Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Ternyata Empu-nya Pacaran "Islami" Itu PENGECUT!!!!  (Dibaca 2995 kali)


Offline KALASHNIKOV

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 245
  • AK- 47 Assault Rifle
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 16 Juli 2008, 20:51:48 »
Kesimpulannya ....
pacaran islami gak lebih nyata sesat dan bid ahnya dibandingkan Nikah dini itu islami dan sunnah 8-)
The weapon was developed for motorized infantry, adopted for service with the Soviet Army in 1949 and designated the AK-47. It was not provided with a bayonet.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.061
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 16 Juli 2008, 20:58:16 »
sebenarnya tidak ada keterangan yang menguatkan masalah pacaran itu dilarang atau tidak.
Tetapi bagi orang yang ingin menjaga kesucian hati dan keindahan akhlak, maka ia akan cenderung memilih untuk menikah daripada pacaran.
Adapun pacaran lebih cenderung untuk mengajak kepada keburukan, kekotoran hati bahkan bisa menjerumuskan kepada zina.

saya sendiri sudah melihat ke blog ybs, kesimpulan saya, sungguh disayangkan cukup banyak ayat dan hadits yang digunakan untuk 'membenarkan' pendapat ybs.
Bahkan blog itu sendiri cukup tidak bagus untuk dibaca adik-adik kita, karena menawarkan sebuah cara untuk melampiaskan cinta yang bukan pada waktu dan tempatnya.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #17 pada: 16 Juli 2008, 21:03:01 »
Kutip
Ini salah satu alasan kenapa saya cenderung untuk menghindari diskusi panjang lebar lagi, selaen udh pernah dibahas sebelomnya...
Saya tidak memaksakan anda, banyak ko yang pernah melakukan hal seperti ini jika diintrogasi.

Kutip
Setiap orang punya kerangka berpikir sendiri, dasar dan pemahaman yg berbeda
Dan lantas bukan karena hal itu lalu boleh menstandarisasi dan mengislamisasikan sesuatu. Ada bantahan? Silahkan, namun dengan dalil.

Kutip
Saran saya cuma satu...kalo anda mau meluangkan waktu, siilahkan tengok blog yg bersangkutan dan bacalah...kalo perlu sampe diskusi di bagian komennya
Percuma(ngak ada sesuatu hal yang dapat saya rubah di sana), saya sudah menipiskan hati untuk pergi kesana karena bagi saya adalah:

".. Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (Al Anam:68)

Kutip
anyak sekali pertanyaan2 yg anda lontarkan sudah dijawab berulangkali di situ
Lantas, saya belum puas jika yang bersangkutan tidak punya dalil yang menguatkan selain hadist tentang Ayat yang tidak dilarangnya suatu masalah jika tidak disinggung oleh Allah.

Kutip
Masalah posting yg disensor, biasany itu dilakukan kalo isinya g sesuai sama topik posting ataw OOT...
Klo Administrator Blog itu bertanggung jawab, setidaknya dia mengirim penjelasan kepada org yang telah dirugikannya jika memang dia adalah orang2x yang benar. Salahkah saya menuntut dan salahkah saya mengatakan seperti hal yang diatas.

Kutip
Jika anda ingin memposting pendapat yg berlawanan, saya kita mampu untuk mengungkapkan itu dgn cara yg santun dan baik
Oh ya? Apakah ada yang tahu bahwa ada pernyataan satun ku pun juga dihapus olehnya.
Kenapa saya marah, karena saya kurang suka dengan org yang rada bebal walaupun saya juga bebal.

Kutip
Coba anda nilai sendiri posting pertama anda...anda menyebut nama seseorang, dan dibawahnya anda tulis2 dgn font yg sangat besar + dibold + caps lock...pengecut
Apakah dari segi penulisan ini dapat dikatakan etis?
memang hal itu tidak kelihatan etis, Namun apakah antum memikirkan tentang perasaan ana atas hilangnya posting yang tidak tercantum di list post blog itu? Klo memang hal diatas memang tidak benar, maka bertanggung jawablah. Bukannya apa, saya mengingat bahwa TS nantinya ditakutkan akan membohongi(Perlu dijabarkan alasannya?) para org awam yang kurang pemahaman agamanya. Ada kalanya sorng muslim itu diam dan ada kalanya seorg muslim itu tegas. Apakah anda tidak berfikir hingga ke titik ini?

