Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Tentang Pelarangan Ahmadiyah  (Dibaca 609 kali)


Offline oomnya fahrel

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #30 pada: 29 April 2008, 08:48:58 »
Saya tahu Al Quran dan Hadits, namun saya tidak setuju dengan isinya.....
Tidak semua yang bertentangan dengan Al Quran dan Hadits itu salah...

Nyasar banget pemikirannya  :wataw: :wataw: :wataw:

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 29 April 2008, 08:54:52 »
yaa, namanya juga bukan muslim
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline oomnya fahrel

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #32 pada: 29 April 2008, 09:06:58 »
yaa, namanya juga bukan muslim


Bukan muslim?  masa se'? afwan dikit OOT, antum kemana aja akhi, baru keliatan lagi?

Offline da vinci

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 3.432
  • Lokasi: wuhan
  • Jenis kelamin: Pria
  • zhu dajia wanshi ruyi
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 29 April 2008, 10:49:47 »
@oomnya fahrel

       itu TS-nya budha/atheist om!!!
" Ilmu kedokteran dan revolusi sama-sama  bertujuan untuk menyelamatkan manusia, tapi revolusi menyelamatkan lebih banyak manusia"
dr.sun yat zen

Offline oomnya fahrel

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #34 pada: 29 April 2008, 10:56:12 »
@oomnya fahrel

       itu TS-nya budha/atheist om!!!

Oh gitu, kalo gitu mending digembok aja dech pak Mod

Offline ishaputra

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 247
    • Lihat Profil
    • Sapere aude!
« Jawab #35 pada: 30 April 2008, 18:58:53 »
@ PH34R:
Kutip
sesat ya sesat ngerti gak, kalo sesat butuh diluruskan biar gak tambah tersesat

Silakan luruskan, dengan dakwah, bukan dengan kekerasan/pemaksaan.

Menjadi sesat adalah hak setiap orang. Anda (sebagai orang lain maupun sebagai saudara seiman) hanya berkapasitas untuk mengingatkan dengan dakwah. Kalau mereka tidak mau lurus, ya itu urusan mereka dengan tuhan. Kecuali, kalau aliran sesat tersebut sudah mulai melakukan hal yang merugikan secara kongkret, seperti membunuh, mencuri, dll, maka silakan diambil tindakan hukum.

Kutip
kalo gitu bisa jadi ada orang kresten mau merusak Islam (banyak lagi), dengan cara buat aliran baru mirip Islam dan dinamakan Islami

Silakan. Masyarakat yang cerdas tidak membeli nama, melainkan isi.

Ada ilustrasi. Pernah nonton film “Fly Me to Polaris?” Meskipun si Kepala Bawang berubah wajah, namun Suster Ciu Nan akhirnya bisa mengenalinya. Pesan dari cerita itu adalah “cinta sejati” tidak tertambat pada nama maupun penampilan luar, melainkan esensi.

Terkait soal agama, sudah saatnya masyarakat belajar cerdas untuk tidak selalu terjebak pada simbol, nama, atau penampilan luar agama, melainkan esensi.

Saya memandang “agama” itu hanya sebagai “bahasa” atau “medium” yang mengantarkan pesan-pesan esensial. Jadi masyarakat jangan terjebak pada “bahasa”, melainkan apa yang ingin disampaikan melalui “bahasa” itu.

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.061
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 30 April 2008, 19:02:02 »
@ishaputra

Sekarang coba bayangkan nama anda atau ayah anda dipakai untuk menipu atau korupsi, apakah ini bukan sebuah kejahatan yang harus dilarang?
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline JULIAN

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 168
    • Lihat Profil
« Jawab #37 pada: 01 Mei 2008, 02:23:22 »
???   mantan sesat pikirannya masih tetep sesat :hihi:

.......Mantan sesat mas pantes dia masih bengkok......hahahaha.

Offline adi isa

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.595
  • Jenis kelamin: Pria
  • let me, I'm thinking
    • Lihat Profil
    • http://feradiisander.wordpress.com
« Jawab #38 pada: 01 Mei 2008, 14:14:16 »
Kalau udah baca tulisan gw, kenapa iseng sekali menuduh yang tidak penting begitu? Gw tegaskan lagi kalo gw sepakat Ahmadiyah sesat, supaya lo ngga asal tuduh lagi. Fitnah itu dosa, mas.. ini sudah yang kesekian kalinya lo begitu.

Gw udah tulis juga koq sebelumnya, bahwa penodaan itu sifatnya subyektif. Menodai dari satu sisi, bisa berarti memperbaiki dari sisi lain. Jika kita menilai mereka telah menodai, cukuplah kita berdakwah bahwa Ahmadiyah sesat. Bukan melarangnya. Jika kita melarang dan menyegel masjid mereka, lantas apa bedanya dengan orang-orang kafir di masa lalu?

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (al-An'am:159)

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. (Al-Ghaasyiyah:21)
pendapat anda boleh juga, pake bawa2 dalil lagi
tapi, membiarkan kerusakan dan kemunafikan kepada islam didepan mata, perkara yang lumrah?
hanya karena anda bilang ini era demokrasi?

kalau anda baca pendapat semua myq disini, intinya
kita akan legewo kalau ahmadiah menyatakan mereka agama ahmadiah dan bukan islam,
dan islam memang agama yang dtujukan kepada ummat oleh Allah yang telah dianugerahkan kepada pengikut muhammad.
baca lagi alquran mas, dan salah satu ayat dalam alquran
mengatakan;
"telah kusempurnakan agamamu(islam)......

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu , tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 33:40)

jadi bila telah keluar dari alquran dan hadits,....masih berani bilang islam????

Offline ishaputra

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 247
    • Lihat Profil
    • Sapere aude!
« Jawab #39 pada: 01 Mei 2008, 18:20:36 »
@ishaputra

Sekarang coba bayangkan nama anda atau ayah anda dipakai untuk menipu atau korupsi, apakah ini bukan sebuah kejahatan yang harus dilarang?

Analoginya kok nggak pas...
Agama (konsep) itu bukan milik pribadi, melainkan milik publik.
Kemudian, fenomena "Ahmadiyah" bukanlah kejahatan seperti korupsi atau mencuri..

Jangan bikin analogi seenaknya sekedar untuk membenarkan pemikiran anda!!!

Offline permisi

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 64
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #40 pada: 01 Mei 2008, 21:00:27 »
@ishaputra
tau ngga sejarah ketika org munafik membuat masjid.kemudian mereka membujuk rasulullah untuk shalat di masjid tsb.tp rasulullah mengetahui niat mereka setelah diberitahu oleh Allah.rasulullah pun menyuruh para sahabat untuk menghancurkan masjid tsb.

Apakah anda tdk berfikir bahwa ajaran ahmadiyah telah menghancurkan persatuan kaum muslimin seperti yg pernah dilakukan oleh kaum munafik di masa rasulullah?mereka membuat kaum muslimin ini bingung dengan adanya ajaran mereka.dan yang paling parah mereka secara tidak langsung menuduh Allah LUPA karena tidak memberitahukan kepada rasulullah bahwa setelah beliau masih ada nabi yang bernama Mirza Ghulam Ahmad.
Berilmu sebelum berkata dan berbuat

Offline isa

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2006
  • Tulisan: 3.123
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 01 Mei 2008, 21:19:40 »
Menurut saya, pemahaman yang keliru terhadap Islam bisa terjadi pada siapapun mereka yang mengaku muslim. Jadi pemahaman yang keliru tersebut bisa terjadi pada ahmadii, sunii maupun syii. Pemahaman terhadap diinul islam memang sangat pribadi, apalagi di zaman yang global ini. Bisa jadi seorang muslim sunii pemahamannya mengandung unsur syiah, atau sebaliknya seorang syi-i pemahamannya mengandung unsur ASWJ, demikian juga ahmadi.

Namun demikian AL-Quran sudah secara tegas memberikan koridor terhadap kebebasan seseorang untuk memilih diin-nya. Oleh karena itu, pelarangan dan/ atau pemaksaan terhadap Ahmadi paling tidak bertentangan dengan ayat-ayat berikut:

Tidak ada paksaan dalam ADDIN; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (2:256)

Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (18:29)

Ayat di atas menunjukkan bahwa seseorang boleh memilih jalan kekafiran. Apakah ahmadi kafir ?
Kafir saja boleh, apalagi sekedar ahmadi.

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (5:54)

Ayat di atas menunjukkan tidak ada hukuman apapun bagi yang murtad (misal hukuman mati), apalagi hanya sekedar menjadi Ahmadi.

Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (9:7)

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang-orang musyrik saja punya hak pada keyakinannya, apalagi bagi Ahmadi yang mengakui ke-esaan Allah.

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (2:62)

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (5:69)

Orang-orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin saja masih punya peluang untuk mendapatkan pahala, apalagi ahmadi.
2:42. Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.


Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #42 pada: 01 Mei 2008, 21:29:43 »
Ati...ati?Ada paham LIBERAL?

Rabitah Alam Islamy....sudah menyatakan AHmadiyah aliran Sesat...dan bukan islam?
dalam konferensi di Mekkah 14-18 Rabiul Awwal 1394 H.

salah satu butir pernyataan yg disepakati:

Ahmadiyah adalah anak emas imperialisme inggris dan ia tidak muncul kecuali dalam proteksi imperial itu. Ahmadiyah menghianati masalah umat islam dan ia membantu imperialisme dan zionisme, ia bekerja sama dengan kekuatan yg oposisi thd islam, yang berjuang untuk menghancurkan aqidah islam dan memutarbalikannya...........

Menyatakan bahwa ahmadiyah itu adalah KAFIR dan keluar dari Islam......
Rabital Alam Islamy akan selalu berusaha menghamburkan uang untuk memberangus aliran Ahmadiyah, dan semua aliran yang mengatakan bahwa Muhammad bukan nabi terakhir.

Untuk itu meraka akan mempengaruhi para kyai mainstream dan MUI, dengan elusan dollar yang menggiurkan. Mereka para Arab itu tidak menghendaki ada orang islam berkiblat selain ke Saudi, sebab kalau hal itu terjadi maka devisa yang asalnya dari peziarah haji dan umroh akan terganggu pemasukannya.

Maka dari itu tuduhan dengan cara mengkafirkan orang yang anti arabisme adalah tuduhan paling afdlol dan paling pas. Lucunya banyak orang yang tidak tahu politik Arabisme ini mudah terpancing dengan semboyan2 Arabisme yang sekedar mengkultuskan Muhammad sebagai dewa, tetapi ajaran Muhammad sendiri disalah artikan dengan sekedar 5 perkara dan 6 rukun.
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline lovelymoslems

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.748
  • Lokasi: DKI Jaya
  • Jenis kelamin: Pria
  • change your avatar !!!
    • Lihat Profil
« Jawab #43 pada: 01 Mei 2008, 22:01:45 »
Menurut saya, pemahaman yang keliru terhadap Islam bisa terjadi pada siapapun mereka yang mengaku muslim. Jadi pemahaman yang keliru tersebut bisa terjadi pada ahmadii, sunii maupun syii. Pemahaman terhadap diinul islam memang sangat pribadi, apalagi di zaman yang global ini. Bisa jadi seorang muslim sunii pemahamannya mengandung unsur syiah, atau sebaliknya seorang syi-i pemahamannya mengandung unsur ASWJ, demikian juga ahmadi.
Benar, manusia yang mengaku muslim sendiri memiliki fantasi yang berbeda-beda tentang Tuhan mereka. Ada yang mengatakan meyakini Tuhan itu petugas KUA, sehingga banyak orang yang mengawinkan diri mereka didepan ka'bah, yang ujung-ujungnya cerai juga.

Ada juga orang yang meyakini Tuhan sebagai sinterklas, maka ketika orang memerlukan sesuatu pergi ke Tuhan. Sinterklas itu tidak akan mempersoalkan apakah yang diberi itu orang licik, koruptor, penjudi, klepto, sehingga mereka yang mengimani Tuhan sebagai sinterklas tiap hari kerjanya memuji-muji Tuhan, seolah dengan memuji Tuhan maka akan mendapatklan syafaat diakhirat kelak, padahal syafaat Allah itu hanya akan didapatkan bagi orang yang sudah berbai'ah. Orang yang sudah memiliki komitment mati untuk berjuang menegakkan aturabn Allah dimuka bumi, bukan kepada mereka yang cari muka kepada Tuhan tetapi tidak mau bekerja untuk kepentingan Tuhan.

