Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Jodoh : Antara Harapan Dan Kenyataan  (Dibaca 414 kali)


Offline nuraini ratri

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2007
  • Tulisan: 227
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Faidza azzamta fatawakkal alallah
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 28 Januari 2008, 11:41:12 »
yang saya tau, sebelom nikah perlu sekali kemantaban "Komitmen" bersama....mengakui kelemahan dan kelebihan pasangan. ketika awal pernikahan ada perbedaan yang prinsipil dan tidak bisa ditawar lagi, maka ga usah dipaksa...walaupun saling cinta. karena cinta bisa menjadi benci...karena Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati manusia.

Offline AdnanRasulSayyaf

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 5.167
  • Lokasi: Cihanjuang, Cimahi
  • Jenis kelamin: Pria
  • ~ Argo Wilis ~
    • Lihat Profil
    • Just Try To Be A Bloggrammer
« Jawab #16 pada: 28 Januari 2008, 12:51:10 »
intinya adalah.... pengalaman adalah pelajaran terbaik %peace%

seperti kata pepatah..... teori tanpa praktek adalah pincang..... praktek tanpa teori adalah buta..... gitu yaa klo ga salah bunyinya ^_^ ....... jangan sampe terus ngumpulin teori segudang... ampe berumur tua.... mereka mengira... kedewasaan dirinya didapatkan melalui teori2 dan bertambahnya umur..... padahal...


pernikahan ibarat berwirausaha.... ketika seseorang ingin menjalankan atau membangun bisnisnya.... semua visi misi dan planning2nya sudah dibuat begitu rinci... tetapi ketika dia menjalankan bisnisnya... tidak seperti apa yang diharapkan..... semua planning2nya berubah krn sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi dilapangan..... semua visi misinya menjadi kabur..... disitulah seorang wirausahawan diuji.... apakah dia mampu menghadapi segala permasalahan yg ada atau tidak..... disitu pula seorang wirausahan diuji mental, sikap, dan kreativitas.....

bagi wirausahawan yg sukses... adalah seorang yg mampu menghadapi segala situasi.... mampu mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya setiap kali di uji dengan segala permasalahan... baginya kegagalan adalah proses pembelajaran diri.... bukan suatu hambatan yang menurunkan semangat dalam dirinya......


^_^ maaf sotoy.....

menurut saya gak sotoy pak skorpie, menikah itu bisa diibaratkan mendirikan ISP ?, walaupun sudah banyak baca teori di forum RT/RW NET......., tetep aja pada waktu prakteknya mah tetep aja pasti ada suatu masalah yang unik yang tidak ada di teori, ya kan ?

namun kalo ada suatu masalah spt itu, apakah harus nyerah ?, ya ndak tentunya terus fight supaya Hotlink bisa jd semakin maju dan membesar (loh koq jd ngomongin Hotlink :p ) %peace%
Visit My Blog

Jika anda dapat mengkomunikasikan apa saja, kapan saja dan di mana saja, lalu mengapa anda harus punya kantor ?, kerja bukan tempat yg anda

Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 28 Januari 2008, 13:59:15 »
Makanya, mencari tahu bagaimana memecahkan suatu masalah pada yang sudah menikah bisa menjadi ilmu baru. Ingat saja kalau pernikahan itu ibarat melayari samudera luas yang tidak terlihat pelabuhan tujuannya, meskipun sudah ditentukan akan berlabuh di suatu pelabuhan. Selama berlayar itu akan banyak masalah datang silih berganti, entah ombak yang tinggi yang membuat bahtera oleng, atau badai yang dahsyat. Dan lebih baik kita siapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk, sehingga bisa waspada pada setiap kejadian buruk ataupun baik.

Pengalaman satu dan lain tidak sama. Ada yang mengalami badai dan ada pula yang selama berlayar samudera tenang saja. Ambil pengalaman mereka sebagai pelajaran untuk kita.

Offline chair

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.625
  • Jenis kelamin: Wanita
  • tetep smangad!
    • Lihat Profil
    • chair
« Jawab #18 pada: 28 Januari 2008, 14:17:57 »
yang saya heran (kadang), dramatisasi kehidupan keluarga, entah itu oleh suami, istri, atau bahkan oleh keluarga besar...
padahal semua itu sebenarnya sesuatu kewajaran...
semua masalah itu adalah sebuah keniscayaan, tidak perlu dibesar2kan... wajar2 ajah...
ubah sudut pandang aja, jadikan sebuah masalah menjadi sebuah keuntungan, menjadi sebuah tantangan, menguatkan...