Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Strategis Salibis menghancurkan Umat Islam  (Dibaca 2046 kali)


Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« pada: 15 Januari 2008, 11:19:11 »
      Kristenisasi dan Imperialisme merupakan satu hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Gerakan para salibis bertujuan untuk mengokohkan penjajahan Barat di negeri-negeri Islam. Tidak heran kalau Bush saat mencanangkan perang melawan terorisme menyebutnya sebagai perang salib. “Perang ini, perang salib ini, membutuhkan waktu yang lama”, jelas Bush.

         Michael Colin Piper The High Priests of War menyatakan Presiden Bush tampaknya dikendalikan oleh kristen fundamentalis dan pengaruh kuat dari lobi Yahudi.
 
       Pengaruh Kristen yang kuat ini tampak dari pernyataan Bush bahwa dia memerangi Al Qaidah, menyerang Saddam adalah perintah Tuhan. “Gold told me to strike al Qaidah and I struck them, and then he instructed me to strike at Saddam, which I did, and now i am determined to solve the problem in the Middle East.” ujar Bush.

         Dr Musthafa Khalidy dan Dr Umar Farukh dalam bukunya Imperialisme dan Misionaris melanda dunia Islam meyebutkan bahwa motif dari misionaris di dunia Islam tercampur antara , bahkan kebanyakan misi mereka adalah politik. Argumentasi beliau adalah bahwa di negeri asal para misionaris itu, bangsa-bangsa Barat kebanyakan sudah atheis dan tak ada perhatian terhadap gereja.

          Juga, Khalidy mengutip pernyataan misionaris G. Simon : “ Apabila persatuan Islam mulai menampakkan sosoknya untuk menghadapi imperialisme Eropa, maka para misionaris harus segera beraksi menyodorkan sosok Eropa, sehingga persatuan Islam pun menjadi luntur kembali. Karena itu para misionaris harus memasukkan pola pemikiran Kristen ke dalam persatuan Islam, sehingga dapat mengguncang kaum muslim. Negara Turki (pusat Khilafah Islamiyah) sungguh sangat berbahaya bagi Eropa sebab rakyatnya memeluk agama Islam, bahkan mereka memiliki kekuatan tersendiri untuk menghadapi ambisi dan kerakusan orang-orang Eropa.”

         Hal yang senada dilontarkan L. Brown : “ Seandainya orang muslim bersatu padu dalam satu pemerintahan niscaya hal ini sangat berbahaya bagi seluruh dunia. Sebaliknya hal itu akan mendatangkan kenikmatan tak terhingga bagi kaum muslimin. Tapi selagi mereka terus sikut-sikutan, maka mereka juga tetap terombang-ambing, tidak mempunyai pedoman yang jelas dan tidak mempunyai pengaruh yang jelas dan tidak pengaruh yang berarti bagi dunia luar”. (lihat Khalidy, idem)

         Dengan demikian motif gerakan salib atau Kristenisasi sesungguhnya ada dua. Pertama, motif agama. Dalam Kitab Perjanjian Baru, Markus:28: 18-19, “ KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
       
        Ayat ini menjadi acuan bagi kaum Kristiani mengenai keharusan menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. Yang menjadi sasaran dalam motif ini ialah setiap penduduk bumi yang non Kristen. Artinya, motif ini menghendaki agar seluruh warga bumi dikristenkan.

           Kedua, motif ideologis. Dalam hal ini kristenisasi menjadikan Islam dan Ummatnya sebagai sasaran utama. Menurut Kardinal Lavie Garry, “ Tanpa diragukan lagi agama yang paling kuat dan tidak bisa ditaklukkan adalah agama Islam. Oleh karena itu, para misionaris berharap agar seluruh kaum Muslim menjadi Kristen”. Dari sini kita memahami betul bahwa kegiatan misionaris tidak lepas dari aktivitas imperialisme negara-negara Barat yang rakus untuk menguasai dunia Islam, memecah belahnya, dan mencegah terjadinya persatuan kembali negeri-negeri Islam.

Strategi Utama

         Secara umum gerakan salib menggunakan strategi yang pertama adalah Hard power yakni dengan menjadikan perang fisik sebagai andalan. Inilah yang mereka lakukan ketika perang salib, masa kolonialisme, hingga saat ini seperti memerangi Irak, Afghanistan dan Palestina. Strategi kedua adalah Soft power biasanya menggunakan pendekatan pendidikan, bantuan kesehatan, gerakan politik dan pemikiran. Hal yang menonjol dalam strategi yang kedua ini adalah orientalisme dan Kristenisasi.

        Dalam China and the West, Pak mengutip ucapan Napoleon, “Delegasi misionaris agama bisa memberikan keuntungan buatku di Asia, Afrika, dan Amerika; karena aku akan memaksa mereka untuk memberikan informasi tentang semua negara yang telah mereka kunjungi. Kemulian pakaian mereka tidak saja melindungi mereka, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk menjadi mata-mataku di bidang politik dan perdagangan tanpa sepengetahuan rakyat.”

         Akhirnya, kristenisasi menjadi salah satu strategi negara-negara Barat untuk menguasai dunia Islam. Negara-negara barat dan perusahaan-perusahaan multinasionalnya menanamkan modal yang sangat besar pada yayasan-yayasan misionaris. David Waren, penanggung jawab Ensiklopedia Dunia Kristen , menyatakan bahwa 70 miliar dollar telah dihabiskan untuk membiayai aktivitas misionaris pada tahun 1970 saja.
         
          Menurutnya, kurang dari dua dekade jumlah ini telah mencapai hampir dua kali lipatnya dan akan terus meningkat. Muhammad Imarah mencatat, pada 1991 organisasi Misionaris Dunia memiliki 120.880 lembaga khusus untuk kegiatan kristenisasi di kalangan Islam; 99.200 lembaga pendidikan untuk mencetak kader penginjil; 4.208.250 tenaga profesional; 82 juta alat komputer; 24.000 majalah; 2.340 stasiun pemancar radio dan televisi; 10.677 sekolah dengan jumlah 9 juta siswa; 10.600 rumah sakit; 680 panti jompo; 10.050 apotik; anggaran kegiatan kristenisasi sebesar 163 miliar dollar. Tahun sekarang pastinya lebih dari itu.

         Kristenisasi menempuh dua strategi. Pertama, membina dan memasukkan orang Islam ke dalam agama Kristen. Strategi ini terhitung kurang ampuh, mengingat ajaran Kristen sendiri memiliki kelemahan internal sehingga orang yang berakal sehat tidak akan sudi secara sadar memeluknya. Oleh karena itu, strategi Kedua dianggap lebih realistis dan efektif, yaitu mengeluarkan orang Islam dari agamanya atau menjauhkannya dari ajaran Islam.
         
      Dalam konferensi Misionaris di kota Quds (1935), samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan: Misi utama kita bukan menghancurkan kaum muslim sebagai seorang Kristen…tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu.” Strategi inilah yang berhasil meruntuhkan Khilafiyah Utsamniyah.

        Sementara itu misi Kristen dalam bidang politik ditempuh dengan beberapa cara. Pertama, memastikan system di negeri-negeri Islam adalah sistem sekuler[/u]. Karena itu mereka berupaya keras untuk mencegah tegaknya syariah Islam di negeri Islam. Sebab dengan sistem sekuler itulah mereka bisa menjalankan misinya. Tidaklah heran kalau kelompok-kelompok Kristen sangat mendukung proyek sekulerisasai seperti menyebarkan ide liberalisme, pluralisme, Demokrasi dan Ham.

          Upaya peniadaan syariah Islam tampak dalam pandangan orientalis klasik, Snouck hurgronje (1857-1936) yang memiliki pengaruh sangat luas di Indonesia, “Umat Islam sulit untuk beralih menjadi Kristen. Karena itu, ia merekomendasikan kepada Pemerintah Hindia Belanda agar memberikan kebebasan kepada Umat Islam dalam masalah ruhiyah, tetapi mencegah syariah Islam yang terkait dengan politik, seperti masalah Khilafah dan Pan Islamisme”.[/b]

           Kesimpulan itu merupakan hasil studi mendalam tentang Islam, baik di Indonesia maupun di Timut Tengah. Ia bahkan berpura-pura masuk Islam dan mempersunting wanita Muslimah. Banuyak ulama Mesir menganggap dia sebagai Muslim. Namun, Gerrzt menegaskan, “Hurgronje adalah seorang Kristen yang berpura-pura masuk Islam.”

           Penghancuran syariah Islam juga tampak dalam pandangan Indonesianis AS, William Liddle. Liddle membuat disparitas/perbedaan antara kaum ‘skipturalis’ (yang terikat dengan pemahaman teks-teks sumber dan kaum ‘substansialis’ (yang memahami Islam hanya berdasarkan semangatnya saja). Ia secara tegas mendukung pandangan kaum substansialis.

         Langkah penting lainnya adalah infiltrasi politik. Ini bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, mendudukkan orang-orang muslim tapi sejalan dengan kepentingan Kristen. Atau yang Kedua mendudukkan orang Kristen secara langsung di pusat-pusat kekuasaan. Karena itu mereka sangat berhasrat untuk menduduki posisi penting dalam Militer dan Pemerintahan.

        Negara-negara Barat-Sekuler secara licik menempatkan para penguasa Muslim sebagai agen dan kaki tangan mereka. Pada hakikatnya, para penguasa jenis seperti ini adalah orang-orang yang menghamba pada kepentingan negara-negara kafir imperialisme. Kenyataan menunjukkan, bahwa tidak ada seorang penguasa Muslim pun saat ini yang cinta dan menghendaki tegaknya sistem hukum Islam serta berusaha untuk memutuskan ketergantungannya pada kungkungan negara-negara adidaya kafir.

         Dengan liciknya, negara-negara Barat menonjolkan tokoh-tokoh penguasa seperti Gamal Abdul nasser, Soekarno, Muhammad Ali Jinnah, dan lain-lain dalam rangka meraih loyalitas umat Islam. Negara-negara adidaya kafir juga telah menggunakan kaki-tangan mereka ini untuk memperkokoh cengkeraman ekonomi, politik, dan militernya di negeri-negeri Islam; mengeksploitasi sumber alam dan harta kekayaan umat ini; menjeratnya dengan utang luar negeri yang menggunung, yang mustahil dikurangi apalagi dihilangkan. Keberadaan para penguasa Muslim itu makin menambah dalam penderitaan yang dipikul oleh umat.

Farid, Suara Islam, Edisi 35 Tgl 4 Jan 2008-17 Jan 2008 M – Suara Utama-

hukum Islam)
« Edit Terakhir: 20 Februari 2008, 18:36:08 oleh oomnya fahrel »

Offline allHurr

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 2.494
  • Lokasi: BUMI ALLAH NAN INDAH
  • Yaa....Habibi
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 21 Januari 2008, 00:47:05 »
@oomnya fahrel.......

saya mau ikut nambah nih.....boleh yaa....

LAURENS BROWEN menyatakan dalam bukunya al-Islam wal Irsaliyat :
 " Bahaya sesungguhnya tersembunyi pada hukum Islam, karena memiliki kekuatan intervensi dan intimidasi, karena bersikap luwes sekali. Itulah raksasa sesungguhnya dihadapan kaum Imperialis Eropa"
Dan ketika namamu terpanggil bertemu dengan nabimu Muhammad saw, jelanglah wajahnya dengan gembira,katakanlah  : WAHAI KEKASIHKU, WAHAI NABIKU, AKU DIKELOMPOK PEMBELA SUNNAHMU SAAT BANYAK ORANG MENGINKARINYA..

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #2 pada: 21 Januari 2008, 10:00:14 »
@oomnya fahrel.......

saya mau ikut nambah nih.....boleh yaa....

LAURENS BROWEN menyatakan dalam bukunya al-Islam wal Irsaliyat :
 " Bahaya sesungguhnya tersembunyi pada hukum Islam, karena memiliki kekuatan intervensi dan intimidasi, karena bersikap luwes sekali. Itulah raksasa sesungguhnya dihadapan kaum Imperialis Eropa"


      Silahkan akhi jika ada masukan yang lain...Jazakumullah

Offline allHurr

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 2.494
  • Lokasi: BUMI ALLAH NAN INDAH
  • Yaa....Habibi
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 21 Januari 2008, 17:20:29 »
@@oomnya fahrel.......terimakasih akhi....

lanjut.......(kutip dari ADIAN HUSAINI dalam buku beliau : Wajah Peradaban Barat Dari Hegemoni Kristen Ke Dominasi Sekular-Liberal)

Pada zaman kelahiran kembali (Renaissance) Barat dan zaman Reformasi (Reformation) Barat, pencitraan buruk terus berlanjut.

Marlowes Tamburlaine menuduh Al-Qur'an sebagai "karya setan".

Marthin Luther menganggap Muhammad sebagai orang jahat dan mengutuknya sebagai anak setan.

Pada zaman Pencerahan Barat, Voltaire menganggap Muhammad sebagai fanatik, ekstremis, dan pendusta yang paling canggih.

Biografi Rasulullah SAW beserta Al-Qur'an terus menjadi target.

 Snouck Hurgronje mengatakan;"Pada zaman skeptik kita ini, sangat sedikit sekali yang di atas kritik, dan suatu hari nanti kita mungkin mengharapkan untuk mendengar bahwa Muhammad tidak pernah ada".(hal.xxxi)

Menurut Fred Halliday, untuk mempertahankan dominasinya, kapitalisme tetap membutuhkan "musuh". Dan setelah musuh kapitalisme (komunis) berhasil dikalahkan, maka musuh yang sedang dicermati saat ini, diantaranya adalah Islam. (hal.179)
==========================================================================================

semoga kita selalu berhati-hati menghadapi strategi salibis ini.

yaa....Allah...hanya kepadaMu jualah kami memohon pertolongan dan perlindungan.
Dan ketika namamu terpanggil bertemu dengan nabimu Muhammad saw, jelanglah wajahnya dengan gembira,katakanlah  : WAHAI KEKASIHKU, WAHAI NABIKU, AKU DIKELOMPOK PEMBELA SUNNAHMU SAAT BANYAK ORANG MENGINKARINYA..

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #4 pada: 22 Januari 2008, 17:04:18 »
 Situs PDS Hujat Shalat Umat Islam
Fakta

    "DAMAI-SEJAHTERA," adalah nama yang bagus, indah dan tenteram dambaan setiap insan. Tapi sayang, kelakuan Partai Damai Sejahtera (PDS) dalam situsnya tak seindah namanya. Dalam salah satu forum di situs resminya, terdapat ratusan link website mancanegara yang menjajakan berbagai gambar bugil dan video adegan seks bebas (gara-gara hal ini link web forum PDS dihapus oleh servernya).

     Apakah website kejorokan ini sesuai dengan nafas "damai dan sejahtera," sehingga informasi yang merusak itu bertengger dengan gagahnya di situs partai rohani tersebut?

     Yang lebih berbahaya dan memicu permusuhan antar agama, dalam forum tersebut dimuat tulisan seorang member yang menamakan diri DPP PDS. Tulisan dengan bahasa preman yang kasar, arogan sarkasme dan bombastis ini sepenuhnya mengagung-agungkan agama Kristen sembari menghujat Islam sejadi-jadinya.

     Beberapa hujatan yang terdapat dalam situs ini antara lain: Allah dalam Al-Qur`an mempunyai sifat yang plin-plan; Syariat Islam itu kejam, tidak adil dan ketinggalan zaman; Al-Qur`an bukan wahyu Allah yang benar; salah satu surat dalam Al-Qur`an aneh, tidak masuk akal dan kontradiktif; Islam tidak menjamin keselamatan surgawi; Al-Qur`an membenarkan kaum Muslim bersekutu dengan jin; Nabi Muhammad inkonsisten, tak percaya diri dan plin-plan; Nabi Muhammad memberikan peluang kepada umatnya untuk berbuat syirik kepada Allah dengan jin/iblis yang prakteknya antara lain untuk mendapat ilmu kebal, ilmu santet, ilmu pellet dll.

