Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(QS. 2:208)
Seperti pernyataan saudara Muslimovic, "tapi kenapa orang2 SEPILIS yg nolak syariat justru mendukung PANCASILA" Saya merasa justru dengan itu Pancasila terbukti dapat menjadi 'perekat' berbagai pandangan yang ada di masyarakat Indonesia.
klo serba barat koq kagak pernah diprotes yah???
Kutip dari: Muslimovic pada 30 Agustus 2006, 09:08:35klo serba barat koq kagak pernah diprotes yah???mo protest gimana lha wong nt makannya masih diatas meja pake sendok garpu duduk di kursi walopun di warteg... dan lebih merasa dihargai kalo pake pakaian formal lengkap plus spokat ..kazut or sepatu.. itu budaya dari mana tuh..? ntar deh ngomong budaya sing anyar koyo hape..mobil..komputer nyang ngeawang2 tak tentu..mending omongin budaya barat yang secara tak sadar kita pake berabad2...belajar lagi kang mus...
@merkavaanda ngerti gak maksud pernyataan saya di bawah???klo blom faham, oke saya jelasin lagi ... (lihat Note)sistem syariat yg sekarang diterapkan di negara2 yg lahir dari penjajahan bukanlah patokan yg baguskembalikan ke al-Quran dan as-Sunnahsudah mengertos???
1. sebagian besar muslim mengakui Pancasila, apa bukti mereka menjadi penyembah PancasilaPS kan dianggap sebagai sumber dari segala sumber hukum. Mereka menganggap PS ini lah yang paling cocok untuk masyarakat yang heterogen, sedang Al-Quran cukup untuk pegangan amalan individu saja. Anggapan ini kan tanpa mereka sadari bermakna : TERNYATA PS LEBIH HEBAT DARI AL-QURAN. PS adalah sakti, yang dapat mempersatukan bangsa; terbukti mampu mengalahkan komunis. PS inilah yang akan menjadikan masyarakat adil dan makmur. Ini kan berarti telah menjadikan PS sebagai ILAH. Di samping itu, dalam sistem PS ini, hukum yang akan ditegakkan adalah hukum buatan manusia. Padahal hanya Allah lah yang berhak menetapkan hukum. Ini lah pelanggaran terhadap hak ke-Rubbubiyah-an Allah, karena hanya Allah lah yang mestinya sebagai satu2nya Robb bagi manusia. Mereka mengakui seperti apa yang diucapkan Firaun : (Seraya) berkata:"Akulah Rabbmu yang paling tinggi". (QS. 79:24).Bagaimana kalau mengakui adanya Robb lain selain Allah?2. apakah mengakui sama dengan menyembahSilakan ambil kesimpulan dari uraian di atas. 3. bisakah berbeda keyakinan, aqidah, paham disatukan, jangan2 orba lagiBagi Allah sangat mudah untuk menjadikan seluruh manusia beriman. Namun, bukankah Dia tidak melakukannya? Ini berarti, disepanjang zaman akan selalu ada orang musyrik dan kafir yang senantiasa menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Apakah kita akan membina jalinan kasih sayang dengan mereka karena alasan persatuan kebangsaan? Padahal Allah telah mengingatkan :Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. . . . (QS. 58:22).Pesan Rosulullah adalah : Umat Islam itu bersaudara, bagaikan satu tubuh. Dari mana datangnya persaudaraan atas dasar kebangsaan?Ini tidak berarti Umat Islam tidak bersikap adil. Keadilan akan terwujud jika diin Allah tegak; Adanya kekuasaan Islam yang akan menjalankan hukum Allah. Semua orang akan diperlakukan adil, tidak pandang bulu apa agamanya, asal mereka tunduk.4. bukankah perbedaan itu rahmatBenar, perbedaan adalah rahmat dengan catatan tidak menimbulkan golongan2/perpecahan. Jika berpecah belah, itu adalah laknat. Di dalam masyarakat yang katanya mayoritas muslim, namun tidak mampu menegakkan hukum Allah. Ini kan kehinaan. Kita juga telah diingatkan bahwa perpecahan ini adalah suatu kemusyrikan (QS. 30 : 31-32), yang berarti sudah di tepi jurang neraka.Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. 3:103)Kondisi umat Islam saat ini mirip seperti apa yang digambarkan dalam ayat tersebut. Semoga Allah mempersatukan umat Islam. Namun, bagaimana akan bersatu kalau sebagian umat yang mengaku muslim lebih mengedepankan persatuan kebangsaan? Padahal Allah telah mengingatkan untuk tidak mengambil mereka sebagai penolong dan pelindung, sebelum mereka hijrah. Hijrah meninggalkan sistem non wahyu :Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka pada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri. Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah Barangsiapa yang telah disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan diantara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawanlah dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun diantara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong, (QS. 4:88-89) 5. mengapa pahlawan bangsa berjuang mempertahankan Pancasila dengan agamanya masing2 ?Ya itu hak mereka untuk memilih jalan. Mereka hendak menegakkan sistem berlandaskan PS atau diin Islam?. Berdasarkan persatuan kebangsaan atau aqidah? Tidaklah sama menegakkan diin Allah dengan system PS, meskipun dalam system PS akan diwarnai dengan nilai2 Islam :Dan sesungguhnya mereka hampir mamalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka. Kalau terjadi demikian, benar-benarlah, Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami. (QS. 17:73-75)Salam
ternyata semuanya masih pada blom paham tentang arti sebuah ideologidimana ideologi itu pasti punya sistem nilaimaleh ah klo ngobrol sama yg blom paham ideologi mah