25 Mei 2013, 17:51:03
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email FaceBook Login -->
Board khusus buat pasutri "Board Pasutri"

myQuran - Komunitas Muslim Indonesia


myQ Selasar, sekilas info: H-17 dari myQuran Futsal Cup 2, Segera daftarkan Team Futsal anda | Selamat datang di myQuran, komunitas muslim indonesia..


Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: "Setelah Allah menciptakan makhlukNya, ditulisNya satu tulisan untuk diriNya dan diletakkannya di sisiNya di atas 'Arasy, yaitu "Sesungguhnya sayangKu melebihi marahKu." (Sahih Bukhari)

img_iklan_board/1298237041.gif

Penulis Topik: kolaborasi gerakan intra parlementer dan extra parlementer umat islam indonesia  (Dibaca 1304 kali)

Offline info pks

  • myQ Newbie
  • *
  • Tulisan: 39
    • Lihat Profil
PKS dan Hizbut Tahrir

Oleh H. M. DIDI TURMUDZI

MENYIMAK kegiatan pemuda Muslim beberapa dasawarsa terakhir, saya semakin optimistis bahwa kiamat belum segera datang pada abad ini akibat tidak ada lagi orang yang bersedia memperjuangkan Islam. Wallahualam, hanya Allah Yang Mahatahu kapan tepatnya kiamat akan terjadi. Tidaklah berlebihan apabila kita memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada generasi muda Muslim sekarang yang terus gigih melakukan perjuangan di tengah semakin gencarnya tekanan dari kalangan non-Muslim. Mereka, khususnya Barat, seperti tidak pernah berhenti mencari celah dan menunggu momentum umat Islam berbuat kesalahan dan anarkis. Begitu umat Islam terjebak, telunjuk mereka secara beramai-ramai akan menunjuk muka umat Islam sembari berteriak, “Terorisss!”

Anton Winardi dalam bukunya Konsep Negara & Gerakan Islam Baru — Menuju Negara Modern Sejahtera telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi penggambaran peta perjuangan dakwah kaum Muslimin, baik yang berjuang melalui pembentukan partai politik maupun pembentukan organisasi massa dan LSM. Anton berhasil secara apik melukiskan peta perbedaan maupun kesamaan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir (HT).

Apresiasi banyak diberikan kepada para aktivis PKS dan HT. Mereka pada umumnya digambarkan sebagai generasi muda yang sangat peduli terhadap Islam dan menyadari sepenuhnya posisi kaum Muslimin yang sehasta demi sehasta dan sejengkal demi sejengkal menjadi kacung dan akhirnya menjadi “bancakan” masyarakat Barat. Kesadaran ini sangat penting, mengingat sejak bangsa Indonesia berkenalan dengan bangsa Barat empat abad yang lalu, mereka senantiasa memperlakukan bangsa ini tak lebih sebagai budak dan sapi perahan. Selama berabad-abad, mereka menjajah Indonesia dan negara-negara dunia ketiga. Lepas dari penjajahan secara teritorial, mereka kemudian memasang perangkap dengan berbagai pinjaman dan utang, sehingga pada akhirnya semua kekayaan milik bangsa ini mereka kuasai tanpa menyisakan sedikit pun untuk rakyat, kecuali kesengsaraan dan penderitaan. Tak pernah ada niat baik dari mereka kecuali mengajak masyarakat dunia ketiga masuk ke dalam lubang kadal sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad saw.

Anton dalam penelitiannya berhasil secara jernih membedakan antara PKS dan HT. PKS digambarkan sebagai partai yang beranggapan bahwa Islam dan negara tidak dapat dipisahkan, karena syariat Islam menyangkut seluruh aspek kemasyarakatan. Jalan yang ditempuh adalah dengan masuk ke dalam pemerintahan yang ada dan menjalankan setiap mekanisme yang telah ditetapkan. Walaupun demikian, setelah berganti nama menjadi PKS pada Pemilu 2004, partai ini dalam usulannya mengenai amendemen UUD 1945 Pasal 29 tidak lagi menganggap penting warisan Piagam Jakarta. PKS justru mengusulkan konsep yang menunjukkan kecenderungan pluralisme yaitu Piagam Madinah.

Sementara Hizbut Tahrir, menurut Anton (Minardi, 2008: 12-13), mengusulkan agar Islam dijadikan sebagai landasan pemerintahan dan negara, bahkan mengusulkan didirikan khilafah. Dalam merealisasikan gagasannya, HT menolak bergabung ke dalam sistem pemerintahan Indonesia yang ada, karena dianggap tidak sesuai dengan sistem Islam.

Kesamaan keduanya adalah, PKS dan HT melakukan perekrutan anggota dengan ajakan yang sifatnya persuasif, yang berangkat dari penyadaran akan eksistensi manusia sebagai khalifah beserta tugas-tugasnya dan memberikan pemahaman mengenai sistem Islam yang harus diterapkan dalam seluruh kehidupan manusia yang beriman. Perekrutan yang dilakukan dapat melalui acara formal partai maupun melalui berbagai kegiatan yang sifatnya penambahan wawasan, seperti seminar maupun kegiatan sosial. Dakwah dan pembinaan selanjutnya dilakukan secara terstruktur, baik secara materi maupun jenjang pembinaan sesuai dengan keaktifan dan loyalitas seseorang kepada partai.

Yang pasti, PKS dan HT membawa pemahaman yang relatif baru mengenai pemerintahan menurut Islam. PKS menerima terminologi demokrasi masuk ke dalam sistem pemerintahan dan membangun komunitasnya di tengah masyarakat dengan prinsip tarbiah. Sementara HT menolak konsep demokrasi Barat yang dianggap terlalu mengedepankan kebebasan individu yang dianggap menyimpang. Mereka mengampanyekan berdirinya khilafah Islam sebagai penggantinya dengan cara berjuang secara damai di luar sistem pemerintahan dengan melakukan dialog terbuka dan membangun komunitas di luar sistem. Gerakan PKS semakin mendapatkan tempat di berbagai kalangan di Indonesia, terutama kalangan intelektual dan ekonomi menengah.

Perbedaan antara PKS dan Hizbut Tahrir justru saling melengkapi. Perbedaan yang berhasil diidentifikasi bukan untuk dipertentangkan, melainkan masing-masing harus memainkan peran yang saling melengkapi demi `Izzul Islam Walmuslimin. Dalam hal ini saya teringat dengan Jujun S. Suriasumantri yang menulis buku Filsafat Ilmu. Beliau meminjam pemikiran Will Durant yang menjelaskan bahwa hubungan antara ilmu dan filsafat seperti pasukan marinir yang berhasil merebut pantai untuk pendaratan pasukan infanteri. Pasukan infanteri ini adalah sebagai pengetahuan yang di antaranya adalah ilmu. Filsafatlah yang memenangi tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan. Setelah itu, ilmulah yang membelah gunung dan merambah hutan, menyempurnakan kemenangan ini menjadi pengetahuan yang dapat diandalkan.

Demikian pula PKS dan HT, bagi saya, PKS adalah filsafat yang bertindak sebagai marinir yang harus merebut pantai hati masyarakat. PKS harus memberikan praktik dan contoh politik islami dan membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lil `alamin yang mampu memberikan kesejahteraan lahir maupun batin. Jika praktik politik islami yang diperagakan PKS dapat menjadi solusi bagi bangsa Indonesia yang tengah mengalami krisis multidimensional, niscaya masyarakat semakin percaya dengan konsep Islam. Pada saat demikian, HT yang bertindak sebagai ilmu pengetahuan bagaikan pasukan infanteri. Kalau hati rakyat sudah direbut dengan Islam, apa pun namanya tentang sistem politik Islam akan diterima tanpa reserve.

Sembari terus meminta pertolongan kepada Allah SWT, kita harus senantiasa mewaspadai kemungkinan padamnya api perjuangan Islam sambil berharap dua gerakan yang semakin menampakkan hasil yang efektif. ***

Penulis, dosen filsafat ilmu Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Pasundan.(www.pikiran-rakyat.com)

space dicadangkan (0)

Offline Yassin El Cordova

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 3.011
  • Jenis kelamin: Pria
  • Pohon Pun Tumbuh Tidak Tergesa-gesa
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #1 pada: 05 Mei 2008, 20:26:04 »
sudah lama di bedah dan sudah lama banyak orang yang merasa telah menjadi kader militan dan sejati belum pula mengerti akan muara yang mampu mempertemukan dua harokah islam ini .Ketika ku tengok ke beberapa forum dan blog konflik yang muncul akibat belum adanya semangat menghargai dan bersikap toleran terhadap perbedaan yang ada masih inge bgt ucapan seorang ulama kontemporer " kita berkerjasama terhadap hal yang kita sepakati dan kita toleran terhadap hal yang kita perselisihkan "

kalau mau ditelaah dengan kepala dingin dan mendalam semestinya banyak persamaannya dari pada perbedaan ..kalo kata temen gue di Mp yakinlah ada muaranya yang mempertemukan dua harokah ini

dI dALAM rELUNG hATIMU aKAN TETAP tERJAGA Rahsia Cinta tatkala dikuakan segala Cinta

(Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah )

Offline MQ kita

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tulisan: 2.970
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #2 pada: 05 Mei 2008, 20:57:01 »
Jadi harus pilih yg mana nih? Hehehe

Offline idrus_syah

  • myQ Hero
  • *
  • Tulisan: 17.596
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm Just Ordinary Person
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #3 pada: 05 Mei 2008, 21:04:03 »
gak harus memilih sech ... yang penting dimana kita berada disitu kita ber-kreasi :)

tapi satu yang pasti, HTI sama PKS bersatu .... Islam pasti lebih maju %peace%
Official Fan Page myQuran di Facebook : http://www.facebook.com/myQuran.org
Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Offline sandi_rumput

  • myQ Perambah
  • *
  • Tulisan: 313
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • tempat jualanku..
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #4 pada: 05 Mei 2008, 21:25:40 »
bersatu berantas kedzoliman....
sedang merambah Forum Bina Keluarga dan Proses Ta'aruf...

Offline ikhwanfillah

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tulisan: 1.539
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup Mulia Atau Mati Syahid
    • Lihat Profil
    • RENUNGAN BAGI PARA PENCARI KEBENARAN
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #5 pada: 06 Mei 2008, 07:27:00 »
Bismillah. Kita tidak usah memilah-milah seperti itu, komponen Ummat ISlam itukan bukan hanya PKS dan HTI, usahakan satukan semuanya dalam bendera Islam, Insya Allah persoalan bangsa ini akan segera teratasi.
Pemikiran seperti ini membuka celah perpecahan makin besar.

Ikhwan
du bumi Allah
 
RENUNGAN BAGI PARA PENCARI KEBENARAN


Offline farieh

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 922
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • Secarik Kertas
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #6 pada: 06 Mei 2008, 07:30:04 »
iya... rasanya kalo ummat islam bersatu semua akan jadi lebih baik...

Offline Arul

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 7.162
  • Jenis kelamin: Pria
  • Nengasya - Arsyad
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #7 pada: 06 Mei 2008, 09:06:17 »
Penulis, dosen filsafat ilmu Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Pasundan.(www.pikiran-rakyat.com)


Ane pengen tau Coment dari Kawan Kita kader HTI yang di MYQURAN  :)
Refresh Your Life!

Online Luqman Al - Bantuly

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 7.424
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #8 pada: 06 Mei 2008, 09:31:43 »
Kutip
Anton dalam penelitiannya berhasil secara jernih membedakan antara PKS dan HT. PKS digambarkan sebagai partai yang beranggapan bahwa Islam dan negara tidak dapat dipisahkan, karena syariat Islam menyangkut seluruh aspek kemasyarakatan.

Memang benar islam dan negara tidak dapat dipisahkan, namun negara disini adalah negara yang menerapkan syari'at islam yang scr kaffah,tidak pada aspek individual semata. Jadi disini, sy melihat ,penulis maupun analisator, terjebak bahwa peran negara yang ditulis di kalimat tersebut, identik dengan negara sekuler.

Jadi, penulis dan analisator , tidak menyentuh pokok permasalahan yang dihadapi bangsa ,selain mengamati kinerja 2 elemen islam tersebut.

Dua kota ini manakah yg dibuka lbh dulu: Konstantinopel atau Roma? Rasul menjawab,“Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.”Yaitu: Konstantinopel(HR.Ahmad)

Offline Arul

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 7.162
  • Jenis kelamin: Pria
  • Nengasya - Arsyad
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #9 pada: 06 Mei 2008, 09:49:27 »
@ Luqman Al - Bantuly

kira2 kalo PKS dengan caranya sekrang...

Apakah Mungkin HTI akan secara melengkapi apa yang dibuat PKS?

Atau mungkin globalnya apakah HTI dan PKS beriringan bersatu memperbaiki Keadaan saat ini yang menimpa bangsa indonesia?

atau memang PKS dan HTI memang berdeda cara walopun kalo ane liat tujuan sama ko  :)
Refresh Your Life!

Online Luqman Al - Bantuly

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 7.424
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #10 pada: 06 Mei 2008, 10:17:49 »
@ Luqman Al - Bantuly

kira2 kalo PKS dengan caranya sekrang...

Apakah Mungkin HTI akan secara melengkapi apa yang dibuat PKS?

Atau mungkin globalnya apakah HTI dan PKS beriringan bersatu memperbaiki Keadaan saat ini yang menimpa bangsa indonesia?

atau memang PKS dan HTI memang berdeda cara walopun kalo ane liat tujuan sama ko  :)

"Apakah Mungkin HTI akan secara melengkapi apa yang dibuat PKS?", coba saya jelaskan,bahwa tidak hanya PKS, kepada seluruh elemen, wacana khilafah akan terus di "bumi" kan ,bro. Dahulu kata khilafah hanya menjadi bahan obrolan para intelektual yang terbatas, dan kadang2 terpeleset dengan kata khilafiyah, dan alhamdulillah, wacana khilafah sudah tidak asing bagi sebagian orang.


Dua kota ini manakah yg dibuka lbh dulu: Konstantinopel atau Roma? Rasul menjawab,“Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.”Yaitu: Konstantinopel(HR.Ahmad)

Offline Andi Hakim

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 630
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #11 pada: 06 Mei 2008, 10:42:53 »
Berbicara masalah Khilafah sebenarnya bukan merupakan ide khas dari HT. Awal mula ide untuk mengembalikan Khilafah adalah oleh Imam Syahid Hasan Al Banna yang pada saat itu beliau sangat prihatin dengan negara2 Islam dipecahbelah oleh kolonialisme.

Realisasi dari ide2 Imam Hasan mulai diterapkan salahsatunya dengan mengirimkan pasukan untuk membantu Palestina(dengan tidak memandang batas2 teritorial).

Jadi klain Akh Lukman seakan2 dengan HT ide khilafah mulai menyebar dan dipopulerkan perlu dikoreksi.

"Apakah Mungkin HTI akan secara melengkapi apa yang dibuat PKS?", coba saya jelaskan,bahwa tidak hanya PKS, kepada seluruh elemen, wacana khilafah akan terus di "bumi" kan ,bro. Dahulu kata khilafah hanya menjadi bahan obrolan para intelektual yang terbatas, dan kadang2 terpeleset dengan kata khilafiyah, dan alhamdulillah, wacana khilafah sudah tidak asing bagi sebagian orang.




Offline Arul

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 7.162
  • Jenis kelamin: Pria
  • Nengasya - Arsyad
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #12 pada: 06 Mei 2008, 10:43:30 »
@ Luqman Al - Bantuly


Ah nte, Jawab aja jadi ga mungkin HTI&PKS saling beiringan mencapai tujuan? Iya atau tidak

"Apakah Mungkin HTI akan secara melengkapi apa yang dibuat PKS?", coba saya jelaskan,bahwa tidak hanya PKS, kepada seluruh elemen, wacana khilafah akan terus di "bumi" kan ,bro. Dahulu kata khilafah hanya menjadi bahan obrolan para intelektual yang terbatas, dan kadang2 terpeleset dengan kata khilafiyah, dan alhamdulillah, wacana khilafah sudah tidak asing bagi sebagian orang.

Apakah ini murni hasil kinerja HTI aja ?
sepertinya tidak.....dulu saat ikut liqo di PK udah ada materi ini ko....


Ane cuma berharap analisa si penulis tidak hanya jadi wacana aja tapi...yak saling melengkapi lah bro.....
ga perlu saling menebarkan perbedaan yang sehingga umat islam menjadi pecah belah....

Soalnya jangankan ketingkat akar rumput di forum MYQURAN aja HTI dan PKS sangat bertolak belakang bahkan bisa dikatakan saling menghujat sana sini  :wataw:
Refresh Your Life!

Offline Andi Hakim

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tulisan: 630
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #13 pada: 06 Mei 2008, 10:50:22 »
Dari pemaparan temen2 dari HT, sudah jelas siapakah yang mau bergandengan tangan dan siapa yang mau berjalan sendirian.

HT akan meu bergandengan tangan apabila harokah/kelompok tertentu mau mengikuti ide2 HT, namun disaat harokah/kelompk tertentu tetap mau mempertahankan idenya maka dengan serta merta HT menjauh dari harokah/kelompok tertentu dan kemudian menyebarkan wacana bahwa kelompok/harokah tersebut menolah syariat Islam(versi HT).

Sudah sangat jelas dalam seminar dan aksi2 HT lebih memilih bekerja sama dengan PBB, PPP dibanding dengan PKS. Alasanya jelas, PBB dan PPP secara lantang ingin memperjuangkan Piagam Jakarta sedang PKS memperjuangkan Piagam Madinah.

Selama masih sepaham dengan HT maka akan di rangkul, meskipun kita bisa ambil contoh tokoh2 kelompok partai tersebut tidak mengaplikasikan Islam dalam keseharianya. Bagaimana para pejuang Piagam Jakarta Istri2 mereka tidak menutup aurot sebagai mana yang di syariatkan. Bisa dilihat Istri Yuzril(PBB), Al Amin Nasution (PPP).


Offline Arul

  • myQ Setia
  • *
  • Tulisan: 7.162
  • Jenis kelamin: Pria
  • Nengasya - Arsyad
    • Lihat Profil
Re: Perpaduan PKS dan Hizbut Tahrir
« Jawab #14 pada: 06 Mei 2008, 10:52:29 »
@ Andi Hakim


Mungkin Bukan ga mau...Tapi belum tepat saatnya....

Akhi ga boleh gitu....karena sodara kita semuslim merupakan ladang dakwah untuk kita  :)
Refresh Your Life!

 

myAgenda!
myQomunitas!
mySholat!
Jadwal Sholat
Jadikan juga info seperti jadwal sholat ini pada websites mu :
myPromo-Deal!
Pernak-Pernik
  • myQripik produk baru!
  • Jaket
  • Kaos
  • Kalender
  • Stiker

SatNet
Mobile | myQ wiki | Quran Flash | Android | ChitCh@t | Plug-in | Radio | FB myQ Group
(c) 1999-2013, myQuran
Refresh Your Life!
Powered by SMF 2.0.4 | SMF © 2006–2010, Simple Machines LLC
Halaman dibuat dalam 0.528 detik dengan 20 queri.