Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: TA’ARUF ... Apakah itu ?  (Dibaca 1589 kali)


Offline reborn of me

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 452
  • Nunggu Bidadari Turun ...
    • Lihat Profil
« pada: 03 April 2009, 10:29:59 »
Pembicaraan seperti ini selalu mengisi zaman dan waktu. Sebagaimana juga “pacaran”, topik bertajuk “ta’aruf” tidak lekang oleh zaman. Karena setiap manusia pasti membutuhkan “ta’aruf”. Bahkan seorang Hasan Al Banna selalu ‘menargetkan’ diri untuk memiliki kawan baru jika beliau bepergian. Karena tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, dan untuk itu dia pasti membutuhkan orang lain. Dan jangan lupa, bahwa saling mengenal (untuk kebaikan) adalah bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT karena bisa memperluas silaturahim dan lain sebagainya. Allah SWT pun berfirman :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Adz-dzariyat:25)
 
Jadi makna ta’aruf ini luas sekali. Orang yang ingin membeli dan menjual(misalkan rumah) pasti lah terlebih dahulu saling berkenalan. Siswa pindahan yang baru masuk sekolah untuk pertama kali, pasti lah mesti berkenalan terlebih dahulu,dan masih banyak model kenalan lainnya termasuk ketika ada dua orang lain jenis yang masing-masingnya memiliki keinginan untuk menikah, entah karena pertemuan mereka dimediasikan atau pun karena yang lain, tetap keduanya harus berkenalan terlebih dahulu, “ta’aruf” dulu istilah Al Quran-nya.
 
Bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa “pacaran” juga adalah “ta’aruf”. Nah..hal ini mestinya dijelaskan terlebih dahulu kedudukan masing-masing istilah itu. Yang pertama (pacaran) berasal dari akar bahasa barat (”date”), dimana aktifitasnya pun jelas-jelas sangat bertentangan dengan nilai-nilai islam  (mendekati zina) sedangkan yang kedua (ta’aruf) bermakna positif (menjadi sarana kita untuk memperbaiki diri, misalkan dengan banyaknya orang yang kita kenal, banyak pula hal yang bisa kita pelajari dari orang lain tersebut, dan insyaAllah dapat menurunkan rasa “lebih baik singkatnya bisa menjadi sarana kita tuk memperbaiki diri. tapi dengan catatan siapa, dimana dan dilingkungan mana kita bergaul  ), apalagi “ta’aruf” dalam rangka menuju pernikahan pastinya berlandaskan kepada dalil-dalil Qurani yang pasti. Sehingga tidak pada tempatnya mengatakan “pacaran” = “ta’aruf”.
 
Nah untuk kali ini saya hanya akan membicarakan ta’aruf untuk pernikahan saja  (boleh kannn.... ??? ) , misalkan.. apa yang mesti dipersiapkan sebelum memulai ta’aruf dan bagaimana mekanisme ta’aruf itu sendiri secara praktis, karena bukan rahasia lagi, kadang-kadang ikhwan dan akhwat juga rada-rada malu atau ga ‘pede’ kalau membaca buku-buku tentang persiapan pernikahan dan sejenisnya, padahal ketika mereka sudah bisa mengelola tanggungjawab secara dewasa, maka “tantangan” untuk segera berumah tangga bergerak mendekati “wajib”, karena pernikahan itu sendiri adalah perkara 1/2 agama.
 
nah tanpa perlu berpanjang2..langsung aja yuk kita ngobrolin apa yang mesti dipersiapkan sebelum memulai ta’aruf??
 
1. niat menikah
 
Nikahnya mo kapan? sama siapa(karakter)?..pertanyaan2 seperti ini ada baiknya dijawab dengan jujur..kemudian jika didapati ternyata, dari sekian “motivasi” kita menikah adalah karena dunia,segera dibenahi..niatkanlah karena Allah SWT..misalkan, salah satunya untuk menjaga diri dan kehormatan..melengkapi 1/2 agama..dll, jangan karena ’suka sama si dia’ saja yang dijadikan alasan utama dalam hati, tetapi alasan2 yang kembali kepada Allah SWT.
 
2. kriteria pasangan
 
seperti pertanyaan diatas..nikahnya sama siapa?? “gue nikahnya harus sama itu si…. ga mau kalo ga sama dia”..ya..ga gitu kali yah..pernikahan kan ga bisa dipaksa..harus dilihat juga prinsip si wanita..kali aja beda, dan kita mesti siap untuk segala kemungkinan. jangan prinsip kita aja yang diutamakan. “Emang beda prinsipnya kaya apaan sih??”..Bedanya kalo kamu(yang laki-laki) prinsipnya ‘pokoknya harus nikah sama cewek itu’, nah kalau cewek itu prinsipnya ‘asal ga nikah sama kamu’..hehehe. Kan beda tuh..nah yang seperti itu jangan dipaksakan. Agar ketika suatu saat kita sudah siap dicarikan..dan memulai ta’aruf..kemungkinan kita merasa kecewa tidak terlalu besar..dan sebagaimana niat diatas..jika kriterianya sudah mulai yang aneh-aneh, misalkan kriteria wajah mesti kaya Tamara Blezinsky, body kaya Naomi C dll, mendingan diperbaiki dulu deh. Lha wong kita juga ga seganteng Tukul ‘koper boy’, dan segagah Ade Ray
 
3. perbaiki diri
 
bisa dengan mulai banyak membaca buku tentang tazkyatun nafs dan pernikahan, perbanyak doa, perbaiki dan jaga kualitas ibadah kepada Allah SWT. Karena Allah SWT “pemegang kunci” keberhasilan hidup kita. Sering2 introspeksi diri tentang step2 atau langkah2 yang akan dipilih nanti, dimana biasanya ujian akan semakin berat ketika memasuki step ta’aruf dan setelahnya, harus banyak belajar seni jaga hati gitu.
 
4. kesiapan materi
 
yang terakhir..hitung dan persiapkan budget untuk surat2 Kelurahan, KUA, mahar, resepsi serta uang belanja segera setelah menikah (apakah langsung mengontrak rumah bagi yang belum punya rumah.. serta untuk belanja dalam bulan pertama). tapi ya itu bagi yang belum memiliki penghasilan tetap jangan mundur dan pesimis... tidak semua akhwat menilai dari materi kok. yang penting disini niat kalian, trus komunikasi antara kalian dan komitmen kalian serta persamaan visi dan misi kalian. yakin deh jika semua telah sama dan bisa berjalan seiring... masalah materi insya Allah bisa diatasi. Yakin.. Yakin.. Yakin.... berusaha, berusaha, berusaha... sabar,sabar,sabar..... tawakal kepada Allah. rezeki itu udah disebar diseluruh permukaan bumi ini. tinggal gimana usaha kita tuk menjemputnya... jadiii.... go.. go.... jangan menyerah dan jangan mundur dulu hanya karena belum punya kerjaan tetap. karena yang penting adalah bukan harus/wajib punya pekerjaan tetap tapi Harus / wajib Tetap bekerja. jadi apa aja ... lakonin kang... selama halal... setuju gaaa...... ???  eittss... satu lagi kang... kan Allah telah berjanji :" menikahlah kalian maka kalian akan menjadi kaya." (hmm.... kaya kan tidak harus diukur dari sisi materikan kang... bisa aja kaya anak, atau malah kaya hutang ..... ups.. intermedzo kang.. biar ga kaku..) tapi insya Allah jika tekun, berusaha dan tidak hanya berdiam diri maka insya Allah akan menjadi kaya... setidaknya kaya hati yang diliputi dengan sifat sabar, qonaah dan tawakal..... dan yang pasti dikaruniakan istri yang sholehah dan suami yang sholeh. amin......
 
but.... jangan sampe bilang gini yak..... " maharnya boleh aja Rp. 10.000 tapi yang pas antarannya harus lengkap ya... lengkap dengan sertifikat tanah + rumah + isinya .. just kidding .......
 
Nah Kemudian pada saat ta’aruf nanti, apa saja yang perlu kita ketahui? Berikut beberapa point yang mungkin bisa membantu.
 
