19 Juni 2013, 05:51:01
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Kajian Dunia Ghaib! "Board Kajian Ghaib"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: Menghitung Hari Menuju SILAKBARNAS (Silaturrahim Akbar Nasional) - Pantai Depok, Jogja, 29-30 Juni | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Imran bin Husaini r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Malu selalu datang membawa kebaikan." (Sahih Muslim)

img_iklan_board/352783160.jpg

Penulis Topik: AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)  (Dibaca 8212 kali)

Offline ibnu saud

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 268
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #270 pada: 17 November 2009, 14:43:57 »
Maaf akh Wiru, ana agak sibuk, tapi penjelasan antum kurang sesuai dengan pertanyaan ana, kitab itu hanya pembenaran dari suatu pemahaman, jadi harus kita diskusikan, nah saya mau berdiskusi di sini mana yang antum salahkan jika antum berpegang pada kitab tersebut atau pemahaman antum, jadi jawab aja perpoint, dan sebagian jawaban antum (maaf) rancu dan kontradiksi, nanti ana sampaikan..

Offline wiru

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 413
  • أ
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #271 pada: 17 November 2009, 14:51:43 »
Yah atum sendiri ya kurang nyambung dari kemarin

Offline ibnu saud

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 268
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #272 pada: 17 November 2009, 14:52:44 »
Yang mendasar pula ana sampaikan pemahaman antum bahwa takwil itu tidak boleh hanya karena tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, menurut ana tertolak dengan alas an :
1.   Jika ilmu takwil ini ditolak hanya karena alas an tersebut, maka antum harus menolak ilmu tafsir,, ilmu nahwu dan ilmu balaghah dsb yang juga tidak diajarkan langsung oleh beliau
2.   Para Imam2 dan ulama2 salaf juga mentakwil ayat sifat, jadi menurut ana ia termasuk dalam hal ijtihad yang boleh dilakukan, dan perbedaan pendapat (takwil) padanya adalah sesuatu yang wajar karena sebagaiman ijtihad juga ada perbedaan.
Kemudian jika antum mengatakan sesat semua takwil sifat Allah SWT, saya sampaikan satu contoh saja, bahwa Imam Bukhari menakwil “wajah Allah “ dalam ayat “Segala sesuatu akan hancur kecuali wajah-Nya” dengan ditakwil “kerajaan-Nya” Maka konsistensi dari pemahaman antum bahwa beliau adalah sesat, atau setidaknya beliau tidak paham bahwa ayat sifat tidak boleh ditakwil, dan antum serta ulama2 antum dari kalangan khalaf itu lebih paham dari beliau. Wallahu a’lam

Offline Sakura_Nop

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 15
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Fokus...belajar buat website..!
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #273 pada: 17 November 2009, 15:56:35 »
Assalamu'alaikum,

Sudah berapa kali ya, ane baca2 masalah ini : al firqah an-Najiyah, asma wa sifat, bala & wala, dimana Allah, kenapa hrs salaf.... :D :D
Ane seh demen aja, buku2 salaf yg lain jg bagus-bagus.... Hadits yg udah di syarah..jg sangat membantu, jd enak kan kita tinggal pake... :topOK: :topOK: :topOK:
Yg ga demen..kadang2 cara menyampaikan sj...dan yg mengaku itu lho...ga konsisten (mo ngomong banyak ko takut salah %peace%...)



Offline wiru

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 413
  • أ
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #274 pada: 17 November 2009, 16:02:45 »
Yang mendasar pula ana sampaikan pemahaman antum bahwa takwil itu tidak boleh hanya karena tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, menurut ana tertolak dengan alas an :
1.   Jika ilmu takwil ini ditolak hanya karena alas an tersebut, maka antum harus menolak ilmu tafsir,, ilmu nahwu dan ilmu balaghah dsb yang juga tidak diajarkan langsung oleh beliau
2.   Para Imam2 dan ulama2 salaf juga mentakwil ayat sifat, jadi menurut ana ia termasuk dalam hal ijtihad yang boleh dilakukan, dan perbedaan pendapat (takwil) padanya adalah sesuatu yang wajar karena sebagaiman ijtihad juga ada perbedaan.
Kemudian jika antum mengatakan sesat semua takwil sifat Allah SWT, saya sampaikan satu contoh saja, bahwa Imam Bukhari menakwil “wajah Allah “ dalam ayat “Segala sesuatu akan hancur kecuali wajah-Nya” dengan ditakwil “kerajaan-Nya” Maka konsistensi dari pemahaman antum bahwa beliau adalah sesat, atau setidaknya beliau tidak paham bahwa ayat sifat tidak boleh ditakwil, dan antum serta ulama2 antum dari kalangan khalaf itu lebih paham dari beliau. Wallahu a’lam

1. Sejak kapan antum bisa mengqiyaskan dua hal yang berbeda?
   Antara masalah aqidah dan nahwu sharaf?
   memangnya memiliki kesamaan illah?

lucu sekali...

Masalah aqidah adalah tauqifiyah...
masalah bahasa nahwu dan ushul fiqh dan tafsir aqidah adalah ijtihadiyah...
antara ushul qiyas dan furu'nya aja beda...kok mau di qiyas bener-bener ngawur

lagi pula Nahwu dan sharaf atau tafsir sudah ada di zaman nabi...karena al-quran dan sunnah datang dengan struktur bahasa yang memang sudah terkandung nahwu dan sharaf dan balagah...

bahkan ilmu nahwu dan sharaf atau balaghah adalah alat untuk memahami nash-nash al-quran....yang menandakan al-quran dan sunnah memang memuat hukum dan kaidah nahwu dan sharaf...sehingga memahaminya dibutuhkan nahwu dan sharaf...

jika hukum nahwu dan sharaf adalah baru dan tidak dikenal dizaman nabi, tentunya banyak kesalahan dalam posisi nashab, rofa, jar, jazm..atau kesalahan dalam jumlah ismiah, mubtada khobar...hahaha lucu sekali. yang ada al-quran dan sunnah lah rujukan dalam nahwu dan shorof yang benar.

Yang benar penyusunan dan tartib dalam klasifikasi dan kategorisasi dalam ilmu nahwu dan sharaf itu yang baru kemudian ada...sementara ilmunya sendiri sudah terkandung dalam al-quran dan sunnah. Jadi sistematisasi kedalam buku seperti Jurumiyah, alfiyah dan sebagainya itu yang baru...

begitu pula tafsir...sudah ada dari semenjak nabi ada...buktinya anda baca saja kitab bukhari dan muslim...kan ada bab hadits2 tentang tafsir. Dimana rosulullah menafsirkan al-quran

wallahu a'lam


2. Coba anda nukil dikitab apa imam bukhari menjelaskan hal itu...? halaman berapa dan nukil kalimat aslinya...

harus di croscek dulu...anda tidak ilmiah tidak menyertakan manuskrip yang asli...kutipan bahasa arabnya

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.343
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #275 pada: 17 November 2009, 16:37:59 »

Wiru :

Anda perlu belajar ilmu manthiq (logika), benang merah dari pemahaman ente :

Premise 1 : Lafadz Jism bagi Allah tidak boleh ditakwil
Premise 2 : Lafadz Jism bagi Allah harus dibawa ke makna dhohir (harfiah)
Premise 3 : Harfiah (dhohir) nya lafadz Jism adalah organ tubuh.

Sylogisme A : Allah punya Organ Tubuh <--- Ini adalah sylogisme logic dari 3 premise pemahaman anda diatas. Ini jelas pemahaman mujasimah yang batil.

Terakhir anda juga punya statement :
Premise 4 : Saya tidak tahu apakah lafadz JISM itu organ tubuh atau bukan.

Artinya anda meyakini probability : 50% Allah punya organ tubuh dan 50% Allah tidak punya organ tubuh.

Premise 4 anda, yg mengandung 50% probability Allah tidak punya organ tubuh kontradiksi dengan Sylogisme A "Allah punya organ tubuh" sebagai konklusi dari Premise 1,2,3.

Argumen premise 4 anda yang KONTRADIKSI maka BATAL secara LOGIKA, atau cacat nalar logika dan tidak bersifat ILMU yang dharuri.

Karena sifat ilmu adalah konsisten dan tidak boleh ada kontradiksi.



Bandingkan dengan metode TAKWIL lafadz JISM :
1. Allah tidak layak punya JISM organ tubuh yang punya batasan bentuk dan ukuran.
2. Lafadz JISM ditakwil menjadi sifat non JISM, Tangan --> kekuasaan, Mata --> pengawasan.

Sangat jelas, logik, konsisten dan tidak ada kontradiksi .... yang seperti itu baru bersifat ilmu yang dharuri.

Offline wiru

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 413
  • أ
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #276 pada: 17 November 2009, 16:49:01 »
Anda mau melogikakan sifat-sifat alloh?
ngawur...

Ini seperti faham muta'zillah yang memahami nash bersandar pada akal...
kami ahlussunnah menetapkan sifat-sifat alloh berdasarkan Al-quran dan sunnah...
tanpa tahrif, ta'hil, takyif dan tasbih...

sangat jelas


Bandingkan dengan metode TAKWIL lafadz JISM :
1. Allah tidak layak punya JISM organ tubuh yang punya batasan bentuk dan ukuran.
2. Lafadz JISM ditakwil menjadi sifat non JISM, Tangan --> kekuasaan, Mata --> pengawasan.

Sangat jelas, logik, konsisten dan tidak ada kontradiksi .... yang seperti itu baru bersifat ilmu yang dharuri.


Mana rosulullah shallalahu alaihi wasalam pernah mena'wil...tangan --> kekuasaan  Mata --> pengawasan

OMONG KOSONG.... itu adalah hal yang diada-adakan...TIDAK ADA CONTOHNYA DARI NABI
Diada-adakan dan dipaksa-paksakan


Tidak ada hatta satu hadits saja yang mengatakan .tangan --> kekuasaan  Mata --> pengawasan


Jelas semua itu baru ada dan BIDAH yang dibuat-buat orang
yang tidak dicontohkan nabi

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.343
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #277 pada: 17 November 2009, 17:48:24 »
Apa ente gak menggunakan AKAL dalam memahami agama ? mau niru Khawarij yang litterlejk memahami teks dalil ?

Mana Hadis Nabi yang melarang TAKWIL ?

Mana Hadis Nabi yang mengharuskan dibawa ke makna HARFIAH ?

"Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya" (Yunus : 100)

"Sesungguhnya kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab agar kamu 'TA'QILUN' menggunakan AKAL mu" (Az Zhukhruf : 3)

"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang 'YA'QILUNA' menggunakan AKAL nya, kecuali orang-orang yang berilmu" (Al Ankabut : 43)


REPOT kalo ngomong agama tapi gak pakai AKAL dan gak LOGIS.
« Edit Terakhir: 17 November 2009, 17:52:03 oleh k3nj1 »

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 4.343
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #278 pada: 17 November 2009, 18:03:49 »
Ente bilang : tidak boleh ditakwil, harus dibawa ke makna zohir harfiahnya : Allah punya organ tubuh : tangan, mata, wajah.

Lalu ada ayat :

"Allah Cahaya langit dan bumi" (An Nur : 35)

Lalu ente tafsirkan : tangan, mata, wajah Allah berwujud cahaya  :wataw:
« Edit Terakhir: 17 November 2009, 22:52:50 oleh k3nj1 »

Offline Prio Bodo

  • myQ Junior
  • *
  • Tulisan: 142
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #279 pada: 17 November 2009, 20:52:34 »
Kalo nggak usah ada golongan gimane ya, adanye Islam aja, banyak golongan cuma pada klaim masuk sorga, siape yang jamin sih ?

Offline dowi_ax

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.582
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #280 pada: 17 November 2009, 21:26:20 »
Menetapkan dhohir nash... coba simak perkataan Ibnu Abdul Bar.

 قال ابن عبد البر: "أهل السنة مجمعون على الصفات الواردة كلها في القرآن والسنة والإيمان بها وحملها على الحقيقة لا على المجاز إلا أنهم لا يكيفون شيئاً من ذلك، ولا يحدون فيه صفة محدودة". أ.هـ. نقله عنه شيخ الإسلام ابن تيميه في الفتوى الحموية ص87 من المجلد الخامس من مجموع الفتاوى لابن قاسم.

Yang beliau maksud adalah menolak pengartian secara majaz dari lafadz nash sifat

Ya sudah cukup tidak usah diperpanjang.

Kemudian sekali lagi ana sampaikan faham ana..
Takwil menurut saya adalah masuk ke dalam masalah ijtihad, takwil hampir sama dengan tafsir, takwil dapat dilakukan oleh siapa pun yan berkompeten pada ilmunya, sebagaimana ijtihad, maka sekali lagi, menurut saya,  saya garis bawahi bahwa takwil tidaklah tercela secara keseluruhan, asal tidak menyimpang, jadi menurut saya :
1.   Takwil tidaklah terbatas pada Rasulullah SAW, ibnu Abbas ra, imam Ali ra atau para sahabat dan tabiin semata, sebagaimana ijtihad, bukankah para imam juga mentakwil ayat yang mana tidak ada keterangan dari para sahabat, hal tersebut dilakukan (mungkin) agar tidak terhjadi kesalahpahaman dalam memahami Alqur’an. Ana takut antum akan menyesatkan imam sekelas imam Bukhari dan yang lainnya imam2 salaf hanya karena beliau mentakwil ayat sifat.
2.   Ketidakadaan pendapat para sahabat mengenai takwil sebuah ayat tidak menjadikan mentakwil sebuah ayat menjadi sesat, asal tidak menyimpang.
3.   Jika antum menolak ilmu/ metode takwil hanya karena ia tidak langsung diajarkan dari Rasulullah SAW, maka antum harus banyak menolak ilmu yang lain, seperti tafsir, nawu, sharaf, balaghah dll, yang tidak langsung diajarkan Rasululllah SAW. Karena ilmu2 itu diambil dan disusun oleh para ulama untuk memudahkan kita memahami Alqur’an dengan benar bukan langsung diterangkan beliau SAW, dan begitu juga ilmu aqidah takwil ini.
4.   Jadi sikap ana adalah, ana tidak menyalahkan orang yang bersikap menyerahkan makna ayat mutasyabihat tersebut kepada Allah SWT, sebagaimana sikap sebagian para sahabat (karena) mungkin belum diperlukan ilmu takwil ini sebagaimana belum diperlukan ilmu tafsir, balaghah dan ilmu nahwu pada saat itu, karena mereka sudah faham terhadap apa yang ada dalam Alqur’an, akan tetapi ana juga tidak menyesatkan takwil secara keseluruhan jika ia tidak menyimpang karena ia juga dicontohkan oleh para ulama salaf. Bagaimana dengan antum? Apakah antum menyesatkan takwil secara keseluruhan? Termasuk takwil imam2 salaf??
Demikian Wallahu a’lam

Mas Ibnu Saud, sebagaimana dijelaskan Imam Al Bajuri dan diperingatkan Imam Al Ghazali rohimahumallah, ta'wil yang ijtihadi tanpa ada landasannya dari Rasulullah sholallaahu 'alaihi wa sallam itu mengandung resiko, yakni ada kemungkinan salah. Jadi langkah tersebut diambil pada kondisi darurat menyelamatkan dari tajsim tasybih, misalnya ketika seseorang itu dilanda kebingungan karena terjebak racun syubhat dari filsafat. Ini ibarat memilih dari dua resiko terburuk. Begitu saja saya kira persoalannya.

Offline ph34r

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 5.563
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #281 pada: 17 November 2009, 21:29:15 »
emm gimana ya?
kita ini pelajar agama atau guru besar agama ya? kok DEBAT??

Offline ibnu saud

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 268
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #282 pada: 17 November 2009, 21:38:53 »
Tentang tangan alloh diatas tangan Al-jamaah ...sebetulnya kan memang tidak bertentangan dengan hakikinya bahwa alloh istiwa diatas arsy.. dan arsy terletak diatas segala mahluknya. dan tangan alloh tentunya berada tinggi diatas...tapi sekali lagi kaifiyah dan bagaimana rupa tangan alloh itu tidak diketahui..

Masya Allah akh ini takwilan dari siapa? Apakah dari antum sendiri atau ulama antum??
Maaf akh saya rasa takwilan itu sangat lucu, Kalo maksud ayat itu demikian, maka ya tidak usah saat berbaiat, kalau pemahaman antum Allah SWT di atas dan tangannya pun di atas , berarti kapan saja (tidak usah saat berbaiat) ya tetap saja tangan Allah SWT di atas tanga mereka, dan tidak hanya di atas tangan orang yang berbaiat, tapi di atas kepala, kaki, dan anggota tubuh mereka juga di atas semua orang di dunia ini? Tapi kalau dunia ini bulat, maka berarti di atas dan di bawah mereka donk?? Bagaimana bingungkan kalo diartikan secara hakiki bahwa tangan itu tangan?

Terus yang kedua (b) belum terjawab, yang saya tanyakan adalah lafadz “maka aku menjadi telinganya yg ia gunakan untuk mendengar, dan menjadi matanya yg ia gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yg ia gunakan untuk memerangi, dan menjadi kakinya yg ia gunakan untuk melangkah, bila ia meminta pada Ku niscaya kuberi permintaannya” itu silakan diterangkan dulu, makna tangan di situ apakah hakikat atau majaz akh?? Dijawab dulu nanti saya Tanya lagi??

Yang © saya tidak menanyakan kaifiyatnya lho akh tapi mengartikan secara dzahir (sebagaimana) yang antum inginkan, maka kalo diartikan secara dzahir hadist tersebut itu berarti tangan Allah selalu terbuka, dan aktifitasnya selalu demikian setiap saat, karena pagi, siang, malam itu berputar di setiap waktu dan ini akan kontradiktif dengan hadits Allah SWT turun dari langit juga…

Kemudian lagi hadits mengenai “jari-jari Allah SWT” jika diartikan secara dzahir, maka juga akan kontradiksi dengan berbagai nash lain, contoh saja satu hadits di atas, tangan Allah SWtr terbuka di atas, dan jari2 nya Mengapit hati setiap anak adam, bagaimana ini…

Saya tidak mendapatkan jawaban dari yang antum sampaikan mengenai hal ini, hanya antum mengatakan semua nya dalam jari2 Allah SWT, lalu apa gunanya hadits tersebut mengatakan di antara hati anak adam? Bukankah sudah mafhum bahwa Allah SWT yang menguasai/ menggenggam alam semesta ini??

Offline ibnu saud

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 268
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #283 pada: 17 November 2009, 21:49:46 »
Mas Ibnu Saud, sebagaimana dijelaskan Imam Al Bajuri dan diperingatkan Imam Al Ghazali rohimahumallah, ta'wil yang ijtihadi tanpa ada landasannya dari Rasulullah sholallaahu 'alaihi wa sallam itu mengandung resiko, yakni ada kemungkinan salah. Jadi langkah tersebut diambil pada kondisi darurat menyelamatkan dari tajsim tasybih, misalnya ketika seseorang itu dilanda kebingungan karena terjebak racun syubhat dari filsafat. Ini ibarat memilih dari dua resiko terburuk. Begitu saja saya kira persoalannya.

Ya syaikh Dowi..
Ana mafhum hal tersebut, dan ana kira para ulama mentakwil itu juga atas pertimbangan yang banyak dari ilmu yang mereka punya, ana hanya kurang suka terhadap orang yang suka menuduh sesat/ bathil, itu saja, so ana tanya kepada mereka biar jelas n paham..
Bagi ana boleh menyerahkan arti ayat mutasyabihat kepada Allah SWT atau mentakwilnya, tapi mentakwil ini bukan kerjaan tukang cukur (tentunya harus dilakukan oleh mereka yang berkompeten), jadi menurut ana takwil tidaklah tercela/ sesat secara keseluruhan (selama tidak menyimpang) dan perbedaan (takwil) adalah hal yang wajar sebagaimana perbedaan tafsir Alqur'an (asalkan tidak menyimpang) dari ajaran Islam..
Oke syaikh saya kira kita sefaham, jadi kita salaman..
Semoga kita senantiasa dalam ukhuwah Islamiyyah..

Offline ibnu saud

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 268
    • Lihat Profil
Re:AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH:GOLONGAN YANG SELAMAT (al Firqah an-Najiyah)
« Jawab #284 pada: 18 November 2009, 05:51:57 »
Akh Dowi yang dirahmati Allah SWT..
Itu hanya sebuah permisalan bahwa tidak semua Ilmu Islam yang tidak langsung diajarkan Nabi itu tertolak, okelah kalo yang antum maksud yang taufiqi, saya sebutkan ilmu Fiqh, bukankah ibadah itu taufiqy? Kenapa dalam memahami ayat2 Alqur’an yang berkaitan dengan hal ibadah juga ada perbedaan? Kalau ana pakai bahasa antum, Kenapa Rasulullah tidak mengajarkan penafsiarn/ penakwilan nash dalam hal ibadah dengan benar dan menunda2 nya sampai beliau wafat sehingga terjadi banyak perselisihan?? Kenapa para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan kata ‘quru” dan nash2 qur’an serta hadist2 yang lain dalam masalah ibadah..So sekali lagi ana sampaikan takwil ini hanyalah sebuah ilmu aqidah yang juga dipergunakan sebagai alat untuk memahami Alqur’an dengan benar, sebagaimana ilmu nahwu, balaghah dll. Ilmu Aqidah takwil itu sendiri sebetulnya sudah ada dalam Alqur’an sebagaimana ilmu yang lain, hanya saja kemudian diterangkan setelah berjalannya waktu untuk memudahkan kita memahami Alqur’an dengan benar dan tidak kontradiksi…

Untuk kata aidy saya hanya minta bukti kalimat lain dalam nash dan dalam kamus yang berarti bukan tangan, seperti ana contohkan lafad “Yadullahi fauqa aidyhim” kemudian pertanyaan ana selanjutnya mengenai lafadz aidy itu juga tidak terjawab dengan baik.. antum hanya kopas yang isinya pembenaran terhadap paham antum semata, pertanyaan ana itu adalah koreksi terhadap kopasan antum… Adapun untuk lafadz yadayya itu juga ada tafsiran/ takwilan sendiri oleh para ulama, jika antum mau ana akan sampaikan.. tapi intinya bahwa lafadz yang berarti jisim yang disandarkan kepada Allah SWT itu tidak ditafsirkan dengan jisim, tapi diserahkan maknanya kepada Allah SWT atau ditakwil dengan hal yang layak bagi-Nya.. Wallahu a’lam
Kemudian penjelasan nash2 yang ana sampaikan menurut ana kontradiksi sebagaimana yang ana sebutkan di atas, itu belum saya tambahkan lagi dengan berbagai nash yang lain yang banyak, yang apabila diartikan secara dzahirnya maka akan semakin kontradiksi, dan nash2 yang antum bawakan malah menambah kontradiksi lagi jika diartikan secara harfiah makna jari2 tersebut…

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
IMODE | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
XHTML | RSS | WAP2 | Mobile
Halaman dibuat dalam 1.432 detik dengan 21 queri.