aq juga lebih mengarah ke opini tentang adanya keterlibatan jin.
sebab dalam dunia ini sudah ada benang merah, hukum sebab-akibat yang mana sesuatu itu akan terjadi bila adanya proses.
tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa proses kecuali pada kisah 'Isa ibn Maryam dan Nabi Adam dalam hal penciptaan serta mu'jizat berbicara sejak dalam kandungan.
lain halnya bila anak tersebut memiliki kecerdasan tinggi kemudian ia melalui proses belajar, meski dalam waktu singkat kemudian berhasil menguasai apa yang dipelajarinya, maka itu termasuk bakatnya.
mengenai firasat2,
ada orang2 yang memang dengan kepekaannya (baca: kecerdasan logikanya) bisa mendapat pertanda akan sesuatu, sebagaimana dikisahkan bahwa 'umar ibn khattab pun memiliki ketajaman firasat yang tinggi,
namun, firasat tersebut tentu tidak serta merta muncul dengan begitunya, ibarat orang main catur, dia bisa mengetahui suatu yang akan terjadi melalui kondisi yang tampak di papan catur.
dan dalam hal itu aq lebih memilih mengistilahkan firasat sebagai suatu kesimpulan logika terhadap hal tertentu yang belum disempurnakan dengan clue pasti, namun clue2 lainnya mengarah ke kesimpulan tersebut.
dan lain halnya dengan pemahaman terhadap hal2 ghaib, yang seharusnya itu dipahami oleh makhluk yang berasal dari ghaib juga. jika ada makhluk kasar tapi bisa menjangkau keghaiban tersebut, kemungkinan terbesar adalah adanya sekutu dengannya.
wallahu'a'lam