1. mekanisme ta’aruf
 
setelah merasa2 dan menimbang2 data yang diterima, maka proses berlanjut ke ta’aruf (perkenalan) fisik..sampaikan kepada mediator (muhrim/teman atau ustadz/ah) agar proses ta’aruf dengan calon dapat dilaksanakan. Bicarakan mengenai tempat dan waktu pertemuan serta siapa saja yang akan hadir disitu. Jika pihak keluarga masing2 calon agak sensitif dengan klasifikasi tertentu (seperti suku, pekerjaan, dll), usahakan proses ini tidak dulu melibatkan orang tua, sambil terus mensosialisasikan calon kita ini secara umum kepada keluarga besar. Disamping itu, hal ini juga bermanfaat jika ternyata proses ta’aruf ini tidak berlanjut, ortu / keluarga tidak kemudian ‘apatis’ dengan proses ini.
 
2. isi ta’aruf
 
ta’aruf dihadiri oleh lelaki dan wanita yang ingin ta’aruf serta didampingi oleh para mediator (muhrim/teman/ustadz/ah). Siapkan pertanyaan2 penting baik yang berkaitan dengan isi biodata calon (visi misi misalnya) ataupun yang terkait dengan hal2 setelah pernikahan. Misalkan pertanyaan seperti, “apakah suami tetap diijinkan ‘menafkahi’ orang tua?”..atau “apakah setelah ini langsung mengontrak/ tinggal dengan mertua?”..”apakah nantinya istri boleh tetap bekerja kantoran(jika ia karyawan?”dll. Pertanyan-pertanyaan ini menjadi ‘catatan’ komitmen masing-masing calon setelah pernikahan dilaksanakan. ( hmm.... ini hanya contoh lo pertanyaannya... )
 
jika proses ini berlanjut, artinya setelah ta’aruf, laki2 dan wanita tsb ingin melanjutkan proses ke ‘tingkat’ yang lebih ‘tinggi’, lanjutkan dengan proses ta’aruf dengan keluarga. Sebelum sang calon datang pada hari “H” silaturahim keluarga, ceritakan kepada keluarga tentang perihal calon ini sedetail-detailnya, kenapa kita menyukai dia, betapa bahagianya kita mengenal pribadinya, dan tunjukkan keyakinan untuk segera melamarnya. Umumnya pihak yang pertama kali silaturahim adalah pihak laki2 ke keluarga perempuan boleh juga sebaliknya. Karena ini adalah silaturahim, ada baiknya membawa penganan kecil, sebagai sarana untuk mencairkan suasana. Tetapi ini bukanlah sebuah kewajiban, kalau memang ga bawa..ya kelewatan kali yah.....
 
Setelah itu, boleh jadi proses diatas tidak berlanjut, maka tidak perlu berkecil hati, lakukan introspeksi dan tetap istiqomah dijalan ta’aruf ini, karena yakinlah jodoh kita insyaAllah jauh lebih baik dita’aruf yang akan datang. Jika berlanjut, tinggal menentukan hari lamaran dan pernikahan, alhamdulillah .... (makan makan dunk...... )
 
okay..mungkin itu aja yang bisa saya sampaikan, bagi yang ingin menambahkan dipersilahkan..
 
oya..bagi yang lagi ta’aruf..semoga diridhoi Allah dan berhasil..aamiin
 
and say no to PACARAN.

http://ainulmardhiyah.cybermq.com/post/detail/1430/ta%E2%80%99aruf--apakah-itu-

------------------------------------

it's so easy to say ... but really hard to do :toe: :malu:
Awas racun Aqidah merusak keyakinan kita :
Pemikiran Syiah, Liberalisme, Ingkar Sunnah di myQuran ini adalah musuh yang nyata
Bagi kemurnian Aqidah kita

Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.186
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 19 Januari 2012, 08:58:34 »
Satu lagi tulisan tentang taaruf. Bisa jadi referensi. :)

Online ipeh

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2009
  • Tulisan: 1.741
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 19 Januari 2012, 16:41:59 »
jika proses ini berlanjut, artinya setelah ta’aruf, laki2 dan wanita tsb ingin melanjutkan proses ke ‘tingkat’ yang lebih ‘tinggi’, lanjutkan dengan proses ta’aruf dengan keluarga. Sebelum sang calon datang pada hari “H” silaturahim keluarga, ceritakan kepada keluarga tentang perihal calon ini sedetail-detailnya, kenapa kita menyukai dia, betapa bahagianya kita mengenal pribadinya, dan tunjukkan keyakinan untuk segera melamarnya. Umumnya pihak yang pertama kali silaturahim adalah pihak laki2 ke keluarga perempuan boleh juga sebaliknya. Karena ini adalah silaturahim, ada baiknya membawa penganan kecil, sebagai sarana untuk mencairkan suasana. Tetapi ini bukanlah sebuah kewajiban, kalau memang ga bawa..ya kelewatan kali yah.....
 
