Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: KRL Ekonomi, I Love U  (Dibaca 6022 kali)


Offline deniikhwan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 1.676
  • Jenis kelamin: Pria
  • my frennnnnnn
    • Lihat Profil
    • hanyadenisaja
« pada: 22 April 2008, 20:58:53 »
Kereta dan Permasalahannya.


KRL (Kereta Listrik), siapa yang tak tahu, apalagi yang tinggal di Jabodetabek. Hampir tiap hari 76 % penduduk Depok menggunakan transportasi satu ini.* Apa yang membuatnya diandalkan, mungkin karena hemat juga cepat. Bayangkan saja Bogor-Jakarta hanya ditempuh dengan waktu perjalanan 1 jam, itu dengan KRL ekonomi biasa, salah satu jenis KRL yang paling irit biaya sekali antar. Bogor-Jakarta hanya dikenakan biaya Rp. 2.500 (Saat ini). Tak heran banyak yang menggunakan KRL yang satu ini, tak hanya yang memiliki perekonomian lemah, tapi juga tingkat atas ada juga yang menggunakannya.

Namun, ada saja kekurangan yang dimiliki. Salah satunya, bebasnya pedagang atau pengamen yang hilir mudik dari satu gerbong pindah ke gerbong lainnya. Tak sedikit dari mereka yang menggangu, tapi tak sedikit pula yang sangat mengganggu. Apalagi disaat KRL penuh penumpang. Sudah begitu, terkadang kedatangan KRL Ekonomi seringkali ngaret (lama). Jumlah KRL ekomoni yang ada tak diimbangi dengan jumlah penumpang. Terkadang harus berdesak-desak.

Itu baru faktor dari KRL, belum lagi penumpang. Dengan KRL, kita bisa melihat wajah-wajah egois. Ketika kereta dalam keadaan penuh, tak sedikit dari mereka yang tujuannya masih jauh berdiri dekat pintu sehingga tak sering menghalangi penumpang yang segera turun atau naik. Bukan hanya itu saja, penumpang yang ingin naik terkadang inginnya cepat masuk ke dalam kereta tanpa sadar ada juga penumpang yang ingin turun. Ya seharusnyalah penumpang yang turun didahulukan. Kadang saya suka prihatin melihat ini.

Seiiring pesatnya dan banyaknya minat penumpang menggunakan KRL dengan fasilitas yang lebih, PT KAI Div. Jadebotabek menambah KRL dengan KRL AC yang nyaman, berhenti setiap stasiun, nyaman, dalam perjalanannya tidak ada pengemis, pedagang atau pengamen. Pengawasan yang ketat juga dapat dilihat dari adanya pemeriksa karcis atau pegawai KRL yang berjaga di setiap gerbongnya. Tak seikit masyarakat yang beralih menggunakan KRL AC Ekonomi ini. Walaupun bisa ditilik harga tiap sekali antar Rp. 6.000,- dekat jauh. Tapi, apalah harga segitu buat mereka yang ingin nyaman dalam keberangkatannya.

Tidak begitu dengan saya, saya tetap cinta KRL Ekonomi biasa apa adanya.

 

 

Wallahu Alam Bishawab

Wassalamualaikum wr wb

 

Sumber:

*. Koran Monde

Offline retnoarum

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 4.113
  • Lokasi: Bekasi
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 22 April 2008, 21:05:05 »
heemmm...jadi kangen sama masa-masa masih menggunakan transportasi KRL...
kangen suasanany...stasiun dimana dulu daku juga pernah mengais rezeki  :'( (stasiun kranji penuh kenangan)

Offline mcady

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.059
  • Jenis kelamin: Pria
  • in gold we trust
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 25 April 2008, 16:02:34 »
krl ac nya kemahalan  :marah:

masak dari 2500 naiknya 6000  :marah:

kalo 4000 an sih mendingan  :marah:
you may have crushed my soul..
but you'll never have my boots.

Offline deniikhwan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 1.676
  • Jenis kelamin: Pria
  • my frennnnnnn
    • Lihat Profil
    • hanyadenisaja
« Jawab #3 pada: 26 April 2008, 17:25:24 »
krl ac nya kemahalan  :marah:

masak dari 2500 naiknya 6000  :marah:

kalo 4000 an sih mendingan  :marah:

sabar mas!!! hehehe...

