Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Gmn cra Allah ngasih tau Rasulullah gerakan solat??  (Dibaca 470 kali)


Offline buruuj

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 108
  • Lokasi: Palembang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Allahu Akbar!!!
    • Lihat Profil
« pada: 02 November 2008, 13:29:43 »
mau tanya..
Rasul dpt cra grakan2 sholat dari Allah kan? Bs jelasin ke ane gak proses komunikasi Allah sm Rasul pas Allah ngasih tau bahwa, gini lho sujud, gini lho rukuk, dsb..
bs tlg jelasin dgn ayat Al-Qur'an, hadist, dan/atau hadist Qudsi?
jazakumullah..
Saling bantu untuk jadi lbih baik ya..^^ Allahu Akbar!!!

Offline liman seto

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 427
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 02 November 2008, 14:49:46 »
mau tanya..
Rasul dpt cra grakan2 sholat dari Allah kan? Bs jelasin ke ane gak proses komunikasi Allah sm Rasul pas Allah ngasih tau bahwa, gini lho sujud, gini lho rukuk, dsb..
bs tlg jelasin dgn ayat Al-Qur'an, hadist, dan/atau hadist Qudsi?
jazakumullah..


Saya juga pengin tahu.
Yg jelas kalau Allah kagak bekenan pasti Allah negur sang nabi.
bacalah, bacalah dengan segenap indera dan hati

Offline buruuj

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 108
  • Lokasi: Palembang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Allahu Akbar!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 02 November 2008, 18:25:14 »
ada yang tau?
Saling bantu untuk jadi lbih baik ya..^^ Allahu Akbar!!!

Offline Hakeem bin Zain

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.496
  • Lokasi: Bandung Kota Kembang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Patuh pada kehendak Tuhan-nya
    • Lihat Profil
    • Catatan kecil untuk kearifan bersama
« Jawab #3 pada: 02 November 2008, 21:25:45 »
"Aku didatangi Jibril a.s. pada awal-awal turunnya wahyu kepadaku. Dia mengajarkan kepadaku wudlu dan shalat"

(HR Imam Hakim - vol. III : 217, Al Baihaqi vol. I : 162, dan Imam Ahmad vol. V : 203, sebagaimana dikutip dalam buku 'Shalat bersama Nabi Saw', Hasan Bin 'Ali as Saqqaf, Yordania, terjemahan oleh Drs Tarmana Ahmad Qosim, Agustus 2003).

Hadits Nabi ini menceritakan, sebenarnya turunnya perintah shalat itu terjadi di awal-awal masa kenabian. Berarti sejak awal masa kenabian beliau, Rasulullah saw memang sudah menjalani shalat. Bukan setelah peristiwa Isra'Mi'raj.


selengkapnya baca di sini
http://www.mail-archive.com/keluarga-sejahtera@yahoogroups.com/msg01887.html

wAllahu a'lam

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 5.481
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 02 November 2008, 22:04:33 »
mau tanya..
Rasul dpt cra grakan2 sholat dari Allah kan? Bs jelasin ke ane gak proses komunikasi Allah sm Rasul pas Allah ngasih tau bahwa, gini lho sujud, gini lho rukuk, dsb..
bs tlg jelasin dgn ayat Al-Qur'an, hadist, dan/atau hadist Qudsi?
jazakumullah..


Pertanyaan bagus, pasti dari hasil pemikiran yang mendalam dari agama yang diberkahi ini. Saya juga ingin tahu tentang hal ini.
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 5.481
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 02 November 2008, 22:07:51 »
"Aku didatangi Jibril a.s. pada awal-awal turunnya wahyu kepadaku. Dia mengajarkan kepadaku wudlu dan shalat"

(HR Imam Hakim - vol. III : 217, Al Baihaqi vol. I : 162, dan Imam Ahmad vol. V : 203, sebagaimana dikutip dalam buku 'Shalat bersama Nabi Saw', Hasan Bin 'Ali as Saqqaf, Yordania, terjemahan oleh Drs Tarmana Ahmad Qosim, Agustus 2003).

