Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Strategis Salibis menghancurkan Umat Islam  (Dibaca 2046 kali)


Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« pada: 15 Januari 2008, 11:19:11 »
      Kristenisasi dan Imperialisme merupakan satu hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Gerakan para salibis bertujuan untuk mengokohkan penjajahan Barat di negeri-negeri Islam. Tidak heran kalau Bush saat mencanangkan perang melawan terorisme menyebutnya sebagai perang salib. “Perang ini, perang salib ini, membutuhkan waktu yang lama”, jelas Bush.

         Michael Colin Piper The High Priests of War menyatakan Presiden Bush tampaknya dikendalikan oleh kristen fundamentalis dan pengaruh kuat dari lobi Yahudi.
 
       Pengaruh Kristen yang kuat ini tampak dari pernyataan Bush bahwa dia memerangi Al Qaidah, menyerang Saddam adalah perintah Tuhan. “Gold told me to strike al Qaidah and I struck them, and then he instructed me to strike at Saddam, which I did, and now i am determined to solve the problem in the Middle East.” ujar Bush.

         Dr Musthafa Khalidy dan Dr Umar Farukh dalam bukunya Imperialisme dan Misionaris melanda dunia Islam meyebutkan bahwa motif dari misionaris di dunia Islam tercampur antara , bahkan kebanyakan misi mereka adalah politik. Argumentasi beliau adalah bahwa di negeri asal para misionaris itu, bangsa-bangsa Barat kebanyakan sudah atheis dan tak ada perhatian terhadap gereja.

          Juga, Khalidy mengutip pernyataan misionaris G. Simon : “ Apabila persatuan Islam mulai menampakkan sosoknya untuk menghadapi imperialisme Eropa, maka para misionaris harus segera beraksi menyodorkan sosok Eropa, sehingga persatuan Islam pun menjadi luntur kembali. Karena itu para misionaris harus memasukkan pola pemikiran Kristen ke dalam persatuan Islam, sehingga dapat mengguncang kaum muslim. Negara Turki (pusat Khilafah Islamiyah) sungguh sangat berbahaya bagi Eropa sebab rakyatnya memeluk agama Islam, bahkan mereka memiliki kekuatan tersendiri untuk menghadapi ambisi dan kerakusan orang-orang Eropa.”

         Hal yang senada dilontarkan L. Brown : “ Seandainya orang muslim bersatu padu dalam satu pemerintahan niscaya hal ini sangat berbahaya bagi seluruh dunia. Sebaliknya hal itu akan mendatangkan kenikmatan tak terhingga bagi kaum muslimin. Tapi selagi mereka terus sikut-sikutan, maka mereka juga tetap terombang-ambing, tidak mempunyai pedoman yang jelas dan tidak mempunyai pengaruh yang jelas dan tidak pengaruh yang berarti bagi dunia luar”. (lihat Khalidy, idem)

         Dengan demikian motif gerakan salib atau Kristenisasi sesungguhnya ada dua. Pertama, motif agama. Dalam Kitab Perjanjian Baru, Markus:28: 18-19, “ KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
       
        Ayat ini menjadi acuan bagi kaum Kristiani mengenai keharusan menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. Yang menjadi sasaran dalam motif ini ialah setiap penduduk bumi yang non Kristen. Artinya, motif ini menghendaki agar seluruh warga bumi dikristenkan.

           Kedua, motif ideologis. Dalam hal ini kristenisasi menjadikan Islam dan Ummatnya sebagai sasaran utama. Menurut Kardinal Lavie Garry, “ Tanpa diragukan lagi agama yang paling kuat dan tidak bisa ditaklukkan adalah agama Islam. Oleh karena itu, para misionaris berharap agar seluruh kaum Muslim menjadi Kristen”. Dari sini kita memahami betul bahwa kegiatan misionaris tidak lepas dari aktivitas imperialisme negara-negara Barat yang rakus untuk menguasai dunia Islam, memecah belahnya, dan mencegah terjadinya persatuan kembali negeri-negeri Islam.