    Ketika menghujat ibadah shalat, penulis berinisial DPP PDS itu menuding umat Islam shalat menyembah Tuhan yang berwujud batu hitam yang tinggal di dalam Kabah. Berikut kutipannya:

    "Mulut umat Islam 5X komat-kamit, bahkan adakalanya dengan suara yang keras-lantang dibantu dengan loudspeaker pula, mengumandangkan "BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH -LAILAHAILALLAH, DAN KEPADANYA SAJALAH MEREKA WAJIB SUJUD MENYEMBAH". Namun dalam beberapa saat kemudian mereka ruku dan sujud menyembah kepada Allah yang wujudnya sudah berubah menjadi BATU HITAM yang ada dalam bangunan yang diberi predikat BAITULLAH/KAABAH yang ada di Mekkah.

     Mulut umat Islam selalu komat-kamit mengakui bahwa Allah itu pada satu titik yang bersamaan ada di mana-mana di setiap sudut dan penjuru dimensi dunia dan alam semesta ini, namun kenyataannya minimal 5X dalam sehari-semalam mereka menyembah Allah yang hanya berada di Mekkah dalam Kaabah dalam bentuk BATU HITAM."

     Oknum DPP PDS ini sungguh tidak tahu etika bahasa. Bayangkan, umat Islam dalam shalat membaca doa-doa dan pujian kepada Allah dengan khusyu', tadharru' dan tawadhu'. Ini adalah ajaran ritual ibadah yang mulia. Tapi oleh penulis berinisial DPP PDS, hal itu dijuluki dengan kata yang buruk, yakni komat-kamit. Padahal kata ini hanya layak dipakai untuk para dukun yang sedang merapal mantra untuk tujuan tertentu yang dilakukan dengan bersekutu bersama setan. Seharusnya DPP PDS belajar bahasa yang baik Pepatah "bahasa menunjukkan bangsa" nampaknya sangat tepat bagi penulis hujatan di situs PDS ini. Kejelekan gaya bahasa menunjukkan keburukan akhlak dan wawasan orang yang bersangkutan.

     Dalam penggalan dua paragraf tersebut, oknum DPP PDS melakukan banyak kekeliruan dan kebohongan.

     Pertama, menyebutkan bahwa hajar aswad (batu hitam) berada di dalam Ka'bah. Ini adalah tudingan yang 'asal bunyi' tanpa ilmu. Karena hajar aswad itu menempel di salah satu pojok Ka'bah, bukan di dalam Ka'bah.

      Kedua, menyebutkan bahwa Allah yang disembah umat Islam itu berwujud sebuah batu hitam yang hanya ada di Mekkah. Ini adalah anggapan yang sama sekali salah dan amat menggelikan. Silakan DPP PDS tanyakan kepada seluruh kaum muslimin, apa wujudnya Allah? Tak satupun umat Islam yang meyakini bahwa Allah itu wujudnya batu hitam, karena Al-Qur`an mengajarkan bahwa Allah itu berbeda dengan makhluk-Nya. "Laysa kamitslihi syay-un" (tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai atau serupa dengan Allah).

  "Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia (Allah)..." (Qs. As-Syura 11).

   "Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (Allah)" (Qs. Al-Ikhlash 4).

   Ketiga, tudingan bahwa umat Islam musyrik karena shalat menyembah Ka'bah. Tudingan ini tak berdasar sama sekali, hanya didasarkan pada khayalan DPP PDS yang penuh dengan semangat kebencian dan antiislam. Dalam kenyataan, boleh ditanyakan kepada seluruh umat Islam, apakah mereka shalat menyembah Ka'bah? Tak satupun orang Islam yang shalat menyembah Ka'bah. Salah satu syarat diterimanya shalat adalah Ikhlas, yaitu beribadah kepada Allah secara murni tanpa ada tujuan lain sedikit pun. Umat Islam bukan menyembah Ka'bah, tapi menyembah Tuhan pemilik Ka'bah tersebut, sesuai dengan perintah Allah SWT: "Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah)" (Qs. Al-Quraisy 3).

     DPP PDS harus bisa membedakan makna "arah" dan "tujuan". Ka'bah adalah kiblat atau arah menghadap bagi umat Islam dalam ibadah ritual shalat. Harus digarisbawahi, hanya sebagai arah, bukan sebagai tujuan ibadah dan penyembahan. Umat Islam tidak pernah dan tidak akan menyembah apapun selain Allah SWT. Umat Islam melakukan shalat menghadap kiblat itu pun dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT yang telah memerintahkan umat-Nya untuk melakukan itu (Qs. Al-Baqarah 144).

     Kiblat ke Ka'bah dalam shalat hanyalah arah yang ditentukan Allah sebagai pusat persatuan. Jika arah shalat umat Islam tidak ditentukan, maka akan terjadi kacau-balau. Sebagian ada yang menghadap ke barat, yang lain ke timur, ke selatan, ke utara, dan sebagainya. Untuk mempersatukan/menyeragamkan umat dalam beribadah kepada Allah SWT, maka umat Islam di manapun tinggal, diwajibkan menghadap ke satu arah yang sama yaitu kiblat ke Ka'bah.

     Ada banyak fakta dan data yang secara otomatis membantah tudingan DPP PDS bahwa umat Islam menyembah Ka'bah:

     Pertama, Jika ada umat Islam berada dalam suatu tempat yang tidak diketahui arahnya, atau sedang duduk di dalam kendaraan yang jalannya berkelok-kelok, maka mereka boleh melakukan shalat dengan menghadap ke arah mana saja. Karena Allah berfirman: "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui" (Qs. Al-Baqarah115).

      Kedua, tahun 930 sampai 951 hajar aswad pernah hilang dicuri dan disembunyikan oleh kaum Syi'ah golongan Ismailiyah Qarmathi. Apakah dengan hilangnya batu itu lantas umat Islam lantas heboh dan tidak shalat lagi karena hajar aswad sudah tidak ada? Meski hajar aswad pernah hilang, namun selama 21 tahun itu umat Islam tidak pernah libur shalat. Seandainya umat Islam itu shalat menyembah hajar aswad, maka selama 21 tahun itu mereka libur shalat. Tapi nyatanya tidak. Umat Islam tetap shalat menghadap kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak, karena esensi mereka ialah mematuhi perintah Allah bukan menghadap dan menyembah batu.

     Ketiga, setelah batu hitam itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada pecahan di sana sini, sehingga volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu hitam yang ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yang asli dengan yang imitasi. Tetapi anda lihat, apakah umat Islam heboh karena itu? Jawabnya: Tidak pernah! Sebab Tuhan yang disembah oleh umat Islam itu bukanlah batu tetapi Allah SWT. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka) tetap ada dan kekal sampai selama-lamanya.

     Keempat pada masa Rasulullah SAW, para shahabat naik dan berdiri di atas Ka'bah ketika mengumandangkan azan (panggilan shalat). Sampai saat ini, bila para petugas juga naik dan berdiri di atas Ka'bah untuk mengganti Kisywah (kain kelambu penutup) Ka'bah. Ini juga bukti nyata bahwa tak seorang pun umat Islam yang menyembah Ka'bah. Andai kata mereka menganggap Ka'bah sebagai tuhan yang disembah, mana mungkin mereka berani naik, berdiri dan menginjak-injak Ka'bah?

     Kelima, Sampai saat ini, para petugas juga naik dan berdiri di atas Ka’bah ketika mengganti Kisywah (kain kelambu penutup Ka’bah). Ini juga bukti nyata bahwa sampai saat ini dan sampai kapan saja tak seorang pun umat Islam yang menyembah Ka’bah. Andai kata mereka menganggap Ka’bah sebagai tuhan yang disembah, mana mungkin mereka berani naik, berdiri dan menginjak Ka’bah?

      Keenam, ketika thawaf dengan menunggang seekor unta, Rasulullah SAW pernah tidak mencium hajar Aswad, melainkan menyentuhnya dengan tongkat beliau. (HR. Bukhari juz 2 nomor 677). Jika Nabi pada waktu hidupnya menyembah hajar aswad, mana mungkin beliau berani menyentuh Tuhannya dengan sebuah tongkat sambil duduk di atas unta? Teladan Nabi ini membuktikan bahwa beliau tidak menyembah hajar aswad.

    Menghadap ka'bah ketika shalat, bukan berarti umat Islam menyembah ka’bah tersebut. Mereka melakukan ini semata-mata menjalankan aturan ibadah yang diperintahkan oleh Tuhannya (Qs. Al-Baqarah 144). Jadi, esensi qiblat umat Islam ketika shalat bukan karena batu hitam, melainkan ketundukan dan kepasrahan kepada Tuhan.

     Ketundukan ini pula yang telah dilakukan oleh shahabat Umar RA ketika haji. Dalam hadits shahih dikisahkan bahwa beliau datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia menciumnya dan berkata: “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberikan mudharat dan tidak pula mendatangkan manfaat. Jika aku tidak melihat Rasulullah menciummu, maka aku tidak akan menciummu pula” (HR Bukhari dari Abis bin Rabi’ah RA).

     Kemudian oknum DPP PDS yang miskin bahasa itu melanjutkan hujatannya: “Apakah masuk di akal bahwa Allah yang adalah pencipta langit dan bumi beserta isinya, baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan, mempunyai RUMAH atau BAIT di dunia ini?... Yang benar adalah Alkitab, bahwa Allah tidak punya rumah di dunia ini...”

      Sepenggal tulisan ini membuktikan bahwa oknum DPP PDS itu tidak memahami agama, baik agama Islam maupun Kristen. Bila memiliki wawasan yang cukup tentang kitab suci, dia tidak akan sesemberono itu. Sebab istilah Baitullah (rumah Allah) atau Bethel, bukan berarti rumah tempat tinggalnya Allah.

     Istilah ini sebetulnya bukan monopoli Islam, karena sudah akrab dalam bahasa teologi para Nabi dan Rasul. Dalam Bibel sering disebut-sebut istilah “Bait Allah.”

“Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau” (Mazmur 5:8).

   “Dengarlah kiranya akan seru doaku apabila aku berteriak kepada-Mu, apabila aku menadahkan tanganku ke tempat kaabah-Mu yang suci itu” (Mazmur 28:2, TL).

Dalam Matius 21:12 diceritakan bahwa Yesus mensucikan Bait Allah. Injil Matius 24:1 menceritakan Yesus keluar dari Bait Allah.

“Bait Allah” atau rumah Allah adalah istilah metafora. Apabila istilah ini diartikan sebagai rumah tempat tinggalnya Tuhan dalam arti hakiki, lalu diartikan apa ayat Bibel di bawah ini, yang menyatakan bahwa manusia adalah Bait Allah?

“Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakah Bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab Bait Allah itu kudus dan Bait Allah itu ialah kamu” (I Korintus 3: 16-17).

    Jika pisau analisa DPP PDS itu dipakai untuk menafsirkan ayat di atas, maka berarti bahwa rumah tempat tinggalnya Tuhan adalah manusia. Jika manusia meninggal dunia semua, maka rumah Tuhan akan binasa. Lalu apakah Tuhan kemudian tidak punya rumah?

    Persoalan kiblat dalam ibadah sebetulnya bukan suatu keanehan. Sebab para nabi dan rasul sebelum Muhammad SAW pun telah mengamalkannya. Mereka berkiblat ke arah tertentu sesuai dengan ketetapan Allah. Perjanjian Lama menyebutkan para nabi terdahulu berkiblat ke Yerusalem. Tiga kali sehari mereka berlutut, berdoa serta memuji Tuhan menghadap Yerusalem. Dalam Alkitab terjemahan lama, istilah “Baitullah” diterjemahkan menjadi “kaabah” Tuhan.

    “Tetapi akan Daniel, jikalau diketahuinya akan hal surat itu sudah dimeteraikan oleh baginda sekalipun, masuklah juga ia ke dalam rumahnya, yang pada alayatnya adalah tingkap-tingkap terbuka ke kiblat Yeruzalem dan pada sehari tiga kali bertelutlah ia dan meminta doa dan mengucap syukur kepada Allahnya, seperti biasa dibuatnya dahulu” (Daniel 6:11, TL).

     “Maka oleh karena kaabah-Mu yang di Yeruzalem segala raja akan menyampaikan persembahan kepadamu” (Mazmur 68:30, TL). “Maka kataku: Bahwa aku sudah dibuang dari hadapan mata-Mu; kendatilah aku juga akan memandang pula kaabah kesucian-Mu” (Yunus 2:4, TL).

       Meski para nabi itu berkiblat ke Yerusalem, tetapi Yesus tidak pernah menuduh mereka telah menyembah Yerusalem, bukan? Seharusnya, oknum DPP PDS ini mengikuti jejak Yesus, dengan tidak menuduh umat Islam menyembah Kabah. (timfakta-malang/majalahtabligh)

http://muhammadiyah-tabligh.or.id


http://forum.swaramuslim.com/more.php?id=4265_0_26_0_M



 
« Edit Terakhir: 20 Februari 2008, 18:37:57 oleh oomnya fahrel »

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #5 pada: 25 Januari 2008, 09:30:37 »
Katolik Asia Selatan Bertekad Sebarkan Budaya Alkitab di Asia

Rabu, 23 Januari 2008 

     Para pekerja Gereja Katolik berjanji untuk mengambil beberapa langkah guna menciptakan suatu "budaya Alkitab" di Asia Selatan yang multiagama
Hidayatullah.com--Sekitar 40 peserta termasuk para uskup dan imam ikut membuat keputusan itu dalam pertemuan Asia Selatan kelima dari Federasi Biblika Katolik (Catholic Biblical Federation/CBF) yang diakui Vatikan. Pertemuan itu berlangsung pada 2-5 Januari di Mumbai, 1.410 kilometer barat daya New Delhi.

     Pertemuan yang merupakan persiapan regional CBF untuk “Sinode Sabda Tuhan” pada 5-26 Oktober, kata Pastor Peter Abir, koordinator CBF Asia Selatan, sebagaimana dikutip UCA News.

     Sinode Vatikan itu akan dihadiri oleh uskup-uskup dari seluruh dunia. Pertemuan di Mumbai ini juga merupakan persiapan untuk sidang umum ketujuh CBF yang akan berlangsung 24 Juni hingga 3 Juli di Dar e Salaam, Tanzania, katanya seperti diberitakan United Catholic News (UCAN).

     CBF wilayah Asia Selatan meliputi Banglades, India, Negeri Nepal, Sri Lanka dan Pakistan.

     Sebuah pernyataan yang dikeluarkan pertemuan itu menggambarkan Asia Selatan termasuk dalam wilayah-wilayah yang paling menghadapi konflik di dunia. Di wilayah ini, pemerintah mengeluarkan proporsi yang lebih besar dari pendapatannya untuk senjata, sementara massa tetap buta huruf dan miskin.

     Menurut pihak Katolik, tantangan-tantangan di Asia Selatan “menuntut agar kita mempromosikan sebuah 'Budaya Alkitab' di komunitas-komunitas,”   :koran: :koran: tulis pernyataan itu. "Budaya seperti itu akan muncul melalui proses animasi, pelatihan, dan pembinaan. Dalam proses ini, individu, keluarga, dan komunitas menjadikan Sabda Allah sebagai pusat dalam kehidupan mereka,” lanjutnya.

     Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan di bidang sains dan teknologi di wilayah itu sangat kontras dengan kemiskinan yang meluas, terorisme, dan kekerasan, tulis pernyataan itu. Juga dicatat bahwa globalisasi menciptakan lebih banyak lapangan kerja, namun juga menimbulkan dampak-dampak buruk yang “mengancam" pribadi-pribadi manusia dan masyarakat.

     Peserta menegaskan bahwa Alkitab dapat berperan transformatif. Tetapi "kekuatan yang membebaskan” dapat dialami jika para uskup, imam, kaum awam, dan religius memiliki suatu hubungan pribadi yang mendalam dengan Allah dan berakar dalam pengalaman masyarakat menyangkut ketidakadilan, diskriminasi, pengucilan, kata mereka.

