Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Sukseskan Gerakan Back To Masjid ...  (Dibaca 4182 kali)


Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #45 pada: 17 Maret 2008, 16:09:01 »
Pembeda Orang Muslim dan Munafik

Keutamaan shalat shubuh, banyak dijelaskan Rasulullah SAW dalam berbagai hadisnya. Bahkan, dalam sebuah hadisnya ia menyebutkan bila umat Islam mengetahui bagaimana istimewanya shalat shubuh, maka mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.

Sayangnya, masjid sering kosong bila shalat shubuh. Sangat kontras dengan  waktu-waktu lainnya apalagi dibandingkan dengan jamaah shalat Jumat. ''Shalat shubuh itu shalat istimewa bagi umat Islam walaupun semua shalat lima waktu itu wajib. Nabi Muhammad SAW yang mengatakan perbedaan orang muslim dengan munafik adalah menghadiri shalat berjamaah shubuh,'' ujar Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Ahmad Satori. Kepada Damanhuri Zuhri dari Republika, Senin (19/3), dia bertutur mengenai keistimewaan shalat shubuh dan upaya-upaya yang harus dilakukan agar umat Islam rajin shalat shubuh berjamaah.
Berikut petikannya:

Bagaimana kedudukan shalat Shubuh dalam Islam?

Shalat subuh itu shalat istimewa bagi umat Islam walapun semua shalat lima waktu itu wajib tetapi kewajiban untuk shalat Subuh apalagi berjamaah lebih istimewa karena ada hadis-hadis yang menyebutkan seperti, ''Barangsiapa yang shalat Subuh maka dia berada di dalam lindungan Allah SWT.'' Berarti kalau orang shalat Subuhnya berjamaah pada waktu itu dia akan mendapat lindungan dari Allah, dia pagi-pagi sudah keluar rumah mendapatkan udara segar, dia jalan menuju masjid sudah olahraga, dan sudah bertemu dengan sudara-saudaranya, berjabat tangan, silaturahim, pagi hari sudah dimulai dari itu. Oleh sebab itu shalat Subuh memang bagi umat Islam sangat istimewa. Apalagi ada hadis yang mengatakan perbedaan orang muslim dengan orang munafik adalah menghadiri shalat berjamaah Subuh. Kualitas keimanan seseorang bisa dilihat dari sejauh mana shalat Subuhnya itu.

Tapi mengapa shalat Subuh “kalah pamor” ketimbang shalat Jumat, misalnya, sehingga jamaah Subuh selalu berbilang jari?

Karena kurangnya pemahaman. Padahal seseorang yang shalat Subuh berarti dia sudah menang dari setan. Seseorang yang tidur tidak membaca doa itu dikencingi setan. Maka, untuk menghilangkan pengaruh dari kencing setan itu pertama, dia bangun kemudian berdoa, Alhamdulillahillazi ahyana ba'dama amatana wailaihinnusyur. (Segala puji bagi Allah yang telah membangunkan kami dari tidur dan kepada-Nyalah segala sesuatu akan kembali). Itu satu simpul setan akan hilang. Kemudian disambung dengan mengambil air wudu, hilang satu lagi. Kemudian dia ketika niat shalat Allahu Akbar ketika takbiratul ihram maka simpulnya akan hilang semua. Maka terlepas dari godaan setan, itu intinya.

Di sinilah perbedaan antara mukmin yang imannya mantap dengan mukmin yang di dalam dirinya ada kemunafikan. Itu sebagai ukuran shalat Subuh. Betul kalau kata umat lain seandainya umat Islam itu shalat Subuhnya seperti shalat Jumat, hebat sekali. Kalau saya perhatikan hampir-hampir orang Islam itu yang sehari-hari tidak melaksanakan shalat tapi ketika JUmat dia pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat.

Kalau shalat Subuh benar-benar dilaksanakan oleh umat Islam akan memiliki kekuatan yang dahsyat, ya?
Dahsyat. Karena waktu Subuh adalah waktu yang sangat mahal. Mengapa dikatakan mahal? Dikatakan juga dalam hadis kalau tidur sesudah shalat Subuh itu bisa menjadikan kita fakir. Dan bisa kelihatan orang yang shalat Subuh dengan orang yang tidak shalat Subuh. Orang yang shalat Subuh itu pagi harinya cerah kemudian banyak doa-doa yang perlu dibaca setelah shalat Subuh. ''Barangsiapa setelah shalat Subuh membaca doa tertentu seperti Ayat Kursi atau Sayyidul Istigfar akan mendapatkan jaminan bahwa dia kelak meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.'' Jadi, shalat Subuh banyak sekali keutamannya.

Adakah keinginan dari IKADI untuk menggerakkan para dai daerah-daerah agar budaya shalat shubuh bisa dibangkitkan?

