Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Ketiadaan Dalil Menyebut diri "salafy" apakah membuatnya trmasuk Bid'ah Dolalah?  (Dibaca 1782 kali)


Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #90 pada: 09 Juni 2008, 15:05:11 »
Makanya tugas antm sebagai ahlul ilmi, yg harus menjelaskan pada ane dan abu fauzan,tentang makna JUHALA,.(soale ane kira antm ama abu fauzan,kan bnyak semaan ustadz-/syaikh nya).afwan:-)
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline bakekok

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.554
  • TONG NUNGGUAN "UCING ENDOGAN, HAYAM ANAKAN"
    • Lihat Profil
« Jawab #91 pada: 09 Juni 2008, 15:08:49 »
hmm antum mengklaim diri sebagai juhala akh kuring tea?
tau apa arti juhala?


yang termasuk juhala itu yang diantaranya nyebut azab = musibah.

suhu antum begitu ngga?

Offline Abu_Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 352
    • Lihat Profil
« Jawab #92 pada: 09 Juni 2008, 15:22:39 »
Wah,boleh2 bisa diterangkan:-)? Ane cuma minjan istilah itu dr akh abu fauzan(bedanya,kalau ane ndak pake huruf besar):-). Mangga kang diterangkan..please.
Juhala maksud ane adalah orang2 Jahil. Dan itu Relatif. Bagi Ane,  ane akuin ane Juhala karena ana masih Jahil dalam Ilmu Dien ini yang sangat Luas. Tapi Insya Allah bukan Juhala yang dimaksud oleh Hadist Nabi tentang Ruusan Juhala yang fatwanya sesat dan menyesatkan. Karena
Ana berusaha menempatkan diri Ana sebagai seorang masih harus banyak belajar. Ana ga mau masuk kedalam tempat dimana ana bukan tempatnya... Sehingga dapat menyesatkan manusia. Dan ana ga mau masuk kedalam persoalan yang akan marusak hati ana. Banyak hal telah ana lalui dalam   debat2 yang ana sendiri awam dalam hal itu kebanyakan membuat hati jadi keras, itu yang ana rasakan.   

Ini bukan berarti ana ga tau mana yang hak dan yang bathil secara Mutlak. Tapi kita hindari perdebatan yang ga Ilmiah. Karena kalau Ada menjelekan salah satu Ulama rujukan siapa aja pasti siapa pun akan menjelekan balik Ulama Rujukan yang lainnya semaunya tanpa Ilmu lihat perkataan Akh Tuingtuing.
Hai refleksi, coba saya tanya sama antum punya telinga.

Apa yang antum lakukan buat palestina? Pernahkah ente angkat senjata melawan zionis sebagaimana Syaikh Yusuf yang ente bilang sesat itu?

Allahu akbar, seorang anak SD berani menyesatkan seorang Doktor...Na'udzubillah.

Memangnya apa kesesatan Syaikh Yusuf yang membuat lo begitu panjang lidah menghujat Beliau hafizhahullah?

Sementara syaikh-syaikh kalian asyik masyuk bergandeng tangan dengan USA, Syaikh pernah berjuang mengusir zionis.

Dan kalian?  ck ck ck...
Beda hal nya dengan kalau Ahli Ilmu ketika membantah perkataan Ulama yang membantah Ulama yang lainnya yang dibantah adalah essensi perkataan Ulama itu dengan Ilmu.

Offline Abu_Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 352
    • Lihat Profil
« Jawab #93 pada: 09 Juni 2008, 15:55:08 »

yang termasuk juhala itu yang diantaranya nyebut azab = musibah.

suhu antum begitu ngga?

Siapa yang dimaksud Bakekok? Hmm mudah2 bukan Ulama kalo tidak emangnya dia siapa???

Akh, kamana wae. main umpet2 an ya... atau Ciluk bakekokan di TS ini.  Antum bikin TS udah di jawab tuh sama Akh Fei shin eh malah ga nanggapin dengan ilmiah. Pas lagi debat yang ga jelas malah ikut.
Momod tutup aja nih tredh ini. Udah jadi debat kusir. TS nya jg ga jelas mo kemana arah Tulisan nya.

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #94 pada: 09 Juni 2008, 16:20:32 »
saya rasa ga usah terkecoh dengan trik-trik psikologis untuk menghindar dari masalah kaya yang dilakukan akh justice...

karena orang kritis itu wajar, dan mencari penjelasan atas kata-katanya (justice) juga wajar saja biar dia ga bicara sepatah-sepatah...bukanya kita mau debat kusir... tapi kita perlu penjelasan dari kata-katanya sendiri
Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline bakekok

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.554
  • TONG NUNGGUAN "UCING ENDOGAN, HAYAM ANAKAN"
    • Lihat Profil
« Jawab #95 pada: 09 Juni 2008, 17:03:17 »
1..Siapa yang dimaksud Bakekok? Hmm mudah2 bukan Ulama kalo tidak emangnya dia siapa???
2..Akh, kamana wae. main umpet2 an ya... atau Ciluk bakekokan di TS ini. 
3..Antum bikin TS udah di jawab tuh sama Akh Fei shin eh malah ga nanggapin dengan ilmiah. Pas lagi debat yang ga jelas malah ikut.
Momod tutup aja nih tredh ini. Udah jadi debat kusir. TS nya jg ga jelas mo kemana arah Tulisan nya.

1.. siapapun orangnya menurut antum pantas disebut ulama ngga? atau org-org jahil?
2.. Kamana wae??.  aya we,.. moal bebeja.. urusan ane lain ngurusan thread ieu..
3.. dimana fei sin ngejawap dan ana jawap dgn ngga ilmiah?

Offline bakekok

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 1.554
  • TONG NUNGGUAN "UCING ENDOGAN, HAYAM ANAKAN"
    • Lihat Profil
« Jawab #96 pada: 09 Juni 2008, 17:21:55 »
saya rasa ga usah terkecoh dengan trik-trik psikologis untuk menghindar dari masalah kaya yang dilakukan akh justice...
karena orang kritis itu wajar, dan mencari penjelasan atas kata-katanya (justice) juga wajar saja biar dia ga bicara sepatah-sepatah...bukanya kita mau debat kusir... tapi kita perlu penjelasan dari kata-katanya sendiri

yang bawa-bawa omongan  Muqbil ke thread ini trik bukan?
« Edit Terakhir: 16 Oktober 2008, 00:36:35 oleh |lagi|duduk| »

Offline Abu_Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 352
    • Lihat Profil
« Jawab #97 pada: 10 Juni 2008, 14:00:47 »


Ana Ulang Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Salim Ad-Dausary kepada yg menyebutkan "wajibnya menyebut diri sebagai Salafy"  AINA adDALIL?   AINA adDALIL? AINA adDALIL?  KUNTILANAK pun Tau artinya Wajib itu ditinggalkan Dosa Besar, diamalkan Berpahala..


Akh Fei jawab dengan ngasih Link dibawah ini ente masih tetap nanya diatas. Tanpa membantah secara Ilmiah jawabannya.
http://risalah-abusalma.blogspot.com/2006/10/menjawab-tuduhan-1.html
Genderuwo jg bisa ngomong kalo cm kayak jawaban si barakokok eh bakekok...
Lagian siapa yang bilang wajib nyebut diri Assalafi yang ada wajib bermanhaj Salaf. Dan menisbatkan diri dengan As salafi adalah adalah penisbatan pada manhaj salaf apakah salah. Bahkan tidak akan tetapi itu adalah sesuatu yang terpuji. lihat di link yang di berikan akh Fei berikan dan inilah perkataan Syaikh Shalih Fauzan:
Fadhilatus Syaikh DR. Shalih bin Fauzan al-Fauzan :

فالتسمي ( سلفي ، أثري ) أو ما أشبه ذلك ، هذا لا أصل له ، نحن ننظر إلى الحقيقة ولا ننظر إلى القول والتسمي والدعاوى ، قد يقول إنه سلفي وما هو بسلفي ، أو أثري وما هو بأثري ، وقد يكون سلفياً أو أثرياً وهو ما قال إنه أثري أو سلفي . فالنظر إلى الحقائق لا إلى المسميات ولا إلى الدعاوى...

“Penamaan salafiy, atsariy atau yang semisal dengannya, hal ini sesungguhnya suatu hal yang tidak ada asalnya. Kita menilai dari hakikatnya bukan dari ucapan, penamaan ataupun dakwaan belaka. Terkadang ada orang mengatakan dia salafiy padahal dia bukan salafiy, dia atsariy padahal dia bukan atsariy. Terkadang pula ada orang yang (benar-benar) salafi atau atsari namun ia tidak pernah mengatakan dirinya atsari atau salafi. Karena itu penilaian itu dari hakikatnya bukan dari penamaan atau dakwaan belaka…” (Pengajian Syarh Aqidah ath-Thohawiyah, 1425 H, dinukil dari Kasyful Khola`iq karya al-Ushaimi)

Fadhilatus Syaikh juga berkata :

فلا حاجة إنك تقول : " أنا سلفي ، أنا أثري " أنا كذا ، أنا كذا ، عليك أن تطلب الحق وتعمل به تصلح النية ، والله الذي يعلم – سبحانه - الحقائق

“Maka tidak ada perlunya kamu mengatakan “aku salafiy”, “aku atsariy”, “aku ini” atau “aku itu”. Namun yang wajib atas kalian adalah mencari kebenaran dan mengamalkannya untuk meluruskan niat. Hanya Alloh swt-lah yang mengetahui hakikat keadaan sebenarnya.” (sumber yang sama).

Adapun jika maksudnya adalah sebagai penisbatan kepada madzhab salaf, sebagai pengakuan bahwa madzhab salaf adalah madzhab yang paling haq, bukan dalam rangka tazkiyatun lin nafsi apalagi hizbiyah. Untuk membedakan diri dari firqoh-firqoh yang sedang berkembang pesat di zaman ini, untuk membedakan diri dari hizbiyah yang membinasakan dimana tiap hizb bangga dengan apa yang ada pada mereka masing-masing, maka penisbatan dan penyebutan kata as-salafiy, al-Atsariy, as-Sunniy atau yang semisalnya adalah suatu pensibatan terpuji. Selama dia berupaya untuk benar-benar mengikuti manhaj salaf dalam segala hal, baik aqidah, manhaj, fikih, akhlak dan selainnya.

Jadi pahami dulu makana AsSalafi jangan hanya meminta kata secara Lafazd mutlak.
Kalo masih ngeyel sekalian aja antum bantah kata Aqidah, Tajwid, Ilmu Ushul Fiqh.
Dan yang lebih harus antum bantah lagi kata Ikhwannul Muslimin, Tashowuf, atau hakikat sufi yang jadi salah satu landasn IM dan banyak lagi istilah yang dibuat IM yang semuanya itu dari sisi lafazd dan esensi adalah bid'ah.

Offline Abu_Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 352
    • Lihat Profil
« Jawab #98 pada: 10 Juni 2008, 14:14:14 »
1.. siapapun orangnya menurut antum pantas disebut ulama ngga? atau org-org jahil?
2.. Kamana wae??.  aya we,.. moal bebeja.. urusan ane lain ngurusan thread ieu..
3.. dimana fei sin ngejawap dan ana jawap dgn ngga ilmiah?
1. Ana ga mau terpancing omongan si barakokok dan ana ga tau siapa yang di maksud dan apa perkataannya. Lalu bernahkah pemahaman sibarakokok atas perkataan itu, karena dia sudah terlalu dengki nya dengan Salafi sampai pada Ulamanya. Jadi akal sehat ga jalan dan nalarnya udah nggak jernih lagi.
Lagian kalo cara kayak si barakokok sah sah aja mengatakan seorang Ulama itu (kalo benar itu Ulama yang dimaksud) JUHALA dengan perkataan dia dan pemahaman dia yang anak baru kemarin sore dalam masalah dien di banding Ulama itu saya kira lebih sah lagi tulisan akh Refleksi karena dia mengambil dari fatwa Ulama Kibar seperti Syaikh Muqbil dan Syaikh Rabi'. Kalo di liat kasar Si Bakekok Jauh lebih kasar dari Akh Refleksi.
2. Di Treadh laen dia malang melintang tapi Di Treadh yang dia TS nya malah ga nongol.
3. jawaban udah diatas.

Offline kipli

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 322
    • Lihat Profil
« Jawab #99 pada: 10 Juni 2008, 14:57:05 »
yg jelas, ndak ada itu salafy di dalil

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.361
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • isyhadu bi anna muslimun
    • Lihat Profil
« Jawab #100 pada: 11 Juni 2008, 09:36:19 »
Ikhwan Fillah semua diatas yang lagi debat, ketahuilah saya dan kalian adalah Juhala yang masih harus banyak belajar. Ga ada gunanya kita berdebat seperti ini karena masing masing dari kita akan berdebat dengan fatwa Ulama masing2 dengan prasangka bahwa saya yang paling benar. Karena masing2 dengan hawa bukan dengan Ilmu akan mengemukakan pendapat Ulama2 yang sejalan dengan keyakinan masing2 untuk membela Ulama yang dianggap benar oleh masing2 kelompok.
Sepakat dengan antum, bahwa mengkritik ulama adalah tugas ulama bukan haq kita. Sayangnya antum jilat lagi ludah antum seperti dibawah ini ...  >:(

Sebagai Contoh:Tahukah abi siapa beliau sudahkah baca nasehat2 Ulama terhadap Beliau.

di depan bilang ga usah 'nyebur' perdebatan, eh malah ngajak sendiri ...

Antum kemane aje bang ketika @refleksi dengan 'trik psikologis'nya mengalihkan ke topik syaikh rabi yang mengkritik sayyid qutbh. Masa baru nongol pas ada pembandingnya (kritikan buat syaikh rabi'). Ntar alesannya ... bla bla bla ...  :toe:

Standar ganda model gini, abie dah kenyang!!!

Btw, nasehat ulama yang mane bang?? Syaikh rabi' n syaikh muqbil maksudnyeh ...  :hihi: Ame aja boong. Wong Abdr. Abd. Kholiq kritik syaikh rabi' lha masa nasehatnya dari syaikh rabi' sendiri.  :hihi:

Mo tahu dong dari ulama kibar (haiah kibar saudi atau yang lain)  8-) Setahu saya syaikh utsaimin malah mentazkiyah yayasannya Abdr. Abd. Kholiq dan tidak mengapa bermuamalah dengannya. So, ...

Trus, yang di-pick koq cuma yang dari DR. Abdurrahman Abdul Khaliq doang?? Gimana dengan pengkritik yang lainnya?? Apa menganggap semua yang menyelisihi syaikh rabi' itu manhajnya bermasalah dan menyelisihi manhaj salaf shalih?? Atau bahkan syaikh jibrin yang mengingkari tuduhan dusta syaikh rabi' terhadap sayyid qutbh itu juga bermasalah manhajnya??

Siapa yang tidak berbuat adil?? Allahu musta'an.

Offline abu zahid

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 1.433
  • Jenis kelamin: Pria
  • "KITA ADALAH DA'I (PENYERU) BUKAN HAKIM"!!
    • Lihat Profil
« Jawab #101 pada: 11 Juni 2008, 09:51:48 »
yg jelas, ndak ada itu salafy di dalil

ana juga salafy

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #102 pada: 11 Juni 2008, 10:52:04 »
Sepakat dengan antum, bahwa mengkritik ulama adalah tugas ulama bukan haq kita. Sayangnya antum jilat lagi ludah antum seperti dibawah ini ...  >:(

di depan bilang ga usah 'nyebur' perdebatan, eh malah ngajak sendiri ...

Antum kemane aje bang ketika @refleksi dengan 'trik psikologis'nya mengalihkan ke topik syaikh rabi yang mengkritik sayyid qutbh. Masa baru nongol pas ada pembandingnya (kritikan buat syaikh rabi'). Ntar alesannya ... bla bla bla ...  :toe:

Standar ganda model gini, abie dah kenyang!!!

Btw, nasehat ulama yang mane bang?? Syaikh rabi' n syaikh muqbil maksudnyeh ...  :hihi: Ame aja boong. Wong Abdr. Abd. Kholiq kritik syaikh rabi' lha masa nasehatnya dari syaikh rabi' sendiri.  :hihi:

Mo tahu dong dari ulama kibar (haiah kibar saudi atau yang lain)  8-) Setahu saya syaikh utsaimin malah mentazkiyah yayasannya Abdr. Abd. Kholiq dan tidak mengapa bermuamalah dengannya. So, ...

Trus, yang di-pick koq cuma yang dari DR. Abdurrahman Abdul Khaliq doang?? Gimana dengan pengkritik yang lainnya?? Apa menganggap semua yang menyelisihi syaikh rabi' itu manhajnya bermasalah dan menyelisihi manhaj salaf shalih?? Atau bahkan syaikh jibrin yang mengingkari tuduhan dusta syaikh rabi' terhadap sayyid qutbh itu juga bermasalah manhajnya??

Siapa yang tidak berbuat adil?? Allahu musta'an.

nah lho akh abie mendebat orang lain nih....
lho akh abie juga doyan debat toh, mengkritik orang lain berdebat dia juga mendebat orang lain  yah sama standart ganda naon ini  atu ?
Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline Abu_Fauzan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 352
    • Lihat Profil
« Jawab #103 pada: 11 Juni 2008, 11:54:00 »
Sepakat dengan antum, bahwa mengkritik ulama adalah tugas ulama bukan haq kita. Sayangnya antum jilat lagi ludah antum seperti dibawah ini ...  >:(

di depan bilang ga usah 'nyebur' perdebatan, eh malah ngajak sendiri ...

Sabar akhi abi yang manis dan imut2 (ngeliat fotonya) antum buka topi dulu tuh kayaknya kepala antum dah ngebul tuh kepanasan kali ya... he..
Waktu ana nulis ini, udah kepikiran sama ana pasti antum bantah nya kayak gini. Kalo antum baca perkataan ana dengan cermat. Ana ga ada maksud untuk jilat ludah sendiri mendingan juga jilat es krim kali..... tapi  Ana hanya ngasih contoh kalo kita JUHALA ngomongin kejelekan Ulama untuk menjelekan kelompok lain akan dibalas oleh yang lainnya dengan mengambil perkataan dari
orang yang tidak sependapat dengan nya. Walaupun orang ga tau siapa dia dan bagaimana dia.
Karena kita tidak menguasai essensi fatwa Ulama itu, Jadi maen-maenan Ulama deh dan ga ada abis2nya walaupun kita di pihak yang benar, tapi orang lain akan menganggap dia dipihak yang benar. Nah ana ambil contoh nya ente postingin yaitu Bantahan Abdurrahman Abdul Khaliq.  Kalo mau bahas esensi nya kenapa Ulama ini salah dan harus ditahzir bukannya kata ini kata itu. Namanya debat Kusir. Apa ente sudah nyampe Ilmunya..... He..... 

Oh iya sebagai jawaban di treadh sebelah yang keburu di Lock sama Momod, biasa kalo Treadh nye dianggap mojokin kelompok nya walaupun berdasarkan fakta cepet2 deh di Lock. Ini loh yang  Ane maksud JUHALA. Ane juga menganggap diri ane masih JUHALA terhadap Ilmu Dien yang luas ini. Tapi ane ga berani mentarbiyah orang seperti jadi Murabi mo jadi ape tuh orang yang ditarbiyah? dan ape yang ditarbiyah ke manusia ya.. Ilmu dien ini atau Hawa dan Ro'yu kita???
Jadi kalo antumm nganggap ane sombong itu tuduhan, bisanya antum nuduh orang secepat itu dengan mengatakan Ana sombong tanpa nanya maksud ana tapi di Treadh2 yang laen antum menyela orang suka nuduh.... Ini namanya Tanaqudl...

Antum kemane aje bang ketika @refleksi dengan 'trik psikologis'nya mengalihkan ke topik syaikh rabi yang mengkritik sayyid qutbh. Masa baru nongol pas ada pembandingnya (kritikan buat syaikh rabi'). Ntar alesannya ... bla bla bla ...  :toe:

Standar ganda model gini, abie dah kenyang!!!

Siapa yang tidak berbuat adil?? Allahu musta'an.
Jangan nuduh orang standar ganda deh. Ente juga stnadr ganda tuh....
Kalo ente mo jujur trik pengalihan topik yang pertama di Treadh ini ya.. Akh Justice yang ngebawa2 istilah salfi mujasimah yang bikin orang bertanya tanya apa maksudnya? Eh ga tau hal2 belum pasti dari kesalahan secara Individu seorang Ustazd. Wajar Akh Refleksi menjawab yang lain. Padahal topik nya tentang istilah salafi ada ga dalilnya...
Jujur aja....

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #104 pada: 11 Juni 2008, 12:07:04 »
Akh Justice yang ngebawa2 istilah salfi mujasimah yang bikin orang bertanya tanya apa maksudnya? Eh ga tau hal2 belum pasti dari kesalahan secara Individu seorang Ustazd. Wajar Akh Refleksi menjawab yang lain. Padahal topik nya tentang istilah salafi ada ga dalilnya...
Jujur aja....

Jangan main fitnah dong, dimana saya membawa istilah "salafy mujassimah" ?

Tambahan topik itu ada, karena antum sendiri yang minta penjelasan. Dan karena ada yang menuduh saya (akh sunny) berdusta/memfitnah, dengan terpaksa saya berikan contoh ustadz salafy, yang terpeleset dalam masalah Shifat, dan saya tidak pernah menuduh (vonis muayyan) beliau mujassimah lho. ::)

Hati-hati kalau menulis akh.... ;)

Biar tidak jadi debat kusir, dimana saya membawa istilah salafy mujassimah?

Betul yang penting esensinya, demikianlah perkataan Syaikh Uthaimin rh.

Jangan sampai menggelari diri salafy, tapi dalam soalan aqidah, meniru mujassimah, menganggap Allah punya organ/bagian tubuh, atau dalam masalah adab, tidak mampu untuk menghormati orang lain yang berbeda pendapat.



Btw, dah baca belum buku dari Syaikh Taha Jabir Ulwani? :)
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam