu deh. Pastinya kita gak inget apa-apa."
"Diapain sih?"
"Kalo yang udah ahli tinggal mainin mata aja. Sekali kedip, kamu udah
jadi linglung!"
"Keren amat, kok bisa?"
"Seringnya karena emang kita lagi kosong pikiran. Atau pikiran kita
gak menentu."
"Oh gitu. Jadi seandainya kita lagi mikirin sesuatu yang serius, kita
gak bakal kena hipnotis?"
"Bisa tuk ngalangin hipnotis! Apalagi kalo kita berdzikir. Setan ama
jin aja cabut!"
Abad dan Abud masih sibuk berdiskusi tentang hipnotis di Mahattoh
Gami. SemenŽtara itu, 2 cewek IndoŽnesia baru aja turun dari tramco
mau masuk daeŽrah Gami'.
"Bud, tuh ada cewek Indo. Samperin yuk. Kita anter sampai rumah dia.
Siapa tahu di jalan ada orang Mesir yang iseng. Aku ngeri aja. Bisa
kita bantuin kan?"
Abad menggeleng. Gak setuju.
"Gak mau ah! Lagian mereka berdua apa mau kita bantu? Salah-salah
malah kita yang dianggep mau godain mereka!"
"Emang pernah kejadian, Bad?"
"Pernah! Gue pernah mo nganterin cewek di Bawabah 2. Waktu itu udah
larut malem, hujan pun turun merintik. Ane kan khawatir terjadi
napa-napa sama dia. Eh saat ane nyodorin bantuan, malah diketusin!"
"Emang Loe nawarinnnya gimana?"
"Ane cuma bilang, "hei cewek, sendirian aja nih? Boleh Abang anterin
sampe rumah gak? Eh dianya ngomel-ngomel!"
"Terang aja Loe diomelin kalo ngomong begitu. Nawarin ya yang sopan."
"Ceweknya aja yang jual mahal, JaIm. Emang kita mau ngapain sih?
Mending dia jalan ama anak Indonesia aja kan ketimbang ama orang Mesir
yang dia gak kenal?"
"Bener juga ya? Separah-parahnya orang Indonesia gak mau makan taneman
sendiri. Tapi kalo orang Mesir? Gak tau deh!"
"Celakanya gini Bud, cewek2 kita tuh udah gak percayaan ama kita."
"Mosok sih? Gak percaya sama sekali?"
"Gak sama sekali sih, cuma makin lama kalo ane perhatiin, makin ogah
aja mereka. Padahal hari gini, dimana kejahatan makin merebak, kudu
ada jagoan yang muncul."
"Loe mau jadi jagoan?" Abud ketawa.
"Bukan begitu maksud Ane. Gini lho, paling tidak ada yang jagain
cewek-cewek kita yang lemah dan tak berdaya itu. Tuh liat cewek-cewek
Malaysia..."
Serombongan cewek Malaysia lewat di depan Abad dan Abud. Dari
pakaiannya udah kelihatan dari jauh. Mereka berjalan serempak mirip
tentara. Di depan rombongan yang kira-kira ada 5-6 orang itu, ada
komandan dan bodyguard yang ngawal. Yeah, ada 2 cowok Malaysia yang
berjalan gagah di depan MakCik-MakCik itu.
"Bud, liat penjagaan berlapis yang mereka lakukan."
"Penjagaan berlapis gimana?"
"Penjagaan pertama: 2 bodyguard yang berjalan di depannya. Tugasnya
itu untuk meŽŽŽmapas semak belukar yang ada di depan."
"Kalo semak belukarnya ada di belakang?"
"Kan ada MakCik yang bakal teriak, "Bang, ade semak belukar, nie di
belakang!" Nah ntar satu di antara dua cowok itu akan berlari ke
belakang dan siap menghalau semak belukar itu."
"Iya, ya. Terus mana penjagaan yang keŽdua?"
"Nah penjagaan ini yang lebih keren. KaloŽpun tak ada penjagaan
pertama, penŽjagaan kedua ini bisa sangat ampuh mengŽusir orang iseng.
Bahkan tanpa disentuh!"
