Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Horor Di UIN Jakarta  (Dibaca 2088 kali)


Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« pada: 26 Februari 2008, 06:46:03 »
Cerita dari milis sebelah :toe:

Kutip


Horor Di UIN Jakarta

 
“Mir, gimana kabar UIN?” beberapa seperti itu. Saya hanya diam, bukan tidak mau menjawab, tapi kareteman sering menyapa dengan pertanyaan na tidak tahu harus menjawab apa. Tapi kadang aku paksakan diri dengan memberi jawaban singkat “hmm…gimana yah, yah gitu. deh”. Jawaban yang tidak jelas dan menggantung. Namun saya berharap semoga mereka memahami maksud di balik jawaban itu. Kadang mereka merasa kurang puas dan kembali bertanya ini dan itu…. saya bingung harus menjawab bagaimana. Kalau sudah buntu, ya saya jawab saja; “kacau disana mah…tau deh tu kampus gimana, parah banget.” Jawaban ini hanya merepresentasikan kondisi di kampus 2 (kampus pasca) karena saya kurang ma’rifah dengan kampus 1 (kampus mahasiswa S1).

Suatu hari saya bertemu dengan adik kelas sewaktu di SMA yang kini kuliah tingkat 3 di UIN. Sebutlah namanya novi, beliau membuka perbincangan dengan menanyakan kondisi SMA. Setelah itu saya tembak didengan pertanyaan seputar kampus yang saat ini kami tempati. Karena saya selalu menunggu-nunggu waktu untuk bisa mengorek kondisi internal kampus 1 yang sangat jarang saya kunjungi. Dia menceritakan banyak hal yang membuat saya… merasa kuliah di kampus horor.

Kalau masalah virus sipilis (sekularisme, pluralisme, liberalisme) yang menggerogoti kampus Islam tersebut, saya sudah mafhum. Atau fenomena pakaian ketat para mahasiswinya, serta model jilbab “berponi”. Itu sudah menjadi pemandangan biasa. Tapi ada hal lain yang membuat kampus ini memang layak diberi embel-embel seperti judul diatas. Ironis!

Hal pertama yang membuat miris adalah, kisah seorang teman yang mengatakan kost-kostan di belakang UIN, yang tentunya di huni oleh anak-anak UIN, mengadakan pesta sabu-sabu pada malam valentine serta terjadi perkosaan anak UIN oleh anak UIN sendiri. Kost-kostan tersebut memang terkenal sering terjadi kasus-kasus pidana.

Kedua, novi menceritakan bahwa setiap malam yang esoknya adalah hari libur, baik hari libur sabtu maupun libur merah, pasti selalu ada konser band sampai larut malam. Hal ini tentunya membuat marah penduduk sekitar yang menjadi terganggu dengan ulah anak-anak UIN. Bukan main…di UI saja, tidak pernah ada konser band sesering itu, kecuali kalau memang ada acara tertentu. Tapi seingat saya, kalau konser band yang diadakan sampai larut malam, itu malah tidak ada. Hal ini membuat saya bertanya pada Novi, memangnya tidak ada larangan dari birokrat kampus untuk acara-acara seperti itu? Dia menjawab. “kak, di UIN itu, mau ngadain apa aja bebas, pokoknya bebas, gak ada yang ngelarang (lebih tepatnya tidak ada yang peduli). Ngadain bedah buku ‘Ada pemurtadan di IAIN aja bisa’”.

Ketiga, kampus Islam yang sangat tidak menghormati ajaran Islam. Betapa tidak, ketika adzan magrib berkumandang dan waktu shalat di mulai, mahasiswa yang sedang bermain futsal, voli  dan olah raga lainnya, tidak ada tanda-tanda kegiatan tersebut dipending atau dibubarkan. Mereka terus saja bermain. Padahal, letak lapangan tersebut berada tepat di depan pintu masuk masjid kampus, bahkan sangat dekat karena berada dalam satu bangunan.

Keempat, Kondisi dakwah kampus disana yang sangat dipersulit gerak-geriknya dan penuh intimidasi. baik oleh dosen-dosen maupun mahasiswa “kiri”. Hingga masalah rekruitmen pun menjadi sangat memperihatinkan. Beberapa tahun yang lalu, pernah terekruit MABA mencapai 800 orang, namun tahun kemarin 100 MABA saja tidak sampai. Seorang dosen nyeletuk di depan aktifis dakwah kampus UIN “emang masih jaman ada lembaga dakwah kampus di universitas Islam?” mendengar kalimat itu bikin kuping jadi panas, so what gitu loh?!

Kelima,  Kembali cerita dari Novi tentang kondisi mahasiswa disana. Yah seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, sangat beraneka ragam. Dari yang meyakini tidak wajibnya shalat bagi umat Islam, yang N11, sampai yang atheis, sangat banyak. Yang bikin lebih heboh lagi yaitu adanya demonstrasi menentang penggunaan jilbab di kampus UIN. Hebat! Banyak sekali “kemajuan” di UIN. Sangat jauh berbeda dengan kisah seorang teman di pasca bahwa dulu, awal 90-an saat dia kuliah di UIN, para mahasiswinya itu memakai pakaian (jilbab) yang panjang.

Keenam, Ketika momen pemilu yang diadakan setiap tahun untuk memilih presiden BEM, ada kejadian-kejadian yang tidak lazim terjadi terutama di kampus-kampus sekular seperti UI. Entahlah apakah hal ini memang biasa terjadi atau bawaan dari dunia pesantren yang tidak sesuai sunnah. Demi mendapat kemenangan yang diinginkah oleh sebuah parpolma tertentu, kader-kader mereka siap melakukan apa saja untuk mendapatkan kemenangan sekalipun perbuatan itu dilakukan dengan cara mistis. Ketika waktu pencoblosan, di bilik suara banyak berserakan paku payung, menurut pengakuan salah seorang kandidat presiden dari Partai Intelektual Muslim (PIM), saat berada di bilik suara dan hendak mencoblos kertas suara, dia menjadi lupa partai apa yang harus dia coblos. Selain itu dalam kotak-kotak suara juga terdapat jarum-jarum dan beras kuning, benda-benda yang jelas tidak ada hubungannya dengan prosesi pemilu. Nampaknya “dunia lain” juga turut ambil andil dalam dinamika kemahasiswaan di UIN.

Ketujuh, Setiap orang yang melihat UIN Jakarta pasti akan berdecak kagum dengan kemegahan gedung-gedung kampus yang menjulang tinggi nan apik. Persis meniru pola bangunan kampus Al-Azhar Mesir. Terus terang, salah satu alasan saya memilih UIN, karena jatuh hati dengan model bangunannya yang membawa pikiran pada kampus Azhar =D jadi meskipun jauh dimata insyaAllah tetap dekat di hati. Meskipun dana yang diperoleh untuk membiayai bangunan indah tersebut berasal dari Barat (baca: Amerika). Ternyata keindahan dan kemegahan fisik kampus UIN tak seindah kondisi di dalamnya. Novi mengatakan betapa UIN telah menjadi wilayah yang paling available untuk “berkhalwat”. Dilantai 7 gedung-gedung UIN, biasanya selepas magrib atau menjelang waktu malam, akan ditemukan banyak pasangan-pasangan yang berduaan dalam gelap. Begitu pula di perpustakaan yang harusnya menjadi tempat yang nyaman untuk membaca dan belajar, malah merangkap menjadi tempat yang nyaman pula bagi banyak pasangan lawan jenis untuk mengekspresikan kasih sayang mereka. Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.

Bagaimana tidak saya katakan bahwa dari beberapa poin diatas telah menjadikan judul tulisan saya “Horor di UIN Jakarta”. Rasanya tidak berlebihan, karena menurut saya, fenomena kerusakan tersebut lebih seram dari film horor. Dalam hati saya bertanya-tanya, bagaimana agar dapat merubah “markaz” pembentukan generasi muda Islam ini menjadi benar-benar berada pada jalan yang lurus. Karena dosen-dosen di UIN mayoritas adalah hasil produk barat yang tidak diragukan lagi kekacauannya. Menurut Novi, tidak akan lolos kader-kader dakwah yang hanif untuk memegang jabatan penting seperti Dekan, yang punya otoritas merubah sistem di fakultas. Apalagi Rektor!

Akhirnya terpikirkan Depag. UIN berada di bawah Depag, sekiranya menteri agama adalah orag yang benar-benar peduli dengan kondisi masa depan umat Islam tanah air, harusnya dia punya inisiatif untuk lebih memperhatikan dan merekonstruksi kondisi UIN. Baik dari struktur birokrasi maupun kurikulum. Allah Al-Musta3an.

Sumber: http://risalaty.multiply.com/journal/item/18/Horor_Di_UIN_Jakarta
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline @pembelajar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.139
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 26 Februari 2008, 07:07:31 »
kl menurut ane,malah di perguruan tinggi negri umum, kayak itb dll,yg banyak menghasilkan kader islam yg baik,bukan di IAIN, atau perguruan tinggi islam sejenisnya dll......
sorry just my opinion... %peace%

Offline |lagi|duduk|

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.669
    • Lihat Profil
    • check it
« Jawab #2 pada: 26 Februari 2008, 07:09:46 »
wow keren UIN...

Offline microsky

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 9.243
  • Lokasi: Indonesia
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • user #9116
« Jawab #3 pada: 26 Februari 2008, 07:10:35 »
Kasihan, kayaknya kualitasnya bagusan waktu namanya Institut Agama Islam Negeri (IAIN)

Rektor barunya sekarang Dr. Komarudin Hidayat menggantikan Prof. Dr. Azyumardi Azra (http://www.gemari.or.id/cetakartikel.php?id=1280)

Pimpinan & Staf UIN http://www.uinjkt.ac.id/index.cfm?module=pejabat.list&catid=89&categoryid=89&lang=in




Offline shan_erl

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 1.961
  • Lokasi: Tugu Pahlawan
  • Jenis kelamin: Pria
  • Alhamdulillah.. makasih Ya Alloh...
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 26 Februari 2008, 07:31:51 »
@Microsky
podo wae kang, mau UIN ato IAIN sama2 udah terjangkit SIPILIS  :toe:
IAIN Surabaya aj udah keliatan tuh gejalanya...
pokoknya yang berbau IAIN, STAIN ato apalah sekarang smuanya udah berubah. mending kalo brubah ke arah yang lebih baik, ini mah tambah kacau  :toe:
Hidup itu Indah karena berkah dari-Nya senantiasa turun, jangan dibikin susah. Bergembiralah!

