Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Menimbang Etika Dakwah dan Etika Politik PKS; Islamikah?  (Dibaca 1549 kali)


Offline adang hidayat

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
« Jawab #90 pada: 27 Februari 2008, 15:00:33 »
aslm..ikhwan/akhwat ga perlu di ributkan wajar aja namanya juga partai politik kekuasaan yang utama.memang saya juga termasuk yg kecewa dgn akhlak berpolitik mereka.di pemilu 2004 mereka begitu gencar membuat isu yg jelek pd parpol islam lainnya. dulu mereka melalui media massa mereka (Sabili,Saksi) membuat opini bahwa PBB punya calon non islam (yg sebenarnya mualaf)ternyata malah mereka di papua caleg tingkat1 dan 2 malah banyak yg non islam.di 2004 juga mereka membuat simulasi pemilu di bekasi mencantumkan nama non islam di daftar caleg PPP dan mengubah nomor urt yg sebenarnya.lihat saja di DPR periode sekarang makin banyak calegnya suaranya malah melempem
:)

Offline Abu_sayyaf

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 2
    • Lihat Profil
« Jawab #91 pada: 28 Februari 2008, 17:43:09 »
Woaduh.........Geduprak...... Capek....pek...pekk! :'( :'(

Ngapain ributin yang beginian... :'(
Apa sampean ga da kerjaan..
Kan Masih banyak saudara-saudara kita yang belum merasakan keindahan Islam
Ayoooo....berdakwah O0 O0 O0
Bantu saudara kita yang masih du'afa, ditimpa musibah, kesusahan
anak anak yang terlantar..... :'( :'(
Mari kita perlihatkan keindahan Islam pada mereka
Biar mereka tahu ternyata Islam itu Indah O0 O0

Offline adi2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 549
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • punya karya apa hari ini ?
    • Lihat Profil
« Jawab #92 pada: 29 Februari 2008, 17:33:25 »
akang teteh sekalian...biasa nih...
di forum kaya gini kita ga tau kapasitas ilmu sodara kita yang nulis di sini
jadi selalu aja berulang datang "nyanyian" usang dan tak dewasa..

betul kata mas abu sayyaf.kewajiban dakwah kita begitu banyak
ga mungkin semua bisa kesentuh oleh sama satu organisasi, satu harokah, atau satu partai
Realitas ijtihad yang begitu beragam dari para 'ulama dan beragamnya pola pikir semestinya membuat kita dewasa memandang perbedaan-perbedaan yang ada di tubuh umat.

Tapi keliatan deh anak yg baru ngaji, baru tau beberapa ayat dan hadits
baru baca beberapa buku agama...baru ngaji ama satu ustadz...satu mainstream

Tapi merasa bahwa dirinya yang paling 'nyunnah' dan paling mendekati siroh nabi
seolah-olah yang lain ga pernah baca hadits2...dan semua tafsir hadits ada di kepala nya/kepala imamnya
cape deh!  :hihi:

imamah lagi imamah lagi... :hihi:
(afwan..bukan mentertawakan imamah dalam pengertian hakiki....cuma imamah dalam konteks yg diagul2kan sebagian kita  :hihi:)






