Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Kamis, 24 Mei 2012/3 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:59 - Shubuh 4:33:25 - Terbit 5:55:33 - Dzuhur 11:49:46 - Ashar 15:11:48 - Maghrib 17:44:03 - Isya' 18:57:40 WIB

Penulis Topik: Strategis Salibis menghancurkan Umat Islam  (Dibaca 2046 kali)


Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #15 pada: 28 September 2009, 17:13:12 »
Upaya “Kristen” Jaya di Dunia Maya
Senin, 28 September 2009 / 9 Syawwal 1430


        Jangan kaget jika suatu hari kelak di dunia maya banyak tercecer himbauan, ajakan atau pesan-pesan lebih injili dibanding qur’ani. Baru-baru ini, kelompok gereja, persekutuan, ministry, dan pengikut Kristus di seluruh dunia meluangkan waktu guna membahas penginjilan di dunia maya.

         Dalam acara bertajuk “Hari Penginjilan Internet (IE Day)” itu dibahas bagaimana caranya agar para penginjil-penginjil ini mau meluangkan waktu untuk mulai mempelajari cara penyebaran Injil ke seluruh dunia lebih efektif dan efisien. Cara itu, apa lagi kalau bukan lewat internet.

          Kalangan gereja percaya jika para penginjil ini mau menyisihkan waktu di luar rutinitas gereja maka hasil yang diperoleh akan jauh lebih besar. Apalagi, mereka sudah mengantongi data bahwa lebih dari 1,59 miliar orang di seluruh dunia mengakses internet tiap harinya. Data ini diperoleh dari temuan Internet World Stats beberapa bulan lalu.

          “Dengan menggunakan teknologi internet, kami merupakan generasi pertama yang mampu membawa injil ke seluruh belahan dunia,” ujar Walt Wilson, pendiri sekaligus Ketua Global Media Outreach (GMO), sebuah perusahaan internet dari Campus Crusade for Christ International.

             Pendukung IE Day percaya bahwa situs gerakan penginjilan ini akan semakin banyak diakses setiap hari, bahkan pertumbuhannya lebih cepat dari situs-situs ngetop sebelumnya seperti www.facebook.com  atau www.twitter.com.

            Nah, kepada kaum muslim, tak ada waktu lagi untuk berleha-leha. Bersiap-siaplah menghadapai era internet yang kian berat di depan.  ;) ;)

Cholis Akbar

Suara Hidayatullah | Juni 2009 / Jumadil Tsani 1430

Offline nabeel

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 30 September 2009, 10:33:12 »
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Topik ini baru saya dapat di board LAH, dengan Thread Stater oomnya fahrel.
Saya meminta kepada oomnya fahrel untuk memindahkan topik ini ke Obrolan Umat, dengan pertimbangan, hal yang dibahas adalah berbagai macam strategi salibis dalam penghancuran umat sehingga sangat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan umat Islam.

Saya berharap didalam tret ini, khusus memuat perkembangan berita-berita yang dilancarkan oleh kaum salibis didalam misi pemurtadan yang melanda umat islam yang telah terjadi, indikasi yang sedang, dan rencana-rencana mereka kedepan yang didapat oleh para aktivis muslim anti permutadan di seluruh indonesia.

Maka dari itu, saya sangat berharap kepada semua user myquran untuk dapat mengerti kenapa saya hanya meng-khusus-kan tret ini untuk berisi postingan yang memuat strategi salibis. Jadi selain postingan yang dimaksud, dengan segala kerendahan hati dan memohon maaf yang sebesar-besarnya, akan saya sembunyikan.

Hal tersebut bersifat sementara, sambil usaha saya untuk membuat tret khusus yang memuat postingan user untuk berdiskusi membahas masalah ini. Sehingga diharapkan, sambil kita berdiskusi ditopik lain yang (Insya Allah) akan saya buat khusus, topik ini tidak terganggu dengan postingan-postingan yang tidak memuat berita terkait.

Demikian pemberitahuan dari saya, harap maklum atas ketidaknyamanan ini.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh



Note. :
Didalam topik ini, ada sebagian besar postingan yang saya sembunyikan karena bukan memuat postingan tentang Strategi Salibis, jadi hanya postingan diskusi mengenai topik ini. Insya Allah setelah topik yang saya maksudkan diatas selesai dibuat, akan saya pindahkan kedalam topik diskusi terpisah dari topik aslinya.

Hanya saja, saya harap saudara-saudari dapat bersabar, karena saya juga sedang ada pekerjaan diluar
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline nabeel

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 03 Oktober 2009, 22:10:50 »
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Setelah sekian lama tertunda, akhirnya tret yang membahas masalah tanggapan atas topik ini selesai dibuat.
Bagi yang ingin memberikan tanggapan ataupun berdiskusi masalah ini silahkan ke Diskusi Strategi Salibis menghancurkan Umat Islam
Dan saya mohon setelah ini tidak memberikan tanggapan ditret ini, karena disini khusus untuk postingan artikel tentang Strategi Salibis menghancurkan Umat Islam

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
« Edit Terakhir: 07 Oktober 2009, 09:11:26 oleh nabeel »
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline nabeel

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 20 Oktober 2009, 10:15:11 »
Baca pengakuan ex. muslimah yg jadi intel Katholic
[justify]Pasukan jin dan Salibis bekerja sama memurtadkan umat Islam. Setiap keluarga Muslim dituntut waspada dengan menanamkan akidah Islam secara benar dan mendalam kepada putra-putrinya.

Kisah tragis ini dimulai saat Nena berteman dengan salah seorang aktivis Kerohanian Kristen (Rokris) yang kebetulan satu sekolah dengannya di salah satu SMU Negeri di Kawasan Ciledug, Jakarta. Kedekatan mereka pun terus berlanjut. Hingga suatu waktu, Muslimah yang taat menjalankan ibadah ini diajak aktivis Rokris itu ke rumah kakak pembinanya, seorang Ketua PA (Pendalaman al-Kitab). Lantaran tidak menaruh rasa curiga, Nena yang juga keponakan salah seorang artis ternama ibukota itu tidak berontak saat dua orang temannya yang juga aktivis Rokris memegang lengannya.

Sementara Ketua PA menyentuh keningnya. Tiba-tiba, menurut pengakuan Nena, suhu tubuhnya mendadak panas. Ia merasakan ada getaran masuk ke dalam punggungnya. Seketika itu pula, Muslimah yang selalu patuh kepada orang tuanya ini, tak sadarkan diri.

Sejak kejadian itu, Nena kelihatan berperilaku aneh. Ia sering melamun dan tak mau berkomunikasi, mesti dengan keluarganya sekalipun. Padahal, dulunya, ia dikenal sebagai anak periang. Anehnya lagi, gadis yang akrab dengan teman-temannya ini, jadi suka memuja-muja Yesus dan �ketagihan� pergi ke gereja.

Peristiwa ini terus berlangsung selama satu tahun, hingga Nena dibaptis seorang pendeta. Untuk menutupi apa yang terjadi pada dirinya tersebut, gadis belia ini diperintahkan teman-teman Kristennya untuk tetap melakukan shalat. Namun, shalat yang dilakukannya dengan mengagungkan nama Yesus, walau gerakannya sama dengan shalat pada umumnya.

Tak cukup sampai di situ, para misionaris meminta Nena membenci kedua orang tuanya karena dianggap berada pada jalan lain alias kafir. Bahkan, oleh Ketua PA, Nena ditugaskan merekrut teman-temannya yang lain untuk masuk Kristen.