Offline raiden

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 1.114
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 26 April 2008, 19:37:17 »
Ingat waktu kuliah dulu...
Sering banget ngga bisa turun karena di dalam KRL udah jadi pepes, bisa keluar karena kedorong gerombolan penumpang lain :hihi:
Saya juga sekarang kalo pulang ke Jakarta karena ada diklat di bogor selalu menggunakan KRL ekonomi...
Menurut saya di KRL ekonomi itu merupakan cerminan bangsa Indonesia sekarang ini... Yang bisa bikin senyum2 sendiri, yang bisa bikin prihatin, dll.

Terakhir kali saya naik KRL ekonomi bulan November tahun lalu...  :)
SIMPATISAN FORUM KADER PEDULI

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS Ad Dzaariyaat 55).

Offline aisya

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 6.378
  • Lokasi: jakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • I Love Allah
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 30 April 2008, 13:43:45 »
iya sih kangen juga ama krl tapi kalo naik kereta enak bareng temen2, kalo ga banyak copet ama pria iseng  :awas: mereka tuh yg bikin ga nyaman , kalo pedagang mah its ok koq malah aku seneng banget soalnya suka ada benda yang lucu2 trus harganya murah  :)
I LOVE ALLAH

Offline sy sk gorengan

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 506
  • Jenis kelamin: Pria
  • ^~^ Spirited Away ^~^
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 30 April 2008, 22:53:33 »
KRL ekonomi? itu artinya murah, cepat, dan ada toserbanya... plus dan ini yg nggak dipunyai noda angkutan lain : live show performance band alias pertunjukan ngamen anak2 muda berbakat, paling seneng lihat grupnya Januarisman (Aris)... engg... tapi skrg mungkin dia nggak bakalan ngamen lagi... Idol sih.

Offline mcady

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.059
  • Jenis kelamin: Pria
  • in gold we trust
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 02 Mei 2008, 22:42:09 »
Kutip
sabar mas!!! hehehe...

oke..oke, saya mencoba berpikir jernih  :hmmm:

kalo menurut saya sih begini. memang PT. KAI dilematis untuk menjalankan KRL eko. soalnya tekor biaya operasionalnya. mana keretanya yang paling duluan rusaknya. apalagi yang jenis Holec yang jalannya kayak odong-odong dan sering mogok.

tetapi itu bisa diatasi yaitu dengan pemberian PSO atawa public service obligation alias subsidi. jadi yang ngasi PSO nya negara, terus yang mengoperasikan KRL eko PT. KAI.

nah, masalahnya menurut PT KAI jumlah PSO nya kurang melulu. sementara negara belakangan ini kan sepertinya alergi mendengar kata2 subsidi. jadi nggak nyambung deh.

you may have crushed my soul..
but you'll never have my boots.

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #8 pada: 03 Mei 2008, 07:54:45 »
Kl g mw ngasih subsidi,hapus sistem monopolistik KAI,buka kesempatan perusahaan swasta untuk turut memberi pelayanan pada masyarakat,beres.
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline mcady

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.059
  • Jenis kelamin: Pria
  • in gold we trust
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 04 Mei 2008, 00:20:45 »
ya, itu adalah salah satu upaya untuk membuat pelayanan KA menjadi lebih baik. cuma masalahnya kalo pers. swasta ikut main, mereka pasti maunya main di area yang profitnya gede, yaitu kereta komersial baik kelas bisnis dan eksekutif.

sementara kelas eko? wah saya berani taruhan swasta pasti gak berani ambil. soalnya klasik, gak ada gizinya :D

tetap aja peranan subsidi negara masih besar untuk mengatasi hal ini. lha wong diluar negeri juga begitu kok.  :)

masalahnya, kalo diluar negeri negaranya gemuk2, nah kalo disini negaranya kurang gizi  ;D

peace  :dada:
you may have crushed my soul..
but you'll never have my boots.

Offline WT615

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 1.997
  • Lokasi: Bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Melihat kedalam
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 04 Mei 2008, 00:49:32 »
KRL Bekasi-Kota. Padat, Hemat dan Cepat(kadang2) juga Ngadat(mogok).

2 tahun naek KRL Eko 06.42 (Rp. 1500/Abodemen Rp. 45000)...Bekasi-Kota via gambir, hampir selalu di gerbong 4. Kalo ketinggalan, (terpaksa)naek semex 07.05, express 06.55.










*kayaknya sy pernah bikin tret ky gini...
Begadang... jangan begadang... kalau tiada artinya...

Offline mcady

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 1.059
  • Jenis kelamin: Pria
  • in gold we trust
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 04 Mei 2008, 00:54:28 »
kira2 padet mana ya ama krl bogor-kota?

kayaknya sama deh. :D
you may have crushed my soul..
but you'll never have my boots.

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #12 pada: 04 Mei 2008, 08:46:41 »
ya, itu adalah salah satu upaya untuk membuat pelayanan KA menjadi lebih baik. cuma masalahnya kalo pers. swasta ikut main, mereka pasti maunya main di area yang profitnya gede, yaitu kereta komersial baik kelas bisnis dan eksekutif.

sementara kelas eko? wah saya berani taruhan swasta pasti gak berani ambil. soalnya klasik, gak ada gizinya :D

tetap aja peranan subsidi negara masih besar untuk mengatasi hal ini. lha wong diluar negeri juga begitu kok.  :)

masalahnya, kalo diluar negeri negaranya gemuk2, nah kalo disini negaranya kurang gizi  ;D

peace  :dada:
lho, justru bagus itu. mosok mentang2 rakyat miskin dikasih pelayanan kandang sapi mulu (super duper ekonomis). bagus lah kalo semua kereta di Indonesia bertingkat bisnis dan eksekutif. tapi jangan dipersempit istilah bisnis dan eksekutif ini harus serba mahal. toh soal harga pemerintah bisa ikut campur dengan memberikan standarisasi harga. contoh nyatanya kayak perang tarif telekomunikasi saat ini, udah mulai murah kan? ;)
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline kwilyan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 393
  • Lokasi: Jakarta, indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
  • Putting Truth First
    • Lihat Profil
    • KAORI News Online
« Jawab #13 pada: 04 Mei 2008, 23:07:51 »
Ah aku tiap hari naik pakuan AC Bogor-kota yg 11 ribu tuh.
Dan gw gak heran ada yg mengeluh soal pelayanan.

Orang indo itu bandel, gak mau nurut ama peraturan. Apa-apa dirusak. Gak kaca, kursi, pintu, dll.

Makanya gw setuju kalau eko non ac dihapus. Minimal ada perbaikan.

Tahu KA Merak Jaya (semex KRD merak)? Meski non AC tapi pelayanan berkelas. Ada petugas, dan gak ada asongan atau penumpang gelap.
Harga 2x KRD biasa sih.

Makanya gw pesimis dgn harga 2500 akan ada perbaikan layanan krl eko non ac. Karena tarifnya minimal 5 ribu, menurut perhitungan.

Dan percaya kalau eko AC 6 ribu itu harga subsidi? Yg harusnya 9 ribu?

Karena gw ikut milis jadi gw paham lah soal ini.

Sori kalau menyinggung.

KAORI News Online | Jurnalisme Anime dan forum untuk rakyat Indonesia!
Yareyare... mengapa kita harus susah2 berdebat dgn orang yang udah dikunci akalnya? (2:8-20)

Offline kwilyan

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 393
  • Lokasi: Jakarta, indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
  • Putting Truth First
    • Lihat Profil
    • KAORI News Online
« Jawab #14 pada: 04 Mei 2008, 23:08:30 »
Ah aku tiap hari naik pakuan AC Bogor-kota yg 11 ribu tuh.
Dan gw gak heran ada yg mengeluh soal pelayanan.

Orang indo itu bandel, gak mau nurut ama peraturan. Apa-apa dirusak. Gak kaca, kursi, pintu, dll.

Makanya gw setuju kalau eko non ac dihapus. Minimal ada perbaikan.

Tahu KA Merak Jaya (semex KRD merak)? Meski non AC tapi pelayanan berkelas. Ada petugas, dan gak ada asongan atau penumpang gelap.
Harga 2x KRD biasa sih.

Makanya gw pesimis dgn harga 2500 akan ada perbaikan layanan krl eko non ac. Karena tarifnya minimal 5 ribu, menurut perhitungan.

Dan percaya kalau eko AC 6 ribu itu harga subsidi? Yg harusnya 9 ribu?

Karena gw ikut milis jadi gw paham lah soal ini.

Sori kalau menyinggung.

KAORI News Online | Jurnalisme Anime dan forum untuk rakyat Indonesia!
Yareyare... mengapa kita harus susah2 berdebat dgn orang yang udah dikunci akalnya? (2:8-20)