Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed)  (Dibaca 1317 kali)


Offline AMW

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 137
  • Lokasi: Bandung
  • Sifat Rahmah & Karakter Integritas
    • Lihat Profil
    • LANGIT BIRU Inspirations
« pada: 01 Mei 2008, 07:38:56 »


@ Abu Zaid, berikut ini jawaban saya. Karena saya jawab di internet, saya ringkas-ringkas aja ya. Antum tak usah kirim CD omongan Umar As Sewed, tak akan dipakai. Paling nanti tambah menampakkan kesesatan kalian. Saya malah pernah diberi copy data isi www.salafy.or.id dari Irfan Bastian. Itu masih tersimpan sampai saat ini. 


Kutip

Sampai ada sebagian orang yang berkelakar, "Mereka mengikuti nabi. Nabi mereka Muhammad. Maksudnya, Muhammad As Sewed." Saya tertawa mendengar kelakar itu, tapi benar, sikap fanatik mereka luar biasa. Mereka menganggap ustadz-ustadz atau masyaikhnya seperti Nabi yang keluar dari lisannya seperti wahyu yang harus diterima tanpa reserve. Na'udzubillah min dzalik.

Maka di sini saya (Abu Zaid) ingin menanyakan kepada Anda (AMW), beberapa perkara:

1. Siapa yang engkau maksud dengan "sebagian orang" yang berkelakar berkaitan dengan "penyamaan" pengikutan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Muhammad Umar As Sewed?

2. Siapa yang Anda maksudkan dengan kata "mereka" yang menjadikan ustadz-ustadz atau masyaikh seperti Nabi ? Kalau Anda (AMW) bisa mendatangkan bukti, tolong berikan bukti kepada saya (Abu Zaid). Insya Allah akan saya sampaikan kepada Ustadz Muhammad.



Jawab:

- Sebagian orang itu ada wahai @ Abu Zaid, dan tidak harus semua itu diberi tahu. Seperti ada yang memakai nama Abu Abdillah Ibrahim, Abu Zaid, Abu Mujahid, dst. Mereka berlindung di balik nama itu karena tidak mau menampakkan dirinya. Sama juga soal "sebagian orang", "menurut informasi", "kabarnya", dst. semua itu tak perlu dikasih tahukan. Ya, apa manfaatnya diberitahukan semua?

Kalau kemudian dipilih nama Muhammad As Sewed, itu hanya untuk mewakili saja, bukan dia seorang yang jadi sasaran. Banyak yang setipa As Sewed itu.

- Buktinya sederhana saja, mereka sangat tunduk dengan "kata ustadz", sekalipun nasehat-nasehat sudah disampaikan sedemikian rupa. Tahu tidak, sebenarnya dalam DSDB 1 sudah ada nasehat-nasehat bagi kaum ghuluw dari ulama-ulama Ahlus Sunnah, tapi nasehat macam begitu tak berguna bagi mereka. Di STSK Ust. Abduh juga ada nasehat-nasehat yang bisa diambil, tapi Ba'abduh Cs. malah bikin buku baru yang semakin menyingkap kesesatan mereka, MDMTK.

- Antum dinasehati dengan wahyu yaitu Al Qur'an dan hadits shahih seperti tidak mempan. Kenapa itu? Karena ikut "pendapat ustadz". Antum sadar tidak bahwa telah menempatkan "ucapan ustadz" lebih tinggi dari Al Qur'an dan Sunnah. Apa ada buktinya? Ya Ilahi, sangat banyak yang begini. Hujjah Al Qur'an dan Sunnah kalau dari luar kelompok mereka, seketika akan dihempaskan. Fahimtum, Aba Zaid?


Kutip
Pertanyaan saya kepada Anda:

1. Dalam poin nomor 1. tertulis kata :
 "mereka mengajarkan manhaj yang keliru/zhalim".

pertanyaannya:

Tolong diterangkan cara mengajarkan manhaj yang lurus sesuai dengan yang diajarkan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam dan para shahabat-nya. Kalau perlu tolong disebutkan buku-buku karangan 'Ulama Mutaakhirin yang dapat dijadikan rujukan agar kita bisa mendapatkan pemahaman dan manhaj yang benar di dalam beragama?
Tolong disebutkan satu atau dua buah contoh ajaran manhaj yang keliru/zhalim dalam pengajian "mereka"? Atau mungkin yang lebih spesifik, tolong disebutkan satu dua buah contoh dari pengajiannya Ustadz MUhammad As Sewed yang menurut Anda mengajarkan manhaj yang keliru.? Jika nanti apa yang Anda sampaikan disertai dengan hujjah dari Kitabullah dan Sunnah, maka Insya Allah akan saya sampaikan kritikan tersebut kepada Ustadz Muhammad. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan sebab kritikan yang berfaidah....



Jawab:

- Sederhana wahai @ Abu Zaid. Antum jangan pura-pura bodoh. Baca aja An Nahl 125: "Ajaklah manusia ke jalan Rabbmu dengan hikmah, mauizhah hasanah, dan bantahlah mereka dengan perbantahan yang baik."

Bagaimana pendapat Antum tentang salafy.or.id, Fakta, Tuk Pencari Al Haq, Mereka Adalah Teroris, MDMTK, dst. Apa semua itu dakwah bil hikmah, mauizhah hasanah, wa jidal bil ihsan?

- Banyak buku-buku semisal itu. Ada kutaib Syaikh Utsaimin berjudul Al I'tidal Fid Dakwah, ada Al Inshaf Ahlus Sunnah, ada Rifqan Ahlus Sunnah Syaikh Abdul Muhsin Abbad, ada juga As Shahwah Islamiyyah karya Syaikh Utsaimin juga. Yang paling banyak, setahuku dalam bentuk fatwa-fatwa.

- Contoh ajaran yang keliru dari kaum ghuluw itu...sebenarnya contohnya sangat banyak. Tidak cukup satu dua. Saya punya bantahan terhadap buku Mereka Adalah Teroris, saya juga masih punya bantahan terhadap kelompok Khawarij modern ini. Terlalu banyak kalau disebut. Dalam DSDB 1 juga sudah disebutkan penyimpangan2 mereka. Baca saja deh, tidak usah dibahas lagi disini. Contoh 1, mereka seenak perutnya menggelari orang lain sebagai "ahli bid'ah". 2. Mereka menghalalkan penghinaan, pelecehan, membongkar aib-aib sesama Muslim.

- Contoh penyimpangan As Sewed Ad Dholal ini sederhana saja. Dia tadinya bikin surat rujuk kepada kebenaran karena penyimpangan Laskar Jihad. Surat itu kan beredar luas di internet. Tapi kemudian, sekitar tahun 2005, dia nulis tentang "Sururiyyah Masih Melanda Indonesia." Disana saya temukan bukti dia melakukan takfir. Nanti lah ini disebutkan, terlalu panjang Mr. Abu Zaid. Insya Allah bi nashrihil karim.

- Hujjah Al Qur'an dan Sunnah ya... Sudah dari dulu mereka dinasehati dengan hal itu, tapi Antum tahu sendiri, Izzah mereka terlalu tinggi untuk tunduk kepada wahyu Allah. Mereka lebih takut kepada ustadz/syaikh daripada kepada Allah Ta'ala. Na'udzubillah min dzalik.   


Kutip

2. Masih dalam poin nomor 1. Anda menuliskan:
"di pengajian-pengajian itu diajarkan ilmu-ilmu Syar'i yang benar, seperti tatacara wudhu, tatacara shalat, kaifiyah shalat jamaah, menghidupkan sunnah, keutamaan ilmu, keutamaan para Salaf, dst. Ini adalah bagian ilmu-ilmu yang benar dan mulia yang bisa kita ambil. Jujur saja, dalam buku Mereka Adalah Teroris (MAT), banyak ilmu2 bersifat umum yang bisa diambil pelajaran.


pertanyaannya:
Bagaimana Anda dapat mengatakan bahwa di pengajian-pengajian itu diajarkan 'ilmu syar'i yang benar?
Apakah Anda pernah mendengar atau menghadiri pengajian-pengajian tersebut?
Jika Anda pernah mendengarkan kajian-kajian tersebut, tolong disebutkan persentase atau minimalnya Anda sebutkan, mana yang menurut Anda lebih banyak diajarkan, 'ilmu syar'i yang benar dan mulia atau "manhaj keliru/zhalim" menurut Anda???Atau yang lebih spesifik, karena di sini Anda menyebutkan Ustadz Muhammad, tolong disebutkan di mana kami harus merujuk pengajian Ustadz Muhamamd yang menurut Anda mengajarkan manhaj keliru.



Jawab:

- Sekali lagi @ Abu Zaid, sebutan Muhammad As Sewed itu cuma sebagai wakil saja, tidak harus dipahami spesifik seperti itu. Namanya juga humor/kelakar. Tidak harus melulu ke dia, sejenis dia juga banyak.

- Irfan Bastian dulu aktif ikut pengajian di masjid LIPI Bandung. Dialah yang banyak menceritakan situasi pengajian di LIPI yang diasuh Abu Hamzah. Itu terjadi sebelum dia akhirnya tenggelam bersama kalian. Sebelum tenggelam, dia banyak cerita tentang pengajian yang selalu dia ikuti ba'da Zhuhur sekitar jam 13.30 siang. Teman saya ada juga mantan anggota Laskar Jihad, dia juga banyak berkata soal itu.

- Sebenarnya, dari buku-buku, majalah Asy Syariah, dari salafy.or.id, dari Fakta, Tuk Pencari Al Haq, termasuk dari forum MyQuran ini, sangat banyak, sangat berceceran jejak-jejak paham sesat kalian. Banyak, banyak sekali. Pertanyaan bisa saya balik Mr. Abu Zaid, darimana kesesatan itu muncul kalau tidak diajarkan lewat majlis-majlis taklim mereka?

- Soal persentase ya... Mungkin Antum perlu menyewa AC. Nielsen untuk mengukur...sejauhmana daripada kesesatan yang semangkin menjadi-jadi di kalangan kalian itu. Kesalahan inti mereka persis LDII, bukan dalam ilmu-ilmu syar'i yang diajarkan, tetapi dalam manhaj memahami ajaran Islam itu sendiri. Ingat lho, yang diajarkan di majlis-majlis LDII itu adalah Kutubus Sittah, termasuk Kitab Shahih Imam Bukhari dan Muslim. 



Kutip
3. UCapan Anda pada poin nomor 2. :
"Sekali mereka dikenal sebagai pemangku manhaj paling shahih yang paling berhak mengadili seluruh manusia, selamanya mereka tidak mau kehilangan muka."


pertanyaannya:
Siapa yang mengenal mereka sebagai pemangku manhaj paling shahih yang berhak mengadili seluruh manusia? Tolong disebutkan sumbernya. Baarakallaahufiikum....

4. Ucapan Anda:
"Mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran, sebab hatinya sudah menyembah Izzah (harga diri)."


pertanyaannya:
Menurut Anda siapa yang Anda anggap tidak mau tunduk kepada kebenaran? ustadz-ustadz- kah? atau masyaikh-kah?
Menurut Anda, apa yang dimaksudkan dengan kebenaran tersebut? Apakah kebenaran tersebut bersumber dari perasaan dan anggapan baik manusia?
Menurut Anda, hati siapakah yang menyembah Izzah? apakah hati ustadz-ustadz-kah, atau hati masyaikh-kah?
Dari manakah Anda bisa mengetahui hati mereka menyembah Izzah? tolong berikan kami sumber yang jelas. Baarakallaahufiikum...


Jawab:

- Lho, semua itu kan terbukti oleh ucapan dan perbuatan mereka sendiri. Contoh kongkrit ya, di buku MAT Luqman Ba'abduh, dia menyesatkan NU, Muhammadiyyah, Persis, Salman Audah, Safar Al Hawali, Yayasan As Sofwah, Abdurrahman Abdul Khaliq, Ihyaut Turats, DI/TII, Ikhwanul Muslimin, Daulah Utsmaniyyah, kaum Muslimin Mesir, dst. Apa hal ini tidak menunjukkan bukti yang sangat nyata, wahai Mr. Abu Zaid?

- Dalam kalimat-kalimat tertentu kadang saya menggunakan ungkapan hiperbola, dibesar-besarkan. Dalam sastra itu diakui. Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah mubalaghah (membesar-besarkan).

- Ya semua saja @ Abu Zaid. Siapapun, baik ustadz, Syaikh, penuntut ilmu, yang tak mau rujuk kepada kebenaran, tak mau mendengar nasehat Al Qur'an dan Sunnah, terus komitmen dengan manhaj sesat mereka, nah semua itulah orang2 yang menyia-nyiakan kebenaran. Buktinya apa? Banyak. Sebenarnya Hai'ah Kibaril Ulama Saudi sudah sangat berubah sikap kepada Salman Al Audah dan Safar Al Hawali. Tapi pernahkah kelompok Anda menerima hal itu? Paling2 yang dikeluarkan fatwa Hai'ah yang keluar 16 atau 17 tahun lalu (sekitar 1991).

- Antum, afwan ya, kalau tidak menyembah izzah diri, Antum pasti akan keluar dari golongan orang-orang itu, lalu bergabung dengan Umat Islam lain, lalu mencari sumber-sumber ilmu yang benar. 

- Oh ya maaf, definisi kebenaran ya. Salah satunya: “Maka bila kalian bertikai dalam satu perkara, maka kembalikanlah perkara itu kepada Allah dan RasulNya bila kalian memang beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu baik dan akan lebih baik lagi akibatnya”. (Surat An Nisa’: 59). Jadi kebenaran itu, adalah berpegang kepada Al Qur'an dan Sunnah shahihah secara kaaffah. Seperti kata Ibnu Mas'ud ketika menerangkan makna Al Jama'ah, "Al ittifaqu bil haqqi walau kunta wahid." 

- Adapun definisi "kesesatan" ya sebaliknya saja.

- Contoh riil perilaku sesat, memudah-mudahkan menuduh orang lain sesat/ahli bid'ah, tetapi tidak mau diajak debat terbuka untuk membuktikan, siapa yang sebenarnya sesat.



Kutip
Kemudian dari ucapan Anda:
Dua hal itulah yang membuat mereka sangat sulit untuk keluar dari kesesatan itu. Dan mungkin ada alasan-alasan lain, misalnya "kesepahaman" untuk melawan gerakan Islam dan mengacak-acak persatuan Ummat. Na'udzubillah wa na'udzubillah.

pertanyaannya,
sebaimana pertanyaan sebelumnya mengenai apa definisi kebenaran menurut Anda, maka kini saya bertanya tentang apa definisi "kesesatan" menurut Anda? Semoga Allah memberikan taufiq kepadamu...


Sudah terjawab ya di atas.


Kutip
Ucapan Anda:
Sampai disini saya simpulkan: "Salafy ekstrem sama plek dengan LDII". Sama persis, seperti saudara kembar. Dalam pengajian2 LDII mengikat hati-hati manusia dengan mengajarkan hadits-hadits dari Kutubus Sittah (kitab hadits yang 6). Mereka selalu beralasan, "Disini kami diajari hadits2 Nabi." Maka itu mereka dulu disebut "Darul Hadits". Nama Darul Hadits sama dengan nama pesantren Syaikh Muqbil di Dammaj Yaman.

pertanyaannya:
Siapa yang Anda maksudkan dengan Salafy ekstrem? apakah Ustadz-ustadz-kah? atau masyaikh-kah?
Menurut Anda Kesimpulan yang Anda buat, sudah disertai dengan bukti-bukti yang konkrit (misal dalam sebuah kutipan buku/majalah, atau sebuah rekaman ceramah, atau bukti-bukti lain seperti kontak langsung dengan ustadz-ustadz dan masyaikh)
Menurut Anda, kesimpulan yang Anda buat, sudah disertai hujjah dari Kitaabullah dan Sunnah Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam?
Menurut Anda, apakah kesimpulan Anda bisa dikatakan sebagai pengajaran manhaj yang lurus?
Menurut Anda apakah kesamaan nama ma'had Darul Hadits di Dammaj Yaman mempunyai korelasi dengan nama LDII yang dahulu juga pernah menggunakan nama Darul Hadits?




Jawab:

- Salafy ekstrem = orang-orang yang menunggangi nama Salafus Shalih untuk menghancurkan ajaran dan kehormatan Salafus Shalih itu sendiri.

- Mereka semuanya saja yang ghuluw dengan manhaj sesat itu, tidak cuma ustadz, bahkan syaikhnya sekalipun.

- Contohnya banyak pak @ Abu Zaid. Anta ini berputar-putar disini terus. Dalam buku DSDB 1 & 2 dibahas, buku Mereka Adalah Teroris, MDMTK, salafy.or.id, Fakta, Tuk Pencari Al Haq, majalah Asy Syariah, dst. Banyak lah, semua berbicara ke arah itu. Jadi tidak cukup satu dua kalimat nukilan, Om!   


Kutip

Demikian pertanyaan dari saya (Abu Zaid Abdurrahman), wa Insya Allah jika Anda tidak berkeberatan, akan saya kirimkan beberapa CD rekaman ceramah Ustadz Muhammad 'Umar As Sewed kepada Anda. Semoga bermanfaat...(tolong disebutkan alamat Anda via PM) Baarakallaahufiikum


Tidak usah, tidak usah dikirim. Percuma! Saya sudah bara' sama dia sebagaimana saya bara' sama orang-orang JIL dan yang semisalnya. Mereka sama merusaknya terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Saya akan membela Islam sekuat kesanggupanku, termasuk seandainya untuk itu Allah Ta'ala harus memanggiku. Ya Rabbi, maafkanlah aku untuk semua kesalahanku. Semoga semua ini menjadi kaffarat atas dosa-dosaku kepada-Mu dan kepada Ummat Islam. Amin ya Karim. 



Kutip
Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberikan taufiq dan hidayah kepadaku dan juga kepada Anda agar senantiasa menjadikan Kitaabullah dan Sunnah Rasululllah Shallallaahu 'alaihi wa sallam sebagai Hujjah. Dan semoga Allah Ta'ala menjauhkan kita semua dari Kesesatan.... Amiin yaa Rabbal 'Aalamiin...



Ya @ Aba Zaid, saya nasehatkan kepadamu, jika nasehat ini berguna bagimu. Tinggalkan kelompok sesat Khawarij itu. Mereka sangat berbahaya badi dunia dan akhiratmu. Sangat berbahaya bagi Umat Islam dan kehidupan manusia. Tinggalkanlah selagi engkau masih bisa meninggalkannya. Jika hatimu telah ditetapkan bersama kelompok mereka, alangkah malangnya ibumu yang telah melahirkanmu, atau ayahmu yang telah membesarkanmu dengan tetesan keringat dan kerja keras.


Kutip
NB: Insya Allah, jika diperlukan, masih ada beberapa pertanyaan yang akan menyusul.


Ya, silakan sepuas hatimu bertanya. Asal jangan ngeyel ya. Satu lagi, ikuti terus MyQuran ini, saya akan terus menentang ajaran Khawarij itu, sekuat kemampuanku.


'Ala kulli haal. Wallahu a'lam bisshawaab.



Bandung, 1 Mei 2008.
AM. Waskito
LANGIT BIRU Inspirations ====> http://abisyakir.wordpress.com.

AT THARIQAH: Mengikuti pendapat yang paling benar (rajih) menurut Al Qur'an dan As Sunnah, tidak peduli dari arah manapun datangnya.

Offline kipli

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 322
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 01 Mei 2008, 11:02:21 »
"muter-muter..."

istilah muter2, itu2 aja, mbulet, ngeyel...sangat banyak ditemukan ketika dialog atau diskusi sama org2 salafi extreem ini..
kok banyak yg komentar gitu ya?

Offline budi ramanda

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 2.729
  • Lokasi: P. Siantar
  • Jenis kelamin: Pria
  • nikmatnya anggur ini
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 01 Mei 2008, 11:21:34 »
DIALOG YANG MEMBINGUNGKAN

Aku yg mencintai Keluarga


Offline dakwah hikmah

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 292
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 01 Mei 2008, 13:01:41 »
terus terang saya juga kurang puas atas jawaban AMW

alasan
Ketika ditanya siapa salafi yg menyamakan nabi  Muhammad saw dgn Muhammad as sewed? Jawaban AMW, ada, tapi orangnya tidak perlu diberitahukan…aneh bukan jawabannya?

Ketika ditanya siapa salafi yg menyamakan perkataan ustad salafi dgn sabda nabi? Jawaban AMW, buktinya mereka sangat tunduk dgn kata “ustad”????
Apakah salah tunduk dgn kata ustad kalo itu kebenaran? :hmmm:

Ketika ditanya contoh pengajaran manhaj yg keliru dari Ustad salafi? Menurut yg saya tangkap ,AMW mengatakan kekeliruan ustad salafi adalah tidak memberi  nasehat dgn lemah lembut. Sebetulnya ini sudah dijelaskan dgn baik dan gamblang oleh ustad luqman dlm bukunya MAT maupun MDMTK atau bisa dilihat di www.merekaadalahteroris.com  . Yg lucu AMW berdalil dgn buku kitab rifqon ahlus Sunnahnya syaikh muhsin. Coba AMW baca lagi bantahannya kitab rifqon ini di www.merekaadalahteroris.com, saya yakin dia akan shock.

Yg lebih aneh lagi AMW mengatakan kesesatan ustad salafi adalah karena menyesatkan kelompok lain, tapi ironisnya AMW ini juga  mengatakan “kelompok” ustad salafi adalah golongan khawarij….inikan sama aja dia (AMW) juga menyesatkan kelompok lain….satu jari menuding ke orang lain, empat jarinya menuding diri sendiri
Dan masih banyak lagi jawaban dari AMW yg mbulet dan berputar2

Secara umum kesan saya thd AMW adalah kalo dia(AMW ) sudah mengeluarkan buku nasehat atau bantahan seperti buku DSDB  1 & 2 STSK (karangan Abduh), dia (AMW) anggap bukunya itu sudah pasti benar sehingga kalo ada buku bantahan dari pihak lawannya, dia (AMW) anggap lawannya itu ngeyel, keras kepala, tidak mau dinasehati.

Dari sinilah kita lihat siapa sebenarnya yg paling merasa benar sendiri

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #4 pada: 01 Mei 2008, 14:42:00 »

BTW, sebenarnya saya cukup salut dengan akh Abu Zaid, dari sekian kali beliau berkomentar disini, tampak lain (lebih sejuk dan lebih beradab) kalau dibandingkan dengan rekan-rekannya satu sub-hizb (fraksinya As Sewed) di myquran ini, semisal Fulan (yang kemungkinan Alfian muridnya Ust Luqman?), ana_muslim, dpr, PK, wonggrange256, Buldozer, sifatus.shafwah (yang ini parah banget, pengecut pisan), dll.

Semoga dugaan saya benar, masih ada harapan dari salafy faksinya As-Sewed dengan adanya person seperti akh Abu Zaid (Barakallah fiik), seperti saya berharap banyak dari Ustadz Abu Faris dari faksi lainnya.

Wallahua'lam.
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline OCU NOANGKO

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 410
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 01 Mei 2008, 16:16:20 »
Saya bingung dh thread ini, membahas apa sih........
Kayaknya thread ini; membahas dendam antara satu dg yang lainnya
klu benar jangan di MyQ Om, tapi Kopdar aja antara para pihak yang bermusuhan

Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 01 Mei 2008, 16:32:21 »
Salafi di Indonesia itu paling aneh, njelimet dan membingungkan. Kalau saya lihat di negara timur tengah malah biasa saja. Ikut politik, berbaur dengan masyarakat lain dan bisa menerima perbedaan.

Kok bisa berbeda ya? ???

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 01 Mei 2008, 16:36:09 »
Saya bingung dh thread ini, membahas apa sih........
Kayaknya thread ini; membahas dendam antara satu dg yang lainnya
klu benar jangan di MyQ Om, tapi Kopdar aja antara para pihak yang bermusuhan
@atas
yah memang persoalan yang ga penting itu cuma bikin bingung...namanya juga ga penting.
jadi kita lupakan saja...
Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 01 Mei 2008, 16:38:01 »
Salafi di Indonesia itu paling aneh, njelimet dan membingungkan. Kalau saya lihat di negara timur tengah malah biasa saja. Ikut politik, berbaur dengan masyarakat lain dan bisa menerima perbedaan.

Kok bisa berbeda ya? ???

oh gitu....tanya kali ada buku bacaan yang beda antara salafy timur tengah dengan yang di indonesia...

tapi ngurus yang lain lebih baik kali...
Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #9 pada: 01 Mei 2008, 17:34:46 »
Salafi di Indonesia itu paling aneh, njelimet dan membingungkan. Kalau saya lihat di negara timur tengah malah biasa saja. Ikut politik, berbaur dengan masyarakat lain dan bisa menerima perbedaan.

Kok bisa berbeda ya? ???

Di Amerika pernah juga kejadian seperti di Indonesia. Silakan lihat:

http://umarlee.com/2007/01/31/the-rise-and-fall-of-the-salafi-dawah-in-the-us-final/

Tulisannya cukup panjang, tapi setidaknya bisa menjelaskan apa yang terjadi disana, dan saya yakin sangat berkorelasi dengan apa yang terjadi di Indonesia, dan kenapa banyak perbedaan dengan di Timur Tengah.

Baca juga bagian komentarnya. ;)
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 01 Mei 2008, 17:58:05 »
@ j4a

Beda bro, di amerika itu kena imbas kejadian 11 september, jadi mereka memilih hati-hati untuk memasukkan mualaf ke kelompoknya dan lebih membina yang sudah ada. Lha kalau di indonesia? merasa eksklusif begitu dan menuduh yang lain salah. Di timteng hanya ada dua golongan besar sunni dan syiah, setahu saya tidak ada perpecahan salafi yamani, sururi dan salafi lainnya. entahlah kalau ada, saya tidak tahu soalnya.

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #11 pada: 01 Mei 2008, 21:43:55 »
@dayna

Di Indonesia Salafy ada beberapa fraksi: (klasifikasi peta situs menurut akh ibnu sigit)

Kutip

SALAFI JIHADI
(Kelompok yg lebih terlihat condong pada kekerasan, terkait dengan fitnah yang mencoba mengkait2kan Islam dan bbrp tokoh2 Islam dengan isu "t3r0r15m3" atau kekerasan. Adakah yang tahu siapakah yang pertama kali meluncurkan istilah “Salafi Jihadi”?)

http://www.al-jamaah.net/
http://www.almuhajirun.com/
http://www.alqoidun.net
http://www.sabiluna.net/

SALAFY 1
(Salafy mantan murid Ust Ja'far Umar Thalib. Salah satu tokohnya adalah Ust Umar As-Sewed. Dan salah satu tokoh lainnnya adalah ust Jafar Sholih di Jakarta.)

http://www.ahlussunnah-jakarta.org
http://www.akhwat.web.id
http://www.al-ilmu.com
http://www.an-nashihah.com
http://www.assalafy.org
http://www.asysyariah.com
http://www.darussalaf.or.id
http://www.ikhwanmuslim.or.id
http://www.merekaadalahteroris.com
http://www.salafy.or.id
http://www.sunnah.or.id
http://www.thullabul-ilmiy.or.id

SALAFY 2
(Murid2nya Ust Yazid Jawas, Ust Zaenal Abidin, Ust Hakim Abdat, dll. Salafynya Minhajus Sunnah (sebuah Yayasan di Bogor))

http://forsitek.brawijaya.ac.id
http://smd.antibidah.net
http://wheeqo.web.id
http://www.ahlussunnah.web.id
http://www.al-aisar.com/
http://www.almanhaj.or.id
http://www.assunnah.or.id
http://www.assunnah.web.id
http://www.assunnah.web.id
http://www.at-taqwa.com/
http://www.at-tibyan.com/
http://www.fatwa-ulama.com
http://www.hakekat.com
http://www.hang106.or.id
http://www.ibnukatsir.com/
http://www.islam-download.net
http://www.jilbab.or.id
http://www.majalah-nikah.com
http://www.manhaj.or.id
http://www.muslim.or.id
http://www.muslimah.or.id
http://www.perpustakaan-islam.com
http://www.pustakaimamsyafii.com/
http://www.sahidian.web.id
http://www.salafi.or.id
http://www.salafindo.com
http://www.salafyoon.net
http://www.soal-jawab.com
http://www.vbaitullah.or.id
http://www.yamnm.org


SALAFY 3
(Murid2nya ust Ja'far Umar Thalib. Salafy 1 dan 3, dulu merupakan satu kesatuan, pernah dijuluki "Salafy Yamani", dulu membentuk Laskar Jihad utk Ambon. Tapi mereka akhirnya pecah menjadi dua seperti sekarang ini)

http://www.alghuroba.org/

SALAFY 4
(Salafy Yayasan Al-Sofwah. Salafy yang lebih moderat ketimbang Salafy 1 dan Salafy 2. Menurut bbrp orang, awalnya ustadz pada Salafy 2 tergabung dalam Al-Sofwah ini. Namun mrk membentuk sendiri yayasan di bogor, karena menganggap Al Sofwah terlalu lunak thd Harokah (Harokah = Ikhwan? HT? - wallahu'alam))

http://www.alsofwah.or.id

SALAFY 5
(Salafy lainnya, masih ada bbrp, yang di luar mainstream SALAFY 1 s.d 4)

http://www.aldakwah.org
http://www.wahdah.or.id


=============

Sumber: http://myquran.org/forum/index.php/topic,14706.msg804337.html#msg804337


Lihat juga: GERAKAN SALAFI MODERN DI INDONESIA

Link: http://abulmiqdad.multiply.com/journal/item/12
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 01 Mei 2008, 22:04:14 »
@j4a
makanya aneh dan lucu begitu :hihi:. atau memang sifat dasar orang kita kali yang keras kepala. bagaimanapun guru itu harus digugu dan ditiru. tak boleh dikritik. ulama kan pewaris nabi :toe:.

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 02 Mei 2008, 08:02:30 »
Wah. Ternyata memang demikian kenyataannya. Perpecahan di tubuh salafiyun memang nyata terjadi.

@j4a
makanya aneh dan lucu begitu :hihi:. atau memang sifat dasar orang kita kali yang keras kepala. bagaimanapun guru itu harus digugu dan ditiru. tak boleh dikritik. ulama kan pewaris nabi :toe:.

???  Guru tak boleh dikritik? wadooooh, ini dalil darimana ini?
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #14 pada: 02 Mei 2008, 08:08:35 »
Kalau analisis saya, bisa benar bisa keliru, kebanyakan salafy di Indonesia, intoleran, karena barangkali banyak terpengaruh oleh klan Madkhaly dari Yaman. Misalnya Syaikh Robi dan Syaikh Muqbil yang terkenal keras kepada kelompok lain.

Kutip

Sepengetahuan penulis, fenomena ini bisa dibilang baru mengingat pada masa-masa sebelumnya beberapa tokoh Ikhwan seperti Syekh Muhammad al-Ghazali dan DR. Yusuf al-Qaradhawi pernah menjadi anggota dewan pendiri Islamic University di Madinah, dan banyak tokoh Ikhwan lainnya yang diangkat menjadi dosen di berbagai universitas Saudi Arabia. Dalam berbagai penulisan ilmiah –termasuk itu tesis dan disertasi- pun karya-karya tokoh Ikhwan –termasuk Fi Zhilal al-Qur’an yang dikritik habis oleh DR. Rabi al-Madkhali- sering dijadikan rujukan.  Bahkan Syekh Bin Baz –Mufti Saudi waktu itu- pernah mengirimkan surat kepada Presiden Mesir, Gamal Abdul Naser untuk mencabut keputusan hukuman mati terhadap Sayyid Quthb.[23]

Terkait dengan ini misalnya, Ja’far Umar Thalib misalnya menulis:

Di tempat Syekh Muqbil pula saya mendengar berita-berita penyimpangan tokoh-tokoh yang selama ini saya kenal sebagai da’i dan penulis yang menganu pemahaman salafus shalih. Tokoh-tokoh yang telah menyimpang itu ialah Muhammad Surur bin Zainal Abidin, Salman Al-Audah, Safar Al-Hawali, A’idl Al-Qarni, Nasir Al-Umar, Abdurrahman Abdul Khaliq. Penyimpangan mereka terletak pada semangat mereka untuk mengelu-elukan tokoh-tokoh yang telah mewariskan berbagai pemahaman sesat di kalangan ummat Islam, seperti Sayyid Qutub, Hasan Al-Banna, Muhammad Abduh, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Rasyid Ridha dan lain-lainnya. [24]

http://abulmiqdad.multiply.com/journal/item/12


Kalau kita cermati, baik SPUB ataupun TROID yang jadi biang kekacauan di kalangan muslim Amerika, mereka juga merujuk ke klan Madkhaly ini, terutama Syaikh Robi. Kalau tidak dibilang "mengkultuskan".

Kita lihat juga pernyataan Ust Jamarto, setelah beliau ditahdzir oleh salafy lainnya, bahkan termasuk mantan murid-muridnya sendiri:

Kutip
Ja’far sendiri belakangan nampak menyadari sikap kerasnya yang berlebihan di masa awal dakwahnya. Dan nampaknya, apa yang ia lakukan belakangan ini –meski menyebabkannya menjadi sasaran kritik bekas pendukungnya- adalah sebuah upayanya untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Dalam artikelnya, “Saya Merindukan Ukhuwwah Imaniyah Islamiyah” , ia menulis pengakuan itu dengan mengatakan:

“...Saya lupa dengan keadaan yang sesungguhnya mayoritas ummat di Indonesia yang tingkat pemahamannya amat rendah tentang Islam. Saya saat itu menganggap tingkat pemahaman ummatku sama dengan tingkat pemahaman murid-muridku. Akibatnya ketika saya menyikapi penyelewengan ummat dari As-Sunnah, saya anggap sama dengan penyelewengan orang-orang yang ada di sekitarku yang selalu saya ajari ilmu. Tentu anggapan ini adalah anggapan yang dhalim. Dengan anggapan inilah saya akhirnya saya ajarkan sikap keras dan tegas terhadap ummat yang menyimpang dari As-Sunnah walaupun mereka belum mendapat penyampaian ilmu Sunnah. Sayapun sempat menganggap bahwa mayoritas kaum muslimin adalah Ahlul Bid’ah dan harus disikapi sebagai Ahlul Bid’ah. Maka tampaklah Dakwah Salafiyyah yang saya perjuangkan menjadi terkucil, kaku dan keras. Saya telah salah paham dengan apa yang saya pelajari dari kitab-kitab para Ulama’ tersebut di atas tentang sikap Ahlul Bid’ah. Saya sangka Ahlul Bid’ah itu ialah semua orang yang menjalankan bid’ah secara mutlak.”[39] [39] Majalah SALAFY, edisi 5 tahun ke 5, hal. 9-10.

http://abulmiqdad.multiply.com/journal/item/12

Tentu sangat mengerikan kalau ustadz, apalagi ustadz papan atas memiliki pemahaman keliru seperti yang beliau ceritakan sendiri, yakni menganggap mayoritas umat Islam adalah ahlul bid'ah, apalagi parahnya menganggap orang yang menjalankan bid'ah (padahal bisa jadi masih merupakan khilafiyah, seperti qunut, maulid, dll) sebagai ahlul bid'ah.

Sangat wajar, kalau outputnya, yakni murid-muridnya nggak jauh beda, gampang menyesatkan orang lain, tidak paham adab ikhtilaf.

Tapi syukurlah, Ust. Jamarto sudah bertaubat. Saya sendiri kurang begitu tahu kiprah beliau sekarang ini.

Wallahua'lam
« Edit Terakhir: 02 Mei 2008, 08:59:46 oleh Justice 4 All »
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline oomnya fahrel

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #15 pada: 02 Mei 2008, 08:53:46 »
Astagfirullah....@atasku, syukron atas informasinya, itu rupanya yang melatar belakangi kenapa Ust. Ja'far bersikap seperti itu

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 02 Mei 2008, 09:01:29 »
Akibatnya Ust Jamarto jadi di sundut sana sundut sini.
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline abu zaid

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 131
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 02 Mei 2008, 14:16:04 »

Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam, keluarganya, para shahabatnya dan juga orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman,

Amma ba'du,

setelah membaca jawaban dari AMW, maka pembaca myQuran bisa mengetahui beberapa perkara yang kalau boleh saya rangkumkan, adalah sebagai berikut :

1. Saudara AMW menolak tawaran saya (CD ceramah kajian), alasannya adalah:
    "Antum tak usah kirim CD omongan Umar As Sewed, tak akan dipakai. Paling nanti tambah menampakkan kesesatan kalian.
Subhanallah!, demikianlah kalimat halus, lembut, dan penuh mau'idzhah hasanah yang dibawakan Saudara AMW. Bahkan dia menduga, jika dirinya diberi CD akan menampakkan kesesatan "kalian".
entah apa yang dimaksud dengan kata "kalian" oleh AMW. Wallaahu A'lam.

2. Saudara AMW menanyakan apa manfaatnya menyebutkan informasi tentang orang yang berkelakar tentang penyamaan pengikutan antara NAbi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Ustadz Muhammad Umar As Sewed

 Sebagian orang itu ada wahai @ Abu Zaid, dan tidak harus semua itu diberi tahu. Seperti ada yang memakai nama Abu Abdillah Ibrahim, Abu Zaid, Abu Mujahid, dst. Mereka berlindung di balik nama itu karena tidak mau menampakkan dirinya. Sama juga soal "sebagian orang", "menurut informasi", "kabarnya", dst. semua itu tak perlu dikasih tahukan. Ya, apa manfaatnya diberitahukan semua?

Manfaatnya adalah kita bisa mengetahui sejauh mana keakuratan sumber penukilan yang AMW lakukan, apalagi sepertinya AMW menggunakan nukilan semacam ini untuk "menjatuhkan" nama seseorang (dalam hal ini Ustadz Muhammad As Sewed).

PAdahal bagi seorang yang inshaf (adil), tentunya nukilan yang semacam ini tidaklah pantas untuk disebutkan sebagai "dalih" di dalam mengkritik seseorang. Karena substansi dari kelakar semacam itu adalah kalimat kufur. BAgaimana seorang muslim bisa mengatakan (baca: menuduh) bahwa "salafy ekstrem" (minjem istilah AMW) menyamakan ucapan Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan ucapan seorang manusia yang ucapannya bukan wahyu dari Allah???

Perhatikanlah wahai pembaca myQuran.......dari sisi yang telah saya sebutkan di atas, yang nampak bagi saya-Wallaahu A'lam, Saudara AMW ini sudah dikuasai amarahnya di dalam melakukan kritikan, sehingga gurauan/kelakar/canda tawa "sebagian orang" yang walaupun isinya kalimat kufur pun dipakai sebagai "dalih" untuk menjatuhkan "salafy ekstrem" (minjem istilah AMW), dalam hal ini dikhususkan untuk Ustadz Muhammad AS Sewed.
Bahkan ironisnya AMW pun ikut tertawa dan membenarkan kelakar "sebagian orang" tersebut, seperti dalam ucapannya:

Sampai ada sebagian orang yang berkelakar, "Mereka mengikuti nabi. Nabi mereka Muhammad. Maksudnya, Muhammad As Sewed." Saya tertawa mendengar kelakar itu, tapi benar, sikap fanatik mereka luar biasa. Mereka menganggap ustadz-ustadz atau masyaikhnya seperti Nabi yang keluar dari lisannya seperti wahyu yang harus diterima tanpa reserve. Na'udzubillah min dzalik.
   


Ini dulu yang bisa saya ketengahkan, Insya Allah masih akan menyusul...


Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #18 pada: 02 Mei 2008, 14:21:35 »
Astagfirullah....@atasku, syukron atas informasinya, itu rupanya yang melatar belakangi kenapa Ust. Ja'far bersikap seperti itu

Ya, kita doakan saja, mereka yang masih suka menghakimi muslim lain, segera rujuk seperti Ust. Jamarto.

Akibatnya Ust Jamarto jadi di sundut sana sundut sini.

Sepertinya beliau sudah tahu resikonya memang demikian. Dikucilkan oleh mantan muridnya sendiri. What a life....
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #19 pada: 02 Mei 2008, 14:26:35 »
Hmm,kalau akh abu zaid,mah walau murid ust.assewed tapi adab jauh dgn member afiliasi Fakta blogsome,ane mah malah dapat cd kajian ust.zulqarnaian,:-)
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline abu zaid

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 131
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 02 Mei 2008, 14:33:24 »
Sedikit informasi tambahan kepada AMW,

dengan judul thread : Jawaban Untuk @ Abu Zaid (Murid As Sewed)

saya ingin menambahkan bahwa, menurut saya pribadi kalau dikatakan sebagai murid , sepertinya kurang tepat karena saya tidak melazimi majelis beliau secara rutin (setiap hari). Saya hanya mengikuti kajian Ustadz Muhammad Umar As Sewed sebulan sekali.

Lebih tepatnya saya hanya sebagai mustami' saja. Baarakallaahufiikum






Offline bapake_sofi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 196
  • kamu masih berani berbohong ?
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 02 Mei 2008, 16:37:12 »
se[ertinya AMW sebaiknya tidak melanjutkan tulisannya, karena terlihat oleh saya tulisan dia di landasi kemarahan, sehingga menampakan kontradiksi. satu sisi dia melarang menyesatkan kelompok lain, tapi dia mengkhawarijkan lawan bicaranya.
di satu sisi dia mengatakan dakwah harus mauidhoh hasanah, tapi banyak ucapan kasar terbaca dari tulisannyan.

nasehat saya, tenangkan diri anda baru setelah itu anda menulis. (dan semoga anda benar-benar waskito, bukan orang gelap yang memancing di air keruh dalam perselisihan yang sedang terjadi, dengan mengaku sebagai waskito dan mengeluarkan kata-kata yang kasar yang memperuncing permusuhan)
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #22 pada: 02 Mei 2008, 17:12:36 »
@atas

Kalau AMW aja mau jawab pertanyaan dari akh Abu Zaid, barangkali antum juga mau jawab pertanyaan berikut: http://myquran.org/forum/index.php/topic,38150.msg1058688.html#msg1058688 Singkat saja.:)
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline AMW

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 137
  • Lokasi: Bandung
  • Sifat Rahmah & Karakter Integritas
    • Lihat Profil
    • LANGIT BIRU Inspirations
« Jawab #23 pada: 03 Mei 2008, 11:21:10 »


'Ala kulli haal, saya memohon maaf jika ada banyak kata-kata tidak berkenan di hati Antum. Saya melihat kepada siapa berhadapan. Jika menghadapi "makhluk" seperti Abu Google dan sejenisnya, tidak ada kata maaf buat mereka. Mereka telah meracuni pikiran Ummat Islam dan manusia dengan fitnah-fitnah keji atas nama "untuk kalangan sendiri". Enak betul bisa seperti itu.   


Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam, keluarganya, para shahabatnya dan juga orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman,

Amma ba'du,

setelah membaca jawaban dari AMW, maka pembaca myQuran bisa mengetahui beberapa perkara yang kalau boleh saya rangkumkan, adalah sebagai berikut :

1. Saudara AMW menolak tawaran saya (CD ceramah kajian), alasannya adalah:
    "Antum tak usah kirim CD omongan Umar As Sewed, tak akan dipakai. Paling nanti tambah menampakkan kesesatan kalian.

Subhanallah!, demikianlah kalimat halus, lembut, dan penuh mau'idzhah hasanah yang dibawakan Saudara AMW. Bahkan dia menduga, jika dirinya diberi CD akan menampakkan kesesatan "kalian". entah apa yang dimaksud dengan kata "kalian" oleh AMW. Wallaahu A'lam.



Akhiyal Kiram, maaf Antum jangan memakai metode psikologis dalam hal ini. Nanti bisa membelokkan dari arah semula. Antum kan mengemukakan sekian banyak pertanyaan, ya alhamdulillah bi nashrillah itu sudah dijawab. Tetapi mengapa Antum justru "fokus" di masalah CD itu? Saya yakin ada yang tidak jujur di diri Antum. Sekian banyak jawaban, akhirnya dikerucutkan dalam soal CD.


Soal Muhammad As Sewed:

- Kalau dia rujuk kepada kebenaran, tentu walhamdulillah, pintu hati saya, kami, dan Ummat Islam akan selalu terbuka. Saya bisa melupakan yang sudah-sudah, jika dia benar-benar telah rujuk kepada kebenaran. Tetapi apa buktinya?

- Buktinya, CD ceramah dia. Saya memang belum mengetahui hal itu. Lebih baik Antum buatkan rangkumannya, lalu kirim ke e-mail saya: langitbiru1000@gmail.com. Kalau memang disana ada kebenaran, As Sewed telah rujuk kepada kebenaran, saya akan hapus tulisan soal "kelakar" itu dan saya tak akan singgung dia lagi.

- Harus diingat ya, ceramah itu isinya bisa macam-macam. Kita bisa buat apa saja. Kita bisa ambil yang baik-baiknya saja, atau diindah-indahkan biar meluas pesonanya. Tapi bisa juga yang riil, disana banyak fitnah dan kerusakan beredar. Ya, kita menghindari bahaya dari dakwah orang-orang sesat, itu lebih baik.

- As Sewed juga harus menerima apa yang semestinya dia terima. Cobalah dengarkan ceramah atau baca transkrip ceramah dia, "Sururiyyah masih melanda Indonesia," waktu itu ia saya dapat dari salafy.or.id. Disana kan tampak jelas siapa dirinya. Pertanyaannya, apakah dia telah merevisi ceramah/tulisan tersebut?



Kutip

2. Saudara AMW menanyakan apa manfaatnya menyebutkan informasi tentang orang yang berkelakar tentang penyamaan pengikutan antara NAbi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan Ustadz Muhammad Umar As Sewed

 Sebagian orang itu ada wahai @ Abu Zaid, dan tidak harus semua itu diberi tahu. Seperti ada yang memakai nama Abu Abdillah Ibrahim, Abu Zaid, Abu Mujahid, dst. Mereka berlindung di balik nama itu karena tidak mau menampakkan dirinya. Sama juga soal "sebagian orang", "menurut informasi", "kabarnya", dst. semua itu tak perlu dikasih tahukan. Ya, apa manfaatnya diberitahukan semua?

Manfaatnya adalah kita bisa mengetahui sejauh mana keakuratan sumber penukilan yang AMW lakukan, apalagi sepertinya AMW menggunakan nukilan semacam ini untuk "menjatuhkan" nama seseorang (dalam hal ini Ustadz Muhammad As Sewed).



Ya, baguslah Antum masih mengerti tentang "menjatuhkan nama" seseorang. Terus-teruslah bersikap inshaf (adil), insya Allah hal itu akan menuntunmu menuju kebenaran. Allahumma amin.

Sebenarnya yang ingin diambil itu fenomena fanatiknya, bukan khusus ke As Sewed. Hanya kebetulan namanya Muhammad, maka ada yang kreatif mengaitkan nama Rasulullah (Saw) dengan nama dia. Ini hanya humor saja, tidak harus dipahami secara khusus.

Adapun fanatisme itu sudah bukan rahasia lagi. Mereka hanya mau "menembak" orang lain, dan tak mau mendengar hujjah dari selain mereka. Waktu Abu Google Cs. (pemilik Fakta) menyebarkan informasi pribadi kami, saya meminta mereka berbuat adil dengan mengetengahkan ayat Al Qur'an (Al Maa'idah ayat 8). Tetapi tetap saja, "makhluk" sejenis itu produktif dengan kesesatan mereka.

 
Kutip

PAdahal bagi seorang yang inshaf (adil), tentunya nukilan yang semacam ini tidaklah pantas untuk disebutkan sebagai "dalih" di dalam mengkritik seseorang. Karena substansi dari kelakar semacam itu adalah kalimat kufur. BAgaimana seorang muslim bisa mengatakan (baca: menuduh) bahwa "salafy ekstrem" (minjem istilah AMW) menyamakan ucapan Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan ucapan seorang manusia yang ucapannya bukan wahyu dari Allah???



Biasanya munculnya "kelakar" itu karena ada alasannya. Seperti ungkapan, "Tidak ada asap, bila tidak ada api." Biasanya, ketika kejahilan seseorang atau sekelompok orang sudah sedemikian rupa, baru muncul joke2 sebagai hiburan untuk memperteguh sikap kita terhadap kaum seperti itu.

Anda tidak percaya? Abdul Ghafur Al Malanji itu daklam tulisan-tulisannya ketika melecehkan orang lain, dia juga membuat kelakar-kelakar seperti itu. Teman-teman Antum itu sangat piawai dalam melecehkan orang lain. Ba'abduh sendiri -maaf- juga melecehkan Imam Samudra.

Secara Syar'i, Nabi (Saw) pernah tertawa geli ketika dalam Perang Badar melihat Saad bin Abi Waqash (Ra) memanah seseorang sampai terpental kepalanya.

Ini bukan dalih @ Aba Zaid, ini hanya penguat saja (ta'yid). Ya kita tidak usah berdalil dengan cara seperti itu. Itu hanya kembangan saja, bukan esensi. Esensinya ya sikap fanatik kalian yang membabi-buta itu.

 
Kutip

Perhatikanlah wahai pembaca myQuran.......dari sisi yang telah saya sebutkan di atas, yang nampak bagi saya-Wallaahu A'lam, Saudara AMW ini sudah dikuasai amarahnya di dalam melakukan kritikan, sehingga gurauan/kelakar/canda tawa "sebagian orang" yang walaupun isinya kalimat kufur pun dipakai sebagai "dalih" untuk menjatuhkan "salafy ekstrem" (minjem istilah AMW), dalam hal ini dikhususkan untuk Ustadz Muhammad AS Sewed.
Bahkan ironisnya AMW pun ikut tertawa dan membenarkan kelakar "sebagian orang" tersebut, seperti dalam ucapannya:

Sampai ada sebagian orang yang berkelakar, "Mereka mengikuti nabi. Nabi mereka Muhammad. Maksudnya, Muhammad As Sewed." Saya tertawa mendengar kelakar itu, tapi benar, sikap fanatik mereka luar biasa. Mereka menganggap ustadz-ustadz atau masyaikhnya seperti Nabi yang keluar dari lisannya seperti wahyu yang harus diterima tanpa reserve. Na'udzubillah min dzalik.



Wah, yo opo iki, kok ora mudeng-mudeng yo...

Kalian itu sudah sangat sangat amat sangat fanatik kelompok. Nasehat Al Qur'an dan Sunnah, nasehat ulama-ulama Ahlus Sunnah seperti Bin Baz, Al utsaimin, Al Albani, Al Jibrin, Abdullah bin Qu'ud, Fauzan Al Fauzan, Ghudaiyan, dan lainnya kalian acuhkan begitu saja. Dalam DSDB 1 dan DSDB 2, kan disebutkan banyak nasehat ulama disana. Tapi apakah kalian berubah dari sikap fanatik kalian? Mungkin, bi idznillah, sebagian berubah, namun sebagian lain tetap keras kepala.

Lalu yang keras kepala itu sebenarnya ikut siapa? Ikut kebenaran? Tamassuk bil jama'ah? ...ya mereka ikut ustadz-ustadznya atau syaikh-syaikhnya.

Padahal dulu Ibnu Abbas (Ra) pernah mencela sebagian orang yang ketika dinasehati, mereka membangkang dengan mengatakan, "Kata Abu Bakar begini-begini", "Kata Umar begini begini". Beliau murka dengan mencela sikap seperti itu, bahwa yang wajib diikuti adalah Allah dan Rasul-Nya, bukan Abu Bakar (Ra) atau Umar (Ra). Maksudnya, kalau pendapat Shahabat berbeda dengan Al Qur'an dan Sunnah, yang didahulukan Al Qur'an dan Sunnah.


Saya tidak mengatakan mereka telah kafir, tetapi mohon berhati-hati, sebab dalam Al Qur'an disebutkan sebagian manusia yang mengibadahi rahib-rahibnya. 


Wallahu a'lam bisshawaab.   
LANGIT BIRU Inspirations ====> http://abisyakir.wordpress.com.

AT THARIQAH: Mengikuti pendapat yang paling benar (rajih) menurut Al Qur'an dan As Sunnah, tidak peduli dari arah manapun datangnya.

Offline AMW

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 137
  • Lokasi: Bandung
  • Sifat Rahmah & Karakter Integritas
    • Lihat Profil
    • LANGIT BIRU Inspirations
« Jawab #24 pada: 03 Mei 2008, 11:38:41 »


Sepertinya AMW sebaiknya tidak melanjutkan tulisannya, karena terlihat oleh saya tulisan dia di landasi kemarahan, sehingga menampakan kontradiksi. Satu sisi dia melarang menyesatkan kelompok lain, tapi dia mengkhawarijkan lawan bicaranya.



Hai "orang"...kamu jangan memutar-balikkan fakta dong.

Maaf, siapa yang memulai pertikaian ini? Siapa yang menyebarkan data-data pribadi kami di internet? Siapa yang memfitnah saya telah menjalin kerjasama dengan gereja?

Sebenarnya, saya sudah lama menyadari bahwa kalian itu lebih mewakili gambaran Khawarij daripada Imam Samudra Cs. Saya sudah lama mengetahui hal ini, baru sekarang saja saya tampakkan secara terbuka.

Hai "orang", dimana sih akalmu?

Bukanlah kalian tuh yang sangat terkenal dengan kerjaan memusuhi Ummat Islam di luar kalian. Sekarang giliran saya membalas, bi ma'isyatillah, kalian tiba-tiba menuduh saya menyesat-nyesatkan.

Kamu baca tidak hujjah saya untuk menyesatkan kalian? Berbeda dengan cara kalian kan? Kalian menyesatkan manusia seenak perutnya, tanpa alasan yang benar.


Kutip
Di satu sisi dia mengatakan dakwah harus mauidhoh hasanah, tapi banyak ucapan kasar terbaca dari tulisannya.



Oh, ucapan kasar ya... Oh, kalian mengerti rupanya beda kalimat kasar dan kalimat lembut. Alhamdulillah, berarti saya masih berhadapan dengan manusia.

Soal ucapan kasar ini, tanya deh sama penulis Mereka Adalah Teroris Cs. Tanya mereka, kalau perlu baca di situsnya. Mereka sampai menulis, "Mengapa kami berkata kasar". Kurang lebih begitu.


Masak saya harus berkata lembut kepada Abu Google Jahalah Cs. Apa tidak salah tuh? Antum saja deh, kalau nama isteri, anak-anak, tempat kerjaan, alamat rumah, dst. dibeberkan di depan umum, lalu difitnah "Lintas Manhaj Lintas Agama", Antum mau tidak?



Kutip

Nasehat saya, tenangkan diri anda baru setelah itu anda menulis. (dan semoga anda benar-benar waskito, bukan orang gelap yang memancing di air keruh dalam perselisihan yang sedang terjadi, dengan mengaku sebagai waskito dan mengeluarkan kata-kata yang kasar yang memperuncing permusuhan)


Astaghfirullah al 'Azhim. Orang-orang ini aneh bin ajaib. Kelakuannya di MyQuran saja sudah kelihatan. Buku-bukunya juga berbicara begitu. Baca tuh arsip SMS-SMS di bukunya Ustadz Abduh terakhir (BAUS). Kalian tuh yang memancing berbagai konflik dengan tuduhan ahli bid'ah, tahdzir, hajr, dst. Itu sudah maklum, laa khilaf hunaka.


LANGIT BIRU Inspirations ====> http://abisyakir.wordpress.com.

AT THARIQAH: Mengikuti pendapat yang paling benar (rajih) menurut Al Qur'an dan As Sunnah, tidak peduli dari arah manapun datangnya.