Kutip
Pernahkah anda terbayang jika saat zaman Rasul dulu sudah ada internet, lalu Rasul akan menulis dgn tulisan seperti yg anda lakukan...walaupun itu untuk mengungkapkan ketidaksetujuan beliau?
Jelas tidak :) Kenapa aku melakukan seperti itu? Karena aku berfikir bahwa adakalanya seorg muslim itu diam dan ada kalanya muslim itu harus tegas.

Kutip
Saya akui, saya sendiri pun kadang terbawa emosi dalam berdiskusi, tapi satu hal yg saya hindari dalam berdiskusi adalah melakukan penyerangan ke personal lawan diskusi
Maaf, saya bukan sedang berantem. Saya sedang berdiskusi :) Dan jika anda mengajak saya berantem maka saya menolaknya karena tindakan itu adalah tindakan yang sia2x. Namun akan berbeda arti jika antum mengajak ana diskusi :)

Kutip
Mari saling mengingatkan...
Sama2x :) Maafkan aku :)

Kutip
Bwt saya, dalam sebuah diskusi, ada yg jauh lebih penting dibanding siapa yg benar ataw salah...yaitu (1)ilmu, (2)ukhuwah dan (3)menyikapi perbedaan
(1) Yup :)
(2) Yup :)
(3) Masalahnya perbedaan apa dulu? Perbedaan yang ada dasarnya atau bukan? Ko bukan apakah saya dan kawan saya harus meng-iyakan faham baru?
Mending klo orgnya mau di kasih masukan, lah ternyata aku tahu bahwa ada sesuatu yang kumiliki dihapus. Pantaskah aku diam saja.. sedangkan aku mampu untuk berkomentar?





This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #18 pada: 16 Juli 2008, 21:16:07 »
sebenarnya tidak ada keterangan yang menguatkan masalah pacaran itu dilarang atau tidak.
Tetapi bagi orang yang ingin menjaga kesucian hati dan keindahan akhlak, maka ia akan cenderung memilih untuk menikah daripada pacaran.
Namun ternyata aku baru tahu ada org yang malas memncari ayat ini. :(

Kutip
Adapun pacaran lebih cenderung untuk mengajak kepada keburukan, kekotoran hati bahkan bisa menjerumuskan kepada zina.
Namun, ada org yang tidak menganalisan sampai sejauh ini. Ironis memang namun, saya lebih sedih jika ada or yang menganggap remeh masalah hijab.

Kutip
saya sendiri sudah melihat ke blog ybs, kesimpulan saya, sungguh disayangkan cukup banyak ayat dan hadits yang digunakan untuk 'membenarkan' pendapat ybs.
Pantaskah kita diam saja? Pantaskah kita diam jika berkomentar kita tidak digubris, dan pantaskah kita membiarkan seseorang menyebarkan sesuatu yang shubhat yang nantinya akan membuat sebuah kehancuran baru?

Kutip

Bahkan blog itu sendiri cukup tidak bagus untuk dibaca adik-adik kita, karena menawarkan sebuah cara untuk melampiaskan cinta yang bukan pada waktu dan tempatnya.
Karena apa? Karena (mungkin) Administrator Blog tersebut tidak dapat melihat dampak yang akan disebabkannya.. Sungguh ironis memang

Untuk apasih kita mempertahankan hal2x yang sekiranya dapat menciptakan kemudaratan lebih banyak dibanding manfaatnya?

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.061
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 16 Juli 2008, 21:18:42 »
Afwan, sebenarnya pacaran yang saya maksud itu adalah rasa saling mencintai, bukan pacaran dari segi perbuatannya.
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #20 pada: 16 Juli 2008, 21:18:43 »
Bukankah bahan yang memabukkan dilarang karena barang tersebut memiliki kemudaratan yang lebih banyak dariapada manfaatnya?

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #21 pada: 16 Juli 2008, 21:19:51 »
Kutip
Afwan, sebenarnya pacaran yang saya maksud itu adalah rasa saling mencintai, bukan pacaran dari segi perbuatannya.
:D hayah.. makanya yang jelas Mr He3x ;)

OOT
Isagala-lagi nyok ;)

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #22 pada: 16 Juli 2008, 21:25:21 »
Sungguh, belum pernah aku menemukan ayat tentang dilarangnya masalah jatuh cinta, karena  cinta itu adalah fitrah, sama halnya seperti makan dan minum dan juga bernafas, namun anehnya ada saja org yang memaksudkan masalah tersebut menjadi sebuah faham baru,(baca: pacaran).

Misal:
Ada di suatu daerah yang dimana masyarakatnya sangat "alergi" dengan makan menggunakan tangan kiri. Bukan artinya tangan kiri itu tangan yang kotor, namun masyarakat itu melihatanya "peristiwa" itu adalah peristiwa yang bisa dibilang tidak sopan, walapun ada org lain yang meminimalisirnya dengan menggunakan sarung tangan... Yang jadi masalah bukan kebersihannya, namun lantaran masyarakat tersebut menganggapnya hal itu adalah sesuatu yang tidak sopan :)


This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #23 pada: 16 Juli 2008, 21:27:35 »
Kutip
Coba anda nilai sendiri posting pertama anda...anda menyebut nama seseorang, dan dibawahnya anda tulis2 dgn font yg sangat besar + dibold + caps lock...pengecut
Anda punya alasan mengapa pacaran diperbolehkan, maka saya juga punya alasan untuk mengatakan hal demikian.  :)
« Edit Terakhir: 16 Juli 2008, 21:32:13 oleh Akhina Ifa »

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.061
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 16 Juli 2008, 21:34:48 »
Ingin sedikit lebih menjelaskan tentang postingan sebelumnya.
Maksud saya pacaran atau rasa saling mencintai sebelum menikah tidak dalil yang menguatkan apakah itu dilarang atau diperintahkan. saya pribadi melihat hal itu adalah boleh dan syah-syah saja.

Tetapi ketika sudah beranjak cinta itu ke perilaku, maka hal ini tentu akan menjadi berbeda, apakah cinta akhirnya membawa kepada kebaikan atau malah pelampiasannya akan menjerumuskan kepada keburukan.

Oleh karena itulah ....

Cinta memang fitrah dan suci, oleh karena harus ditempuh dengan jalan yang suci dan mensucikan, .... MENIKAHLAH!
bukan berpacaranlah!
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #25 pada: 16 Juli 2008, 21:40:06 »
Kutip
Tetapi ketika sudah beranjak cinta itu ke perilaku, maka hal ini tentu akan menjadi berbeda, apakah cinta akhirnya membawa kepada kebaikan atau malah pelampiasannya akan menjerumuskan kepada keburukan.
Namun perlu disayangkan jika ternyata ada yang tidak menganalisa sejauh ini :(

Kutip
Cinta memang fitrah dan suci, oleh karena harus ditempuh dengan jalan yang suci dan mensucikan, .... MENIKAHLAH!
Subhannallah, ini yang ku tunggu dari seorang moderator LAH: :hihi:

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Kaezzar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.941
  • --- Revealing the truth behind the dark ---
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 16 Juli 2008, 22:58:32 »
@akhina ifa

Udah ada semua bro, seperti yg saya katakan...semua yg anda tanyakan ataw pembahasan dalil2 yg anda minta sudah pernah dibahas

Dari gaya tulisan anda, saya khawatir anda belum membaca blog itu secara keseluruhan...dan bahkan apa yg anda persepsikan ttg pacaran dgn apa yg dimaksud dgn pacaran di blog itu, bisa saja berbeda

Tapi kalo anda tidak ingin membaca blog itu pun tidak masalah, prinsip kenapa saya membolehkan pacaran cuma satu...
Hubungan cinta di luar pernikahan tidak dilarang dalam Islam...dan akan menjadi halal or haram tergantung dari apa yg dilakukan selama pacaran...that's all

Wassalam
The truth is all around us, all you have to do is thinking

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #27 pada: 17 Juli 2008, 12:09:57 »
Kutip
Udah ada semua bro, seperti yg saya katakan...semua yg anda tanyakan ataw pembahasan dalil2 yg anda minta sudah pernah dibahas
Tapi?? Menurut saya masih ada aja yang ndablek. Seolah2x dengan adanya satu dalil langsung dapat mengislamisasikan sesuatu. Apkah Rasulullah pernah meng-islamisasikan sesuatu, Bro. Setahu saya cuma org2x kalangan anda saja yang punya pemahaman demikian.

Kutip
Dari gaya tulisan anda, saya khawatir anda belum membaca blog itu secara keseluruhan...dan bahkan apa yg anda persepsikan ttg pacaran dgn apa yg dimaksud dgn pacaran di blog itu, bisa saja berbeda
hehehehehe.. Jujur memang semua yang ada disana saya belum pelajari, namun baru beberapa thread saja saya baca, ternyata banyak sekali yang diragukan. ngak percaya? lihat aja di sini

Kutip
(1)Tapi kalo anda tidak ingin membaca blog itu pun tidak masalah, prinsip kenapa saya membolehkan pacaran cuma satu...
(2)Hubungan cinta di luar pernikahan tidak dilarang dalam Islam...dan (3)akan menjadi halal or haram tergantung dari apa yg dilakukan selama pacaran...that's all
(1) Saya sudah bosen dengan asumsi dan claim2x yang terdapat pada blog2x dan tulisan2x semacam itu. Karena bukan setahun dua tahun saya mempelajari masalah ini. Bagi saya semua itu adalah Bulshit!. Knp? Anda minta bukti? Mungkin saya dapat merealisasikannya, termasuk kenaifan-kenaifan yang terdapat pada tulisan-tulisan itu. Saya bosen mas, jika harus berhadapan dengan tulisan kosong dan sia2x seperti itu. Karena ketika dulu sayapun juga pernah merumuskan hal2x yang seperti itu. Namun nihil, karena saya tahu bahwa kita hidup bukan dalam sebuah lingkup matematika yang jika 1 + 1 akan menghasilkan angka 2. Tetapi saya melihat bahwa, kita hidup di lingkup faktor x yang dimana keinginan kita belum tentu sejalur dengan apa yang akan terjadi. Dari tulisan-tulisan itu saja sudah ada sebuah ke-nyeleneh-an yang "dilakukan" penulis, salah satunya adalah peng-islamisasi-an sesuatu hal yang sekiranya hal itu berdosa apakah sesuatu yang berdosa jika di islamisasikan akan menghasilkan sesuatu yang bisa diperbolehkan?. Sejauh saya tahu akan hukum, baru kali ini saya menemukan org-org seperti kalian. Yang dengan nafsu, kalian dapat merubah sesuatu hal menjadi boleh. Bukankah ini sesuatu hal yang merendahkan hukum?. Jelas2x dikatakan bahwa tidak ada pertalian lain selain pernikahan. Namun,kalian masih terus2x saja mencari jalan agar di bolehkannya pacaran itu sendiri. Ingat mas, tujuan kalian itu karena nafsu atau karena Rahmat?.
Bukannya apa mas, namun dari cara kalian men-doktrin orang2x awam untuk melakukan pacaran islami saja sudah terlihat ke naifan itu sendiri. Bayangkan kita tahu bahwa pacaran yang biasa kita lakukan adalah zinah namun supaya zinah itu tidak kelihatan sehingga ada org yang meng-islamisasi-kannya? apakah dengan meng-islamisasikan sesuatu hukum maka akan menjadikan sesuatu itu diperbolehkan?. Adakah Rasul mengajarkan "cara" naif seperti itu?. Yang namanya bathil akan tetap menjadi bathil, yang hak akan tetap menjadi hak. Walaupun kalian meng-islamisasi-kan kebathilan, tetap saja kebathilan itu tidak akan menjadi yang hak. Namun kalimat ini tidak pernah kalian gubris. Gimana saya tidak merasa kesal kepada kalian? Kalian hanya mengambil masalah dari "kata" si ini, kata si itu. Memang contoh kalian adalah mereka?. Sekali lagi jika kalian mau mengutarakan sesuatu hukum sebaiknya telitilah dan ber-ijtihad lah, dan bukan karena sesuatu hal tidak di cantumkan pada suatu hukum sehingga anda menganggap bahwa hal itu tidak disinggung oleh Alloh. Namun, ber-ijtihadlah.
(2) Inilah salah satu kenaifan anda. Anda hanya memegang dalil "kata siapa" namun seolah2x sudah dapat menglobalisasikan hukum? Masuk akalkah ini sedangkan di AlQuran jelas2x di jelaskan bahwa:
(Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (AnNisa:25)
jelas dari ayat ini saja kita telah melihat bahwa tidak ada hal lain selain menikah untuk urusan menajaga diri. Namu apa, kalian masih membangkang.

(3) Dari sini juga, anda telah menyatakan kenaifan anda. Seolah2x anda tidak bisa menjamin akan pacaran itu sendiri. Anda menyalahkan haram atau tidak halalnya pacaran, setelah itu anda tinggal menyalahkan org2x yang telah melakukan ke-haraman di pacaran "islami" nya sehingga org itu merugi pada akhirnya dengan dalih, keharaman itu sendiri. Sungguh, ke-naif-an apa ini? Mengapa anda tidak menyarankan bahwa syaitan itu dapat membuat sesuatu itu tergoda, sehingga sesuatu yang haram tetap akan menjadi yang haram. Ingat mas godaan terbesar laki2x adalah wanita. Bagaimana seorg laki2x itu dapat menahannya jika dia didepannya terdapat godadan terbesarnya. Namun apa masih saja ada org yang merehkan hal ini. pantas saya bilang kepada kalian semua.. Kasihan saya kepada kalian. Entah apa yang akan kalian terima di Padang Masyar nanti Ketika Alloh Bertanya kepada kalian tentang hal ini.

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline Akhina Ifa

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 808
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • I Love Allah...
    • Lihat Profil
    • Lembaran-lembaran Hati
« Jawab #28 pada: 17 Juli 2008, 13:34:35 »
Sang penulis pernah memberika PR kepada para Penentang Pacaran Islami. Ini dia:

Kutip
Selenggarakanlah sensus terhadap semua orang yang pacaran. Ajukanlah satu pertanyaan: “Pernahkah kamu berciuman dengan pacarmu?”
Memang sangat jarang yang berciuman... namun berapa banyak org2x yang sakit perasaannya karena pacaran?. Saya berani menjamin 100%, sedangkan Penulis menjamin org2x yang tidak ciuman ketika pacaran sedikit di bawah 100%.
 
Saat inis epertinya saya perlu sekali memberikan Penulis PR, tanyakan kepada Penulis itu:

  • Berapa banyak org2x yang berpacaran tidak pernah merasakan rasa menderita?
  • Berapa banyak org2x yang berpacaran tidak mengalami peristiwa sakit hati?
  • Bearapa banyak pasangan yang langgeng sampai ke pernikahan
  • Berapa banyak pasangan bercerai setelah menikah yang lebih dulu melakukan pacaran
  • Berapa banyak pasangan yang lebih mengedepankan ego-nya daripada akal sehatnya?.


Apakah pacaran "islami" itu tidak menganalisa hal-hal ini?
Jika ternyata iya, dan menjamin tidak akan terjadi hal yang demikian maka. beranikah sang Penulis bersumpah untuk mengatakan bahwa segala penderitaan tidak akan diterima orang2x yang merasakan pacaran islami, jika terjadi maka tanggungannya adalah dirinya?. beranikah orang itu bersumpah demikian?
Jika dia bukan PENGECUT maka Ucapkanlah Sumpah itu!
 
« Edit Terakhir: 17 Juli 2008, 20:18:16 oleh Akhina Ifa »

This Group on Facebook | Ikutan Gabung yha... ^^

.::Yaa Allah... Aku Melaksanakan ini KarenaMu, Karena Aku MencintaiMu::.

Offline zafirah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 1.196
  • Lokasi: Mardlotillah
  • hanya dengan keikhlasan & mutaba'ah
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 17 Juli 2008, 14:34:08 »
Tapi kalo anda tidak ingin membaca blog itu pun tidak masalah, prinsip kenapa saya membolehkan pacaran cuma satu...
Hubungan cinta di luar pernikahan tidak dilarang dalam Islam...dan akan menjadi halal or haram tergantung dari apa yg dilakukan selama pacaran...that's all
tnyata dari dulu masih sama mengiyakan pacaran islami :siul:
okelah di blog itu sdh pada ribuan kata dituliskan, bahkan sampai dimana2 hal ini dibahas baik oleh yg pro & kontra,  tp sampai skr ana sndiri msh blm paham secara konkrit maksut dari hubungan cinta dalam pacaran islami yg dibolehkn oleh penulis blog itu. Karena ana sndiri mengambil pacaran islami itu hanya boleh setelah menikah.
klo masalah dalil ndak perlu lagi ana ungkapkan disini, toh sdh banyak yg membahas. pendapat orang boleh beda, jd seiring pro & kontra yg terus ada, maka fenomena ini akan terus ada.
“Barang siapa menyeru kepada petunjuk (kebenaran dan kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala yang di dapat oleh orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan, barang siapa yang menyeru kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR Muslim)
jd siap2 aja dapat multilevel dosa klo tnyata pendapat (bukan ijtihad toh pastinya) pengusung2 ide pacaran islami bener2 gak sesuai syari'at.

* jaman makin hari makin tambah gak karuan, syubhat & ide2 gila makin bermunculan :toe:

::  "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikannya, niscaya Allah jadikan dia paham terhadap agama-Nya." (HR. Bukhari)  ::