Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Mencari Format Perjuangan Umat Islam dalam Menegakkan Ajaran Islam  (Dibaca 1143 kali)


Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 21 Februari 2008, 08:01:55 »
hmm...
tumpah darah
memberangus
 :hmmm:
ttd

(tangan)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #31 pada: 22 Februari 2008, 22:23:20 »
Mana mungkin seorang yang dibenaknya ada konsep hidup. Ada halal haram dalam pikiran dan geraknya, gak pernah ngebyangin bahwa semua itu akan tegak sebagai Hukum Halal haram.
Kalo begitu, berarti ia berbuat baik secara asala-asalan. tak peduli dengan lingkungannya. gak pede dengan agamanya.
Point yg saya tangkap O0 O0 O0

Kutip
Implementasi amar ma'ruf nahi munkar ini pada dasarnya sejalan dengan pendapat khalayak yang dalam bahasa umumnya disebut dengan public opinion, sebab al ma'ruf adalah apa-apa yang disukai dan diingini oleh khalayak, sedang al munkar adalah segala apa yang tidak diingini oleh khalayak. Namun kelalaian dalam ber-amar ma'ruf telah memberikan kesempatan bagi timbulnya opini yang salah, sehingga yang ma'ruf terlihat sebagai kemunkaran dan yang munkar tampak sebagai hal yang ma'ruf.
PRINSIP DA'WAH DALAM AL QUR'AN
http://ccc.1asphost.com/assalam/detail.asp?Id=147


Mari tanamkan,bangun dan meluruskan kembali "PUBLIC OPINION" mengenai agamanya sendiri disegenap pikiran direlung hati ummat ....
(Meng-Islamkan kembali ummat Islam....)
dengan....:hmmm:
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28819.0.html




sedikit pandangan dari ana :
( http://myquran.org/forum/index.php/topic,20011.msg512112.html#msg512112 )

umat islam akan bangkit jika benar-benar ( berilmu ) &  mengenal, serta mengamalkan islam dengan baik & benar,
mengenal islam sebagaimana para shohabat mengenal nya dari rasulullah,
sebagaimana pula para tabi'in mengenal islam dari shohabat dan seterusnya.
dan insya allah jika umat islam mengerti & mengenal islam dengan baik maka umat islam ini akan bangkit dengan sendirinya ;

kita kasih contoh kecil aja  :

pernah di banten mo ada peraturan untuk memisahkan antara siswa laki-laki dan perempuan, namun siapakah yang menolak ? sebagian besar adalah umat islam sendiri, kenapa ???

karena mereka belum benar-benar mengerti akan islam yang sesungguhnya, KTP islam, sholat 5 waktu , mereka puasa, zakat, hajji dsb tetapi , seakan-akan islam itu hanay itu-itu saja mereka ngak mau mempelajari syari'at-syariat yang lain ,

untuk itu kewajiban kita sebagai generasi muda hendaknya kita giat menuntut ilmu kemudian mendakwahkannya kepada masyarakat hingga masyarakat mengenal betul akan sumuliatul dinul islam ( kesempurnaan agama islam )


Mengubah Cara Kita Memikirkan Da’wah...:koran:

Jembatan apa yang dibutuhkan, diantara cita-cita yang menjulang dan kemampuan yang pas-pasan?

Ada perasaan sia-sia yang menjalar perlahan di hati seorang dosen. Malam itu semua usahanya meyakinkan para mahasiswanya tentang keunggulan ekonomi Islam gugur berkeping-keping, hanya karena sebuah pertanyaan sederhana seorang mahasiswa.

Rasanya semua energi intelektualnya sudah dikerahkan. Enam belas kali pertemuan dalam satu semester. Menurut dosen, jumlah tersebut cukup guna membangun keyakinan kokoh di benak para mahasiswa tentang keunggulan sistem ekonomi Islam di atas semua sistem lainnya.

Ia meyakinkan mereka dengan membuat perbandingan ideologi dan sistem yang sangat rasional-objektif antara Islam dengan kapitalis dan komunis; perbandingan bisnis antara konsep bank tanpa riba dan bank konvensional; analisa komprehensif tentang kegagalan pembangunan di dunia Islam; syarat-syarat yang diperlukan demi meningkatkan kesejahteraan ummat dan memajukan perekonomian mereka.

