Ana Ulang Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Salim Ad-Dausary kepada yg menyebutkan "wajibnya menyebut diri sebagai Salafy" AINA adDALIL? AINA adDALIL? AINA adDALIL? KUNTILANAK pun Tau artinya Wajib itu ditinggalkan Dosa Besar, diamalkan Berpahala..
Akh Fei jawab dengan ngasih Link dibawah ini ente masih tetap nanya diatas. Tanpa membantah secara Ilmiah jawabannya.
http://risalah-abusalma.blogspot.com/2006/10/menjawab-tuduhan-1.htmlGenderuwo jg bisa ngomong kalo cm kayak jawaban si barakokok eh bakekok...
Lagian siapa yang bilang wajib nyebut diri Assalafi yang ada wajib bermanhaj Salaf. Dan menisbatkan diri dengan As salafi adalah adalah penisbatan pada manhaj salaf apakah salah. Bahkan tidak akan tetapi itu adalah sesuatu yang terpuji. lihat di link yang di berikan akh Fei berikan dan inilah perkataan Syaikh Shalih Fauzan:
Fadhilatus Syaikh DR. Shalih bin Fauzan al-Fauzan :
فالتسمي ( سلفي ، أثري ) أو ما أشبه ذلك ، هذا لا أصل له ، نحن ننظر إلى الحقيقة ولا ننظر إلى القول والتسمي والدعاوى ، قد يقول إنه سلفي وما هو بسلفي ، أو أثري وما هو بأثري ، وقد يكون سلفياً أو أثرياً وهو ما قال إنه أثري أو سلفي . فالنظر إلى الحقائق لا إلى المسميات ولا إلى الدعاوى...
“Penamaan salafiy, atsariy atau yang semisal dengannya, hal ini sesungguhnya suatu hal yang tidak ada asalnya. Kita menilai dari hakikatnya bukan dari ucapan, penamaan ataupun dakwaan belaka. Terkadang ada orang mengatakan dia salafiy padahal dia bukan salafiy, dia atsariy padahal dia bukan atsariy. Terkadang pula ada orang yang (benar-benar) salafi atau atsari namun ia tidak pernah mengatakan dirinya atsari atau salafi. Karena itu penilaian itu dari hakikatnya bukan dari penamaan atau dakwaan belaka…” (Pengajian Syarh Aqidah ath-Thohawiyah, 1425 H, dinukil dari Kasyful Khola`iq karya al-Ushaimi)
Fadhilatus Syaikh juga berkata :
فلا حاجة إنك تقول : " أنا سلفي ، أنا أثري " أنا كذا ، أنا كذا ، عليك أن تطلب الحق وتعمل به تصلح النية ، والله الذي يعلم – سبحانه - الحقائق
“Maka tidak ada perlunya kamu mengatakan “aku salafiy”, “aku atsariy”, “aku ini” atau “aku itu”. Namun yang wajib atas kalian adalah mencari kebenaran dan mengamalkannya untuk meluruskan niat. Hanya Alloh swt-lah yang mengetahui hakikat keadaan sebenarnya.” (sumber yang sama).
Adapun jika maksudnya adalah sebagai penisbatan kepada madzhab salaf, sebagai pengakuan bahwa madzhab salaf adalah madzhab yang paling haq, bukan dalam rangka tazkiyatun lin nafsi apalagi hizbiyah. Untuk membedakan diri dari firqoh-firqoh yang sedang berkembang pesat di zaman ini, untuk membedakan diri dari hizbiyah yang membinasakan dimana tiap hizb bangga dengan apa yang ada pada mereka masing-masing, maka penisbatan dan penyebutan kata as-salafiy, al-Atsariy, as-Sunniy atau yang semisalnya adalah suatu pensibatan terpuji. Selama dia berupaya untuk benar-benar mengikuti manhaj salaf dalam segala hal, baik aqidah, manhaj, fikih, akhlak dan selainnya.
Jadi pahami dulu makana AsSalafi jangan hanya meminta kata secara Lafazd mutlak.
Kalo masih ngeyel sekalian aja antum bantah kata Aqidah, Tajwid, Ilmu Ushul Fiqh.
Dan yang lebih harus antum bantah lagi kata Ikhwannul Muslimin, Tashowuf, atau hakikat sufi yang jadi salah satu landasn IM dan banyak lagi istilah yang dibuat IM yang semuanya itu dari sisi lafazd dan esensi adalah bid'ah.