Assalamulaikum...
(Afwan Jiddan, jika sebelumnya terdapat thread serupa

)
Akhi/wa Ukhti, afwan, jika thread ini salah tempat, namun dari thread ini ana mau mengusulkan sesuatu kepada halaqoh kita. Ada apa dengan halaqoh kita? :-O Tidak ada apa2x ko

Afwan dari artikel yang ana baca di
sini ana sedikit khawatir akan kualitas dakwah kita yang diakibatkan oleh virus tersebut. Bukannya apa, ternyata memang benar dari hasil pengamatan dan prediksi bahwa musuh "terbesar" bagi kita semua adalah virus merah jambu tersebut. Dari surat yang dilampirkan di Blog tersebut kita bisa melihat begitu rentannya kader2x dakwah atas penyakit2x ini, memang mereka tidak pacaran namun dari hasil pengamatan2xan yang dilakukan secara tiba2x dapat membuktikan bahwa mereka(kader2x kita itu) ber-pacaran secara terselubung yang tanpa sepengetahuan dan tanpa sadar dapat melumpuhkan kekuatan mental Rabbani(sadar tidak sadar "penyakit"
Isyiq ini akan melumpuhkan kualitas ke-peka-an terhadap dakwah itu sendiri(ini bukan statement ataupun asumsi, namun hal ini sering terjadi)) Jika demikian, kita hanya menjadi sekelompok buih saja(Afwan Jiddan (Baca: bisa ngak berkualitas)) Akhirnya timbul fitnah-fitnah baru yang mencoreng-moreng harga diri sendiri sebagai org2x yang tidak pernah diajarkan untuk melakukan hal yang demikian.
Jika hal ini berlanjut, tanpa sadar akhirnya jati diri kita akan hilang dimana kita tidak menemukan diri kita lagi, paling2x hanya beberapa yang konsisten(Masya Alaah). Memang benar, Allah memilih org2x yang ber-Istiqomah itu, namun apakah hanya beberapa dari itu saja yang akan mendapatkan Rahmat dari Allah (Baca: Kenikmatan Iman)? Padahal, ketika kita melebarkan sayap seperti saat ini bertujuan agar makin banyak "pasukan-pasukan" Jundullah yang berkualitas. Bukankah itu tujuan kita?.

Jika benar, mengapa kita harus dikalahkan oleh virus itu? Padahal banyak sekali perjuangan yang menguras keringat kita sehingga kita dapat berkumpul membentuk linkarang sampil tersenyum riang berselimut doa(baca: halaqoh).

Akankah kita menyia-nyiakan pengorbanan kita dan sahabat2x kita hanya karena virus itu? Memang tidak, namun saat ini ana rasa adalah saat yang tepat untuk memberantas virus tersebut.
Afwan, anta/anti izinkan ana untuk mengusulkan sesuatu:
1. Bagaimana jika ketika halaqoh bagi pelajar2x yang baru masuk halaqoh, MR nya bersedia untuk mengajarkan tentang hijab atas masalah cinta, pernikahan atau semacamnyalah secara intensif dan effektif agar Mutarobbinya benar2x bisa menerima dan memaknai akan hijab itu sendiri, mungkin sampai mereka menikah. Hal ini bertujuan agar mereka2x itu selalu terbiasa dengan suasana menjaga sehingga hatinya akan peka dan akan menyebabkan kesadarannya akan dakwah lebih berkualitas' lagi dengan godaan yang diminimalisir. Hal ini dilaksanakan disamping materi-materi pokok yang diajarkan kepada Mutarobbinya.
2. Jangan luangkan diri untuk mendiskriminatif kepada salah seorg dari Mutarobbi, klo bisa berikan perhatian kepada setiap Mutarabbi sehingga Mutarobbi itu merasa memiliki saudara atau yang lebih dekat dari itu sehingga mengurung niatnya untuk mencari alternatif lain. (baca: Pacaran, Hts Ngak Ghudul Bashar or Dll)
Ya segitu aja dulu aku ngantuk juga sih

Lain kali ku sambung lagi

(afwan klo banyak kesalahan termasuk judul threadnya

)
Apalagi klo keaifan bahasa atau apalah

Aku butuh keritikan namun membangun ya

(supaya ngak sia2x

) Afwan Jiddan

Wassalamualaikum Warah Matullahi Wabarakatuh