Setelah itu, boleh jadi proses diatas tidak berlanjut, maka tidak perlu berkecil hati, lakukan introspeksi dan tetap istiqomah dijalan ta’aruf ini, karena yakinlah jodoh kita insyaAllah jauh lebih baik dita’aruf yang akan datang. Jika berlanjut, tinggal menentukan hari lamaran dan pernikahan, alhamdulillah .... (makan makan dunk...... )
 

Tapi terkadang, ada juga yang setelah proses ta'aruf pertama, langsung lamaran karena udah tsiqoh (katanya sih, belum berpengalaman soalnya... :jaim:). Temen saya ajah, dari proses ditawari sampe dengan proses pernikahan hanya ketemu sekali, dua kali sama pas hari pernikahannya. Karena pasca ta'aruf pertama, sudah menentukan waktu kapan pernikahan akan dilaksanakan, via perantara tentunya.

Tapi, be te we, tulisan diatas sangat membantu bagi yang sedang ta'aruf...  O0
Tengadahkan wajahmu pada langit, tempat harapan bertabur laksana bintang. Tundukkan kepalamu pada bumi, dimana manusia akan hidup dan mati.

Offline dewi_maharani

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 417
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 19 Januari 2012, 19:04:28 »
ta'aruf kalopun mau dikembalikan kedalam bentuk bahasanya bisa diwakili dengan kalimat :...*sambil siul seorang pemuda memanggil seorang wanita yg lewat di depan dia..dengan perkataan "...hai cewek, kenalan dong".. ::).

gaya bahasa penggunaan kata ta'aruf, mengalami penyempitan makna seiring dengan masuknya gerakan transnasional ke indonesia pada tahun 80-an..

kalo mau jujur dan dikembalikan ke asal kata ta'aruf, itu hanya bermakna....kenal / mengenal..

"hai cewek...kenalan dong."....nah ini sudah masuk ke dalam proses kenalan..

bisa juga dengan kalimat..."perkenalkan, nama saya Kanta"..


 ::) ::) ::) ::) kalo dianggap ngawur, jangan dibaca ya...

Offline abdul hamid P

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 491
  • Lokasi: Cikarang - Cibarusah
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 27 Januari 2012, 20:12:35 »
afwan akhi,

boleh bertanyakah akhi ?

kalo boleh; ada tidak batasan waktu ta'aruf, misalkan tidak boleh dari 3 bulan dsb begitu ?

maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan

Offline Soleha_amin

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 12
  • Lokasi: Surabaya
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 27 Januari 2012, 21:05:19 »
Wah sangat bermanfaat :-D
tuntun aku wahai sahabat

Offline yanti solehah

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 736
  • Lokasi: Medan bung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • keadilan, kejujuran, amanah sulit ditegakkan
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 27 Januari 2012, 23:28:31 »
kalo ta'aruf nya lebih dari 3 bulan itu gimana ya..........
apakah harus disudahi atau dilanjutkan sampe adanya keputusan dari kedua belah pihak?

Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.186
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 28 Januari 2012, 00:13:40 »
Bisa sampai 3 bulan alasannya apa? ???

Kalau taaruf jarak jauh mungkin masih bisa dimaklumi. Kalau jarak dekat sih 2 bulan juga sudah terhitung lama.

Offline abdul hamid P

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 491
  • Lokasi: Cikarang - Cibarusah
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 28 Januari 2012, 17:36:37 »
Kalau misalnya  ta'aruf nya sudah hampir 3 bulan,

tapi masih ada kendala2 yg mengganjal

misalnya :
-masih ada keraguan (belum yakin bangat)
-uang buat biaya nikahya kpake buat keprluan yang lain buat biaya berobat saudara misalnya
-masih ada hal2 yg perlu diketahui tapi belum diketahui
-keluarga (terutama orang tua)
-dll

afwan jidan
maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan

Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.186
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 29 Januari 2012, 11:53:39 »
-masih ada keraguan (belum yakin bangat)

Kalau sudah istikhoroh & masih belum menemukan keyakinan lebih baik taaruf tidak dilanjutkan.