Namun demikian AL-Quran sudah secara tegas memberikan koridor terhadap kebebasan seseorang untuk memilih diin-nya. Oleh karena itu, pelarangan dan/ atau pemaksaan terhadap Ahmadi paling tidak bertentangan dengan ayat-ayat berikut:

Tidak ada paksaan dalam ADDIN; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (2:256)

Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (18:29)

Ayat di atas menunjukkan bahwa seseorang boleh memilih jalan kekafiran. Apakah ahmadi kafir ?
Kafir saja boleh, apalagi sekedar ahmadi.
Allah saja rileks didalam menghadapi manusia yang memilih kesesatan, tetapi kenapa saat ini banyak manusia yang merasa dirinya lebih hebat dari Allah ? Menghujat orang, meneror orang, merusak properti orang, padahal Allah tetap aja memberi rijki pada yang memilih kesesatan.

Bukankah orang-orang seperti itu sangat irasional dan konyol, sayangnya secara berjamaah lagi !!!!

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (5:54)
Benar kan Allah benar-benar santai didalam menghadapi kaum yang menentangNYa, nggak mau ikut Allah yah didatangkan kaum yang mau tunduk patuh kepadaNya.

Tetapi para peneror (secara tulisan di milis ini), malah kebakaran jenggot, seolah dia merasa lebih mengerti kebenaran daripada Allah. Padahal didalam kehidupannya sehari-hari mereka-mereka itu justru tidak pernah menghadirkan ruh Allah kedalam perkataan, tindakan dan perilakunya.

Kita justru terhenyak salut, kepada Ahmadiyah yanglebih berakhlak, sopan, berilmu dan ulet.

Ayat di atas menunjukkan tidak ada hukuman apapun bagi yang murtad (misal hukuman mati), apalagi hanya sekedar menjadi Ahmadi.
sayang sekali preman-preman berjubah itu tidak mampu menunjukkan akhlak Allah seperti itu, mereka bahkan mampu mengeluarkan kata-kata yang Muhammad sendiri tidak pernah mengatakan kepada orang kafir sekalipun seperti : halal darah Ahmadiyah, wah-wah wah agama model apa ini.

Orang Arab yang suka berperang dan suka menghujat adalah para penyembah dewa Baal dan Molok, rupanya pengikut Baal dan Molok subur menjamur di bumi yang memiliki akar kultur yang ramah tamah, sop[an santun dan tolong menolong, sayang dengan hadirnya pengikut Baal dan Molok ini kultur Indonesia yang seperti itu mereka bilas sehingga tidak tersisa.

Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. (9:7)

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang-orang musyrik saja punya hak pada keyakinannya, apalagi bagi Ahmadi yang mengakui ke-esaan Allah.

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (2:62)

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (5:69)

Orang-orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin saja masih punya peluang untuk mendapatkan pahala, apalagi ahmadi.
Orang yang mengaku sebagai salafy dan Islam Arabisme lain yang mengatakan ingin menunjung tinggi ajaran Islam murni, sebenarnya adalah orang-orang yang menjalankan agamanya berdasarkan dogma-dogma yang salah. Mereka selalu mendengung-dengungkan bahwa Yahudi dan Nasrani adalah musuh Islam, padahal Nabi sendiri pamannya (dari Khadijah) orang Nasrani, dari pamannya yang banyak mengajari Kitab-Kitab Allah, salah satu isteri Nabi adalah Maria Kiptiyah orang Yahudi, Salahuddin Al Ayubi setelah penaklukaan Yerusalem mengundang Yahudi seluruh dunia untuk kembali, sebelumnya pasukan Yahudi dan Muslimin berjuang sampai titik darah penghabisan melawan pasukansalib Frankreis yang digambarkan sebagai  Muslim dan Yahudi yang gugur mempertahankan Yerusalem darahnya mengalir kemana-mana sampai setinggi lutut.

Ayat al Quran jelas memberlakukan bangsa manusia memiliki hak yang sama disisi Allah asalkan mereka benar-benar shaleh, tetapi kaum salafy dan premanisme Arab mengobar-kobarkan kebencian sesama manusia hanya karena berbeda ras dan keyakinan.
Hidup sesuai tuntunan Rasul adalah berjuang tegakkan syariat dan hapuskan kemusyrikan

Offline OCU NOANGKO

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 410
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #44 pada: 02 Mei 2008, 10:05:12 »
Dengar tuh orang sesat ngomong, katanya ada kiblat selain dari Mekkah......