Offline bapake_sofi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 196
  • kamu masih berani berbohong ?
    • Lihat Profil
« Jawab #25 pada: 05 Mei 2008, 08:56:36 »

'Ala kulli haal, saya memohon maaf jika ada banyak kata-kata tidak berkenan di hati Antum. Saya melihat kepada siapa berhadapan. Jika menghadapi "makhluk" seperti Abu Google dan sejenisnya, tidak ada kata maaf buat mereka. Mereka telah meracuni pikiran Ummat Islam dan manusia dengan fitnah-fitnah keji atas nama "untuk kalangan sendiri". Enak betul bisa seperti itu.   

jika anda berkata begini, maka abu google uga bisa berkata

'Ala kulli haal, saya memohon maaf jika ada banyak kata-kata tidak berkenan di hati Antum. Saya melihat kepada siapa berhadapan. Jika menghadapi "makhluk" seperti AMW dan sejenisnya, tidak ada kata maaf buat mereka. Mereka telah meracuni pikiran Ummat Islam dan manusia dengan fitnah-fitnah keji. Enak betul bisa seperti itu.   

lalu darimana kami bisa membedakan, siapa yang salah dan siapa yang benar ? tentu juika keadaannya seperti ini, teman akan membela teman, karena alasannya sama. bahkan mereka bisa lebih baik, karena mereka menggunakan alasan agama (walau kamu tidak setuju) namun kamu menggunakan alasan pribadi.



Hai "orang"...kamu jangan memutar-balikkan fakta dong.

Maaf, siapa yang memulai pertikaian ini? Siapa yang menyebarkan data-data pribadi kami di internet? Siapa yang memfitnah saya telah menjalin kerjasama dengan gereja?

Sebenarnya, saya sudah lama menyadari bahwa kalian itu lebih mewakili gambaran Khawarij daripada Imam Samudra Cs. Saya sudah lama mengetahui hal ini, baru sekarang saja saya tampakkan secara terbuka.

Hai "orang", dimana sih akalmu?

Bukanlah kalian tuh yang sangat terkenal dengan kerjaan memusuhi Ummat Islam di luar kalian. Sekarang giliran saya membalas, bi ma'isyatillah, kalian tiba-tiba menuduh saya menyesat-nyesatkan.

Kamu baca tidak hujjah saya untuk menyesatkan kalian? Berbeda dengan cara kalian kan? Kalian menyesatkan manusia seenak perutnya, tanpa alasan yang benar.

 


Oh, ucapan kasar ya... Oh, kalian mengerti rupanya beda kalimat kasar dan kalimat lembut. Alhamdulillah, berarti saya masih berhadapan dengan manusia.

Soal ucapan kasar ini, tanya deh sama penulis Mereka Adalah Teroris Cs. Tanya mereka, kalau perlu baca di situsnya. Mereka sampai menulis, "Mengapa kami berkata kasar". Kurang lebih begitu.


Masak saya harus berkata lembut kepada Abu Google Jahalah Cs. Apa tidak salah tuh? Antum saja deh, kalau nama isteri, anak-anak, tempat kerjaan, alamat rumah, dst. dibeberkan di depan umum, lalu difitnah "Lintas Manhaj Lintas Agama", Antum mau tidak?




Astaghfirullah al 'Azhim. Orang-orang ini aneh bin ajaib. Kelakuannya di MyQuran saja sudah kelihatan. Buku-bukunya juga berbicara begitu. Baca tuh arsip SMS-SMS di bukunya Ustadz Abduh terakhir (BAUS). Kalian tuh yang memancing berbagai konflik dengan tuduhan ahli bid'ah, tahdzir, hajr, dst. Itu sudah maklum, laa khilaf hunaka.



lihatlah kemarahan mu di sini, kalau kamu mau mengecek, maka kamu akan melihat, kami lebih sering diserang dari dirimu. karena itu, redakanlah dulu kemarahanmu, baru kamu menulis.
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Offline abu zaid

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 131
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 05 Mei 2008, 10:14:21 »
Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi,

Alhamdulillaah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam, keluarganya dan para shabatnya serta orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman, amma ba'du

Melanjutkan kembali beberapa catatan dari jawaban Saudara AMW. Setelah kemarin saya ketengahkan dua catatan dan sudah direspons oleh Saudara AMW, maka berikutnya adalah:

3. Saudara AMW dalam beberapa jawabannya sering menggunakan kata "mereka" dan kata "sederhana saja". Sebenarnya boleh-boleh saja menggunakan kata seperti itu. Namun kata-kata tersebut menjadi bias ketika Saudara AMW mengatakan

Buktinya sederhana saja, mereka sangat tunduk dengan "kata ustadz", sekalipun nasehat-nasehat sudah disampaikan sedemikian rupa. Tahu tidak, sebenarnya dalam DSDB 1 sudah ada nasehat-nasehat bagi kaum ghuluw dari ulama-ulama Ahlus Sunnah, tapi nasehat macam begitu tak berguna bagi mereka. Di STSK Ust. Abduh juga ada nasehat-nasehat yang bisa diambil, tapi Ba'abduh Cs. malah bikin buku baru yang semakin menyingkap kesesatan mereka, MDMTK

Mereka siapa? Kalau boleh disebutkan, siapa orangnya? Di mana saya bisa mendapatkan informasi mengenai mereka itu?

Walhamdulillaah, Asaatidzah salafiyyin senantiasa mengajarkan kepada kaum Muslimin untuk hanya tunduk kepada Kitaabullah dan Sunnah RAsulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam yang shahiihah sesuai dengan pemahaman salafus shaalih..

JAdi sangat kontradiktif jika Saudara AMW mengatakan "mereka" sangat tunduk dengan "kata ustadz".  MAka saya juga ingin mengatkan kepada AMW:

Sederhana saja, tolong sebutkan satu bukti yang menyatakan bahwa Asaatidzah salafiyyin mengajarkan kepada kaum Muslimin dalam hal ini (menurut istilah AMW) khususnya salafy ekstrem untuk tunduk kepada perkataan ustadz-nya...Baarakallaahufiikum...

Walhamdulillaah, mengenai nasihat para 'ulama Ahlus Sunnah kepada kaum ghuluw, maka itu adalah nasihat yang sangat berharga bagi seluruh kaum Muslimin. Dan Insya Allahu Ta'ala, salafiyyin akan mengikuti nasihat tersebut.

Siapa yang bilang nasihat para 'ulama Ahlus Sunnah tersebut tidak berguna? Aku (Abu Zaid) baru mendengarnya dari ucapan AMW ini.....Wallaahul Musta'an...

4. Saudara AMW menggunakan dugaan di dalam melakukan kritikan, seperti dalam ucapannya:

Antum dinasehati dengan wahyu yaitu Al Qur'an dan hadits shahih seperti tidak mempan. Kenapa itu? Karena ikut "pendapat ustadz". Antum sadar tidak bahwa telah menempatkan "ucapan ustadz" lebih tinggi dari Al Qur'an dan Sunnah. Apa ada buktinya? Ya Ilahi, sangat banyak yang begini. Hujjah Al Qur'an dan Sunnah kalau dari luar kelompok mereka, seketika akan dihempaskan. Fahimtum, Aba Zaid?


Dikarenakan Saudara AMW, menggunakan lafadz "antum" dalam kalimat di atas, maka berarti ini telah menunjuk kepada diri saya (Abu Zaid).

Maka saya jawab:
Jazaakumullaahu khairan atas kritikannya. Namun walhamdulillaah dengan keutamaan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, saya berusaha sesuai dengan kemampuan saya untuk menjadikan hujjah dari Kitaabullah dan Sunnah Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam di atas ucapan semua manusia.

Dan justru nasihat yang seperti ini saya dapatkan dari buku-buku para 'ulama Ahlus Sunnah  yang disampaikan melalui ceramah asaatidzah salafiyyin.

Mengenai ucapan Anda (AMW), yang mengatakan bahwa saya secara tidak sadar telah menempatkan ucapan ustadz di atas Al Quran dan As Sunnah, maka saya berlindung kepada Allah Tabaraka wa TA'ala dari sifat yang sangat berbahaya tersebut....dan Saya memohon kepada Allah Jalla wa 'Alaa agar senantiasa membimbing langkah kami untuk istiqomah di dalam berpegang teguh dengan Kitaabullah dan Sunnah RAsulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam...

Adapun setiap manusia, dalam hal ini setiap firqah pun mereka mengeluarkan hujjah dari Al Quran dan Sunnah yang sesuai dengan manhaj firqah tersebut. Khawarij, Mu'tazilah bahkan Syi'ah Rafidhah sekalipun mereka mengeluarkan dalil dari Kitaabullah dan Sunnah. Apakah lantas jika kita tidak mengikuti mereka, kita "dituduh" menghempaskan Al Qur'an dan As Sunnah??? tentu saja tidak. Baarakallaahufiikum...

Dan saya ingin mengatakan kepada Anda (AMW), hendaknya kita semua kaum Muslimin juga menyadari, bahwa di dalam melihat dalil dari AL Quran dan As Sunnah kita memerlukan bimbingan para 'ulama salafus shaalih.....bukan di atas hawa nafsu dan perasaan kita







Insya Allah bersambung

Offline AMW

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 137
  • Lokasi: Bandung
  • Sifat Rahmah & Karakter Integritas
    • Lihat Profil
    • LANGIT BIRU Inspirations
« Jawab #27 pada: 05 Mei 2008, 12:05:24 »
Alhamdulillah, saya merasa Antum memiliki niat baik. Ini harus dihargai. Insya Allah, saya akan mencoba menghargai sekuat kemampuan. Afwan atas kata-kata yang kasar dan buruk sebelum-sebelumnya. Maklum, ana manusia juga, ana bisa emosi ketika sebagian orang melakukan kezhaliman sesuka hatinya. Saya yakin, jika Antum di posisi ana, Antum akan memahaminya.

Ala kulli haal, tawakkaltu 'alallah, Rabbi wa Rabbukumul A'la. 



Bismillaahir Rahmaanir Rahiimi,

Alhamdulillaah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam, keluarganya dan para shabatnya serta orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman, amma ba'du.



Alhamdulillah bi husnil iftitah.


Kutip

Melanjutkan kembali beberapa catatan dari jawaban Saudara AMW. Setelah kemarin saya ketengahkan dua catatan dan sudah direspons oleh Saudara AMW, maka berikutnya adalah:

3. Saudara AMW dalam beberapa jawabannya sering menggunakan kata "mereka" dan kata "sederhana saja". Sebenarnya boleh-boleh saja menggunakan kata seperti itu. Namun kata-kata tersebut menjadi bias ketika Saudara AMW mengatakan

Buktinya sederhana saja, mereka sangat tunduk dengan "kata ustadz", sekalipun nasehat-nasehat sudah disampaikan sedemikian rupa. Tahu tidak, sebenarnya dalam DSDB 1 sudah ada nasehat-nasehat bagi kaum ghuluw dari ulama-ulama Ahlus Sunnah, tapi nasehat macam begitu tak berguna bagi mereka. Di STSK Ust. Abduh juga ada nasehat-nasehat yang bisa diambil, tapi Ba'abduh Cs. malah bikin buku baru yang semakin menyingkap kesesatan mereka, MDMTK

Mereka siapa? Kalau boleh disebutkan, siapa orangnya? Di mana saya bisa mendapatkan informasi mengenai mereka itu?
[/b][/color] 


Mereka itu banyak, yang jelas mewakili orang-orang ghuluw yang saya sebut mereka KBS (Khawarij Berbaju Salafi).

