Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: perasaan suka kepada laki2 lain sblm menikah, akan hilang begitu seorang wanita  (Dibaca 971 kali)


Offline ipin4u

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.969
  • Lokasi: Balikpapan
  • Jenis kelamin: Pria
  • We support Palestine!
    • Lihat Profil
    • my blogs at multiply
« Jawab #30 pada: 09 September 2008, 16:05:11 »
@izti

iya, tau deh yang udah nikah :)



sekedar sotoy lagi nih

*saya asumsikan bahwa kata hubungan yang kamu tulis pake tanda kutip adalah hubungan suami istri alias urusan kasur :malu:


dulu sempat nonton film komedi barat, semacam film friends, atau wheres larry gituh deh, ada sebuah dialog yang bagus
ketika sang suami meledeki istrinya tentang kondisi "hubungan" (urusan ranjang), sampe2 dikasih efek suara penonton ya bilang oooooo

trus ternyata dijawab sama istrinya:

ya, percuma juga klo punya mobil cadilac (salah satu merek mobil bagus), tapi klo supirnya ngga bisa nyetir


klo tentang urusan "hubungan" itu tentu kedua belah pihak saling berperan, dan yang pastinya sang suami lah yang paling berperan besar
*dengan asumsi umum bahwa wanita lebih pemalu, dan lelaki yang lebih memegang kendali disitu


tapi kalau kita mau cermati postingan a_luv_u maka masalahnya ngga sesederhana itu
*multi causa


dan kalau mau baca tulisanya TS maka ada perkataan:

Kutip
jgn sampe memuji istri org didepan istri sndr yaaaa....
beginilah jadinya...bs kacau balau perasaan istri...
 :toktok:

Kutip
itu bkn sala 1 alasan saya g cinta suami..
bnyk skali ...

g mungkin saya sebutkan disini...


berarti sebetulnya permasalahnya ngga cuma pada pihak wanita doang

makanya, dalam konseling pernikahan (klo saya baca2), biasanya ada 3 sesi, sesi pertama dengan suami, sesi kedua dengan istri, baru nanti ada sesi gabungan, jadi ketahuan sebetulnya dimana letak permasalahan / perbedaan/ gap yang menyebabkan permasalahan


maaf ini sotoy banget :)
tapi klo diliat sekilas (pakai persepsi yang didapat), sepertinya memang dari pihak suami kurang begitu memahami bagaimana manajemen sebuah keluarga

sehingga si istri (dalam hal ini TS), jadi terombang-ambing dan makin mudahlah sang syaitan menghembuskan angin "cinta" masa lalunya ke dalam hatinya


saya juga paham kok klo pernikahan itu ngga mudah dan sederhana, its too complicated. sama seperti nyetir mobil, meski kita tau teori2 nyetir yang baik, paham rambu2, paham mengenai otomotif (kendaraan kita), tapi klo belum pernah bawa (nyetir) mobil (baru cuma omong doang / baru sampe level pengetahuan belum sampe level pengalaman), ya ngga akan dapat feel / perasaannya

*lagi kepengen bisa bawa mobil nih* :toe:

[OOT OFF]


untuk mba a_luv_u

sedikit mengulang pesan saya sebelumnya:

Kutip
itu hanya tipuan setan belaka
jangan sampai masa lalumu menghalangi kebahagiaan masa kini dan masa depanmu
cukuplah apa yang pernah kau rasakan dulu sebagai bagian dari kepingan kenangan, tanpa perasaan, cuma itu aja

cinta itu cuma perasaan emosional belaka, sangat subyektif
coba menekannya dengan menggunakan logika

kalau memang sekarang sudah menikah
mantapkan hati, bismillah, ridho Ilahi yang kan kau cari
melalui cinta pada pria yang sekarang telah menjadi suami

butuh waktu, untuk bisa mencintai pria yang sekarang menjadi suami
dan butuh kecerdasan emosional untuk bisa mencintai pria yang telah halal kau cintai
lihat sisi positif suami, dan kuatkan iman dalam hati :)

hal2 yang kurang, coba disiasati dan diusahakan jalan keluarnya, cari solusi, dengan hati yang tenang dan pikiran bijak

semoga pernikahannya bahagia dunia akhira O0

Offline izti

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.450
  • Lokasi: Ice Island
  • .. Pororo Love You ..
    • Lihat Profil
    • Disain WinterMelon
« Jawab #31 pada: 09 September 2008, 18:22:27 »

dulu sempat nonton film komedi barat, semacam film friends, atau wheres larry gituh deh, ada sebuah dialog yang bagus
ketika sang suami meledeki istrinya tentang kondisi "hubungan" (urusan ranjang), sampe2 dikasih efek suara penonton ya bilang oooooo

trus ternyata dijawab sama istrinya:

ya, percuma juga klo punya mobil cadilac (salah satu merek mobil bagus), tapi klo supirnya ngga bisa nyetir

referensinya dari barat seh.... :siul:

klo tentang urusan "hubungan" itu tentu kedua belah pihak saling berperan, dan yang pastinya sang suami lah yang paling berperan besar
*dengan asumsi umum bahwa wanita lebih pemalu, dan lelaki yang lebih memegang kendali disitu
jah, dia sok teu lagih, emang pernah njalanin hubungan suami istri gituh? :jaim:




berarti sebetulnya permasalahnya ngga cuma pada pihak wanita doang


yang bilang salahnya wanita siapah? ngarang lagi ah ipin :jaim:

maaf ini sotoy banget :)
tapi klo diliat sekilas (pakai persepsi yang didapat), sepertinya memang dari pihak suami kurang begitu memahami bagaimana manajemen sebuah keluarga

sehingga si istri (dalam hal ini TS), jadi terombang-ambing dan makin mudahlah sang syaitan menghembuskan angin "cinta" masa lalunya ke dalam hatinya


[/quote]
 konsultan yang butuh konsultasi kayaknya neh....


%peace%
... being single is easy, be a wife is happy, be a mother is miracle ...

Offline aishy_fika

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 9.223
  • Jenis kelamin: Wanita
  • pejuang ga boleh ngambek !!!
    • Lihat Profil
    • Pelangi-Duniaku
« Jawab #32 pada: 09 September 2008, 19:09:31 »
hum...

ga tau deh


ga ikut ikut

cuma mau nitip postingan doang %peace% ---> emang pasar bedug
Bagi dunia, kau hanyalah seseorang.Tapi, bagi seseorang kau adalah dunianya. PLATO

-SWORDLESS SAMURAI-

Offline idku-R

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 884
  • grrrhhhhhh
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 09 September 2008, 20:02:54 »
"percayalah, perasaan suka kepada laki2 lain sblm menikah, akan hilang begitu seorang wanita mendapatkan 'malam pertama'nya dengan suaminya.." :o
bener g kata2 itu???
aku kok g pnh merasakannya y? :toktok:
wah, benarkah itu 
:o :o
-inurl:(htm|html|php) intitle:\"index of\"+\"last modified\"+\"parent directory\"+description +size +(wma|mp3) \"idku-R\"

Offline Anis_WN

  • Moderator
  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 24.462
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Be yourself, but don't be selfish.
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 17 September 2008, 07:52:52 »
Ngamatin para konsultan ngasih nasihat... ::)

Kutip dari: a_luv_u
pesan untuk kalian para ikhwan...
jgn sampe memuji istri org didepan istri sndr yaaaa....
beginilah jadinya...bs kacau balau perasaan istri...
:toktok:
Sebetulnya hal yg sama juga berlaku untuk para istri yg suka mbanding2in suaminya sama orang lain.

Kalo saya, langsung aja, "Kenapa lu dulu gak nikah aja ama dia? :P" Terus kalo jawab2an, kejar lagi sampai dia mengakui bahwa mengakui kelebihan kita. Atau mungkin dia bener2 gak bisa menemukan sisi positif sama sekali dan mengakui 'kesalahannya' dlm memilih pasangan. Pada titik itu, langsung aja minta cerai.

