Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: 10 Pembatal Ke Islaman  (Dibaca 3463 kali)


Offline al banyumasi

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2008
  • Tulisan: 789
  • Lokasi: Medan
  • Jenis kelamin: Pria
  • asalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh
    • Lihat Profil
    • http://i261.photobucket.com/albums/ii74/terryseven/khalifahumarih2.jpg?t=1241163519
« pada: 24 Januari 2009, 20:54:12 »
Sepuluh Hal Pembatal Keislaman kita
Penulis: Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz


HAL- HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN

Segala puji bagi Allah (Subhanahu wa Ta’ala) , Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi yang terahir Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam), para keluarga dan para Sahabat beliau, serta kepada orang- orang yang setia mengikuti petunjuk beliau.

Selanjutnya : ketahuilah, wahai saudaraku kaum muslimin, bahwa Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah mewajibkan kepada seluruh hamba – hambaNya untuk masuk ke dalam agama Islam dan berpegang teguh denganya serta berhati –hati untuk tidak menyimpang darinya.

Allah juga telah mengutus NabiNya Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) untuk berdakwah ke dalam hal ini, dan memberitahukan bahwa barangsiapa bersedia mengikutinya akan mendapatkan petunjuk dan barangsiapa yang menolaknya akan sesat.

Allah juga mengingatkan dalam banyak ayat- ayat Al-Qur’an untuk menghindari sebab- sebab kemurtadan, segala macam kemusyrikan dan kekafiran.

Para ulama rahimahumullah telah menyebutkan dalam bab hukum kemurtadan, bahwa seorang muslim bisa di anggap murtad ( keluar dari agama Islam) dengan berbagai macam hal yang membatalkan keislaman, yang menyebabkan halal darah dan hartanya dan di anggap keluar dari agama Islam.

Yang paling berbahaya dan yang paling banyak terjadi ada sepuluh hal, yang di sebutkan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para ulama lainnya, dan kami sebutkan secara ringkas, dengan sedikit tambahan penjelasan untuk anda, agar anda dan orang – orang selain anda berhati hati dari hal ini, dengan harapan dapat selamat dan terbebas darinya.

Pertama:
Diantara sepuluh hal yang membatalkan keislaman tersebut adalah mempersekutukan Allah (Subhanahu wa Ta’ala) ( syirik ) dalam beribadah.
Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

Artinya : “ Sesungguhnya Allah (Subhanahu wa Ta’ala) tidak mengampuni dosa syirik(menyekutukan ) kepadaNya, tetapi mengampuni dosa selain itu, kepada orang – orang yang dikehendakinya “.( Annisa’ ayat : 116)

Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

Artinya: “ sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, niscaya Allah akan mengharamkan surga baginya, dan tempat tinggalnya (kelak) adalah neraka, dan tiada seorang penolong pun bagi orang – orang zhalim” .( Al- Maidah : 72).

Dan di antara perbuatan kemusyrikan tersebut adalah ; meminta do’a dan pertolongan kepada orang- orang yang telah mati, bernadzar dan menyembelih qurban untuk mereka.

Kedua:
Menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah (Subhanahu wa Ta’ala), meminta do’a dan syafaat serta bertawakkal ( berserah diri ) kepada perantara tersebut.
Orang yang melakukan hal itu, menurut ijma’ ulama ( kesepakatan) para ulama, adalah kafir.

Ketiga :
Tidak menganggap kafir orang- orang musyrik, atau ragu atas kekafiran mereka, atau membenarkan konsep mereka. Orang yang demikian ini adalah kafir.

Keempat:
Berkeyakinan bahwa tuntunan selain tuntunan Nabi Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) lebih sempurna, atau berkeyakinan bahwa hukum selain dari beliau lebih baik, seperti ; mereka yang mengutamakan aturan - aturan thaghut (aturan – aturan manusia yang melampaui batas serta menyimpang dari hukum Allah ), dan mengesampingkan hukum Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) , maka orang yang berkeyakinan demikian adalah kafir.

Kelima :
Membenci sesuatu yang telah ditetapkan oleh Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) , meskipun ia sendiri mengamalkannya. Orang yang sedemikian ini adalah kafir. Karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

Artinya :”Demikian itu adalah dikarenakan mereka benci terhadap apa yang di turunkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka Allah (Subhanahu wa Ta’ala) menghapuskan (pahala ) segala amal perbuatan mereka”. ( Muhammad : 9).

Keenam:
Memperolok–olok sesuatu dari ajaran Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi Wassalam), atau memperolok – olok pahala maupun siksaan yang telah menjadi ketetapan agama Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka orang yang demikian menjadi kafir, karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

Artinya : “ katakanlah ( wahai Muhammad ) terhadap Allah kah dan ayat – ayat Nya serta RasulNya kalian memperolok – olok ? tiada arti kalian meminta maaf, karena kamutelah kafir setelah beriman “ . (At- Taubah : 65- 66).

Ketujuh :
Sihir di antaranya adalah ilmu guna-guna yang merobah kecintaan seorang suami terhadap istrinya menjadi kebencian, atau yang menjadikan seseorang mencintai orang lain, atau sesuatu yang di bencinya dengan cara syaitani.dan orang yang melakukan hal itu adalah kafir, karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

Artinya :” Sedang kedua malaikat itu tidak mengajarkan (suatu sihir) kepada seorangpun, sebelum mengatakan: sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir “.( Al-Baqarah : 102.)

Kedelapan:
Membantu dan menolong orang – orang musyrik untuk memusuhi kaum muslimin. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

Artinya : “ Dan barang siapa diantara kamu mengambil mereka (Yahudi dan Nasrani ) menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang tersebut termasuk golongan mereka. sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang – orang yang zhalim” .( Al- Maidah: 51).

Kesembilan:
Berkeyakinan bahwa sebagian manusia diperbolehkan tidak mengikuti syari’at Nabi Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) , maka yang berkeyakinan seperti ini adalah kafir. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman :

Artinya:” Barang siapa menghendaki suatu agama selain Islam, maka tidak akan diterima agama itu dari padanya, dan ia di akhirat tergolong orang- orang yang merugi”.( Ali- Imran: 85).

Kesepuluh :

Berpaling dari ِِAgama Allah (Subhanahu wa Ta’ala); dengan tanpa mempelajari dan tanpa melaksanakan ajarannya. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman :

Artinya : “ Tiada yang lebih zhalim dari pada orang yang telah mendapatkan peringatan melalui ayat – ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling dari padanya. Sesungguhnya kami minimpakan pembalasan kepada orang yang berdosa “. ( As- Sajadah : 22).

Dalam hal- hal yang membatalkan keislaman ini , tak ada perbedaan hukum antara yang main-main, yang sungguh- sungguh ( yang sengaja melanggar ) ataupun yang takut, kecuali orang yang di paksa. Semua itu merupakan hal- hal yang paling berbahaya dan paling sering terjadi. Maka setiap muslim hendaknya menghindari dan takut darinya. Kita berlindung kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dari hal- hal yang mendatangkan kemurkaan Nya dan kepedihan siksaanNya. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada makhluk Nya yang terbaik, para keluarga dan para sahabat beliau. Dengan ini maka habis dan selesai kata-katanya. Rahimahullah.

Termasuk dalam nomor empat :
Orang yang berkeyakinan bahwa aturan- aturan dan perundang – undangan yang diciptakan manusia lebih utama dari pada syariat Islam, atau bahwa syariat Islam tidak tepat untuk diterapkan pada abad ke dua puluh ini, atau berkeyakinan bahwa Islam adalah sebab kemunduran kaum muslimin, atau berkeyakinan bahwa Islam itu terbatas dalam mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya saja, dan tidak mengatur urusan kehidupan yang lain.

Juga orang yang berpendapat bahwa melaksanakan hukum Allah Ta’ala dan memotong tangan pencuri, atau merajam pelaku zina ( muhsan) yang telah kawin tidak sesuai lagi di masa kini.

Demikian juga orang yang berkeyakinan diperbolehkannya pengetrapan hukum selain hukum Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam segi mu’amalat syar’iyyah, seperti perdagangan, sewa menyewa, pinjam meminjam, dan lain sebagainya, atau dalam menentukan hukum pidana, atau lain-lainnya, sekalipun tidak disertai dangan keyakinan bahwa hukum- hukum tersebut lebih utama dari pada syariat Islam.

Karena dengan demikian ia telah menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) , menurut kesepakatan para ulama’.sedangkan setiap orang yang telah menghalalkan apa yang sudah jelas dan tegas diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam agama, seperti zina, minum arak, riba dan penggunaan perundang- undangan selain Syariat Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka ia adalah kafir, merurut kesepakatan para umat Islam.

Kami mohon kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) agar memberi taufiq kepada kita semua untuk setiap hal yang di ridhai Nya, dan memberi petunjuk kepada kita dan kepada seluruh umat Islam jalannya yang lurus. Sesungguhnya Allah (Subhanahu wa Ta’ala) adalah Maha Mendengar dan maha Dekat. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam), kepada para keluarga dan para shahabat beliau.

(Dinukil dari kitab نواقض الإسلام oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, edisi Indonesia Hal-hal yang membatalkan Keislaman)

referensi ashthy.wordpress.com,arrahmah.

silahkan berkomentar tantang tulisan Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz dengan cara yang sehat.
asalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh<br /><br />Mohon maaf jika ada kesalahan karena datangnya dari saya, Jika ada kebenaran semata mata datangnya dari ALLOH swt
http://i261.photobucket.com/albums/ii74/terryseven/khalifahumarih2.jpg?t=1241163519

Offline Farabi

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.541
  • Lokasi: Gunung sinai
  • Jenis kelamin: Pria
  • Self-Proclaim Judge
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 24 Januari 2009, 21:37:18 »
Kutip
Artinya : “ Sesungguhnya Allah (Subhanahu wa Ta’ala) tidak mengampuni dosa syirik(menyekutukan ) kepadaNya, tetapi mengampuni dosa selain itu, kepada orang – orang yang dikehendakinya “.( Annisa’ ayat : 116)

Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

Artinya: “ sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, niscaya Allah akan mengharamkan surga baginya, dan tempat tinggalnya (kelak) adalah neraka, dan tiada seorang penolong pun bagi orang – orang zhalim” .( Al- Maidah : 72).
Manjur ni ayat 2. Saya bacain ke temen langsung dibuang jimatnya semua. Tapi bukan karena saya, karena taufik dan hidayah adalah karena seizin Allah.
"Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia"
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Offline ph34r

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 5.251
  • Lokasi: HIT & RUN | HIT & RUN | HIT & RUN
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 25 Januari 2009, 21:47:16 »
Manjur ni ayat 2. Saya bacain ke temen langsung dibuang jimatnya semua. Tapi bukan karena saya, karena taufik dan hidayah adalah karena seizin Allah.
Alhamdulillah, berarti teman anda masih disayang Allah.

berdasarkan pengamatan semata(pribadi), banyak user disini yang melanggar no 2, 4, 6, 8, 9
meskipun lainnya juga ada, tapi lebih sedikit kayaknya
tapi tanpa didasari rasa suudzon loh, hanya introspeksi
semoga kita semua diberikan Hidayah oleh Allah menjadi orang yang lebih baik(khususnya aku)

Offline Falfariq_gass

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 842
  • Lokasi: Makassar
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 26 Januari 2009, 19:34:07 »
@atas

yang nomer tiga juga banyak tuh akhi..........udah tau musryik, masih aje percaya...masih aje seneng gaul ama ki joko bodo atao mama laurenz

Offline Falfariq_gass

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 842
  • Lokasi: Makassar
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 26 Januari 2009, 19:43:21 »

Keempat:
Berkeyakinan bahwa tuntunan selain tuntunan Nabi Muhammad (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) lebih sempurna, atau berkeyakinan bahwa hukum selain dari beliau lebih baik, seperti ; mereka yang mengutamakan aturan - aturan thaghut (aturan – aturan manusia yang melampaui batas serta menyimpang dari hukum Allah ), dan mengesampingkan hukum Rasulullah (Shalallahu ‘alaihi Wassalam) , maka orang yang berkeyakinan demikian adalah kafir.

apakah ini berlaku juga buat kita yang mejalankan aturan di indonesia yang berasas demokrasi dan pancasila ?


Offline solik

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2009
  • Tulisan: 5
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 30 Januari 2009, 22:20:22 »
@atas

yang nomer tiga juga banyak tuh akhi..........udah tau musryik, masih aje percaya...masih aje seneng gaul ama ki joko bodo atao mama laurenz
ketik reg spasi ke laut aje... ha ha

Offline Diya al Dien

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.757
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • -vindicate-
« Jawab #6 pada: 31 Januari 2009, 00:08:03 »
apakah ini berlaku juga buat kita yang mejalankan aturan di indonesia yang berasas demokrasi dan pancasila ?

" Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? mereka hendak berhakim kepada thaghut (ctt: thaghut dalam arti hukum selain hukum Allah - lihat ctt Terjemahan Dept. Agama), padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." 4/61

"Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat." 2/256

Bahwa Rasulullah saw bersabda :
Tidaklah beriman (sempurna) seseorang diantara kamu, sebelum keinginan dirinya menuruti apa yang telah Aku bawa (dari Allah).
(Kata An-Nawawi : Hadist shahih kami riwayatkan dariKitab Al-Hujjah dengan isnad shahih).
Seseorang tidak akan beriman sempurna dengan sebenar benarnya sebelum keinginan dirinya mengikuti tuntunan yang dibawa oleh Rasulullah saw. Setiap Muslim wajib mengingkari thoghut sehingga Ia menjadi seorang mukmin yang lurus . Ibadah kepada Allah swt sama sekali tidak bermanfaat kecuali dengan menjauhi beribadah kepada selain Nya dan mengingkari thoghut.
Everything in the universe is a moslem, for its obey ALloh by submission to His laws.

Offline Falfariq_gass

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 842
  • Lokasi: Makassar
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 31 Januari 2009, 14:27:10 »
" Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? mereka hendak berhakim kepada thaghut (ctt: thaghut dalam arti hukum selain hukum Allah - lihat ctt Terjemahan Dept. Agama), padahal mereka telah diperintahkan mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." 4/61

"Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat." 2/256

Bahwa Rasulullah saw bersabda :
Tidaklah beriman (sempurna) seseorang diantara kamu, sebelum keinginan dirinya menuruti apa yang telah Aku bawa (dari Allah).
(Kata An-Nawawi : Hadist shahih kami riwayatkan dariKitab Al-Hujjah dengan isnad shahih).
Seseorang tidak akan beriman sempurna dengan sebenar benarnya sebelum keinginan dirinya mengikuti tuntunan yang dibawa oleh Rasulullah saw. Setiap Muslim wajib mengingkari thoghut sehingga Ia menjadi seorang mukmin yang lurus . Ibadah kepada Allah swt sama sekali tidak bermanfaat kecuali dengan menjauhi beribadah kepada selain Nya dan mengingkari thoghut.

solusinya gimana dong ukhti ? jangan masuk dunia politik ? golput misalnya ?

 

Offline Diya al Dien

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.757
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • -vindicate-
« Jawab #8 pada: 01 Februari 2009, 23:04:37 »
solusinya gimana dong ukhti ? jangan masuk dunia politik ? golput misalnya

apakah berhukum kpd selain Alloh selalu melalui ranah politik?
apakah seorg non-voter/golput selalu berarti telah mengingkari seluruh hukum2 Alloh?

berhubung ini forum aqidah, bukan hukpol.. solusinya tentu saja memindahkan loyalitas (berwala) pada dien islam.. kerubbubiyahan, keuluhiyahan dan kemulkiyahan Alloh :)
Everything in the universe is a moslem, for its obey ALloh by submission to His laws.

Offline Falfariq_gass

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 842
  • Lokasi: Makassar
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 03 Februari 2009, 20:15:21 »
apakah berhukum kpd selain Alloh selalu melalui ranah politik?
apakah seorg non-voter/golput selalu berarti telah mengingkari seluruh hukum2 Alloh?

berhubung ini forum aqidah, bukan hukpol.. solusinya tentu saja memindahkan loyalitas (berwala) pada dien islam.. kerubbubiyahan, keuluhiyahan dan kemulkiyahan Alloh :)
iya nih, rada oot y...... tapi gak oot bgt kok  %peace%

intinya, selama tidak mengingkari atau menyimpang dar hukum Allah swt,...bitu maksudnnya kan ukhti?

Offline Sungokong

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2008
  • Tulisan: 209
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 16 Februari 2009, 14:04:21 »
Bismillah,
semoga Allah memelihara hamba dari hal-hal yang membatalkan ke Islaman,
semoga Allah menjauhkan hamba dari hal-hal yang membatalkan ke Islaman.

Posting Digabung: 16 Februari 2009, 14:05:14
Amin.

Offline naurah moms

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2009
  • Tulisan: 940
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • me..my hubby..& my cute -cute bem-bem
    • Lihat Profil
    • A lief house wedding organizer
« Jawab #11 pada: 17 Februari 2009, 08:12:46 »
bingung..... secara saya ini muslim yg baruuuuuu banget belajar.. & masih cetek bgt..pemahaman islamnya....
bisakah dipake bahasa yang lebih mudah dipahamiiii?
naura ....^.^

Offline al banyumasi

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2008
  • Tulisan: 789
  • Lokasi: Medan
  • Jenis kelamin: Pria
  • asalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh
    • Lihat Profil
    • http://i261.photobucket.com/albums/ii74/terryseven/khalifahumarih2.jpg?t=1241163519
« Jawab #12 pada: 20 Februari 2009, 23:06:59 »
Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya dalam satu majlis ilmu :

“Siapakah agak-agaknya antara makluk Allah yang paling kamu kagum iman mereka kepada Allah? Para sahabat menjawab; para malaikat. Tidak kata Rasulullah, kerana mereka adalah golongan yang sentiasa bersedia untuk melakukan segala perintah Allah dan meninggalkan segala tegahan dan larangan-Nya. Kalau begitu wahai Rasulullah, mereka itu ialah para Anbiya (nabi-nabi). Tidak juga, kerana para anbiya dianugerahkan Allah kitab-kitab atau suhuf-suhuf dan mereka juga adalah golongan yang maksum(terpelihara daripada membuat dosa). Jadi kalau begitu kamilah wahai Rasulullah. Tidak juga, kerana kamu boleh jadi orang-orang yang beriman kerana aku berada bersama dengan kamu. Yang sebenarnya kata baginda, makhluk yang aku maksudkan itu ialah mereka yang akan datang selepas kamu yang hidup tanpa melihat aku (kewafatan baginda), kerana mereka boleh berpegang dengan Al-Quran dan jadi orang-orang yang beriman walaupun aku tidak ada di sisi mereka”.

Dalam riwayat hadis yang lain: Imam Ahmad,Imam Bukhari, Ibn Hibban dan al-Hakim daripada Anas, baginda ada menegaskan bahawa ;” beruntunglah mereka yang melihat aku dan beriman kepadaku(Nabi hanya mengungkap sekali sahaja) dan beruntunglah mereka yang tidak melihat aku dan boleh beriman kepadaku” (diungkap baginda hingga diulang sebanyak tujuh kali).
asalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh<br /><br />Mohon maaf jika ada kesalahan karena datangnya dari saya, Jika ada kebenaran semata mata datangnya dari ALLOH swt
http://i261.photobucket.com/albums/ii74/terryseven/khalifahumarih2.jpg?t=1241163519

Offline yoyotekim

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 243
  • ahlusunnah laa wahaby wa laa syiah wa laa JIL
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 02 Maret 2009, 11:52:02 »
buat al -banyumasi, nih ada website wong purbalingga....
pada-pada wong banyumase, pokoke inyong padamu lah :
http://salafytobat.wordpress.com/about/

Offline yoyotekim

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2009
  • Tulisan: 243
  • ahlusunnah laa wahaby wa laa syiah wa laa JIL
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 03 Maret 2009, 13:05:44 »
Dalam kitab tafsir mu'tabar imam para mufassir sunni sejati, telah menta'wil ayat mutasyabihat. Bukti pemalsuan aqidah oleh wahaby laknatullah!

Ilmu aqidah dalam mentafsir ayat muatsyabihat sangat penting, karena makna dhahir dalam sebagian ayat al-qur'an tidak boleh digunakan secara mutlak terhadap Allah, oleh itu makna dhahir memerlukan ta'wilan seperti ayat :
يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ
 (arti dhahirnya : Tangan Allah diatas tangan - tangan mereka")

berikut ini tafsir ayat mutasyabihat dlm kitab tafsir mu'tabar:

1. lafadz mutasyabihat biaidin (dengan tangan)

[ [وال  س�...اءَ بنيناها ِبأَيد وِإنا َل�...وسعونَ] [سورة الذاريات : 47

Artinya : " Dan langit, kami membinanya dengan Tangan(Kekuasaan)  Kami...." (Qs adzariyat ayat 47)


- Ibnu Abbas mengatakan: "Yang dimaksud lafadz  ِبأَيد  (biaidin) adalah
"dengan kekuasaan", bukan maksudnya tangan yang merupakan
anggota badan (jarihah) kita, karena Allah maha suci darinya.
Lihat rujukan dalam kitab Tafsir mu'tabar :

Allah SWT telah berfirman dalam Adzariyat : 47

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ

-  tafsir Qurtuby atas hal ini :

لَمَّا بَيَّنَ هَذِهِ الْآيَات قَالَ : وَفِي السَّمَاء آيَات وَعِبَر تَدُلّ عَلَى أَنَّ الصَّانِع قَادِر عَلَى الْكَمَال , فَعَطَفَ أَمْر السَّمَاء عَلَى قِصَّة قَوْم نُوح لِأَنَّهُمَا آيَتَانِ . وَمَعْنَى " بِأَيْدٍ " أَيْ بِقُوَّةٍ وَقُدْرَة . عَنْ اِبْن عَبَّاس وَغَيْره .

- dalam tafsir Thobary sbb :

الْقَوْل فِي تَأْوِيل قَوْله تَعَالَى : { وَالسَّمَاء بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ } يَقُول تَعَالَى ذِكْرُهُ : وَالسَّمَاء رَفَعْنَاهَا سَقْفًا بِقُوَّةٍ . وَبِنَحْوِ الَّذِي قُلْنَا فِي ذَلِكَ قَالَ أَهْل التَّأْوِيل . ذِكْرُ مَنْ قَالَ ذَلِكَ : 24962 - حَدَّثَنِي عَلِيّ , قَالَ : ثنا أَبُو صَالِح , قَالَ : ثني مُعَاوِيَة , عَنْ عَلِيّ , عَنِ ابْن عَبَّاس , قَوْله : { وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ } يَقُول : بِقُوَّةٍ.

kemudian dalam surat Al-Fath : 10

يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ

Al-Qurthubi telah menukil pendapat Ibn Kisan sbb :

قِيلَ : يَده فِي الثَّوَاب فَوْق أَيْدِيهمْ فِي الْوَفَاء , وَيَده فِي الْمِنَّة عَلَيْهِمْ بِالْهِدَايَةِ فَوْق أَيْدِيهمْ فِي الطَّاعَة . وَقَالَ الْكَلْبِيّ : مَعْنَاهُ نِعْمَة اللَّه عَلَيْهِمْ فَوْق مَا صَنَعُوا مِنْ الْبَيْعَة . وَقَالَ اِبْن كَيْسَان : قُوَّة اللَّه وَنُصْرَته فَوْق قُوَّتهمْ وَنُصْرَتهمْ

kemudian seperti mana pula yang dinukil dalam At-Thobary

وَفِي قَوْله : { يَد اللَّه فَوْق أَيْدِيهمْ } وَجْهَانِ مِنْ التَّأْوِيل : أَحَدهمَا : يَد اللَّه فَوْق أَيْدِيهمْ عِنْد الْبَيْعَة , لِأَنَّهُمْ كَانُوا يُبَايِعُونَ اللَّه بِبَيْعَتِهِمْ نَبِيّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ; وَالْآخَر : قُوَّة اللَّه فَوْق قُوَّتهمْ فِي نُصْرَة رَسُوله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , لِأَنَّهُمْ إِنَّمَا بَايَعُوا رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى نُصْرَته عَلَى الْعَدُوّ.




2. Makna surat al fajr 22

Begitu juga Imam Ahmad bin Hanbal yang merupakan ulama Salaf telah mentakwilkan ayat 22, Surah al-Fajr seperti yang diriwayatkan secara bersanad yang sahih oleh Imam Bayhaqiyy dalam kitab Manaqib Ahmad dari Imam Ahmad mengenai firman Allah:

"Dan telah datang Tuhanmu"

ditakwilkan oleh Imam Ahmad dengan: "Telah datang kekuasaan Tuhanmu".

3. hadith al-dhahik (ketawa)

berkata:  "Al-Bukhariyy telah mentakwilkan hadith al-dhahik (ketawa) dengan erti rahmat dan redha."



4. MAKNA LAFADZ “WAJAH-NYA (WAJHAHU)”

[كُل�'ُ شىءٍ ه�

artinya : "Segala sesuatu akan hancur kecuali wajah-Nya"


Maknalafadz illa wajhahu (kecuali wajah-Nya)

al Imam al Bukhari berkata: [ ِإلا�'َ وجهه ] “kecuali sulthan (tasharruf  atau kekuasaan-) Allah”.

Al Imam Sufyan ats-Tsauri mengatakan: “…Kecuali amal shaleh yang dilakukan hanya untuk mengharap ridla Allah”.



بيان الحق وكشف أهل الضلال بسم لله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين, المنـزه عن الشبيه والمثيل والزوجة والولد والإخوان، الموجود بلا جهة ولا مكان، المنـزه عن كل ما لا يليق به من الصفات والنعوت، والملك القهار ذي الجلال والجبروت، وأفضل الصلاة وأتم السلام على سيدنا محمد خير الأنام، وخاتم أنبياء الإسلام، وعلى ءاله الطاهرين، وصحبه الغر الميامين، ومن اتبع منهاجهم واقتفى أثرهم إلى يوم الدين.ـ”قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “حتى متى ترعون عن ذكر الظالم اذكروه بما فيه حتى يحذره الناس
Antara Fatwanya lagi, mengingkari takwilan Imam Bukhari. Sesungguhnya Imam Bukhari telah mentakwilkan Firmanallah :

كل سيء هالك إلا وجههقال البخاري بعد هذه الأية : أي ملكه

Yang artinya :
” setiap sesuatu akan hancur kecuali wajah -Nya”  berkata imam Bukhary setelah ayat ini : ” maknanya (lafadz wajah-Nya) adalah kerajaan/kekuasaan Allah”


Tetapi Al-Albaany mengkritik keras takwilan ini lalu berkata :
(( هذا لا يقوله مسلم مؤمن ))
” Ini sepatutnya tidak dituturkan oleh seorang Muslim yang beriman “. Lihatlah kitab (( Fatawa Al-Albaany )) m/s 523.
Tentang takwilan Imam Bukhari ini adalah suatu yang diketahui ramai kerana jika dilihat pada naskhah yang ada pada hari ini tidak ada yang lain melainkan termaktub di sana takwilan Imam Bukhari terhadap ayat Mutasyabihat tadi. Di samping itu juga, ini adalah antara salah satu dalil konsep penakwilan nusush sudah pun wujud pada zaman salaf (pendetailan pada pegertian makna). Bagaimana Beliau berani melontarkan pengkafiran terhadap Imam Bukhary As-Salafi dan mendakwa Imam Bukhary tiada iman dalam masa yang sama beriya-riya mengaku dirinya sebagai Muhaddits??!!


scan kitab pengkafiran albany thd imam Bukhary rah :
http://salafytobat.wordpress.com/2008/06/16/kesesatan-kesesatan-nashiruddin-al-albany-syaikh-wahabi/

wahai wahaby (salafy palsu) apa kalian mau mati dengan aqidah palsu!!!

http://salafytobat.wordpress.com/about/
http://al-ashairah.blogspot.com/
http://abu-syafiq.blogspot.com/
http://al-subki.blogspot.com/