Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Mengenal Aqidah-Aqidah Sesat  (Dibaca 4469 kali)


Offline Jhana78

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2009
  • Tulisan: 1.935
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • alam semesta adalah ayat-ayat Allah
    • Lihat Profil
    • Forum Diskusi Ilmu Logika
« Jawab #90 pada: 12 Oktober 2009, 14:49:01 »
:toe:  apa gak bisa nyari yang adem?  :toe:

yang adem mah gak diminati orang. seperti thread berikut :

http://myquran.org/forum/index.php/topic,66882.msg1967592.html#new

saya jamin, sifat manusia itu paling suka bertengkar. sepertinya, seseorang itu lebih baik tidak makan sehari dari pada tidak bertengkar sehari. soalnya bertengkar itu nikmat akh!
http://forumlogika.co.cc/
(Forum Diskusi Ilmu Logika)

Offline bintangnyadira

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2009
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
« Jawab #91 pada: 16 Oktober 2009, 18:02:57 »
Lanjutt...

Ayo ditunggu pembahasan aqidah sesat lainnya, seperti mujassimah/musyabbihah, AQAI, dll...

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #92 pada: 16 Oktober 2009, 18:08:38 »
Ghulah
 Tidak diragukan lagi mereka adalah golongan yang telah keluar dari Islam. Para ulama telah memerangi segolongan dari mereka yang telah dianggap keluar dari Islam walaupun mereka menisbatkan kepadanya.

Golongan yang telah keluar dari Islam buanyak sekali, yaitu mereka yang mengkafiri hukum-hukum Allah berlaku secara publik dan menggantinya dengan hukum jahiliyah. Muhammad itu diutus untuk menegakkan hukum Allah bukan mengajarkan spiritualistas tok.
« Edit Terakhir: 20 Oktober 2009, 08:56:23 oleh kurnia_saputra »
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline kurnia_saputra

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 6.665
  • Lokasi: Bogor
  • Jenis kelamin: Pria
  • Tersenyumlah, maka dunia akan menjadi indah
    • Lihat Profil
    • Kurnia's Journal
« Jawab #93 pada: 20 Oktober 2009, 08:55:21 »
Untuk sementara di lock dulu, sampai ada lg penambahan baik dari TS maupun yg lain.

Jika ada yg ingin menambahkan aqidah2 mana saja yg sesat, silahkan kirim PM ke mas avista.

Wassalam

MOD

[/center

Offline IMplink

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 2.590
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Innallaha Ma'ana
    • Lihat Profil
    • PernikMuslim.com
« Jawab #94 pada: 29 Oktober 2009, 21:28:45 »
Mojokerto – Jawa Timur. Aliran sesat Perguruan Ilmu Kalam Santriloka yang ditemukan di Mojokerto, Jawa Timur semakin membuat resah umat Islam. Perguruan ini menganggap sebagian isi Al-Quran sesat dan membahayakan persatuan. Perguruan ini juga mengecam ibadah haji yang dianggap sebagai pembodohan Bangsa Arab terhadap Bangsa Indonesia.

“Al-Quran sebagian salah dan sesat, sebagian benar. Seperti Surat Al-Kafirun, itu sesat. Bukan kalam Allah tapi suara orang Arab,” kata Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka Kiai Ahmad Naf’an kepada detiksurabaya.com di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan gang 5, Kota Mojokerto, Rabu (28/10/2009).

Menurut pria yang biasa dipanggil Gus Aan ini, Surat Alkafirun menyerukan perpecahan, bukan persatuan. “Bagaimana, kok bisa Tuhan Allah mengecam dan menyuruh orang agar memusuhi orang yang dianggap kafir,” jelas Aan.

Terkait dengan Al-Quran yang beredar di Indonesia, Gus Aan menyatakan salah. Menurutnya, Al-Quran bukan dari Bahasa Arab. Melainkan Bahasa Kawi, Bahasa Sansekerta dan Bahasa Jawa Kuno. Al-Quran merupakan buatan orang Arab untuk menjajah Bangsa Indonesia.

“Al-Quran yang ada ini, dimodifikasi oleh orang-orang untuk merusak Majapahit, Jawa dan Pancasila. Siapa yang bertanggungjawab, kalau Al-Quran ini salah. Apa nabi mau tanggungjawab,” tambah Aan sambil menunjuk Al-Quran yang ada di depan kakinya.

Terkait ibadah haji, Gus Aan juga menganggap ibadah haji saat ini tidak sesuai dengan inti ajaran Islam. “Siapa yang menyuruh ke Makkah. Dulu banyak orang mati di Terowongan Mina. Begini kok katanya perintah Allah,” kata Gus Aan berapi-api.

Menurut Aan, ibadah haji sebenarnya tidak harus pergi ke Makkah dan sekitarnya. “Sudah dikatakan, kalau Allah itu dekat seperti urat nadi, kenapa umat Islam mengitari batu, dan mau dibodohi orang Arab,” kata Gus Aan menambahkan.

Sebelumnya Pondok Pesantren dan MUI di Mojokerto meminta polisi melacak keberadaan pengajian Ilmu Kalam Santriloka. Ajaran pengajian komunitas itu dianggap sesat karena tidak mewajibkan puasa Ramadan dan salat 5 waktu.
__________________________

Perguruan Santriloka Mengingkari Shalat dan Puasa Ramadlan

Perguruan Ilmu Kalam Santriloka resahkan Umat Islam Mojokerto, Jawa Timur. Aliran ini tidak mewajibkan puasa Ramadlan dan shalat lima waktu. Isi pengajian aliran ini berisi penghinaan terhadap Islam. Oleh karenanya, sejumlah pondok pesantren di Mojokerto meminta polisi melacak keberadaan pengajiannya.

“Berdasar kaset yang kita lihat tadi, jelas ajaran Islam sesat. Karena puasa Ramadan tidak wajib dan salat mereka cukup ingat Allah saja,” kata pengasuh Pesantren Nurul Huda, KH Fakih, Selasa (27/10/2009).

Bukti awal adanya aliran sesat ini ditemukan dalam tiga keping VCD berisi pengajian ilmu Kalam Santriloka. VCD ini sudah berada di tangan Kiai Faqih.

“Ini sangat menyesatkan. Di awal kaset, ada iringan salawat burdah, padahal isinya penistaan Islam,” kata kiai yang biasa dipanggil Gus Fakih ini.

Dalam salah satu pidatonya, seorang lelaki menyatakan umat Islam tidak perlu berpuasa di bulan Ramadan. “Puasanya umat Islam itu, di bulan Jawa kesembilan Bulan Selo. Gusti Allah tidak pernah menyuruh puasa bulan Ramadan,” kata seorang pria di VCD itu dengan nada tinggi.

Lelaki itu juga menyatakan tidak ada gunanya umat Islam berdzikir ‘Laa Ilaaha Illa Allah’ setiap hari. “Meski sejuta orang wiridan, Gusti Allah itu tetap saja satu. Kalau bisa beranak, berarti Gusti Allah punya puting susu,” kata lelaki itu disambut tawa sejumlah orang di VCD itu.

Menurut Gus Fakih, di Mojokerto terdapat aliran Santriloka ini. Terutama berbasis di Jalan Empu Nala dan kawasan Panggerman, Kota Mojokerto.

Selain meminta polisi melacak dan melarang keberadaan pengajian ini, Gus Fakih juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat menyikapi komunitas ini. “Kami khawatir atas reaksi umat, jika melihat VCD ini secara langsung,” kata Gus Fakih.
_____________________________

MUI Jatim: Perguruan Santriloka Sesat dan Harus Dibubarkan!

Menanggapi munculnya perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersikap tegas, menyatakan perguruan ini jelas sesat dan harus dibubarkan. Perguruan santriloka mengklaim sebagian isi al-Qur’an sesat dan membahayakan persatuan dan kesatuan ummat.

Aliran ini juga meyakini Al-Quran yang beredar di Indonesia dan negara-negara Islam bukan dari Bahasa Arab. Melainkan Bahasa Kawi, Bahasa Sansekerta dan Bahasa Jawa Kuno.

Perguruan santriloka mengklaim sebagian isi al-Qur’an sesat dan membahayakan persatuan dan kesatuan ummat.

Menurut penuturan ketua MUI Jatim, KH. Abdus Shomad Buckhori, ajaran perguruan Santriloka jelas sesat karena menyelisihi Islam. Harus dibubarkan karena melakukan penodaan agama. Jika pimpinan dan santri perguruan itu mengaku Islam harus diajak bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Kiai Abdus Shomad juga menegaskan, aliran ini bisa dituntut dan dipidanakan. Jika terbukti melecehkan agama bisa dituntut hukuman 5 tahun.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat juga telah menyatakan bahwa ajaran Perguruan Santriloka menyimpang dan sesat. Pernyataan MUI ini didasarkan pada penjelasan yang diberikan Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan).

“Itu menyimpang dan pasti sesat,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Ma’ruf Amin, Rabu (28/10/2009).

Menanggapi pernyataan MUI Jatim, pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan) meminta para ulama dan kiai tidak terburu-buru menuduh ajarannya sesat. Bahkan dia menantang siap dipotong leher dan dihukum mati jika terbukti sesat.

Namun, jika nantinya ajarannya ternyata tidak sesat, dan sebaliknya pihak Santriloka bisa membuktikan kesesatan para kiai, maka hukum potong leher berlaku bagi para kiai dan santri. “Kalau ulama itu yang sesat, maka harus dipotong leher mereka beserta para santri,” kata Gus Aan.

Hanya saja, Gus Aan menyaratkan hukum potong leher itu harus dilakukan negara melalui Departemen Agama atau Pengadilan Negeri. “Tapi yang memotong leher bukan saya, melainkan Departemen Agama dan Pengadilan,” kata Gus Aan.

Sebelumnya, Gus Aan menyatakan salat seperti yang dilakukan umat Islam bukan perintah Allah. Karena bukan perintah, Gus Aan menyarankan para santrinya tidak perlu salat.

Gus Aan menyatakan salat seperti yang dilakukan umat Islam bukan perintah Allah. Karena bukan perintah, Gus Aan menyarankan para santrinya tidak perlu salat.

Perguruan ini juga mengecam ibadah haji yang dianggap sebagai pembodohan Bangsa Arab terhadap Bangsa Indonesia.

Komunitas Perguruan Ilmu Kalam Santriloka ini juga memperkenalkan 4 jenis salat. Yakni Salat Maghrib, Isya, Subuh dan Dhuhur. Namun ke-4 jenis salat itu, tidak sama dengan salat umat Islam. Begitu pula salat Ashar juga tidak dikenal di komunitas ini.

Menurut Aan, Maghrib berarti Mageri Urip (Membentengi hidup) dengan budi pekerti, Isya berarti isak-isakno (Sebisa mungkin) berbuat baik kepada sesama, Subuh berarti ojo kesusu labuh (Jangan tergesa-gesa ke sawah) dan Dhuhur berarti nduweni budi luhur (Bermoral).

“Karena salat Ashar itu perintah agar tidak tersesat, maka salat Ashar tidak ada,” kata Gus Aan.

Jika sudah bisa melakukan 4 jenis salat itu, maka tidak perlu salat Ashar, yang berarti ojo kesasar (Jangan tersesat). “Karena salat Ashar itu perintah agar tidak tersesat, maka salat Ashar tidak ada,” kata Gus Aan menyatakan salat komunitas ini tidak seperti umat Islam lainnya. (Voa-Islam)

http://kabarnet.wordpress.com/2009/10/29/perguruan-santriloka-kecam-al-quran-dan-haji/

 >:(
"Barang Siapa beriman kepada Allah, Ia akan memberikan petunjuk kepada hatinya." ( At-Taghabun: 11)
http://www.PernikMuslim.com

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.906
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #95 pada: 03 November 2009, 00:57:17 »
Kutip dari: http://www.voa-islam.net/news/indonesia/2009/10/29/1549/perguruan-santriloka-ajarkan-wihdatul-wujud/
Mojokerto Jawa Timur, (voa-islam) - Perguruan Ilmu Kalam Santriloka meyakini akidah Wihdatul Wujud atau Manunggaling Kawulo Gusti (MKG), menyatunya antara Tuhan dengan hamba. Konsep ini dalam tradisi sufisme kuno dikembangkan Al-Hallaj.

Penuturan pengasuh Perguruan ini, Ahmad Naf'an yang sering dipangil Gus Aan alias KS Mustofa alias Pangeran Kuning, manusia memiliki kesempatan untuk menyatu dengan Allah. "Sifat wajib Allah itu kan ada 20. Kalau manusia bisa melakukan sifat-sifat wajib Allah itu, maka dia bisa menyatu dengan Allah," Penuturannya di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan Gang 5, Kota Mojokerto, Rabu (28/10/2009)nya.

Namun demikian, Gus Aan menyatakan manusia tidak mungkin menjadi Allah. Sebab Allah hanya satu. Hanya saja manusia bisa menyatu, karena kedekatan Allah dengan manusia, lebih dekat daripada urat nadi manusia.

Menurut Gus Aan, jika ada yang mengaku sebagai Allah, maka dia akan meminta orang itu membuatkan matahari lagi. "Karena itu Allah itu satu, tidak mungkin ada yang bisa menyamai. Tapi manusia bisa dekat dan menyatu dengan Allah," jelasnya.

Ajaran Wihdatul Wujud, dalam sejarah kewalian di Jawa, diyakini dan diajarka oleh  Syekh Siti Jenar atau dikenal Syekh Lemah Abang. Keyakinan dan ajaran Syekh Siti ini ditentang dan dinyatakan sesat oleh wali sanga. Dan karena keyakinan ini, kerajaan Islam Demak menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Dalam salah satu ritual ibadah perguruan santriloka terdapat pengagungan khusus kepada Syekh Siti Jenar. Di samping melakukan wirid dan tawassul ke Rasulullah SAW, Mereka juga bertawassul ke Syekh Siti Jenar. Ritual tawassul ini dipaparkan perguruan Santriloka dalam situsnya santriloka.net, yang sekarang tidak bisa diakses.

Bukti lain perguruan Santriloka adalah pengagum Syekh Siti Jenar adalah penuturanGus Aan, Syekh Siti Jenar merupakan salah satu wali yang tidak meninggalkan unsur Jawa. "Syekh Siti Jenar merupakan salah satu wali yang kami tawassul saat wiridan," katanya. (PurWD/dbs)

Penjelasan mengenai Wihdatul Wujud dan asal usul penyebar ajarannya

Kutip dari: http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=5424_0_4_0_M
Assalamu'alaikum wr wb

Semoga Ustadz selalu dalam limpahan rahmat dari Allah SWT.

Langsung saja, Ustadz. Kaum islib sering menyandar argumen mereka pada Ibnu Arabi, ulama yang pernah hidup di Andalusia. Siapa sebenarnya beliau dan apakah memang pandangan2nya mendukung Islam liberal?

Wassalam

Abdullah

Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ibnu Arabi lahir di di Murcia, Spanyol pada 28 Juli 1165 masehi bertepatan dengan tangal 17 Ramadhan 506 hijriyah. Nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin Ali Muhyiddin Al-Hatimi At-Taha'i Al-Andalusi. Wafat di Damaskus, Syria pada tahun 1240 M atau 638 H.

Sebelum kita bicara tentang Ibnu Arabi yang anda tanyakan, perhatikan dan jangan salah dengan nama lain yang kebetulan mirip. Ada tokoh lain bernama Ibnu Al-Arabi (ada lafadz al- di depan kata Arabi).

Kalau Ibnu Al-Arabi seorang ahli tafsir yang muslim, maka Ibnu Arabi (tanpa al-), tokoh yang anda tanyakan itu, bukan muslim apalagi ulama. Dia hanyalah orang yang pernah beragama Islam lalu keluar atau murtad, sehingga tidak layak menyandang gelar ulama.

Kekafiran Ibnu Arabi bukan sekedar mengada-ada, namun sudah menjadi fatwa para ulama besar yang mengenal pemikirannya. Di antara yang telah menjatuhkan vonis kafir atasnya antara lain:

Al-Imam An-Nawawi (wafat tahun 676 H)
Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (wafat tahun 852 H)
Al-Izz Ibnu Abdissalam (wafat tahun 660 H)
Imam Ibnu Taymiyah (wafat tahun 728 H)
Imam Ibnul Qayyim (wafat tahun 751 H)
Al-Qadhi 'Iyyadh (wafat tahun 744 H)
Al-'Iraqi (wafat tahun 826 H)
Adz-Dzahabi (wafat tahun 748 H)
Al-Bulqini (wafat tahun 805 H)
Al-Jurjani (wafat tahun 814 H)
Ibnu Ad-Daqiq Al-'Ied (wafat tahun 702 H)
Mengapa Ibnu Arabi divonis kafir? Apa kesalahannya?

Kesalahannya adalah dia telah keluar dari aqidah Islam yang lurus secara sadar, paham dan mengerti. Pendapatnya yang keluar dari agama Islam itu bukan sekedar karena ketidak-tahuannya atau karena keawamannya, namun karena sadar sepenuhnya bahwa dirinya ingin keluar dari aqidah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Entah iblis mana yang merasuki pikirannya.

Di antara contoh kesesatan aqidahnya sebagaimana yang bisa kita baca dalam tulisannya, Fushushul-hikam adalah:

1. Mengembangkan paham wihdatul-wujud.

Paham ini menyatakan bahwa semua makhluk ini adalah tuhan. Atau tuhan menyatu dengan semua makhluk. Pemikiran ini bukan sekedar diyakini untuk dirinya sendiir, namun lebih dari itu dia ikut mengkampanyekannya.

Padahal paham ini jelas-jelas bertentangan dengan prinsip dasar aqidah Islam yang menyatakan bahwa Allah bukanlah makhluq.

Sayangnya, para aktifis liberalis di negeri kita ini malah keranjingan dengan pemikiran yang tidak bikin kita enak makan dan enak tidur.


2. Meyakini bahwa perbuatan hamba adalah perbuatan Allah

Paham ini pengembangan dan konsekuensi dari doktrin di atas, karena makhluk itu adalah Allah, maka apa yang dikerjakan oleh makhluk berarti juga pekerjaan Allah.

Dan paham ini sesat lagi menyesatkan. Karena perzinaan, pembunuhan, pencurian, pemerkosaan dan semua doa manusia tidak perlu disesali, karena toh merupakan perbuatan Allah juga. Nauzdu billah.

3. Allah membutuhkan pertolongan makhluknya

Pendapat ini sangat merendahkan Allah, karena dianggap Allah itu seperti manusia biasa yang butuh pertolongan dari makhluq ciptaannya sendiri.

Padahal Allah itu tuhan yang Maha sempurna dan tidak butuh pertolongan makhluqnya. Kalau Dia butuh pertolongan, maka Dia bukan tuhan.

4. Iblis dan Fir'aun muslim dan masuk surga

Iblis masuk surga karena menurutnya, iblis itu makhluq yang paling suci tauhidnya lantaran tidak mau sujud kepada nabi Adam alaihissalam. Sedangkan malaikat punya kedudukan yang lebih rendah dari iblis.

Demikian juga Ibnu Arabi meyakini bahwa Fir'aun bukan orang kafir, tetapi muslim dan akan masuk surga.

Pendapatnya itu jelas bertentangan dengan ayat Al-Quran tentang iblis.

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku sejak dahulu." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. Ibrahim: 22)

Sedangkan pendapat bahwa Fir'aun itu muslim dan masuk surga, juga bertentangan dengan ayat ini

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat., "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras."(QS. AL-Mukmin: 46)

Entah apa yang dijadikan landasan olehnya, tetapi pemikiran ini akan membuat dahi kita berkerut 10 lipatan. Dan akan memotivasi orang ahli maksiat dan angkara murka untuk semakin bengis, serakah dan menindas. Karena tidak akan ada siksa di akhirat, lantaran Fir'aun dan Iblis pun muslim dan masuk surga.

Di Indonesia, penggemar berat Ibnu Arabi adalah mendiang Cak Nur, lalu diteruskan oleh kader-kader paham liberalis hingga sekarang ini. Entah apa yang berkecamuk di pikiran mereka, yang jelas tokoh ini bukan muslim karena telah divonis sesat oleh para ulama yang muktabar.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc [/qoute]
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline poony_moony

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 3.968
  • Lokasi: SaudiArabia
  • Jenis kelamin: Wanita
  • sebentuk hati berpenyakit sebongkah jiwa pnuh dosa
    • Lihat Profil
    • kumpulanhadist
« Jawab #96 pada: 03 November 2009, 01:05:22 »
jd inget  threadnya kang kenji

" Read the name of the Lord who created "

Memurnikan ketaatan untuk Allah semata, mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah ta'ala,ridha dengan ketentuanNya, serta sabar dalam
ketetapanNya, dan beriman dengan segala takdirNya

"Astagfirullahaladziim Waatuubu Ilaiih"
[

Offline shafiq

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.543
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #97 pada: 03 November 2009, 01:21:55 »
lagi2 swara muslim ustadznya itu lho hoby pisan nyesatin orang :wataw:
"Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati" (H.R. Bukhari 5928).

Offline k3nj1

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 3.488
    • Lihat Profil
« Jawab #98 pada: 03 November 2009, 01:27:10 »
Wahdatul Wujud kalau dipahami secara harfiah disepakai sesat oleh fuqaha maupun mutasawwifin.

Wahdatul Wujud disepakati fuqaha dan sufi : tidak boleh diajarkan secara terbuka.

Wahdatul Wujud hakekatnya dimaklumi oleh sebagian sufi.

Offline kurnia_saputra

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 6.665
  • Lokasi: Bogor
  • Jenis kelamin: Pria
  • Tersenyumlah, maka dunia akan menjadi indah
    • Lihat Profil
    • Kurnia's Journal
« Jawab #99 pada: 03 November 2009, 12:35:00 »
AGAMA BAHA'I

Termasuk pelecehan agama gak ya?  :( :( :(

===========

Mereka Salat Sehari Sekali, Kiblatnya Gunung Karmel

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Mereka menamakan diri penganut Baha`i dengan kitab suci Akhdas dan salatnya berkiblat ke Gunung Karmel atau Karamel di Israel. Berkembang di Tulungagung, salat sehari sekali, puasa 17 hari. Karena dinilai meresahkan, warga meminta pemerintah membubarkan kelompok tersebut.

Selain itu, para pengikut ajaran ini menerbitkan surat nikah sendiri untuk menikahkan antar pengikutnya, serta meminta dalam KTP dituliskan nama agama Baha'i.

Padahal di Indonesia hanya ada enam agama yang diakui pemeritah, sehingga warga minta pemerintah menertibkannya.

Seperti disampaikan Abu Sofyan Firojuddin, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung, pihaknya mendapat laporan dari warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, yang menyebutkan bahwa para pengikut ajaran Baha’i sudah keluar dari ajaran agama yang diakui pemerintah.

“Kami memang mendapat masukan dari warga yang meminta agar ajaran Baha’i ditertibkan,” ujar Abu, Minggu(25/10).

Dijelaskan Abu, ajaran agama dikatakan sesat jika ajaran itu telah menistakan agama resmi yang telah diakui pemerintah, sedangkan ajaran Baha’i memang punya dasar sendiri.

Seperti memiliki kitab suci Akhdas, nabi Muhammad Husain Ali, dan berkiblat ke Gunung Carmel di Israel. Carmel merupakan pegunungan di barat laut Israel di dekat Pantai Mediterania.

“Jadi, kami berhati-hati dalam menyikapi ini, apalagi ada desakan agar Baha`i dibubarkan. Karena Baha’i tak ada kaitannya dengan enam agama yang diakui pemerintah, maka MUI Tulungagung menyerahkan masalah ini pada negara,” jelasnya.

Abu mengakui MUI Tulungagung pernah memanggil Slamet Riyadi, warga Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, yang bersama Sulur serta 11 tokoh lain mengembangkan ajaran tersebut.

Saat pemanggilan, Slamet Riyadi menjelaskan, ajaran Baha’i memiliki cara ibadah tersendiri, yakni dengan membedakan waktu beribadah menjadi tiga bagian yaitu ibadah jangka pendek, menengah, dan panjang.

Pengikutnya pun bebas memilih. Kalau memilih beribadah jangka pendek dan menengah, waktunya mulai matahari terbit hingga matahari tenggelam. “Sedangkan ibadah panjang waktunya 24 jam. Pengikutnya bebas memilih,” ungkapnya.

Selain ibadah salat sekali dalam sehari, para pengikut Baha`i juga merayakan hari raya atau Lebaran. Tahun 2009 ini, mereka merayakan Lebaran pada Maret lalu, yang didahului dengan ibadah puasa selama 17 hari.

Diungkapkan Abu, ajaran ini muncul dan berkembang di Tulungagung sejak Maret 2009 lalu dengan Slamet Riyadi, Sulur, dan 11 orang lainnya asal Tulungagung sebagai tokohnya. Kini jumlah pengikutnya sedikitnya 157 orang.

Menurut beberapa warga, Slamet Riyadi beberapa tahun lalu pernah berguru keluar Tulungagung. Ketika kembali ke Tulungagung, terutama sejak tiga tahun lalu, ia mulai mengajarkan ajaran Baha`i. Tidak jelas ia pernah berguru kemana.

Ketika ditemui wartawan di rumahnya di Desa Ringinpitu, Slamet Riyadi yang berusia sekitar 50-an tahun itu menolak diwawancarai maupun diambil gambarnya.

Masih kata Abu Sofyan Firojuddin, ketika dipanggil MUI, Slamet Riyadi mengatakan, agamanya bukan sekte atau pecahan ajaran dari salah satu agama yang diakui pemerintah.

Juga disebutkan bahwa ajaran Baha`i mengenal tiga macam ibadah, merayakan Lebaran, serta menentukan puasa sendiri sesuai perhitungan atau aturan dalam kitab suci mereka, Akhdas.

Demikian juga kiblat atau arah menghadap salat mereka adalah Gunung Carmel di Israel, bukan ke arah Ka’bah di Makkah seperti umat Islam.

Terkait diterbitkannya buku nikah sendiri untuk pernikahan antarpengikutnya, menurut Abu tentu tidak bisa diakui keabsahannya.

Apalagi pengikutnya dianggap sah menikah, hanya jika dengan sesama pengikut Baha’i. “Masalah surat nikah ini wewenang Depag (Departemen Agama). Jadi, berdasarkan aturan, pernikahan seperti itu jelas tidak sesuai dan tidak sah,” papar Abu.

Dalam penanganan ajaran Baha’i ini, Abu mengatakan MUI masih menyelidikinya, apakah termasuk ajaran sesat atau melanggar, sedangkan Depag menangani masalah surat nikah yang dicetak pengikut Baha’i.

Namun untuk penyelesaiannya, masalah agama baru ini akan diserahkan kepada negara dalam hal ini Depag dan instansi yang berwenang lainnya untuk memutuskan apakah ajaran Baha’i diperbolehkan berkembang.

“Sebab, pengikutnya juga minta agar dalam pengurusan KTP dicantumkan agama Baha’i, padahal agama yang resmi diakui pemerintah ada 6 yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu,” katanya.

Secara terpisah, Kasi Urais Depag Tulungagung, Kusnan Thohari ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan ajaran Baha’i mengatakan pihaknya bersama MUI sudah mengambil sikap yakni melakukan pendekatan agara para pengikut ajaran Baha’i tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

“Secara kelembagaan, Depag menghormati setiap penganut kepercayaan atau aliran, dengan syarat tidak melanggar aturan hukum yang ada. Baha’i bukan agama, tapi ajaran atau aliran saja, agama yang diakui pemerintah hanya ada enam,” tutur Kusnan.

Mengenai aturan pernikahan harus sesama pengikut Baha’i dan menerbitkan akta sendiri, menurutnya jelas melanggar UU No 1/1974 tentang pernikahan.

Untuk agama Islam dicatat di KUA dan non Islam di Catatan Sipil. Hal inilah yang menurut Kusnan melanggar hukum, serta diserahkan sepenuhnya pada kepolisian untuk mengusutnya.

“Sebenarnya Baha’i pernah muncul sekitar tahun 1967-an, namanya Islam Baha’I, tapi tetap mengakui agamanya Islam. Kalau yang sekarang Baha’i saja, maka Depag berusaha menyikapinya dengan hati-hati jangan sampai mengganggu stabilitas dan kerukunan antar umat beragama serta penganut kepercayaan maupun aliran tertentu,” terangnya.

Mengenai ibadahnya, Kusnan mengaku tak pernah tahu, sebab kitabnya juga menggunakan bahasa sesuai daerah dimana ajaran itu dikembangkan.

“Di Indonesia menggunakan kitab berbahasa Indonesia, mungkin di luar negeri menggunakan bahasa Inggris,” katanya.

Secara terpisah, Kapolres Tulungagung, AKBP Rudi Kristantyo membenarkan pihaknya sudah melakukan cek ke lapangan mengenai ajaran Baha’i yang meresahkan warga.

“Setelah kita cek, ajaran itu memang berbeda dengan ajaran agama pada umumnya, maka kita minta MUI, Depag, dan pemkab turun tangan meluruskannya,” kata Rudi.

Sementara itu, Ketua MUI Jatim Abdushomad Buchori mengaku pernah mendengar adanya agama Baha’i tersebut. Tapi untuk perkembangan agama itu di Tulungagung, Abdushomad baru mendengar sekarang.

“Saya belum mendengar kalau itu juga berkembang di Tulungagung. Biasanya nanti ada laporan. Kalau ada laporan, kami akan tindaklanjuti,” ujar Abdushomad ketika dihubungi, Minggu.

Menurutnya, pengakuan para pengikut agama Baha’i terhadap kitab suci Akhdas serta Muhammad Husain Ali sebagai nabi menjadi bukti sebagai penodaan agama Islam. Sebab, tidak ada Nabi selain Muhammad.

Ia mengatakan, indikasi penodaan agama yang telah dilakukan oleh para penganut Baha’i itu karena tidak ada lagi ajaran agama baru selain enam agama yang diakui pemeritah.

Kalaupun Baha’i dimasukkan sebagai kepercayaan, kata Shomad, harus diteliti dulu kebenarannya. Untuk itu MUI minta supaya pihak kejaksaan, depag, pemerintah daerah serta aparat kepolisian segera bertindak menyelesaikan masalah ini.

MUI, tidak bisa bertindak di luar kewenangannya. Biasanya, MUI mengurusi masalah kegamaan saja. “Misalkan, ajaran A ini boleh apa tidak, itu saja. Selebihnya urusan aparat,” jelasnya. (ais/iks)

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/26/09424015/Mereka.Salat.Sehari.Sekali..Kiblatnya.Gunung.Karmel

[/center

Offline kurnia_saputra

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 6.665
  • Lokasi: Bogor
  • Jenis kelamin: Pria
  • Tersenyumlah, maka dunia akan menjadi indah
    • Lihat Profil
    • Kurnia's Journal
« Jawab #100 pada: 17 November 2009, 08:06:37 »
Aliran Sabda Kusumo

KUDUS – Masyarakat Menara Kudus memberikan tenggat waktu (deadline) sepekan kepada Kusmanto Sujono alias Raden Sabda Kusumo,40, agar meninggalkan lingkungan Menara.

Mereka juga meminta kepada aparat kepolisian untuk segera bertindak menyikapi munculnya aliran Sabda Kusumo yang telah diputuskan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kudus tersebut. Sementara dalam klarifikasi dengan aparat penegak hukum dan Departemen Agama Kabupaten Kudus kemarin, Sabda Kusumo tetap membantah mengajarkan aliran sesat.

Ketua Yayasan Makam Masjid dan Menara Sunan Kudus (YM3SK) Najib Hasan menjelaskan, saat ini penanganan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap dugaan aliran sesat Sabda Kusumo belum maksimal ”Kami meminta agar kasus ini segera diselesaikan dan jangan sampai berlarut-larut,” kata Najib Hasan usai menghadiri pertemuan lanjutan antara Sabda Kusumo dengan aparat penegak hukum di Kantor Kesbangpolinmas Kudus,kemarin.

Dia mengungkapkan,penyimpangan Sabda Kusumo juga terlihat pada buku Lempiran Sabdaku- Sumayang diakui ditulis oleh dua rekannya,yakni Abdul Kholiq dan Abdul Latif.Penyimpangan tersebut antara lain mengatakan bahwa tahapan syariat itu diartikan senang berbohong, tahapan toriqoh diartikan sombong, dan hakikat dikatakan senang membuka rahasia Tuhan. Atas dasar itu, kemudian dalam buku tersebut aliran ini memilih ma’rifat.

Bukan itu saja, dalam buku bersampul hijau tersebut, juga ada kalimat syahadat rasul yang diubah. Jika dalam Lempiran Ma’rifat, syahadat rasul berbunyi waasyhadu anna sabda Kusumo rasulullah imamul mahdi, maka dibuku yang diakui Sabda Kusumo tersebut tertulis waasyhadu adama rasulullah. ”Artinya, buku yang diakuinya saja juga terdapat ajaranajaran menyimpang. Untuk itulah, kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan,”jelasnya.

Sementara saat pertemuan depan pejabat pemkab, Depag, dan penyidik Polres Kudus,Sabda Kusumo kembali membantah telah menyebarkan ajaran sesat. Usai pertemuan,Raden Sabda Kusumo meminta semua pihak agar menunggu penyelidikan polisi. Dia menyatakan telah difitnah oleh pihak yang tidak senang dengannya.Mengenai keinginan warga agar dia pergi dari lingkungan Menara Kudus,Sabda Kusumo enggan menanggapi. “Kita lihat saja nanti,”ucapnya.

Dalam pertemuan kemarin, Masyarakat Menara menghadirkan salah satu mantan pengikut Sabda Kusumo bernama Eko. Dia mengaku mengikuti ajaran Sabda Kusumo selama dua setengah tahun. Pada awalnya tidak ada yang aneh dalam ajaran yang diberikan. Namun,setelah berjalan dua setengah tahun dia menemukan penyimpangan dalam hal kalimat syahadat. Mengetahui hal itu, Eko lantas memutuskan keluar dari ajaran tersebut.

“Saat dilakukan baiat,saya diminta mengucapkan kalimat syahadat yang memasukkan nama Sabda Kusumo di dalamnya,”ungkapnya. Kalimat syahadat tersebut kemudian ditulis di selembar kertas kemudian meminta saya untuk meminumnya. Ritual itu dilakukan pada malam hari dan jumlah orang yang dibaiat ada puluhan orang.Namun, Eko tidak mengetahui secara persis berapa orang yang dibaiat dan diminta membaca kalimat syahadat versi Sabda Kusumo.

Kasatreskrim Polres Kudus IPTU Suwardi belum bersedia memberikan komentar terkait hal ini. Dia menyatakan akan melaporkan hasil pertemuan ini lebih dulu ke Kapolres. “Kami akan laporkan dulu ke Kapolres sebelum menentukan tindakan yang akan diambil,”ujarnya. Namun demikian, menurut Kepala Kantor Kesbangpolinmas Kudus Ali Rifai, Sabda Kusumo telah menyatakan kesanggupannya untuk meninggalkan lingkungan Menara Kudus. Hanya saja, mekanismenya akan dibicarakan dengan perangkat desa setempat.

www.seputar-indonesia.com
Tuesday, 17 November 2009

[/center