Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Siapa yang Menaungi Manhaj 'Killer' ?  (Dibaca 967 kali)


Offline wisdom

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 937
    • Lihat Profil
« Jawab #45 pada: 01 Mei 2008, 16:48:05 »
Maksudnya bukan muslim adalah akhlak perbuatannya .. tidk seperti muslim,

kan nabi yang bilang ...  sibabul muslim fusuqun wa qitaluhu kufrun ... mencaci seorang muslim hukumnya fasiq dan membunuhnya adalag kufur ... tentu bukan kafir i'tiqadi, tetapi kafir amali ...

kalimat di atas sama artinya dengan ucapan kita-kita, misalnya:

"Celaan Anda tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim ..." Nah  ini, bukan berarti si 'Anda' tersebut sedang dikafirkan ..., cuman perbuatannya itu tidak layak dilakukan oleh orang yang ngaku Islam ... saya rasa itu mudah difahami ...

Offline bapake_sofi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 196
  • kamu masih berani berbohong ?
    • Lihat Profil
« Jawab #46 pada: 02 Mei 2008, 10:47:50 »
Maksudnya bukan muslim adalah akhlak perbuatannya .. tidk seperti muslim,

kan nabi yang bilang ...  sibabul muslim fusuqun wa qitaluhu kufrun ... mencaci seorang muslim hukumnya fasiq dan membunuhnya adalag kufur ... tentu bukan kafir i'tiqadi, tetapi kafir amali ...

kalimat di atas sama artinya dengan ucapan kita-kita, misalnya:

"Celaan Anda tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim ..." Nah  ini, bukan berarti si 'Anda' tersebut sedang dikafirkan ..., cuman perbuatannya itu tidak layak dilakukan oleh orang yang ngaku Islam ... saya rasa itu mudah difahami ...
saya sepakat kalau maknanya seprti yang anda katakan, tapi bagi saya kalimat diatas tidak bermakna seperti yang anda inginkan, tapi saya berbaik sangka, mungkin ini adalah karena penterjemahan yang tidak sempurna
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Offline Justice 4 All

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 5.506
    • Lihat Profil
    • My Multiply
« Jawab #47 pada: 02 Mei 2008, 10:54:39 »
@atas

Misalnya ada riwayat: "Tidak beriman seseorang jika ia makan kenyang sedangkan tetangganya kelaparan". Apakah kalau ada yang makan kenyang, ketika tetangganya kelaparan, terus kemudian dia divonis kafir?

Tentu tidak, kecuali memang mereka mungkin yang bermadzhab Dhahiri.
Jawaban atas Syubhat yang Dituduhkan kepada Dakwah Tarbiyah

Updated! Latest article: Fatwa Syaikh Albany dan Syaikh Nashir As-Sa'di tentang Pemboikotan Musuh Islam


Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #48 pada: 02 Mei 2008, 11:06:30 »
Nah,intinya tergantung penafsiran,kalau yg baca team fakta ,abu ibrahim,beserta simpatisannya,di myq yg begini:-)
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline bapake_sofi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 196
  • kamu masih berani berbohong ?
    • Lihat Profil
« Jawab #49 pada: 02 Mei 2008, 11:15:16 »
@atas

Misalnya ada riwayat: "Tidak beriman seseorang jika ia makan kenyang sedangkan tetangganya kelaparan". Apakah kalau ada yang makan kenyang, ketika tetangganya kelaparan, terus kemudian dia divonis kafir?

Tentu tidak, kecuali memang mereka mungkin yang bermadzhab Dhahiri.

tapi aku tidak akan mengomentari kasus (misal) pembunuhan dian oleh dani, yang mana keduanya muslim dengan mengatakan "pembunuh dian bukanlah muslim"
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Offline bapake_sofi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 196
  • kamu masih berani berbohong ?
    • Lihat Profil
« Jawab #50 pada: 02 Mei 2008, 11:16:15 »
Nah,intinya tergantung penafsiran,kalau yg baca team fakta ,abu ibrahim,beserta simpatisannya,di myq yg begini:-)
kalimatmu terbaca seperti " penafsiranku pasti benar, penafsiranmu pasti salah"
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #51 pada: 02 Mei 2008, 11:21:00 »
Yah.gpp itu kan penafsiran ente:-)..atas penafsiran saya.  hak anda kok menafsirkan seperti itu(masih pake Gprs?:-))
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline adi2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 549
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • punya karya apa hari ini ?
    • Lihat Profil
« Jawab #52 pada: 02 Mei 2008, 11:51:39 »
Yang pasti...kalau anda membaca buku-buku Hasan al-Banna dengan objektif,pasti anda temukan bahwa beliau sama sekali bukan golongan orang yg mudah mencap orang kafir...seperti yang anda duga dari penggalan kalimat di atas.

Mudah-mudahan tidak ada lagi yang memenggal kalimat,mengutip perkataan atau sedikit cerita sejarah IM dengan tujuan 'black campaign' dan menistakan kemuliaan dakwahnya.
Memaknai yang sederhana
biar bisa mencintai apa adanya

Offline gaza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.498
  • Lokasi: tangerang-banda aceh
  • Jenis kelamin: Pria
  • Wa'idu
    • Lihat Profil
    • Personal
« Jawab #53 pada: 02 Mei 2008, 12:01:17 »
Jadi teringat ketika Mu'adz bin jabal diutus oleh Rasulullah SAW untuk menjadi amir disuatu daerah beliau RA ditanya oleh Rasulullah SAW : Ya Muadz dengan apa engkau memutuskan suatu perkara..?? dijawab oleh mu'adz : dengan Alqur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.. lalu ditanya kembali oleh Rasulullah SAW.. kalau tidak ada diantara keduanya dengan apa kau akan memutuskan .?? lalu Mu'adz Ra menjawab : dengan ijtihadku yaa Rasulullah... lalu Rasulullah SAW menambahkan.. berikanlah kabar gembira.. dan jangan buat mereka lari....

demikian pula ketika Sultan Harun AlRasyd dinasihati oleh seorang alim pada masanya dengan keras dan tidak ada adab dan sopan santun, Sultan harun AL Rasyd berkata :

pada masa yang lalu ada seseorang yang menasihati yang lebih mulia dari engkau dan penguasanya lebih jahat daripadaku.. tapi beliau menasihati dengan lemah lembut.. orang Mulia itu adalah Nabi Musa AS.. dan yang dinasihati adalah Fir'aun..

@Ts..
belajarlah dari sejarah... belajarlah dari Sebaik-baiknya generasi Salaf.. bagaimana berdakwah, bagaimana memvonis...

Nabi Nuh AS.. masih bersikap lemah lembut kepada kaumnya, Nabi Musa AS masih bersikap lemah lembut kepada Fir'aun, Rasulullah SAW terhadap Gembong Munafik abdullah bin Ubay saja masih bersikap lemah lembut... Rasulullah SAW terhadap Arab Baduy yang mengencingi masjid saja masih berlaku lemah lembut, Rasulullah SAW terhadap Musuh-musuhnya yang ditawan masih berlaku lemah lembut...

lalu apa salah IM terhadap anda dan Hizb anda..?? apakah posisi IM lebih parah dari Fir'aun..?? posisi IM lebih parah dari kaum Nabi Nuh yang menyimpang.?? dari Abdullah bin Ubay..?? dari musuh-musuh Allah SWT yang lainnya..??

AArrrgghh... bisa gak sih kita diskusi dengan baik, hilangkan zhon-zhon terlebih dahulu.... ??

Ooops Jum'atan dulu niih... @TS ditunggu yaa...
...Wahai Tentara Allah bertahanlah... Jangan menangis walau jasadmu terluka.. sebelum engkau bergelar syuhada.. Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

Offline azkaazi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 67
  • Cikaracak Ninggang Batu Laun-Laun Jadi Legok
    • Lihat Profil
« Jawab #54 pada: 02 Mei 2008, 12:53:29 »
Yang pasti...kalau anda membaca buku-buku Hasan al-Banna dengan objektif,pasti anda temukan bahwa beliau sama sekali bukan golongan orang yg mudah mencap orang kafir...seperti yang anda duga dari penggalan kalimat di atas.

Mudah-mudahan tidak ada lagi yang memenggal kalimat,mengutip perkataan atau sedikit cerita sejarah IM dengan tujuan 'black campaign' dan menistakan kemuliaan dakwahnya.

