Ini salah satu alasan kenapa saya cenderung untuk menghindari diskusi panjang lebar lagi, selaen udh pernah dibahas sebelomnya...
Saya tidak memaksakan anda, banyak ko yang pernah melakukan hal seperti ini jika diintrogasi.
Setiap orang punya kerangka berpikir sendiri, dasar dan pemahaman yg berbeda
Dan lantas bukan karena hal itu lalu boleh menstandarisasi dan mengislamisasikan sesuatu. Ada bantahan? Silahkan, namun dengan dalil.
Saran saya cuma satu...kalo anda mau meluangkan waktu, siilahkan tengok blog yg bersangkutan dan bacalah...kalo perlu sampe diskusi di bagian komennya
Percuma(ngak ada sesuatu hal yang dapat saya rubah di sana), saya sudah menipiskan hati untuk pergi kesana karena bagi saya adalah:
".. Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (Al Anam:68)
anyak sekali pertanyaan2 yg anda lontarkan sudah dijawab berulangkali di situ
Lantas, saya belum puas jika yang bersangkutan tidak punya dalil yang menguatkan selain hadist tentang Ayat yang tidak dilarangnya suatu masalah jika tidak disinggung oleh Allah.
Masalah posting yg disensor, biasany itu dilakukan kalo isinya g sesuai sama topik posting ataw OOT...
Klo Administrator Blog itu bertanggung jawab, setidaknya dia mengirim penjelasan kepada org yang telah dirugikannya jika memang dia adalah orang2x yang benar. Salahkah saya menuntut dan salahkah saya mengatakan seperti hal yang diatas.
Jika anda ingin memposting pendapat yg berlawanan, saya kita mampu untuk mengungkapkan itu dgn cara yg santun dan baik
Oh ya? Apakah ada yang tahu bahwa ada pernyataan satun ku pun juga dihapus olehnya.
Kenapa saya marah, karena saya kurang suka dengan org yang rada bebal walaupun saya juga bebal.
Coba anda nilai sendiri posting pertama anda...anda menyebut nama seseorang, dan dibawahnya anda tulis2 dgn font yg sangat besar + dibold + caps lock...pengecut
Apakah dari segi penulisan ini dapat dikatakan etis?
memang hal itu tidak kelihatan etis, Namun apakah antum memikirkan tentang perasaan ana atas hilangnya posting yang tidak tercantum di list post blog itu? Klo memang hal diatas memang tidak benar, maka bertanggung jawablah. Bukannya apa, saya mengingat bahwa TS nantinya ditakutkan akan membohongi(Perlu dijabarkan alasannya?) para org awam yang kurang pemahaman agamanya. Ada kalanya sorng muslim itu diam dan ada kalanya seorg muslim itu tegas. Apakah anda tidak berfikir hingga ke titik ini?
Pernahkah anda terbayang jika saat zaman Rasul dulu sudah ada internet, lalu Rasul akan menulis dgn tulisan seperti yg anda lakukan...walaupun itu untuk mengungkapkan ketidaksetujuan beliau?
Jelas tidak

Kenapa aku melakukan seperti itu? Karena aku berfikir bahwa adakalanya seorg muslim itu diam dan ada kalanya muslim itu harus tegas.
Saya akui, saya sendiri pun kadang terbawa emosi dalam berdiskusi, tapi satu hal yg saya hindari dalam berdiskusi adalah melakukan penyerangan ke personal lawan diskusi
Maaf, saya bukan sedang berantem. Saya sedang berdiskusi

Dan jika anda mengajak saya berantem maka saya menolaknya karena tindakan itu adalah tindakan yang sia2x. Namun akan berbeda arti jika antum mengajak ana diskusi

Mari saling mengingatkan...
Sama2x

Maafkan aku

Bwt saya, dalam sebuah diskusi, ada yg jauh lebih penting dibanding siapa yg benar ataw salah...yaitu (1)ilmu, (2)ukhuwah dan (3)menyikapi perbedaan
(1) Yup

(2) Yup

(3) Masalahnya perbedaan apa dulu? Perbedaan yang ada dasarnya atau bukan? Ko bukan apakah saya dan kawan saya harus meng-iyakan faham baru?
Mending klo orgnya mau di kasih masukan, lah ternyata aku tahu bahwa ada sesuatu yang kumiliki dihapus. Pantaskah aku diam saja.. sedangkan aku mampu untuk berkomentar?