Begitu seterusnya. Mahasiswa-mahasiswanya antusias. Sampai pertanyaan sederhana itu muncul. "Apakah ada sebuah negara yang telah menerapkan sistem ekonomi Islam, dan mencapai tingkat kemakmuran yang dijanjikan sistem itu seperti yang bapak ceritakan, sehingga kita dapat menjadikannya model pengembangan ekonomi bangsa kita ke depan?" tanya mahasiswa itu enteng, dan sedikit lugu.

Sederhana memang. Tapi itulah "LUBANG BESAR" yang menganga dalam cara kita mengkomunikasikan Islam kepada masyarakat.
Sementara kita menjelaskan keunggulan ideologi dan sistem yang abstrak, mereka mengharapkan contoh aplikasi yang sukses dalam kehidupan nyata.
Sementara kita membanggakan keunggulan di dunia maya spiritual, tapi mereka hanya terpesona kepada yang unggul di dunia empiris.
Sementara kita menjelaskan kehebatan Islam di masa lalu, mereka menyaksikan keterpurukan kita saat ini.
Sementara kita menjelaskan kebenaran-kebenaran Islam, mereka justeru menantikan kekuatan-kekuatan kaum Muslimin.
Sementara kita menjelaskan teori, mereka memahami teori lebih baik melalui contoh kasus.
 :yihaa:


Cermin realitas

Kebanyakan orang belajar secara visual, tapi kita berkomunikasi secara abstrak. Ini hanya contoh kecil, sangat sederhana, tapi memadai untuk menjelaskan mengapa gerakan da’wah belum mampu menembus pusaran logika massa, apalagi melakukan penetrasi pada jaringan-jaringan pemikiran, sosial dan politik untuk kemudian mengubah, memobilisasi dan mengendalikan mereka.

Di tingkat opini publik, Islam dan gerakan da’wah dengan mudah "diisolasi" tanpa pembelaan spontanitas dari masyarakat. Masyarakat juga belum begitu percaya dengan kemampuan gerakan da’wah beserta para pemimpinnya untuk mengelola negara. Secara keseluruhannya, Islam dan gerakan da’wah belum memegang peran-peran kunci dalam pembentukan kesadaran publik. Padahal itu semua merupakan kondisi-kondisi pendahuluan yang mutlak ada dalam perjalanan kita menuju kekuasaan.

Rendahnya tingkat penerimaan publik dan kapasitas serta citra kita sebenarnya merupakan realitas-realitas yang berakar pada cara kita berpikir. Tidak ada realitas kita yang tidak berakar pada pikiran kita. Pikiran adalah cermin besar yang memantulkan seluruh potret realitas kita secara apa adanya. Pikiran adalah ruang kemungkinan (space of possibility), dan realitas adalah ruang tindakan yang telah jadi nyata (space of action). Seluruh realitas kita hanya bergerak pada ruang kemungkinan itu. Makin besar ruang kemungkinannya, makin besar ruang realitasnya. Bagaimana kita berpikir, begitulah kita akan bertindak.

Jadi jauh sebelum sebuah realitas tercipta di alam kenyataan, ia terlebih dulu tercipta di alam pikiran kita. Sebaliknya, apa yang tidak pernah kita pikirkan tidak akan pernah jadi realitas di masa mendatang. Maka realitas-realitas kita hari ini sesungguhnya merupakan buah dari benih-benih pikiran yang telah kita tanam bertahun-tahun yang lalu. Dan seterusnya. Realitas-realitas kita di masa mendatang adalah buah dari benih-benih pikiran yang kita tanam hari ini.

Konflik dengan penguasa, misalnya. Ini realitas yang mewarnai pola hubungan antara gerakan da’wah dengan penguasa selama ini. Realitas ini berakar pada persepsi gerakan da’wah tentang penguasa sebagai kumpulan para thaghut. Begitu persepsi ini menguasai pikiran kita, sense of war langsung menyalakan alarm perang ketika kita berhadapan dengan penguasa.

Misalnya lagi, fenomena esklusivitas para aktivis di tengah masyarakat. Fenomena ini berakar pada persepsi, bahwa masyarakat kita saat ini hidup dalam kubangan jahiliyah modern. Begitu seseorang berubah menjadi aktivis da’wah, segera saja ia merasakan superioritas spiritual dan moral, dan menemukan tembok pemisah antara dirinya dengan masyarakat.

Ambil contoh lain lagi. Dana. Keterbatasan dana adalah ironi besar yang membatasi ruang gerak da’wah kita. Uang adalah sarana pendukung yang tidak pernah mengisi atau bahkan tak punya tempat dalam ruang pikiran kita selama ini. Kalau toh kita memikirkannya, itu hanya sambil lalu. Pikiran kita selalu terfokus pada bagaimana mensiasati keterbatasan. Bukan pada bagaimana menciptakan kemelimpahan. Karena yang kita pikirkan adalah bagaimana mensiasati keterbatasan, maka selamanya keterbatasan menjadi realitas kita. Kemelimpahan tidak pernah jadi nyata, karena kita memang tidak memikirkannya.

Menggeser pusat perhatian

Sekarang sepakatlah kita, bahwa tindakan-tindakan kita muncul sebagai buah dari benih pikiran-pikiran kita. Realitas da’wah juga begitu. Pikiran-pikiran yang berkembang di lingkungan para du’aat lah yang menciptakannya. Jadi pikiran adalah pusat kekuatan yang mengendalikan tindakan-tindakan dan menciptakan realitas-realitas kita.

Jika sistem kendali tindakan dan realitas kita ada pada pikiran-pikiran kita, hanya ada satu jalan memperbaiki realitas-realitas kita, yaitu mengubah pikiran-pikiran kita. Sudah saatnya gerakan da’wah memikirkan kembali caranya berpikir, memikirkan kembali apa yang selama ini kita pikirkan dan mengapa kita memikirkannya serta mengapa kita memikirkannya dengan cara begitu.

Ketika gerakan da’wah memasuki era keterbukaan, bermetamorfosis menjadi institusi terbuka, bermain di domain publik, memasuki pusat-pusat kekuasaan, persoalan terbesar kita adalah sumberdaya. Inilah persoalan yang dihadapi gerakan-gerakan da’wah di berbagai negara Islam seperti Sudan, Yaman, Aljazair, Turki, Mesir, Indonesia dan lainnya. Di semua kawasan ini gerakan da’wah mengalami persoalan tersebut secara fundamental: beban kerja yang muncul akibat perluasan wilayah aksi da’wah tidak seimbang dengan sumberdaya yang dimiliki gerakan-gerakan da’wah tersebut.

Animo besar masyarakat terhadap Islam akibat kegagalan pembangunan di akhir dekade 80-an memang pada mulanya menghasilkan kemenangan-kemenangan politik di awal 90-an, seperti FIS di Aljazair atau Refah di Turki. Tapi itu tidak lama. Situasi segera berubah. Tantangan-tantangan yang menghadang kita melampaui sumberdaya yang kita miliki.

Dengan menggunakan cermin realitas seperti diatas, persoalan sumberdaya ini muncul karena pusat perhatian pikiran kita belum bergeser dari tema besar generasi pertama dan generasi kedua para pemikir da’wah. Kita masih bicara ideologi dan belum bicara sumberdaya. Kita masih bicara sistem pemerintahan Islam dan belum bicara kompetensi kepemimpinan umat. Kita masih bicara slogan "Islam adalah solusi" dan belum bicara agenda aksi penyelesaian persoalan bangsa. Kita masih bicara kegagalan musuh, dan belum bicara kesuksesan-kesuksesan kita. Kita masih bicara ghazwul fikri, dan belum bicara strategi kebudayaan.

Kita masih bicara konspirasi asing, dan belum bicara sistem pertahanan da’wah. Kita masih bicara fiqhul ikhtilaf, dan belum bicara manajemen Organisasi. Kita masih bicara sabar dalam mensiasati keterbatasan dana, dan belum bicara cara menciptakan kemelimpahan dana. Kita masih bicara apa yang kita inginkan, dan belum bicara sumberdaya yang diperlukan untuk mencapainya.

Selama pusat perhatian pikiran kita belum bergeser ke masalah penciptaan sumberdaya-sumberdaya, selama itu kita akan mengalami kemunduran dan keterpurukan.

Wallahu a'lam
« Edit Terakhir: 22 Februari 2008, 23:07:54 oleh ihsan »
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 22 Februari 2008, 23:08:45 »
Opini itu arahnya dukungan umat
opini lebih tepatnya disebut kesadaran massa atau kesadaran umum
kesadaran massa itu dibentuk dengan penyadaran..pembinaan

kesadaran massa itu berujud dukungan dan tuntutan
dan ini adalah sebuah kekuatan
dan ini akan mempengaruhi arah poltik selanjutnya

Memang memrlukan kesabaran yg tinggi dalam membangun kesadaran umum
ini adalah bagian dari amar makruf nahi munkar
dimulai dari sedikit
dimulai dari akidah
dimulai dari kalangan sendiri

emang seperti lambat di awal
tapi begitu pemahaman umat mulai lengkap, maka membentuk dukungan yg penuh dan kuat
opini yg kokoh dan menggelegar
yg akan melenyapkan opini2 tandingan dengan segera
hingga yg ada hanya opini penegakan ajaran Islam

yang bertahap itu kerjanya
materi yg disampaikan ke umat
jumlah dukungan itu sedikit demi sedikit
yg bertahap itu tingkat dukungan dan loyalitas pd perjuangan
yang bertahap itu jumlah kalangan yg mendukung dan berjuang
yang bertahap itu model dukungannya

Bukankah semua infrastruktur itu telah ada?
dan dibalik itu semua adalah manusia
dan manusia iru juga bagian dari umat
dan mereka semua bisa berproses menjadi mendukung dalam penegakkan ajaran islam..

maka bila dukungan penuh telah terjadi dan telah mencukupi,
maka saatnya mengganti semua sofware dg ajaran Islam
kira2 seperti itu formatnya..

Pembinaan umat itu adalah hal yang sangat penting
dan opini umat itu adalah hal yang sangat besar
Allahu a'lam
ttd

(tangan)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #33 pada: 23 Februari 2008, 21:59:59 »
Opini itu arahnya dukungan umat
opini lebih tepatnya disebut kesadaran massa atau kesadaran umum
kesadaran massa itu dibentuk dengan penyadaran..pembinaan

kesadaran massa itu berujud dukungan dan tuntutan
dan ini adalah sebuah kekuatan
dan ini akan mempengaruhi arah poltik selanjutnya

Memang memrlukan kesabaran yg tinggi dalam membangun kesadaran umum
ini adalah bagian dari amar makruf nahi munkar
dimulai dari sedikit
dimulai dari akidah
dimulai dari kalangan sendiri

emang seperti lambat di awal
tapi begitu pemahaman umat mulai lengkap, maka membentuk dukungan yg penuh dan kuat
opini yg kokoh dan menggelegar
yg akan melenyapkan opini2 tandingan dengan segera
hingga yg ada hanya opini penegakan ajaran Islam

yang bertahap itu kerjanya
materi yg disampaikan ke umat
jumlah dukungan itu sedikit demi sedikit
yg bertahap itu tingkat dukungan dan loyalitas pd perjuangan
yang bertahap itu jumlah kalangan yg mendukung dan berjuang
yang bertahap itu model dukungannya

Bukankah semua infrastruktur itu telah ada?
dan dibalik itu semua adalah manusia
dan manusia itu juga bagian dari umat
dan mereka semua bisa berproses menjadi mendukung dalam penegakkan ajaran islam..

maka bila dukungan penuh telah terjadi dan telah mencukupi,
maka saatnya mengganti semua sofware dg ajaran Islam

kira2 seperti itu formatnya..

Pembinaan umat itu adalah hal yang sangat penting
dan opini umat itu adalah hal yang sangat besar

Allahu a'lam

Brother John...O0 O0
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 23 Februari 2008, 22:30:07 »
ih setelah di layout kok jadi kaya lebih dasyat ya?

betapa pentingnya sebuah lay out yg bagus biar lebih menarik.
Kita perlu mendisain opini Islam dengan baik.
ada seni komunikasi massa
ada Brand Imej dsb
kalo perlu kita perlu mempelajari ini
sesuatu yg baik harus disampaikan dengan bungkus yg baik, waktu dan tempat yg tepat

Kalo kita memasarkan sesuatu dalam dunia bisnis kita sangat cermat dan matang dalam membuat strategi pemasaran,
apalagi yang ini!
Kita bahkan sekarang sedang berbisnis dengan Allah
harus lebih profesional!
« Edit Terakhir: 23 Februari 2008, 22:35:03 oleh siJohn »
ttd

(tangan)

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #35 pada: 24 Februari 2008, 01:57:38 »
ih setelah di layout kok jadi kaya lebih dasyat ya?
^-^

Kita perlu mendisain opini Islam dengan baik.
O0

sesuatu yg baik harus disampaikan dengan bungkus yg baik, waktu dan tempat yg tepat
O0

Ingat sejarah sahabat nabi yg digebukin sampe berdarah2.... :koran:
tapi hasilnya...luar biasa  O0
Dimana pada waktu dan momen yg tepat...
sahabat bersegera mengambil INISIATIF  :woroworo:untuk membacakan Al-Qur'an
pada momen apakah ? yaitu disaat musim haji (masih zaman jahil) dimana para kabilah berdatangan ke ka'bah....

Kalo kita memasarkan sesuatu dalam dunia bisnis kita sangat cermat dan matang dalam membuat strategi pemasaran,
Ini dia persoalannya...  ;)
Semakin kita mencintai sesuatu...semakin kita mengejarnya dengan segala konsekwensi....:hmmm:

"Kebatilan yg tertata rapi akan mengalahkan Kebenaran yg tidak terorganisir..." ...lupa ane...ungkapan dari mana ini %peace%
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 24 Februari 2008, 02:02:56 »
pensyarah yg bagus
semakin jelas, gamblang dan bertambah  O0
ttd

(tangan)

Offline Diya al Dien

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Feb 2008
  • Tulisan: 1.757
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
    • -vindicate-
« Jawab #37 pada: 24 Februari 2008, 06:36:27 »
assalamu`alaykum..

mencoba mjwb singkat
@philosophia,klo pdg jwbn yg komprehensif..mnrt aq jwbnnya adalah pembangunan aqidah.dmn qta udah bs bertauhidullah n tauhidurrasul

skrg dliat bbrp contoh. Di indonesia sndr udah ada bbrp fikroh/harokah yg berusaha menegakkan islam dg cara2 mereka.
seperti tarbiyah yg dg PKSnya mncoba menegakkan islam dgn berpolitik. tarbiyah sndr menurutku metodenya bgs, pembangunan syakshiyah islamiyah.namun ada yg kurang....klo qta blm bertauhid,syakshiyah islamiyah/ibadah qta cm tepuk tangan n siulan belaka..gakan ada rasa empati,peduli sm dakwah/kebangkitan islam. Trus salafy, gamo berpolitik n mendukung pemerintah. aq pnh bc majalah Asy-Syari`ah..knp dstu dsbutin qta hrs tunduk n patuh kpd penguasa?sekalipun tdk amanah. pnh ikut liqo salafy, yg dbhs adlh wudhu, air yg dgunakan u/ wudhu dst.mgkn emg penting tp klo dliat dr kacamata fiqh prioritas, yg terpenting saat ini adalah islamudaulah. tmn2 pst tau (seperti yg ada d al quran n dtulis Abul A`la al Maududi dlm bukunya Dasar2 Islam) klo kalimat thayyibah itu ibarat pohon yg baik.akarnya teguh n menjulang ke langit.

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya ke langit. [Ibraahim 14:24]

apakah kalimah thayyibah itu?? ;)

oia..afwan..aq msh dlm thp belajar.kebenaran hny milik allah.trs,aq bukannya aq diskriminasi golongan,aq sndr ikut liqo tarbiyah. tp gda slhnya kn mengkritisi n selalu belajar.. wallahua`lam bisshowab
wassalamu`alaykum :)
Everything in the universe is a moslem, for its obey ALloh by submission to His laws.

Offline siJohn

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 1.199
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 10 Juni 2009, 20:00:26 »
hmm. dari: mendirikan stasiun tv jadi kesini. keangkat lagi deh.

aku hampir lupa dg ulisan2 ini
ttd

(tangan)