Kami dari IKADI meminta setiap daerah yang ada di 26 provinsi itu agar menggerakkan semua umat ini untuk rajin berjamaah. O0 Khusus yang shalat Jamaah Subuh. Kalau bisa mengadakan pengajian setelah shalat Subuh minimal pada hari Ahad atau Sabtu sampai matahari terbit. Sebab kata Rasulullah SAW, ''Barangsiapa shalat Subuh berjamaah di masjid kemudian dia zikir lalu mendengarkan pengajian sampai terbit matahari kemudian setelah terbit matahari dia shalat dua rakaat maka dia mendapatkan pahala seperti haji secara sempurna. Itu keutamaan shalat Subuh yang tidak didapat pada shalat-shalat lain.

Tetapi mengapa shalat Subuhnya hanya dua rakaat. Apa sebenarnya makna di balik itu?

Mengapa cuma dua rakaat? Dua itu kondisinya kita disunahkan ayatnya agak panjang. Supaya tadabburnya lebih. kemudian shalat itu sebenarnya di samping untuk beribadah kepada Allah, punya makna kesehatan jasmani. Nah, ketika orang shalat Subuh malamnya baru istirahat, tidak bekerja, kondisi otak fresh karena baru terlentang, suplay darah segar cukup banyak. Ketika shalat Subuh tidak usah panjang-panjang seperti shalat Zuhur empat rakaat karena ketika Subuh itu orang baru istirahat. Berbeda dengan shalat Zuhur, ditambah Qobliyah empat rakaat dan Ba'diyah empat rakaat, ada yang muakkad (ditekankan) dan gairu muakad (Tidak ditekankan). Hal ini untuk mengimbangi dari pagi sampai siang dia duduk atau berdiri yang mana ketika itu suplay darah ke otak berkurang. Maka perlu sujudnya cukup banyak, rukunya banyak.

http://gerakansubuhmassal.multiply.com/journal/item/9/Pembeda_Orang_Muslim_dan_Munafik
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #46 pada: 17 Maret 2008, 16:16:05 »
Aktifkan GSM-mu!

3 jaringan GSM-mu!. Heheh pake 3 memang ngirit. Bayangkan aja, dengan voucher sms cukup 10 rb gratis sms sesama 3,nelpon 1 rp/menit dari jam 1 pagi ampe jam 1 siang, sms ke lain operator Rp 110. Murah banget oey.. Sampai-sampai anak DS Sleman yang se amanah dengan saya pada punya nomor wajib n nomor sunnah, nomor sunnahnya ya nomor 3. Ada keunggulan pasti ada kelemahan, memang itulah sifak fisis dunia. Klo udah pulkam, 3 ga ada sinyal, klo mau SMS atau nerima SMS harus mendeket tower listrik duluw, di tengah sawah. [waduw]. Huayoo para provider dan developer 3 diperbagus dunk jaringannya, kalahkan dengan teknologi kengiritan jaringan CDMA. Semoga aja yang baca ada salah satunya provider 3. [Hehehe]. Udah aghh ngiklannya…


GSM disini sebenarnya bukan rivalnya si CDMA.
Tapi GSM, Gerakan Subuh Massal.
Aktifkan GSM-mu!.


Berdasarkan survey saya sholat ini yang paling banyak ditinggalkan anak-anak SMA.
Kesiangan lah, terlalu dingin, keburu sekolah lah dsb. Lawong namanya juga punya mutarobi anak SMA ya harus benar-benar sabar, memang beda karakteristiknya dengan anak-anak kampus. Beda jauh!.Kelompok halaqoh yang beda, problem pun juga beda begitu pula terapi penyembuhannya. Ehm,.. harus belajar ulang mensejajarkan level pemikiran, menaikkan pemahaman yang memang harus dinaikkan. Berusaha ‘berbicaralah sesuai denagn kaumnya’ ya itu dia.. . Dimana-mana mah praktek mah lebih susye dari teori, so keinginan kuat untuk melakukan suatu hal yang kita niati.

Semoga yang merequest tulisan ini, tidak berkecil hati karena saya baru sempat nulis tentang hal ini. Akhir-akhir ini memang agak padat kesibukannya. [ Afwan yaa..].

The next, menuju keshalihan pribadi dan keshalihan umat. Gimana mau sholeh secara jamai lawong kesholehan diri saja susye melakukannya. Logika gampangannya seperti itu. Sedikit mengintip kebiasaan Rosul zaman dahulu, yang tak henti-hentinya segala peradaban di zaman itu merupakan peradaban yang ‘unic n wonderfull’ dan merupakan kiblat ibadah untuk segala zaman.

Salah satu peradaban lingkungan yang membudaya adalah, masjid menjadi center of activity, center learning, n center of solution.

Oleh karena itu hati para syuhada dan sahabat begitu dekat sekali dengan yang namanya Masjid. Untuk mengecheck seberapa kuat barisan perang, ya di check pada saat aktivitas sholat berjamaah di masjid. Untuk mengecheck iltizam ( komitmen-red) seorang sahabat ya dilihat dari kedatangan sahabat tersebut dalam forum sholat berjamaah. Terlambatkah? Tepat waktunya kah? Kondisi sholatnya? Dsb.

Sehingga dari masjid tercipta basis sosial Islami. Saya teringat pas ramadhan lalu, i’tikaf di masjid Jogokaryan. Hampir sama kondisinya, masyarakat di sekitar masjid benar-benar terkondisikan menjadi masyarakat yang Islami. Wagh klo pas jualan pun waktu sholat benar-benar dialokasikan untuk sholat.

Wagh angannya saya mulai terbayang ke masa gemilang itu, indah kali ya berada di lingkungan seperti itu. Mulai dari sebuah masjid sebuah peradaban baru mulai dibentuk dan dibina. Mulai dari sebuah masjid tatanan pemerintahan mulai dirancang.

Sungguh masjid punya peran besar dalam pembentukan karakter seseorang, jujur saja terbilang agak ‘kacaw’ dan lumayan ‘tersandung’ bahkan mungkin hamper ‘jatuh’ pasca KKN dan amanah saya kelar untuk ngurusi dakwah kampus yang juga center of activitynya di MMU ( Mushola Mipa Utara).
Sertasa ada yang berbeda. Mulai menjerambah dakwah sekolah, center of activitynya juga di Masjid, ya agak lumayan terkondisikan. Kemudian ganti amanah untuk daerah local yang berbeda, center of activity-nya bukan lagidi Masjid, walaupun aktivitasnya masih aktivitas yang berbau dakwah, tapi ternyata kerasa juga bedanya. Memang rumahNya lebih terasa adem dan tenang disbanding bangunan lain, sesimple apapun rumahNya itu.

Sempat protes juga dalam hati, ruangan sesempit itu koq digunakan syuro untuk ikhwan akhwat segh! Ga nyaman ajah!. Sekali lagi, jamaah ini adalah jamaah manusia yang punya banyak kekurangan disana sini, saya bisa terima itu, tapi akan lebih bagus lagi klo qt benahi bersama bukan?. Terlepas saya sebagai seorang manusia juga, yang mungkin Alloh masih menutupi aib saya, dan semoga yang tahu hanya saya dan Dia SWT. Dan Astaghfirulloh… Izinkan aku memperbaikinya ya Robb secepatnya sebisanya…

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz said that “ Menjadi kewajiban bagi setiap mukmin untuk takut kepada Allah dalam meninggalkan shalat berjamaah, serta berhati-hati terhadap musibah yang banyak menimpa manusia (musibah tidak shalat berjamaah). ‘Berlindunglah kepada Allah dari akibat shalat di rumah dan ketinggalan shalat di masjid. Keadaan mereka nyaris menyerupai keadaan kaum munafik.

Ia melaksanakan shalat fardhu di rumah, padahal Allah telah mengaruniakan kesehatan kepadanya, barangkali juga ia mengakhirkan shalat Shubuh hingga terbitnya matahari, bahkan sampai waktu ia akan berangkat kerja baru melaksanakan shalat Shubuh, atau bahkan ia tinggalkan shalat sama sekali.

Ini adalah musibah yang besar dan kemungkaran yang membahayakan, karena shalat adalah tiangnya Islam. Barangsiapa menjaga berarti menjaga agamanya, barangsiapa menyia-nyiakannya tentulah ia akan lebih menyia-nyiakan hal yang lain, barangsiapa meninggalkannya maka termasuk kafir. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka itu kekal di dalam neraka” (QS At-Taubah: 17).

Mari aktifkan GSM qt. Gerakan Subuh Massal, yang ikhwan berduyun-duyun ke Masjid.  O0
Dan yang akhwat bersama-sama juga menggiatkan GSM di lngkungannya. Hehhehe termasuk juga mensupport diri untuk kembali menggiatkan GSM di Karima yang sempat mati akhir-akhir ini karena kesibukan diri, wagh kadang males banget ngebangunin anak-anak, sok cuek, sok males. Alhasil ga kompak degh subuhannya. Gimana mau sholeh secara jamai ngelola subuhan di kost aja ga bisa, koreksi besar buwatmu Mel…

Yupz.. mari perbaiki diri kondisi dan lingkungan sekitar kita, aktifkan GSM-m, mulai dari lingkungan yang terdekat denganmu. Menuju kesholehan umat berawal dari kesholehan pribadi. Mustahil dakwah social bisa berjalan tanpa qt juga berjalan didalamnya.

sumber:
http://melati-asih.web.ugm.ac.id/2008/02/26/aktifkan-gsm-mu/



- Sholat Kita -:koran
http://sholat-kita.cjb.net/
« Edit Terakhir: 19 Maret 2008, 22:28:08 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #47 pada: 01 April 2008, 22:42:13 »
Majalah HIDAYATULLAH
Edisi Maret 2008
Kajian Utama Raih Kekuatan Shalat Berjamaah...O0 O0


« Edit Terakhir: 01 April 2008, 22:53:38 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #48 pada: 22 Juni 2008, 22:36:28 »
Sholat Shubuh TNI/POLRI, Pemda, dan Masyarakat Se-Kota Palembang O0
http://myquran.org/forum/index.php/topic,40468.msg1165909.html#msg1165909
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #49 pada: 23 Juni 2008, 07:52:38 »
Alhamdulillah...sangat bermanfaat

YUk, shubuh berjama'ah!!! Insya ALlah
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #50 pada: 27 Juni 2008, 20:40:16 »
Wajibkah Shalat Lima Waktu Berjamaah ?
http://myquran.org/forum/index.php/topic,18051.0.html

Kutip
Shalat berjama'ah adalah termasuk dari sunnah (yaitu jalan dan petunjuknya) Rasulullah dan para shahabatnya. Rasulullah dan para shahabatnya selalu melaksanakannya, tidak pernah meninggalkannya kecuali jika ada 'udzur yang syar'i.

Bahkan ketika Rasulullah sakit pun beliau tetap melaksanakan shalat berjama'ah di masjid dan ketika sakitnya semakin parah beliau memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami para shahabatnya. Para shahabat pun bahkan ada yang dipapah oleh dua orang (karena sakit) untuk melaksanakan shalat berjama'ah di masjid.

Kalau kita membaca dan memperhatikan dengan sebaik-baiknya Al-Qur`an, As-Sunnah serta pendapat dan amalan salafush shalih maka kita akan mendapati bahwa dalil-dalil tersebut menjelaskan kepada kita akan wajibnya shalat berjama'ah di masjid.

Diantara dalil-dalil tersebut adalah:
1. Perintah Allah Ta'ala untuk Ruku' bersama orang-orang yang Ruku'

Dari dalil yang menunjukkan wajibnya shalat berjama'ah adalah firman Allah Ta'ala: "Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat serta ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'." (Al-Baqarah:43).

Berkata Al-Imam Abu Bakr Al-Kasaniy Al-Hanafiy ketika menjelaskan wajibnya melaksanakan shalat berjama'ah: "Adapun (dalil) dari Al-Kitab adalah firman-Nya: "Dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'." (Al-Baqarah:43).

Allah Ta'ala memerintahkan ruku' bersama-sama orang-orang yang ruku', yang demikian itu dengan bergabung dalam ruku' maka ini merupakan perintah menegakkan shalat berjama'ah. Mutlaknya perintah menunjukkan wajibnya mengamalkannya." (Bada`i'ush-shana`i' fi Tartibisy-Syara`i' 1/155 dan Kitabush-Shalah hal.66).

2. Perintah melaksanakan Shalat berjama'ah dalam keadaan takut

Tidaklah perintah melaksanakan shalat berjama'ah dalam keadaan biasa saja, bahkan Allah telah memerintahkannya hingga dalam keadaan takut. Allah berfirman: "Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (shahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata…". (An-Nisa`:102).

Maka apabila Allah Ta'ala telah memerintahkan untuk melaksanakan shalat berjama'ah dalam keadaan takut maka dalam keadaan aman adalah lebih ditekankan lagi (kewajibannya). Dalam masalah ini berkata Al-Imam Ibnul Mundzir: "Ketika Allah memerintahkan shalat berjama'ah dalam keadaan takut menunjukkan dalam keadaan aman lebih wajib lagi." (Al-Ausath fis Sunan Wal Ijma' Wal Ikhtilaf 4/135; Ma'alimus Sunan karya Al-Khithabiy 1/160 dan Al-Mughniy 3/5).

3. Perintah Nabi untuk melaksanakan shalat berjama'ah

Al-Imam Al-Bukhariy telah meriwayatkan dari Malik bin Al-Huwairits: Saya mendatangi Nabi dalam suatu rombongan dari kaumku, maka kami tinggal bersamanya selama 20 hari, dan Nabi adalah seorang yang penyayang dan lemah lembut terhadap shahabatnya, maka ketika beliau melihat kerinduan kami kepada keluarga kami, beliau bersabda: "Kembalilah kalian dan jadilah bersama mereka serta ajarilah mereka dan shalatlah kalian, apabila telah datang waktu shalat hendaklah salah seorang diantara kalian adzan dan hendaklah orang yang paling tua (berilmu tentang Al-Kitab & As-Sunnah dan paling banyak hafalan Al-Qur`annya) diantara kalian mengimami kalian." (Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 628, 2/110 dan Muslim semakna dengannya no. 674, 1/465-466).
Maka Nabi yang mulia memerintahkan adzan dan mengimami shalat ketika masuknya waktu shalat yakni beliau memerintahkan pelaksanakannya secara berjama'ah dan perintahnya terhadap sesuatu menunjukkan atas kewajibannya.

4. Larangan keluar dari masjid setelah dikumandangkan adzan

Sesungguhnya Rasulullah melarang keluar setelah dikumandangkannya adzan dari masjid sebelum melaksanakan shalat berjama'ah. Al-Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: "Rasulullah memerintahkan kami, apabila kalian di masjid lalu diseru shalat (dikumandangkan adzan-pent) maka janganlah keluar (dari masjid, red) salah seorang diantara kalian sampai dia shalat (di masjid secara berjama'ah-pent) (Al-Fathur-Rabbani Li Tartib Musnad Al-Imam Ahmad no. 297, 3/43).

5. Tidak Ada Keringanan dari Nabi bagi Orang yang Meninggalkan Shalat Berjama'ah
Sesungguhnya Nabi yang mulia tidak memberikan keringanan kepada 'Abdullah Ibnu Ummi Maktum untuk meninggalkan shalat berjama'ah dan melaksanakannya di rumah, padahal Ibnu Ummi Maktum mempunyai beberapa 'udzur sebagai berikut:
a. Keadaannya yang buta,
b. Tidak adanya penuntun yang mengantarkannya ke masjid,
c. Jauhnya rumahnya dari masjid,
d. Adanya pohon kurma dan pohon-pohon lainnya yang menghalanginya antara rumahnya dan masjid,
e. Adanya binatang buas yang banyak di Madinah dan
f. Umurnya yang sudah tua serta tulang-tulangnya sudah rapuh.

Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: Seorang laki-laki buta mendatangi Nabi lalu berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya saya tidak mempunyai seorang penuntun yang mengantarkanku ke masjid". Lalu ia meminta Rasulullah untuk memberi keringanan baginya untuk shalat di rumahnya maka Rasulullah memberikannya keringanan. Ketika Ibnu Ummi Maktum hendak kembali, Rasulullah memanggilnya lalu berkata: "Apakah Engkau mendengar panggilan (adzan) untuk shalat?" ia menjawab "benar", maka Rasulullah bersabda: "Penuhilah panggilan tersebut."
Dan juga banyak dalil-dalil lainnya yang menunjukkan akan wajibnya shalat berjama'ah di masjid bagi setiap muslim yang baligh, berakal dan tidak ada 'udzur syar'i baginya.

Kaum Muslimah Lebih Utama Shalat di Rumahnya

Adapun bagi kaum muslimah maka yang lebih utama baginya adalah shalat di rumahnya daripada di masjid, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur`an: "Wa buyuutuhunna khairullahunna" (dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka) dan juga hadits-hadits yang sangat banyak yang menjelaskan keutamaan shalat di rumah bagi kaum muslimah. Tapi apabila kaum muslimah meminta idzin untuk shalat di masjid maka tidak boleh dilarang bahkan harus diidzinkan. Tetapi ketika dia keluar ke masjid harus memenuhi syarat-syaratnya yaitu menutupi auratnya secara sempurna, tidak memakai wangi-wangian, tidak ditakutkan menimbulkan fitnah dan yang lainnya yang telah dijelaskan para 'ulama.

Syaikhul Islam menjelaskan bahwa dalam keadaan tertentu shalatnya muslimah di masjid lebih utama dari pada di rumah ketika di masjid terdapat pelajaran (ta'lim) yang disampaikan oleh ahlus sunnah, tetapi jika di masjid tidak ada kajian 'ilmu maka shalat di rumah lebih baik daripada di masjid.

Mengambil Ilmu Agama Harus dari Orang yang Benar Manhajnya

Dan perlu di ketahui bahwa kita tidak boleh mengambil 'ilmu dari sembarang orang, tapi harus dari orang yang sudah jelas manhajnya dan terbukti berpegang teguh dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah dengan pemahaman para shahabat. Kalau ia belum jelas manhajnya dan bahkan dia menyelisihi sunnah (seperti merokok, memotong jenggot, menurunkan kain di bawah mata kaki, bercampur baur dengan orang yang bukan mahramnya dan lainnya dari perkara-perkara yang menyelisihi Sunnah Rasulullah shallohu 'alaihi wasallam ) maka tidak sepantasnya kita mengambil 'ilmu darinya. Hal ini telah dijelaskan oleh Al-Imam Ibnu Sirin, di mana dia berkata: "Sesungghunya ilmu ini adalah agama maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dari mana ia mengambil agamanya.", dalam lafazh yang lain ia berkata: "Mereka (salafush-shalih) tidak menanyakan tentang isnad (suatu hadits) tetapi ketika terjadinya fitnah (setelah terbunuhnya 'Utsman bin 'Affan-pent) maka mereka mengatakan: "sebutkan sanad kalian!" Maka ketika itu dilihat, apabila 'ilmu (hadits) itu datang dari Ahlus Sunnah maka diambil haditsnya tetapi apabila datang dari Ahlul Bid'ah maka ditolak haditsnya." (Lihat Muqaddimah Shahih Muslim).

Akibat yang jelek bagi orang yang tidak memenuhi panggilan untu bersujud

Dari dalil-dalil yang menunjukkan atas wajibnya shalat berjama'ah adalah apa yang telah dijelaskan oleh Allah Ta'ala dari jeleknya akibat orang yang tidak memenuhi/menjawab panggilan untuk bersujud. Allah berfirman: "Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud maka mereka tidak mampu (untuk sujud). (Dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud dan mereka dalam keadaan sejahtera." (Al-Qalam:42-43).

Yang dimaksud dengan "seruan untuk sujud" adalah seruan untuk melaksanakan shalat berjama'ah. Berkata Turjumanul Qur`an 'Abdullah bin 'Abbas dalam menafsirkan ayat ini: "Mereka mendengar adzan dan panggilan untuk shalat tetapi mereka tidak menjawabnya" (Ruhul Ma'ani 29/36).

Dan sungguh tidak hanya seorang dari salafnya ummat ini yang menguatkan tafsiran ini, atas dasar inilah berkata Ka'ab Al-Ahbar: "Demi Allah tidaklah ayat ini diturunkan kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi dari (shalat) berjama'ah." (Tafsir Al-Baghawiy 4/283, Zadul Masir 8/342 dan Tafsir Al-Qurthubiy 18/251).
Telah Berkata Sa'id bin Jubair: "Mereka mendengar (panggilan) 'Hayya 'alal falaah' tetapi tidak memenuhi panggilan tersebut." (Tafsir Al-Qurthubiy 18/151 dan Ruhul Ma'ani 29/36).

Berkata Ibrahim An-Nakha'iy: "Yaitu mereka diseru dengan adzan dan iqamah tetapi mereka enggan (memenuhi seruan tersebut)." (Ibid).
Berkata Ibrahim At-Taimiy: "Yakni (mereka diseru) kepada shalat yang wajib dengan adzan dan iqamah." (Tafsir Al-Baghawiy 4/283).

Dan sejumlah ahli tafsir telah menjelaskan juga bahwasanya dalam ayat ini terdapat ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat berjama'ah. Atas dasar/jalan ini berkata Al-Hafizh Ibnul Jauziy: "Dan dalam ayat ini terdapat ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat berjama'ah." (Zadul Masir 8/342).

Berkata Al-Imam Fakhrurraziy (tentang ayat): "Dan sungguh mereka pada waktu di dunia telah diseru untuk sujud sedang mereka dalam keadaan sejahtera." (Al-Qalam:43), yakni ketika mereka diseru kepada shalat-shalat (yang wajib) dengan adzan dan iqamah sedang mereka dalam keadaan sejahtera, mampu untuk melaksanakan shalat. Dalam ayat ini terdapat ancaman terhadap orang yang duduk (tidak menghadiri) dari shalat berjama'ah dan tidak memenuhi panggilan mu`adzdzin sampai ditegakkannya iqamah shalat berjama'ah." (At-Tafsirul-Kabir 30/96).

Berkata Al-Imam Ibnul Qayyim: "Dan telah berkata lebih dari satu dari salafush shalih tentang firman Allah Ta'ala: "Dan sungguh mereka pada waktu di dunia telah diseru untuk sujud sedang mereka dalam keadaan sejahtera." (Al-Qalam:43), yaitu ucapan mu`adzdzin: "hayya 'alash-shalaah hayya 'alal-falaah".

Ini merupakan dalil yang dibangun di atas dua perkara:
Yang pertama: bahwasanya memenuhi panggilan itu adalah wajib
Yang kedua: tidak bisa memenuhi panggilan tersebut kecuali dengan hadir dalam shalat berjama'ah.

Hal tersebut di atas (kewajiban shalat berjama'ah di masjid-pent) adalah yang telah difahami oleh golongan yang paling 'alim dari ummat ini dan yang paling fahamnya yaitu dari kalangan para shahabat radhiyallahu 'anhum. (Ibnul Qayyim, Kitabush shalah hal. 65).

Adapun yang menguatkan akan wajibnya shalat berjama'ah juga adalah apa yang telah disebutkan oleh 'Abdullah bin 'Abbas dari jeleknya akibat orang yang meninggalkannya. Sungguh Al-Imam Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan dari Mujahid dari Ibnu 'Abbas ia berkata: Telah berselisih atasnya seorang laki-laki yang berpuasa sepanjang siang dan shalat sepanjang malam tapi tidak menghadiri shalat jum'at dan tidak pula shalat berjama'ah, maka ia berkata: "Dia di neraka." (Al-Mushannaf 1/346 dan Jami'ut-Tirmidzi 1/188 dicetak dengan Tuhfatul Ahwadzi).

Sebagai penutup kami bawakan ucapannya Ibrahim bin Yazid At-Taimiy, ia berkata: "Apabila Engkau melihat/mendapatkan orang yang mengenteng-entengkan (bermudah-mudahan) dalam masalah takbiratul ihram, maka bersihkanlah badanmu darinya." (Siyar A'lamin Nubala` 5/62, lihat Dharuratul Ihtimam hal. 83).

Dari ucapan beliau ini, terdapat isyarat agar kita berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan takbiratul ihram dalam shalat berjama'ah. Maka seyogyanya bagi kita untuk memperhatikan aktivitasnya masing-masing.

Hendaklah ketika keluar atau bepergian melihat waktu shalat. Ketika waktu adzan dikumandangkan sebentar lagi sekitar 5 atau 10 menit maka kita selayaknya memperhatikannya, apakah keluarnya kita bisa mengejar untuk mendapatkan takbiratul ihram atau tidak? Jika tidak, lebih baik kita menunggu sampai kita selesai melaksanakan shalat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mencintai Sunnah Rasulullah, mengamalkannya, menjaganya dengan sebaik-baiknya dan membelanya dari para penentangnya, Amin. Wallahu a'lamu bish-shawab.

Mutiara Kalam
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafa` Ar-Rasyidin yang terbimbing, berpeganglah erat-erat dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham…" (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ad-Darimi dan lainnya dari Al-'Irbadh bin Sariyah, lihat Irwa`ul Ghalil no. 2455).
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #51 pada: 06 Agustus 2009, 15:51:25 »
Assalamu'alaikum
SEKEDAR INFO
Dewan Masjid Indonesia (DMI) - Bogor Barat
yang baru dibentuk sabtu kemaren tgl 01-Agustus 2009
di masjid At-Taqwa Cilendek bogor, dan blog baru dibuat

Alamat Blog:
http://dmibogorbarat.getforum.org/blog/

Forum:
http://dmibogorbarat.getforum.org/board/

Mohon doa dan dukungannya semoga dapat menjalankan amanah untuk melaksanakan visi & misi DMI
terutama jamaah dari bogor barat ya  :dada:

Wassalam
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline haitan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.378
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #52 pada: 07 Agustus 2009, 07:41:57 »
Sdr. dan Teman-Teman,

Begitu banyak nasehat Nabi kita terhadap Sholat Berjama'ah, dan tentunya para Ulama sendiri memberikan perhatian terhadap Sholat Berjam'ah. Sehingga tentunya mengajak ataupun silaturahmi dari rumah ke rumah untuk mengajak sholat berjama'ah merupakan kerja bersama seluruh kaum muslimin, karena sholat berjama'ah sendiri bukan untuk satu golongan tetapi untuk semua kaum muslimin.

Belum lagi saat ini masih banyak kaum muslimin sendiri yang meninggalkan ataupun tidak teratur dalam melaksanakan sholatnya, dengan banyak alasan seperti sibuk dengan pekerjaan, harus mencari urusan dunia dulu, malas, malu karena banyak berbuat kesalahan, dsb-dsb. Sehingga tentunya bukan dibiarkan masyarakat kita sendiri, tetapi harus dikunjungi untuk bersama-sama mengerjakan sholat berjama'ah.

Oleh karena itu mengajak kaum muslimin untuk sholat berjama'ah dengan jalan silaturahmi dari rumah ke rumah menjadi satu kemestian dibuat oleh seluruh kaum muslimin tidak terkecuali, sehingga nantinya rahmat dan ampunan akan datang tercurah-curah ke dalam tubuh kaum muslimin seperti yang banyak dituliskan oleh sdr. ihsan. Sekarang belum terwujud, karena memang sholat berjama'ah kurang menjadi perhatian kaum muslimin, bahkan belum ada perasaan untuk mengajak kaum muslimin dari rumah ke rumah. Mau?

http://haitanrachman.wordpress.com (Moh. Haitan Rachman)

http://usahadawah.com (Madrasah Da'wah dan Islam)

http://indonesianstrategic.wordpress.com (INDONESIAN STRATEGIC 2025)

Offline reborn of me

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 452
  • Nunggu Bidadari Turun ...
    • Lihat Profil
« Jawab #53 pada: 07 Agustus 2009, 07:45:48 »
syukron ... mengingatkan saya dan menyemangati untuk kembali rajin sholat berjamaah di mesjid :)
Awas racun Aqidah merusak keyakinan kita :
Pemikiran Syiah, Liberalisme, Ingkar Sunnah di myQuran ini adalah musuh yang nyata
Bagi kemurnian Aqidah kita

Offline Kang Peyi

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 519
    • Lihat Profil
« Jawab #54 pada: 07 Agustus 2009, 08:57:03 »
Adab Masjid

1. Pakailah pakaian yang indah (pantas, syukur mengikuti sunnah) pada saat pergi ke masjid
2. Bersih dari hadts besar/ kecil
3. Masuk masjid dengan kaki kanan dan membaca do'a masuk masjid
4. Shalat sunnat tahiyyatul masjid (kecuali waktu makruh/ haram) --> 'kelihatannya ada khilafiyyah mohon disempurnakan'
5. Banyak mengingat Allah selama di Masjid
6. Isi shaf paling depan terlebih dahulu dan seterusnya
7. Jangan mengeraskan suara (berteriak) didalam masjid
8. Jangan berjual beli di Masjid
9.Jangan mencari barang hilang di Masjid
10. Jangan menjadikan masjid sebagai jalan pintas
11. Usahakan shalat berjama'ah tidak tertinggal takbiratul ula.
12. Datang ke masjid dengan tenang walaupun sudah tertinggal, yang kurang dilengkapi
13. kelauar dari masjid dengan langkah kaki kiri dan berdo'a keluar masjid

Masih banyak yang kurang silahkan disempurnakan atau dibetulkan kalau ada yang salah, syukur dengan dalilnya
Masjid adalah rumah Allah, maka orang yang datang ke Masjid untuk beribadah kepada Allah adalah tamu2 Alllah.

Jazakumullah


Offline haitan

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.378
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #55 pada: 07 Agustus 2009, 09:10:40 »
Sdr. dan Kawan-Kawan,

Kami nukilkan hadist yang terdapat dalam tulisan sebelumnya agar menjadi perhatian bersama-sama.

Al-Imam Al-Bukhariy telah meriwayatkan dari Malik bin Al-Huwairits: Saya mendatangi Nabi dalam suatu rombongan dari kaumku, maka kami tinggal bersamanya selama 20 hari, dan Nabi adalah seorang yang penyayang dan lemah lembut terhadap shahabatnya, maka ketika beliau melihat kerinduan kami kepada keluarga kami, beliau bersabda: "Kembalilah kalian dan jadilah bersama mereka serta ajarilah mereka dan shalatlah kalian, apabila telah datang waktu shalat hendaklah salah seorang diantara kalian adzan dan hendaklah orang yang paling tua (berilmu tentang Al-Kitab & As-Sunnah dan paling banyak hafalan Al-Qur`annya) diantara kalian mengimami kalian." (Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 628, 2/110 dan Muslim semakna dengannya no. 674, 1/465-466).

Kita perlu bersungguh-sungguh menjalankan kerja maqomi di kampung kita sendiri yaitu da'wah, ta'lim wa ta'allum, ibadah dzikir dan khidmat. Sehingga kita kaum muslimin untuk selalu bersilaturahmi/mengajak masyarakatnya, melaksanakan pengajaran, ibadah sholat dan yang lainnya secara ijtimaiyyah, dan tentunya kitapun kaum muslimin untuk saling menghormati satu sama lain. Dan juga melupakan kampung tetangga juga atau masjid tetangga, agar hidup kerja maqomi masjid kitapun terus tersebar ke mana-mana.

http://haitanrachman.wordpress.com (Moh. Haitan Rachman)

http://usahadawah.com (Madrasah Da'wah dan Islam)

http://indonesianstrategic.wordpress.com (INDONESIAN STRATEGIC 2025)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #56 pada: 09 Agustus 2009, 11:04:14 »
Assalamu'alaikum
SEKEDAR INFO
Dewan Masjid Indonesia (DMI) - Bogor Barat
yang baru dibentuk sabtu kemaren tgl 01-Agustus 2009
di masjid At-Taqwa Cilendek bogor, dan blog baru dibuat

Alamat Blog:
http://dmibogorbarat.getforum.org/blog/

Forum:
http://dmibogorbarat.getforum.org/board/


Tambahan Info:

wordpress
http://dmibogorbarat.wordpress.com/

multiply
http://dmibogorbarat.multiply.com

 :dada:
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline oki_toink

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2009
  • Tulisan: 2.366
  • Lokasi: Bogor
  • Jenis kelamin: Pria
  • alfitan
    • Lihat Profil
    • Fitnah Akhir zaman
« Jawab #57 pada: 09 Agustus 2009, 11:36:57 »
mantap
Al Mumtahanah 4