Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Menimbang Etika Dakwah dan Etika Politik PKS; Islamikah?  (Dibaca 1549 kali)


Offline ^Philosophia^

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 23
  • ISLAM IS MY IDEOLOGY
    • Lihat Profil
« pada: 04 Februari 2008, 23:52:08 »
Assalaamualaikum Wr Wb
Melihat perkembangan dan dinamika organisasi Islam sekarang cukup melegakan kehausan umat Islam akan dakwah Islamiyah yang mampu membangkinkan semangat perjuangan Islam... dan kita ketahui bersama sekarang telah banyak organisasi Islam yang bergerak menawarkan pemikirannya termasuk dikampus dan dimana saja, salah satunya adalah PKS yang dimotori oleh Ma'had, dan rekan2nya...    O0 saya pada awalnya cukup kagum akan dakwah yang dijalankan cukup bisa meraih simpati massa, namun pada akhir2 ini ketika kompetisi dakwah dan kompetisi politik atau mungkin juga politik dakwah telah demikian keras dan ketat dimanapun , tak terkecuali di kampus banyak organisasi Islam termasuk PKS yang sering menjadi wacana pembicaraan seringkali untuk memenangkan kompetisi dakwah (yang ujung2nya adalah banyak2an massa/ kader) banyak menggunakan cara segala cara  termasuk yang sering saya dengar (saya bukannya anti PKS) adalah dgn memfitnah organisasi dakwah yang lain (maaf kalo saya keliru, mohon koreksi, bukan jua untuk memfitnah) misalkan menyebut kompetitor dakwahnya adalah kelompok sesat, menuhankan akal, khilafah = garis keras, dls.   :toe: :toe:
Begitu pula dalam dunia politik, dgn kerasnya kompetisi di medan politik, mungkin saja politik "machiavelian" juga sangat mungkin dilakukan oleh PKS  yang akhir2 ini telah banyak kita ketahui PKS meng-goal-kan caleg dan kader dari golongan non muslim, padahal di Qur'an (secara tekstual) jelas Allah jelas melarang memlih pemimpin yang bukan muslim , nah ini sudah bukan muslim malah dicalonkan partai yang berazas Islam...seberapa efektifkah jika ini termasuk strategi, apakah akan banyak massa dari luar non Islam yang masuk partainya, bagaimana menjaga khittah organisasinya jika dalam majelis syuronya suara akan terbelah jika ada kader non muslim seperti terbelahnya suara ketika Amien Rais (yang notabene pemimpin muslim) membutuhkan dukungan, tetapi suara PKS terbelah 2 satunya ke Wiranto karena anaknya Wiranto ada di PKS...so, gimana nih apa memang etika dakwah dan etika politik yang dikembangkan PKS adalah etika segala cara, apakah memang seperti itu...Apakah Islam juga demikian?       :'( :'(

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #1 pada: 06 Februari 2008, 10:47:17 »
yaa.. double thread lagi. Di hukpol kan udah ada...

Offline adi2

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 549
  • Lokasi: bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • punya karya apa hari ini ?
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 06 Februari 2008, 13:14:58 »
Kebangkitan suatu umat memang Allah janjikan untuk dipergilirkan.".....Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. .... "(ali 'Imran:140).
Dengan ayat itu dan dalil-dalil serupa, Allah memberikan janji yang membuat hati orang-orang mu'min menjadi tenang dan optimis.di berbagai negara dan belahan bumi ini telah bermunculan para mujaddid, mujtahid, dan mujahid yang tampil ke panggung kehidupan mempelopori serta menyambut gelombang kebangkitan Islam.

Dengan keberadaan harokah dan organisasi Islam yang ada, kita perlu mampu menyikapinya sebagai realita yang tak terpisahkan dari kehidupan dan sunatullah.Kefaqihan dan bashirah seseorang akan menentukan langkah dirinya yang tepat.

saudaraku...
Keberhasilan dakwah suatu harokah tak selalu diukur sukses dengan banyaknya pengikut dan simpatisan.namun juga sedikitnya pengikut bukan berarti ia tanda lurus dan tepatnya manhaj.

saudaraku...
jika anda menemukan kesalahan-kesalahan ataupun kekurangan saudara kita, maka alangkah ahsannya jika memenuhi beberapa adab berikut :
1. nasihati ia pertama kali dengan niat ikhlas dan santun. nada meminta konfirmasi dan tabayyunn barangkali bisa digunakan oleh tipikal masyarakat indonesia seperti kita.
2. Jika apa yang anda dengar merupakan buah pembicaraan sehari2 yang faktual dan tak terbantahkan, maka alangkah baiknya jika kemudian dalam forum umum seperti ini anda melakukan pola kalimat yang membatasi pelaku tersebut sehingga tidak seolah-olah menisbahkan sikap dan perilaku yang tidak tepat itu kepada entitas suatu jamaah yang ribuan jumlahnya

Sebutan anda bahwa PKS memfitnah organisasi dakwah lain, menegaskan perlunya data dan bukti kongkrit.karena anda telah menyebutkan institusi (PKS) seolah ia adalah pelaku.jika ternyata pernyataan itu benar adanya, maka jalur hukum barangakali terbuka untuk ditindaklanjuti, selain itu masyarakat umum yang mulai cerdaspun dapat menilainya dan memberi hukuman sosial  terhadap PKS(mis. dengan menjauhi), dengan catatan ..jika benar PKS memfitnah sana-sini...

Namun jika pernyataan anda tidak benar wahai saudaraku, maka cukuplah tulisan anda menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa membuat suatu gagasan, tabayun, menulis artikel, atau apapun sangat memerlukan pemilihan kata yang benar dan tepat, konteks yang sesuai, selain niat yang ikhlas mencari ridho Allah SWT.

melalui jalan demokrasi ini, umat Islam bisa memanfaatkan kebebasannya dengan menyampaikan aspirasi pada partai yang tepat. kemudian partai itu mengakomodasi dan memberi payung politik yang berpengaruh signifikan pada kehidupan umat Islam.meski sebagian umat Islam itu ada yang cuek,bahkan antipati dan mengharamkan partai/demokrasi/dan sejenisnya.

Oleh karena itu, menurut saya PKS menganggap penting untuk mengambil sebanyak-banyaknya suara untuk menjadi bukti tak tebantahkan di panggung hukum nasional dan internasional bahwa umat ini menhendaki Islam dan kebaikan.  O0

menurut saya, Pemilihan caleg non muslim wajar dilakukan di daerah yang mayoritas penduduknya adalah non muslim.itupun dengan kesepakatan yang ketat antara partai dan si caleg.Posisi si caleg tidak berada dalam posisi 'pemimpin'.tapi ia adalah penyalur aspirasi rakyat di daerahnya dan pasti tidak akan diarahkan untuk mendukung isu2 yang bertentangan dengan syariat Islam.

barangkali, inilah strategi yang sementara ini dipakai oleh PKS agar mendapat suara dan simpati masyarakat untuk kemudian diarahkan dengan memposisikan para anggota legislatif menggulirkan dan mendukung program2 yang membuat masyarakat sejahtera, makmur,damai,adil, dan secara garis besar kondusif untuk penyemaian dakwah Islam tingkat lanjut.di masyarakat muslim atau non muslim.
tidak sibuk selalu mempermasahkan label 'syariat Islam' dan memasukkan hukum2 pidana/perdata (yang hanya sebagian kecil dari syariat) dengan tergesa-gesa ke dalam perundang-undangan.padahal masih ada issu2 pragmatis yg harus diselesikan.seperti kelaparan, kebodohan, kualitas pendidikan,kesehatan, dan lain2.bukankah pembela syariat harus kompeten membuktikan dirinya 'rahmatan lil 'alamin'???O0

tapi bukan berarti pula PKS tidak punya cita2 memasukkan hukum2 pidana/perdata dalam perundang2an...pasti cita2 itu ada.setahu mereka, mereka paham benar syumuliyatul Islam dan telah mengaplikasikannya. cuma saja perlu bermain cantik agar energi kita efektif dalam berdakwah, melayani ummat,dan menerapkan syariat Islam.

Sungguh kerja seperti ini perlu kecerdasan dalam memahami nash syariat dan membumikannya.sungguh kerja seperti itu menguras tenaga dan banyak waktu.

Soal pecahnya pendapat antara memilih amin rais dan wiranto...itu setahu saya juga merupakan atas pertimbangan kemaslahatan dakwah.orang2 yang ada di kepemimpinan PKS tidak akan rasanya mengalami suasana "terpecah" karena isu kolusi.

dulu itu...amin rais memang sosok ideal...tapi ia diperkirakan tidak akan banyak mendulang suara dengan perhitungan rasio.tapi wiranto punya kans menang..dan wiranto dapat diajak bekerja sama membela dakwah.

Wallahua'lam
ini adalah sekedar tulisan dari seorang pengamat dari pendukung dakwah pks,,,dan saya adalah pendukung dakwah Islam manapun yg bekerja untuk kepentingan Islam dan umatnya

mari kita senantiasa tabayyun  %peace%

wassalamu'alaikum wrwb
Memaknai yang sederhana
biar bisa mencintai apa adanya

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 06 Februari 2008, 14:21:50 »
Baik bung adi saya sudah tabayun

SIMAK baik2 berita ini

PKS Siap Terima Caleg Non-Muslim


Jakarta (ANTARA News) - Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah mengungkapkan, partainya siap menerima anggota non-muslim untuk dijadikan anggota DPR dari PKS dan hal itu merupakan konsistensi atas keterbukaan parpol tersebut.
"Kami siap mencalonkan anggota non-muslim sebagai anggota DPR dari PKS dan kami juga siap berkerja sama atau berkoalisi dengan partai apa pun dan lembaga mana pun," kata Fahri saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Fahri yang sedang menghadiri penutupan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS di Sanur, Bali, itu menyatakan kesediaan partainya membuka diri terhadap anggota-anggota yang non-muslim juga sebagai konsistensi keterbukaan PKS yang sebenarnya telah dirintis sejak awal.
Selama ini, ia menambahkan, PKS juga telah memiliki anggota DPRD yang non-muslim di beberapa daerah.
Langkah PKS menjadi partai yang terbuka terhadap semua kalangan/agama di Indonesia itu juga telah disambut positif oleh Sebali Tianyar Arimbawa, tokoh pendeta Hindu di Bali yang biasa disebut Ida Pedanda.
Dukungan tokoh sepuh Hindu di Bali tersebut atas keterbukaan PKS itu dikemukakannya pada saat dialog kebangsaan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS di kawasan Pantai Sanur, dengan menyatakan bahwa dirinya siap diajukan sebagai calon legislatif (caleg) dari PKS.
"PKS itu yang saya tahu sudah menjadi partai terbuka dari dulu. PKS memahami kemajemukan di negeri ini," kata tokoh asal Griya Tegeh Amlapura itu.
Lebih lanjut ditegaskannya bahwa wajah Islam yang menghargai pluralitas atau keragaman telah mampu ditampilkan PKS.
Ia juga berpesan agar PKS memegang komitmen untuk tetap menjaga sikap moral dan kepedulian sosial seperti yang ditunjukkan selama ini. Terlebih PKS didominasi kaum muda yang mempunyai waktu lebih panjang dalam berjuang membangun bangsa.(*)
Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 06 Februari 2008, 14:26:37 »
Ya bukan sudah jelas bahwa PKS PLURALIS

membuka diri untuk masuknya beragam agama.
bukan fitnah tapi sudah jadi JUDUL BERITA DI berbagai media masa...
dan pernyataan resmi dari PDD PKS

ya kan sudah menjadi tuntutan DEMOKRASI UNTUK MENJADI SEKULAR PLURALIS
itu hukum yang akan mengenai siapapun orang yang masuk dalam sistem politik demokrasi

Konsekuensi dari pasar politik demokrasi...
ini masalah mencari banyak suara....

Islamnya bagaimana tuh??
Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #5 pada: 06 Februari 2008, 14:31:49 »
Hubungan antara 'Islamnya bagaimana tuh??' dengan 'pernyataan resmi dari PDD :hihi: PKS' itu apa?

Btw, thread tentang PKS sudah jadi partai terbuka ada di Hukpol :) Yang dibahas sekarang adalah etika berpolitik PKS, yang ternyata juga udah ada di Hukpol  :toe: . Etika sendiri adalah nilai lintas agama, nilai yang ada pada setiap manusia tanpa melihat agama apa dia. Jadi, penilaian tentang 'Islamnya bagaimana tuh??' tidak relevan di sini saya kira :)

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 06 Februari 2008, 14:45:42 »
Ah relevan saja...ga relevan kan menurut anda.

ya padahal kesimpulannya sederhana

Bahwa PKS bukan Parpol islam ... dan itu penegasan PKS sendiri

karena saudara2 saya orang2 PKS selalu mengidentikkan PKS sebagai organisasi politik
Berasaskan ISLAM. mereka selalu berpakaian islami, berjilbab berjenggot bahkan
saya pun selama ini menyangka PKS itu parpol ISLAM

 Nah terbukti padangangan saya dan saudara2 saya itu keliru...dengan berita2 yang dilansir  oleh media massa saat ini.



Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #7 pada: 06 Februari 2008, 14:48:42 »
Dari mana aturannya kalau partai berasas Islam tidak boleh bekerjasama dengan non muslim?

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 06 Februari 2008, 14:52:50 »
Ga ada sih ... nama juga partai ya mau bekerja sama dengan orang atheis atau penyembah berhala ya siapa melarang. namanya juga demokrasi

sebetulnya ini bentuk kekecewaan saya terhadap partai PKS yang dulu saya sempat simpati...
Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #9 pada: 06 Februari 2008, 14:58:07 »
ya sudah. Kalo anda kecewa, jangan lupa sertakan doa anda untuk PKS agar diluruskan setiap tindakannya yang menyimpang.

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 06 Februari 2008, 15:23:04 »
Tentu kita walau tidak satu bendera tetap saudara sesama muslim

hanya saja kita sedih semakin sedikit wadah aspirasi untuk memperjuangkan islam...

jujur saya bukan orang yang sependapat dengan ikhwanul muslimin tentang dakwah lewat jalur parpol

tapi kelak jika terjadi peperangan melawan non muslim toh saudara2 kita dari ikhwanul pasti akan satu barisan melawan mereka

oh ya saya bukan IM dan bukan simpatisannya tapi simpatisan islam
Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline aasep

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 871
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Sharinggan الله
    • Lihat Profil
    • Success For Life...
« Jawab #11 pada: 06 Februari 2008, 15:24:12 »
Seandainya PKS melakukan cara dakwahnya rasul.....  maka jadinya akan lain..........  bukannya  PKS mengubah sistem tapi PKS malah menjadi pembantu SISTEM dzalim itu sendiri............ :'( :'( :'(

Offline refleksi

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2008
  • Tulisan: 1.523
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 06 Februari 2008, 15:30:31 »
tapi terus terang ana tetap dalam koridor kritik yang baik...
terhadap PKS dan kelompok2 islam

ya kita hidup dalam dunia nyata yang kita harus berdampingan dengan perbedaan walau perbedaan itu bersifat prinsip...

dan tentu hidup dengan berbagai kelompok islam harus bijak dan adil dalam kritik dan pelurusan.

Itulah realitas bahwa akar perpecahan yang telah ditanamkan nonmuslim seperti yahudi telah mengakar dan menancak jauh di masa lalu, yakni dalam perjalanan sejarah islam itu sendiri.
Orang kafir aja Bangga dan PD pake Bikini & Rok Mini
(udah kaya Binatang)....
Masa Muslim malu kalau pake Busana Muslim + Sunnah Jenggot dan Tidak Isbal

Kite Musti Bangga Ama Ciri Khas KITA...dan Ga Niru Ciri Khas ORANG KAFIR

Offline mahyuni_alfatih

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 231
  • Lokasi: Latumeten
  • Jenis kelamin: Pria
  • Hidup mulia atau mati syahid
    • Lihat Profil
    • Catatan Mahyuni Al Fatih
« Jawab #13 pada: 06 Februari 2008, 15:33:47 »
aaaaa....asyik juga yaa hidup adaperbedaan walau berbeda tapi harus tetap dalam keadaan baik

Offline andaleh

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.944
  • Lokasi: Bandar Lampung
  • Jenis kelamin: Pria
  • The King Of OOT :D
    • Lihat Profil
    • my blog
« Jawab #14 pada: 06 Februari 2008, 15:37:08 »
Ya, syukron akh @refleksi. Allahu yubarik fiik. Senang memiliki saudara seperti antum. Yang jelas, setiap ruh yang bergerak menuju sasaran yang sama, pada suatu titik akan dipertemukan oleh Allah juga :). Insya Allah.