;)

Kasar, sih. Tapi ngapain juga menikah dgn orang yg gak bisa menghargai kita sebagai pasangannya?

%peace%
Manusia tak luput dari kesalahan. Ane manusia. Kesimpulan: Ane tak luput dari kesalahan. Mohon maaf bila ada kata yg salah. Dan... TKJSS

Offline chair

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.625
  • Jenis kelamin: Wanita
  • tetep smangad!
    • Lihat Profil
    • chair
« Jawab #35 pada: 17 September 2008, 09:32:39 »
kalopun mau membanding2kan ya dalam hati aja, jaga perasaan pasangan...

Offline 4isyah_4ulia

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 5.671
    • Lihat Profil
    • sp0ngew4ter.wordpress.com
« Jawab #36 pada: 17 September 2008, 11:14:24 »
kalau emang niat untuk menghilangkan perasaan yg gitu, gak perlu pake malam pertama kali...
perasaan suka terhadap laki2 sebelum menikah itu bisa hilang meskipun kita belum menikah
semuanya tergantung pada orang itu, gak peduli laki2 atau perempuan
kalau udah nikah, yg lain dan yg lalu...ya lupain aja
yg penting gimana sikap kita pada pasangan kita

usahakan dong dilupain, masa iya malam pertama malah ngingat orang lain?!
>> hanya bisa menunggu <<

Offline Bunda Aidan

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 13
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • Kios Pulsa
« Jawab #37 pada: 22 September 2008, 15:29:58 »
Kasus ini mirip dengan seorang teman saya, tapi mungkin lebih parah. Di awal proses begitu bersemangt menyiapkan pernikahan. tapi, ketika hari pernikahan sudah tinggal menghitung jari, dan undangan sudah disebar, keraguan yang hebat muncul dalam hati sahabat saya. Tahukah akibatny, di malam pengantin sang istri justru minta cerai. tetapi suami tidak mengabulkannya.
Saya jadi benar miris, sudah lupa kah dengan niat tulus sebagai modal menikah, yaitu menikah karena ingin menggenapkan separuh dien, menikah semata-mata karena Allah dan ingin menggarap ibadah yang lebih banyak bersama pasangan. Kemana kah niat suci itu menghilang?

Offline lia_ahmalia

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 69
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 23 September 2008, 12:28:43 »
masa sich?

emang gitu ya?? blm nikah nich... :hihi:

berarti bener donk kata orang,cinta akan tumbuh dengan sendirinya setelah menikah.. :hmmm:

Offline ikhwanfillah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 1.539
  • Lokasi: Makassar
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup Mulia Atau Mati Syahid
    • Lihat Profil
    • RENUNGAN BAGI PARA PENCARI KEBENARAN
« Jawab #39 pada: 23 September 2008, 18:18:30 »
@a_luv_u

Saya bisa menyimpulkan bahwa pernikahan yg dilakuka oleh akhwat a_luv ini adalah sesuatu yg terpaksa, bisa terpaksa nikah, bisa juga terpaksa taat. (dan ini banyak terjadi pada diri aktifis dakwah) katanya : "konon karena pemahaman agama, mereka terpaksa atau dipaksa entah itu oleh pihak ketiga atau oleh keadaan untuk menikah dengan orang yg sama sekali gak mereka suka (cintai).

Karena itu pemahaman seperti harus diluruskan, Islam sudah mengajarkan bahwa salah satu tujuan pernikahan itu adalah untuk menciptakan ketentraman bathin bagi kedua belah pihak yg melaksanakan pernikahan itu, karenanya kedua belah pihak harus dipertemukan sebelum kesepakatan nikah itu dibuat. MAnfaatnya adalah, suapaya keduanya bisa mengukur dan langsung merasakan ada gak getar-getar cinta itu pada keduanya. Jika tidak salah satu bisa menolak.

