Mohon maaf, saya hanya mengingatkan saja, agar mengambil yang baik dan membuang segala keburukan yang ada.
Setiap orang bisa khilaf, salah dan keliru. Tidak seorang pun, saya, bapak shodiq, maupun yang lainnya.
Akhir kata, agar tidak membuat thread ini jadi ajang debat, saya mengutipkan pesan Ibnu Abbas dalam tafsir Ibnu Katsir...
فلا تجعلوا لله أندادا وأنتم تعلمون
“Karena itu, janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 22)
Ibnu Abbas menafsirkan ayat di atas, bahwa yang dimaksud dengan andad adalah syirik, yaitu suatu perbuatan yang lebih samara daripada bekas rayapan semut di atas batu hitam dalam kegelapan malam. Perbuatan syirik yang dimaksud adalah seperti ucapan, “Demi Allah, demi hidupmu, wahai Fulan dan demi hidupku.”, “Kalau tidak ada anjing kecil ini, niscaya kita akan didatangi pencuri.”, “Kalau tidak ada angsa di rumah ini, niscaya kita akan didatangi pencuri.”, ucapan seseorang yang disampaikan kepada temannya, “Demi Allah dan demi engkau.” Dan ucapan seseorang, “Kalau tidak karena Allah dan si Fulan.” Janganlah menyebutkan Fulan ketika mengucapkan perkataan itu. Itu semua adalah perbuatan syirik. (HR. Ibnu Abi Hatim dalam kitab At Tafsir 229)
Banyak hal kecil yang begitu halus, tetapi kadangkala membelokkan niat kita sebagai hamba Allah Subhanahu Wataala.
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Mohon maaf atas kekhilafan