Strategi Utama

         Secara umum gerakan salib menggunakan strategi yang pertama adalah Hard power yakni dengan menjadikan perang fisik sebagai andalan. Inilah yang mereka lakukan ketika perang salib, masa kolonialisme, hingga saat ini seperti memerangi Irak, Afghanistan dan Palestina. Strategi kedua adalah Soft power biasanya menggunakan pendekatan pendidikan, bantuan kesehatan, gerakan politik dan pemikiran. Hal yang menonjol dalam strategi yang kedua ini adalah orientalisme dan Kristenisasi.

        Dalam China and the West, Pak mengutip ucapan Napoleon, “Delegasi misionaris agama bisa memberikan keuntungan buatku di Asia, Afrika, dan Amerika; karena aku akan memaksa mereka untuk memberikan informasi tentang semua negara yang telah mereka kunjungi. Kemulian pakaian mereka tidak saja melindungi mereka, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk menjadi mata-mataku di bidang politik dan perdagangan tanpa sepengetahuan rakyat.”

         Akhirnya, kristenisasi menjadi salah satu strategi negara-negara Barat untuk menguasai dunia Islam. Negara-negara barat dan perusahaan-perusahaan multinasionalnya menanamkan modal yang sangat besar pada yayasan-yayasan misionaris. David Waren, penanggung jawab Ensiklopedia Dunia Kristen , menyatakan bahwa 70 miliar dollar telah dihabiskan untuk membiayai aktivitas misionaris pada tahun 1970 saja.
         
          Menurutnya, kurang dari dua dekade jumlah ini telah mencapai hampir dua kali lipatnya dan akan terus meningkat. Muhammad Imarah mencatat, pada 1991 organisasi Misionaris Dunia memiliki 120.880 lembaga khusus untuk kegiatan kristenisasi di kalangan Islam; 99.200 lembaga pendidikan untuk mencetak kader penginjil; 4.208.250 tenaga profesional; 82 juta alat komputer; 24.000 majalah; 2.340 stasiun pemancar radio dan televisi; 10.677 sekolah dengan jumlah 9 juta siswa; 10.600 rumah sakit; 680 panti jompo; 10.050 apotik; anggaran kegiatan kristenisasi sebesar 163 miliar dollar. Tahun sekarang pastinya lebih dari itu.

         Kristenisasi menempuh dua strategi. Pertama, membina dan memasukkan orang Islam ke dalam agama Kristen. Strategi ini terhitung kurang ampuh, mengingat ajaran Kristen sendiri memiliki kelemahan internal sehingga orang yang berakal sehat tidak akan sudi secara sadar memeluknya. Oleh karena itu, strategi Kedua dianggap lebih realistis dan efektif, yaitu mengeluarkan orang Islam dari agamanya atau menjauhkannya dari ajaran Islam.
         
      Dalam konferensi Misionaris di kota Quds (1935), samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan: Misi utama kita bukan menghancurkan kaum muslim sebagai seorang Kristen…tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu.” Strategi inilah yang berhasil meruntuhkan Khilafiyah Utsamniyah.

        Sementara itu misi Kristen dalam bidang politik ditempuh dengan beberapa cara. Pertama, memastikan system di negeri-negeri Islam adalah sistem sekuler[/u]. Karena itu mereka berupaya keras untuk mencegah tegaknya syariah Islam di negeri Islam. Sebab dengan sistem sekuler itulah mereka bisa menjalankan misinya. Tidaklah heran kalau kelompok-kelompok Kristen sangat mendukung proyek sekulerisasai seperti menyebarkan ide liberalisme, pluralisme, Demokrasi dan Ham.

