@izti
iya, tau deh yang udah nikah

sekedar sotoy lagi nih
*saya asumsikan bahwa kata hubungan yang kamu tulis pake tanda kutip adalah hubungan suami istri alias urusan kasur

dulu sempat nonton film komedi barat, semacam film friends, atau wheres larry gituh deh, ada sebuah dialog yang bagus
ketika sang suami meledeki istrinya tentang kondisi "hubungan" (urusan ranjang), sampe2 dikasih efek suara penonton ya bilang oooooo
trus ternyata dijawab sama istrinya:
ya, percuma juga klo punya mobil cadilac (salah satu merek mobil bagus), tapi klo supirnya ngga bisa nyetir
klo tentang urusan "hubungan" itu tentu kedua belah pihak saling berperan, dan yang pastinya sang suami lah yang paling berperan besar
*dengan asumsi umum bahwa wanita lebih pemalu, dan lelaki yang lebih memegang kendali disitu
tapi kalau kita mau cermati postingan a_luv_u maka masalahnya ngga sesederhana itu
*multi causa
dan kalau mau baca tulisanya TS maka ada perkataan:
jgn sampe memuji istri org didepan istri sndr yaaaa....
beginilah jadinya...bs kacau balau perasaan istri...
itu bkn sala 1 alasan saya g cinta suami..
bnyk skali ...
g mungkin saya sebutkan disini...
berarti sebetulnya permasalahnya ngga cuma pada pihak wanita doang
makanya, dalam konseling pernikahan (klo saya baca2), biasanya ada 3 sesi, sesi pertama dengan suami, sesi kedua dengan istri, baru nanti ada sesi gabungan, jadi ketahuan sebetulnya dimana letak permasalahan / perbedaan/ gap yang menyebabkan permasalahan
maaf ini sotoy banget

tapi klo diliat sekilas (pakai persepsi yang didapat), sepertinya memang dari pihak suami kurang begitu memahami bagaimana manajemen sebuah keluarga
sehingga si istri (dalam hal ini TS), jadi terombang-ambing dan makin mudahlah sang syaitan menghembuskan angin "cinta" masa lalunya ke dalam hatinya
saya juga paham kok klo pernikahan itu ngga mudah dan sederhana, its too complicated. sama seperti nyetir mobil, meski kita tau teori2 nyetir yang baik, paham rambu2, paham mengenai otomotif (kendaraan kita), tapi klo belum pernah bawa (nyetir) mobil (baru cuma omong doang / baru sampe level pengetahuan belum sampe level pengalaman), ya ngga akan dapat feel / perasaannya
*lagi kepengen bisa bawa mobil nih*

[OOT OFF]
untuk mba a_luv_u
sedikit mengulang pesan saya sebelumnya:
itu hanya tipuan setan belaka
jangan sampai masa lalumu menghalangi kebahagiaan masa kini dan masa depanmu
cukuplah apa yang pernah kau rasakan dulu sebagai bagian dari kepingan kenangan, tanpa perasaan, cuma itu aja
cinta itu cuma perasaan emosional belaka, sangat subyektif
coba menekannya dengan menggunakan logika
kalau memang sekarang sudah menikah
mantapkan hati, bismillah, ridho Ilahi yang kan kau cari
melalui cinta pada pria yang sekarang telah menjadi suami
butuh waktu, untuk bisa mencintai pria yang sekarang menjadi suami
dan butuh kecerdasan emosional untuk bisa mencintai pria yang telah halal kau cintai
lihat sisi positif suami, dan kuatkan iman dalam hati 
hal2 yang kurang, coba disiasati dan diusahakan jalan keluarnya, cari solusi, dengan hati yang tenang dan pikiran bijak
semoga pernikahannya bahagia dunia akhira
