Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Gratis sepuluh buku islami untuk Anda  (Dibaca 2286 kali)


Offline Uum

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.254
  • Lokasi: The Ocean
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 12 Agustus 2008, 11:40:36 »
Aku mau buku no. 10 :D

Karena hakikatnya semua yang bernyawa pasti mati, dan kematian merupakan awal dari kehidupan abadi di akhirat. Sungguh bahagia jika semua amal perbuatan kita yang kita kerjakan sepanjang hidup ditutup dengan indah, dengan tersenyum ala Islam, khusnul khatimah (Amiin Allahumma Amiin). dan untuk mendapatkannya tidak lah mudah, diperlukan ke-sitiqomahan yang luar biasa serta ilmu yang akan menuntun kita mewujudkannya. Oleh karena itu, i want that book, dan tentu saja, Al-qur'an dan As-sunnah tetap sebagai referensi utama. %peace%

Offline fhermawati

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 66
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 12 Agustus 2008, 12:31:41 »


4.  Istikharah Cinta: Cara cerdas mendapatkan jodoh ideal (Jakarta: QultumMedia, Cetakan Kelima, Juli 2008)


10. Mati Tersenyum ala Islam: Hikmah dan kisah nyata mengenai kematian yang indah (Bandung: Grafindo, segera terbit pada Agustus 2008)


[/quote]

-------
sebenarnya sih pengen yang no 10. berhubung sudah ada yang mau...jadi sy mo yg no 4 deh. biar pada kebagian. alasannya karena istikharah cinta sudah cetakan kelima, berarti bagus dan byk yg suka. trus, memang lg perlu tips2 utk milih jodoh. dengan tau caranya akan lebih bisa menentukan langkah2 yg harus diambil...ciieee...  :malu:  :hihi:
makasih sebelumnya...
Jika engkau melemparkan aku -sebutir kerikil- ke dalam danau indah ini, aku memecah permukaannya dengan lingkaran riak tak terhitung. tapi ketika aku tiba di dasarnya, aku diam tak bergerak (Kahlil Gibran)

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #17 pada: 12 Agustus 2008, 15:20:06 »
Ambil yang Baiknya buang yang buruk....
Ambil yang gratis namun tetep ajaga kefahaman ;)

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline katuyung

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.176
  • Indah Penuh Makna serta Enak Dimakan
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 12 Agustus 2008, 15:27:40 »
insya Allah, agar kita berhati-hati membaca buku-buku ybs, karena memang beliau adalah penulis yang beraliran liberal. Kalau untuk koleksi dan mengambil yang baik dan membuang jauh-jauh keburukannya, maka itulah jalan yang terbaik.

Sangat disarankan juga membaca buku-buku yang memang sudah terbukti keshahihannya, karya para ulama-ulama terpercaya, Imam AlJauziyyah (kebetulan penggemar beliau nih), Sayyid Quthub, Yusuf AlQardhawi, dll...

Dan yang lebih baik adalah membaca AlQuran..., apalagi mo Ramadhan ... :tembakin:
Kalau orang lain bisa menyebar keburukan, saya pun bisa menyebarkan kebajikan

Jadikan setiap Postingan Bermakna.

Seorang yang mendapatkan perlindungan Allah swt di hari akhir adalah orang yang menyatakan AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH. O0

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #19 pada: 12 Agustus 2008, 15:33:41 »
hehe jadi inget sama seseorg ;) Karena karya yang terdahulu itu banyak diminati org, lalu tiba2x ada pemahaman "baru" yang diangkat dalam sebuah buku dan ternyata org2x yang ngak suka terhadap pemahaman "baru" tersebut sehingga dia menggunakan "obat bius" dari produk pertamanya yang laku dipasaran demi membius para pembaca untuk menerima pemahaman barunya dengan kehebatan buku sebelumnya.. yang ternyata ada sesuatu yang berharga didalamnya.. sehingga banyak org2x deh minta maaf kepadanya...

Rasulullah aja ngak pernah menolak pemberian org lain, masa kita harus nolak pemberian bapak yang baik itu, gratis lagi :) makasih ya pak udah bagi2x buku ;) Semoga aja terus2xan ngasihnya :hihi: Semoga Allah Memberkahi Bapak Atas apa yang telah bapak Berikan kepada kami... Tidaklah kami yang membalas Terkecuali Allah Yang Maha Pemurah dan tentunya dengan niat yang baik dari bapak sendiri yang pula memicu Berkah itu sendiri :)
Tapi, kami bolehkan berhati2x jika terdapat obat bius di dalamnya kan pak :hihi:

Biar gimanapun Pacaran Islami Tidak dibenarkan lantaran segala yang bathil jika diturunkan sekalipun maka akan terus menjadi sesuatu yang bathil :)
« Edit Terakhir: 12 Agustus 2008, 15:37:35 oleh Akhina Ifa »

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline muhshodiq

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 133
  • Lokasi: Solo & Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Berkatalah baik-baik atau [lebih baik] diam!
    • Lihat Profil
    • Muslim Moderat
« Jawab #20 pada: 12 Agustus 2008, 15:36:45 »
... beliau adalah penulis yang beraliran liberal. ...