"Gimana tuh?" Abud penasaran. SebenarŽnya dari dulu Abud udah mikirin
giŽmaŽna caranya untuk menjaga cewek IndoŽnesia dari musuh (emang
perang?). Dari banyak diskusi yang dia ikuti di PPMI dan sekitarnya,
dia selalu gak dapat solusi. Dari dulu yang ada cuma teori, gak pernah
samŽpe penerapan. Kan gak kongkret namaŽnya?
Abad melanjutkan ceritanya,
"Begini, ente bisa lihat dari tameng eh baju kurung yang mereka
kenakan. Liat seberapa efektifnya untuk menahan pandangan orang pada
mereka. Belum lagi kalo ditambah cadar. Ane bisa jamin, hati penjahat
terŽjahat seduniapun akan meleleh dibuatnya."
"Masak cuma gitu aja. Kalo cuma begitu, anak Indonesia pun banyak yang
ngeŽlakuin?"
"Nah, ini bedanya, walau udah lumayan aman dengan baju kurung yang
lebar dan macem-macemnya tadi, mereka tetep gak berani gegabah untuk
keluar sendirian apalagi sampai larut malam. Keluarnya pun tetep
bareng-bareng ama temannya yang lain. Gak mau ambil masalahlah."
"Bener juga. Keluar bareng temen emang lebih banyak maslahat ketimbang
sendirian bagi perempuan. Kalo laki-laki sih gak napa-napa."
"Ane aja walau laki-laki tetep seneng kalo bareng ama temen2. Bisa
ngobrol, becanŽda, ditraktir makan juga!"
"Ah, loe mah bisanya cuma manfaatin temen!"
"Mumpung masih punya temen, Bud. Kalo udah gak punya, kan gak bisa
lagi begitu." Abad ketawa ngakak. Abud melengos.
"Lagian walau kita laki-laki, kita juga butuh penjagaan loh." Kata Abad.
"Kok..."
"Kok petok!"
"Ayam Loe ye?"
"Hihi.. Tau kabar temen kita yang ditodong pisau di Ramses gak? Hilang
deh Hpnya."
"Iya? Kok bisa? Emang dia gak ngelawan?"
"Ngelawan gimane? Orang yang nodong 4, pake pisau lagi! Die cuma
sendiri doank!"
"Dia gak bisa kungfu?"
"Jangankan kungfu, kalo lari aja gak bisa."
"Trus kejadian anak NU yang digebukin di belakang Suq Sayarot loe tau?"
"Hehe. Kalo yang itu Ane tau. Dia kan temen gue. Kasian banget,
katanya mukaŽnya sempet bengap-bengap."
"Kok bisa semua ini terjadi sih?"
Abad dan Abud merenung dalam-dalam.
Mesir gak takut lagi ama kita!
Konon dulu ceritanya, semua makhluk Made In Indonesia di Kairo pada
pintar kelahi, jadi orang Mesir gak ada yang berani macem-macem. Tapi
tahun ke tahun terjadi perubahan drastis. Kita yang datang ke sini
bukanlah para pesilat tangguh yang siap menghadapi tantangan hidup nan
keras ini, dimana yang kuat itu yang menang. Kita kini adalah generasi
yang pasrah, mudah menyerah dan yang parah, pada kagak bisa kelahi!
Akhirnya terbongkar juga ketakutan menahun warga Mesir pada kita.
Dulu, setiap Masisir dianggap sebagai keturunan Bruce Lee, Jet Lee,
Jacky Chan atau paling tidak si Pitung, pahŽlawan Betawi. Kini, kita
cuma dianggap sebagai Chicken Little yang gak mampu mengŽhaŽdaŽpi
serangan Aliens yang menyerang bumi.
Makanya jangan heran kalo sekarang kita dilecehkan dan dikerjain
ramai-ramai oleh mereka. Inget dengan kejadian di Cafe Bawabah,
perkelahian antara warga Indonesia dengan Mesir yang dimenangŽkan
mereka. Dari kita banyak yang luka-luka. Peperangan yang memang tak
seimŽbang. Karena mereka berjuang bersama2 dan bersemangat ria,
semenŽtara kita saling cuek satu sama lainnya.
Jadi kebayang gini, orang Mesir seneng banget mengetahui titik
keŽleŽmahan kita. Hingga menyerangnya bertubi-tubi. Seperti firoh yang
kena flu burung, Masisir kini tak punya harga. Bisa begitu aja dibuang
dan disingkirkan.
Oh yeah, Trust Me!
Abad dan Abud sudah kembali dari renungan panjangnya. Kini mereka
berdua kembali ke alam nyata. "Abad, apa yang sekarang bisa kita
lakuŽkan untuk mengangkat kembali harga diri dan kehormatan kita yang
tercabik?"
"Punya lem nggak?"
"Buat apa?"
"Buat ngerekatin kembali harga diri dan kehormatan kita!"
"Gila loe ya?"
"Biarin! Yang namanya harga dirinya udah gak ada, mending jadi gila
sekalian. Ente percaya kalo sesorang itu punya misi di dunia?"
"Percaya, lalu.."
"Lalu apa yang ente lakukan kalo misi itu sudah pasti gagal untuk
dilaksanain?"
"Mending mati, bunuh diri, kayak Samurai Jepang."
"Yup. Kita semua punya kehormatan yang harus kita pertahankan dengan
segenap kemampuan yang ada. Tak ada kata lain selain pertahankan dan
lawan!"
"Lawan?! Melawan konstitusi? Jangan gegabah Bad, kita cuma pendatang!"
"Apa pendatang diciptakan untuk dilecehkan dan dirampas hak-haknya?"
"Tentu tidak, tapi mereka tuan tanah.."
"Dan kita cacing!"
"Busyet, Loe nekat!"
"Gaklah.. Ente percaya amat? Ini kan cuma percakapan drama, gak usah
terlalu didramaŽtisir.. Hehe.."
Adakan Pelatihan silat
"Kan kemaren udah ada pelombaan pencak silat di Dokki oleh Tapak Suci?"
"Ah, itu gak ngefek! Coba liat yang menyaksikan pertandingan itu sapa?
Ada orang Mesirnya gak? Yang penting tuh kita ngasih gambaran pada
mereka bahwa kita bisa kelahi. Dan mereka ga bisa berbuat anarkis sama
kita."
"Ntar jadinya sombong?"
"Sombong kan di hati. Kita gak tau, ini cuma penampakkan di luar aja kok."
"Biar mereka keder. Gitu aja!"
Diklat Debus di Suq Sayarot
"Ini mah gila Bad, Loe bisa ditangkep."
"Kan bukan ane yang ngisi diklat. Anak-anak KMB tuh!"
Penyewaan Bodyguard
"Masuk akal gak ya?"
"Gini deh iklannya, 'disewakan bodyguard, antar jemput Gami-Bawabat.
Sedia 24 jam!"
"Hmm... Kurang menarik Bud. Ditambah gini ya, menyediakan banyak wajah
pilihan! Ditanggung OK. Anda masih saja kecopetan dan diganggu di
jalan, uang dikembalikan!"
"Haha, gak jamin donk!"
"Manusia gak bisa jamin aman sepenuhnya. Kalo mau aman bener-bener, di
rumah aja."
"Cewek sekarang tuh gak demen kalo di rumah doank! Emansipasi, Bad!"
"Alah emansipasi, ntar kalo diganggu pingsan! Siapa yang pusing akhirnya?"
"Gak boleh gitu, itu kan gak sengaja.."
"Gak sengaja tuh kalo gak tiap malem. Lagian kok masih berani jalan
sendirian gitu."
"Ya udah deh. Jadi bantuin nolongin cewek di depan gak?"
"Mana ceweknya? Udah pergi dari tadi tuh!"
"Yah, gagal jadi jagoan deh!"
sumber (suara gamie) nasr city Cairo
note :
- bawwabah : nama gang markas tinggal anak indo Cairo
- Mahattoh Gamie" : nama gang juga kayak bawwabah
- Tramco : sebutan untuk bus angkutan mini
- Ramses : nama daerah dekat sungai nile
- Suq Sayarot :pasar tempat penjualan mobil bekas"(biasa tempat nongkrong ada cafenya tempat anak kairo nonton bola bareng2 dengan club kesayangan masing2)
- makcik :sebutan untuk cewek malaysia
- PPMI : persatuan pelajar & mahasiswa Indonesia
- firoh : ayam potong
- dokki :nama daerah tempat berdirinya Sekolah Indonesia Cairo
- KMB : keluarga mahasiswa banten