Sifat inti mereka: Menjelek-jelekkan Ummat Islam, memudah-mudahkan menuduh ahli bid'ah, menerapkan tahdzir dan hajr tanpa merinci lebih jauh, menghalalkan penghinaan, pelecehan, membongkar aib-aib sesama Muslim, tidak berdakwah secara bijak, dst dst. 

Contoh kongkrit siapa? Sebenarnya itu sudah saya sampaikan dalam jawaban kemarin-kemarin. Misal Luqman Ba'abduh dan para pengikutnya, orang-orang yang berlisan tajam ketika keluar buku DSDB 1 & 2, serta STSK. Hal itu dinyatakan dalam internet, sms, telepon teror, dan lainnya. Saya sendiri dua kali difitnah oleh pemilik blog Fakta. Terakhir adalah peristiwa minggu lalu.

Secara umum, mantan-mantan Laskar Jihad yang dalam dakwahnya kemudian menetapkan sekitar  80 Ustadz yang direkomendasikan,  yang masih gemar memusuhi harakah-harakah dakwah Islam, menuduh Surury, Quthby, dst. menetapkan bara' kepada para pemuda Islam di luar kelompoknya karena dianggap "ahlul bid'ah", orang-orang itulah yang saya sebut MEREKA. 


Kutip

Walhamdulillaah, Asaatidzah salafiyyin senantiasa mengajarkan kepada kaum Muslimin untuk hanya tunduk kepada Kitaabullah dan Sunnah RAsulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam yang shahiihah sesuai dengan pemahaman salafus shaalih..

JAdi sangat kontradiktif jika Saudara AMW mengatakan "mereka" sangat tunduk dengan "kata ustadz".  MAka saya juga ingin mengatkan kepada AMW:

Sederhana saja, tolong sebutkan satu bukti yang menyatakan bahwa Asaatidzah salafiyyin mengajarkan kepada kaum Muslimin dalam hal ini (menurut istilah AMW) khususnya salafy ekstrem untuk tunduk kepada perkataan ustadz-nya...Baarakallaahufiikum...



Saya tidak percaya itu... Mungkin itu hanya anggapan Antum saja. Apa buktinya?

Kalau antum lihat blog Fakta atau "Tuk Pencari Al Haq", data-data orang yang mereka sesatkan masih terus bertambah. Disesatkan jika secara ilmiah dan bertanggung-jawab masih lumayan, ini "lempar batu sembunyi tangan".

Luqman Ba'abduh sendiri tetap menulis MDMTK, padahal sudah mendapat nasehat berharga ketika menulis MAT. Sambutan bagi buku Luqman tetap meriah. Bukan hanya sambutan, tapi sambil mencaci dan menteror orang lain. Mau tahu buktinya? Baca buku Ust. Abduh yang baru, Belajar dari Akhlak Ustadz Salafi. Disitu di bagian akhir, ada SMS2 mengerikan dari kelompok "mereka" itu.

Antum sendiri bisa melihat buktinya di forum ini. Apa tidak tampak bagaimana sikap [Fulan], DPR, PK, refleksi, dst. Ini bukti-bukti juga.

Bukti lain, sebelum Al Qaradhawi datang ke Indonesia sekitar tahun lalu, ada iklan dari kalangan "mereka" itu di harian Kompas. Katanya, akan terbit segera buku "Membongkar Kedok Qaradhawi". Pertanyaan, kalau gentle kenapa tidak debat saja dengan Qaradhawi atau murid-muridnya, daripada "lempar batu sembunyi tangan"?

Termasuk sebelum HTI membuat Konferensi Khilafah di Istiqlal, majalah Syariah juga pasang iklan akan bahas "kesesatan HT". Kalau memang merasa mereka sebagai kelompok yang benar (bukan berarti saya sepakat dengan semua pendapat tokoh atau organisasi di atas) mengapa tidak berdebat terbuka, melakukan uji shahih, mana yang paling kuat hujjahnya?

Ingat, kedua peristiwa tersebut baru tahun 2007 lalu.   


Kutip

Walhamdulillaah, mengenai nasihat para 'ulama Ahlus Sunnah kepada kaum ghuluw, maka itu adalah nasihat yang sangat berharga bagi seluruh kaum Muslimin. Dan Insya Allahu Ta'ala, salafiyyin akan mengikuti nasihat tersebut.

Siapa yang bilang nasihat para 'ulama Ahlus Sunnah tersebut tidak berguna? Aku (Abu Zaid) baru mendengarnya dari ucapan AMW ini.....Wallaahul Musta'an...



Kalau mau melihat atsar sebuah nasehat, lihatlah pada pengaruh nasehat itu. Kalau hanya dalam ucapan saja, setiap orang bisa mengatakan hal itu.

Saya akui, perubahan sikap itu ada dan nyata. Walhamdulillah. Tetapi sikap keras kepala itu juga masih ada. Masih kuat bercokol. Saya rasa, bukti-bukti sudah saya tunjukkan. Tidak usah diulang lagi.



Kutip

4. Saudara AMW menggunakan dugaan di dalam melakukan kritikan, seperti dalam ucapannya:

Antum dinasehati dengan wahyu yaitu Al Qur'an dan hadits shahih seperti tidak mempan. Kenapa itu? Karena ikut "pendapat ustadz". Antum sadar tidak bahwa telah menempatkan "ucapan ustadz" lebih tinggi dari Al Qur'an dan Sunnah. Apa ada buktinya? Ya Ilahi, sangat banyak yang begini. Hujjah Al Qur'an dan Sunnah kalau dari luar kelompok mereka, seketika akan dihempaskan. Fahimtum, Aba Zaid?



@ Aba Zaid, kalau Antum mengikuti seperti dalam forum MyQuran ini, bahkan seperti dalam Forum Hidayatullah.com, pihak-pihak yang menasehati dengan Kitabullah dan Sunnah itu banyak, sungguh banyak. Tetapi semua itu tidak menjadi peringatan, jika bukan datang dari "ustadz", Syaikh Rabi', Syaikh Muqbil, Syaikh Yahya Najmi, Syaikh Ubaid Al Jabiri, dan semisal mereka.

Bukti lain, kalau mereka benar-benar Thalabul 'Ilmu (pencari ilmu), mereka akan mau mencari ilmu dari tempat-tempat lain, selain majlis taklim mereka sendiri. Sebab itu kan ada dimana-mana.

Tapi kalian kan sudah berburuk sangka, ilmu dari orang lain, ayat atau hadits dari orang lain, meskipun benar lafadznya, tetapi selalu dianggap salah pemahamannya. Sampai di kalangan kalian itu kan berbagi informasi, "Ini nih ustadz yang kita rekomendasikan. Ustadz Fulan di kota anu dan anu. Jangan ambil dari lainnya. Hati-hati kepada ustadz Ikhwani, Sururi, Quthbi, dst."

Padahal yang membaca Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Kitabut Tauhiid, dst. kan bukan hanya kelompok Antum. Pertanyaannya, maukah Antum belajar di luar majlis Antum? 


Kutip
Dikarenakan Saudara AMW, menggunakan lafadz "antum" dalam kalimat di atas, maka berarti ini telah menunjuk kepada diri saya (Abu Zaid).

Maka saya jawab:
Jazaakumullaahu khairan atas kritikannya. Namun walhamdulillaah dengan keutamaan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, saya berusaha sesuai dengan kemampuan saya untuk menjadikan hujjah dari Kitaabullah dan Sunnah Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam di atas ucapan semua manusia.

Dan justru nasihat yang seperti ini saya dapatkan dari buku-buku para 'ulama Ahlus Sunnah  yang disampaikan melalui ceramah asaatidzah salafiyyin.



Ya, seperti itulah yang seharusnya. Pertanyaannya, apakah nasehat ikut Kitabullah dan Sunnah hanya ada di kelompok Antum? Kemudian, bagaimana jika ada nasehat serupa dari kalangan di luar Antum? Kira-kira akan diterima tidak? Bagaimana jika ada nasehat serupa dari kalangan yang Antum sebut Sururi? Antum mau menerima nasehatnya?

Terus, siapa yang Antum sebut sebagai asatidzah salafiyin? Mohon Antum jawab dulu masalah ini dengan tegas dan jelas, tidak diplomatis dan mendayu-dayu. Kalau Antum tidak menjawabnya, saya enggan melanjutkan dialog ini.

 
Kutip

Mengenai ucapan Anda (AMW), yang mengatakan bahwa saya secara tidak sadar telah menempatkan ucapan ustadz di atas Al Quran dan As Sunnah, maka saya berlindung kepada Allah Tabaraka wa TA'ala dari sifat yang sangat berbahaya tersebut....dan Saya memohon kepada Allah Jalla wa 'Alaa agar senantiasa membimbing langkah kami untuk istiqomah di dalam berpegang teguh dengan Kitaabullah dan Sunnah RAsulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam...


Amin Allahumma amin ya Mujibas sa'ilin. Mohon maaf jika terlontar ucapan yang salah atau zhalim. Astaghfirullah min kulli dzanbiy. Innahu Ghafurur Rahiim.


Kutip

Adapun setiap manusia, dalam hal ini setiap firqah pun mereka mengeluarkan hujjah dari Al Quran dan Sunnah yang sesuai dengan manhaj firqah tersebut. Khawarij, Mu'tazilah bahkan Syi'ah Rafidhah sekalipun mereka mengeluarkan dalil dari Kitaabullah dan Sunnah. Apakah lantas jika kita tidak mengikuti mereka, kita "dituduh" menghempaskan Al Qur'an dan As Sunnah??? tentu saja tidak. Baarakallaahufiikum...



Ya, kita harus menjauhi Khawarij, Murji'ah, Mu'tazilah, Rafidhah, dan kelompok-kelompok sesat semisal itu. Inilah komitmen kita di atas Ahlus Sunnah.

Tapi masalahnya, apa Ikhwanul Muslimin, Yayasan As Sofwah, Wahdah Islamiyyah, Ihyaut Turats, Al Muntada Al Islamy, Ansharus Sunnah, Dewan Dakwah Islamiyyah, Rabithah Alam Islami, dan seterusnya, apakah mereka terindikasi sebagai kelompok yang sesat seperti Mu'tazilah, Murji'ah, Khawarij, Syi'ah, Ahmadiyyah, dan sejenisnya?

Mohon Antum benar-benar jawab pertanyaan itu! Coba datangkan bukti-bukti bahwa mereka "sesat" seperti penilaian kelompok Antum!
 

Kutip

Dan saya ingin mengatakan kepada Anda (AMW), hendaknya kita semua kaum Muslimin juga menyadari, bahwa di dalam melihat dalil dari AL Quran dan As Sunnah kita memerlukan bimbingan para 'ulama salafus shaalih.....bukan di atas hawa nafsu dan perasaan kita



Ya Akhi, kita berusaha ke arah itu, dengan sekuat kesanggupan. Tetapi mohon Antum jangan membatasi istilah "ulama" itu hanya buat Syaikh Rabi', Syaikh Muqbil, Syaikh Ubaid, Syaikh Najmi, Syaikh Aman Jami, dst. Banyak lho ulama-ulama di kalangan Muslimin.

Contoh, Syaikh Sayyid Sabiq, Syaikh Ahmad Syakir, Syaikh Al Mubarakfury, Syaikh Shidiq Hassan Khan, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh, bahkan Syaikh Safar Al Hawali, Syaikh Aidh Al Qarni, dll. mereka itu juga ulama-ulamanya Ummat Islam.


Ya, kalau saya selalu memakai perasaan, Antum akan mendapati disana kalimat seperti ini "menurut perasaanku" akan saya ulang-ulang. Justru saya bertanya balik, apa buktinya saya menggunakan ukuran perasaan sebagai dalil?

Maaf ya, dulu saya dituduh macam2 karena "majhul" tidak dikenal. Sekarang ada lagi istilah lain, "memakai perasaan". Nanti kalau dijawab, saya yakin akan ada lagi lainnya.



Wallahu a'lam bisshawaab.


Barakallah fikum barakatan katsirah wa wasi'ah ala kulli jiddiyatikum lil haqqi, wa as'alullah min fadhlihil karim liy, wa laka, wa lana jami'an. Allahumma amin. 
 
LANGIT BIRU Inspirations ====> http://abisyakir.wordpress.com.

AT THARIQAH: Mengikuti pendapat yang paling benar (rajih) menurut Al Qur'an dan As Sunnah, tidak peduli dari arah manapun datangnya.

Offline OCU NOANGKO

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 410
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 05 Mei 2008, 12:26:43 »
Saya kira dendam-dendam pribadi jangan di buat di blog ini, karena blog ini terbuka untuk umum, jika anda tidak suka pada seseorang di MyQ ini lapor ke moderator dan buat debat pribadi

Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 05 Mei 2008, 13:44:43 »
Saya kira dendam-dendam pribadi jangan di buat di blog ini, karena blog ini terbuka untuk umum, jika anda tidak suka pada seseorang di MyQ ini lapor ke moderator dan buat debat pribadi

kalo borokmu diumbar diforum ini
trus keluargamu juga diungkit2 diforum ini
trus alamatmu juga digeber diforum ini
apa masih mau pm2-an?

ini qishos mas!
dengkul bales dengkul
jidat bales jidat
harus seimbang balesannya
ya kira2 gitulah...  ???  :-\

Offline budi ramanda

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2007
  • Tulisan: 2.729
  • Lokasi: P. Siantar
  • Jenis kelamin: Pria
  • nikmatnya anggur ini
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 05 Mei 2008, 15:37:16 »
kalo borokmu diumbar diforum ini
trus keluargamu juga diungkit2 diforum ini
trus alamatmu juga digeber diforum ini
apa masih mau pm2-an?

ini qishos mas!
dengkul bales dengkul
jidat bales jidat
harus seimbang balesannya
ya kira2 gitulah...  ???  :-\

Ungkapan yg emosional.

Aku yg mencintai Keluarga


Offline Abdul Ghafur

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 728
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 05 Mei 2008, 16:16:24 »
Ungkapan yg emosional.

penilaian yg betul  O0

ups.. sori kalo dianggep emosional  :toktok:

Offline bapake_sofi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 196
  • kamu masih berani berbohong ?
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 07 Mei 2008, 09:13:40 »
saya baca udah mulai halus bicaranya, ini tulisan terakhir saya di sini, dan saya harapkan yang lain membaca aja, gak usah kmentar apalagi memvonis salah satu fihak yang salah. kalau ada keberatan dengan yang ada di sini mungkin lebih baik di buatkan thread baru, biar tidak mengganggu jalannya diskusi.
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Offline Salafy indonesia

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 2
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 12 Agustus 2009, 16:15:12 »
Ciri-ciri Khawarij: (secara garis besar)
1. Mudah mengkafirkan orang (tanpa melihat beberapa syarat tertentu) -dalil utama mereka adalah "wa ma lamyahkum bima angzalallahu fa ula ikahumul kairun"-
2. Sering mencela penguasa (padahal seharusnya mereka di doakan agar teguh di jalan Syariat)
3. Menganggap dosa besar telah jatuh kepada kekafiran. sehingga mereka ghulu di dalam agama.
4. Menghalalkan darah orang yang bermaksiat

ini beberapa garis besar ciri-2 kelompok khawarij

Berbeda sekali dengan Salafy... sungguh terlalu Pembuat berita Fitnah ini... semoga cepet dapet balasannya dari Allah.

Offline Abu Haidar Mohammad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 299
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 12 Agustus 2009, 21:06:02 »
Alhamdulillah, washolatu wassalaamu'ala Rasulillah.

Terlihat bahwa AMW (semoga Allah membimbingnya) muter-muter menjawabnya.

Sebetulnya saya juga pernah dialog dengan AMW, lihat di
http://myquran.org/forum/index.php/topic,41146.msg1230028.html#msg1230028
Sayang sekali, setiap kali menyinggung ulama-ulama sunnah yang mengajak kepada pemahaman salafusshalih, seolah kesetrum muncullah emosinya. Perhatikan perkataannya ketika dialog dengan saya:

"Saya itu yakin bahwa pemahaman para pengikut Syaikh Rabi' bin Hadi dan Syaikh Muqbil bin Hadi itu sesat dan menyesatkan, akbarul hizbiyyah, ahlul bid'ah, mufasidul ummah. Mereka tidak menolong Islam, tetapi memerangi Islam dari dalam. Na'udzubillah."

"Saya benar-benar tidak suka dengan Syaikh Rabi' dan Syaikh Muqbil. Kedua orang ini bertanggung-jawab dengan menyebarnya paham kekerasan di kalangan para pemuda Islam. Amal-amal dia selama hidup sungguh tidak sepadan dengan fitnah besar yang merebak di dada pemuda-pemuda Islam sedunia.
Mereka mengajarkan fanatisme luar biasa terhadap dirinya dan orang-orang yang mereka ridhai... ."

Bahkan AMW yang 'bijak' ini diingatkan oleh rekan lain:

"ust AMW

istighfar pak...istighfar....
janganlah kita membalas hinaan orang lain dengan hinaan pula...
saya memahami kesedihan dan kekecewaan antum..."

Berbagai ungkapan buruk seperti fanatik dengan ustadznya, tidak mau menerima nasehat, gampang memvonis sesat dll sepertinya lebih layak disandang oleh AMW, semoga Allah membimbingnya.  Perhatikan juga AMW yang mensejajarkan JIL dengan Salafi dalam barisan musuh-musuhnya.

KILAS BALIK

Mengapa AMW bersikap seperti itu?  Ini juga perlu kita perhatikan.
Ketika AMW masih majhul, belum dikenal siapa dia, AMW memunculkan berbagai tulisan kritik terhadap salafi dengan berbagai nama samaran.  Dengan teknik googling akhirnya diketahui siapa dia, dimana alamatnya, siapa keluarganya dst dan dibeberkan di forum umum.  Dari googling itu pula 'ikut serta' hasil pencarian yang lain yang berhubungan dengan AMW termasuk usahanya dalam mencari 'tambahan nafkah untuk keluarga'.  AMW makin merasa risih, apalagi ketika amal ibadahnya juga diperhatikan.  Menggulung kain (melipat lengan baju) yang menurutnya nggak apa-apa, dikritik oleh tetangganya yang salafi.  (Tentang hukum melipat kain lihat dalam buku "Akhto'ul Musholin" karya SYaikh Manshur Hasan Salman).
Dengan kejadian-kejadian itu wajar jika AMW emosi. 

Yang seharusnya dilakukan oleh AMW bukanlah dengan menulis tentang salafi.  Hal ini mengingat setiap kali muncul tulisan tentang salafi, dialog tentang salafi, emosinya yang meluap senantiasa muncul.  Saya yang dianggap 'lembut' (he-he..) ketika dialog dengan AMW, tetap disikapi dengan kasar.  Ujung-ujungnya penyesatan secara membabi buta kepada salafi.

Yang seharusnya dilakukan oleh AMW, yang saya usulkan, berdialoglah dengan ustadz salafi.  Insya Allah rekan-rekan (atau saya) bisa memfasilitasi, menghubungkan dengan ustadz yang ramah dan ilmiah.  Anda bisa menyampaikan sekian kritik tentang salafi dan sampaikan dengan hujjah.  Dialoglah tentang manhaj (metode) memahami Islam ini.  Satu hal penting, nggak usah bawa-bawa rujukan Syaikh Rabi' dan Syaikh Muqbil (karena emosi bisa bangkit).  Merujuklah kepada sumber-sumber yang lebih awal dari jaman para imam-imam mujtahid. 

Semoga Allah Ta'ala membimbing AMW dan kita semua kepada kebenaran.




Offline sieems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.457
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • rania balqis sulaeman bidadari kecilku ^o^
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 12 Agustus 2009, 21:20:24 »
^
nice post ya ustadz 0O

Offline kucing_kecil7984

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.432
  • Lokasi: Sidrap-Jakarta-Jogja-Batam-Bali (nomaden)
  • apaan sih liat-liat?
    • Lihat Profil
    • omekimai, ada blognya si kucing ni
« Jawab #36 pada: 12 Agustus 2009, 21:21:38 »
Afwan... aku kok merasa "asing" dengan perbincangan kalian?


Offline abdullaah

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2009
  • Tulisan: 233
    • Lihat Profil
« Jawab #37 pada: 12 Agustus 2009, 22:18:12 »
wah baru tau ada ini, subhanallah teruskan perjuanganmu AMW

Offline abu_ghonam

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.313
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • klik di sini
« Jawab #38 pada: 12 Agustus 2009, 22:19:03 »
"bermajelis untuk saling nasihat menasihati membawa pintu-pintu faidah sedangkan bermajelis untuk berdebat menutup pintu-pintu faidah."

(imam al-barbahari)
אבא עז

Offline supriman

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 2.473
  • Lokasi: Kolong Langit Pertama
  • Jenis kelamin: Pria
  • KRL Kemana2 KRL.. Kemana2.. Haahh..Haahh.. Peddass
    • Lihat Profil
    • Dolanan Dunia Maya::Blog-Blogan
« Jawab #39 pada: 13 Agustus 2009, 09:08:18 »
Hanya tulisan penuh pitneh aje neh tret....
Tiada duanya kedustaanye...
Biasalaah namanya anak mudaa ^_^

Visit my blog n leave comment there:

http://supriman.wordpress.com

Offline sofyan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 227
    • Lihat Profil
« Jawab #40 pada: 13 Agustus 2009, 13:33:36 »
@TS, kalau saya tidak salah simak, sepertinya sedang ada pertempuran antar sesama salafy nich!!

Saya coba jadi penonton dulu akh.  tapi kalau bisa, berdamailah kalian.  Sangat menyedihkan kalau sesama penyebar panji tauhid saling tahzir.  Bagaimana sikap lunak kita terhadap sesama muslim?

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.361
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • isyhadu bi anna muslimun
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 13 Agustus 2009, 15:19:27 »
Tret saya tutup karena yang bersangkutan (TS) sudah lama tidak online dan untuk menghindari menyimpangnya pembicaraan dalam diskusi serta meminimalisir ghibah dan fitnah terhadap TS sendiri, abu zaid dan juga ustadz as sewed. Permasalahan ini sudah lama selesai dan tidak perlu diungkit kembali. Bagi yang masih penasaran dengan TS, silahkan hubungi via PM, email atau langsung ke blognya. Komplain atas penutupan tret ni silahkan PM saya.


Mod DDI
« Edit Terakhir: 13 Agustus 2009, 15:22:57 oleh abie1102 »