Penilaian tersebut kurang tepat. Saya seorang mubalig Muhammadiyah. Sejak 1997, saya menjadi dosen tetap di Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kemuhammadiyahan saya dapat dilihat di http://muslimmoderat.wordpress.com/tentang/

Daripada memelihara kecurigaan dengan saudara sesama muslim, alangkah baiknya bila kita pelihara ukhuwah islamiyah. Lihat http://muslimmoderat.wordpress.com/bukti-ukhuwah/
M Shodiq Mustika, penulis buku & mubalig Muhammadiyah


Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #21 pada: 12 Agustus 2008, 15:43:35 »
Penilaian tersebut kurang tepat. Saya seorang mubalig Muhammadiyah.
Lantas?

Kutip
Sejak 1997, saya menjadi dosen tetap di Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Lantas?

Kutip
Kemuhammadiyahan saya dapat dilihat di http://muslimmoderat.wordpress.com/tentang/
Lantas?

"...Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (AlHujuraat:13)


Kutip
Daripada memelihara kecurigaan dengan saudara sesama muslim, alangkah baiknya bila kita pelihara ukhuwah islamiyah. Lihat http://muslimmoderat.wordpress.com/bukti-ukhuwah/
Kami mencoba memeliharanya, namun jgn mengatas namakan ukhuwah untuk menghindari diskusi sehingga tidak terjadi fitnah lagi.

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline katuyung

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.176
  • Indah Penuh Makna serta Enak Dimakan
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 12 Agustus 2008, 15:57:34 »
Mohon maaf, saya hanya mengingatkan saja, agar mengambil yang baik dan membuang segala keburukan yang ada.
Setiap orang bisa khilaf, salah dan keliru. Tidak seorang pun, saya, bapak shodiq, maupun yang lainnya.

Akhir kata, agar tidak membuat thread ini jadi ajang debat, saya mengutipkan pesan Ibnu Abbas dalam tafsir Ibnu Katsir...

فلا تجعلوا لله أندادا وأنتم تعلمون


“Karena itu, janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 22)

Ibnu Abbas menafsirkan ayat di atas, bahwa yang dimaksud dengan andad adalah syirik, yaitu suatu perbuatan yang lebih samara daripada bekas rayapan semut di atas batu hitam dalam kegelapan malam. Perbuatan syirik yang dimaksud adalah seperti ucapan, “Demi Allah, demi hidupmu, wahai Fulan dan demi hidupku.”, “Kalau tidak ada anjing kecil ini, niscaya kita akan didatangi pencuri.”, “Kalau tidak ada angsa di rumah ini, niscaya kita akan didatangi pencuri.”, ucapan seseorang yang disampaikan kepada temannya, “Demi Allah dan demi engkau.” Dan ucapan seseorang, “Kalau tidak karena Allah dan si Fulan.” Janganlah menyebutkan Fulan ketika mengucapkan perkataan itu. Itu semua adalah perbuatan syirik. (HR. Ibnu Abi Hatim dalam kitab At Tafsir 229)

Banyak hal kecil yang begitu halus, tetapi kadangkala membelokkan niat kita sebagai hamba Allah Subhanahu Wataala.

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي


Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Mohon maaf atas kekhilafan
Kalau orang lain bisa menyebar keburukan, saya pun bisa menyebarkan kebajikan

Jadikan setiap Postingan Bermakna.

Seorang yang mendapatkan perlindungan Allah swt di hari akhir adalah orang yang menyatakan AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH. O0

Offline muhshodiq

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 133
  • Lokasi: Solo & Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Berkatalah baik-baik atau [lebih baik] diam!
    • Lihat Profil
    • Muslim Moderat
« Jawab #23 pada: 12 Agustus 2008, 16:08:57 »
Mohon maaf, saya hanya mengingatkan saja, agar mengambil yang baik dan membuang segala keburukan yang ada.
Setiap orang bisa khilaf, salah dan keliru. Tidak seorang pun, saya, bapak shodiq, maupun yang lainnya.

Akhir kata, agar tidak membuat thread ini jadi ajang debat, saya mengutipkan pesan Ibnu Abbas dalam tafsir Ibnu Katsir...
Nasihat katuyung indah sekali. Terima kasih.

Saya pun tak berminat untuk berdebat di sini.

Lebih baik kita berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan?
M Shodiq Mustika, penulis buku & mubalig Muhammadiyah


Offline katuyung

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 1.176
  • Indah Penuh Makna serta Enak Dimakan
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 12 Agustus 2008, 16:15:12 »
Sama-sama pak mushodiq,

Hidup ini selayaknya kita gunakan untuk meraih rahmah dan rdho Allah swt.
Kita tidak mengejar kekayaan yang berlimpah, kecemerlangan otak, kedudukan yang tinggi maupun popularitas.
Sekali kita membelokan niat dari mengharapkan pertemuan dengan-NYA, maka jalan yang sulit dan panjang penuh kesengsaraan akan kita dapati.

Berlomba-lomba dalam kebaikan, melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar... yang merupakan salah satu sendi agama.
Salah satunya ditinggalkan, maka keberkahan  dan keridhaan  akan terangkat dari kehidupan..
Kalau orang lain bisa menyebar keburukan, saya pun bisa menyebarkan kebajikan

Jadikan setiap Postingan Bermakna.

Seorang yang mendapatkan perlindungan Allah swt di hari akhir adalah orang yang menyatakan AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH. O0

Offline janggut_naga83

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.322
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Semoga Allaah Azza Wajalla mengampuni kita.. Amin
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 12 Agustus 2008, 16:50:01 »
Yup

Iman setuju....

amar ma'ruf nahi munkar

Ambil yang baiknya serta berangus yang buruknya


Semoga kita tetap kritis dalam menyikapi setiap Ilmu yang kita terima.

Amiin




Offline dhe_03

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 3.256
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Ya Rabbi... Ampuni Hamba...
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 12 Agustus 2008, 17:05:39 »
Sy mau no. 6...


Karena sy juga pengen meraih surga.. kaitannya dengan cinta dan kehidupan?? kayakna seru tuh...  %peace%


@ Uum..

Ntar kalo nt dpt no. 10.. sy daftar pinjem...  %peace%




:)

Offline maren

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.344
  • Lokasi: Ibu Kota RI
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Karena damai itu indah
    • Lihat Profil
    • I Love being a Nurse ^_~
« Jawab #27 pada: 13 Agustus 2008, 03:46:29 »
Hmm jazakallah buat saudara2ku yang sudah mengingatkan di tret ini

insyaallah myqers disini bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk O0

saya pribadi ketika mengkonsumsi sebuah buku tidak serta merta mengikuti atau sepaham dengan buku yang saya baca jika memang isinya tidak sesuai dengan kaidah Islam

dan memang hal terpenting ketika kita membaca sebuah tulisan hasil karya manusia adalah perlu kita kritisi maknanya alias tidak menelan begitu saja O0

@ mbah ars

anak kecil? :nenene:


:hihi:
Jangan jadi orang yang penuh dendam, jadilah orang yang memiliki banyak kata maaf untuk orang2 yang telah menyakiti kita :) bekerjalah dengan ikhlas

Offline microsky

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 9.243
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • user #9116
« Jawab #28 pada: 13 Agustus 2008, 05:10:58 »
Saya tertarik no 10 karena judulnya paling membuat penasaran dan ingin belajar dari kisah2 nyata tersebut untuk diambil hikmahnya (selain mengingatkan saya akan kematian)

Offline muhshodiq

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 133
  • Lokasi: Solo & Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Berkatalah baik-baik atau [lebih baik] diam!
    • Lihat Profil
    • Muslim Moderat
« Jawab #29 pada: 13 Agustus 2008, 06:14:07 »
insyaallah myqers disini bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk .... alias tidak menelan begitu saja ....

maren berkata benar

Para MyQer tidak menelan begitu saja kata-kata yang dibaca. Para MyQer ini 'kan tergolong aqil-balig. Artinya, orang dewasa berakal (yang mampu membedakan baik-buruk).

Buktinya, ketika seorang mubalig Muhammadiyah dihujat "habis-habisan" di sebuah thread di forum MyQ ini, dia tidaklah "habis". Para MyQer tidak menelan begitu saja hujatan itu, tetapi justru penasaran ingin tahu sendiri apa yang sesungguhnya disampaikan oleh sang mubalig.

Lagipula, hidayah itu berada dalam kekuasaan Tuhan. Dialah yang melindungi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa dari propaganda orang-orang jahiliyah (bodoh).

"Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberimu furqan (petunjuk pembeda antara yang haq dan yang bathil) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampunimu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS al-Anfaal [8]: 29)

Jadi, marilah kita bertaqwa kepada Allah SWT, sehingga kita senantiasa berada dalam hidayah-Nya.
M Shodiq Mustika, penulis buku & mubalig Muhammadiyah