Kutip
-uang buat biaya nikahya kpake buat keprluan yang lain buat biaya berobat saudara misalnya

Nikah secara sederhana saja sesuai kemampuan, atau bisa juga dengan menyelenggarakan akad nikah dulu & resepsinya menyusul sampai mampu menyelenggarakannya.

Kutip
-masih ada hal2 yg perlu diketahui tapi belum diketahui

Tanyakan hal tersebut, jangan ditunda-tunda.

Kutip
-keluarga (terutama orang tua)

Maksudnya bagaimana ya? Orang tua belum memberi restu untuk menikah atau bagaimana? Kalau orang tua belum memberi restu untuk menikah ya jangan taaruf dulu lah. ;)

Offline abdul hamid P

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 491
  • Lokasi: Cikarang - Cibarusah
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 29 Januari 2012, 14:59:51 »
Umpama :
saya dan Bunda pergi kepasar untuk membeli baju, sampainya ke tempat penjual baju aku

melihat baju yang bagus (menurutku)

Dialog :
Aku  : mak, ini baju warnanya bagus

Bunda  : jangan cok, baju itu kurang cocok buat kamu

Akhirnya :
Karena ada perbedaan pendapat maka proses beli baju yang seharusnya hanya membutuhkan waktu 15 menit menjadi berjam2 atau bahkan sampai pasar sepi dan pemilik toko terpaksa mengusir kami karena dia mau tutup.

Begitu juga (mungkin) dalam proses ta'aruf. Dari pihak yang mau nikah sudah merasa sangat cocok dan pengen buru2 nikahkan (dilamar) sementara dari pihak Ibu memiliki pandangan yang lain sehingga membuat proses ta'aruf menjadi lama.

NB: Pertanyaan ini hanya semacam simulasi, bukan ditujukan untuk saya priadi, kepada pak Moderator yang dimuliakan ALLAH mohon pengertiannya yo :)

jazakillah khoiron katsir



maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan

Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.186
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 29 Januari 2012, 16:35:27 »
Makanya, SEBELUM pergi ke toko baju sepakati dulu sama ibunda mau beli baju yang seperti apa. Jangan tergesa-gesa pergi ke toko dulu, lha mau beli baju seperti apa aja belum ada kesepakatan. ;)

Si anak suka baju warna MERAH & BIRU, si ibu suka baju warna BIRU & HIJAU. Jangan paksakan diri untuk beli baju warna MERAH, karena tidak disukai ibu. Pilihlah baju wana BIRU karena sama-sama disukai, baik oleh si anak maupun ibunda.

Si anak suka makan CUMI & AYAM, si ibu suka makan AYAM & TEMPE. Jangan paksakan diri untuk masakin ibu CUMI, karena tidak disukai ibu. Masaklah AYAM karena sama-sama disukai, baik oleh si anak maupun ibunda.

Milih baju ataupun masakin makanan untuk ibunda, itu dilakukan SETELAH ada kesepakatan 'selera' antara kedua belah pihak. Jangan tergesa-gesa untuk beli baju maupun masak suatu makanan sebelum ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Kalau tetap 'nekat' untuk beli baju atau masak makanan sebelum ada kesepakatan dengan ibunda ya resikonya bakalan ada penolakan dari ibunda. ;)

Offline abdul hamid P

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 491
  • Lokasi: Cikarang - Cibarusah
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 29 Januari 2012, 18:11:09 »
Afwan..