Sepakat akh,
(abu muhammad at tamimi) 
Buruklah kalian,bila kalian mengambil manfaat dari kami,kemudian kalian membicarakan kami dan tidak MERAHMATI kami .?
Promosi blog orang : ihwansalafy.wordpress.com
                            adniku.wordpress.com

Offline Sujud Panjang

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.200
  • Lokasi: Pekanbaru
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #55 pada: 02 Mei 2008, 13:39:21 »
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat." (QS. Yusuf: 52)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Akan ditegakkan sebuah bendera bagi setiap pengkhianat pada Hari Kiamat, dikatakan "Ini pengkhianatan Fulan bin Fulan ".

Allah ‘Azza wa Jalla tidak ridha sifat khianat ada pada diri seorang hamba yang mukmin sekalipun terhadap hak seseorang yang jelas-jelas kafir, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
"Dan jika kamu benar-benar mengkhawatirkan pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah kepada mereka (perjanjian itu) dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang, berkhianat." (QS. Al-Anfal: 58)
 

Mana si Fulan Al Majhul yah...?  :ehm:
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS:23:115)

Offline heri.aza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.750
  • Lokasi: Minomartani - Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • --Keep Smile Bro--
    • Lihat Profil
    • Kang Heri Ajar Nulis
« Jawab #56 pada: 02 Mei 2008, 14:16:25 »
yang jelas, dari sini kita mengetahui mana yang lebih bijak dalam perbedaan....

Offline wisdom

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 937
    • Lihat Profil
« Jawab #57 pada: 02 Mei 2008, 17:34:45 »
Syaikh Hasan al Banna Rahimahullahu Ta'ala berkata:

"KIta tidak boleh mengkafirkan seorang muslim yang telah mengucapkan dua kalimat bersyahadat, mengamalkan kandungannya, dan menunaikan kewajiban-kwajibannya, baik karena pendapatnya atau perilaku maksiatnya, keculi jika benar-benar ia mengutarakan kata-kata kufur, mengingkari sesuatu yang menjadi bagian penting dari agama, mendustakan secara vulgar Al Quran, menafsirkannya dengan cara-cara yang tidak sesuai bahasa Arab, atau dia melakukan tindakan yang tidak bisa ditafsiri lain, kecuali memang itu adalah tindakan kufur." (Majmu'ah Ar Rasail, Risalah Ta'alim wal Usar, Ushul 'Isyrin ke 20, Hal. 308. Al Maktabah At Taufiqiyah, Kairo)

Apa yang dikatakannya sama dengan yang dikatakan oleh Syaikh Utsaimin ketika membagi Takwil menjadi tiga dalam Lum’ah al I’tiqad, Hal. 19: (saya ringkas saja)

1.   Dilakukan melalui ijtihad dan niat yang baik. Maka ini dimaafkan.
2.   Dilakukan karena hawa nafsu dan fanatisme, dan memiliki argumentasi bahasa Arab, maka pelakunya fasiq, kecuali jika pendapatnya itu terdapat penguarangan atau aib terhadap Allah maka itu bias kufur.
3.   Dilakukan karena hawa nafsu dan fanatisme, dan tanpa memiliki argumentasi bahasa Arab. Keloimpok ini kufur, kaena pada hakikatnya kedustaan yang tidak berdasar.

Offline bapake_sofi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 196
  • kamu masih berani berbohong ?
    • Lihat Profil
« Jawab #58 pada: 08 Mei 2008, 14:10:42 »
(masih pake Gprs?:-))
@sabeni and fahmi, ada ulama menulis kitab al maudhu'at(ibnul jauzi ?) apa berarti dia juga beramal dengan hadis maudhu'
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?

Offline bapake_sofi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2008
  • Tulisan: 196
  • kamu masih berani berbohong ?
    • Lihat Profil
« Jawab #59 pada: 08 Mei 2008, 14:13:03 »
Yang pasti...kalau anda membaca buku-buku Hasan al-Banna dengan objektif,pasti anda temukan bahwa beliau sama sekali bukan golongan orang yg mudah mencap orang kafir...seperti yang anda duga dari penggalan kalimat di atas.

Mudah-mudahan tidak ada lagi yang memenggal kalimat,mengutip perkataan atau sedikit cerita sejarah IM dengan tujuan 'black campaign' dan menistakan kemuliaan dakwahnya.
saya sepakat kalau maknanya seprti yang anda katakan, tapi bagi saya kalimat diatas tidak bermakna seperti yang anda inginkan, tapi saya berbaik sangka, mungkin ini adalah karena penterjemahan yang tidak sempurna
apakah engkau tidak merasa cukup dengan sunnahnya sehingga harus melakukan bid'ah ?