Nena terbilang �kader� sukses. Ia berhasil memurtadkan beberapa orang rekannya dengan cara sama seperti saat Ketua PA melakukan pemurtadan terhadap dirinya. Malah, sewaktu dalam �binaan� Ketua PA, Nena mampu menghafal ayat-ayat al-Kitab, sehingga dimasukkan sebagai salah satu penginjil dalam misi pemurtadan.

Meski segala upaya dijalankan pasukan Palangis untuk memurtadkan Nena, namun kalau Allah SWT berkehendak lain, maka segala �konspirasi� itu tak ada manfaatnya sama sekali. Akhirnya, berkat bantuan sejumlah pihak, Nena diselamatkan kembali ke pangkuan Islam. Kini, ia menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah saw seperti sedia kala.

Inilah model teranyar pemurtadan memanfaatkan bantuan mahluk halus. Pemurtadan memakai medium jin ini, kini lagi ngetrend. Tidak sedikit sekte-sekte Kristen memanfaatkannya untuk mendangkalkan akidah umat. �Tidak perlu heran jika kelompok Salibis memakai bantuan jin untuk memurtadkan umat Islam,� kata pakar Jinologi asal Bandung Ustadz Eman Sulaeman.

Menurut Ustadz Eman, disuruh atau tidak yang namanya jin, apalagi iblis akan senang menggelincirkan umat Islam dari jalan Allah SWT. Jin dan sejenisnya, kata Ustadz Eman, akan melakukan dua serangan. Pertama, serangan langsung ke kalbu umat. Kedua, serangan tidak langsung seperti ke tempat-tempat keramat, kuburan dan lainnya.

Pendapat senada dikemukakan Direktur Lembaga Pendidikan dan Pengkajian al-Qur�an Bandung, KH. Aminuddin Shaleh. Menurutnya, pemurtadan meminta bantuan mahluk halus merupakan bagian strategi kelompok Kristen guna menghancurkan akidah umat. �Kaum Salibis memang selalu membuat jengkel umat Islam,� katanya kesal.

Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Meski umat Islam dongkol, pemurtadan tetap saja berjalan. Apalagi, sejumlah sekte Kristen menganggap kerjasama dengan roh jahat cukup efektif dan efisien. Selain prosedurnya tidak terlampau berbelit, biaya yang dikeluarkan pun relatif tidak terlalu mahal. Namun, hasilnya cukup baik.

Kerjasama dengan jin dapat menghemat tenaga dan uang. Mereka tidak perlu susah-payah membagi-bagi makanan atau segepok uang gratis kepada para korban, tapi hanya menaruh tangan ke kening korban, �tentu saja dengan bantuan jin�umat Islam jadi hilang ingatan, linglung, patuh dan akhirnya rela mengikuti apa saja yang diperintahkan mereka. Akidah umat Islam jadi goyang, ragu keislamannya dan akhirnya murtad.

Selain secara terang-terangan, metode pemurtadan dengan black magic ini juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Salah satunya melalui pemurtadan berkedok pengobatan alternatif yang tidak rasional.

Kelompok Gereja Tiberias adalah sekte Kristen yang paling terdepan memakai cara-cara seperti ini. Dari berbagai brosur dan selebaran yang disebarkan ke masyarakat, mereka mengklaim mampu menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk penyakit yang telah divonis mati dokter dan tim medis seperti otak hancur, syaraf putus dan jantung bocor.

Hanya dengan menempelkan tangannya ke kepala korban ditambah �air suci� dan doa-doa tertentu, seorang pendeta mampu menyembuhkan semua penyakit. Setelah sembuh dari penyakitnya, orang itu datang ke pendeta dan minta dibaptis menjadi Kristen.

Pemurtadan ala Tiberias ini dilakukan ke hampir semua mal-mal dan pusat perbelanjaan yang ada di sekitar Jabotabek. Sasaran utama kristenisasi dengan cara ini adalah para ABG yang merupakan pengunjung mal terbanyak. Para remaja tanggung itu didatangi dan diimingi pengobatan secara gratis. Namun, di belakang �sikap manis� itu ada bahaya mengancam akidah mereka.

�Dakwah� kelompok Kristen yang berkantor di Jl. Kelapa Gading Boulevar Utara Blok PD 1/22 ini juga sangat rapi dan terpola. Melalui jadwal rutin dan materi secara terencana, pendangkalan akidah dijalankan di sejumlah gedung perkantoran besar seperti Menteng Prada Lt 4, Wisma Dharmala Sakti Lt 14, Graha Kencana Lt 5, Hotel Ciputra Lt 1.

Mereka pun sering mengisi materi di Graha Atrium, Grand Mall Bekasi, Gedung Cawang Kencana, Plaza Metro Sunter. Bahkan, setiap hari Sabtu jam 10.00 WIB, mereka rutin nongol di TVRI secara nasional pada gelombang 39 UHF. Dalam acara yang bertajuk �Firman Allah dan Kesaksian Mukjizat� itu tampil sebagai pembicara antara lain Pimpinan Gereja Tiberias Pendeta Yesaya Pariadji dan Pendeta Gilbert Lumoindang STh.

�Kiprah Tiberias telah merambah secara nasional,� kata Kristolog Abu Deedat Shihabudin. Menurut Ustadz Abu Deedat, berdasarkan data dan pengakuan para korban pemurtadan, kasus-kasus pendangkalan akidah belakangan ini digarap dari kelompok Tiberias ini. �Kalau dulu, kebanyakan berasal dari kelompok Nehemia,� tambahnya.

Di Jabotabek, masih kata Ustadz Abu, kelompok ini berpusat di Lippo Cikarang. Oleh karena itu, katanya, aktivitas kelompok Tiberias tidak bisa dipisahkan dengan sejumlah konglomerat seperti James Riyadi, selaku pemilik Grup Lippo dan Ciputra. �Konon, merekalah penyandang dananya,� tutur Ustadz Abu.

Benarkah Tiberias melakukan pemurtadan dengan bantuan jin? Humas Tiberias Center, Elvis membantah tudingan miring tersebut. �Tidak, tidak benar. Kami melakukan yang sewajarnya mesti dilakukan. Kita tak melakukan di luar itu,� tegasnya.

Lepas dari itu, kalau para konglomerat terus menyuplai dana, maka masuk akal jika pemurtadan kepada umat Islam terus berjalan. Bahkan, perampasan akidah umat itu telah masuk ke daerah-daerah. Di Lampung misalnya. Banyak Muslimah menjadi korban pemurtadan aktivis gereja. Salah satunya menimpa mahasiswi teknik elektro Universitas Lampung, Yoppi.

Mahasiswi yang cukup cerdas dan taat beribadah ini adalah korban pemurtadan dengan bantuan makhluk halus berkedok perkumpulan bimbingan belajar (Bimbel). Anak pasangan Dwi Suryo dan Rilya Hayana ini terlebih dahulu dihipnotis dan jiwanya dimasuki unsur lain. Dalam keadaan tidak sadar, para pengasuhnya di lembaga Bimbel mendoktrin ajaran Yesus ke Yoppi. Ia pun ragu dengan Islam dan akhirnya Yoppi berhasil dibaptis.

Pemurtadan juga marak di daerah Jawa Barat. Kali ini seorang akhwat asal Cianjur menjadi korbannya. Menurut penuturan sumber SABILI, akhwat yang juga mahasiswi Universitas Padjajaran Bandung itu ragu terhadap Islam setelah berteman dengan seorang laki-laki Kristen. Setelah diberi �air aneh�, Muslimah itu pusing dan menjerit-jerit. Singkat cerita, Muslimah ia pun patuh terhadap perintah laki-laki Kristen itu.

