Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Siapa Pendiri Salafy dan Ikhwanul Muslimin ?  (Dibaca 1155 kali)


Offline kinghunter

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2008
  • Tulisan: 866
  • Kriuk... Kriuk...
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 23 Mei 2008, 20:28:24 »
Akhi diusahakan kalo posting jangan icon aja O0

Gpp, moderator ngasih contoh yang bagus. :hihi:

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #16 pada: 23 Mei 2008, 20:31:29 »
Akhi diusahakan kalo posting jangan icon aja O0

Hehehe, icon mungkin bisa bermakna lebih dari seribu kata. %peace%
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline abu huzhaifah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 56
  • HANCURKAN HIZBY KEAKAR AKARNYA
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 23 Mei 2008, 20:45:19 »
bisa aza mengalihkan dan ngeles...... hizbiyyun 4x
La Tahzan

Offline [Fulan]

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 68
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 23 Mei 2008, 20:45:33 »
Muhammad Rasul Alloh SAW membawa agama Islam. agama Islam adalah agama lama,agama sejak nabi Adam hingga nabi Muhammad SAW sebagai khatamunnabiyyin.

ada yang mau ngubah nama agama Islam jadi 'agama salafy' ?
wah wah wah...astaghfirullohaladzim.. .kalo ada yang mau bikin bid'ah kaya gini, trus ada yang mau meluruskan bid'ah ini dengan jihad, insyaAlloh ane ikutan...jaman kaya gini koq mau ganti-ganti nama agama millah Ibrahim sih?  :awas:

Secara bahasa, Salafiyyah berhubungan dengan orang-orang yang mendahului kita. Maka, Salif (kata tunggal) berarti pendahulu. Dan pengertian dari Salafa berarti hal-hal yang telah berlalu, jaman yang silam, atau dahulu. Dan secara syar'iy, pengertian Salafiyyah adalah semua orang yang mendahului kita setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dari kalangan shahabat dan yang mengikuti mereka dalam hal al haq dan keshalihan, yang mengikuti Al Qur'an dan As Sunnah yang shahihah. Maka mereka disebut Salafi.

Berdasarkan hal tersebut, Da'wah Salafiyyah adalah da'wah yang sesuai dengan apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya berada diatasnya, mulai dari menyembah Allah dengan penuh keikhlasan dan beramal berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah dalam beribadah. Inilah Salafiyyah.

Kemudian, tentang kapan da'wah Salafiyyah itu dimulai, maka ada dua penjelasan:

Pertama, Da'wah Salafiyyah adalah da'wah Islam yang murni dalam menyeru kepada Tauhid, dan keikhlasan dalam beribadah. Da'wah Salafiyyah adalah da'wah kepada Iman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, Iman kepada Malaikat-Nya, Iman kepada kitab-kitab-Nya, Iman kepada Rasul-Nya dan Iman kepada hari Akhir, serta Iman kepada Qadar.

Dengan demikian, Da'wah Salafiyyah adalah da'wahnya seluruh Nabi, mulai dari Nabi Nuh sebagai Rasul pertama sampai dengan Nabi Muhammad yang merupakan Nabi dan Rasul terakhir yang diutus kepada umat manusia, semoga damai dan rahmat Allah selalu tercurah bagi mereka semua. Maka sejarah dari Da'wah Salafiyyah dimulai sejak dari Nabi pertama. Hal ini bahkan ada yang mengatakan bahwa dimulainya Da'wah Salafiyyah ini dimulai dari Nabi Adam 'alaihis sallam, sebab da'wah ini adalah da'wah yang murni. Dan Da'wah Salafiyyah adalah da'wah dalam rangka memahami Al Qur'an dan As Sunnah, sebagaimana Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan umat ini untuk melakukan hal tersebut. Da'wah ini dilakukan atas perintah dari Allah dan Rasul-nya kepada kita guna mendapatkan pahala yang akan diberikan oleh Allah. Dan da'wah ini menjauhkan kita dari apa-apa yang telah Allah dan Rasul-Nya larang untuk dilakukan, karena takutnya pada siksa dari Allah. Jadi, sejarah dimulainya Da'wah Salafiyyah ini adalah tidak hanya terjadi sejak satu abad, dua abad atau lima abad yang lalu. Sedangkan da'wah yang dimulai pada periode waktu tertentu adalah da'wah yang dilakukan oleh berbagai kelompok-kelompok sempalan lagi menyimpang, seperti Ikhwanul Muslimun, Jama'ah Tabligh, Hizbut Tahrir, Sururiyyah/Quthbiyyah dan selainnya dari berbagai macam kelompok da'wah yang baru bermunculan.

Kedua, Da'wah Salafiyyah tidaklah ditemukan atau didirikan oleh orang-orang tertentu. Dan mungkin inilah alasan yang menjadikan orang-orang bertanya kapan Da'wah Salafiyyah ini dimulai. Maka perlu ditegaskan sekali lagi bahwa Da'wah Salafiyyah tidaklah ditemukan atau didirikan oleh orang tertentu. Malah para Nabi dan Rasul 'alayhimus salam diutus dengan da'wah ini (Da'wah Salaf) oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Demikianlah, kemudian dasar dari Da'wah Salafiyyah yaitu Al Qur'an dan As Sunnah serta ijma'. Da'wah Salafiyyah ini tidaklah berdasarkan pada ide-ide, konsep-konsep, ataupun pendapat-pendapat. Maka Imam dari Da'wah Salafiyyah ini adalah para Nabi 'alayhimus sallam sedangkan mereka adalah imamnya para makhluq di dunia. Dan kemudian sepeninggal mereka, yang menjadi Imam adalah para shahabatnya. Kemudian yang memimpin sepeninggal mereka adalah para 'Ulama.

Oleh karena itu, tidaklah benar bila mengatakan bahwa Salafiyyah adalah sebuah ide, atau sebuah pemikiran atau sebuah konsep yang datang dari seseorang, sebab Da'wah Salafiyyah tidaklah ditemukan atau didirikan oleh seseorang, tapi da'wah ini da'wah yang datang dari para Nabi dan Rasul, kemudian dilanjutkan oleh para shahabatnya, dan orang-orang setelah mereka yang berda'wah kepada dienullah berdasarkan ilmu. Mereka itulah Salafiyyah.
"Tiada seorang pun dai penyeru kepada kesesatan dari kalangan ulama jahat melainkan ada panah Ahlus Sunnah yang membidiknya sampai dia tersungkur dan tersingkap kebobrokannya..."

Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 23 Mei 2008, 20:47:14 »
@ justice

iya akh, jangan mencontohkan begitu nanti member ikutan. dikiranya itu benar :toe:. kok pendiri salafy itu rasulullah dapat ilham darimana ya ::).

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #20 pada: 23 Mei 2008, 20:53:33 »
@dayna

Ok, Mom. :)
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #21 pada: 23 Mei 2008, 21:09:42 »
kok pendiri salafy itu rasulullah dapat ilham darimana ya ::).

Gampang saja, tinggal minta dalil Qur'an dan Hadits Shahih yang memuat kata "salafy/salafi" (BUKAN salaf), maka niscaya mereka tidak akan menemukan.

Literatur yang mungkin paling tua yang memuat istilah Salafy/Salafi, barangkali adalah karya Imam Adh Dhahabi, Siyar A'lam Nubala.

Tapi beliau sendiri, tidak bergelar As-Salafy, melainkan Muhammad ibn Ahmad ibn `Uthman ibn Qaymaz ibn `Abd Allah, Shams al-Din Abu `Abd Allah al-Turkmani al-Diyarbakri al-Fariqi al-Dimashqi al-Dhahabi al-Shafi`i


Maka kita perlu menengok kembali hadits shahih berikut:

“Barangsiapa yang telah berdusta terhadapku secara sengaja, maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di api neraka.” (Hadits Shahih Mutawatir)

« Edit Terakhir: 23 Mei 2008, 21:38:11 oleh Justice 4 All »
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.903
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #22 pada: 23 Mei 2008, 21:35:44 »
1. Siapa pendiri Salafy ?
Ar Rosul Muhammad bin Abdillah

kita ke MUI mau gak ... biar bikin lurus apa iya dan bikin clear aja ... sejak kapan Nama Islam berubah jadi Salafy :toe:
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline Palentinorossie

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 13
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 23 Mei 2008, 21:52:03 »
eh...NuBalA, anak kecil juga tahu....yang mendirikan ya tukang bangunan...
kalo mendekati benar masih mending, artinya ada upaya serius untuk mencapai level benar, dari pada mendekati salah!!! bahkan merasa paling benar bahaya tuch...

Offline Yaih

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 902
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 23 Mei 2008, 22:23:59 »
Jawaban Fulan itu asal goblek ..., bahkan dusta, bohong, ngibul, cipoa ...

Salaf (terdahulu) itu Rasulullah, sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in ... iyalah ... benar banget ..

tetapi pada masa Rasulullah dan sahabat  ada kelompok yang namanya salafy? atau kelompok pemikiran bernama salafy? bahkan dianggap Nabi lah pendirinya ... wah .. wah ..wah ..

kadzib al murakkab ..

Hasan al Banna shufi?

ketauan kagak baca sejarah hidupnya .. dia itu udah meninggalkan dunia tasawwuf sejak usia belasan tahun ...  bahkan dia gak mau pake cara tasawwuf, lebih suka pake cara tarbiyah ...makanya baca di mudzakkirat-nya ..

kalao nilai orang jangan dari sejak waktu kecilnya, ... kalau gitu mah, para sahabat DULUNYA juga sesat dong .. Syaikh al Albany aja waktu kecil pernah ke kuburan yang dianggap wali ... coba ente liat di Biografi Syaikh al Albany terbitan At Tibyan ...

Offline sifatus.safwah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 123
  • QS: Al-Anbiyaa':92
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 24 Mei 2008, 07:43:09 »
hm...baiklah..poin penamaan salafy masih belum diterima bagi org awam dan yang kontrak dengan manhaj salaf...AKAN TETAPI bagaimana dengan IM ? dari silsilah pendirinya dan waktu berdirinya jelas lebih baru dari salaf. dan juga ternyata IM ini dalam berdakwah mencampurbaurkan antara yang benar dan bathil. Kalau ditanya 'mana buktinya' ..maka yang bertanya ini saya kwatir Alloh telah "menutup hatinya, membutakan mata dan membuat tuli pendengarannya"

Sehingga saya terkadang berfikir..."Mengapa mereka masih betah di IM/PKS dan semisalnya" padahal disana mereka diajarkan apa-apa yang menyelisihi pentunjuk Nabinya..kenapa ya ?
Kalau ditanya 'mana buktinya' ..maka yang bertanya ini saya kwatir Alloh telah "menutup hatinya, membutakan mata dan membuat tuli pendengarannya"

Tidak mungkin seorang Sunniy akan berbasa-basi kepada ahli bid’ah kecuali jika ia dari kalangan munafiq (Ar Rad Alal Mubtadi’ah li Ibni Al Banna)

Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 24 Mei 2008, 08:10:15 »
Ya Allah, jauhkanlah diriku dari yang mengaku salafi dan mengaku sebagai pengikut Rasullah dari golongan manapun itu, tapi sikap dan tingkah laku sama sekali tidak mencerminkan kalau mereka adalah pengikut Rasulullah.

Offline adi2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 549
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • punya karya apa hari ini ?
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 24 Mei 2008, 14:17:55 »
Yang membuat saya khawatir justru ko ada yg betah di "salafy". yg menghabiskan waktunya untuk mencari kesalahan2 orang lain. menuduh mereka mencampuradukan yg haq dan yg bathil, hanya sebatas informasi dari beberapa gurunya yg terbatas dibandingkan jumlah 'ulama2 yg lebih tinggi ilmunya dan jelas ada amalnya. Bebal terhadap kebenaran karena mereka sudah menutup mata terhadap apa yg disampaikan untuk membantah segala fitnahnya, padahal jumlahnya seabrek!ga bosen-bosennya berkubang dalam gelimangan fitnah yg pasti menyesakkan dadanya sendiri dan orang2 yg mendengarnya.

Ana khawatir Tulisan-tulisan keji di copas dgn mudahnya karena udah dicuci otaknya dgn metoda tertentu spt beberapa golongan sesat yg melarang mencari ilmu dr luar golongannya.masya Allah.
Memaknai yang sederhana
biar bisa mencintai apa adanya

Offline Dzluqarnain

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2008
  • Tulisan: 492
  • Dia telah menamai kamu sekalian "Muslim" dari dulu
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 24 Mei 2008, 14:18:29 »
Bukan bermaksud menggurui,
tapi sekedar berbagi pendapat..... tentu semua senior-senior disini lebih tahulah dibandingkan Dzul yang fakir ilmu ini...  :jaim:


Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imran 103)

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (Al An'am 153)


Berpecah belah adalah haram... Membentuk Sekte & Golongan dalam agama Islam adalah terlarang...  :awas:

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fusshilat 33)

Adakah pengakuan yang lebih baik di hadapan Allah selain dari pengakuan diri sebagai Muslim?  ^-^

atau tidakkah cukup pemberian gelar Muslim dari Allah untuk kita? atau tetap harus ditambah-tambah lagi?
Saya Muslim Salafi? Saya Muslim IM? Saya Muslim JT, Saya Muslim PKS? dst  :toe:

Semua berpulang pada masing-masing...

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). (Al Mu'minuun 53)..



Wallahualaam...

Offline asgar1

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 35
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 24 Mei 2008, 15:23:26 »
Secara bahasa, Salafiyyah berhubungan dengan orang-orang yang mendahului kita. Maka, Salif (kata tunggal) berarti pendahulu. Dan pengertian dari Salafa berarti hal-hal yang telah berlalu, jaman yang silam, atau dahulu. Dan secara syar'iy, pengertian Salafiyyah adalah semua orang yang mendahului kita setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dari kalangan shahabat dan yang mengikuti mereka dalam hal al haq dan keshalihan, yang mengikuti Al Qur'an dan As Sunnah yang shahihah. Maka mereka disebut Salafi.

Berdasarkan hal tersebut, Da'wah Salafiyyah adalah da'wah yang sesuai dengan apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya berada diatasnya, mulai dari menyembah Allah dengan penuh keikhlasan dan beramal berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah dalam beribadah. Inilah Salafiyyah.

Kemudian, tentang kapan da'wah Salafiyyah itu dimulai, maka ada dua penjelasan:

Pertama, Da'wah Salafiyyah adalah da'wah Islam yang murni dalam menyeru kepada Tauhid, dan keikhlasan dalam beribadah. Da'wah Salafiyyah adalah da'wah kepada Iman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, Iman kepada Malaikat-Nya, Iman kepada kitab-kitab-Nya, Iman kepada Rasul-Nya dan Iman kepada hari Akhir, serta Iman kepada Qadar.

Dengan demikian, Da'wah Salafiyyah adalah da'wahnya seluruh Nabi, mulai dari Nabi Nuh sebagai Rasul pertama sampai dengan Nabi Muhammad yang merupakan Nabi dan Rasul terakhir yang diutus kepada umat manusia, semoga damai dan rahmat Allah selalu tercurah bagi mereka semua. Maka sejarah dari Da'wah Salafiyyah dimulai sejak dari Nabi pertama. Hal ini bahkan ada yang mengatakan bahwa dimulainya Da'wah Salafiyyah ini dimulai dari Nabi Adam 'alaihis sallam, sebab da'wah ini adalah da'wah yang murni. Dan Da'wah Salafiyyah adalah da'wah dalam rangka memahami Al Qur'an dan As Sunnah, sebagaimana Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan umat ini untuk melakukan hal tersebut. Da'wah ini dilakukan atas perintah dari Allah dan Rasul-nya kepada kita guna mendapatkan pahala yang akan diberikan oleh Allah. Dan da'wah ini menjauhkan kita dari apa-apa yang telah Allah dan Rasul-Nya larang untuk dilakukan, karena takutnya pada siksa dari Allah. Jadi, sejarah dimulainya Da'wah Salafiyyah ini adalah tidak hanya terjadi sejak satu abad, dua abad atau lima abad yang lalu. Sedangkan da'wah yang dimulai pada periode waktu tertentu adalah da'wah yang dilakukan oleh berbagai kelompok-kelompok sempalan lagi menyimpang, seperti Ikhwanul Muslimun, Jama'ah Tabligh, Hizbut Tahrir, Sururiyyah/Quthbiyyah dan selainnya dari berbagai macam kelompok da'wah yang baru bermunculan.

Kedua, Da'wah Salafiyyah tidaklah ditemukan atau didirikan oleh orang-orang tertentu. Dan mungkin inilah alasan yang menjadikan orang-orang bertanya kapan Da'wah Salafiyyah ini dimulai. Maka perlu ditegaskan sekali lagi bahwa Da'wah Salafiyyah tidaklah ditemukan atau didirikan oleh orang tertentu. Malah para Nabi dan Rasul 'alayhimus salam diutus dengan da'wah ini (Da'wah Salaf) oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Demikianlah, kemudian dasar dari Da'wah Salafiyyah yaitu Al Qur'an dan As Sunnah serta ijma'. Da'wah Salafiyyah ini tidaklah berdasarkan pada ide-ide, konsep-konsep, ataupun pendapat-pendapat. Maka Imam dari Da'wah Salafiyyah ini adalah para Nabi 'alayhimus sallam sedangkan mereka adalah imamnya para makhluq di dunia. Dan kemudian sepeninggal mereka, yang menjadi Imam adalah para shahabatnya. Kemudian yang memimpin sepeninggal mereka adalah para 'Ulama.

Oleh karena itu, tidaklah benar bila mengatakan bahwa Salafiyyah adalah sebuah ide, atau sebuah pemikiran atau sebuah konsep yang datang dari seseorang, sebab Da'wah Salafiyyah tidaklah ditemukan atau didirikan oleh seseorang, tapi da'wah ini da'wah yang datang dari para Nabi dan Rasul, kemudian dilanjutkan oleh para shahabatnya, dan orang-orang setelah mereka yang berda'wah kepada dienullah berdasarkan ilmu. Mereka itulah Salafiyyah.



semakin kentara modus anak2 salafi. agak mirip dengan ahmadiyah. kemiripan ini dalam hal2:

1. membajak konsep2 islam.

    kalau ahmadiyah membajak kata agama islam = ingin disebut islam, tapi mengakui ada nabi lain selain Rasulullah SAW.
    kalau salafi membajak dakwah salafiah = mengaku mengikuti manhaj rasullah dan para sahabat, tapi kelakuan kadang sangat bertolak belakang, contohnya: tak bisa memelihara ukhuwah bahkan diantara mereka sendiri, berlidah tajam terhadap sesama muslim, sering sombong dan merasa benar sendiri, serta gemar menuduh orang lain sesat dan bidah seperti kelakuan orang2 khawarij (catat: SEPERTI kelakuan orang2 khawarij. SEPERTI lho)

2. menentang jihad melawan penjajah. dengan kata lain menjadi seperti 'binatang piaraan' penjajah untuk membelenggu para mujahid muslim.

    kalau ahmadiyah menjadi 'binatang peliharaan' inggris yang sedang menjajah india, agar semakin sedikit perlawanan dari kaum muslim india terhadap penjajahan inggris saat itu. karena ada doktrin anti kekerasan yang inheren ada didalam ahmadiah itu sendiri. sebagaimana sekarang pemerintah RI ragu memberangus bidah ahmadiyah dari indonesia karena ke'jinakkan' mereka.

   kalau salafi memang menjadi 'binatang peliharaan' arab saudi dan pemerintah arab lain agar tidak mendongkel pemerintahan2 arab sekarang yang sangat otoriter ini, dengan cara menyerang para pihak yang ingin merubah keadaan menjadi lebih baik dengan sebutan2 macam hizbiyun dll. padahal, karena pemerintahan2 arab otoriter ini banyak yang membela kepentingan2 amerika dan israel (dalam bentuk diamnya/tidak maksimalnya mereka mendukung palestina/hamas) maka harokah salafi yang ada saat ini (catat: harokah salafi, karena sejatinya mereka memang sebuah organisasi, terlepas mereka mengakuinya ataupun tidak), secara tidak langsung juga menjadi binatang peliharaan amerika dan israel. dengan cara mencaci dan menusuk dari belakang para pejuang muslim penentang amerika dan israel. itulah sejatinya mereka. orang2 islam yang memihak musuh2 islam.

3. menyebarkan perpecahan didalam barisan islam. dengan kesombongan dan kemerasa benaran mereka.

   ahmadiyah selalu menganggap kekerasan yang mereka alami sebagai cobaan dan bukti bahwa mereka benar. sebagaimana salafi juga menganggap celaan yang mereka lakukan terhadap muslim lain sebagai bentuk 'kasih sayang' dan 'nasihat' mereka. kasih sayang dan nasehat? cis.

wallahualam