Karena itu jauh hari selama masih dalam proses taaruf, ikhwan dan akhwat sudah mencoba menghadirkan rasa suka atau yg disebut cinta itu. Sebab akibatnya bisa fatal seperti ini. Dan jika sudah begini yg jadi korban tentunya adalah akhwat, dia akan merasakan sesuatu yg hambar dalam kehidupan rumah tangganya, jauh dari apa yg dibayangkan sewaktu masih menjadi aktifis dakwah. Lezatnya rasa berumah tangga, kemudian menjadi bom waktu.

Wassalam
Ikhwan
RENUNGAN BAGI PARA PENCARI KEBENARAN


Offline Bunda Aidan

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2008
  • Tulisan: 13
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • Kios Pulsa
« Jawab #40 pada: 24 September 2008, 13:13:09 »
@a_luv_u

Saya bisa menyimpulkan bahwa pernikahan yg dilakuka oleh akhwat a_luv ini adalah sesuatu yg terpaksa, bisa terpaksa nikah, bisa juga terpaksa taat. (dan ini banyak terjadi pada diri aktifis dakwah) katanya : "konon karena pemahaman agama, mereka terpaksa atau dipaksa entah itu oleh pihak ketiga atau oleh keadaan untuk menikah dengan orang yg sama sekali gak mereka suka (cintai).

Karena itu pemahaman seperti harus diluruskan, Islam sudah mengajarkan bahwa salah satu tujuan pernikahan itu adalah untuk menciptakan ketentraman bathin bagi kedua belah pihak yg melaksanakan pernikahan itu, karenanya kedua belah pihak harus dipertemukan sebelum kesepakatan nikah itu dibuat. MAnfaatnya adalah, suapaya keduanya bisa mengukur dan langsung merasakan ada gak getar-getar cinta itu pada keduanya. Jika tidak salah satu bisa menolak.

Karena itu jauh hari selama masih dalam proses taaruf, ikhwan dan akhwat sudah mencoba menghadirkan rasa suka atau yg disebut cinta itu. Sebab akibatnya bisa fatal seperti ini. Dan jika sudah begini yg jadi korban tentunya adalah akhwat, dia akan merasakan sesuatu yg hambar dalam kehidupan rumah tangganya, jauh dari apa yg dibayangkan sewaktu masih menjadi aktifis dakwah. Lezatnya rasa berumah tangga, kemudian menjadi bom waktu.

Saya setuju banget dengan pendapat ini. Sering kali, banyak dari akhwat yang menjalani ta'aruf kemudian tidak tumbuh kecenderungan dalam hatinya, merasa dilema. Desakan usia yang terus bertambah, tuntutan keluarga bahkan lingkungan yang seakan mengejar akhwat untuk segera menikah, dan juga, pemahaman di kalangan akhwat dan ikhwan yang katanya tidak baik kalau akhwat menolak pria yang datang kepadanya karena akan mendatangkan fitnah, bisa jadi alasan-alasan inilah yang mengalahkan gejolak hati si akhwat yang sebenarnya tidak bisa menerima pria yang sedang dikenalkannya.
Sungguh, saya tidak setuju dengan penilaian tidak baik akhwat  menolak laki-laki yang datang kepadanya. Kecenderungan hati sangat pada calon pasangan sangat penting, terutama untuk pihak perempuan. Mengapa? Karena kita, pihak perempuan akan mengemban tugas yang cukup berat dalam berumah tangga, dan akan terasa menyiksa hati dan fisik jika tidak ada keikhlasan di dalamnya. Bayangkan saja, hidup satu atap, tidur satu ranjang dengan laki-laki, dan tidak ada batasan fisik lagi dengan suami. Bagaimana kalau si akhwat tidak ada rasa suka, tentu ini akan membuatnya menderita lahir dan batin, kemudian dapat timbul hal-hal yang justru mudharat, seperti menentang dan tidak taat kepada suami.
Untuk akhwat yang belum menikah, ini penting dan harus jadi pertimbangan utama. Jangan terlalu pedulikan apa penilaian orang lain, karena yang akan menjalaninya adalah diri anti sendiri.
semoga bermanfaat.