Sebagai hamba Allah, umat Islam semestinya mampu menangkal segala trik jahat kelompok kafir tersebut. Namun, kenyataanya tidaklah demikian. Banyak umat Islam terpengaruh, bahkan mengikuti bujuk rayu mereka. Mengapa umat tidak mampu menangkis segala macam tipu muslihat kaum Salibis, malah sebaliknya mengikuti agama mereka?

Tak mudah menjawab pertanyaan ini. Karena persoalannya saling berhubungan satu dengan lainnya. Namun, rapuhnya akidah umat Islam adalah faktor utama persoalan ini. Akidah umat masih bermasalah. Sebagian besar umat masih bersekutu dengan selain Allah SWT, bahkan tak jarang yang mempercayai khurafat dan tahayul.

Ustadz Eman menyatakan, �Kepercayaan kepada khurafat dan tahayul merupakan lahan empuk merusak akidah umat,� Menurutnya, ada tiga kelompok manusia yang rentan pemurtadan melalui bantuan jin ini. Pertama, orang yang menjadikan mahluk halus sebagai pemimpinnya. Kedua, orang-orang yang musyrik, yakni percaya pada paranormal dan dukun. Ketiga, orang-orang yang mengalami depresi. �Mereka sangat mudah terkena gangguan jin,� tegasnya

Kuatnya memegang tradisi leluhur adalah faktor kelemahan umat berikutnya. Tradisi yang bertentangan dengan Islam ini pula yang kemudian dimanfaatkan kelompok Nasrani untuk memurtadkan umat. Acara-acara leluhur seperti seren taun pada masyarakat Cigugur, Kuningan atau upacara tumbal buat Nyi Roro Kidul di Yogyakarta sesungguhnya kerap dimanfaatkan para misionaris memasukkan ajaran Kristus.

Seiring beratnya tantangan yang akan dihadapi ke depan, umat mesti memiliki pertahanan yang prima. Pondasi umat harus kuat agar tidak mudah digoyang musuh. Setiap keluarga Muslim harus mampu menangkis berbagai serangan yang ditembakkan musuh kepadanya.

Lantas, apa yang mesti dilakukan umat agar mampu bertahan sekaligus balik menyerang musuh-musuh Islam itu? Mempelajari dan mengkaji Islam secara benar dan kaffah agar tidak mudah dihancurkan musuh adalah faktor utama yang mesti dilakukan keluarga Muslim.

Setiap keluarga Muslim harus menanamkan akidah Islam kepada putra-putrinya sejak dini agar mereka mampu menangkis segala rekayasa pemurtadan musuh. �Keluarga mempunyai peran besar dalam menanamkan nilai-nilai agama dan tauhid kepada putra-putrinya,� kata Ustadz Husni.

Ustadz asal Bandung ini menyatakan, Kristenisasi sangat berbahaya bagi generasi Islam saat ini dan ke depan. Oleh karena itu, umat Islam harus menghadapinya secara serius. Jangan sampai yang minoritas justru mengobok-obok kelompok mayoritas. �Selain tindakan reaktif, tindakan preventif mesti juga dilakukan,� tuturnya.

Selain itu, umat Islam mesti menghindari diri dari perbuatan-perbuatan syirik, khurafat dan bid�ah, termasuk juga membatasi diri menonton tayangan televisi yang dapat mendangkalkan akidah umat seperti acara-acara mistik, tahayul dan khurafat, termasuk tayangan-tayangan seronok yang akan membangkitkan selera rendah. �Bisa jadi orang yang berada di belakang tayangan-tayangan bermasalah tersebut adalah anti Islam sebab semua tayangan miring itu, bermasalah,� Kata KH. Aminudin.

Di atas semua itu, umat Islam wajib menjalin ukhuwah yang solid agar tidak mudah dihancurkan musuh sekaligus bangkit memukul balik mereka. Ketahuilah bahwa pasukan kecil tapi solid dan kompak akan mampu menaklukkan masukan besar tapi rapuh dan bercerai-berai. Ya, Allah lindungilah umat Islam dan hancurkan musuh-musuh kami.[/justify]

Rivai Hutapea / Majalah Sabili

Sumber : http://islamic.xtgem.com/update_juli2008/fakta/fakta50.htm


Posting Digabung: 20 Oktober 2009, 10:28:32


GHAZWUL FIKRI

(By. ABU KHOLILAH)

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk ALLAH itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka ALLAH tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)


MUSUH ABAD

Ayat di atas seharusnya menjadikan kita sadar bahwa orang-orang beriman dan istiqomah di atas agama yang lurus ini, yaitu Islam akan selalu dibenci dan dimusuhi oleh orang-orang di luar Islam. Bahkan betapa mereka ingin menjadikan kita mengikuti milah mereka, menjadi kafir setelah beriman. Dan permusuhan mereka ini akan terus berlangsung hingga akhir zaman, mereka tak akan pernah berhenti untuk menghancurkan Islam dan umatnya yang berpegang teguh pada agamanya.

Sejak Perang Salib berlangsung mulai tahun 1095 M ada sebagian tokoh Kristen yang menilai Perang Salib merupakan cara yang tidak tepat untuk menaklukan kaum Muslim. Salah satu tokoh terkenalnya adalah Peter The Venerable atau Petrus Venerabilis (1094-1156 M). Peter adalah tokoh Misionaris pertama di dunia Islam, yang merancang bagaimana menaklukan Islam dengan pemikiran, bukan dengan senjata. Menghancurkan Islam melalui pemikiran inilah yang disebut dengan Ghazwul Fikri.

Menurut Peter Venerabilis-pada waktu itu ia adalah seorang kepala Biara Cluny, Perancis-sebuah biara yang sangat berpengaruh di Eropa abad pertengahan-kajian Islam perlu dilakukan oleh kaum Kristen, agar mereka dapat ”Membaptis Pemikiran Kaum Muslimin”. Jadi, kaum Muslimin bukan saja perlu dikalahkan dengan ekspedisi militer, melainkan juga harus dikalahkan dalam pemikiran mereka.


STRATEGI SALIBIS

Di tengah berkecamuknya Perang Salib, Peter membuat resep untuk menaklukan orang Islam: ”Muslims should not be approached as people often do, by arms, but by words, not by force, but by reason, not by hatred, but by love.” (kaum Muslim jangan didekati dengan senjata, tetapi dengan kata-kata, bukan dengan kekuatan tetapi dengan logika, bukan dengan kebencian tetapi dengan kasih).

Tetapi, dalam bukunya yang berjudul: Muhammad: a Biography of the Prophet, Karen Armstrong mencatat, bahwa ketika King Louis VII memimpin Pasukan Salib tahun 1147 M, Peter menulis surat kepadanya dan meminta membunuh sebanyak mungkin kaum Muslim.

Petrus Venerabilis mengajak orang Islam ke ’Jalan Keselamatan’ Kristen dengan cara mengalahkan pemikiran Islam. Ia berangkat dari kepercayaan Kristen bahwa di luar gereja tidak ada keselamatan (extra ecclesiam nulla sallus). Islam, menurutnya adalah sekte kafir terkutuk sekaligus berbahaya (execrable and noxious heresy), doktrin berbahaya (pestelintial doctrine), ingkar (impious) dan sekte terlaknat (a damnable sect), Muhammad SAW adalah orang jahat (an evilman).

Selain menugaskan para sarjana Kristen menerjemahkan naskah-naskah bahasa Arab ke dalam bahasa Latin, Peter juga menulis buku yang menyerang pemikiran Islam. Tentang Al-Qur’an, Peter menyatakan bahwa Al-Qur’an tidak terlepas dari para setan. Setan telah mempersiapkan Muhammad SAW, orang yang paling nista, menjadi anti-Kristus. Setan telah mengirim informan kepada Muhammad SAW, yang memiliki kitab setan (Diabolical scripture).

Strategi Peter Venerabilis ini menjadi rujukan kaum misionaris Kristen terhadap kaum Muslim, seperti Henry martin dan Raymond Lull, misalnya, menyatakan: ”Saya banyak melihat ksatria pergi ke Tanah Suci, dan berpikir mereka dapat menguasainya dengan kekuatan senjata, tetapi pada akhirnya semua hancur sebelum mereka mencapai apa yang mereka peroleh.” Lull mengeluarkan resep: ”Islam tidak dapat dikalahkan dengan darah dan air mata, tetapi dengan cinta kasih dan doa.”

Ungkapan Lull itu ditulis oleh Samuel M Zwemmer, misionaris Kristen terkenal di Timur Tengah, dalam buku Islam: A Challenge to Faith (edisi pertama tahun 1907). Buku yang berisi resep untuk ”menaklukan” dunia Islam itu disebut Zwemmer sebagai ”Beberapa kajian tentang kebutuhan dan kesempatan di dunia para pengikut Muhammad dari sudut pandang missi Kristen.”

Strategi penaklukan Islam melalui pemikiran ini kemudian dikembangkan oleh orientalis Barat. Sebagian dari mereka memang membawa semangat lama kaum misonaris, sebagian lagi melakukannya untuk kepentingan penjajahan (kolonialisme) dan sebagian lagi bermotifkan semata-mata untuk kajian ilmiah.

Program merusak pemikiran Islam itu kini masih diteruskan negara-negara Barat. Simaklah program keislaman Kedubes AS di Jakarta dalam menyebarkan paham syirik ”Pluralisme Agama” yang telah diharamkan MUI: ”Kedutaan mengirimkan sejumlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu program tiga minggu tentang pluralisme agama, pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan.” (sumber: www. usembassyjakarta.org)

Kini, setelah beratus-ratus tahun, kaum Orientalis Barat telah berhasil meraih sukses besar dalam bidang studi Islam. Bukan saja mereka berhasil mendirikan pusat- pusat studi Islam di Barat dan menerbitkan buku tentang Islam, tetapi mereka juga berhasil menghimpun literatur-literatur Islam dalam jumlah yang sangat besar.

Lebih dari itu, kini mereka telah berhasil mengkader para sarjana dari kalangan kaum Muslim untuk menyebarkan cara berpikir mereka. Dimulai dengan Program Bea Siswa bagi dosen dan mahasiswa perguruan tinggi Islam untuk pendidikan S2 dan S3 ke universitas-universitas di Barat. Orang-orang seperti ini, tentu saja sudah dicuci otaknya dan dicekoki dengan pemikiran Barat, sehingga mereka menjadi perpanjangan tangan bagi para Orentalis untuk merusak Islam.

Murid-murid atau cucu murid-murid para Orientalis inilah yang kini banyak bertengger di kampus-kampus yang berlabel Islam, yang begitu leluasa merusak Islam.


KEBERHASILAN MEREKA ADALAH KEKAKALAHAN KITA

Lihatlah, keberhasilan mereka merusak Islam, pemikiran dan keilmuan Islam.
Misalnya, JURNAL JUSTISIA dari fakultas IAIN Semarang, edisi 30/2006, yang mengusulkan agar ayat-ayat Al-Qur’an ’yang bermasalah’ dihapus saja. Menurut si penulis, di dalam Al-Qur’an ada ’ayat-ayat yang kotor’ dan ada ayat-’ayat yang bersih’. Karena itu, dia mengusulkan, agar umat Islam berani menghapus dalam artian ’mengamandemen’ ayat-ayat Al-Qur’an yang ’bermasalah’ tadi.

Adalagi, masih pada jurnal yang sama dalam edisi 25/2004, terdapat tulisan yang mendukung sepenuhnya dan mempromosikan untuk melegalisasi perzinaan sejenis, alias homoseks.

Tentu tidak habis pikir kita, bagaimana bisa pikiran sekotor itu bisa disebarkan oleh sebuah penerbitan di kampus yang berlabel Islam? Sementara, pemimpin kampus tersebut tenang-tenang saja membiarkan kampusnya dijadikan ajang merusak aqidah Islam.

Selain itu, saat ini dengan dimotori oleh JIL (Jaringan Islam Liberal) dan Universitas Paramadina berkembang pemikiran yang disebut dengan liberalisme Islam, yang menyuarakan dan memperjuangkan Pluralisme Agama (menganggap semua agama sama), sinkretisme agama (menyatukan seluruh ajaran agama), persamaan gender, perkawinan beda agama dan masih banyak paham-paham lain yang sangat dipengaruhi oleh pemikiran Orientalis.

Irene Handono menyatakan keberhasilan misonaris dalam memurtadkan Umat Islam tidak harus dengan cara mengeluarkan mereka dari Islam dan masuk Kristen. Menurutnya, biarkan mereka tetap dalam agama Islam, tetapi cara hidup mereka, budaya, cara berpikir dan lain sebagainya mengikuti milah orang Kristen.

ALLAH menyatakan bahwa, ”Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) ALLAH dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan ALLAH tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-NYA, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At-Taubah: 32)

Oleh karena itu, hendaknya kaum Muslimin janganlah lengah dan jangan berpecah belah, mari rapatkan barisan dan kokohkan ukhuwah untuk menghadapi musuh-musuh Islam yang tak pernah berhenti ingin memadamkan cahaya ALLAH. ”Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan hartamu, jiwamu dan lisan-lisanmu.” (HR. Ahmad)

Wallahua'lam bish shawab

sumber : Media al-Haq
« Edit Terakhir: 20 Oktober 2009, 10:28:33 oleh nabeel »
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.903
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #19 pada: 25 Oktober 2009, 02:24:36 »
Izin Awal Klinik, Malah Jadi Gereja
Ditulis Oleh : Redaksi

Warga Pulo Besar di RW 11 di Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara memperotes pembangunan gereja di wilayahnya, meski demikian proyek pembangunan tetap berjalan.

Menurut salah seorang warga Mursidi, pihak pembangun mulanya tidak transparan soal proyek yang ada di RT 12/11 itu.

"Mereka sebelumnya hanya menyebut akan membangun poliklinik dan yayasan, namun tidak menyebut akan membangun gereja," kata Mursidi kepada okezone, Jumat (23/10/2009).

Persoalan lain, warga menuding sejumlah pejabat RT dan RW di lingkungan tersebut telah menerima sejumlah dana agar menyetujui pembangunan tersebut. "Mereka juga memalsukan tandatangan warga," terangnya.

Adanya kontroversi ini juga diduga membuat pejabat ketua RT yang baru Agus yang ikut menentang pembangunan itu tidak diakui oleh pihak lurah. Pihak RT yang diakui adalah ketua RT yang lama.

Saat ini sejumlah spanduk penolakan dibentangkan oleh warga di sekitar proyek namun pembangunan tetap dilanjutkan. Seng-seng pun telah terpasang menutupi area proyek.

http://dakta.com/dakta_ok.php?module=detailberita&id=2055
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline Nawal

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2009
  • Tulisan: 138
  • merindu rendevue denganMu...ya Allah
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 25 Oktober 2009, 02:27:12 »
Innalillahi..
" La Hawlaa Walaa Quwwata Illa Billah."

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #21 pada: 02 November 2009, 16:01:32 »
Kristenisasi di Sumbar

[justify]Berikut ini video bukti adanya kristenisasi yang dilakukan oleh asing di Padang Sago, Sumbar. Video ini direkam oleh seorang relawan Posko HTI Peduli Gempa Sumbar. Disamping itu mereka juga membagikan selebaran-selebaran dalam bahasa indonesia. Inilah buah simalakama ketika Penguasa negeri ini meminta bantuan kepada asing.[/justify]

http://alponti.multiply.com/video/item/6/kristenisasi_di_Sumbar

Offline afif88

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2009
  • Tulisan: 18
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 03 November 2009, 08:30:39 »
Mas allHurr copy paste (+edit) tambahanny lho ya... Insya Allah sumber ditulis...
Jazakallah khairan

Offline nabeel

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 24 November 2009, 10:29:19 »
RAHASIA KRISTENISASI DI INDONESIA WAKTU KE WAKTU
Y. B. Sariyanto Siswosoebroto

Gerakan kristenisasi ialah mengkristenkan orang atau membuat seseorang memeluk agama Kristen. Arti kata-kata itu menurut istilah ialah: mengkristenkan orang secara besar-besaran dengan segala daya upaya yang mungkin agar supaya adat dan pergaulan dalam masyarakat mencerminkan ajaran agama Kristen. Masyarakat yang demikian akan lebih melancarkan tersiar luasnya agama Kristen. Akhirnya kehidupan rohani dan sosial penduduk diatur dan berpusat ke gereja.


Setelah menyimak pendahuluan pada bagian pertama, mari simak lanjutan dari sejarah kristenisasi di Indonesia. Kami lanjutkan dengan Sejarah Kristenisasi oleh Agama Protestan. Mau tahu?


1. Sejarah Kristenisasi oleh Agama Protestan
Zending Protestan pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1831 dengan dua orang pendeta bernama Riedel dan Schwarz ke Minahasa. Pada tahun 1850 mereka membuka sebuah Kweekschool (sekolah pendidikan guru) di Tomohon dan pada tahun 1868 dibuka pula Sekolah Guru Injil (Hulpzendelingen).
Kristenisasi di Minahasa itu ditangani dan dibiayai oleh Nederlandse Zendelinggenootschap yang didirikan di Rotterdam tahun 1787. Pada tahun 1882 di Minahasa juga didirikan asrama dan sekolah khusus bagi anak-anak pegawai negeri serta orang-orang terkemuka. Semua sekolah tersebut mendapat subsidi dari Pemerintah Hindia Belanda. Tahun 1888 mereka mendirikan percetakan untuk mencetak buku-buku, selebaran dan sebuah surat kabar yang bernama, “Cahaya Siang.”

Di kepulauan Sangihe dan Talaud bangsa Portugis telah lebih dahulu menyiarkan agama Kristen. Pekerjaan ini kemudian diambil alih dan diteruskan oleh bangsa Belanda di Ambon dan Maluku dipelopori antara lain oleh: J. Kam pada pertengahan abad ke 19 juga. Dia adalah utusan dari Nederlandse Zendinggenootschap tersebut. Kemudian mereka luaskan sampai ke pulau Buru.

Adapun daerah Sulawesi Tengah dan Tenggara kristenisasi dilakukan oleh Bala Keselamatan atau Leger des Heils, sedang Gereformeerde Zendingbond mengirimkan pendeta Van Den Loodrecht ke Luwuk pada tahun 1913. Di Bolaang Mongondow pengkristenan dilakukan oleh Nederlandse Zendinggenootsehap.

Pada tahun 1904 seorang raja meminta kepada Zending itu untuk mendirikan sebuah H.I.S. di sana. Sekolah ini terlaksana pada tahun 1913. Perkumpulan De Nederlandse Zending vereniging yang semula diberikan tugas mengkristenkan Jawa Barat, pada tahun 1915 juga beroperasi di Sulawesi Tenggara.

Kristenisasi di Jawa Timur dipelopori oleh seorang tukang jam bangsa Belanda di Surabaya yang bernama Emde dan seorang tuan tanah bernama C. Coolen kira-kira pada tahun 1840. Empat tahun kemudian pengikut mereka berhasil membentuk sebuah desa Keristen di Mojowarno di mana dewasa ini berdiri sebuah rumah sakit Kristen yang amat besar dan modern.

Pada tahun 1848 seorang zendeling lagi yaitu E.J. Jellesma datang ke Surabaya lalu ke Mojowarno. Dengan dibantu oleh seorang guru Injil Paulus Tosari didirikannya sebuah Kweekschool yang kemudian terpaksa ditutup pada tahun 1858. Tetapi pada tahun 1500 dapat dibuka kembali. Muridmurid dari pengikut C. Coolen menyebarluaskan agama Kristen ini sampai ke Pasuruan dan Kediri. Kemudian berdatangan para zendeling dari negeri Belanda untuk menyebarkan agamanya di tengah-tengah umat Islam. Mereka mendirikan rumah sakit rumah sakit di banyak tempat di samping rumah sakit besar Mojowarno.

Di Jepara tinggal seorang bernama Tunggul Wulung yang terkenal dengan julukan Kiyahi Berahim. Dia adalah seorang petapa yang mengaku telah mendapat wahyu dari Allah lalu masuk Kristen. Tetapi kemudian dia campuradukkan kepercayaan Kristen dengan Islam dan animisme, akhirnya dia tidak diakui lagi oleh gereja. Ada pula seorang santri bernama Sadrah, yang berhasil ditarik memeluk agama Kristen oleh seorang zendeling yang bernama Hoezoo. Sadrah kemudian mengembara hampir ke seluruh tanah Jawa dan banyak bertemu serta berwawancara dengan penyebar agama Kristen lainnya.

Di Jakarta, dahulu Batavia, dia bertemu dengan MR. F.L. Anthing, bekas pejabat tinggi kehakiman di Semarang yang telah pindah ke Jakarta, Dia ini sangat besar jasanya dalam pernyebaran Kristen. Tahun 1867 Sadrah dibaptiskan dan dua tahun kemudian dia dipindahkan ke Purworejo untuk menyiarkan Kristen bekerja sama dengan nyonya Philips. Tahun 1870 pindah ke desa Karangjasa dekat Bagelen dan terus giat menyebarkan agamanya dan memimpin kaum Kristen Jawa. Dari sana Kristenisasi diperluas oleh Dewan Gereja (Gereformeerde Kerken) ke Banyumas dan Kedu lalu meluas ke Yogyakarta dan Surakarta.

Adapun di Sumatera pekerjaan zending dapat dikatakan dimulai pada tahun 1890 di dacrah Sumatera Pasisir Timur. Pada tahun 1894 mereka sampai ke utara Danau Toba daerah Batak Karo. Pada tahun 1915 mereka dirikan rumahsakit di bawah pimpinan seorang Zuster bangsa Belanda. Pulau Nias dimasuki pada tahun 1866 oleh para zendeling dari perkumpulan Rheinische Missionsgeselschaft, yaitu gabungan zending yang berdiri pada tahun 1823 dan berpusat di Barmen wilayah Dusseldorf, Jerman. Mereka juga melebarkan sayap ke Pulau Mentawai dan Enggano. Rheinische Missionsgeselschafe ini juga beroperasi di pulau Kalimantan sebelah Selatan dan Timur untuk mengkristenkan suku Dayak. Pada tahun 1904 kelihatan kemajuannya di Kuala Kurom dan Kahayan Hulu, lalu meluas dengan pesat.
Demikianlah ringkasan sejarah kristenisasi yang dilakukan oleh agama Protestan di tanah air kita.



Pendahuluan
Kristenisasi tidak hanya dilancarkan terhadap orang-orang yang belum memeluk agama atau mereka yang memeluk agama animisme saja, tetapi juga ditujukan terhadap orang yang telah memeluk agama Islam. Pengkristenan dipercayai sebagai satu tugas suci yang dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh ditinggalkan. Mengkristenkan orang dianggap sebagai membawa kembali anak-anak domba yang tersesat, dibawa kembali kepada induknya. Manusia-manusia sebagai anak domba akan dibawa kepada kerajaan Allah.

Kristenisasi adalah usaha internasional, artinya mereka bermaksud menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. Dapat diakui bahwa ini adalah mutlak hak asasi mereka, sebagaimana orang Muslimin-pun mempunyai tugas menyiarkan Islam ke seluruh dunia. Namun demikian memang perlu sama-sama disadari perlunya suatu garis pengamanan yang dapat menghindarkan terjadinya pergesekan dan perselisihan, sehingga masing-masing pemeluk agama tertentu tidak merasa cemas untuk dipaksa atau dibujuk atau diusahakan pindahnya kepada agama lain. Garis ini harus jelas dan ditaati terutama oleh para pemeluk agama yang telah disahkan oleh Negara Republik Indonesia seperti misalnya agama Islam dan Kristen (Masehi).

Pada tanggal 30 Nopember 1967 Pemerintah mengadakan Musyawarah Antar Agama bertempat di gedung Dewan Pertimbangan Agung Jakarta, dengan maksud antara lain untuk membina saling pengertian dan saling toleransi antara pemeluk-pemeluk agama terutama Islam dan Masehi. Dalam sambutan tertulis Jenderal Suharto pada waktu itu, Pejabat Presiden Republik Indonesia, menyatakan keprihatinannya atas kenyataan bahwa penyiaran agama masih dilakukan orang terhadap mereka yang telah memeluk agama tertentu. Dijiwai oleh sambutan Pejabat Presiden itu maka pihak umat Islam mengusulkan rumusan persetujuan, yaitu: rakyat yang telah beragama jangan dijadikan sasaran penyebaran agama lain.

Pihak Masehi menolak keras usul itu. Maka dicoba untuk mengadakan pertukaran pikiran dan pendekatan-pendekatan namun sia-sia, yang mengakibatkan musyawarah yang berlangsung hampir 24 jam itu tidak menghasilkan sesuatu yang kongkrit.

Kristenisasi dalam pengertian politik ialah: berusaha untuk lahirnya undangundang ataupun peraturan atau tindakan dan sikap penguasa, yang memberi kesempatan lebih banyak lagi bagi tersiarnya agama itu atau menguntungkan bagi agama itu. Apabila penyebaran dalam masyarakat telah berhasil dan dalam bidang politik berhasil pula, maka terbukalah jalan yang selebar-lebarnya untuk menjadikan keseluruhan masyarakat bernapaskan Kristen, sehingga diharapkan dengan cepat umat Kristen akan menjadi mayoritas, seperti umpamanya kejadian di Philipina, yang sekarang ini ternyata menjadi basis perluasan ke seluruh Asia Tenggara.

Usaha Kristenisasi itu dilakukan dengan segala daya, biaya peralatan yang lengkap, rencana yang masak, tehnik yang tinggi, kemauan dan kesungguhan yang mantap dan kuat, keyakinan yang mendalam serta melalui segala jalan dan saluran yang meresap dalam hampir semua aspek kehidupan manusia: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik dan segala macam hiburan.


Pada bagian ketiga ini, akan dibahas tentang sejarah kristenisasi yang dilakukan oleh agama Katolik.



2. Sejarah kristenisasi oleh agama Katolik
Pada tahun 1902 di Batavia (Jakarta) mulai didirikan Apostolisch Vicariaan Van Batavia. Tetapi agama Katolik telah masuk ke Indonesia jauh sebelum itu. Pada abad ke 16 agama ini telah memasuki kepulauan Maluku, Ambon, Ternate, Solor dan Nusa Tenggara. Penyebarannya mula-mula dilakukan oleh bangsa Portugis yang menguasai kepulauan itu. Pada tahun 1546 seorang Apostel (muballigh) dari India juga datang ke sana, bernama Fransiscus Xaverius. Dia berhasil menarik simpati pemerintah Portugis dan penduduk asli. Tahun 1605 pulau Ambon dapat ditaklukkan. Pada waktu itu di Ambon telah ada 4 buah gereja dan sekitar 16.000 orang beragama Katolik.

Agama Katolik memasuki Sulawesi dari Makasar, dan itu semua dilakukan oleh pengikut madzhab Dominicus Orde (H. Dominicus hidup tahun 1170 - 1221) dan pengikut madzhab Yesuiten Orde. Madzhab Yesuit ini pada mulanya didirikan oleh seorang bangsawan Spanyol bernama Ignatius Loyola yang lahir tahun 1491. Dia adalah penganut aliran mistik dalam agama Katolik. Dalam peperangan melawan Perancis mendapat cedera yang mengakibatkan kelumpuhan seumur hidup. Mistiknya bertambah menebal dan mendapat banyak pengikut. Pada tahun 1529 dibentuknya di Paris suatu jama’ah yang dibai’at untuk mengabdi kepada Paus dan menyebarluaskan agama Katolik, Tahun 1539 semua anggota jama’ah dilantik menjadi pastor dan tahun 1560 Paus Paulus III meresmikan jama’ah ini sebagai Jamaah Yesus atau the Society of Yesus. Jamaah terus berkembang maju dan bersama Orde Yesuit.

Gerakan agama Protestan yang sangat memusuhi Gereja Katolik berhasil menghancurkan kedudukan Missie Katolik di India sejak abad ke 17. Tetapi revolusi Perancis telah menyebabkan terjadinya pergolakan politik di negeri Belanda yang mengakibatkan hancurnya pusat Zending Protestan dan bangkitnya kembali Missie Katolik, serta menjadi sangat kuat. Setelah jazirah Malaka dikuasai oleh bangsa Belanda dan kekuasaan mereka di Indonesia bertambah mantap, maka secara bertahap penyebaran agama Katolik di Sulawesi diambil-alih oleh bangsa Belanda, yaitu pada tahun 1807.

Tujuh tahun kemudian yaitu tahun 1904 Pusat Missie Katolik di negeri Belanda mengirimkan 2 orang utusannya ke Jakarta yaitu Jacob Nellisen dan Lambert Prinsen. Kedudukan Missie dipusatkan di Jakarta, Semarang dan Surabaya. Pada tahun 1834 di Padang ditempatkan seorang pastor. Sejak tahun 1808 hingga 1845 mereka hanya mampu menempatkan 16 orang pastor itupun akhirnya hanya tinggal 4 orang.

Dalam Perang Diponegoro (1825 - 1830) di tengah-tengah tentara Belanda ditempatkan seorang Pastor bernama Scholtes. Dia mengadakan perjalanan inspeksi sampai ke Sulawesi dan Maluku kemudian melaporkan hasil penyelidikannya kepada Paus. Berdasarkan laporan itu Paus menganggap sudah tiba waktunya untuk membantu dan meningkatkan Missie Katolik di Indonesia menjadi Vicariat (perwakilan), lalu mengirimkan Mgr. Jacob Croaff selaku pemimpinnya. Pada tahun 1848 dia digantikan oleh Mgr. Peterus Maria Francken dengan dibantu oleh 5 orang pastor. Di bawah pimpinannya, missie ini mendapat kemajuan. Dari pulau pulau yang jauh letaknya berdatangan permintaan dari umat Katolik yang hidupnya terpencil. Akhirnya pada tahun 1859 kaum Yesuiten membantu dengan mengirimkan missionaris ke pulau Jawa lalu menempatkan mereka di Flores dan kepulauan lainnya.

Kemajuan Missie Katolik bertambah pesat setelah pada tahun 1874 Mgr. Francken digantikan oleh Mgr. Claessen yang sejak tahun 1848 bertugas di India. Didirikannya pos-pos di Cirebon, Magelang, Bogor, Malang dan Madiun. Untuk Sumatra di Medan dan Tanjung Sakti. Di Kalimantan dibangunnya pangkalan untuk kristenisasi suku Dayak. Demikian juga Makassar, Menado, Tomohon, Seram, Flores, Irian, Kendari, Sumbawa dan Timor. Claessen digantikan oleh Vicarius Apostoles M.J. Staal, kemudian pada tahun 1898 oleh Mgr. E.S. Luypen S.J. Sejak masa itulah agama Katolik mulai berkembang di pulau Jawa orang Jawa sukar untuk dirubah agamanya. Mereka beragama Islam dan tidak mau dikatakan tidak Islam, walaupun mereka tidak atau kurang menjalankan syari ahnya. Missie mengambil jalan lain yaitu dengan mendekati anak-anak mereka yang pada umumnya hidup kekurangan. Untuk mereka didirikan sekolah-sekolah dasar dengan percuma, bahkan dengan diberinya alat-alat serta pakaian yang diperlukan. Kanak-kanak itulah yang berangsur di-Katolik-kan, dan itu terjadi sejak akhir abad ke 19. Maka dapatlah dikirakan bahwa banyaknya jumlah orang Jawa yang beragama Katolik adalah akibat karena mereka dahulu bersekolah di sekolah-sekolah Katolik.

Pangkalan Missie untuk Jawa Tengah yang pertama ialah Muntilan dan Mendut di mana sejak dahulu telah berdiri sekolah Katolik. Sekarang Mundlan menjadi pusatnya agama Katolik, kemudian Yogyakarta pun dipenuhi oleh sekolah mereka. Guru-guru tamatan Muntilan dikirim ke luar daerah dan banyak pula yang berdinas di sekolah Pemerintah (Gubernemen). Dari tahun ke tahun mereka terus mendapat kemajuan. Sekolah bertambah banyak terutama sekolah Pendidikan Guru. Rumah Sakit dan Rumah Yatim juga dibangun, sehingga kelihatannya memang benar-benar menguasai lapangan sosial dan pendidikan. Pada akhir tahun 1923 sekolah mereka berjumlah 52 buah dengan 5.840 orang murid. Mereka memiliki surat kabar seperti Mingguan Java Post, Sociaal Leven En Streven, Katholik Schoolblad Van Nederlands Indie dan De Indische Voorhoede. Dalam bahasa Indonesia yakni Gereja Katholik serta dalam bahasa Jawa Swara Tama. Di samping itu mereka dirikan sebuah percetakan di Yogyakarta pada tahun 1922.

Untuk keperluan jalannya Missie Katolik beserta segala usahanya, mereka menerima bantuan keuangan dari negeri Belanda, yang diberikan oleh Dana St. Claverbond yang berdiri tahun 1889 dan oleh berbagai perkumpulan missie antara lain De Indische Missie Vereniging. Rupanya kaum Katolik tidak hanya berjuang dalam penyiaran agama, pendidikan, pengajaran, sosial serta pendirian gereja-gereja, tetapi juga berjuang dalam bidang politik.

Pada tahun 1918 mereka telah mendirikan sebuah partai politik dengan nama De Indische Katholieke Partij.

Sekianlah dengan sangat ringkas diuraikan sejarah masuknya Missie Katolik dan pekerjaannya di tanah air kita


Pada bagian keempat, akan dibahas mengenai hubungan kristenisasi dengan politik.



Kristenisasi dan Politik
Sebagaimana yang telah diterangkan di atas, adalah Kristenisasi mempunyai segi-segi politis. Demikian pula dalam sejarah perkembangannya selalu dipengaruhi oleh perubahan situasi politik, terutama di Eropa, di mana partaipartai mereka selalu aktif dalam sidang politk. Di negeri kitapun mereka demikian juga halnya seperti ternyata dalam berdirinya De Indische Katholieke Partij. Pada jaman kemerdekaan dengan terbukanya kehidupan politik di negeri kita mereka tidak ketinggalan membentuk partai politik, di samping partai lainlainnya.

1. Partai Kristen Indonesia atau Parkindo didirikan di Jakarta pada tanggal 18 Nopember 1945 sebagai penjelmaan dari Partai Kristen Nasional (PKN) yang dipimpin oleh Dr. W.I. Yohannes. Di Sumatera didirikan orang Partai Kristen Indonesia yang disingkat PARKI. Pada bulan Maret 1947 pimpinan dari kedua partai itu bertemu di Malang dalam kesempatan sidang Komite Nasional Pusat mereka setuju untuk bergabung. Maka tanggal 19 April 1947 Parki mengadakan Kongres di Prapat dan memutuskan melebur diri serta bergabung pada Parkindo.

Dalam Anggaran Dasarnya keputusan Konggres di Solo pada tanggal 7-9 April
1950 dicantumkan antara lain:

Partai Kristen Indonesia (Parkindo) berasaskan paham Kekristenan.
Anggota Partai ialah warga negara Indonesia yang beragama Kristen serta berusia sekurang-kurangnya 18 tahun.
Dalam deklarasi atau Pernyataan Dasar Pendirian Parkindo terdapat uraian sebagai berikut:

Pasal 1
Partai Kristen Indonesia (Parkindo) berdasar atas kepercayaan bahwa:

Segala sesuatu adalah berasal dari ‘Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan.
Bagi tiap-tiap Makhluk dan tiap-tiap lingkungan hidup demikian pula bagi negara dan pemerntahan panggilan dan hukum-hukum Tuhan sebagai ternyata dalam firman-Nya.

Pasal 2
Partai berpendirian bahwa negara berwujud karena Kehendak Tuhan dengan tujuan mengatur hidup manusia di dunia, agar dengan demikian warga negara dapat mempersiapkan diri untuk hidup yang kekal.

Pasal 3
Parkindo adalah Partai Politik warganegara Indonesia yang berhasrat memenuhi panggilan dan kewajibannya terhadaP nusa dan bangsa dan bangsabangsa lainnya dengan jalan berusaha di lapangan politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan atas dasar paham Kristen.

2. Partai Katolik didirikan di Yogyakarta oleh Kongres Umat Katolik seluruh Indonesia pada tanggal 12 Desember 1949, sebagai penjelmaan fu si daripada 17 partai Katolik yang telah ada sebelum itu yakni:

Partai Katolik Republik Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Surakarta.
Partai Katolik Rakyat Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Makassar.
Partai Katolik Rakyat Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Flores.
Partai Katolik Indonesia Timus (Parkit) yang didirikan di Timor.
Persatuan Politik Katolik Flores (Perkokaf) didirikan di Flores.
Permusyawaratan Majlis Katolik (Permakat) didirikan di Menado.
Partai Katolik Indonesia Kalimantan (Parkika) yang didirikan di Kalimantan.


Melihat banyaknya partai-partai itu tahulah kita betapa besar hasrat mereka untuk berpolitik setelah negara kita merdeka. Anggaran Dasar Partai Katolik sebagai gabungan partai-partai tersebut di atas, telah disahkan dalam Kongresnya yang pertama di Semarang tanggal 12 Desember 1949, di mana asas dan tujuan berbunyi sebagai berikut:

Partai Katolik berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa pada umumnya serta Pancasila pada khususnya dan bertindak menurut asas-asas Katholik,

Tujuan Partai Katolik ialah bekeria sekuat-kuatnya untuk kemajuan Republik Indonesia dan kesejahteraan rakyatnya.


Sebagai penutup dari artikel bersambung ini, akan uraikan analisa penulis berupa kekuatan serta kelemahan dari apa yang telah diuraikan pada bagian-bagian sebelumnya.



Kekuatan dan Kelemahan
1. Apa yang telah diuraikan di atas memberikan gambaran kepada kita bagaimana ketekunan dan keuletan mereka dalam menyebarkan agama Kristen. Bagaimana kerapian organisasi mereka serta lengkapaya rencana yang mereka buat; dan bagaimana besarnya pembiayaan yang sengaja disediakan.

Apa yang kita lihat dewasa ini adalah kemajuan kristenisasi yang semakin meningkat. Berpuluh-puluh rumah sakit yang mereka dirikan, semuanya besar dan lengkap dengan peralatan yang modern. Beratus-ratus sekolah dengan gedungnya yang indah dan megah, dari ,Taman Kanak-Kanak hingga Universitas dan Perguruan Tinggi, yang sebagian besar siswa dan mahasiswa terdiri dari kalangan orang Islam. Kantor dan gereja-gereja merupakan gedung-gedung indah menghiasi kota, terutama Jakarta, dan kota-kota besar lainnya.

Belum lagi disebutkan proyek-proyek dalam bermacam-macam bidang tersiar di seluruh tanah air. Dalam dunia persurat-kabaran dan penerbitan buku-buku serta pendirian percetakan-percetakan modem, mereka memegang peranan yang amat menentukan.

2. Namun segala kebesaran yang mengagumkan sebagai yang tersebut di atas itu tidak berarti bahwa mereka tidak mempunyai kelemahan-kelemahan. Mereka banyak mempunyai kelemahan, itu sudah tentu. Kelemahan itu tidak terletak pada biaya, mereka berlebih dan melimpahlimpah dalam memiliki pembiayaan. Tidak terletak pada man-power, mereka cukup dan mempunyai kemampuan untuk membayar siapa saja yang bersedia bekerja bagi mereka. Tidak terletak pula pada ilmu, mereka ahli dan mampu memperkerjakan tenaga-tenaga ahli. Tidak juga pada kekuasaan dan pengaruh dalam bidangnya masing-masing.

Tetapi kelemahan itu terletak pada kelemahan ajaran agama mereka sendiri dipandang dari segi ratio, justru dalam hal-hal yang prinsipiil. Yaitu tentang Itikad Trinitas, KeAllahan Yesus, Dosa Turunan, Pertentangan Antara Ayat-ayat Dalam Kitab Suci Mereka, serta tentang Pengertian Wahyu dan sebagainya. Mereka menyadari bahwa ajaran Kristen sebagaimana tersebut di atas memang sukar diterima oleh akal.

Hal-hal inilah yang telah menyebabkan kemunduran agama Kristen di dunia barat di mana orang-orang tidak bersedia lagi menerima ajaran bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Allah Sendiri, seperti antara lain yang pernah dikemukakan oleh Dr. B.J. Boland ketika berkunjung ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah beberapa waktu yang lalu.

Seperti yang telah pernah ditulis oleh seorang pastor dalam salah satu majalah bahwa jumlah pengunjung gereja di negeri Belanda semakin menurun, dan seperti yang sering diceritakan oleh orang-orang yang pernah mengunjungi Eropa dan Amerika Serikat. Padahal di sana disediakan kenangan yang melimpah-limpah untuk penyiaran agama Masehi dengan pendirian gereja serta pergedungan lainnya. Di sana dapat dikatakan uang itu tidak memperoleh sasaran yang semestinya, dan perlu dialihkan ke bagian dunia yang lain, ke timur.

3. Dengan keadaan demikian maka nampakya di dunia barat terutama di Eropa sudah tidak dapat diharap lagi untuk menjadi bumi subur bagi agama Masehi, yang dewasa inipun telah menjadi hanya seperti adat, bukan agama yang dimengerti dan disadari secara jelas. Apalagi andaikata (mudah-mudahan jangan) Perang Dunia III sudah sampai pada taraf tidak terelakkan lagi, maka seperti yang telah pernah diramalkan orang, dalam 17 jam pertama dari meletusnya perang nuklir itu, seluruh Eropa Barat akan musnah demikian juga mungkin seperempat dari bumi Amerika Serikat.

Begitulah agama Masehi akan kehilangan tempat berpijak serta basis yang amat kuat dan kaya raya. Jadi apa yang harus dilakukan orang dewasa ini ialah sejauh mungkin berikhtiar menghilangkan gejala yang mungkin dapat menimbuIkan perang itu, dan usaha itu sampai sejauh sekarang ini telah berhasil. Apa yang terjadi hanyalah perang setempat seperti misalnya Vietnam, Timur Tengah, dan kini di Afrika. Tetapi apakah keadaan ini dapat dipertahankan untuk selamanya?

Nampaknya karena itu mengapa agama Masehi memerlukan tanah persemaian baru yang masih dapat bertahan lebih lama serta jauh dari kancah perang nuklir yang akan datang. Dan persemaian itu harus sejak sekarang disiapkan agar jika perang pecah (mudah-mudahan jangan) tempat yang baru sudah siap selesai serta telah dapat berjalan seperti yang diharapkan. Tempat itu terletak di timur, dimana penduduknya belum sekritis penduduk Eropa.

4. Indonesia akibat penjajahan Belanda selama tiga setengah abad, penduduknya kebanyakan bodoh dan miskin. Maka usaha kristenisasi telah dapat menutupi kelemahan-kelemahannya itu dengan membangun usaha-usaha pertolongan kepada rakyat seperti mendirikan rumah pemeliharaan orang miskin dan anak yatim piatu, membangun rumah sakit dan balai pengobatan, dan sekolah-sekolah yang beraneka macam ragamnya.

Bangsa Indonesia yang memeluk agama Kristen pada umumnya bukan hasil dari pengertian dan kesadaran, tetapi karena pendidikan di masa kanak-kanak dan karena merasa berhutang budi atau jasa, sedang keyakinan dan pengertiannya terhadap agamanya yang lama (Islam) masih terlalu dangkal.

Adapun mereka yang cerdas dan pandai atau mendapat gelar keilmuan yang tinggi telah lebih dahulu hatinya disegel dengan rumusan: iman adalah iman dan bukan pengetahuan, berimanlah lebih dahulu barulah berusaha untuk mengerti.

Akan tetapi sampai berapa lama dan sampai berapa generasikah segel ini dapat dipertahankan? Manusia di barat telah menjadi bukti bahwa akal tidak akan sanggup terlalu lama disegel. Segel itu jebol dan akan keluar mencari jalan lepas.


Dikutip dari majalah Modus Volume I No. 05 Th. II 2004 hal 31 - 32.
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #24 pada: 24 November 2009, 11:02:03 »
Syukron atas infonya abu O0