Hadits Nabi ini menceritakan, sebenarnya turunnya perintah shalat itu terjadi di awal-awal masa kenabian. Berarti sejak awal masa kenabian beliau, Rasulullah saw memang sudah menjalani shalat. Bukan setelah peristiwa Isra'Mi'raj.


selengkapnya baca di sini
http://www.mail-archive.com/keluarga-sejahtera@yahoogroups.com/msg01887.html

wAllahu a'lam

Pada awal-awal bukan pada saat pertama menerima wahyu khan?. Soalnya pada saat itu nabi sangat ketakutan, dan orang ketakutan tentu tak akan bagus menerima petunjuk yang banyak kecuali beberapa yang mampu diingatnya saja, misalnya Surat Al-Alaq itu.

Jika pada saat wahyu pertama, maka saya ragu akan ke shahihan hadist tersebut (walah saya tahu keraguan saya itu gak penting).
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.062
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 02 November 2008, 22:15:33 »
@Bima

Awal-awal turunnya wahyu berbeda dengan wahyu yang pertama.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 5.481
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 02 November 2008, 22:47:58 »
@Bima

Awal-awal turunnya wahyu berbeda dengan wahyu yang pertama.


Iya saya kira juga demikian. Artinya memang suasana pembelajaran ilmu itu harus kondusif.
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.062
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 02 November 2008, 22:56:00 »
Masalah kondusif atau tidak, Allah swt dan Rasul-NYA lebih mengetahui.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Pangeran Bima

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 5.481
  • Aku mencari dan mencari MU.
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 02 November 2008, 23:01:28 »
Masalah kondusif atau tidak, Allah swt dan Rasul-NYA lebih mengetahui.

Saya hanya meyakini, apa pun yang diperbuat Allah sangat sesuai dengan syarat-syarat "hukum sebab akibat" itulah yang membuat saya meyakini, islam agama yang benar. Saya beragama islam bukan hanya ikut-ikutan.

Jadi saya tidak berfikir seperti Anda bahwa pokoknya terserah Allah dan Rasulullah saja, saya kira Allah memerintahkan kepada kita selalu berfikir dan berfikir (kalau tidak salah ada 750 kata dalam Al-quran yang meminta umat islam berfikir dan berfikir, artinya berfikir itu sangat penting bagi manusia).

Oleh karenanya pula saya sangat "salut" kepada TS yang karena menggunakan fikirnya secara baik telah memunculkan pertanyaan ini. Bagi orang lain mungkin hal biasa, bagi saya sungguh luar biasa dan justru saya belum pernah mempertanyakan seperti yang TS tanyakan. Dan itu akan banyak hikmah terkandung dibaliknya. Yakni kebenaran agama yang haq.
« Edit Terakhir: 02 November 2008, 23:05:36 oleh Pangeran Bima »
Cahaya adalah energi. Barangsiapa yang mendapat sedikit saja Cahaya-Nya niscaya tidak akan pernah ada keraguan diri tentang keberadaan-Nya, dan ia memiliki energi yang cukup untuk mengenal-Nya.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.062
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 02 November 2008, 23:26:31 »
Tidak apa-apa. Kalau Allah swt dan Rasul-NYA saw sudah memerintahkan, maka saya hanya bisa menuruti, insya Allah.
Tinggal kita mempelajari, apakah berita atau khabar yang disandarkan kepada Allah swt dan Rasul-NYA itu shahih dan benarnya adanya.

Oh ya, perintah dan ajaran shalat tentulah diturunkan dengan wahyu baik melalui perantaraan Jibril as atau dengan cara lainnya. Untuk lebih jelas mungkin bisa mencari tentang cara turunnya wahyu kepada Rasulullah Muhammad saw. ;)
« Edit Terakhir: 02 November 2008, 23:31:32 oleh ^HeHeHe^ »
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline liman seto

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 427
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 03 November 2008, 08:44:55 »
Saya termasuk orang yg tidak menabukan menanyakan or mencari kejelasan thd hal hal yg belum jelas bagi saya. Hal itu berdasarkan pada keyakinan yg ada pada diri saya bahwa ada keterbatasan pada setiap diri makhluk , baik itu manusia atau makhluk lain terutama diri saya sendiri.
Maka pertanyaan perlu diajukan baik itu kepada Sang Khalik maupun kepada makhluk lain , baik itu berupa perenungan berdasarkan pertanyaan yg muncul maupun dialog dengan sesama .
Tidaklah harus terjawab atas pertanyaan itu , karena --kembali-- adanya keterbatasan tadi , baik yg ada pada diri sendiri --sehingga tidak bisa menangkap jawaban dari Allah-- , ataupun tidak mendapatkan jawaban dari sesama makhluk karena ketidak mampuan or keterbatasan mkhluk tadi.