Offline @pembelajar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.139
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 26 Februari 2008, 07:38:55 »
^^
iya euy setuju ama diatas....
jadi ngeri,calon2 guru agama di sekolah2 udah terjangkit faham liberalisme barat,gimana nasib anak2 masa depan yah?

Offline shan_erl

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2006
  • Tulisan: 1.961
  • Lokasi: Tugu Pahlawan
  • Jenis kelamin: Pria
  • Alhamdulillah.. makasih Ya Alloh...
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 26 Februari 2008, 07:42:55 »
huehuehue

kalo STPDN terkenal dengan kekerasan secara fisik
kalo UIN or IAIN terkenal dengan 'kekerasan' secara moral
klop dah penderitaan bangsa ini, asli generasi masa depan sudah terlihat mau kemana diarahkan  :toe:



 %peace%
Hidup itu Indah karena berkah dari-Nya senantiasa turun, jangan dibikin susah. Bergembiralah!

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #7 pada: 26 Februari 2008, 07:47:28 »
@atas
yang penting kitanya yang mau kemana? ;)
█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline @pembelajar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.139
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 26 Februari 2008, 07:54:14 »
^^
tapi mas ARS,ngeri juga kalau misalkan calon2 guru agama di SD,dah tercemari faham liberalisme,gimana ngga terpengaruh tuh ya anak2 SD,yg belum bisa menela`ah dengan baek,masih kecil aja dah tercemari,gimana besarnya coba............

kemaren dengerin talkshow di radio dakta tentang kasus SIPILIS yg merebak di PT islam di indonesia...........ada pendengar,yg menceritakan pengalamannya,waktu masih tingkat 1,dah dicemarin faham liberalisme oleh dosennya......ck..ck..ck..

Offline ARS

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 21.962
  • Lokasi: Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Jenis kelamin: Pria
  • !..Karena Korupsi Bukanlah Budaya!..!
    • Lihat Profil
    • Apa Dong (dot) Com
« Jawab #9 pada: 26 Februari 2008, 07:57:26 »
ya memang itu juga harus kita pikirkan solusinya. tapi juga jangan sampai lupa sama diri kita sendiri. nanti jangan2 energi kita terkuras untuk ngurusin orang lain, tapi nyatanya diri kita sendiri udah "kecemplung" :hihi:

█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bon

Offline ^HeHeHe^

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2006
  • Tulisan: 12.061
  • BOIKOT ADALAH JIHADKU!
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 26 Februari 2008, 08:00:56 »
itu memang agenda barat (baca: kaum orientalis)sejak dahulu, semenjak jamannya harun nasution dulu.

Alhamdulillah di IAIN saya di banjarmasin, kaum sepilis malah dikekang, semoga masih berjalan kebijakan tersebut hingga saat ini.. :)
Lucu... bagaimana kita MEMPERCAYAI APA KATA KORAN
Namun MEMPERTANYAKAN apa kata Al-QURAN

Offline aira^kudo

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.405
  • Lokasi: Bandung thea..
  • Jenis kelamin: Wanita
  • [tsuki no kokoro ni, kakaru kumo nashi...]
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 26 Februari 2008, 08:09:10 »
Tidak semua guru agama islam berasal dari sana, dan tidak semua mahasiswa disana jg seperti itu.af1 sebelumnya, mungkin fen0mena itu memang sudah 'lazim' di dunia kampus, hanya levelnya sj yg berbeda2 :toe:
Alhamdulillah deh masuk UPI..hidup UPI! %peace%
.... a honorable death is prefer to be a life in shame....

Offline @pembelajar

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.139
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 26 Februari 2008, 08:12:10 »
^^
hehehe.....curi2 kesempatan buat promosi nih yee..... %peace% :jaim:

Offline fera_sr

  • myQ Hero
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 18.953
  • Lokasi: DKI
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • ~fatamorgana~
« Jawab #13 pada: 26 Februari 2008, 08:12:24 »
jurusan filsafat nyang rada rada error

Offline wardoyo_b

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jul 2007
  • Tulisan: 2.828
  • Lokasi: Jakarta - depok - Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • Cool banget nih...
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 26 Februari 2008, 10:31:54 »
Astahgfirullah.. Masyaallah.. sebegitu parahkan dunia kampus di Universitas yang mengusung agama Islam..??
Sepertinya sekarang ini moral seseorang mudah sekali untuk di perjualbelikan lalu digantikan oleh sebuah faham yang tidak memiliki dasar yang jelas.

Yang seperti ini harus segera mendapat penanganan yang serius agar tidak merambah ke kampus lainnya. Kumpulkan dahulu semua bukti2 yang kuat baru laporkan kepada pihak yang berwenang..
Satu senyum untuk semua kebaikan :)