Apakah itu berarti Orang Tua harus tahu (dengan melihat dan menilai) tentang akhwat sejak atau bahkan sebelum proses ta'aruf dmulai ?
maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan

Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.186
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 29 Januari 2012, 18:57:42 »
Nggak perlu, kan yang dicari kesepakatan itu berkaitan dengan KRITERIA, bukan nunjuk ke pribadi seseorang. Misalnya si anak & si ibu sudah menyepakati kriteria akhwatnya sholihah, pendidikan S1, usia harus lebih muda, domisili di Jabodetabek, dll, berarti yang perlu dicari si anak yang kriterianya sesuai kesepakatan seperti itu. Kalau nemu 'incaran' yang melenceng dari kriteria itu tinggal bicarakan aja ke ibu, mau atau nggak dengan kriteria yang melenceng ini. Kalau tidak mau ya jangan taaruf dengan 'incaran' itu, cari 'incaran' lain aja yang kriterianya disepakati. ;)

Offline abdul hamid P

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 491
  • Lokasi: Cikarang - Cibarusah
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 29 Januari 2012, 21:25:27 »
Oh begitu toh carane pak Mod :) (sangat mencerahkan - syukron katsir)

satu pertanyaan lagi (kalau ini dari&untk saya pribadi) :

Saat saya merasa memiliki banyak kekurangan; cacat fisik, pendidikan rendah, ekonomi lemah dan emosinal yang labil dan sebagainya. Disisi lain (dari sisi usia) saya sudah layak untuk menikah dan memiliki keinginan utk menikah. Yg manakah yg benar :

1. berpura2 confident dengan merasa bahwa sejelek/seburuk apapun saya, serendah apapun pendidikan saya, semiskin apapun saya dan sedangkal apapun ilmu agama saya,  saya tetap berhak mencintai & dicintai dan menikah (jika memang ALLAH memberikan jodoh).

2. Berusaha dengan sungguh2 memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki, misal : ilmu agama dan ekonomi serta SDM

3. Melupakan niat untuk menikah

Dear Pak Moderator yang di muliakan ALLAH
Mohon dijawab dengan sejujur dan serasional mungkin ya pak

jazakILLAH khoiron katsir
maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan

Offline menyelamduniapaud

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 25
  • Lokasi: Bekasi
  • Jenis kelamin: Wanita
  • MyQ berdoa tanpa usaha itu bohong dan berusaha tanpa berdoa itu sombong...Allah akan mencukupi kebutuhan umatnya yg mau berusaha dan berdoa *_^
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 29 Januari 2012, 21:36:25 »
berarti tetapkan 6 langkah ya ? 1.cari 2.dapat 3.istikhoroh 4.mantap 5.nglamar/dilamar 6.menikah...Syukran katsiran atas ilmu ttg taarufnya
naila love family

Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.186
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 30 Januari 2012, 00:33:49 »
Mohon dijawab dengan sejujur dan serasional mungkin ya pak

Pesan saya : Jadilah diri sendiri!

Tiap manusia pastinya ada sisi kelebihan dan sisi kekurangannya. Optimalkan kelebihan yang ada, tidak perlu minder atas kekurangan yang dimiliki. Menikah itu bukanlah menyatukan dua insan yang sempurna & tidak memiliki kekurangan, tetapi merupakan penyatuan dua insan yang mau saling memahami kekurangan yang dimiliki.

Dalam pencarian jodoh janganlah terbebani oleh perasaan minder tersebut, dibawa nyantai aja. Seperti ini saja lah : Ukhti mau nerima kekurangan saya? Hayuk dilanjut taarufnya... Keberatan dengan kekurangan saya? Maaf, ijinkan saya menawarkan diri ke ukhti lain yang mau menerima saya beserta kekurangan-kekurangan saya ini. ;)

Offline Ridwan Afandy

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 158
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer Official account and no other account.
    • Lihat Profil
    • Timeline Blog
« Jawab #17 pada: 30 Januari 2012, 02:11:23 »
Dalam pencarian jodoh janganlah terbebani oleh perasaan minder tersebut, dibawa nyantai aja. Seperti ini saja lah : Ukhti mau nerima kekurangan saya? Hayuk dilanjut taarufnya... Keberatan dengan kekurangan saya? Maaf, ijinkan saya menawarkan diri ke ukhti lain yang mau menerima saya beserta kekurangan-kekurangan saya ini. ;)
Wah sampai sekarang blm dpt2 bro... Badan gembul, tak awet wangi nya dan gaji 500rb sebulan... PARAH
Buah kelapa diminum airnya. Enak rasanya pelepas dahaga. Jangan ada dusta diantara kita. Maaf diucap jika terdapat salah kata.
CMIIW :bercanda:

Offline Ima Suime

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 293
  • Jenis kelamin: Wanita
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 30 Januari 2012, 09:19:56 »
jawaban pak momod keren euuyy ::)

prinsip taaruf adalah jujur n terbuka jangan ada yang ditutupi

Every Day may not be good , but there is something good in every day #Gratitude

Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.186
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 30 Januari 2012, 11:53:24 »
Wah sampai sekarang blm dpt2 bro... Badan gembul, tak awet wangi nya dan gaji 500rb sebulan... PARAH

Diet, pakai minyak wangi, ikhtiar nyari rezeki dari macam-macam sumber. ;)

jawaban pak momod keren euuyy ::)

Momodnya juga KEREN kok. ;)




*KEkasihnya REtNoarum. :hihi:

Offline filzah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 1.351
  • Lokasi: lampung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • semangat
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 30 Januari 2012, 13:23:23 »
* filzah nyimak
hanya insan biasa

Offline abdul hamid P

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 491
  • Lokasi: Cikarang - Cibarusah
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 30 Januari 2012, 14:43:40 »
Pesan saya : Jadilah diri sendiri!

I will.. InsyaALLAH :)
maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan

Offline bee_imutz

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.219
  • Lokasi: ^^solo berseri - wonogiri sukses ^^
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 01 Februari 2012, 22:09:56 »
wow wow wow mantabs...
jawabannya langsung tunjep point :D

keren2
teruntuk engkau yang ada di masa lalu, sekarang dan masa depan......*kenapa engkau? karena engkau bernilai..^^tertabung rinduku untuk engkau ^^

Offline gigi puspita

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2011
  • Tulisan: 3.361
  • Lokasi: sidoarjo deket surabaya ato surabaya deket sidoarjo ???
  • menangislah-tersenyumlah
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 02 Februari 2012, 08:06:23 »
* gigi puspita nyimak di samping mbk filzah diemmm



pak momodnya klo cantik mbk retno mana mau :p  :hihi:
dalam ruang cinta

Offline Deni Joe

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2011
  • Tulisan: 31
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 11 Februari 2012, 20:40:41 »
jawaban pak momod keren euuyy ::)

wow wow wow mantabs...
jawabannya langsung tunjep point :D

keren2

Alhamdulillah kita punya pak momod yg memiliki bakat tersembunyi (ilmu konseling) O0

dan kita butuh orang2 seperti kang Abdul Hamid dengan pertanyaan2nya yg bagus, agar ilmu pak momod bisa keluar dan bisa kita ambil manfaatnya...

kang Hamid serang, cecar n getok terus pak momod !! dengan pertanyaan2 yg mantap, peras terus ilmu pak momod hehehe :D
« Edit Terakhir: 11 Februari 2012, 21:13:54 oleh Deni Joe »

Offline khusaini

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 1.929
  • Lokasi: Malang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 12 Februari 2012, 15:45:11 »
Dalam pencarian jodoh janganlah terbebani oleh perasaan minder tersebut, dibawa nyantai aja. Seperti ini saja lah : Ukhti mau nerima kekurangan saya? Hayuk dilanjut taarufnya... Keberatan dengan kekurangan saya? Maaf, ijinkan saya menawarkan diri ke ukhti lain yang mau menerima saya beserta kekurangan-kekurangan saya ini. ;)
bisa dipake ini kayaknya :hihi:

Offline yanti solehah

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2011
  • Tulisan: 736
  • Lokasi: Medan bung
  • Jenis kelamin: Wanita
  • keadilan, kejujuran, amanah sulit ditegakkan
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 12 Februari 2012, 16:34:41 »
yang lagi ta'aruf....semangattttttttttt :) :) :)
« Edit Terakhir: 12 Februari 2012, 16:38:21 oleh yanti solehah »