Dalam mensikapi jawaban/tidak adanya jawaban tadi , insyallah saya berusaha untuk tidak akan merubah keimanan saya thd pokok pokok keimanan yg diwajibkan dalam Islam. Karena dalam agama (Islam) jelas masalah "keimanan" adalah dasar dari agama. Tidak jadi masalah darimana datangnya keimanan itu. Tidak harus keimanan itu datang dari hasil pemikiran !!!! Saya yg alhamdulillah sejak lahir hidup dan dididik dalam lingkunagan Islam , keimanan itu datang dan tumbuh dengan bertambahnya usia , pasang surut ya, selalu ada , terus terang bisa dibilang keimanan saya bukan didapat (mula mula) dari "akal" atau hasil olah pikir , tetapi keimanan itu tumbuh dan (insyallah) makin kokoh dengan melalui akal perenungan dan pengalaman. Saya yakin hala demikan juga dialami oleh banyak umat Islam didunia ini. Namun demikian saya yakin banyak juga yang mendapatkan hidayah keimanan karena hasil olah pikir mereka , pengalaman hidup mereka , perenungan dan penelitian or pencarian mereka, itu saya sangat yakin akan ini.

Maka menurut saya pertanyaan TS itu adalah wajar dan mungkin banyak yg punya pertanyaan spt itu.
Mungkin sulit untuk mencari jawaban yg sudah "matang" tersaji , seperti QS sekian , ayat sekian , hadist riwayat ini , riwayat itu dengan sanad ini dengan tingkat keshihan begini begitu dll dll dll.
Mungkin jawabannya merupakan suatu "kesimpulan" atau yg bisa disimpulkan sbg demikian.
Atau memang tidak ada riwayatnya. Toh soal pencatatan itu, periwayatan itu bisa saja tidak dilakukan , bisa saja para sahabat tidak mempermasalahkan itu sehingga tak terungkap mengenai hal ini . Namun jelas nabi sudah mencontohkan bagaimanan sholat itu dan Allah sendiri bersabda bahwa kalau kita taat pada rosulnya berart taat kepada Allah juga.
Jadi sebetulnya apapunjawaban dari pertanyan TS tidak perlu merubah or menggoyah keimanan kita , toh memangRosul lah yng selama ini penyampai massage or risalah Nya untuk umat ini.

Syukur alhamdulillah klo memang ada yg tahu jawaban pertanyaan sangTS.

Just sharing mannnnn  8-) 8-) 8-)
bacalah, bacalah dengan segenap indera dan hati

Offline Restubumi

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2012
  • Tulisan: 711
  • Lokasi: Banten, bekasi, brunei darussalam
  • Jenis kelamin: Pria
  • myQer
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 06 Januari 2012, 08:15:23 »
Salut buat pertanyaannya.

Offline ikhtyarr

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 777
  • Lokasi: nangkene
  • Jenis kelamin: Pria
  • berikanlah kelebihanmu dalam kekuranganmu
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 11 Januari 2012, 09:56:43 »
Saran buat Sdr/i moderator,
Bagaimana kalau dalil2 tentang sholat wajib 5 waktu di-paku-kan diboard ini?
Dasar hukum/dalil2 itu meliputi:
-waktu turunnya perintah sholat 5 waktu
-pedoman waktu masing2 sholat tsb
-jumlah rekaat tiap sholatnya
-gerakan2 sholatnya
-dll

Sehingga lebih mudah diakses/ga tenggelem...
Saya pikir akan sangat b'manfaat

Monggo yg berilmu dimohon kesediaannya

Terimakasih

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد اذهد يتنا وهب لنا من لد نك رحمة انك انت الوهاب
"Ya الله janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk kami,berilah kami rahmat,sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi"