Wa'alaikumsalam

Hmmm.... sepertinya tidak bisa dikotomiskan seperti itu
Jika sudah baik hubungan vertikalnya, seharusnya hubungan horizontalnya juga baik

Bahkan, perbuatan baik dengan sesama menjadi salah satu barometer kedekatan iman (baik/buruknya hubungan vertikal seorang muslim dengan Tuhannya). Makanya ada hadits masyur yang berbunyi:
"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain" (HR. Bukhari)
So, jika hubungan vertikalnya sudah baik, maka seharusnya tidak mungkin hubungan horizontalnya tidak baik
Bahkan, klo dia sudah dicintai Allah (yang menandakan bahwa ia punya hubungan yang baik dengan Allah), maka mahluk2 langit dan bumi akan mencintainya
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku mencintai si fulan maka cintailah dia! Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia! Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian dia pun diterima di bumi. Dan apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berkata: Sesungguhnya Aku membenci si fulan, maka bencilah pula dia! Jibril pun membencinya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: Sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka bencilah kepadanya. Para penghuni langit pun membencinya. Kemudian kebencianpun merambat ke bumi. (Shahih Muslim)
Bahkan ibadah2 yang berhubungan dengan sesama (sepertinya) lebih banyak dibandingkan ibadah2 yang berhubungan langsung ke Allah. Seperti berzakat, sedekah, memberi makan orang lain, mendamaikan yang sedang bertikai, menjenguk yang sakit, bertakziah, memenuhi undangan, memperhatikan anak yatim, bahkan tersenyum dijadikan salah satu wujud kebaikan yang diperhitungkan
Jika hubungannya dengan Allah baik, lalu hubungannya dengan manusia tidak baik... maka ada sesuatu yang salah... yang berarti dia tidak memahami dengan baik syariat/panduan2 Islam yang ada

Dan berhati-hatilah bagi yang tidak memperdulikan sekeliling (umat), karena bisa jadi dia terkena salah satu peringatan dari Rasulullah berikut:
“Barang siapa yang bangun pagi hari, ia hanya memperhatikan masalah dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa di sisi Allah; dan barang siapa yang tidak pernah memperhatikan urusan kaum muslimin yang lain, maka mereka tidak termasuk golonganku” (HR Thabrani dari Abu Dzar Al Ghifari)
Makanya ada juga istilah shaleh secara sosial, karena soleh secara individu saja tidak cukup.
Semoga kita semua bisa menjadi orang yang baik hubungan antar sesama manusia (lingkungan) yang juga baik hubungan dengan Allah