     "Yang sangat diperlukan adalah mengembalikan kembali Alkitab kepada umat dan mendorong mereka untuk membaca, mengaitkannya dengan situasi dan kehidupan mereka, dan dengan begitu mengembangkan sebuah spiritualitas biblis yang sejati,"   :ngemil2: :ngemil2: tulis pernyataan itu.

     Peserta juga mengidentifikasi adanya suatu kebutuhan untuk menjembatani jurang antara ilmuwan dan masyarakat biasa, dan memulai berbagai program pembinaan untuk mengembangkan para penggerak kaum awam, yang "sangat dibutuhkan" untuk mencapai sasaran dari budaya Alkitab itu.

     Mereka mendukung "semangat biblika yang efektif" dari para seminaris. Mereka juga mendukung bina lanjut religius dan klerus, yang meliputi pengembangan keterampilan kreatif melalui berbagai sarana modern dan seni kreatif untuk mengkomunikasikan kisah Yesus di wilayah Asia Selatan.

      Umat Kristen berjumlah kurang dari 2 persen dari total populasi Asia Selatan. Kaum Muslim mendominasi Pakistan dan Bangladesh, sementara umat Hindu merupakan mayoritas di Nepal dan India. Sri Lanka merupakan sebuah negara berpenduduk mayoritas Buddha.

[chtp/www.hidayatullah.com]

 http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6231&Itemid=1

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #6 pada: 20 Februari 2008, 18:14:51 »
Pemurtadan berkedok  Perkawinan

      Benarkah pacaran dan perkawinan pasangan beda agama semakin marak? Bagaimana jurus para makelarnya?

      Dalam tahajud, Pak Haji menangis pilu. “Ya Allah, bagaimana ini, dari ketiga anakku, salah satunya ada yang masuk Kristen.”Kamu masih mendingan, jawab Tuhan, “Aku Cuma punya satu anak, itupun Kristen semua!”
       
     Dulu, cerita ini hanya sekedar anekdot. Namanya juga lelucon, ya logika ceritanya jungkir balik. Pak Haji mengadukan anaknya yang murtad kepada Allah SWT, tapi yang menjawab malah “Tuhan Allah” versi Nasrani yang punya anak bernama Yesus. Akhirnya malah tuhan yang lebih sedih.
       
     Tapi kini, kisah kesemrawutan iman semacam itu nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan semakin subur dan terbuka saja.
       
     Pada hari raya Idul Fitri 1428 H lalu misalnya, Renny Yosnita Haryanti tak malu-malu lagi merayakannya bersama Gading Marten, sang pacar. Padahal, putri mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso Muslimah. Sedangkan anak pecandu shabu-shabu Roy Marten, Kristen. Karena itu bang Yos sebenarnya belum merestui hubungan asmara keduanya. Toh Renny dan Gading happy-happy saja.
     
     Demikian juga dengan pasangan Titi Kamal dan Christian Sugiono. Pasangan kekasih lain agama ini dulunya sempat ngumpet-ngumpet saat merayakan idul fitri bareng. Namun, setelah 8 tahun indehoy, mereka sudah tak risih lagi. Bahkan secara demonstratif di media massa menunjukkan kemesraan laiknya pasangan suami istri. Titi Kamal seolah alpa bahwa dia menyandang amanat orangtuanya agar hidup sebagai muslimah  insan kamil.
       
     Kasus Gading dan Titi dengan pasangan masing-masing, semakin menambah daftar pasangan pesohor yang berkubang dalam keintiman gado-gado iman. Mereka sepertinya hendak mengikuti jejak pasutri Jamal Mirdad-Lidya Kandaow, Yuni Shara-Henry Siahaan, Nia Zulkarnaen-Ari Sihasale, Cornelia Agatha-Sonny Lalwani, Nurul Arifin-Mayong Laksono, Ari Sigit-Rica Callebout, Jeremy Thomas-Ina Indrayati, Lola Amara-Frans Lingua, dsb.
       
     Di kalangan awam, tidak ada catatan pasti mengenai kecendrungan PBA (pernikahan beda agama). Yang jelas, fatwa MUI 1 Juni 1980 mengharamkan pernikahan beda agama di Indonesia. Tapi,  menurut Musdah Mulia, pada 1986 MUI DKI mengeluarkan fatwa sebaliknya. Hal ini lantaran dalam kurun 1985-1986 terjadi 327 kasus pernikahan beda agama di jakarta, yang diantaranya 117 adalah laki-laki non muslim dengan perempuan muslim. Namun pada 1994, fatwa MUI DKI itu dicabut.
       
     Penelitian Nuryamin Aini MA, pengajar Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah dan peneliti Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia UIN, mencoba melihat fakta PBA di Yogyakarta dengan data-data empiris sesuai sampel sensus penduduk tahun 1980. “Karena fenomena PBA makin marak, akhirnya saya meng-update data lama itu dengan meng-insert hasil sensus tahun 1990 dan 2000, “ katanya dalam wawancara dengan gembong JIL, Ulil Abshar Abdalla pada Junni 2003.
       
     Pada tahun 1980, terdapat 15 kasus menikah beda agama dari 1000 kasus pernikahan tercatat di Jogja. Pada 1990 naik menjadi 18 kasus tapi turun menjadi 12 kasus pada 2000.Lambertus Hurek dalam Blog-nya mengungkapkan, dari catatan perkawinan di gereja-gereja Katolik Jawa Timur pada Agustus 2006, sebanyak 40-60 persen diantaranya merupakan perkawinan campur.
       
     Baik berupa disparitas cultus, yakni orang Katolik nikah sama jemaat Kristen bukan dari Gereja Katolik, maupun mixta religio (orang Katolik dengan non-Nasrani termasuk Islam). Untuk menggenjot kawin gado-gado, kaum “SIPILIS”
(Sekulerisme-Pluralisme-Liberalisme) sangat gencar membudayakan PBA baik di tataran teoritis maupun praksis. Guna membiayai kampanye gila-gilaan ini, duit mereka sepertinya “tidak berseri” –maksudnya tak terhingga, saking besarnya dana yang disediakan pen.-Tuan-tuan di Amerika siap antar jaga (SIAGA) membeking mereka.
       
    “Larangan menikah Beda Agama antara perempuan Islam dengan lelaki non Islam tidak relevan lagi”, seru Ulil Abshar Abdalla (Kompas,18/11/2002).Sebab, katanya “semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar” (Gatra, 21/12/2002). “Mitos dari itu, kita perlu meruntuhkan mitos fikih yang mendasari larangan bagi perempuan muslim untuk menikah dengan laki-laki nonmuslim,” sambung Nuryamin Aini (Ijtihad Islam Liberal, JIL, 2005).
       
    Jungkir balik silat pikir silat lidah kaum Sipilis itu diwadahi dalam buku Fiqih Lintas Agama, yang diterbitkan Paramadina dengan sponsor The Asia Foundation (TAF) pada 2004. Paramadina mencetaknya tak cukup sekali. Namun, keberhasilan buku Fiqih Lintas Agama, kata Zuhairi Misrawi, bukan pada cetak ulangnya. “Melainkan pada dilaksanakannya isi buku ini, diantaranya dengan mewadahi kawin beda agama” tulis Misrawi dalam kontribusi artikelnya.
         
     Dengan dana milyaran rupiah dari TAF, Prof Dr Musdah Mulia dkk yang mengatasnamakan diri Tim Pangarusutamaan Gender Departemen Agama, sempat menyusun Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam. Bunyinya antara lain :Asas perkawinan adalah monogami (pasal 3 ayat 1), dan perkawinan di luar ayat 1 (poligami) adalah tidak sah dan harus dinyatakan batal secara hukum (pasal 3 ayat 2).

      Perkawinan beda agama antara muslim atau muslimah dengan orang non muslim disahkan (pasal 54). Depag kemudian memberangus draft ini dan menyatakannya sebagai proyek pribadi Musdah cs. Dalam praktiknya, menurut catatan Gatra (12 Maret 2005), Paramadina mulai mengawinkan pasangan beda agama sejak Oktober 2001. Tahun 2002 menikahkan 9 pasangan. Semester pertama 2003, mengawinkan 4 pasangan. Sampai awal Mei 2004, Pusat studi Islam Paramadina telah menikahkan 21 pasangan.
       
     Untuk Jaim –Jaga imej pen,- sejak 2004 Paramadina menghentikan pelayanan PBA. Namun secara teori mereka tetap memiliki ghirah tinggi mendukung kawin campur. Secara pribadi, sejumlah dosen Paramadina pun mengasongkan diri untuk memfasilitasi PBA, misalnya Dr. Zainun Kamal. Ia pula yang menikahkan pasangan pesihir Deddy Corbuzier yang Katolik dengan Kalina Octaranny yang muslimah.
       
     Ketika dihubungi Suara Islam via telepon Sabtu pekan lalu, Zainul mengaku terakhir kali menikahkan pasangan beda agama di daerah Anyer, Banten “Tidak pakai tarif, hanya ongkos transportasi biasa,” katanya sambil menolak menyebutkan nama pasangan tersebut.
       
     Perjuangan Paramadina dilanjutkan The Wahid Institute. Pasangan Adi Abidin dengan istrinya yang Kristen, menikah pada 2005 di kantor The Wahid Institute yang dipimpin Yenny Abdurahman Wahid. Sebuah gereja di Salatiga memfasilitasi pencatatannya. KH Husein Muhammad, pengasuh Pesantren Dar al Tauhid Arjawinangun, cirebon, bertindak sebagai wali nikah. “Kami mau menikahkan asal ada jaminan bisa dicatat di KCS,” kata Ahmad Suaedy, Direktur Wahid Institute, seperti dikutip Gatra (12 Maret 2005).”Tapi tidak menguruskan pencatatan”. Ucapnya.

Bersambung....

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #7 pada: 26 Februari 2008, 10:02:16 »
   Sambungan....  :)

    ICRP (Indonesia Conference on Religion and Peace) pun tak mau kalah. Masih dengan budi baik tuan-tuan TAF, lembaga ini membuka program konseling perkawinan sejak November 2005. Kini sudah ada 15-an pasangan berbeda agama yang datang meminta bantuannya.
     
     Pada Ahad, 9 April 2007, ICRP memfasilitasi pernikahan beda agama pasangan Muslim-Kristen.Caranya pun luar biasa, yakni ijab kabul ala Islam dan pemberkatan ala Kristen :o :o . Bertempat di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, pasangan itu melakukan akad nikah yang dihadiri orangtua masing-masing, keluarga, sanak famili, dan seratusan undangan.
     
     Ijab kabul dibimbing Prof. Dr Kautsar Azhari Noer, dosen pasca sarjana UIN Jakarta dan Paramadina. Dilanjutkan dengan pemberkatan nikah di tempat yang sama oleh Pendeta Dr. Kashodu, M. Th. Dari Gereja anggota PGI, sekaligus mencatatnya di Kantor Catatan Sipil. Tak berhenti sampai di situ, kaum Sipilis juga memamerkan rekaman dan testimoni pasangan beda agama yang konon perkawinannya bahagia.
     
    Misalnya dalam acara peluncuran dan diskusi buku Pernikahan Beda Agama: Kesaksian, Argumen Keagamaan dan Analisi Kebijakan terbitan Komnas HAM dan ICRP. Dalam hajatan yang digelar Komnas HAM di Jakarta awal Maret lalu itu, artis Nurul Qomaril Arifin menyatakan bahwa Mayong Suryo Laksono yang Nasrani, tidak ada masalah. “Ini sekadar manajemen perbedaan,” katanya senada dengan klaim pembicara Lies Sugondo, Chandra Setiawan (Komnas HAM) dan Musdah Mulia, Sekjen ICRP.
     
    Pada 7 September 2007 lalu, sejumlah pasangan PBA ditampilkan dalam dialog publik dan peluncuran buku berjudul “Tafsir Ulang Perkawinan Lintas Agama: Persepktif Perempuan dan Pluralisme” di Jakarta. Dalam acara yang diselenggarakan Lingkaran Pendidikan Alternatif untuk Perempuan (Kapal Perempuan) dengan dukungan duit dari New Zealand Agency for International Development, puluhan pasang pernikahan beda agama memberikan testimoni yang mengklaim bahwa perkawinan mereka bahagia.
     
    “Saya lahir dari pasangan suami istri yang berbeda agama. Ibu asal Banten, sangat Islam dan Ayah dari Yogyakarta, sangat Katolik. Dalam keluargapun banyak yang haji dan juga pastor. Kendati demikian, kami tidak pernah menjumpai perbedaan ataupun perselisihan atas nama agama.” Papar Ny Andra yang aktif di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wanita Katholik.
     
     Acara juga disemarakkan pemutaran film, “Kesaksian Pelaku Nikah Beda Agama”. Tak lupa hadir pula Zainul kamal, Musda Mulia, Abdul Moqshith Ghazali, Pdt. Ester Mariana GA, serta Romo Johannes Hariyanto SJ. Andra menambahkan, kedua orang tuanya dalam mendidik anak pun terbilang unik. “Setiap Rabu, kami belajar Islam kepada guru ngaji yang datang ke rumah, Minggunya diajak ke Gereja untuk memperoleh pengetahuan tentang agama Katholik.” Tuturnya.
         
    Ada gejala yang dilakukan non Muslim melalui perkawinan beda agama, tujuannya melakukan pemurtadan. Begitulah seperti yang diperingatkan Rasulullah SAW: “setiap anak dilahirkan dalam keadaan Muslim. Orangtuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi" . Celakanya, sepertinya kian banyak orang tua maupun calon ortu yang melahap ajaran perkawinan gado-gado rasa Sipilis  :toe: :toe: :toe: :toe:
 

Aya hasna, Suara Islam, Edisi 32, tanggal 23 Nov-6Des 2007

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #8 pada: 17 Maret 2008, 16:07:27 »
Tokoh Evangelis AS Serukan Penghancuran Islam



     Kebencian kalangan Kristen Radikal Amerika terhadap Islam memang sudah keterlaluan, beberapa saat lalu Thomas Tancredo,  anggota Senat AS menyerukan penghancuran Mekkah dan kali ini tokoh Evangelis di AS Rod Parsley , lagi-lagi melontarkan pernyataan provokatif. Parsley yang juga penasehat spiritual Senator John McCain-kandidat presiden AS dari Partai Repulik-menyatakan bahwa agama Islam adalah agama palsu dan menyerukan agar agama Islam dihancurkan.

      Ironisnya, McCain malah menyalami Parsley sementara pastor gereja terbesar di Ohio itu mengajak umat Kristiani "perang" melawan Islam dan menghancurkan Islam. Parsley memang pendukung utama McCain di wilayah Ohio. Pada 26 Februari lalu, saat berkampanye di Cincinnati dengan Parsley, McCain menyebut Parsley sebagai seorang "pembimbing spiritual" nya.

       Parsley, pemimpin World Harvest Church of Columbus yang memiliki sekitar 12.000 jamaah di AS ini, sudah menulis sejumlah buku berisi pandangan-pandangan keagamaan yang menunjukkan bahwa ia seorang fundamentalis.

      Dalam bukunya yang terbit tahun 2005 berjudul "The 2005 Silent No More" di bab "Islam:The Deception of Allah", Parsley mengingatkan bahwa ada perang peradaban antara Islam dan Kristen. Parsley juga menyebut Islam sebagai agama yang anti-Kristus dan mendesak AS agar mengobarkan Perang Salib baru untuk memusnahkan agama Islam.

      Hubungan McCain dengan Parsley dalam bidang politik sangat erat. Pada pemilu tahun 2004, gereja Parsley dianggap berperan besar dalam mendorong para penganut Kristen fundamentalis di AS untuk memberikan suaranya pada George W. Bush yang waktu itu menjadi kandidat presiden AS. Gereja Parsley pernah dituding terlibat dalam kasus-kasus penggelapan pajak tokoh-tokoh pro-Republik. (ln/presstv/eramuslim)

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #9 pada: 17 Maret 2008, 16:11:22 »
Suara Dari Amerika Hancurkan Makkah :woroworo: :woroworo:

     Anggota Kongres AS Thomas Tancredo mengusulkan untuk mengebom Makkah jika AS diserang. Memancing di air keruh, menyakiti hati umat Islam.

     Entah apa yang berkecamuk di benak Thomas Tancredo, anggota Kongres Amerika Serikat, asal Colorado. Dalam wawancara radio WFLA-AM, Orlando, Florida, Jumat dua pekan lalu (15/7), ia ditanya secara hipotesis tentang apa yang harus dilakukan AS jika beberapa kotanya diserang dengan senjata nuklir.

      Anggota Kongres dari Partai Republik ini menjawab, “Jika ini terjadi di AS, dan kita mengetahuinya sebagai perbuatan Muslim Ekstrem-Fundamentalis, Anda dapat menyerang tempat-tempat suci mereka.”

      Pat Campbell, sang pewawancara, bertanya untuk memperjelas, “Anda berbicara tentang mengebom Makkah?” Tancredo menjawab pasti, “Ya.”

      Penjelasan ini, ia perkuat kembali tiga hari berikutnya. Menurutnya, jawaban itu ia maksudkan sebagai upaya mencari metode yang dapat ditempuh AS dalam rangka mengantisipasi serangan mendatang. “Salah satu bentuk yang dapat dilakukan untuk mencegah berbagai serangan ini adalah menjelaskan bahwa terdapat kemungkinan tempat-tempat suci itu diserang,” demikian bunyi penjelasan pers itu.

       Pelecehan sekaligus ancaman terhadap Islam ini segera menyulut protes warga Muslim Amerika. Berbagai tokoh Muslim AS segera meminta Partai Republik di Colorado dan seluruh wilayah AS mengutuk pernyataan Tancredo. Mereka juga meminta agar ia minta maaf secara pribadi pada warga Colorado dan setiap Muslim AS atas pernyataannya.

      Bahkan, sebagaimana dilaporkan Aljazeera, Selasa (12/6), Komite Hubungan Islam-Amerika (CAIR) tengah berupaya mengatur pertemuan dengan Thomas Tancredo. Lembaga sipil Muslim terbesar di AS ini ingin mengetahui pasti maksud Tancredo.

      “Pernyataan Tancredo berbahaya dan tak layak (diucapkan) oleh seorang anggota Kongres,” kritik James Zaghbi, Direktur Hubungan Arab-Amerika. Menurutnya, perkataan seperti ini, jika keluar dari seorang tokoh dipilih akan berbahaya bagi upaya memerangi terorisme, selain tidak mencerminkan perasaan rakyat Amerika. Selain itu, tambah Zaghbi, ungkapan tak bertanggung jawab ini dapat memperluas kesenjangan hubungan antara AS dengan dunia Arab dan Islam.

      Lembaga Dewan Urusan Umum Muslimin bahkan meminta Presiden George W Bush dan lembaga Kongres untuk mengecam pernyataan tentang “penghancuran Makkah” oleh Tancredo. Protes keras juga datang dari Colorado, wilayah yang diwakili Tancredo. “Penjelasan Tancredo radikal dan tidak mencerminkan realitas,” ujar Mohammad Noorzai, Koordinator Dewan Muslim Colorado. Baginya, sosok manapun dalam posisi Tancredo, perlu berhati-hati dalam berkomentar, jika berkait dengan tempat suci dan teks agama.

Bersambung...

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #10 pada: 17 Maret 2008, 16:16:59 »
     Bukan hanya warga Muslim yang berang. Juru bicara anggota Kongres, Nancy Pelusi, yang memimpin minoritas demokrat di Kongres menilai pernyataan itu “tidak bertanggung jawab”. Anggota Kongres AS Thomas Tancredo mengusulkan untuk mengebom Makkah jika AS diserang. Memancing di air keruh, menyakiti hati umat Islam.

       Sebenarnya, seperti apa sosok Tancredo. Selama ini, ia dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang keras berkaitan dengan imigrasi dan kehadiran warga asing. Kabarnya, mengutip Islamonline, Rabu (20/7), ia bersiap terjun pada pemilihan presiden tahun 2008 mendatang mewakili partai Republik. Ia juga dikabarkan tengah mulai berkeliling guna menakar kekuatan dukungan untuk dirinya.

      Tancredo bukanlah orang pertama yang berpikiran untuk mengebom Makkah. Desember 2002 lalu, seorang perwira tinggi Israel meminta pemerintahnya mengumumkan niat menghancurkan kota suci Makkah dan Madinah di Arab Saudi jika Israel mendapat serangan nuklir dari negara atau kelompok Arab atau Muslim. Usulan ini dimuat dalam artikel berjudul “Ancaman Nuklir terhadap Israel”, yang dimuat dalam harian Haartz yang terbit di Israel. Penulisnya adalah perwira berpengkat kolonel dengan inisial M dan bekerja sebagai dosen di sebuah institut militer Israel.

      Kabarnya, seperti dinyatakan koresponden Haartz pada desk militer, Aminon Barzlai, negara Zionis ini mempunyai 100-400 hulu ledak nuklir yang bisa dilontarkan dari darat, laut dan udara. Selain Israel, Ritch Louri, editor majalah National Review yang terbit di AS, juga pernah mengusulkan untuk menyerang Makkah dengan senjata nuklir. Ide itu dituangkan pada tulisannya yang dimuat dalam edisi internet, Maret 2002 lalu.

“Seandainya kita punya bom ‘aman’ yang bisa menjamin pembatasan kehancuran hanya pada titik serangan, kita akan letakkan Gaza dan Ramallah dalam daftar target,” tulis Louri, sebagaimana dikutip harian Al-Wathan yang terbit di Arab Saudi. Setelah semua ini, pertanyaan yang layak diajukan, dalam posisi apakah umat Islam saat ini?

      Di satu sisi terancam dan terintimidasi, namun di sisi lain dicap teroris. Persis seperti kata pepatah, sudah jatuh ketiban tangga. “Kalau mereka mau menyerang Makkah, berarti mereka mengobarkan perang Salib lagi. Nggak ada masalah. Asal umat Islam sadar bahwa mereka itu memusuhi dan memerangi Islam,” ujar KH A Cholil Ridwan, wakil ketua Komite Solidaritas Islam Indonesia (KISDI).

      Lima belas abad silam, kabar tentang bakal diserangnya Makkah, dalam hal ini Baitullah, telah diwartakan oleh Rasulullah saw. “Sungguh Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan, sehingga apabila pasukan tersebut telah sampai pada sebuah padang pasir, maka bagian tengah pasukan itu ditelan bumi. Maka berteriaklah pasukan bagian depan kepada pasukan bagian belakang, dimana kemudian semua mereka ditenggelamkan bumi dan tidak ada yang tersisa, kecuali seseorang yang selamat, yang akan mengabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka,” (HR Muslim, Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah). Peristiwa ini, meskipun tidak disebutkan pelakunya maupun waktunya, juga menjadi salah satu tanda kiamat.

Bagi umat Islam, sunnatullah selalu menegaskan, kemenangan adalah milik kebenaran dan keadilan, meski datangnya kadang belakangan. (Sabili)

M. Nurkholis Ridwan 

Jangan Percaya Ahli Kitab, Tapi Jangan Kau Ingkari



Keterangan Gambar : Papan Anti Islam di berbagai Gereja di Amerika serikat

http://swaramuslim.net/more.php?id=5890_0_1_0_M

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #11 pada: 19 Maret 2008, 09:42:10 »
Fatwa Ulama vs Fatwa Sipilis

Haram
     
      Larangan muslimah menikah dengan laki-laki non muslim sudah menjadi Ijma’ ulama dengan dalil-dalil yang sangat meyakinkan seperti QS 60:10. Buku Ensiklopedia Ijma’ yang diterjemahkan oleh KH Sahal Mahfudz juga menyebutkan bahwa soal ini termasuk masalah ijma’ yang tidak menimbulkan perbedaan di kalangan kaum Muslim,
       
      Fatwa MUI 1 Juni 1980 dan UU No. 1 tahun 1974 juga menegaskan keharaman pernikahan muslim dengan pasangan beda agama. Pasal 2 UU tersebut menyatakan: “Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.”
       
      Memorandum Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyatakan : “Perkawinan tidak sah kecuali atas persetujuan kedua belah pihak, dengan tetap memegang teguh keimanannya kepada Allah bagi setiap muslim, dan kesatuan agama bagi setiap muslimat.”

“Halal”
       
    Musdah Mulia cs dalam Counter Legal Draft Kompilasi hukum Islam pasal 54: “Perkawinan beda agama antara muslim atau muslimah dengan orang non muslim disahkan.”
       
      Pasal 16 Deklarasi Universal HAM : “Laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa dengan tidak dibatasi kebangsaan, kewarganegaraan atau agama berhak untuk menikah dan untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal perkawinan dan disaat perceraian.Selanjutnya, ditegaskan bahwa perkawinan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan pilihan bebas dan persetujuan penuh kedua mempelai.”
       
     “Maka dari itu, kita perlu meruntuhkan mitos fikih yang mendasari larangan bagi perempuan muslim untuk menikah dengan laki-laki non muslim…Isu yang paling mendasar dari larangan PBA (Perkawinan Beda Agama –Red) adalah masalah sosial politik. Hanya saja, ketika yang berkembang kemudian adalah logika agama, maka konteks sosial politik munculnya larangan PBA itu menjadi tenggelam oleh hegemoni cara berpikir teologis” (Nuryamin Aini dalam Ijtihad Islam Liberal,JIL, 2005) Source : Ibid

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #12 pada: 19 Maret 2008, 09:50:08 »
“Bu, Bolehkah Saya Masuk Katolik?”

      Pasangan Binyo-Diba adalah salah satu responden penelitian perkawinan beda agama yang dilakukan Tim Peneliti ICRP  pada 2006. Mereka pasangan yang aktif di komunitas Anand Ashram yang sudah difatwa sesat oleh MUI. Binyo yang Katolik dan Diba yang Islam, sepakat untuk membesarkan anak-anak melalui penanaman budi  pekerti dan moral. Apa agama Amadeus dan Inayat Khan –anak-anak mereka – kelak, diserahkan kepada hati nurani masing-masing bocah.

      Anak kedua, Inayat Khan boleh ikut pengajian di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA). Hanya saja setiap pulang mengaji Diba selalu “menyeleksi” pelajaran yang telah diterimanya di pengajinan. Kalau berbau “fundamentalis” langsung diberangusnya dengan ajaran pluralis.

     Jika Natal tiba, Deus dan Khan turut merayakan bersama ayah dan keluarga kedua orang tuanya. Tak jarang kakek nenek mereka mengajak ke sekolah Minggu gereja.
Hasilnya? :hmmm: :hmmm:

      Suatu hari, teman Amandeus bernama Bernard, berkunjung ke rumah mereka. Bernanrd tercengang dan bingung melihat suasana rumah yang penuh dengan hiasan simbol-simbol agama dan tuhan dari berbagai agama dan kepercayaan.

Kata Bernard, “Tuhan kamu kan Allah, kalau Bernard tuhannya Yesus.”

Tapi kan Yesus tuhan aku juga,” tukas Amadeus, sambil mengadu ke ibunya: Ma, Tuhan Yesus itu tuhan kakak juga kan?”

“Iya,” jawab Diba.

      Fragmen tragis-komis seperti itu juga terjadi di keluarga pasangan Bimo Nugroho-Taty Apriliyana. Bimo yang Direktur Institute Study Arus Informasi (ISAI), menolak tawaran orangtua Taty untuk masuk Islam ketika melamar pacarnya yang berjilbab itu.

“Pak, saya ini orang Katolik. Tapi ke gereja seminggu sekali saja bolong-bolong, apabila masuk Islam dan harus salat lima kali sehari. Wah, saya pasti lebih banyak berdosa bila masuk Islam daripada tetap di Katolik,” kata Bimo.

      Tanpa restu ortu Taty, mereka akhirnya nekad menikah dan dikaruniai anak. Taty, seperti dilaporkan Gatra (8/10/05), menuntut untuk mendidik anaknya dengan cara Islam, sebagaimana dikehendaki orangtuanya. Bimo OK saja, “Aku tidak keberatan anak-anak dididik dengan cara Islam, namun bila dia dewasa dan mau memilih agamanya sendiri, kamu tidak berhak menentukan dia harus masuk Islam”, katanya kepada sang istri.

      Hingga suatu saat, Sumba kecil anak mereka yang selalu Taty ajari dengan pendidikan Islam, bertanya kepada Ibunya, “boleh nggak saya masuk Katolik untuk menemani Ayah?” (Ah) –dengan sedikit modifikasi pen.- source ibid.


Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #13 pada: 28 Maret 2008, 13:31:41 »
Ribuan Orang Unjuk Rasa di Amsterdam, Protes Wilders
Oleh : Redaksi 25 Mar, 08 - 6:00 am


       AMSTERDAM -- Ribuan pengunjuk rasa, Sabtu (22/3), mengguncang Amsterdam, Belanda. Mereka memprotes film anti-Islam besutan politikus Belanda, Geert Wilders.

     Para pengunjuk rasa yang berasal dari beragam agama dan ras yang tergabung dalam ''Netherlands Shows Its Colors'' itu mendesak pemerintah Belanda berbuat sesuatu demi kepentingan negara yang lebih luas. ''Kita tidak bisa lagi hanya berdiam diri karena saat ini ada iklim kebencian dan ketakutan di Netherland,'' tegas Rene Danen dari Netherland Shows Its Colors.

     Kepolisian Amsterdam memperkirakan sekitar dua ribu hingga tiga ribu orang ikut dalam aksi demo yang berlangsung damai di lapangan Amsterdam.

     Spanduk bertuliskan ''Bergandengan tangan melawan pemfitnah sayap kanan yang populis'' dan ''Hentikan Fitnah Terhadap Islam'' berkibaran di antara para pengunjuk rasa. Mereka juga melontarkan kalimat yang mendesak pemerintah berbuat lebih untuk menghentikan Wilders.

      ''Pemerintah sebetulnya dapat berbuat lebih. Menjadi kepentingan negara untuk menghentikannya, dan melarangnya,'' kata Hassan Iaeti, yang sengaja menempuh perjalanan beberapa jam dari bagian selatan Belanda untuk dapat mengikuti aksi demo di Amsterdam. ''Saya yakin Wilders telah melecehkan kebebasan berekspresi. Anda bisa mengkritik umat Muslim itu sendiri, tetapi tidak pada agama dan Nabi yang menjadi keyakinan mereka,'' lanjutnya.

     Sejauh ini belum jelas benar apa sebenarnya isi film Fitna. Tetapi Wilders mengatakan film itu menggambarkan kitab suci Alquran sebagai kitab fasis dan bahwa Islam adalah musuh kebebasan. Wilders yang juga anggota parlemen dan ketua Partai Kebebasan itu minggu lalu juga mengatakan akan merilis filmnya paling lambat 1 April.

      Film berdurasi 15 menit itu dapat di lihat melalui situs www.fitnathemovie.com yang dibuatnya setelah stasiun televisi Belanda tidak ada yang berminat menayangkan filmnya. Wilders sebelumnya juga dipaksa membatalkan jadwal konferensi persnya menyusul tingginya biaya keamanan yang harus ditanggungnya. ''Ini bukan lelucon April Mop tetapi film pendek Fitna akan bisa dilihat di internet dalam waktu singkat, mungkin sebelum 1 April,'' tulis Wilders dalam situs resmi partainya.

       Sebelumnya, Perdana Menteri Belanda, Jan Peter Balkenende mengatakan meski tidak sepakat dengan pandangan Wilders tetapi pemerintah tidak bisa melarangnya terkait dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dimiliki Wilders. Pada saat yang sama pemerintah mengakui kekhawatiran mereka terhadap reaksi balik dari film itu.

     Pemerintah juga berada dalam tekanan kuat para pemimpin umat beragama. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pemuka Muslim, Kristen, dan Katolik disebutkan mereka akan mengunjungi negara-negara Muslim sebagai usaha untuk menunjukkan mereka menjaga jarak dengan Wilders. Mereka juga menyebut film Wilders sebagai sebuah tindakan provokatif.

      Para Pengacara Muslim Belanda yang tergabung dalam Federasi Islam Belanda juga membawa keberatan mereka ke jalur hukum. Mereka mendesak pemerintah mendirikan satu panel khusus untuk mempelajari film itu dan menemukan alasan untuk melarang peredarannya. Juru bicara pengadilan distrik Den Haag, Paula Koning, minggu lalu mengatakan sidang pertama dari kasus ini akan digelar 28 Maret. (ap/afp/lan/RioL )

Source Swaramuslim

« Edit Terakhir: 28 Maret 2008, 13:35:51 oleh oomnya fahrel »

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #14 pada: 24 Agustus 2009, 10:08:56 »
Al Qur’an Palsu Van Amerika


          [justify]Semua orang mudah membedakan antara gigi palsu dan gigi sebenarnya, atau kaki palsu dan kaki sebenarnya. Tapi, jika yang dipalsukan itu  kandungan Al Qur’an, tak semua orang bisa langsung mengetahuinya.

         Logika seperti inilah yang dipakai dua penerbit asal Amerika Serikat (AS), Omega 2001 dan One Press, yang baru-baru ini dengan sengaja mengedarkan Al Qur’an palsu di Timur Tengah. Tujuannya, apalagi kalau bukan menyesatkan umat Islam.

         Al Qur’an palsu tersebut dicetak dengan hard cover dan diberi label “Furqanul Haq” dalam huruf Arab, serta “True Furqon” dalam huruf latin. Tebalnya 366 halaman.

        Nah, rupanya para pemalsu ini lupa bahwa takdir tak selamanya berjalan berdasarkan logika manusia. Kuasa Allah Subhannallah Wa Ta’ala (SWT) jauh melampui logika mereka. Rencana busuk itu pun terkuak.

         Ihwal terkuaknya kasus ini bermula dari penelitian Fact International Studies and Research. Hasil penelitian ini bahkan sempat dipublikasikan. Kaum Muslim pun segera mafhum bahwa ada upaya sengaja untuk menyesatkan mereka dari Al Qur’an.

          Beberapa kandungan Al Qur’an yang dipalsukan dalam kedua kitab ini adalah nama surat, teksnya dan terjemahannya. Sebagai misal, empat surat dalam kitab ini tak dikenal dalam Al Qur’an; yaitu At Tajassud (Penjelmaan), Al Iman (Keyakinan), Al Muslimoon (Orang-orang Muslim), dan Al Wasaya (Perintah Tuhan).

          Selain itu, kedua kitab ini mengganti kalimat Basmallah pada setiap surat dengan “Bismil Abi, wal Ibni, waruuhil Quds” (dengan nama bapak, anak, dan roh kudus), sebuah konsep Trinitas yang tak dikenal dalam Islam.

          Munculnya The True Furqon atau Al Furqon Al Haq, sebetulnya bukan kabar baru. Kedua kitab ini telah disosialisasikan jauh hari sebelumnya, bahkan sudah ada sejak lima hari sebelum meletusnya tragedi 11 September 2001.

          Orang yang begitu antusias memasyarakatkan kitab palsu ini pada saat itu adalah Dr Anis ‘Al Mahdi’ Shorrosh melalui situs Truth in Crisis.

         Awalnya, kandungan kedua kitab sesat ini hanya bisa diakses melalui internet. Namun sejak tahun 1999, artikel-artikel dalam situs internet tersebut muncul dalam bentuk buku berbahasa Arab dan Inggris.

         Buku ini diterbitkan oleh Wine Press Publishing dengan ISBN 1579211755 dan dijual dengan harga $US 16.04 dollar melalui situs Amazon.com. Alamat penerbit adalah Omega 2001 PO BOX 293627 Sacramento, CA 95829.

            Beberapa tahun kemudian, tepatnya 2002, kitab ini justru beredar di tanah Jawa, Indonesia. Kasus ini meruyak ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendapat kabar bahwa beberapa pondok pesantren telah dikirimin kitab-kitab menyesatkan ini oleh orang-orang tak dikenal. Dan, baru-baru ini kitab-kitab menyesatkan tersebut telah ditemukan pula di Amman, Yordania, dan Kuwait.[/justify]

Cholis Akbar/Suara Hidayatullah

Suara Hidayatullah | Juni 2009 | Jumadil Tsani 1430

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #15 pada: 28 September 2009, 17:13:12 »
Upaya “Kristen” Jaya di Dunia Maya
Senin, 28 September 2009 / 9 Syawwal 1430


        Jangan kaget jika suatu hari kelak di dunia maya banyak tercecer himbauan, ajakan atau pesan-pesan lebih injili dibanding qur’ani. Baru-baru ini, kelompok gereja, persekutuan, ministry, dan pengikut Kristus di seluruh dunia meluangkan waktu guna membahas penginjilan di dunia maya.

         Dalam acara bertajuk “Hari Penginjilan Internet (IE Day)” itu dibahas bagaimana caranya agar para penginjil-penginjil ini mau meluangkan waktu untuk mulai mempelajari cara penyebaran Injil ke seluruh dunia lebih efektif dan efisien. Cara itu, apa lagi kalau bukan lewat internet.

          Kalangan gereja percaya jika para penginjil ini mau menyisihkan waktu di luar rutinitas gereja maka hasil yang diperoleh akan jauh lebih besar. Apalagi, mereka sudah mengantongi data bahwa lebih dari 1,59 miliar orang di seluruh dunia mengakses internet tiap harinya. Data ini diperoleh dari temuan Internet World Stats beberapa bulan lalu.

          “Dengan menggunakan teknologi internet, kami merupakan generasi pertama yang mampu membawa injil ke seluruh belahan dunia,” ujar Walt Wilson, pendiri sekaligus Ketua Global Media Outreach (GMO), sebuah perusahaan internet dari Campus Crusade for Christ International.

             Pendukung IE Day percaya bahwa situs gerakan penginjilan ini akan semakin banyak diakses setiap hari, bahkan pertumbuhannya lebih cepat dari situs-situs ngetop sebelumnya seperti www.facebook.com  atau www.twitter.com.

            Nah, kepada kaum muslim, tak ada waktu lagi untuk berleha-leha. Bersiap-siaplah menghadapai era internet yang kian berat di depan.  ;) ;)

Cholis Akbar

Suara Hidayatullah | Juni 2009 / Jumadil Tsani 1430

Offline nabeel

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 30 September 2009, 10:33:12 »
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Topik ini baru saya dapat di board LAH, dengan Thread Stater oomnya fahrel.
Saya meminta kepada oomnya fahrel untuk memindahkan topik ini ke Obrolan Umat, dengan pertimbangan, hal yang dibahas adalah berbagai macam strategi salibis dalam penghancuran umat sehingga sangat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan umat Islam.

Saya berharap didalam tret ini, khusus memuat perkembangan berita-berita yang dilancarkan oleh kaum salibis didalam misi pemurtadan yang melanda umat islam yang telah terjadi, indikasi yang sedang, dan rencana-rencana mereka kedepan yang didapat oleh para aktivis muslim anti permutadan di seluruh indonesia.

Maka dari itu, saya sangat berharap kepada semua user myquran untuk dapat mengerti kenapa saya hanya meng-khusus-kan tret ini untuk berisi postingan yang memuat strategi salibis. Jadi selain postingan yang dimaksud, dengan segala kerendahan hati dan memohon maaf yang sebesar-besarnya, akan saya sembunyikan.

Hal tersebut bersifat sementara, sambil usaha saya untuk membuat tret khusus yang memuat postingan user untuk berdiskusi membahas masalah ini. Sehingga diharapkan, sambil kita berdiskusi ditopik lain yang (Insya Allah) akan saya buat khusus, topik ini tidak terganggu dengan postingan-postingan yang tidak memuat berita terkait.

Demikian pemberitahuan dari saya, harap maklum atas ketidaknyamanan ini.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh



Note. :
Didalam topik ini, ada sebagian besar postingan yang saya sembunyikan karena bukan memuat postingan tentang Strategi Salibis, jadi hanya postingan diskusi mengenai topik ini. Insya Allah setelah topik yang saya maksudkan diatas selesai dibuat, akan saya pindahkan kedalam topik diskusi terpisah dari topik aslinya.

Hanya saja, saya harap saudara-saudari dapat bersabar, karena saya juga sedang ada pekerjaan diluar
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline nabeel

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 03 Oktober 2009, 22:10:50 »
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Setelah sekian lama tertunda, akhirnya tret yang membahas masalah tanggapan atas topik ini selesai dibuat.
Bagi yang ingin memberikan tanggapan ataupun berdiskusi masalah ini silahkan ke Diskusi Strategi Salibis menghancurkan Umat Islam
Dan saya mohon setelah ini tidak memberikan tanggapan ditret ini, karena disini khusus untuk postingan artikel tentang Strategi Salibis menghancurkan Umat Islam

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
« Edit Terakhir: 07 Oktober 2009, 09:11:26 oleh nabeel »
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline nabeel

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 20 Oktober 2009, 10:15:11 »
Baca pengakuan ex. muslimah yg jadi intel Katholic
[justify]Pasukan jin dan Salibis bekerja sama memurtadkan umat Islam. Setiap keluarga Muslim dituntut waspada dengan menanamkan akidah Islam secara benar dan mendalam kepada putra-putrinya.

Kisah tragis ini dimulai saat Nena berteman dengan salah seorang aktivis Kerohanian Kristen (Rokris) yang kebetulan satu sekolah dengannya di salah satu SMU Negeri di Kawasan Ciledug, Jakarta. Kedekatan mereka pun terus berlanjut. Hingga suatu waktu, Muslimah yang taat menjalankan ibadah ini diajak aktivis Rokris itu ke rumah kakak pembinanya, seorang Ketua PA (Pendalaman al-Kitab). Lantaran tidak menaruh rasa curiga, Nena yang juga keponakan salah seorang artis ternama ibukota itu tidak berontak saat dua orang temannya yang juga aktivis Rokris memegang lengannya.

Sementara Ketua PA menyentuh keningnya. Tiba-tiba, menurut pengakuan Nena, suhu tubuhnya mendadak panas. Ia merasakan ada getaran masuk ke dalam punggungnya. Seketika itu pula, Muslimah yang selalu patuh kepada orang tuanya ini, tak sadarkan diri.

Sejak kejadian itu, Nena kelihatan berperilaku aneh. Ia sering melamun dan tak mau berkomunikasi, mesti dengan keluarganya sekalipun. Padahal, dulunya, ia dikenal sebagai anak periang. Anehnya lagi, gadis yang akrab dengan teman-temannya ini, jadi suka memuja-muja Yesus dan �ketagihan� pergi ke gereja.

Peristiwa ini terus berlangsung selama satu tahun, hingga Nena dibaptis seorang pendeta. Untuk menutupi apa yang terjadi pada dirinya tersebut, gadis belia ini diperintahkan teman-teman Kristennya untuk tetap melakukan shalat. Namun, shalat yang dilakukannya dengan mengagungkan nama Yesus, walau gerakannya sama dengan shalat pada umumnya.

Tak cukup sampai di situ, para misionaris meminta Nena membenci kedua orang tuanya karena dianggap berada pada jalan lain alias kafir. Bahkan, oleh Ketua PA, Nena ditugaskan merekrut teman-temannya yang lain untuk masuk Kristen.

Nena terbilang �kader� sukses. Ia berhasil memurtadkan beberapa orang rekannya dengan cara sama seperti saat Ketua PA melakukan pemurtadan terhadap dirinya. Malah, sewaktu dalam �binaan� Ketua PA, Nena mampu menghafal ayat-ayat al-Kitab, sehingga dimasukkan sebagai salah satu penginjil dalam misi pemurtadan.

Meski segala upaya dijalankan pasukan Palangis untuk memurtadkan Nena, namun kalau Allah SWT berkehendak lain, maka segala �konspirasi� itu tak ada manfaatnya sama sekali. Akhirnya, berkat bantuan sejumlah pihak, Nena diselamatkan kembali ke pangkuan Islam. Kini, ia menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah saw seperti sedia kala.

Inilah model teranyar pemurtadan memanfaatkan bantuan mahluk halus. Pemurtadan memakai medium jin ini, kini lagi ngetrend. Tidak sedikit sekte-sekte Kristen memanfaatkannya untuk mendangkalkan akidah umat. �Tidak perlu heran jika kelompok Salibis memakai bantuan jin untuk memurtadkan umat Islam,� kata pakar Jinologi asal Bandung Ustadz Eman Sulaeman.

Menurut Ustadz Eman, disuruh atau tidak yang namanya jin, apalagi iblis akan senang menggelincirkan umat Islam dari jalan Allah SWT. Jin dan sejenisnya, kata Ustadz Eman, akan melakukan dua serangan. Pertama, serangan langsung ke kalbu umat. Kedua, serangan tidak langsung seperti ke tempat-tempat keramat, kuburan dan lainnya.

Pendapat senada dikemukakan Direktur Lembaga Pendidikan dan Pengkajian al-Qur�an Bandung, KH. Aminuddin Shaleh. Menurutnya, pemurtadan meminta bantuan mahluk halus merupakan bagian strategi kelompok Kristen guna menghancurkan akidah umat. �Kaum Salibis memang selalu membuat jengkel umat Islam,� katanya kesal.

Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Meski umat Islam dongkol, pemurtadan tetap saja berjalan. Apalagi, sejumlah sekte Kristen menganggap kerjasama dengan roh jahat cukup efektif dan efisien. Selain prosedurnya tidak terlampau berbelit, biaya yang dikeluarkan pun relatif tidak terlalu mahal. Namun, hasilnya cukup baik.

Kerjasama dengan jin dapat menghemat tenaga dan uang. Mereka tidak perlu susah-payah membagi-bagi makanan atau segepok uang gratis kepada para korban, tapi hanya menaruh tangan ke kening korban, �tentu saja dengan bantuan jin�umat Islam jadi hilang ingatan, linglung, patuh dan akhirnya rela mengikuti apa saja yang diperintahkan mereka. Akidah umat Islam jadi goyang, ragu keislamannya dan akhirnya murtad.

Selain secara terang-terangan, metode pemurtadan dengan black magic ini juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Salah satunya melalui pemurtadan berkedok pengobatan alternatif yang tidak rasional.

Kelompok Gereja Tiberias adalah sekte Kristen yang paling terdepan memakai cara-cara seperti ini. Dari berbagai brosur dan selebaran yang disebarkan ke masyarakat, mereka mengklaim mampu menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk penyakit yang telah divonis mati dokter dan tim medis seperti otak hancur, syaraf putus dan jantung bocor.

Hanya dengan menempelkan tangannya ke kepala korban ditambah �air suci� dan doa-doa tertentu, seorang pendeta mampu menyembuhkan semua penyakit. Setelah sembuh dari penyakitnya, orang itu datang ke pendeta dan minta dibaptis menjadi Kristen.

Pemurtadan ala Tiberias ini dilakukan ke hampir semua mal-mal dan pusat perbelanjaan yang ada di sekitar Jabotabek. Sasaran utama kristenisasi dengan cara ini adalah para ABG yang merupakan pengunjung mal terbanyak. Para remaja tanggung itu didatangi dan diimingi pengobatan secara gratis. Namun, di belakang �sikap manis� itu ada bahaya mengancam akidah mereka.

�Dakwah� kelompok Kristen yang berkantor di Jl. Kelapa Gading Boulevar Utara Blok PD 1/22 ini juga sangat rapi dan terpola. Melalui jadwal rutin dan materi secara terencana, pendangkalan akidah dijalankan di sejumlah gedung perkantoran besar seperti Menteng Prada Lt 4, Wisma Dharmala Sakti Lt 14, Graha Kencana Lt 5, Hotel Ciputra Lt 1.

Mereka pun sering mengisi materi di Graha Atrium, Grand Mall Bekasi, Gedung Cawang Kencana, Plaza Metro Sunter. Bahkan, setiap hari Sabtu jam 10.00 WIB, mereka rutin nongol di TVRI secara nasional pada gelombang 39 UHF. Dalam acara yang bertajuk �Firman Allah dan Kesaksian Mukjizat� itu tampil sebagai pembicara antara lain Pimpinan Gereja Tiberias Pendeta Yesaya Pariadji dan Pendeta Gilbert Lumoindang STh.

�Kiprah Tiberias telah merambah secara nasional,� kata Kristolog Abu Deedat Shihabudin. Menurut Ustadz Abu Deedat, berdasarkan data dan pengakuan para korban pemurtadan, kasus-kasus pendangkalan akidah belakangan ini digarap dari kelompok Tiberias ini. �Kalau dulu, kebanyakan berasal dari kelompok Nehemia,� tambahnya.

Di Jabotabek, masih kata Ustadz Abu, kelompok ini berpusat di Lippo Cikarang. Oleh karena itu, katanya, aktivitas kelompok Tiberias tidak bisa dipisahkan dengan sejumlah konglomerat seperti James Riyadi, selaku pemilik Grup Lippo dan Ciputra. �Konon, merekalah penyandang dananya,� tutur Ustadz Abu.

Benarkah Tiberias melakukan pemurtadan dengan bantuan jin? Humas Tiberias Center, Elvis membantah tudingan miring tersebut. �Tidak, tidak benar. Kami melakukan yang sewajarnya mesti dilakukan. Kita tak melakukan di luar itu,� tegasnya.

Lepas dari itu, kalau para konglomerat terus menyuplai dana, maka masuk akal jika pemurtadan kepada umat Islam terus berjalan. Bahkan, perampasan akidah umat itu telah masuk ke daerah-daerah. Di Lampung misalnya. Banyak Muslimah menjadi korban pemurtadan aktivis gereja. Salah satunya menimpa mahasiswi teknik elektro Universitas Lampung, Yoppi.

Mahasiswi yang cukup cerdas dan taat beribadah ini adalah korban pemurtadan dengan bantuan makhluk halus berkedok perkumpulan bimbingan belajar (Bimbel). Anak pasangan Dwi Suryo dan Rilya Hayana ini terlebih dahulu dihipnotis dan jiwanya dimasuki unsur lain. Dalam keadaan tidak sadar, para pengasuhnya di lembaga Bimbel mendoktrin ajaran Yesus ke Yoppi. Ia pun ragu dengan Islam dan akhirnya Yoppi berhasil dibaptis.

Pemurtadan juga marak di daerah Jawa Barat. Kali ini seorang akhwat asal Cianjur menjadi korbannya. Menurut penuturan sumber SABILI, akhwat yang juga mahasiswi Universitas Padjajaran Bandung itu ragu terhadap Islam setelah berteman dengan seorang laki-laki Kristen. Setelah diberi �air aneh�, Muslimah itu pusing dan menjerit-jerit. Singkat cerita, Muslimah ia pun patuh terhadap perintah laki-laki Kristen itu.

Sebagai hamba Allah, umat Islam semestinya mampu menangkal segala trik jahat kelompok kafir tersebut. Namun, kenyataanya tidaklah demikian. Banyak umat Islam terpengaruh, bahkan mengikuti bujuk rayu mereka. Mengapa umat tidak mampu menangkis segala macam tipu muslihat kaum Salibis, malah sebaliknya mengikuti agama mereka?

Tak mudah menjawab pertanyaan ini. Karena persoalannya saling berhubungan satu dengan lainnya. Namun, rapuhnya akidah umat Islam adalah faktor utama persoalan ini. Akidah umat masih bermasalah. Sebagian besar umat masih bersekutu dengan selain Allah SWT, bahkan tak jarang yang mempercayai khurafat dan tahayul.

Ustadz Eman menyatakan, �Kepercayaan kepada khurafat dan tahayul merupakan lahan empuk merusak akidah umat,� Menurutnya, ada tiga kelompok manusia yang rentan pemurtadan melalui bantuan jin ini. Pertama, orang yang menjadikan mahluk halus sebagai pemimpinnya. Kedua, orang-orang yang musyrik, yakni percaya pada paranormal dan dukun. Ketiga, orang-orang yang mengalami depresi. �Mereka sangat mudah terkena gangguan jin,� tegasnya

Kuatnya memegang tradisi leluhur adalah faktor kelemahan umat berikutnya. Tradisi yang bertentangan dengan Islam ini pula yang kemudian dimanfaatkan kelompok Nasrani untuk memurtadkan umat. Acara-acara leluhur seperti seren taun pada masyarakat Cigugur, Kuningan atau upacara tumbal buat Nyi Roro Kidul di Yogyakarta sesungguhnya kerap dimanfaatkan para misionaris memasukkan ajaran Kristus.

Seiring beratnya tantangan yang akan dihadapi ke depan, umat mesti memiliki pertahanan yang prima. Pondasi umat harus kuat agar tidak mudah digoyang musuh. Setiap keluarga Muslim harus mampu menangkis berbagai serangan yang ditembakkan musuh kepadanya.

Lantas, apa yang mesti dilakukan umat agar mampu bertahan sekaligus balik menyerang musuh-musuh Islam itu? Mempelajari dan mengkaji Islam secara benar dan kaffah agar tidak mudah dihancurkan musuh adalah faktor utama yang mesti dilakukan keluarga Muslim.

Setiap keluarga Muslim harus menanamkan akidah Islam kepada putra-putrinya sejak dini agar mereka mampu menangkis segala rekayasa pemurtadan musuh. �Keluarga mempunyai peran besar dalam menanamkan nilai-nilai agama dan tauhid kepada putra-putrinya,� kata Ustadz Husni.

Ustadz asal Bandung ini menyatakan, Kristenisasi sangat berbahaya bagi generasi Islam saat ini dan ke depan. Oleh karena itu, umat Islam harus menghadapinya secara serius. Jangan sampai yang minoritas justru mengobok-obok kelompok mayoritas. �Selain tindakan reaktif, tindakan preventif mesti juga dilakukan,� tuturnya.

Selain itu, umat Islam mesti menghindari diri dari perbuatan-perbuatan syirik, khurafat dan bid�ah, termasuk juga membatasi diri menonton tayangan televisi yang dapat mendangkalkan akidah umat seperti acara-acara mistik, tahayul dan khurafat, termasuk tayangan-tayangan seronok yang akan membangkitkan selera rendah. �Bisa jadi orang yang berada di belakang tayangan-tayangan bermasalah tersebut adalah anti Islam sebab semua tayangan miring itu, bermasalah,� Kata KH. Aminudin.

Di atas semua itu, umat Islam wajib menjalin ukhuwah yang solid agar tidak mudah dihancurkan musuh sekaligus bangkit memukul balik mereka. Ketahuilah bahwa pasukan kecil tapi solid dan kompak akan mampu menaklukkan masukan besar tapi rapuh dan bercerai-berai. Ya, Allah lindungilah umat Islam dan hancurkan musuh-musuh kami.[/justify]

Rivai Hutapea / Majalah Sabili

Sumber : http://islamic.xtgem.com/update_juli2008/fakta/fakta50.htm


Posting Digabung: 20 Oktober 2009, 10:28:32


GHAZWUL FIKRI

(By. ABU KHOLILAH)

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk ALLAH itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka ALLAH tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)


MUSUH ABAD

Ayat di atas seharusnya menjadikan kita sadar bahwa orang-orang beriman dan istiqomah di atas agama yang lurus ini, yaitu Islam akan selalu dibenci dan dimusuhi oleh orang-orang di luar Islam. Bahkan betapa mereka ingin menjadikan kita mengikuti milah mereka, menjadi kafir setelah beriman. Dan permusuhan mereka ini akan terus berlangsung hingga akhir zaman, mereka tak akan pernah berhenti untuk menghancurkan Islam dan umatnya yang berpegang teguh pada agamanya.

Sejak Perang Salib berlangsung mulai tahun 1095 M ada sebagian tokoh Kristen yang menilai Perang Salib merupakan cara yang tidak tepat untuk menaklukan kaum Muslim. Salah satu tokoh terkenalnya adalah Peter The Venerable atau Petrus Venerabilis (1094-1156 M). Peter adalah tokoh Misionaris pertama di dunia Islam, yang merancang bagaimana menaklukan Islam dengan pemikiran, bukan dengan senjata. Menghancurkan Islam melalui pemikiran inilah yang disebut dengan Ghazwul Fikri.

Menurut Peter Venerabilis-pada waktu itu ia adalah seorang kepala Biara Cluny, Perancis-sebuah biara yang sangat berpengaruh di Eropa abad pertengahan-kajian Islam perlu dilakukan oleh kaum Kristen, agar mereka dapat ”Membaptis Pemikiran Kaum Muslimin”. Jadi, kaum Muslimin bukan saja perlu dikalahkan dengan ekspedisi militer, melainkan juga harus dikalahkan dalam pemikiran mereka.


STRATEGI SALIBIS

Di tengah berkecamuknya Perang Salib, Peter membuat resep untuk menaklukan orang Islam: ”Muslims should not be approached as people often do, by arms, but by words, not by force, but by reason, not by hatred, but by love.” (kaum Muslim jangan didekati dengan senjata, tetapi dengan kata-kata, bukan dengan kekuatan tetapi dengan logika, bukan dengan kebencian tetapi dengan kasih).

Tetapi, dalam bukunya yang berjudul: Muhammad: a Biography of the Prophet, Karen Armstrong mencatat, bahwa ketika King Louis VII memimpin Pasukan Salib tahun 1147 M, Peter menulis surat kepadanya dan meminta membunuh sebanyak mungkin kaum Muslim.

Petrus Venerabilis mengajak orang Islam ke ’Jalan Keselamatan’ Kristen dengan cara mengalahkan pemikiran Islam. Ia berangkat dari kepercayaan Kristen bahwa di luar gereja tidak ada keselamatan (extra ecclesiam nulla sallus). Islam, menurutnya adalah sekte kafir terkutuk sekaligus berbahaya (execrable and noxious heresy), doktrin berbahaya (pestelintial doctrine), ingkar (impious) dan sekte terlaknat (a damnable sect), Muhammad SAW adalah orang jahat (an evilman).

Selain menugaskan para sarjana Kristen menerjemahkan naskah-naskah bahasa Arab ke dalam bahasa Latin, Peter juga menulis buku yang menyerang pemikiran Islam. Tentang Al-Qur’an, Peter menyatakan bahwa Al-Qur’an tidak terlepas dari para setan. Setan telah mempersiapkan Muhammad SAW, orang yang paling nista, menjadi anti-Kristus. Setan telah mengirim informan kepada Muhammad SAW, yang memiliki kitab setan (Diabolical scripture).

Strategi Peter Venerabilis ini menjadi rujukan kaum misionaris Kristen terhadap kaum Muslim, seperti Henry martin dan Raymond Lull, misalnya, menyatakan: ”Saya banyak melihat ksatria pergi ke Tanah Suci, dan berpikir mereka dapat menguasainya dengan kekuatan senjata, tetapi pada akhirnya semua hancur sebelum mereka mencapai apa yang mereka peroleh.” Lull mengeluarkan resep: ”Islam tidak dapat dikalahkan dengan darah dan air mata, tetapi dengan cinta kasih dan doa.”

Ungkapan Lull itu ditulis oleh Samuel M Zwemmer, misionaris Kristen terkenal di Timur Tengah, dalam buku Islam: A Challenge to Faith (edisi pertama tahun 1907). Buku yang berisi resep untuk ”menaklukan” dunia Islam itu disebut Zwemmer sebagai ”Beberapa kajian tentang kebutuhan dan kesempatan di dunia para pengikut Muhammad dari sudut pandang missi Kristen.”

Strategi penaklukan Islam melalui pemikiran ini kemudian dikembangkan oleh orientalis Barat. Sebagian dari mereka memang membawa semangat lama kaum misonaris, sebagian lagi melakukannya untuk kepentingan penjajahan (kolonialisme) dan sebagian lagi bermotifkan semata-mata untuk kajian ilmiah.

Program merusak pemikiran Islam itu kini masih diteruskan negara-negara Barat. Simaklah program keislaman Kedubes AS di Jakarta dalam menyebarkan paham syirik ”Pluralisme Agama” yang telah diharamkan MUI: ”Kedutaan mengirimkan sejumlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu program tiga minggu tentang pluralisme agama, pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan.” (sumber: www. usembassyjakarta.org)

Kini, setelah beratus-ratus tahun, kaum Orientalis Barat telah berhasil meraih sukses besar dalam bidang studi Islam. Bukan saja mereka berhasil mendirikan pusat- pusat studi Islam di Barat dan menerbitkan buku tentang Islam, tetapi mereka juga berhasil menghimpun literatur-literatur Islam dalam jumlah yang sangat besar.

Lebih dari itu, kini mereka telah berhasil mengkader para sarjana dari kalangan kaum Muslim untuk menyebarkan cara berpikir mereka. Dimulai dengan Program Bea Siswa bagi dosen dan mahasiswa perguruan tinggi Islam untuk pendidikan S2 dan S3 ke universitas-universitas di Barat. Orang-orang seperti ini, tentu saja sudah dicuci otaknya dan dicekoki dengan pemikiran Barat, sehingga mereka menjadi perpanjangan tangan bagi para Orentalis untuk merusak Islam.

Murid-murid atau cucu murid-murid para Orientalis inilah yang kini banyak bertengger di kampus-kampus yang berlabel Islam, yang begitu leluasa merusak Islam.


KEBERHASILAN MEREKA ADALAH KEKAKALAHAN KITA

Lihatlah, keberhasilan mereka merusak Islam, pemikiran dan keilmuan Islam.
Misalnya, JURNAL JUSTISIA dari fakultas IAIN Semarang, edisi 30/2006, yang mengusulkan agar ayat-ayat Al-Qur’an ’yang bermasalah’ dihapus saja. Menurut si penulis, di dalam Al-Qur’an ada ’ayat-ayat yang kotor’ dan ada ayat-’ayat yang bersih’. Karena itu, dia mengusulkan, agar umat Islam berani menghapus dalam artian ’mengamandemen’ ayat-ayat Al-Qur’an yang ’bermasalah’ tadi.

Adalagi, masih pada jurnal yang sama dalam edisi 25/2004, terdapat tulisan yang mendukung sepenuhnya dan mempromosikan untuk melegalisasi perzinaan sejenis, alias homoseks.

Tentu tidak habis pikir kita, bagaimana bisa pikiran sekotor itu bisa disebarkan oleh sebuah penerbitan di kampus yang berlabel Islam? Sementara, pemimpin kampus tersebut tenang-tenang saja membiarkan kampusnya dijadikan ajang merusak aqidah Islam.

Selain itu, saat ini dengan dimotori oleh JIL (Jaringan Islam Liberal) dan Universitas Paramadina berkembang pemikiran yang disebut dengan liberalisme Islam, yang menyuarakan dan memperjuangkan Pluralisme Agama (menganggap semua agama sama), sinkretisme agama (menyatukan seluruh ajaran agama), persamaan gender, perkawinan beda agama dan masih banyak paham-paham lain yang sangat dipengaruhi oleh pemikiran Orientalis.

Irene Handono menyatakan keberhasilan misonaris dalam memurtadkan Umat Islam tidak harus dengan cara mengeluarkan mereka dari Islam dan masuk Kristen. Menurutnya, biarkan mereka tetap dalam agama Islam, tetapi cara hidup mereka, budaya, cara berpikir dan lain sebagainya mengikuti milah orang Kristen.

ALLAH menyatakan bahwa, ”Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) ALLAH dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan ALLAH tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-NYA, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At-Taubah: 32)

Oleh karena itu, hendaknya kaum Muslimin janganlah lengah dan jangan berpecah belah, mari rapatkan barisan dan kokohkan ukhuwah untuk menghadapi musuh-musuh Islam yang tak pernah berhenti ingin memadamkan cahaya ALLAH. ”Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan hartamu, jiwamu dan lisan-lisanmu.” (HR. Ahmad)

Wallahua'lam bish shawab

sumber : Media al-Haq
« Edit Terakhir: 20 Oktober 2009, 10:28:33 oleh nabeel »
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline idrus_syah

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14.903
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis kelamin: Pria
  • No More Wasting Time
    • Lihat Profil
    • Wilujeng Sumping
« Jawab #19 pada: 25 Oktober 2009, 02:24:36 »
Izin Awal Klinik, Malah Jadi Gereja
Ditulis Oleh : Redaksi

Warga Pulo Besar di RW 11 di Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara memperotes pembangunan gereja di wilayahnya, meski demikian proyek pembangunan tetap berjalan.

Menurut salah seorang warga Mursidi, pihak pembangun mulanya tidak transparan soal proyek yang ada di RT 12/11 itu.

"Mereka sebelumnya hanya menyebut akan membangun poliklinik dan yayasan, namun tidak menyebut akan membangun gereja," kata Mursidi kepada okezone, Jumat (23/10/2009).

Persoalan lain, warga menuding sejumlah pejabat RT dan RW di lingkungan tersebut telah menerima sejumlah dana agar menyetujui pembangunan tersebut. "Mereka juga memalsukan tandatangan warga," terangnya.

Adanya kontroversi ini juga diduga membuat pejabat ketua RT yang baru Agus yang ikut menentang pembangunan itu tidak diakui oleh pihak lurah. Pihak RT yang diakui adalah ketua RT yang lama.

Saat ini sejumlah spanduk penolakan dibentangkan oleh warga di sekitar proyek namun pembangunan tetap dilanjutkan. Seng-seng pun telah terpasang menutupi area proyek.

http://dakta.com/dakta_ok.php?module=detailberita&id=2055
Grup myQuran di Facebook : http://facebook.com/groups/myqers/
Yayasan Peduli Remaja Mentari Cianjur : http://www.facebook.com/ypr.mentari

Offline Nawal

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2009
  • Tulisan: 138
  • merindu rendevue denganMu...ya Allah
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 25 Oktober 2009, 02:27:12 »
Innalillahi..
" La Hawlaa Walaa Quwwata Illa Billah."

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #21 pada: 02 November 2009, 16:01:32 »
Kristenisasi di Sumbar

[justify]Berikut ini video bukti adanya kristenisasi yang dilakukan oleh asing di Padang Sago, Sumbar. Video ini direkam oleh seorang relawan Posko HTI Peduli Gempa Sumbar. Disamping itu mereka juga membagikan selebaran-selebaran dalam bahasa indonesia. Inilah buah simalakama ketika Penguasa negeri ini meminta bantuan kepada asing.[/justify]

http://alponti.multiply.com/video/item/6/kristenisasi_di_Sumbar

Offline afif88

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2009
  • Tulisan: 18
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 03 November 2009, 08:30:39 »
Mas allHurr copy paste (+edit) tambahanny lho ya... Insya Allah sumber ditulis...
Jazakallah khairan

Offline nabeel

  • Moderator
  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jun 2008
  • Tulisan: 5.676
  • Lokasi: Palembang - Pekanbaru PP
  • Jenis kelamin: Pria
  • I'm nabeel.... :)
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 24 November 2009, 10:29:19 »
RAHASIA KRISTENISASI DI INDONESIA WAKTU KE WAKTU
Y. B. Sariyanto Siswosoebroto

Gerakan kristenisasi ialah mengkristenkan orang atau membuat seseorang memeluk agama Kristen. Arti kata-kata itu menurut istilah ialah: mengkristenkan orang secara besar-besaran dengan segala daya upaya yang mungkin agar supaya adat dan pergaulan dalam masyarakat mencerminkan ajaran agama Kristen. Masyarakat yang demikian akan lebih melancarkan tersiar luasnya agama Kristen. Akhirnya kehidupan rohani dan sosial penduduk diatur dan berpusat ke gereja.


Setelah menyimak pendahuluan pada bagian pertama, mari simak lanjutan dari sejarah kristenisasi di Indonesia. Kami lanjutkan dengan Sejarah Kristenisasi oleh Agama Protestan. Mau tahu?


1. Sejarah Kristenisasi oleh Agama Protestan
Zending Protestan pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1831 dengan dua orang pendeta bernama Riedel dan Schwarz ke Minahasa. Pada tahun 1850 mereka membuka sebuah Kweekschool (sekolah pendidikan guru) di Tomohon dan pada tahun 1868 dibuka pula Sekolah Guru Injil (Hulpzendelingen).
Kristenisasi di Minahasa itu ditangani dan dibiayai oleh Nederlandse Zendelinggenootschap yang didirikan di Rotterdam tahun 1787. Pada tahun 1882 di Minahasa juga didirikan asrama dan sekolah khusus bagi anak-anak pegawai negeri serta orang-orang terkemuka. Semua sekolah tersebut mendapat subsidi dari Pemerintah Hindia Belanda. Tahun 1888 mereka mendirikan percetakan untuk mencetak buku-buku, selebaran dan sebuah surat kabar yang bernama, “Cahaya Siang.”

Di kepulauan Sangihe dan Talaud bangsa Portugis telah lebih dahulu menyiarkan agama Kristen. Pekerjaan ini kemudian diambil alih dan diteruskan oleh bangsa Belanda di Ambon dan Maluku dipelopori antara lain oleh: J. Kam pada pertengahan abad ke 19 juga. Dia adalah utusan dari Nederlandse Zendinggenootschap tersebut. Kemudian mereka luaskan sampai ke pulau Buru.

Adapun daerah Sulawesi Tengah dan Tenggara kristenisasi dilakukan oleh Bala Keselamatan atau Leger des Heils, sedang Gereformeerde Zendingbond mengirimkan pendeta Van Den Loodrecht ke Luwuk pada tahun 1913. Di Bolaang Mongondow pengkristenan dilakukan oleh Nederlandse Zendinggenootsehap.

Pada tahun 1904 seorang raja meminta kepada Zending itu untuk mendirikan sebuah H.I.S. di sana. Sekolah ini terlaksana pada tahun 1913. Perkumpulan De Nederlandse Zending vereniging yang semula diberikan tugas mengkristenkan Jawa Barat, pada tahun 1915 juga beroperasi di Sulawesi Tenggara.

Kristenisasi di Jawa Timur dipelopori oleh seorang tukang jam bangsa Belanda di Surabaya yang bernama Emde dan seorang tuan tanah bernama C. Coolen kira-kira pada tahun 1840. Empat tahun kemudian pengikut mereka berhasil membentuk sebuah desa Keristen di Mojowarno di mana dewasa ini berdiri sebuah rumah sakit Kristen yang amat besar dan modern.

Pada tahun 1848 seorang zendeling lagi yaitu E.J. Jellesma datang ke Surabaya lalu ke Mojowarno. Dengan dibantu oleh seorang guru Injil Paulus Tosari didirikannya sebuah Kweekschool yang kemudian terpaksa ditutup pada tahun 1858. Tetapi pada tahun 1500 dapat dibuka kembali. Muridmurid dari pengikut C. Coolen menyebarluaskan agama Kristen ini sampai ke Pasuruan dan Kediri. Kemudian berdatangan para zendeling dari negeri Belanda untuk menyebarkan agamanya di tengah-tengah umat Islam. Mereka mendirikan rumah sakit rumah sakit di banyak tempat di samping rumah sakit besar Mojowarno.

Di Jepara tinggal seorang bernama Tunggul Wulung yang terkenal dengan julukan Kiyahi Berahim. Dia adalah seorang petapa yang mengaku telah mendapat wahyu dari Allah lalu masuk Kristen. Tetapi kemudian dia campuradukkan kepercayaan Kristen dengan Islam dan animisme, akhirnya dia tidak diakui lagi oleh gereja. Ada pula seorang santri bernama Sadrah, yang berhasil ditarik memeluk agama Kristen oleh seorang zendeling yang bernama Hoezoo. Sadrah kemudian mengembara hampir ke seluruh tanah Jawa dan banyak bertemu serta berwawancara dengan penyebar agama Kristen lainnya.

Di Jakarta, dahulu Batavia, dia bertemu dengan MR. F.L. Anthing, bekas pejabat tinggi kehakiman di Semarang yang telah pindah ke Jakarta, Dia ini sangat besar jasanya dalam pernyebaran Kristen. Tahun 1867 Sadrah dibaptiskan dan dua tahun kemudian dia dipindahkan ke Purworejo untuk menyiarkan Kristen bekerja sama dengan nyonya Philips. Tahun 1870 pindah ke desa Karangjasa dekat Bagelen dan terus giat menyebarkan agamanya dan memimpin kaum Kristen Jawa. Dari sana Kristenisasi diperluas oleh Dewan Gereja (Gereformeerde Kerken) ke Banyumas dan Kedu lalu meluas ke Yogyakarta dan Surakarta.

Adapun di Sumatera pekerjaan zending dapat dikatakan dimulai pada tahun 1890 di dacrah Sumatera Pasisir Timur. Pada tahun 1894 mereka sampai ke utara Danau Toba daerah Batak Karo. Pada tahun 1915 mereka dirikan rumahsakit di bawah pimpinan seorang Zuster bangsa Belanda. Pulau Nias dimasuki pada tahun 1866 oleh para zendeling dari perkumpulan Rheinische Missionsgeselschaft, yaitu gabungan zending yang berdiri pada tahun 1823 dan berpusat di Barmen wilayah Dusseldorf, Jerman. Mereka juga melebarkan sayap ke Pulau Mentawai dan Enggano. Rheinische Missionsgeselschafe ini juga beroperasi di pulau Kalimantan sebelah Selatan dan Timur untuk mengkristenkan suku Dayak. Pada tahun 1904 kelihatan kemajuannya di Kuala Kurom dan Kahayan Hulu, lalu meluas dengan pesat.
Demikianlah ringkasan sejarah kristenisasi yang dilakukan oleh agama Protestan di tanah air kita.



Pendahuluan
Kristenisasi tidak hanya dilancarkan terhadap orang-orang yang belum memeluk agama atau mereka yang memeluk agama animisme saja, tetapi juga ditujukan terhadap orang yang telah memeluk agama Islam. Pengkristenan dipercayai sebagai satu tugas suci yang dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh ditinggalkan. Mengkristenkan orang dianggap sebagai membawa kembali anak-anak domba yang tersesat, dibawa kembali kepada induknya. Manusia-manusia sebagai anak domba akan dibawa kepada kerajaan Allah.

Kristenisasi adalah usaha internasional, artinya mereka bermaksud menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. Dapat diakui bahwa ini adalah mutlak hak asasi mereka, sebagaimana orang Muslimin-pun mempunyai tugas menyiarkan Islam ke seluruh dunia. Namun demikian memang perlu sama-sama disadari perlunya suatu garis pengamanan yang dapat menghindarkan terjadinya pergesekan dan perselisihan, sehingga masing-masing pemeluk agama tertentu tidak merasa cemas untuk dipaksa atau dibujuk atau diusahakan pindahnya kepada agama lain. Garis ini harus jelas dan ditaati terutama oleh para pemeluk agama yang telah disahkan oleh Negara Republik Indonesia seperti misalnya agama Islam dan Kristen (Masehi).

Pada tanggal 30 Nopember 1967 Pemerintah mengadakan Musyawarah Antar Agama bertempat di gedung Dewan Pertimbangan Agung Jakarta, dengan maksud antara lain untuk membina saling pengertian dan saling toleransi antara pemeluk-pemeluk agama terutama Islam dan Masehi. Dalam sambutan tertulis Jenderal Suharto pada waktu itu, Pejabat Presiden Republik Indonesia, menyatakan keprihatinannya atas kenyataan bahwa penyiaran agama masih dilakukan orang terhadap mereka yang telah memeluk agama tertentu. Dijiwai oleh sambutan Pejabat Presiden itu maka pihak umat Islam mengusulkan rumusan persetujuan, yaitu: rakyat yang telah beragama jangan dijadikan sasaran penyebaran agama lain.

Pihak Masehi menolak keras usul itu. Maka dicoba untuk mengadakan pertukaran pikiran dan pendekatan-pendekatan namun sia-sia, yang mengakibatkan musyawarah yang berlangsung hampir 24 jam itu tidak menghasilkan sesuatu yang kongkrit.

Kristenisasi dalam pengertian politik ialah: berusaha untuk lahirnya undangundang ataupun peraturan atau tindakan dan sikap penguasa, yang memberi kesempatan lebih banyak lagi bagi tersiarnya agama itu atau menguntungkan bagi agama itu. Apabila penyebaran dalam masyarakat telah berhasil dan dalam bidang politik berhasil pula, maka terbukalah jalan yang selebar-lebarnya untuk menjadikan keseluruhan masyarakat bernapaskan Kristen, sehingga diharapkan dengan cepat umat Kristen akan menjadi mayoritas, seperti umpamanya kejadian di Philipina, yang sekarang ini ternyata menjadi basis perluasan ke seluruh Asia Tenggara.

Usaha Kristenisasi itu dilakukan dengan segala daya, biaya peralatan yang lengkap, rencana yang masak, tehnik yang tinggi, kemauan dan kesungguhan yang mantap dan kuat, keyakinan yang mendalam serta melalui segala jalan dan saluran yang meresap dalam hampir semua aspek kehidupan manusia: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik dan segala macam hiburan.


Pada bagian ketiga ini, akan dibahas tentang sejarah kristenisasi yang dilakukan oleh agama Katolik.



2. Sejarah kristenisasi oleh agama Katolik
Pada tahun 1902 di Batavia (Jakarta) mulai didirikan Apostolisch Vicariaan Van Batavia. Tetapi agama Katolik telah masuk ke Indonesia jauh sebelum itu. Pada abad ke 16 agama ini telah memasuki kepulauan Maluku, Ambon, Ternate, Solor dan Nusa Tenggara. Penyebarannya mula-mula dilakukan oleh bangsa Portugis yang menguasai kepulauan itu. Pada tahun 1546 seorang Apostel (muballigh) dari India juga datang ke sana, bernama Fransiscus Xaverius. Dia berhasil menarik simpati pemerintah Portugis dan penduduk asli. Tahun 1605 pulau Ambon dapat ditaklukkan. Pada waktu itu di Ambon telah ada 4 buah gereja dan sekitar 16.000 orang beragama Katolik.

Agama Katolik memasuki Sulawesi dari Makasar, dan itu semua dilakukan oleh pengikut madzhab Dominicus Orde (H. Dominicus hidup tahun 1170 - 1221) dan pengikut madzhab Yesuiten Orde. Madzhab Yesuit ini pada mulanya didirikan oleh seorang bangsawan Spanyol bernama Ignatius Loyola yang lahir tahun 1491. Dia adalah penganut aliran mistik dalam agama Katolik. Dalam peperangan melawan Perancis mendapat cedera yang mengakibatkan kelumpuhan seumur hidup. Mistiknya bertambah menebal dan mendapat banyak pengikut. Pada tahun 1529 dibentuknya di Paris suatu jama’ah yang dibai’at untuk mengabdi kepada Paus dan menyebarluaskan agama Katolik, Tahun 1539 semua anggota jama’ah dilantik menjadi pastor dan tahun 1560 Paus Paulus III meresmikan jama’ah ini sebagai Jamaah Yesus atau the Society of Yesus. Jamaah terus berkembang maju dan bersama Orde Yesuit.

Gerakan agama Protestan yang sangat memusuhi Gereja Katolik berhasil menghancurkan kedudukan Missie Katolik di India sejak abad ke 17. Tetapi revolusi Perancis telah menyebabkan terjadinya pergolakan politik di negeri Belanda yang mengakibatkan hancurnya pusat Zending Protestan dan bangkitnya kembali Missie Katolik, serta menjadi sangat kuat. Setelah jazirah Malaka dikuasai oleh bangsa Belanda dan kekuasaan mereka di Indonesia bertambah mantap, maka secara bertahap penyebaran agama Katolik di Sulawesi diambil-alih oleh bangsa Belanda, yaitu pada tahun 1807.

Tujuh tahun kemudian yaitu tahun 1904 Pusat Missie Katolik di negeri Belanda mengirimkan 2 orang utusannya ke Jakarta yaitu Jacob Nellisen dan Lambert Prinsen. Kedudukan Missie dipusatkan di Jakarta, Semarang dan Surabaya. Pada tahun 1834 di Padang ditempatkan seorang pastor. Sejak tahun 1808 hingga 1845 mereka hanya mampu menempatkan 16 orang pastor itupun akhirnya hanya tinggal 4 orang.

Dalam Perang Diponegoro (1825 - 1830) di tengah-tengah tentara Belanda ditempatkan seorang Pastor bernama Scholtes. Dia mengadakan perjalanan inspeksi sampai ke Sulawesi dan Maluku kemudian melaporkan hasil penyelidikannya kepada Paus. Berdasarkan laporan itu Paus menganggap sudah tiba waktunya untuk membantu dan meningkatkan Missie Katolik di Indonesia menjadi Vicariat (perwakilan), lalu mengirimkan Mgr. Jacob Croaff selaku pemimpinnya. Pada tahun 1848 dia digantikan oleh Mgr. Peterus Maria Francken dengan dibantu oleh 5 orang pastor. Di bawah pimpinannya, missie ini mendapat kemajuan. Dari pulau pulau yang jauh letaknya berdatangan permintaan dari umat Katolik yang hidupnya terpencil. Akhirnya pada tahun 1859 kaum Yesuiten membantu dengan mengirimkan missionaris ke pulau Jawa lalu menempatkan mereka di Flores dan kepulauan lainnya.

Kemajuan Missie Katolik bertambah pesat setelah pada tahun 1874 Mgr. Francken digantikan oleh Mgr. Claessen yang sejak tahun 1848 bertugas di India. Didirikannya pos-pos di Cirebon, Magelang, Bogor, Malang dan Madiun. Untuk Sumatra di Medan dan Tanjung Sakti. Di Kalimantan dibangunnya pangkalan untuk kristenisasi suku Dayak. Demikian juga Makassar, Menado, Tomohon, Seram, Flores, Irian, Kendari, Sumbawa dan Timor. Claessen digantikan oleh Vicarius Apostoles M.J. Staal, kemudian pada tahun 1898 oleh Mgr. E.S. Luypen S.J. Sejak masa itulah agama Katolik mulai berkembang di pulau Jawa orang Jawa sukar untuk dirubah agamanya. Mereka beragama Islam dan tidak mau dikatakan tidak Islam, walaupun mereka tidak atau kurang menjalankan syari ahnya. Missie mengambil jalan lain yaitu dengan mendekati anak-anak mereka yang pada umumnya hidup kekurangan. Untuk mereka didirikan sekolah-sekolah dasar dengan percuma, bahkan dengan diberinya alat-alat serta pakaian yang diperlukan. Kanak-kanak itulah yang berangsur di-Katolik-kan, dan itu terjadi sejak akhir abad ke 19. Maka dapatlah dikirakan bahwa banyaknya jumlah orang Jawa yang beragama Katolik adalah akibat karena mereka dahulu bersekolah di sekolah-sekolah Katolik.

Pangkalan Missie untuk Jawa Tengah yang pertama ialah Muntilan dan Mendut di mana sejak dahulu telah berdiri sekolah Katolik. Sekarang Mundlan menjadi pusatnya agama Katolik, kemudian Yogyakarta pun dipenuhi oleh sekolah mereka. Guru-guru tamatan Muntilan dikirim ke luar daerah dan banyak pula yang berdinas di sekolah Pemerintah (Gubernemen). Dari tahun ke tahun mereka terus mendapat kemajuan. Sekolah bertambah banyak terutama sekolah Pendidikan Guru. Rumah Sakit dan Rumah Yatim juga dibangun, sehingga kelihatannya memang benar-benar menguasai lapangan sosial dan pendidikan. Pada akhir tahun 1923 sekolah mereka berjumlah 52 buah dengan 5.840 orang murid. Mereka memiliki surat kabar seperti Mingguan Java Post, Sociaal Leven En Streven, Katholik Schoolblad Van Nederlands Indie dan De Indische Voorhoede. Dalam bahasa Indonesia yakni Gereja Katholik serta dalam bahasa Jawa Swara Tama. Di samping itu mereka dirikan sebuah percetakan di Yogyakarta pada tahun 1922.

Untuk keperluan jalannya Missie Katolik beserta segala usahanya, mereka menerima bantuan keuangan dari negeri Belanda, yang diberikan oleh Dana St. Claverbond yang berdiri tahun 1889 dan oleh berbagai perkumpulan missie antara lain De Indische Missie Vereniging. Rupanya kaum Katolik tidak hanya berjuang dalam penyiaran agama, pendidikan, pengajaran, sosial serta pendirian gereja-gereja, tetapi juga berjuang dalam bidang politik.

Pada tahun 1918 mereka telah mendirikan sebuah partai politik dengan nama De Indische Katholieke Partij.

Sekianlah dengan sangat ringkas diuraikan sejarah masuknya Missie Katolik dan pekerjaannya di tanah air kita


Pada bagian keempat, akan dibahas mengenai hubungan kristenisasi dengan politik.



Kristenisasi dan Politik
Sebagaimana yang telah diterangkan di atas, adalah Kristenisasi mempunyai segi-segi politis. Demikian pula dalam sejarah perkembangannya selalu dipengaruhi oleh perubahan situasi politik, terutama di Eropa, di mana partaipartai mereka selalu aktif dalam sidang politk. Di negeri kitapun mereka demikian juga halnya seperti ternyata dalam berdirinya De Indische Katholieke Partij. Pada jaman kemerdekaan dengan terbukanya kehidupan politik di negeri kita mereka tidak ketinggalan membentuk partai politik, di samping partai lainlainnya.

1. Partai Kristen Indonesia atau Parkindo didirikan di Jakarta pada tanggal 18 Nopember 1945 sebagai penjelmaan dari Partai Kristen Nasional (PKN) yang dipimpin oleh Dr. W.I. Yohannes. Di Sumatera didirikan orang Partai Kristen Indonesia yang disingkat PARKI. Pada bulan Maret 1947 pimpinan dari kedua partai itu bertemu di Malang dalam kesempatan sidang Komite Nasional Pusat mereka setuju untuk bergabung. Maka tanggal 19 April 1947 Parki mengadakan Kongres di Prapat dan memutuskan melebur diri serta bergabung pada Parkindo.

Dalam Anggaran Dasarnya keputusan Konggres di Solo pada tanggal 7-9 April
1950 dicantumkan antara lain:

Partai Kristen Indonesia (Parkindo) berasaskan paham Kekristenan.
Anggota Partai ialah warga negara Indonesia yang beragama Kristen serta berusia sekurang-kurangnya 18 tahun.
Dalam deklarasi atau Pernyataan Dasar Pendirian Parkindo terdapat uraian sebagai berikut:

Pasal 1
Partai Kristen Indonesia (Parkindo) berdasar atas kepercayaan bahwa:

Segala sesuatu adalah berasal dari ‘Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan.
Bagi tiap-tiap Makhluk dan tiap-tiap lingkungan hidup demikian pula bagi negara dan pemerntahan panggilan dan hukum-hukum Tuhan sebagai ternyata dalam firman-Nya.

Pasal 2
Partai berpendirian bahwa negara berwujud karena Kehendak Tuhan dengan tujuan mengatur hidup manusia di dunia, agar dengan demikian warga negara dapat mempersiapkan diri untuk hidup yang kekal.

Pasal 3
Parkindo adalah Partai Politik warganegara Indonesia yang berhasrat memenuhi panggilan dan kewajibannya terhadaP nusa dan bangsa dan bangsabangsa lainnya dengan jalan berusaha di lapangan politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan atas dasar paham Kristen.

2. Partai Katolik didirikan di Yogyakarta oleh Kongres Umat Katolik seluruh Indonesia pada tanggal 12 Desember 1949, sebagai penjelmaan fu si daripada 17 partai Katolik yang telah ada sebelum itu yakni:

Partai Katolik Republik Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Surakarta.
Partai Katolik Rakyat Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Makassar.
Partai Katolik Rakyat Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Flores.
Partai Katolik Indonesia Timus (Parkit) yang didirikan di Timor.
Persatuan Politik Katolik Flores (Perkokaf) didirikan di Flores.
Permusyawaratan Majlis Katolik (Permakat) didirikan di Menado.
Partai Katolik Indonesia Kalimantan (Parkika) yang didirikan di Kalimantan.


Melihat banyaknya partai-partai itu tahulah kita betapa besar hasrat mereka untuk berpolitik setelah negara kita merdeka. Anggaran Dasar Partai Katolik sebagai gabungan partai-partai tersebut di atas, telah disahkan dalam Kongresnya yang pertama di Semarang tanggal 12 Desember 1949, di mana asas dan tujuan berbunyi sebagai berikut:

Partai Katolik berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa pada umumnya serta Pancasila pada khususnya dan bertindak menurut asas-asas Katholik,

Tujuan Partai Katolik ialah bekeria sekuat-kuatnya untuk kemajuan Republik Indonesia dan kesejahteraan rakyatnya.


Sebagai penutup dari artikel bersambung ini, akan uraikan analisa penulis berupa kekuatan serta kelemahan dari apa yang telah diuraikan pada bagian-bagian sebelumnya.



Kekuatan dan Kelemahan
1. Apa yang telah diuraikan di atas memberikan gambaran kepada kita bagaimana ketekunan dan keuletan mereka dalam menyebarkan agama Kristen. Bagaimana kerapian organisasi mereka serta lengkapaya rencana yang mereka buat; dan bagaimana besarnya pembiayaan yang sengaja disediakan.

Apa yang kita lihat dewasa ini adalah kemajuan kristenisasi yang semakin meningkat. Berpuluh-puluh rumah sakit yang mereka dirikan, semuanya besar dan lengkap dengan peralatan yang modern. Beratus-ratus sekolah dengan gedungnya yang indah dan megah, dari ,Taman Kanak-Kanak hingga Universitas dan Perguruan Tinggi, yang sebagian besar siswa dan mahasiswa terdiri dari kalangan orang Islam. Kantor dan gereja-gereja merupakan gedung-gedung indah menghiasi kota, terutama Jakarta, dan kota-kota besar lainnya.

Belum lagi disebutkan proyek-proyek dalam bermacam-macam bidang tersiar di seluruh tanah air. Dalam dunia persurat-kabaran dan penerbitan buku-buku serta pendirian percetakan-percetakan modem, mereka memegang peranan yang amat menentukan.

2. Namun segala kebesaran yang mengagumkan sebagai yang tersebut di atas itu tidak berarti bahwa mereka tidak mempunyai kelemahan-kelemahan. Mereka banyak mempunyai kelemahan, itu sudah tentu. Kelemahan itu tidak terletak pada biaya, mereka berlebih dan melimpahlimpah dalam memiliki pembiayaan. Tidak terletak pada man-power, mereka cukup dan mempunyai kemampuan untuk membayar siapa saja yang bersedia bekerja bagi mereka. Tidak terletak pula pada ilmu, mereka ahli dan mampu memperkerjakan tenaga-tenaga ahli. Tidak juga pada kekuasaan dan pengaruh dalam bidangnya masing-masing.

Tetapi kelemahan itu terletak pada kelemahan ajaran agama mereka sendiri dipandang dari segi ratio, justru dalam hal-hal yang prinsipiil. Yaitu tentang Itikad Trinitas, KeAllahan Yesus, Dosa Turunan, Pertentangan Antara Ayat-ayat Dalam Kitab Suci Mereka, serta tentang Pengertian Wahyu dan sebagainya. Mereka menyadari bahwa ajaran Kristen sebagaimana tersebut di atas memang sukar diterima oleh akal.

Hal-hal inilah yang telah menyebabkan kemunduran agama Kristen di dunia barat di mana orang-orang tidak bersedia lagi menerima ajaran bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Allah Sendiri, seperti antara lain yang pernah dikemukakan oleh Dr. B.J. Boland ketika berkunjung ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah beberapa waktu yang lalu.

Seperti yang telah pernah ditulis oleh seorang pastor dalam salah satu majalah bahwa jumlah pengunjung gereja di negeri Belanda semakin menurun, dan seperti yang sering diceritakan oleh orang-orang yang pernah mengunjungi Eropa dan Amerika Serikat. Padahal di sana disediakan kenangan yang melimpah-limpah untuk penyiaran agama Masehi dengan pendirian gereja serta pergedungan lainnya. Di sana dapat dikatakan uang itu tidak memperoleh sasaran yang semestinya, dan perlu dialihkan ke bagian dunia yang lain, ke timur.

3. Dengan keadaan demikian maka nampakya di dunia barat terutama di Eropa sudah tidak dapat diharap lagi untuk menjadi bumi subur bagi agama Masehi, yang dewasa inipun telah menjadi hanya seperti adat, bukan agama yang dimengerti dan disadari secara jelas. Apalagi andaikata (mudah-mudahan jangan) Perang Dunia III sudah sampai pada taraf tidak terelakkan lagi, maka seperti yang telah pernah diramalkan orang, dalam 17 jam pertama dari meletusnya perang nuklir itu, seluruh Eropa Barat akan musnah demikian juga mungkin seperempat dari bumi Amerika Serikat.

Begitulah agama Masehi akan kehilangan tempat berpijak serta basis yang amat kuat dan kaya raya. Jadi apa yang harus dilakukan orang dewasa ini ialah sejauh mungkin berikhtiar menghilangkan gejala yang mungkin dapat menimbuIkan perang itu, dan usaha itu sampai sejauh sekarang ini telah berhasil. Apa yang terjadi hanyalah perang setempat seperti misalnya Vietnam, Timur Tengah, dan kini di Afrika. Tetapi apakah keadaan ini dapat dipertahankan untuk selamanya?

Nampaknya karena itu mengapa agama Masehi memerlukan tanah persemaian baru yang masih dapat bertahan lebih lama serta jauh dari kancah perang nuklir yang akan datang. Dan persemaian itu harus sejak sekarang disiapkan agar jika perang pecah (mudah-mudahan jangan) tempat yang baru sudah siap selesai serta telah dapat berjalan seperti yang diharapkan. Tempat itu terletak di timur, dimana penduduknya belum sekritis penduduk Eropa.

4. Indonesia akibat penjajahan Belanda selama tiga setengah abad, penduduknya kebanyakan bodoh dan miskin. Maka usaha kristenisasi telah dapat menutupi kelemahan-kelemahannya itu dengan membangun usaha-usaha pertolongan kepada rakyat seperti mendirikan rumah pemeliharaan orang miskin dan anak yatim piatu, membangun rumah sakit dan balai pengobatan, dan sekolah-sekolah yang beraneka macam ragamnya.

Bangsa Indonesia yang memeluk agama Kristen pada umumnya bukan hasil dari pengertian dan kesadaran, tetapi karena pendidikan di masa kanak-kanak dan karena merasa berhutang budi atau jasa, sedang keyakinan dan pengertiannya terhadap agamanya yang lama (Islam) masih terlalu dangkal.

Adapun mereka yang cerdas dan pandai atau mendapat gelar keilmuan yang tinggi telah lebih dahulu hatinya disegel dengan rumusan: iman adalah iman dan bukan pengetahuan, berimanlah lebih dahulu barulah berusaha untuk mengerti.

Akan tetapi sampai berapa lama dan sampai berapa generasikah segel ini dapat dipertahankan? Manusia di barat telah menjadi bukti bahwa akal tidak akan sanggup terlalu lama disegel. Segel itu jebol dan akan keluar mencari jalan lepas.


Dikutip dari majalah Modus Volume I No. 05 Th. II 2004 hal 31 - 32.
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #24 pada: 24 November 2009, 11:02:03 »
Syukron atas infonya abu O0