Ekspresi Ummat > Nasyid dan Audio Islami

Tips Menciptakan Nasyid

(1/2) > >>

fera_sr (05 Juli 2008, 20:10:42):
TEKNIK MENCIPTAKAN NASYID




Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Dalam bernasyid, tentunya ada orang yang melantunkan nasyid
(munsyid), dan ada nasyid yang yang dilantunkan.


Saat ini, tim-tim nasyid di Indonesia sudah sangat banyak sekali
jumlahnya. Dengan berbagai kualitas & kompetensi yang mereka miliki, Insya
Allah akan menyemarakkan belantika pernasyidan di Indonesia. Mengenai teknik
pembentukan tim nasyid beserta pengembangannya, mungkin (Insya Allah) akan disampaikan
oleh rekan-rekan lain yang jauh lebih berkompeten & berpengalaman.


Pada kesempatan ini, penulis ingin sharing experience tentang
bagaimana teknik & proses penciptaan sebuah nasyid.


Nasyid, sebagaimana halnya sebuah lagu, terdiri dari lirik
atau kata-kata tersusun yang terlantun dalam rangkaian nada-nada. Dari pengertian
ini, kita memahami bahwa ada 2 aspek yang menjadi dasar penciptaan sebuah nasyid,
yaitu penciptaan lirik dan penyusunan nada-nada.




1. Penciptaan Lirik


Lirik adalah sesuatu yang ingin disampaikan oleh munsyid kepada
audience. Lirik ini berisi pesan atau misi yang hendak disampaikan kepada audience
via media nasyid tersebut. Nasyid, sebagai suatu bentuk musik yang lebih baik
dari musik “zaman sekarang”, tentunya memiliki kekuatan khusus dengan
lirik-liriknya yang sarat dengan makna-makna kebaikan.


Berikut ini beberapa tahap yang dapat dilakukan dalam menciptakan
lirik :


• Menentukan outline atau tema yang ingin disampaikan
dalam nasyid tersebut.

Tema ini dapat diambil dari berbagai referensi, seperti materi-materi tarbiyah,
informasi-informasi seputar dunia Islam, buku-buku pergerakan, pendapat-pendapat
para aktivis da’wah dsb.


• Mengembangkan outline atau tema tersebut menjadi baris-baris
larik.

Larik adalah baris-baris kalimat. Berdasarkan outline atau tema yang telah ditentukan
sebelumnya, buatlah kalimat-kalimat yang relevan sebanyak mungkin, sesuai dengan
pemahaman, penalaran serta daya improvisasi kita atas tema tersebut. Satu kalimat
dapat terdiri dari sekitar 2 s/d 6 kata. Sebagai catatan, antara baris kalimat
yang satu dengan baris kalimat sebelumnya atau sesudahnya tidak perlu “nyambung”
terlebih dahulu. Penyusunan seperti itu akan dilakukan di tahap selanjutnya.


• Menyusun baris-baris kalimat tersebut menjadi rangkaian
bait.

Bait adalah rangkaian larik atau baris kalimat yang tersusun dan membentuk suatu
makna atau pengertian. Satu bait (secara teori asal) terdiri dari 4 baris. Namun
dalam perkembangannya, satu bait dapat saja terdiri dari 2, 3, atau bahkan 6
baris (disesuaikan dengan kondisi).

Susunlah baris-baris larik yang ada sehingga menjadi kalimat-kalimat yang membentuk
kesatuan makna, sehingga memiliki arti kalau dibaca atau didengar.




Sekedar tips dari penulis, dalam membuat lirik nasyid, lebih enak & mudah
kalau kita membuatnya pada teks editor di komputer, seperti MS. Word, Notepad,
Wordpad, dsb. Kalau salah, tinggal block+delete, tidak perlu mencari-cari penghapus
atau tip-ex. Setelah yang salah dihilangkan, kita dapat segera mengoreksi kesalahan
tersebut hanya dengan menyisipkan teks yang benar pada tempatnya.

Selain itu, dalam menyusun bait, kita tinggal men-drag & drop baris-baris
kalimat yang dipilih. Cukup mudah bukan???




2. Penyusunan Nada


• Menentukan nada dasar.

Ada berbagai macam nada dasar, seperti mayor diatonic, minor diatonic, pentatonic,
blues, dsb. Namun yang umum dipakai dalam nasyid hanya tangga nada mayor &
minor diatonic. (Bayangkan kalau ada nasyid yang mengunakan tangga nada blues,
seperti apa ya jadinya ????)

Nada dasar ini ditentukan dengan menyesuaikan tinggi rendahnya range nada dalam
nasyid yang akan dibuat dengan range vocal munsdyidnya, beserta pemilihan jenis
tangga nadanya (mayor atau minor).

Mengenai materi nada dasar ini, Insya Allah akan disampaikan penulis dalam materi
yang lain selanjutnya.


• Mengimprovisasikan rangkaian nada-nada yang “masuk”
dengan nada dasar tersebut & lirik nasyid yang sudah ada.

Pada bagian ini, akan lebih mudah & enak kalau kita menggunakan alat musik
untuk menjaga agar nada-nada yang dicari tidak keluar dari “jalur”
tangga nadanya. Sekedar tips, caranya, mainkan alat musik tersebut sebagai pengiring
(bukan sebagai melodi), dibarengi dengan menyanyikan lirik nasyid kita dengan
suara “na..na..na..na” atau humming. Cara seperti ini lebih mudah
& enjoy untuk dilakukan. Selain itu, juga melatih feeling & kepekaan
kita terhadap suatu nada, masuk atau ngga...




3. Finishing Touch

• Menambahkan atau mengurangi bait atau baris kalimat.

Hal ini disesuaikan dengan kondisi terakhir nasyid yang sudah jadi, apakah sekiranya
terlalu panjang, atau justru masih terlalu pendek.

• Menambahkan variasi-variasi.

Ini biasanya dilakuan untuk menghindari kejenuhan atas pola-pola nada yang sama
/ monoton yang hanya diulang-ulang saja. Penyisipan variasi dapat dilakukan
pada bagian yang sudah ada, atau dengan menambahkan bagian variasi tertentu.

• Memperkirakan dengan feeling, kira-kira nasyid yang sudah jadi ini enak
atau tidak.

Mungkin, sepertinya jarang orang yang melakukan fase ini. Penulis sendiri biasanya
melakukan fase ini untuk mengintrospeksi nasyid yang dibuat, kira-kira orang
mau dengar atau tidak. Soalnya, orang lebih cenderung hanya mau mendengarkan
lagu atau nasyid yang in-on-ear (enak didengar) saja. Analoginya, kalau sekiranya
menurut penulis saja nasyid ini sudah ngga enak, apalagi kata orang nanti???
(itu menurut penulis lho...). Dan, minimal, kalau kita sudah merasa nasyid kita
itu enak didengar, setidaknya ada satu kepuasan & kenikmatan tersendiri
bagi kita yang menciptakannya, meskipun pada akhirnya nanti orang tidak suka
untuk mendengarkan nasyid kita itu ?.




Sebagai catatan dari penulis, dalam kenyataannya, banyak sekali variasi-variasi
yang dapat dilakukan dalam membuat nasyid. Malah, penulis sendiri seringkali
membuat nasyid dengan menentukan nada dasar dan arrangement nada terlebih dahulu,
baru kemudian membuat liriknya. Semua itu sangat bergantung kepada feeling,
mood & kebiasaan dari masing-masing pencipta nasyid.


Demikian sedikit sharing experience dari penulis. Sekali lagi,
penulis tidak bermaksud “menggurui”, tetapi hanya sekedar berbagi
pengalaman yang mungkin dapat berguna. Mohon maaf atas segala kesalahan. Maaf
juga kalau artikelnya kurang detail & spesifik, khawatir artikelnya nanti
terlalu panjang & malah menjenuhkan untuk dibaca.


Semoga dapat membantu pergerakan rekan-rekan semua dalam memajukan
nasyid kita, menuju terwujudnya nasyid sebagai musiknya generasi masa kini &
masa depan.


Jazakumullahu khoiron katsiiro




Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




Updated @ Depok, 16 Maret 2007, 15:08 PM

Penulis

Ttd,

Teguh Wijiyanto
sumber : http://ann.or.id

Hamza_dinejad (04 September 2008, 21:04:15):
tapi terkadang masih ada perselisihan antara mana yang di dahulukan...

seperti apakah kita mau dahulukan lirik dulu atau membuat nada dulu

karena banyak juga yang liriknya bagus bahkan sampai menyentuh tapi nadanya biasa-biasa ajah...

tapi banyaknya juga nasyid yang liriknya biasa ajah tapi nadanya enak di denger..


yah... semua tergantung selera :)

ciebal (24 Maret 2009, 19:38:29):
Klo saya sih lebih ke nada (harmonisasi)..
Tapi klo gak di barengin lirik yang menyetuh rasanya kurang aja gtuh...
jadi mesti menyatu dua-duanya...
 :topOK:

fera_sr (25 Maret 2009, 06:48:54):
nada? dimana2 buat syair atau arranger nasyid. klo harmonisasi lagu nanti saat pembuatan lirik nasyid selesai

Nurul Iman (02 Oktober 2009, 21:52:43):
Terimakasih atas informasinya... :ehm:
Salam kenal dari kami,Tim Nasyid SALMAN UI (Universitas Indonesia).... O0"Senandung Lagu Amanah dan Nasehat"
Bagi teman2 yang pengen tahu seputar nasyid SALMAN...Boleh kirim email ke naufal_aziz89@yahoo.co.id
SALMAN>>>Syiar dalam Syair....Dakwah dalam Nada.... :topOK:

Navigasi

[0] Indeks Pesan

[#] Halaman berikutnya

Ke versi lengkap

(c) 1999 - 2013, myQuran