Memaknai yang sederhana
biar bisa mencintai apa adanya

Offline I Nation

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 7
    • Lihat Profil
« Jawab #93 pada: 01 Maret 2008, 20:08:50 »
Pak Adang..., kan sudah dijawab, wajar kalau di daerah yang mayoritas kafir maka yang menjadi wakil rakyat itu adalah dari golongan kafir juga, soalnya nyari yang muslim itu juga susah. Selama memberikan manfaat buat kemashlahatan umat dan rakyat di tersebut, kenepa kita harus pening-pening? Setiap anggota dewan adalah karyawan/ pekerja dari partai yang mempekerjakannya. Untuk kasus di Papua yang Anda permasalahkan,  PKS telah mempekerjakan orang kafir, apakah ada larangan mempekerjakan orang kafir untuk sebuah kebaikan? 
lihat saja di DPR periode sekarang makin banyak calegnya suaranya malah melempem
:)
Saya tidak tahu yang Anda maksud suaranya melempem apakah PKS atau partai yang lain. Tapi kalau yang Anda maksud PKS, maka perlu Anda perjelas 'suara yang melempem'. Mungkin maksudnya suara PKS yang berpihak kepada kaum kecil, kepada kepentingan umat. Bagaimana Anda menyimpulkan bahwa suara PKS itu melempem? Apa parameter yang Anda pakai? Anda harus punya data atas kesimpulan Anda tsb. Bahwa sudah sangat jarang terdengar berita gebrakan PKS di media2 massa? Apakah hanya itu parameternya? Maka Anda salah besar dalam membuat kesimpulan. Tidak tahukah Anda bahwa kebanyakan media informasi sarat dengan kepentingan kelompok tertentu terutama kelompok yang sedang berkuasa, sehingga dengan mudahnya merekayasa membesar2kan berita yang tidak jelas sumbernya, alias tidak indipenden. Minimal tidak memberitakan kebaikan yang diperbuat suatu kelompok yang menjadi kompetitor, apalagi kompetitor dalam masalah parebutan kekuasaan. Dan saya pikir itu yang sedang dialami PKS saat ini. Berita2 tentang kebaikannya tidak di ekspose ke publik, dan kalaupun diekspose tapi cukup kecil dan terbatas. Kalau dulu masih 7 orang di DPR, ekspose tentang PKS lumayan besar dan itu wajar, karena saat itu PKS belum dianggap sebagai ancaman atau saingan dalam perebutan kekuasaan.

Offline Diya al Dien

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.757
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • -vindicate-
« Jawab #94 pada: 02 Maret 2008, 12:14:30 »
akang teteh sekalian...biasa nih...
di forum kaya gini kita ga tau kapasitas ilmu sodara kita yang nulis di sini
jadi selalu aja berulang datang "nyanyian" usang dan tak dewasa..

betul kata mas abu sayyaf.kewajiban dakwah kita begitu banyak
ga mungkin semua bisa kesentuh oleh sama satu organisasi, satu harokah, atau satu partai
Realitas ijtihad yang begitu beragam dari para 'ulama dan beragamnya pola pikir semestinya membuat kita dewasa memandang perbedaan-perbedaan yang ada di tubuh umat.

Tapi keliatan deh anak yg baru ngaji, baru tau beberapa ayat dan hadits
baru baca beberapa buku agama...baru ngaji ama satu ustadz...satu mainstream

Tapi merasa bahwa dirinya yang paling 'nyunnah' dan paling mendekati siroh nabi
seolah-olah yang lain ga pernah baca hadits2...dan semua tafsir hadits ada di kepala nya/kepala imamnya
cape deh!  :hihi:

imamah lagi imamah lagi... :hihi:
(afwan..bukan mentertawakan imamah dalam pengertian hakiki....cuma imamah dalam konteks yg diagul2kan sebagian kita  :hihi:)








mgkn maxud tmn2 dsni,dlm thread ini bkn brarti mreka ga pduli sm ummat&mslh umat,adi..
judulnya aja menimbang etika dakwah&etika politik PKS,islamikah??
klo threadnya bertema: Masalah2 umat?sudahkah qta berperan serta?
br boleh km blg gt.. ;)
toh aq ykn,tmn2 dsni pny kapasitas ilmu yg lumayan n ga cm anak kmrn sore yg baru aja ngaji.hehehe..emg ank yg br ngaji udh ngerti gt mslh2 ky gn?wallahua`lam..yg psti,,ga baik jg qt terlalu undersestimate ma org :p
lgian,klo pun pdnpt mreka beda2 y karena mereka (mgkn) emg bkn PKS,jd wjr dong mereka mengkritisi PKS?? %peace%

hehe..afwan jiddan %peace%
Everything in the universe is a moslem, for its obey ALloh by submission to His laws.