Offline ikhwanfillah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 1.539
  • Lokasi: Makassar
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup Mulia Atau Mati Syahid
    • Lihat Profil
    • RENUNGAN BAGI PARA PENCARI KEBENARAN
« Jawab #41 pada: 26 September 2008, 15:12:04 »
Hm...ini bukan kasus yg pertama yg ana temui tapi kesekian kasus dalam pernikahan aktifis dakwah. Semoga menjadi pelajaran bergarga. Sebagai manusia biasa tentu, kita tidak bisa lepas dari fitrah kemanusiaan kita. Karen aitu pada proses awal ta'aruf hal ini sudah harus mantap. JAngan lanjutkan proses itu kalau tidak sreg alias tidak suka dengan orang yg ditawarkan.  Jangan pilihan ditentukan MR atau siapapun juga kecuali kita sendiri. Karena pernikahan bukan untuk dilakoni sehari dua, kalau bosan bisa berhenti. Ianya adalah proses yg akan dirasakan seumur hidup. KArena itu kita tidak boleh salah pilih.

Wassalam
RENUNGAN BAGI PARA PENCARI KEBENARAN


Offline Diya al Dien

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.757
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • -vindicate-
« Jawab #42 pada: 10 Oktober 2008, 15:56:08 »
hm..banyak yg bilang..
wanita itu mudah luluh oleh kebaikan,jatuh cinta dr hati
namun pria itu jatuh cinta dari mata.allahua`lam

tp sbg wanita mungkin perasaan suka pd suami biasanya akan muncul apabila
qta telah menikah (walo misalnya nikahnya tnp rasa cinta).soalnya wanita itu sensitif n mudah luluh.. :malu:

tenang ukhti,hidup tak selalu harus mengejar cinta pd manusia.. :)
sabda rasulullah Bila seorang pria beriman menikahimu;
bila ia mencintaimu maka ia akan memuliakanmu
bila ia tidak mencintaimu maka ia akan menghormatimu

Everything in the universe is a moslem, for its obey ALloh by submission to His laws.

Offline ikhwanfillah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 1.539
  • Lokasi: Makassar
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup Mulia Atau Mati Syahid
    • Lihat Profil
    • RENUNGAN BAGI PARA PENCARI KEBENARAN
« Jawab #43 pada: 12 Oktober 2008, 06:56:36 »
Menurut saya kasihan dua-duanya,kasihan suaminya, kasihan si a_luv_u nya. Ini mungkin pernikahan yg dipaksakan, dalam pengertian yg penting akhlak dan gamanya udah ok, nikah aja, persoalan tertarik atau tidak, cinta atau tidak, gak penting.
Atau bahkan ada akhwat yg terpaksa menerima, karena sering di beritahukan bahwa menolak pinangan laki-laki sholeh bisa menimbulkan fitnah.

Tindakan seperti ini menurut saya adalah keliru, fitrah manusia tertarik pada lawan jenis itu berawal dari pandangan (penglihatan fisik), dalam haditsnya Rasul juga menempatkan kata "li jamaaliha" sebagai kriteria awal dalam memilih pasangan. Kata ini tentu mewakili sifat yg dimiliki manusia, cantik bagi wanita dan ganteng bagi laki-laki. Hanya saja memang kriteria ini tidak boleh dijadikan pertimbangan utama, sebab titik beratnya ada di agama jika akan selamat.

Tetapi kita tidak boleh sama sekali menafikan faktor ini, sebab rasa suka itu justru berawal dari sini. Kalau kemudian dipaksakan, maka hasilnya ya seperti yg ukhti a_luv_u rasakan itu. Saya banyak mendengar bahwa banyak perkawinan yg seperti itu. Bahkan ada seorang wanita yg menikah sudah 20 tahun tapi tidak pernah merasakan nikmatnya (maaf) hubungan suami istri, karena dia menikah dengan orang yg tidak pernah dicintainya, padahal mereka telah dikaruniai 4 orang anak.

Kan kasihan jika sudah terjadi seperti ini.

Semoga tidak terjadi lagi

ikhwanfillah di bumi Allah

RENUNGAN BAGI PARA PENCARI KEBENARAN