Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Murobbi yang menggelisahkan  (Dibaca 1078 kali)


Offline adi2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 549
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • punya karya apa hari ini ?
    • Lihat Profil
« pada: 30 Juni 2008, 01:34:28 »
Murobbi adalah simpul kita terhadap jamaah.
Tapi selain ada murobbi idaman ternyata ada juga murobbi yang menggelisahkan  :'(
Berada dekat dengannya bukan menambah ketenangan dan dapet solusi2 cemerlang untuk masalah pribadi dan dakwah.
Tapi yang ada justru beliau memberi kebingungan yang lain. nambah masalah baru jadinya  :wataw:

kita ingin menambah wawasan dan melihat cara pandang berbeda, tapi beliau malah membawa kita ke cara pandangnya yang linear...
terlihat mudah memvonis dan menggeneralisir satu keadaan berdasarkan informasi dan interaksi yg sangat terbatas.

Ga ada pendekatan hati ke hati...kalopun ada seolah dipaksakan dengan memposisikan dia sebagai guru yang selalu benar.
Seringkali terlalu pragmatis...ingin 'menterjemahkan' buku secara tekstual di lapangan...jadi yg terasa malah 'intimidasi psikologi'.

Keseganan lainnya karena beliau termasuk senior dari segi usia dan pengalaman dakwah... tapi ana banyak menemukan yg jauh lebih muda tapi  lebih 'matang' dalam interaksi dakwah   ::)

Terasa kesan yang sangat kuat dari beliau untuk menunjukkan adanya jurang senioritas dan pengalaman dakwah antara beliau dan para mad'u. Seolah beliau sedang menaiki kereta super cepat Shinkansen Jepang sedangkan kami lagi menggenjot sepeda kumbang abah-abah peninggalan zaman Jepang.

Namun yang tak kalah seru, beliau juga berusaha menarik penumpang sepeda itu dari dalam keretanya yang sedang melaju kencang....Ingin para mad'u memahami dirinya terlebih dahulu dan menempatkan mad'u pada maqam dirinya.

Liqo jadi seolah gersang karena meski berisi tausyiah tapi ketangkap oleh para mad'u bahwa dia sebenarnya sedang curhat tentang asumsi-asumsi pribadinya.
Malah tambah ga nyaman kalo padet dengan sindiran-sindiran terhadap kekurangan/kesalahan mad'u yg sebenarnya berasal dari kelemahannya sendiri  dalam memahami kondisi sang mad'u.

Tapi insya Allah kebersamaan dengannya akan membawa hikmah dan kebaikan :topOK:
Tapi bagaimanakah 'kans' kita untuk memperbaiki kekurangannya itu?

Ana membuka diri dari kritikan antum yaa ikhwati fillah...

Tapi ana sangat berharap jika antum menemukan sifat-sifat di atas ada pada antum sebagai murabbi...perbaikilah  %peace%...please.



« Edit Terakhir: 30 Juni 2008, 01:50:10 oleh adi2 »
Memaknai yang sederhana
biar bisa mencintai apa adanya

Offline wafa_lathifah

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2006
  • Tulisan: 256
  • Lokasi: di dunia nyata
  • a little baby...
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 02 Juli 2008, 11:12:32 »
Saya pernah mengalami atau mendapat murobi yang kurang membuat saya nyaman. Saya minta pindah aja :)

Offline wardah

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 650
  • NyungNyung* Taqi
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 02 Juli 2008, 11:42:14 »
 :hmmm: nyaman atau ngga nyaman, tergantung bagaimana kita menyikapinya, Murobbi juga manusia, yang aneh itu...kalau dia punya kesalahan, trus...ngga mau di kritik, intinya komunikasi yang baik, apalagi aku...tipe orang yang kalau punya masalah, ngga bisa dipendam lama2, kalau menemui kejanggalan atau ketidak nyamanan, aku langsung bicara, sekalipun dengan Murabbi, hasilnya hubungan kami makin erat, trus...hilangkan prasangka yang ngga baik
(ih...sok tahu, maklum...dah sering gonta ganti teman liqo dan murobbi seh...jadi Insya Allah sdh tidak sulit beradaptasi di lingkungan yang baru  :jaim: ;))
* Boleh jadi anak kita akan gagal melaksanakan apa yang kita perintahkan, tetapi dia akan pandai meniru apa yang kita kerjakan, so be smart parent...

Offline adi2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 549
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • punya karya apa hari ini ?
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 02 Juli 2008, 22:08:32 »
Sikap yang ga disukai itu banyak jenisnya dan sebagiannya sudah jadi kesepakatan umum. sedikit orang yang bisa menerimanya, merekapun adalah dari kalangan ahli ma'rifat  :hihi: yang dalam jiwa dan kesabarannya. Sikap-sikap yang ga disukai itu urgen untuk diperbaiki, apalagi oleh sesosok tokoh...tokoh dakwah lagi.

Mudah-mudahan Allah senantiasa memberi kita taufik untuk rajin bermuhasabah...introspeksi diri. Introspeksi yang jujur sehingga menelanjangi diri kita seutuhnya saat membuka dan mengingat semua kekurangan kita.
Memaknai yang sederhana
biar bisa mencintai apa adanya

Offline novi_khansa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 3.081
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Cukup bagiku Allah...
    • Lihat Profil
    • Ketika Kata Mengikat Makna
« Jawab #4 pada: 02 Juli 2008, 22:39:49 »
murobbi juga manusia


%peace%
yuk ikutan, yuk

http://myquran.org/forum/index.php/topic,65487.0.html

"Tekad yang kuat menggabungkan unsur keyakinan dan keberanian, kepastian dan keteguhan, serta kepercayaan dan ketegaran." ( hal 79, 8 mata air kecemerlangan, Anis Matta)

Offline Miph

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 875
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • [ Muslimin harus berkualitas! ]
    • Lihat Profil
    • miphz
« Jawab #5 pada: 02 Juli 2008, 22:52:59 »
Alhmdlh ana dpt muribi yg bs ane kagumi. Intinya, qt hrs bs bersabar dgn segala kekurangan beliau. Jgn jd makdu yg pasif jg, tp pro aktif, tp jg jgn reaktif.


“Kita menilai diri kita dari apa yang bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai diri kita dari apa yang sudah kita kerjakan”

Offline Miph

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 875
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • [ Muslimin harus berkualitas! ]
    • Lihat Profil
    • miphz
« Jawab #6 pada: 02 Juli 2008, 23:04:09 »
Ad yg bgs di wawasan, di ruhiyah, di fiqh, di fikriyah, di jasadiah, di dll. Pasti ad yg lbh dominan. Jgn berharap kesempurnaan pada manusia. Ad yg tilawahnya kurang, tapi bs qt baca keikhlasan n istiqamahnya, dll. Qt sbg mutarobi hrs bs memetakan kelebihan n kekurangan diri jg murobi. Dgn solutif n evaluatif.


“Kita menilai diri kita dari apa yang bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai diri kita dari apa yang sudah kita kerjakan”

Offline adi2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 549
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • punya karya apa hari ini ?
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 02 Juli 2008, 23:32:00 »
yaa...soal itu mah alhamdulilah dah ngerti ..
saya sudah menduga respon teman2 bakalan seperti itu :D
saya bukan baru kali ini mendapat pengalaman murabbi dgn segala kekurangannya...sering ko ganti2 murabbi.

Tapi saat ketika dibenturkan dengan realitas bertemu sama tipe kaya gini...rada kaget abah teh :hihi:




Memaknai yang sederhana
biar bisa mencintai apa adanya

Offline salwa05

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 689
  • Laa 'Izzata Illaa bil JIHAD
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 03 Juli 2008, 11:27:17 »
ada seorang akhwat yg tidak menyukai murobbi nya, karena jenjang kaderisasi akhirnya dia ditransfer ke kelompok lain. setelah dengan murobbi nya yg baru, akhirnya dia sadar bahwa murobbi nya yang lama sangat banyak kelebihan dibalik kekurangannya. dan akhirnya dia menyesali sikap nya yang dulu, terlalu banyak menuntut dari sosok murobbi, padahal yang bermasalah adalah di hati nya, keikhlasannya :)


alhamdulillah, mudah2an siapapun murobbi ane, akan ane coba untuk mencari kelebihannya,  menyelami dirinya, bliau di taqdirkan menjadi murobbi ane , karena Allah ingin ane mempelajari sesuatu dari dirinya yang harus ane gali untuk mendapatkan sesuatu itu. kl kita langsug mengeluh gimana mau bermujahadah untuk mencari kelebihan murobbi kita ;)

Allaahu musta'aan
Nahnu Du'at Qabla Kulli Syai'

Offline Miph

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 875
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • [ Muslimin harus berkualitas! ]
    • Lihat Profil
    • miphz
« Jawab #9 pada: 04 Juli 2008, 08:58:05 »
Ketika ssorng menjadi murobi, sesungguhnya bliaw langsung dibina sama Allah. Ketika qt jd mutarobi, sesungguhnya qt jg dibina oleh Sang Maha Pembina Insan Beriman, untuk menuju kemenangan. Kemenangan Umat Islam. Kemenangan dakwah. Allahuakbar!


“Kita menilai diri kita dari apa yang bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai diri kita dari apa yang sudah kita kerjakan”

Offline fera_sr

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 18.953
  • Lokasi: DKI
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • ~fatamorgana~
« Jawab #10 pada: 04 Juli 2008, 13:38:08 »
murobbi juga manusia


%peace%

artinya ga semua pendapatnya harus di ikuti kan !! :siul: ;D

Offline Miph

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 875
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • [ Muslimin harus berkualitas! ]
    • Lihat Profil
    • miphz
« Jawab #11 pada: 04 Juli 2008, 14:26:21 »
Tidak ada manusia yg sempurna. Kesempurnaan manusia adalah ketika dirinya berhasil memperbaiki kesalahan, kekurangan, dan bertaubat atas dosanya.


“Kita menilai diri kita dari apa yang bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai diri kita dari apa yang sudah kita kerjakan”

Offline novi_khansa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 3.081
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Cukup bagiku Allah...
    • Lihat Profil
    • Ketika Kata Mengikat Makna
« Jawab #12 pada: 04 Juli 2008, 21:50:18 »
@fera sr
:hihi:
yah, terserah, deh
biar ada pemakluman gitu, buat murobbi yang masih belajar...
:D


Hmm, untuk jadi murobbi butuh pertimbangan, dll, dlll, apalagi sejarang banyak yang ga mau jadi murobbi...
*nambahin masalah aja, ye :D :jaim: :hihi:
yuk ikutan, yuk

http://myquran.org/forum/index.php/topic,65487.0.html

"Tekad yang kuat menggabungkan unsur keyakinan dan keberanian, kepastian dan keteguhan, serta kepercayaan dan ketegaran." ( hal 79, 8 mata air kecemerlangan, Anis Matta)

Offline fera_sr

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 18.953
  • Lokasi: DKI
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • ~fatamorgana~
« Jawab #13 pada: 05 Juli 2008, 08:42:12 »
seharusnya minimal ada pelatihan atau ada sertifikat untuk menjadi MR :hihi: %peace%

Offline Shaffiyah

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 4.769
  • Lokasi: Medan - Bandung - Surabaya
  • Jenis kelamin: Wanita
  • “Yaa muqollibalquluub tsabbit qolbiy alaa diinika”
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 05 Juli 2008, 08:55:18 »
Emang bener,MR juga manusia jadi pasti ada kekurangan dan pastinya sebelum dijadiin MR pastinya kader dah diberi dauroh murobbi..

Jika MR terasa "menggelisahkn" jangan didiemin aja tapi dikomunikasikan padanya apa yang dirasakan agar beliau juga tau apa yang mad'unya rasakan and beliau bisa memperbaiki diri,mungkin aja sebenarnya beliau dah berusaha merubah diri agar gak "menggelisahkan" karena pastinya MR itu peka hatinya pada mad'unya...

Yup..intinya dikomunikasikan,jangan langsung minta pindah LQ tanpa MR diberi kesempatan tau alasan and memperbaiki diri karena kita masuk dalam jama'ah yang telah terstruktur terutama LQ..

Moga ini bisa jadi pembelajaran agar nti gak berbuat begini ma mad'u antum/na :)