Offline aasep

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 871
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sharinggan الله
    • Lihat Profil
    • Success For Life...
« Jawab #95 pada: 02 Maret 2008, 13:00:45 »
akang teteh sekalian...biasa nih...
di forum kaya gini kita ga tau kapasitas ilmu sodara kita yang nulis di sini
jadi selalu aja berulang datang "nyanyian" usang dan tak dewasa..

betul kata mas abu sayyaf.kewajiban dakwah kita begitu banyak
ga mungkin semua bisa kesentuh oleh sama satu organisasi, satu harokah, atau satu partai
Realitas ijtihad yang begitu beragam dari para 'ulama dan beragamnya pola pikir semestinya membuat kita dewasa memandang perbedaan-perbedaan yang ada di tubuh umat.

Tapi keliatan deh anak yg baru ngaji, baru tau beberapa ayat dan hadits
baru baca beberapa buku agama...baru ngaji ama satu ustadz...satu mainstream

Tapi merasa bahwa dirinya yang paling 'nyunnah' dan paling mendekati siroh nabi
seolah-olah yang lain ga pernah baca hadits2...dan semua tafsir hadits ada di kepala nya/kepala imamnya
cape deh!  :hihi:

imamah lagi imamah lagi... :hihi:
(afwan..bukan mentertawakan imamah dalam pengertian hakiki....cuma imamah dalam konteks yg diagul2kan sebagian kita  :hihi:)


agar tidak menimbulkan kedustaan diantara kita  ayo mari kita  buktikan  mana  yang benar........
dan mana yang salah............  sehingga  perjuangan ini  tidak di nodai dengan faham2 tahugutisme.......   ^-^
seandainya..... antum  mendapatkan kebenaran hendaknya antum dapat membuka diri.........  begitu pula dengan saya........   O0

ini bukan masalah nyunnah..... semata.....  ini masalah konsepsi Islam  yang  benar2 harus difahami.......!  O0

syukron........!

Offline adi2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 549
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • punya karya apa hari ini ?
    • Lihat Profil
« Jawab #96 pada: 03 Maret 2008, 17:36:53 »
mgkn maxud tmn2 dsni,dlm thread ini bkn brarti mreka ga pduli sm ummat&mslh umat,adi..

saya ga bilang teman2 ga peduli masalah umat kok.coba ukhti baca lagi

judulnya aja menimbang etika dakwah&etika politik PKS,islamikah??
klo threadnya bertema: Masalah2 umat?sudahkah qta berperan serta?
br boleh km blg gt.. ;)

jika itu pandapat ukhti.saya hargai.


toh aq ykn,tmn2 dsni pny kapasitas ilmu yg lumayan

Wallahua'lam. tapi yang namanya ilmu itu menurut saya ga cuma wawasan dan teori ... tapi meliputi bashirah dan kebersihan hati.Buahnya bijaksana melihat perbedaan, terlebih lagi dalam wilayah ijtihad yang demikian luas di zaman kontemporer ini.Sikap hati-hati dalam mengeluarkan pendapat dan tidak menihilkan pilihan fatwa/ijtihad yang diambil seseorang/sebagian orang.

n ga cm anak kmrn sore yg baru aja ngaji.

bisa jadi mereka dah ngaji lama.dan saya sangat menghargai ilmunya dan pendapat yang ia miliki."baru ngaji" yang saya maksud itu cuma semacam kiasan.semacam sindrom 'aktivis baru'.yang semangat menilai negatif terhadap segala sesuatu.attitude ini yang saya soroti... 


hehehe..emg ank yg br ngaji udh ngerti gt mslh2 ky gn?

bisa jadi.pengajian itu kan sering juga bahas masalah2 kontemporer.pengajian apapun.sang mustami' langsung aja main kutip2 dan sami'na wa atho'na sama ucapan ustadz yang ia denger.


wallahua`lam..yg psti,,ga baik jg qt terlalu undersestimate ma org :p

Astaghfurullah al'azhim.saya meminta ampun kepada Allah jika ada di hati terbersit sikap underestimate orang lain. dan mohon maaf jika nuansa itu begitu terasa.Astaghfurullah al'azhim

lgian,klo pun pdnpt mreka beda2 y karena mereka (mgkn) emg bkn PKS,jd wjr dong mereka mengkritisi PKS?? %peace%

bukan soal pks ato pkb...ato pkk  :jaim:

Syukron ukhti
Memaknai yang sederhana
biar bisa mencintai apa adanya

Offline wisdom

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 937
    • Lihat Profil
« Jawab #97 pada: 03 Maret 2008, 20:20:06 »
Saya akan sampaikan banyak hal:

1. Etika menerima berita tentang kekeliruan saudara kita yang memiliki track record 'baik' adalah kita memberikan banyak 'udzur  (alasan), kenapa dia melakukan itu? oh mungkin karena terpaksa, atau dipaksa, atau dia tidak tahu, atau sebenarnya bukan dia yang melakukan tetapi merupakan fitnah atas nama dia ... (termasuk spanduk, ingat dulu PKS 'kan pernah dibuat black campaign dengan selebaran gelapyang juga meggunakan logo PKS).

2. Kita-kita sebagai out sider, hanyalah mengingatkan bukan terus menerus menjadikan kesalahan itu sebagai bahan celaan tak berkesudahan. Dahulu, pernah DPP PK pernah ditegur oleh masyayikh Ikhwan di Madinah lantaran ketika acara milad, menampilkan Barongsai. Apa artinya? suasana saling menasihati atas kesalahan sesama PK(S) masih berjalan dengan baik.

3. Kadang ada orang yang sangat cinta dengan PKS, mereka ingin berjuang bersama PKS, tetapi MEREKA BUKAN KADER PKS. Biasanya ini terjadi di daerah minus kader. Nah, mereka ini tidak atau belum tahu apa dan bagaimana nilai normatif dalam PKS. Ada banyak ketua DPC atau DPRa, khususnya di pelosok, yang masih merokok, keluar rumah pakai celana pendek, dll, yang biasanya bukan perilaku standar aktifis PKS. tentunya jika mereka melakukan itu, tidak wajar dan amat keliru yang disalahkan adalah PKS dalam arti institusi. sebab itu perlaku individu. Begitu pula, dalam masalah yang pernah saya dengar, ada 'orang PKS' yang  'kasar' dalam kampanye, ternyata  itu hanya simpatisan atau yang baru berinteraksi namaun langsung jatuh cinta, sehingga perilaku dasarnya dibawa ke PKS, lalu manusia menilai itulah PKS ..

Masalahnya adalah tidak sedikit orang yang baru sekedar masang spanduk dan bendera PKS, sekali kajian PKS, atau pernah berinteraksi aktif, lalu sudah MERASA bagian dari PKS dan merasa kader .. sehingga perilakunya dianggap mewakili .. ini adalah pandangan yang tidak teliti.

4. Wacana menjadi Partai Terbuka, sudah dibantah oleh oleh bayanat resmi dari DPP yang ditanda tangani oleh Presiden PKS, Ka Dewan Syariah, dan Ka Majelis Pertimbangan Pusat. Bahwa PKS tetap menjadi partai da'wah. Sedangkan jika yang dimaksud Partai Terbuka adalah PKS harus lebih all out menyentuh da'wahnya hingga ke non muslim, bukankah memang da'wah harus seperti itu? Bukankah harus menampakkan Islam kepada mereka? Faktanya, tak ada satu pun non islam yang menjadi pengurus PKS dan calegnya, di tempat mayoritas muslim. tetapi, ditempat minoritas seperti Papua, atau mungkin NTT (dan ini adalah daerah pengecualian), adalah wajar jika ada non muslim yang suka dengan PKS lalu mereka ingin membela PKS, masa PKS menolak keinginan mereka hanya karena mereka non muslim? Padahal ditempat seperti Papua, jangankan kader PKS, muslim saja sedikit ..

Artinya di tempat seperti itu PKS (bahkan kaum muslimin) belum kuat, maka wajar bila PKS mengintifa' non muslim untuk melawan musuh bersama, kezaliman universal, dll ... satu hal yang perlu diingat pembolehan mereka menjadi pengurus atau caleg pun harus melalui seleksi dan uji kelayakan yang tidak sembarang. Sesungguhnya, Rasulullah SAW, ketika masih lemah dan minoritas, ia pernah berkumpul bersama orang kafir di rumah Abdullah bin Jad'an dalam rangka membicarakan maslahat kemanusiaa secara umum. Peristiwa ini terkenal dengannama Hilful Fudhul. Ketika Beliau hijrah ke Madinah, yang menjadi menghapus jejak beliau adalah orang Yahudi. Rasulullah sendiri pernah bekerjasama dengan Bani khuzaah untuk melawan kaum musyrik lain yang lebih berbahaya.  maka, apa yang dilakukan PKS, jika memang makna terbuka adalah seperti ini, maka maa fii musykil (tidak ada masalah)... tetapi jika yang dimaksud terbuka adalah PKS bebas menerima pengurusnya dari golongan mana saja padahal masih banyak kader dan umat Islam sendiri yang belum terbedayakan, mereka memiliki posisi kuat, maka itu buka terbuka, tetapi kebablasan ... nampaknya bukan ini yang dimaksud.

sayangnya pemuat Thread ini tidak menjelaskan secara rinci etika da'wah dan etika politik yang bagaimana yang dia tanyakan keislamiannya dari PKS? dia hanya memberikan contoh-contoh yang dia ketahui di lingkungannya saja (dikampusnya), atau dari bacaan koran, atau desas-desus, tanpa mengusut langsung dan nilai dengan timbangan yang sehat.

Memang, agak sulit bagi manusia untuk berbuat objektif khususnya orang atau kelompok yang menilai dahulu, sebelum mengkaji dan meneliti. menyalahkan sebelum membuktikan.

Offline wisdom

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 937
    • Lihat Profil
« Jawab #98 pada: 03 Maret 2008, 20:24:34 »
silahkan baca juga kompromi politik yang Rasulullah lakukan dengan orang kafir, ketika posisinya masih lemah, atau kalau memang kompromi itu membawa maslahat ...

Silahkan lihat di thread: Inilah SeruanIkhwanul Muslimin,Maka ketahuilah olehmu

Offline hashishin

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2006
  • Tulisan: 3.085
  • Lokasi: The city of angelines
  • Jenis kelamin: Pria
  • - = [ distingushing the inferiors ] = -
    • Lihat Profil
    • Blog gw ( masih baru... )
« Jawab #99 pada: 04 Maret 2008, 10:52:20 »
tapi dengan kompromi yang Rasulullah lakukan, tidak ada syariat Islam yang terlanggar...
jadi batasan kompromi selain "keadaan yang memaksa" adalah syariat.

DISCLAIMER : gw nggak bilang (Semua) kompromi yang dilakukan PKS melanggar syariat. tapi gw tidak menemukan penjelasan dari alasan2 kompromi di thread tersebut yang terkait dengan batasan yang saya sebut. tulisan di thread itu lebih ke arah menjawab orang2 yang mutlak mengharamkan kompromi dibandingkan menjadi pembeda antara kompromi yang dibolehkan dengan yang tidak boleh...

dan itu tidak cukup untuk menilai apakah suatu jenis kompromi dibolehkan atau tidak, secara teknis. why? coz the article only explains that the so called "compromise" is allowed and exist.

Kutip
silahkan baca juga kompromi politik yang Rasulullah lakukan dengan orang kafir, ketika posisinya masih lemah, atau kalau memang kompromi itu membawa maslahat ...

mungkin perlu dituliskan argumen2 yang menyatakan pertimbangan2 yang teman2 pks sebut maslahat dari sistem kompromi pks.




OH IYA...
terkait nih...tp ga harus dijawab coz rada OOT
kan tujuan kompromi kalian adalah maslahat (well, i will like to trust it anyway... for now )

coba jelaskan maslahat apa aja yang teman2 udah capai dengan kompromi kalian?
Cinta Allah , Cinta Rasulullah, Cinta Ahlul Bayt, Cinta Shahabat-Shahabat Rasulullah, Cinta Tabi'in, wat Tabi'utTabi'in... Insya Allah...

-= HIBERNATING FOR A WHILE... DO NOT DISTURB!!! =-

Offline ummu_maryam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1
    • Lihat Profil
« Jawab #100 pada: 04 Maret 2008, 11:08:43 »
Apakah Rasul juga membentuk komunitas bernama HTI, Salafy, Tabligh, Muhammadyah, NU, LDII, dan lain sebagainya? (dari Gi-Joe)

maaf salafy itu bukan komunitas

Offline teroriscool

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 406
  • Lokasi: jakrata
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #101 pada: 04 Maret 2008, 11:32:11 »
Apakah Rasul juga membentuk komunitas bernama HTI, Salafy, Tabligh, Muhammadyah, NU, LDII, dan lain sebagainya? (dari Gi-Joe)

maaf salafy itu bukan komunitas


masa ????
QS. 46:13

Offline sifatus.safwah

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 123
  • QS: Al-Anbiyaa':92
    • Lihat Profil
« Jawab #102 pada: 04 Maret 2008, 12:01:31 »
Seandainya PKS melakukan cara dakwahnya rasul.....  maka jadinya akan lain..........  bukannya  PKS mengubah sistem tapi PKS malah menjadi pembantu SISTEM dzalim itu sendiri............ :'( :'( :'(

 :hihi: apa jadinya orang yang belum mendapat hidayah di PKS/IM yak? semoga ALLOH mudahkan mendapatkan hidayah agar mau ruju' pada yang HAQ walaupun itu PAHIT terasa, dan yang belum terkena "fitnah" PKS agar menjauhi buku2 pergerakan, duduk bermajelis dengan mereka, dan bertanya kepada orang yang paham akan hakekat dakwah terselubung mereka "kelompok" IM/PKS.

btw, dakwah cara Rosululloh shallallahu 'alaihi wasallam adalah dakwah terbaik sepanjang masa, dan hanya pengikut kaum salaf yang mengikut jejak generasi shahabat beliau shallallahu 'alaihi wasallam
Tidak mungkin seorang Sunniy akan berbasa-basi kepada ahli bid’ah kecuali jika ia dari kalangan munafiq (Ar Rad Alal Mubtadi’ah li Ibni Al Banna)

Offline wisdom

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 937
    • Lihat Profil
« Jawab #103 pada: 04 Maret 2008, 13:10:18 »
Yaah ..., Anda ini buat thread sebelah... tidak ilmiah, ngasih komentar juga begitu ... manhaj salaf is the best, but 'Salafiyun' like you ... ? tidak ada orang baik yang mengaku baik, maka tidak ada salafi sejati yang ngaku-ngaku salafi, malu kalau tidak cocok ...

Offline Abu Hammad Abdul Halim

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Mar 2007
  • Tulisan: 68
    • Lihat Profil
« Jawab #104 pada: 04 Maret 2008, 13:15:13 »
btw, dakwah cara Rosululloh shallallahu 'alaihi wasallam adalah dakwah terbaik sepanjang masa, dan hanya pengikut kaum salaf yang mengikut jejak generasi shahabat beliau shallallahu 'alaihi wasallam

benar. tapi sayangnya orang2 yg mengaku mengikuti kaum salaf dan merasa paling salafy ternyata cuma ngambil sepotong2 sesuai hawa nafsunya. memangnya jumlah kaum salaf cuma satu orang apa? memangnya mereka semua slalu satu pendapat apa? aneh!