Offline bedehbeih

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2012
  • Tulisan: 7
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 29 Februari 2012, 05:54:02 »
salam kenal buat semua.
numpang nongol dan sekalian numpang ngasih jawaban.
tapi,sebelumnya minta maaf karna belum sempet baca satu persatu semua jawaban ikhwan diatas.
sepengetahuan ana yang namanya TA'ARUF itu adalah sekedar melihat sang calon istri yang hendak dipinang yang mana waktu melihatnya itu ada orang yang menemaninya,dan yang menemaninya adalah muhrim dari pihak wanita (biasanya).
jadi tidak ada ta'aruf sampai 1hari apalagi lebih dari itu.
mungkin para ikhwan ada yang punya kitab yaqutun naqis?
insya allah disitu ada,karna dulu waktu ana ngaji pernah mendapat keterangan begitu waktu khataman kitab itu,tapi berhubung udah lama gak pernah ngaji akhirnya udah banyak lupanya hehehe..(ketahuan kalau gak pernah buka kitab lagi)
mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan buat ikhwan semua wassalamualaikum.wr.wb.

Offline maswahyu

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 16.186
  • Lokasi: Bandar Lampung - Sleman - Yogyakarta - Bandung - Jakarta - Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 29 Februari 2012, 15:56:05 »
sepengetahuan ana yang namanya TA'ARUF itu adalah sekedar melihat sang calon istri yang hendak dipinang yang mana waktu melihatnya itu ada orang yang menemaninya,dan yang menemaninya adalah muhrim dari pihak wanita (biasanya).
jadi tidak ada ta'aruf sampai 1hari apalagi lebih dari itu.

Bagi sebagian orang, melihat si calon itu merupakan salah satu tahapan dari proses taaruf, yaitu taaruf secara 'fisik'. Taaruf mengenai kepribadiannya, kesehariannya, wawasan keislamannya, dll tentunya juga membutuhkan waktu ekstra, yang lebih lama dibandingkan dengan sekedar melihat fisik si calon. :)

Offline abdul hamid P

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 491
  • Lokasi: Cikarang - Cibarusah
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 29 Februari 2012, 20:30:45 »
Bagi sebagian orang, melihat si calon itu merupakan salah satu tahapan dari proses taaruf, yaitu taaruf secara 'fisik'. Taaruf mengenai kepribadiannya, kesehariannya, wawasan keislamannya, dll tentunya juga membutuhkan waktu ekstra, yang lebih lama dibandingkan dengan sekedar melihat fisik si calon. :)

Mungkin (maaf bila penggunaan kata "mungkin" kurang pantas) ada benarnya juga apa yang disampaikan saudara bedehbeih. Afdolnya Ta'aruf yang boleh dilakukan oleh seorang ikhwan hanyalah ta'aruf secara fisik sebagaimana yang disampaikan oleh pak Momod dan memang tidak boleh lebih dari sehari seperti yang dituturkan oleh saudara bedehbeih (loh kenapa bahasanya jadi formal begini yah :hihi:). Sementara ta'aruf mengenai kepribadian, keseharian dan wawasan keislamannya lebih baik diwakilkan kepada orang kepercayaan si ikhwan dan ini memang membutuhkan waktu yang lebih lama. kalimat terakhir tersebut sekaligus membenarkan pernyataan Pak Momod yang terhormat :). (Aduh maaf kalau kata2 saya membuat anda semua mengantuk :hihi:)
maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan

Offline biru_langit

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.704
  • Lokasi: Jogjakarta-Kebumen
  • Jenis kelamin: Wanita
  • selalu ceria ^ ^
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 05 Maret 2012, 06:05:14 »
^
nO 2 Pak

saya jadi ingat kutipan di salah satu serial PPT apa yah.... klo g salah bunyinya... Cinta itu anugerah Allah, jdi libatkan Allah dalam setiap prosesnya dari awal dingga akhir :mewe:
*jd inget thread sebelah yang ta'aruf salah langkah, evaluasi buat diri sendiri juga
tetep semangat, istiqamah selalu, jaga kondisi, dan selalu ceria ^ ^

Offline Ridwan Afandy

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 158
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer Official account and no other account.
    • Lihat Profil
    • Timeline Blog
« Jawab #31 pada: 20 Maret 2012, 02:30:59 »
Promosi ikhwan no.15 :D
Buah kelapa diminum airnya. Enak rasanya pelepas dahaga. Jangan ada dusta diantara kita. Maaf diucap jika terdapat salah kata.
CMIIW :bercanda: