Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Warnet Bangkrut Terancam Hotspot  (Dibaca 2126 kali)


Offline perjuangan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2008
  • Tulisan: 1.661
  • Jenis kelamin: Pria
  • Apakah Avatar anda menjadi BERHALA anda ?
    • Lihat Profil
« Jawab #105 pada: 08 November 2009, 19:22:38 »
buka aja pake speedy home,
tapi jgn kasi tau sama org telkom nya...
beli modem yg output portnya banyak...
:)
SUDAHKAH ANDA SHALAT FARDHU 5 WAKTU BERJAMAAH DI MESJID ?

Pingin buat punya web site sendiri dengan harga MURAH ?
www.totalproweb.com

Offline HaDeN

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2009
  • Tulisan: 511
  • A Mysterious Guy
    • Lihat Profil
« Jawab #106 pada: 15 November 2009, 20:22:47 »
Padahal pengen buka warnet
tenang aja bung...
pasar warnet masih luas di Indonesia... walaupun nanti WiMAX sudah digelar sekitar tahun 2010
bahkan hotspot WiFi rt/rw-net pasarnya juga masih luas karena sekarang sudah banyak yang menawarkan biaya murah Rp.100.000/bulan unlimited non quota

Apalagi teknologi WiFi generasi terbaru seri N (802.11N) makin diproduksi massal dan harganya jauh lebih murah dibanding perangkat WiMAX maupun 3G/HSDPA namun kemampuannya semakin baik dari seri generasi sebelumnya dari segi jangkauan maupun menembus penghalang seperti tembok misalnya. :topOK:
sebagai contoh USB WiFi generasi N sudah mampu mengalirkan data maksimum sekitar > 100 Mbps
cuma karena di Indonesia Bandwidth mahal jadi kayaknya masih mimpi ngalir bandwidth internet 100 Mbps buat personal :hihi:

jadi yo siapkan mental anda untuk membuka peluang usaha baru :topOK:
TAK GEMBYANG KEMANA-MANA...

Offline ireallycute

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 2.223
  • Lokasi: Jogja
  • Jenis kelamin: Pria
  • Dzikir Allah itu lbh besar (org-nya blm tentu ada)
    • Lihat Profil
« Jawab #107 pada: 20 November 2009, 05:22:30 »
utk prospek warnet sepakat ma yg ini aja deh

jadi yo siapkan mental anda untuk membuka peluang usaha baru :topOK:
"Maka bersabarlah kamu seperti sabarnya para Rasul yang mempunyai keteguhan hati dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka." (QS. 46:35)"

Offline fera_sr

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 18.953
  • Lokasi: DKI
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • ~fatamorgana~
« Jawab #108 pada: 20 November 2009, 06:08:46 »
malangnya nasibku  :'(

Online idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.909
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #109 pada: 20 November 2009, 06:34:50 »
kenapa fer?
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline fera_sr

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 18.953
  • Lokasi: DKI
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • ~fatamorgana~
« Jawab #110 pada: 20 November 2009, 06:37:18 »
kenapa fer?

nunggu hari atau bulan drus  8-)

Offline HaDeN

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2009
  • Tulisan: 511
  • A Mysterious Guy
    • Lihat Profil
« Jawab #111 pada: 24 Januari 2012, 15:55:14 »
udah hampir 3 tahun... gimana TS, ada kabar baru???

btw, temen2 saya yang mengelola warnet sampai saat ini masih jalan di sekitar Jakarta Timur...
ya walau omzet cenderung turun tapi masih dapet untunglah  :topOK:
TAK GEMBYANG KEMANA-MANA...

Offline HaDeN

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2009
  • Tulisan: 511
  • A Mysterious Guy
    • Lihat Profil
« Jawab #112 pada: 26 Januari 2012, 08:13:15 »
update kabar baru deh.... 2012


'Musuh' Warnet Bukan Lagi Razia Software
Ardhi Suryadhi - detikinet

Jakarta - Warnet kini tengah berjuang menjaga eksistensinya. Jika dulu banyak warnet yang begitu takut razia software dapat mematikan bisnis mereka. Kini tantangan yang datang berganti, bukan lagi razia. Lantas?

Menurut mantan Kepala Perwakilan Business Software Alliance (BSA) Indonesia, Donny A. Sheyoputra, pemilik warnet sekarang tengah berjuang untuk tetap hidup. Pasalnya, pengunjung semakin berkurang, dan akses internet bisa didapatkan dari gadget yang murah.

"Musuhnya sudah bukan lagi polisi yang melakukan razia software," tukasnya kepada detikINET.

"Laptop murah semakin banyak, akses broadband semakin mudah. Jadi semua bisa terkoneksi internet lebih gampang. Sedangkan tarif Rp 3.000 per jam sudah tidak bisa lagi menutup biaya operasional mereka," imbuh Donny.

Tantangan lainnya adalah persaingan yang tidak sehat di antara pebisnis warnet. Dimana beberapa warnet beroperasi dengan cara mencuri listrik dan menggunakan software bajakan.

"Jadi warnet ilegal inilah yang melakukan 'kanibalisme'. Jadi musuhnya sudah bukan polisi jahat, tapi sesama mereka yang bersaing tidak sehat," tukas pria yang kini menjalankan Advokat & Konsultan HKI Sheyoputra Law Office tersebut.

Padahal, lanjutnya, dengan segala keterbatasan yang ada, banyak warnet yang sudah makin sadar HKI. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang terpikir mau mendaftarkan HKI mereka, termasuk merek.

Tapi karena profit mereka semakin kecil dan tidak cukup untuk biaya operasional, maka niat baik itu terus tertunda. Akibatnya, HKI mereka -- seperti merek -- tidak terlindungi.

"Di sisi lain, negara kehilangan potensi pemasukan yang seharusnya bisa ada jika warnet-warnet ini daftar HKI. Sementara sebagian warnet-warnet kecil yang ilegal pada enak-enakan merusak harga dengan mencuri listrik," Donny menandaskan.

Menurut kompilasi data Kementerian Komunikasi dan Informatika sendiri, pada tahun 2011, jumlah warnet yang beroperasi di Tanah Air diperkirakan ada 20 ribu. Jumlah itu termasuk game center.

Sementara menurut Internet World Statistic, Indonesia menempati urutan ke-4 setelah China, India dan Jepang dengan pengguna internet mencapai 40 juta dari total populasi 245 juta jiwa.



Warnet Bisa Bernasib Seperti Wartel
Ardhi Suryadhi - detikinet



Jakarta - Bisnis warnet tak semanis beberapa tahun lalu. Akses internet kian mudah didapat masyarakat, sehingga membuat warnet kerap tak dilirik. Hal ini diperparah dengan panasnya persaingan, di mana ada pemilik warnet yang beroperasi dengan mencuri listrik.

Budi, pemilik warnet di daerah Bogor menyatakan bahwa aksi pencurian listrik dilakukan beberapa pelaku bisnis warnet untuk menekan biaya operasional mereka. Hal ini dianggap 'mendesak' dilakukan lantaran biaya berlangganan warnet kian murah.

Hanya saja, imbasnya juga sampai kepada pengusaha warnet lain yang tengah berjuang menahan laju tagihan listrik.

"Kalau di Bogor, warnet sekarang tarifnya Rp 3.000 per jam, bahkan ada yang Rp 2.500. Sedangkan tagihan listrik setiap tahun kan naik," tukas Budi kepada detikINET.

"Hal ini diperparah dengan adanya persaingan bisnis dimana ada pemilik warnet yang beroperasi dengan mencuri listrik. Mereka bisa bertahan dengan mencuri listrik tersebut, dan bisa menawarkan tarif yang lebih murah," lanjutnya.

Pemilik warnet yang mencuri listrik ini biasanya adalah pengusaha kecil, yang beroperasi di pojok-pojok perumahan. Bukan bermaksud menggeneralisasi seluruhnya, namun jika warnet yang ada di jalur-jalur umum alias jalan raya akan lebih mudah terpantau.

"Entah ada main dengan orang PLN atau tidak, yang pasti mereka (warnet yang mencuri listrik-red.) tetap saja dibiarkan," lanjut Budi.

Budi sendiri memiliki dua warnet, satu di Bogor satu lagi di Jakarta. Di Bogor, warnetnya memiliki 60 unit PC dan di Jakarta 20 unit. Adapun tagihan listrik yang harus dibayarkan setiap bulan mencapai Rp 4 - 5,5 juta tiap bulan untuk setiap warnet.

"Sementara pendapatan bisa mencapai Rp 25 juta per bulan. Cuma kan harus dipotong biaya-biaya lainnya, seperti listrik, bandwidth, air, telepon, karyawan, dan banyak lagi. Jadi kadang malah gak ketutup pengeluarannya," keluhnya.

"Kalau dulu pendapatan dari satu warnetnya bisa mencapai Rp 1,2 juta per hari. Sekarang, Rp 600 ribu per hari saja sudah bagus," imbuhnya.

Dengan kondisi ini, ia pun berharap pihak PLN dapat mengambil tindakan agar persaingan di bisnis warnet menjadi lebih sehat. Terlebih, sekarang ini masyarakat semakin mudah untuk bisa online dengan keberadaan ponsel, modem, dan komputer jinjing yang semakin terjangkau, sehingga membuat warnet tak lagi dilirik.


warnet biasa (bukan game center) klo mo bertahan bisa bikin warnet download + hotspot
Harga perjam bisa 10 ribu tapi untuk streaming HD & download maknyuss :topOK:
pake router wireless seharga 500rb dah bisa bikin sistem voucher hotspot buat pengguna laptop, smartphone, gadget sekitar cafe / warnet :topOK:

lebih maknyuss lagi tambahin bisnis yang ini ^-^
TAK GEMBYANG KEMANA-MANA...

Offline Th3s4inT

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.076
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • be patience...
    • Lihat Profil
« Jawab #113 pada: 26 Januari 2012, 08:48:07 »
Tetap sabar dan berusaha, kang
Yg dicari itu bukan cuma banyaknya rezeki tapi juga berkahnya :)
Let me lead the way, straight back to Allah's bless
'Cause this kind of love is.. once in a lifetime

Offline VanJaVaByroe

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2011
  • Tulisan: 78
  • Lokasi: Solo
  • Jenis kelamin: Pria
  • Just Newbie
    • Lihat Profil
« Jawab #114 pada: 27 Januari 2012, 01:52:16 »
kalo di tempatku mah cuman modal pelayan dan kemahiran OP nya saja.
Semua OP nya S1 semua, kalo yang pengen tanya2 soal grafis yang shift pagi. Kalo mo tanya2 tetang system, cyber community dan dunia underground yang shift malam.
Trus ditambah layanan pelengkapnya spt print, cetak foto, edit foto dan video, ketik, desain grafis dan desain textil. Tap menuntut kualitas OP yang cukup handal

Maklum dari lokasi kalah jika dibandingkan dengan warnet2 lainnya, jadi pelayanan dan kualitas OP nya yang menjadi andalan

untung aja OP nya rata2 masih punya hubungan saudara, walo dengan gaji yang lebih kecil jika kita kerja dengan ijasah s1 200-500 rb milih jadi OP warnet karena faktor kekerabatan dan lokasi kerja yang dekat dari rumah, jadi 200-500 rb nya itung2 dipakai buat beli bensin 1 bulan lah + penyusutan suku cadang kendaraan seperti ban, oli dll
narimo ing pandum

Offline Ridwan Afandy

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2011
  • Tulisan: 158
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer Official account and no other account.
    • Lihat Profil
    • Timeline Blog
« Jawab #115 pada: 27 Januari 2012, 02:26:04 »
Bagi yang mau menambah bisnis warnet nya jadi jualan akses internet dengan hotspot sangatlah mudah. Caranya tinggal buat Tower 3 angel, murah meriah kok. Saya juga suka borongan memasang Tower 15-30 meter, hotspot langsung bisa dijual dengan radius tambah tinggi tambah jauh. :)
Buah kelapa diminum airnya. Enak rasanya pelepas dahaga. Jangan ada dusta diantara kita. Maaf diucap jika terdapat salah kata.
CMIIW :bercanda: