Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Horor Di UIN Jakarta  (Dibaca 2088 kali)


Offline wahyou

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 219
  • Lokasi: Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #90 pada: 04 Maret 2008, 16:56:23 »
Kadang memang miris juga melihat keadaan seperti ini,,,

Mereka kebanyakan menjalankan syariat islam dengan sami'na wa fikirna,,, bukannya sami'na wa

atha'na,,,

Duh,,, memang menyebalkan,,,

Apa-apa yang telah tertulis dalam Al-Quran sejak Allah menyampaikannya kepada Muhammad

melalui Jibril,,, dijalankan oleh mereka pake dipikir-pikir dahulu utk diamalkan,,,,,tanpa langsung diamalkan,, :'( :'(

Yang lebih miris lagi,,, mereka yang seperti itu adalah alumni Pondok Pesantren,,,, haaaaaaa,, :toe: :'( :-\

Yang notabenenya lebih paham dari mahasiswa yang non pondok yang malah lurus2 aja,,,

Astagfirullah,,,,


Namun tidak semua lho mahasiswanya seperti itu,,,

Ambil yang baik-baiknya aja,,, O0 O0

Kaya gitu ko dibikin repot,,,,
nothing special....

Offline sunyi

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 337
  • Lokasi: Bekasi Barat
  • Jenis kelamin: Pria
  • wala ta'jal bilqur'ani warattilil qur'ana tartiila
    • Lihat Profil
« Jawab #91 pada: 04 Maret 2008, 17:00:56 »
inikah gambaran gagalnya pendidikan dirumah dan diluar rumah dalam menanamkan IMAN dan ISLAM?

Harus disadari oleh para Pendidik (apalagi sebagai Pendidik yg membawa nama ISLAM) bahwa tanggung jawab mereka adalah sangat besar dalam mencetak generasi yang berkualitas....dan harus disadari bahwa sebagai Pendidik bukanlah sekedar profesi untuk mengejar recehan.
(Al Quran) Ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.(3.138)

Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.(68.52)

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #92 pada: 05 Maret 2008, 00:05:54 »
kemarin aku ketemu sama seorang trainer motivasi. Islami. Dia biasa jelaskan skema2 tentang ajaran dan konsep2 Islam dalam trainingnya. Sentuhan motivasinya pun dengan penjelasan iman yg mantab.
Ada seorang mahasiswa senior UIN komentar:
"Kok skema2 Islam kaya gini gak kita dapatkan di UIN? Kalo tahu sehebat ini, saya mah gak perlu repot2 jadi liberal dulu."

Bisa jadi merka liberalpun secara ngawur, karbitan dan kuper. Seperti katak dalam tempurung.
cuman ketemu training yang rapi selama 3 hari aja dah rontok tuh ide2nya.
ttd

(tangan)

Offline lynxluna

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 2.579
  • Lokasi: Yogya-Jakarta-Bandung-Magelang
  • Jenis kelamin: Pria
  • I am not a geek
    • Lihat Profil
    • A nerd web
« Jawab #93 pada: 07 Maret 2008, 20:47:22 »
SMU Negeri biasa (tmpt sy skul dulu) --> kehidupane islami banged, banyak orang-orang yang pake jilbab, walo banyak motivasi, entah karnea malu coz sebagian bersear berjilbab atawa karena emang mau istiqamah.

MAN/SMU Muhammadiyah (walo ga semua) --> isinya anak2 gawul... kalo pake jilbab di skul aja... ke luar pake pakaian ketat... bahkan pacaran terang-terangan di sekolah..

sungguh amad ironis.
Ada yang bisa ngalahin ini :

Offline sang_demonstran

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 1.106
  • Lokasi: Pondok Pinang Jakarta Selatan & Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Melawan segala Penindasan
    • Lihat Profil
« Jawab #94 pada: 07 Maret 2008, 22:24:55 »
Dari pernyataan dan sikap myQerz semuanya, tampak jelas bahwa hampir semua merasakan prihatin melihat kondisi di kampus pergerakan yang bernama UIN Syarif Hidayatulllah. Bahkan sebelum dari trid ini diangkat, jauh-jauh hari sudah ada artikel-artikel di media yang membahas masalah kondisi UIN terutama di majalah Sabili.

Dan perlu teman-teman myQers ketahui, bahwa rasa prihatin yang diutarakan teman-teman semua ternyata tidak menimbulkan perubahan berarti buat kemajuan dakwah islam di UIN. Saya butuh lebih dari itu, utamanya adalah dukungan moral dan dukungan doa dari myQers. Dukungan inilah yang menjadi amunisi utama para ADK untuk terus menegakkan dakwah Islam yang notabene berada di kampus islam. Dan dari sini tentunya kita bisa mengambil Ibroh yang berharga, nyatanya kampus islam dan orang islam sendiri pun harus di dakwahi. Meskipun saya tidak menafikkan bahwa keanehan-keanehan yang dipaparkan oleh pembuat trid ini memang ada.

Saya pun bersama para ADK lainnya sedang berusaha membangun dan mengkokohkan bangunan dakwah yang ada dari intimidasi dan ancaman yang terorganisir dari mahasiswanya maupun dari para pejabat kampusnya. Dan tentunya keprihatinan-keprihatinan yang diutarakan harusnya bisa bijaksana, karena saya perhatikan sikap yang diutarakan sebagian myQers juga dilandasi dengan sikap apatis dan apriori tanpa memberikan dukungan moral kepada para ADK2-nya. Saya juga menyadari bahwa ADK jelas belum mampu menghilangkan sepenuhnya penyakit2 kronis tersebut, tapi ADK juga bisa mengurangi dan mewarnai dampak dari penyakit tersebut. Mewarnai pergerakan kampus dari arus liberalisme, menguasai lembaga-lembaga eksekutif di tingkat jurusan dan fakultas dan berusaha untukmerebut kembali tampuk kepemimpinan eksekutif universitas.

Dukungan teman-teman myQers memberikan arti khusus buat para ADK disana, paling tidak bisa mengobati perasaan pesimitis para ADK untuk istiqomah menegakkan dakwah dan moral islam di kampus UIN tercinta. Allahu 'alam


Offline sang_demonstran

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 1.106
  • Lokasi: Pondok Pinang Jakarta Selatan & Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Melawan segala Penindasan
    • Lihat Profil
« Jawab #95 pada: 07 Maret 2008, 22:34:35 »
Perlu diketahui oleh myQers semua,
bahwa semenjak Depag dipimpin oleh Maftuh Bayusmi, PTAIN2 di seluruh Indonesia di stop untul melakukan konversi menjadi UIN karena pertimbangan untuk menjaga khazanah keilmuan Islam
Memang sebelum Maftuh Basyumi menjadi Menteri Agama, kondisi keislaman UIN sangat memprihatinkan
Dan saat ini memang sedang ada perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan akhlak di PTAIN2

Offline abu hasna

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 138
    • Lihat Profil
    • Extra Income, Bisnis Part Time
« Jawab #96 pada: 08 Maret 2008, 08:27:12 »
ini ada tanggapan dari rekan saya Herdi Jayakusumah, beliau adalah Ketua Kongres Mahasiswa UIN Jakarta, semoga bisa mengklarifikasi masalah ini.

----------------------------------------------------------------

Assalamu'alaikum..
 
UIN lagi.. UIN lagi.. UIN lagi..

Ini tanggapan saya:
 
“Mir, gimana kabar UIN?” beberapa teman sering menyapa dengan pertanyaan seperti itu. Saya hanya diam, bukan tidak mau menjawab, tapi karena tidak tahu harus menjawab apa. Tapi kadang saya paksakan diri dengan memberi jawaban singkat “hmm…gimana yah, ah gitu. deh”. Jawaban yang tidak jelas dan menggantung. Namun saya berharap semoga mereka memahami maksud di balik jawaban itu. Kadang mereka merasa kurang puas dan kembali bertanya ini dan itu…. saya bingung harus menjawab bagaimana. Kalau sudah buntu, ya saya jawab saja; “kacau disana mah…tau deh tu kampus gimana, parah banget.” Jawaban ini hanya merepresentasikan kondisi di kampus 2 (kampus pasca) karena saya kurang ma’rifah dengan kampus 1 (kampus mahasiswa S1).
 
Herdi: Kalau anda bilang "kacau disana mah, tau deh tu kampus gimana, parah banget" dan itu hanya merepresentasikan kondisi di kampus 2, kenapa anda tidak memberikan hujjah atau fakta sehingga anda bilang parah? menurut saya itu tidak adil..
 
 
Kalau masalah virus sipilis (sekularisme, pluralisme, liberalisme) yang menggerogoti kampus Islam tersebut, saya sudah mafhum. Atau fenomena pakaian ketat para mahasiswinya, serta model jilbab “berponi”. Itu sudah menjadi pemandangan biasa. Tapi ada hal lain yang membuat kampus ini memang layak diberi embel-embel seperti judul diatas. Ironis!
 
Herdi: Fenomena pakaian ketat? Anda membuat sebuah paradigma yang tidak adil, apa asumsi anda berkata seperti itu?  Semua mahasiswi UIN Jakarta menutup aurat-nya, dan lebih banyak yang pakaiannya normal dibanding yang ketat, apa maksud anda model jilbab 'berponi'? anda sangat tendensius.! hati-hati, statement anda cenderung fitnah, ya, anda telah memfitnah mahasiswi yang sedang mencari ilmu agama, hati-hati ya bicaranya..
 
Hal pertama yang membuat miris adalah, kisah seorang teman yang mengatakan kost-kostan di belakang UIN, yang tentunya di huni oleh anak-anak UIN, mengadakan pesta sabu-sabu pada malam valentine serta terjadi perkosaan anak UIN oleh anak UIN sendiri. Kost-kostan tersebut memang terkenal sering terjadi kasus-kasus pidana.
 
Herdi: Kost di kampus manapun bukanlah tanggung jawab suatu kampus, kecuali asrama, artinya tidak bisa mengaitkan kehidupan kost-kost-an dengan UIN, perkosaan anak UIN oleh anak UIN? Terkenal kasus pidana? hal tersebut cenderung mem-fitnah.!
 
 
Kedua, novi menceritakan bahwa setiap malam yang esoknya adalah hari libur, baik hari libur sabtu maupun libur merah, pasti selalu ada konser band sampai larut malam. Hal ini tentunya membuat marah penduduk sekitar yang menjadi terganggu dengan ulah anak-anak UIN. Bukan main…di UI saja, tidak pernah ada konser band sesering itu, kecuali kalau memang ada acara tertentu. Tapi seingat saya, kalau konser band yang diadakan sampai larut malam, itu malah tidak ada. Hal ini membuat saya bertanya pada Novi , memangnya tidak ada larangan dari birokrat kampus untuk acara-acara seperti itu? Dia menjawab. “kak, di UIN itu, mau ngadain apa aja bebas, pokoknya bebas, gak ada yang ngelarang (lebih tepatnya tidak ada yang peduli). Ngadain bedah buku ‘ Ada pemurtadan di IAIN aja bisa’”.
 
Herdi: Statement yang mengatakan setiap malam yang besoknya libur ada konser band adalah salah dan keliru, sungguh hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, apa maksud sampai larut malam, di UIN itu ada jam malam, tidak sebebas yang dilontarkan, UIN memang cenderung dapat memfasilitasi kegiatan apa saja, tapi bukan berarti tanpa batasan. Yang bicara tidak ada larangan berarti dia tidak tahu apa-apa tentang UIN, mungkin hanya mahasiswa yang tidak punya kepedulian atau tidak punya kehidupan sosial.
 
 
Ketiga, kampus Islam yang sangat tidak menghormati ajaran Islam. Betapa tidak, ketika adzan magrib berkumandang dan waktu shalat di mulai, mahasiswa yang sedang bermain futsal, voli  dan olah raga lainnya, tidak ada tanda-tanda kegiatan tersebut dipending atau dibubarkan. Mereka terus saja bermain. Padahal, letak lapangan tersebut berada tepat di depan pintu masuk masjid kampus, bahkan sangat dekat karena berada dalam satu bangunan.
 
Herdi: Nampaknya yang mengeluarkan statement diatas tidak pernah shalat berjama'ah di Masjid UIN, saat adzan maghrib berkumandang, masjid UIN tidak pernah sepi, dimulai dari shalat sunnah, lalu shalat maghrib berjama'ah, lalu setelah itu ada yang tilawah (membaca Al-Qur'an), ada yang diskusi, dan lain-lain.. Hati-hati lagi ya..
 
 
Keempat, Kondisi dakwah kampus disana yng sangat dipersulit gerak-geriknya dan penuh intimidasi. baik oleh dosen-dosen maupun mahasiswa “kiri”. Hingga masalah rekruitmen pun menjadi sangat memperihatinkan. Beberapa tahun yang lalu, pernah terekruit MABA mencapai 800 orang, namun tahun kemarin 100 MABA saja tidak sampai. Seorang dosen nyeletuk di depan aktifis dakwah kampus UIN “emang masih jaman ada lembaga dakwah kampus di universitas Islam?” mendengar kalimat itu bikin kuping jadi panas, so what gitu loh?!
 
Herdi: Dakwah Kampus yang dimaksud adalah LDK? Kondisi dakwah kampus dipersulit oleh dosen? dosen tidak bisa meng-intimidasi aktivitas mahasiswa, apapun itu.! Kondisi dakwah kampus dipersulit oleh mahasiswa kiri? apa definisi mahasiswa kiri?
Terkait rekruitment MABA yang kurang itu bukan fenomena yang baru dan hanya terjadi di UIN, mungkin saja itu kesalahan para aktivis LDK-nya.! Ingat jatuhnya dakwah bisa juga di tangan para da'i lho..
 
 
Kelima,  Kembali cerita dari Novi tentang kondisi mahasiswa disana. Yah seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, sangat beraneka ragam. Dari yang meyakini tidak wajibnya shalat bagi umat Islam, yang N11, sampai yang atheis, sangat banyak. Yang bikin lebih heboh lagi yaitu adanya demonstrasi menentang penggunaan jilbab di kampus UIN. Hebat! Banyak sekali “kemajuan” di UIN. Sangat jauh berbeda dengan kisah seorang teman di pasca bahwa dulu, awal 90-an saat dia kuliah di UIN, para mahasiswinya itu memakai pakaian (jilbab) yang panjang.
 
Herdi: Kondisi mahasiswa yang disebutkan di atas adalah hal yang ada di setiap kampus, jadi tidak bisa di bebankan ke kampus UIN saja, lalu maksudnya sangat banyak apa? Karena sampai saat ini tidak ada data yang jelas.
 
 
Keenam, Ketika momen pemlu yang diadakan setiap tahun untuk memilih presiden BEM, ada kejadian-kejadian yang tidak lazim terjadi terutama di kampus-kampus sekular seperti UI. Entahlah apakah hal ini memang biasa terjadi atau bawaan dari dunia pesantren yang tidak sesuai sunnah. Demi mendapat kemenangan yang diinginkah oleh sebuah parpolma tertentu, kader-kader mereka siap melakukan apa saja untuk mendapatkan kemenangan sekalipun perbuatan itu dilakukan dengan cara mistis. Ketika waktu pencoblosan, di bilik suara banyak berserakan paku payung, menurut pengakuan salah seorang kandidat presiden dari Partai Intelektual Muslim (PIM), saat berada di bilik suara dan hendak mencoblos kertas suara, dia menjadi lupa partai apa yang harus dia coblos. Selain itu dalam kotak-kotak suara juga terdapat jarum-jarum dan beras kuning, benda-benda yang jelas tidak ada hubungannya dengan prosesi pemilu. Nampaknya “dunia lain” juga turut ambil andil dalam dinamika kemahasiswaan di UIN.
 
Herdi: Saya adalah anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN yang menjalankan PEMILU, wacana mistis memang masih ada, bahkan ada yag tertangkap tangan sedang menyebar beras merah dan putih di belakang kotak pemilihan suara, tapi hal tersebut tidak dapat diklaim bawaan dari pesantren. lagi pula di fakultas terjadinya hal tersebut kader partai yang melempar beras merah dan putih partainya tidak menang 
 
 
Ketujuh, Setiap orang yang melihat UIN Jakarta pasti akan berdecak kagum dengan kemegahan gedung-gedung kampus yang menjulang tinggi nan apik. Persis meniru pola bangunan kampus Al-Azhar Mesir. Terus terang, salah satu alasan saya memilih UIN, karena jatuh hati dengan model bangunannya yang membawa pikiran pada kampus Azhar =D jadi meskipun jauh dimata insyaAllah tetap dekat di hati. Meskipun dana yang diperoleh untuk membiayai bangunan indah tersebut berasal dari Barat (baca: Amerika). Ternyata keindahan dan kemegahan fisik kampus UIN tak seindah kondisi di dalamnya. Novi mengatakan betapa UIN telah menjadi wilayah yang paling available untuk “berkhalwat”. Dilantai 7 gedung-gedung UIN, biasanya selepas magrib atau menjelang waktu malam, akan ditemukan banyak pasangan yang berduaan dalam gelap. Begitu pula di perpustakaan yang harusnya menjadi tempat yang nyaman untuk membaca dan belajar, malah merangkap menjadi tempat yang nyaman pula bagi banyak pasangan lawan jenis untuk mengekspresikan kasih sayang mereka. Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.
 
Herdi: Dananya dari barat? tidak, dana-nya dari IDB, Bank dan pemerintahan di Indonesia. Kenapa bisa mengatakan lantai tujuh terjadi khalwat? hal itu tidak benar.! perpus tempat yang nyaman pula bagi banyak pasangan lawan jenis untuk mengekspresikan kasih sayang? Hal itu juga tidak benar.!
 
 
Bagaimana tidak saya katakan bahwa dari beberapa poin diatas telah menjadikan judul tulisan saa “Horor di UIN Jakarta ”. Rasanya tidak berlebihan, karena menurut saya, fenomena kerusakan tersebut lebih seram dari film horor. Dalam hati saya bertanya-tanya, bagaimana agar dapat merubah “markaz” pembentukan generasi muda Islam ini menjadi benar-benar berada pada jalan yang lurus. Karena dosen-dosen di UIN mayoritas adalah hasil produk barat yang tidak diragukan lagi kekacauannya. Menurut Novi, tidak akan lolos kader-kader dakwah yang hanif untuk memegang jabatan penting seperti Dekan, yang punya otoritas merubah sistem di fakultas. Apalagi Rektor!
 
Herdi: Hal atau hujjah yang anda katakan sangat tendensius dan tanpa data atau analisis yang valid, hati-hati akhi, bahkan cenderung fitnah.!
 
 
Akhirnya terpikirkan Depag. UIN berada di bawah Depag, sekiranya menteri agama adalah orag yang benar-benar peduli dengan kondisi masa depan umat Islam tanah air, harusnya dia punya inisiatif untuk lebih memperhatikan dan merekonstruksi kondisi UIN. Baik dari struktur birokrasi maupun kurikulum.
 
Herdi: Memang kenapa dengan birokrasi dan kurikulum-nya?

&bsp;
Herdi lagi: Maaf yang saya sampaikan  adalah reaksioner dan tanpa data serta analisis yang jelas, karena hanya sekedar tanggapan dari sebuah tulisan. mohon maaf bila ada yang tidak berkenan, sungguh harusnya muslim itu bersaudara, muslim itu bersatu, muslim itu saling nasihat dan menasihati.

"Ya  Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan kecintaan hanya kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepada-Mu,
bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu,
dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu.
Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah,
abadikanlah kasih sayangnya,
tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu,
hidupkanlah ia dengan ma'rifah-Mu,
dan matikanlah ia dalam keadaan syahid di jalan-Mu.
Amin."

Wassalam.


Herdi Jayakusumah
Ketua Kongres Mahasiswa UIN Jakarta
 
 
 
herdijayakusumah.wordpress.co m
Ingin Tampil Langsing, Sehat dan Energik?
Ganti sarapan pagi anda dengan Healthy Breakfast..
http://sarapansehatku.blogspot.com

Offline topeng45

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.045
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #97 pada: 10 Maret 2008, 04:05:55 »
berpikir realistis aja tidak mampu apalagi berbuat realistis...

Offline amar

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2006
  • Tulisan: 2.944
  • Lokasi: Makassar
  • Jenis kelamin: Pria
  • Andai kukatakan dahulu kalau diri ini mencintaimu
    • Lihat Profil
« Jawab #98 pada: 10 Maret 2008, 11:12:08 »
salaamun 'alaykum
jngan mengharapkan kelahiran orang hebat dari IAIN atau UIN. sebab, pada dasarnya, mereka telah melakukan perbuatan yang mendekati kesesaatan yang kalau tidak dicegah maka akan melahirkan kerusakan pada tatanan kehidupan masyarakat.
amar-makassar
"Biarkan Takdir itu mencari jalannya sendiri. Fa idzaa 'azamta fatawakkal 'Alallaah"
BERPIKIR BAHWA KITA BISA ADALAH SATU SOLUSI

Offline abu hasna

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 138
    • Lihat Profil
    • Extra Income, Bisnis Part Time
« Jawab #99 pada: 10 Maret 2008, 20:28:43 »
saya hanya menyarankan kepada antum semua untuk melakukan cek dan recek (tabayyun). jangan asal memvonis dan mengeneralisir suatu kaum lantaran ulah segelintir oknum.
Ingin Tampil Langsing, Sehat dan Energik?
Ganti sarapan pagi anda dengan Healthy Breakfast..
http://sarapansehatku.blogspot.com

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #100 pada: 10 Maret 2008, 21:28:23 »
saya hanya menyarankan kepada antum semua untuk melakukan cek dan recek (tabayyun). jangan asal memvonis dan mengeneralisir suatu kaum lantaran ulah segelintir oknum.

Habisnya...ada asap pasti ada api....

kebiasaan nemu orang liberal dari kampus-kampus Islam sih....ya maaf-maaf aja
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #101 pada: 10 Maret 2008, 21:36:16 »
salaamun 'alaykum
jngan mengharapkan kelahiran orang hebat dari IAIN atau UIN. sebab, pada dasarnya, mereka telah melakukan perbuatan yang mendekati kesesaatan yang kalau tidak dicegah maka akan melahirkan kerusakan pada tatanan kehidupan masyarakat.
amar-makassar
wow....ada yang merasa paling hebat nih...
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline liman seto

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 427
    • Lihat Profil
« Jawab #102 pada: 10 Maret 2008, 22:55:28 »
Perlu diketahui oleh myQers semua,
bahwa semenjak Depag dipimpin oleh Maftuh Bayusmi, PTAIN2 di seluruh Indonesia di stop untul melakukan konversi menjadi UIN karena pertimbangan untuk menjaga khazanah keilmuan Islam
Memang sebelum Maftuh Basyumi menjadi Menteri Agama, kondisi keislaman UIN sangat memprihatinkan
Dan saat ini memang sedang ada perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan akhlak di PTAIN2

Rasanya yg lebih berperan adalh sang rektor sebelum ini , Azumardi Azra yg sangat berperan sampai UIN kayak begini , kalau tak salah pengkonversian dari IAIN menjadi UIN dulu juga zamannya dia !!!!! Betul memang kritikan kritikan yg diarahkan kepada institusi yg satu ini kliatannya kagak digubris !!!!! Padahal umat menharapkan banyak dari lembaga ini , nah kalau sudah UIN apa bedanya dengan Univ univ yg lain , bukan I(slam)nya yg dominanan ini idiom U nya yg langsung menonjol , kebebasan negativenya yg muncul duluan !!!!!!!
Moga moga mahsw yg masih punya rasa tg jawb u/ generasi mendatang di UIN bisa melakukan pendobrakan atas kondisi yg memprehatinkan ini , bertindaklah cerdik jangan sampai justru anda dicap teroris !!!!!!
bacalah, bacalah dengan segenap indera dan hati

Offline liman seto

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 427
    • Lihat Profil
« Jawab #103 pada: 11 Maret 2008, 00:14:30 »
Cuma komen terhadap Keterangan Herdi sang ketua konggres mahasisw yg dikutip Abu hasna :

Herdi: Fenomena pakaian ketat? Anda membuat sebuah paradigma yang tidak adil, apa asumsi anda berkata seperti itu?  Semua mahasiswi UIN Jakarta menutup aurat-nya, dan lebih banyak yang pakaiannya normal dibanding yang ketat, apa maksud anda model jilbab 'berponi'? anda sangat tendensius.! hati-hati, statement anda cenderung fitnah, ya, anda telah memfitnah mahasiswi yang sedang mencari ilmu agama, hati-hati ya bicaranya.

Komen : Menutup aurat ???? sebagai orang muslim mestinya juga tahu cara menutup aurat yg bener. Dalam pernyataan :"...lebih banyak yg pakaiannya normal dibanding yang ketat " jelas tergambar bahwa memang tidak ada aturan di situ yg mengharuskan untuk berpakaian secara benar sesuai ajaran Islam kan mas Herdi , pakaian ketat dibiarkan , termasuk anda sebagai Ketua Konggres Mahasiswa kalihatan dari kalimat anda yg sangat afirmatif thd pakaian para muslimah yg mahasiswa itu ????

Herdi : Nampaknya yang mengeluarkan statement diatas tidak pernah shalat berjama'ah di Masjid UIN, saat adzan maghrib berkumandang, masjid UIN tidak pernah sepi, dimulai dari shalat sunnah, lalu shalat maghrib berjama'ah, lalu setelah itu ada yang tilawah (membaca Al-Qur'an), ada yang diskusi, dan lain-lain.. Hati-hati lagi ya..

Komen : mas Herdi yg disampaikan itu adalah kondisi diluar mesdjid mas, didepan mesdjid , seperti yg ditulis mestinya begitu dengar adzan ya kegiatan selain persiapan untuk sholat ya dihentikan kan mas Herdi ????? bukan begitu ajaran Islam . bukan isi mesdjidnya , sampiyan yg kudu hati hati menjawabnya !!!!!!

Herdi : Kondisi mahasiswa yang disebutkan di atas adalah hal yang ada di setiap kampus, jadi tidak bisa di bebankan ke kampus UIN saja, lalu maksudnya sangat banyak apa? Karena sampai saat ini tidak ada data yang jelas.

komen : Ups jawaban apa ini mas Herdi " ....adalah hal yang ada disetiap kampus , jadi tidak bisa dibebankan ke kampus UIN saja,..." lho jadi memang I(slam)nya itu dikemanakan , kalo pembinaan ke Islamannya dimulai dari mulai masuk or saat rekruitmennya , ya mestinya keadaan tidak terjadi paling tidak dieleminir dong !!!! Atau memang di situ mahasiswa diberi kebebasan dalam soal ibadah mas atau malah mungkin orang non muslim pun boleh kuliah disitu , saya juga tak ingin menyamakan mahasiswa dengan strata pendidikan yg lebih rendah atau model pesantren ya , tapi kondisi spt yg disampaikan penanya kemudian ditanggapi spt itu , adalah sangat memprehatinkan bagi orang muslim diluar UIN , lalu apa bedanya dengan univ univ yg lain ????

Herdi : Maaf yang saya sampaikan  adalah reaksioner dan tanpa data serta analisis yang jelas, karena hanya sekedar tanggapan dari sebuah tulisan. mohon maaf bila ada yang tidak berkenan, sungguh harusnya muslim itu bersaudara, muslim itu bersatu, muslim itu saling nasihat dan menasihati.


Komen : bener mas Herdi , anda bisa berlapang dada sebagai umat yg diberi kurnia untuk mengecap pendidikan di perguruan tinggi Islam  yg terkenal untuk menerima pernyataan itu sebagai suatu uswah dari sesama muslim , silahkan introspeksi , mungkin pandangan sampiyan perlu diperluas , mungkin juga ada perbedaan ekspektasi antara pembuat pernyataan (Novi) dengan mas Herdi atau dengan audience peserta diskusi ini , terhadap lembaga UIN ini. Rasanya tidak berlebihan kalau sampiyan bisa menjelaskan makhluk apa sih UIN ini , jangan jangan perspsi atau ekspektasi masyarakat / kita terhadap UIN itu selama ini salah ????

Salam
bacalah, bacalah dengan segenap indera dan hati

Offline sang_demonstran

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 1.106
  • Lokasi: Pondok Pinang Jakarta Selatan & Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Melawan segala Penindasan
    • Lihat Profil
« Jawab #104 pada: 11 Maret 2008, 12:46:42 »
salaamun 'alaykum
jngan mengharapkan kelahiran orang hebat dari IAIN atau UIN. sebab, pada dasarnya, mereka telah melakukan perbuatan yang mendekati kesesaatan yang kalau tidak dicegah maka akan melahirkan kerusakan pada tatanan kehidupan masyarakat.
amar-makassar
Akhi, antum jangan sembarangan mengeluarkan statement.....
tidak semua mahasiswa UIN dan para dosen/ guru besarnya sesuai dengan statement antum....
pernyataan antum ini menunjukkan bahwa antum telah mengeneralisasi apa yang ada di UIN
padahal tidak semua vonis yang antum suarakan itu benar.....

apa maksud antum menyesatkan kehidupan masyarakat...?
apakah semua yang jebolan dari UIN menyesatkan, hah....
hati-hati kalo berbicara...
ternyata memang masih banyak muslim yang berapriori mengenai persepsi UIN tanpa ada check dan recheck