          Upaya peniadaan syariah Islam tampak dalam pandangan orientalis klasik, Snouck hurgronje (1857-1936) yang memiliki pengaruh sangat luas di Indonesia, “Umat Islam sulit untuk beralih menjadi Kristen. Karena itu, ia merekomendasikan kepada Pemerintah Hindia Belanda agar memberikan kebebasan kepada Umat Islam dalam masalah ruhiyah, tetapi mencegah syariah Islam yang terkait dengan politik, seperti masalah Khilafah dan Pan Islamisme”.[/b]

           Kesimpulan itu merupakan hasil studi mendalam tentang Islam, baik di Indonesia maupun di Timut Tengah. Ia bahkan berpura-pura masuk Islam dan mempersunting wanita Muslimah. Banuyak ulama Mesir menganggap dia sebagai Muslim. Namun, Gerrzt menegaskan, “Hurgronje adalah seorang Kristen yang berpura-pura masuk Islam.”

           Penghancuran syariah Islam juga tampak dalam pandangan Indonesianis AS, William Liddle. Liddle membuat disparitas/perbedaan antara kaum ‘skipturalis’ (yang terikat dengan pemahaman teks-teks sumber dan kaum ‘substansialis’ (yang memahami Islam hanya berdasarkan semangatnya saja). Ia secara tegas mendukung pandangan kaum substansialis.

         Langkah penting lainnya adalah infiltrasi politik. Ini bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, mendudukkan orang-orang muslim tapi sejalan dengan kepentingan Kristen. Atau yang Kedua mendudukkan orang Kristen secara langsung di pusat-pusat kekuasaan. Karena itu mereka sangat berhasrat untuk menduduki posisi penting dalam Militer dan Pemerintahan.

        Negara-negara Barat-Sekuler secara licik menempatkan para penguasa Muslim sebagai agen dan kaki tangan mereka. Pada hakikatnya, para penguasa jenis seperti ini adalah orang-orang yang menghamba pada kepentingan negara-negara kafir imperialisme. Kenyataan menunjukkan, bahwa tidak ada seorang penguasa Muslim pun saat ini yang cinta dan menghendaki tegaknya sistem hukum Islam serta berusaha untuk memutuskan ketergantungannya pada kungkungan negara-negara adidaya kafir.

         Dengan liciknya, negara-negara Barat menonjolkan tokoh-tokoh penguasa seperti Gamal Abdul nasser, Soekarno, Muhammad Ali Jinnah, dan lain-lain dalam rangka meraih loyalitas umat Islam. Negara-negara adidaya kafir juga telah menggunakan kaki-tangan mereka ini untuk memperkokoh cengkeraman ekonomi, politik, dan militernya di negeri-negeri Islam; mengeksploitasi sumber alam dan harta kekayaan umat ini; menjeratnya dengan utang luar negeri yang menggunung, yang mustahil dikurangi apalagi dihilangkan. Keberadaan para penguasa Muslim itu makin menambah dalam penderitaan yang dipikul oleh umat.

Farid, Suara Islam, Edisi 35 Tgl 4 Jan 2008-17 Jan 2008 M – Suara Utama-

hukum Islam)
« Edit Terakhir: 20 Februari 2008, 18:36:08 oleh oomnya fahrel »

Offline allHurr

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 2.494
  • Lokasi: BUMI ALLAH NAN INDAH
  • Yaa....Habibi
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 21 Januari 2008, 00:47:05 »
@oomnya fahrel.......

saya mau ikut nambah nih.....boleh yaa....

LAURENS BROWEN menyatakan dalam bukunya al-Islam wal Irsaliyat :
 " Bahaya sesungguhnya tersembunyi pada hukum Islam, karena memiliki kekuatan intervensi dan intimidasi, karena bersikap luwes sekali. Itulah raksasa sesungguhnya dihadapan kaum Imperialis Eropa"
Dan ketika namamu terpanggil bertemu dengan nabimu Muhammad saw, jelanglah wajahnya dengan gembira,katakanlah  : WAHAI KEKASIHKU, WAHAI NABIKU, AKU DIKELOMPOK PEMBELA SUNNAHMU SAAT BANYAK ORANG MENGINKARINYA..

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #2 pada: 21 Januari 2008, 10:00:14 »
@oomnya fahrel.......

saya mau ikut nambah nih.....boleh yaa....

LAURENS BROWEN menyatakan dalam bukunya al-Islam wal Irsaliyat :
 " Bahaya sesungguhnya tersembunyi pada hukum Islam, karena memiliki kekuatan intervensi dan intimidasi, karena bersikap luwes sekali. Itulah raksasa sesungguhnya dihadapan kaum Imperialis Eropa"


      Silahkan akhi jika ada masukan yang lain...Jazakumullah

Offline allHurr

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Sep 2007
  • Tulisan: 2.494
  • Lokasi: BUMI ALLAH NAN INDAH
  • Yaa....Habibi
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 21 Januari 2008, 17:20:29 »
@@oomnya fahrel.......terimakasih akhi....

lanjut.......(kutip dari ADIAN HUSAINI dalam buku beliau : Wajah Peradaban Barat Dari Hegemoni Kristen Ke Dominasi Sekular-Liberal)

Pada zaman kelahiran kembali (Renaissance) Barat dan zaman Reformasi (Reformation) Barat, pencitraan buruk terus berlanjut.

Marlowes Tamburlaine menuduh Al-Qur'an sebagai "karya setan".

Marthin Luther menganggap Muhammad sebagai orang jahat dan mengutuknya sebagai anak setan.

Pada zaman Pencerahan Barat, Voltaire menganggap Muhammad sebagai fanatik, ekstremis, dan pendusta yang paling canggih.

Biografi Rasulullah SAW beserta Al-Qur'an terus menjadi target.

 Snouck Hurgronje mengatakan;"Pada zaman skeptik kita ini, sangat sedikit sekali yang di atas kritik, dan suatu hari nanti kita mungkin mengharapkan untuk mendengar bahwa Muhammad tidak pernah ada".(hal.xxxi)

Menurut Fred Halliday, untuk mempertahankan dominasinya, kapitalisme tetap membutuhkan "musuh". Dan setelah musuh kapitalisme (komunis) berhasil dikalahkan, maka musuh yang sedang dicermati saat ini, diantaranya adalah Islam. (hal.179)
==========================================================================================

semoga kita selalu berhati-hati menghadapi strategi salibis ini.

yaa....Allah...hanya kepadaMu jualah kami memohon pertolongan dan perlindungan.
Dan ketika namamu terpanggil bertemu dengan nabimu Muhammad saw, jelanglah wajahnya dengan gembira,katakanlah  : WAHAI KEKASIHKU, WAHAI NABIKU, AKU DIKELOMPOK PEMBELA SUNNAHMU SAAT BANYAK ORANG MENGINKARINYA..

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #4 pada: 22 Januari 2008, 17:04:18 »
 Situs PDS Hujat Shalat Umat Islam
Fakta

    "DAMAI-SEJAHTERA," adalah nama yang bagus, indah dan tenteram dambaan setiap insan. Tapi sayang, kelakuan Partai Damai Sejahtera (PDS) dalam situsnya tak seindah namanya. Dalam salah satu forum di situs resminya, terdapat ratusan link website mancanegara yang menjajakan berbagai gambar bugil dan video adegan seks bebas (gara-gara hal ini link web forum PDS dihapus oleh servernya).

     Apakah website kejorokan ini sesuai dengan nafas "damai dan sejahtera," sehingga informasi yang merusak itu bertengger dengan gagahnya di situs partai rohani tersebut?

     Yang lebih berbahaya dan memicu permusuhan antar agama, dalam forum tersebut dimuat tulisan seorang member yang menamakan diri DPP PDS. Tulisan dengan bahasa preman yang kasar, arogan sarkasme dan bombastis ini sepenuhnya mengagung-agungkan agama Kristen sembari menghujat Islam sejadi-jadinya.

     Beberapa hujatan yang terdapat dalam situs ini antara lain: Allah dalam Al-Qur`an mempunyai sifat yang plin-plan; Syariat Islam itu kejam, tidak adil dan ketinggalan zaman; Al-Qur`an bukan wahyu Allah yang benar; salah satu surat dalam Al-Qur`an aneh, tidak masuk akal dan kontradiktif; Islam tidak menjamin keselamatan surgawi; Al-Qur`an membenarkan kaum Muslim bersekutu dengan jin; Nabi Muhammad inkonsisten, tak percaya diri dan plin-plan; Nabi Muhammad memberikan peluang kepada umatnya untuk berbuat syirik kepada Allah dengan jin/iblis yang prakteknya antara lain untuk mendapat ilmu kebal, ilmu santet, ilmu pellet dll.

    Ketika menghujat ibadah shalat, penulis berinisial DPP PDS itu menuding umat Islam shalat menyembah Tuhan yang berwujud batu hitam yang tinggal di dalam Kabah. Berikut kutipannya:

    "Mulut umat Islam 5X komat-kamit, bahkan adakalanya dengan suara yang keras-lantang dibantu dengan loudspeaker pula, mengumandangkan "BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH -LAILAHAILALLAH, DAN KEPADANYA SAJALAH MEREKA WAJIB SUJUD MENYEMBAH". Namun dalam beberapa saat kemudian mereka ruku dan sujud menyembah kepada Allah yang wujudnya sudah berubah menjadi BATU HITAM yang ada dalam bangunan yang diberi predikat BAITULLAH/KAABAH yang ada di Mekkah.

     Mulut umat Islam selalu komat-kamit mengakui bahwa Allah itu pada satu titik yang bersamaan ada di mana-mana di setiap sudut dan penjuru dimensi dunia dan alam semesta ini, namun kenyataannya minimal 5X dalam sehari-semalam mereka menyembah Allah yang hanya berada di Mekkah dalam Kaabah dalam bentuk BATU HITAM."

     Oknum DPP PDS ini sungguh tidak tahu etika bahasa. Bayangkan, umat Islam dalam shalat membaca doa-doa dan pujian kepada Allah dengan khusyu', tadharru' dan tawadhu'. Ini adalah ajaran ritual ibadah yang mulia. Tapi oleh penulis berinisial DPP PDS, hal itu dijuluki dengan kata yang buruk, yakni komat-kamit. Padahal kata ini hanya layak dipakai untuk para dukun yang sedang merapal mantra untuk tujuan tertentu yang dilakukan dengan bersekutu bersama setan. Seharusnya DPP PDS belajar bahasa yang baik Pepatah "bahasa menunjukkan bangsa" nampaknya sangat tepat bagi penulis hujatan di situs PDS ini. Kejelekan gaya bahasa menunjukkan keburukan akhlak dan wawasan orang yang bersangkutan.

     Dalam penggalan dua paragraf tersebut, oknum DPP PDS melakukan banyak kekeliruan dan kebohongan.

     Pertama, menyebutkan bahwa hajar aswad (batu hitam) berada di dalam Ka'bah. Ini adalah tudingan yang 'asal bunyi' tanpa ilmu. Karena hajar aswad itu menempel di salah satu pojok Ka'bah, bukan di dalam Ka'bah.

      Kedua, menyebutkan bahwa Allah yang disembah umat Islam itu berwujud sebuah batu hitam yang hanya ada di Mekkah. Ini adalah anggapan yang sama sekali salah dan amat menggelikan. Silakan DPP PDS tanyakan kepada seluruh kaum muslimin, apa wujudnya Allah? Tak satupun umat Islam yang meyakini bahwa Allah itu wujudnya batu hitam, karena Al-Qur`an mengajarkan bahwa Allah itu berbeda dengan makhluk-Nya. "Laysa kamitslihi syay-un" (tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai atau serupa dengan Allah).

  "Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia (Allah)..." (Qs. As-Syura 11).

   "Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (Allah)" (Qs. Al-Ikhlash 4).

   Ketiga, tudingan bahwa umat Islam musyrik karena shalat menyembah Ka'bah. Tudingan ini tak berdasar sama sekali, hanya didasarkan pada khayalan DPP PDS yang penuh dengan semangat kebencian dan antiislam. Dalam kenyataan, boleh ditanyakan kepada seluruh umat Islam, apakah mereka shalat menyembah Ka'bah? Tak satupun orang Islam yang shalat menyembah Ka'bah. Salah satu syarat diterimanya shalat adalah Ikhlas, yaitu beribadah kepada Allah secara murni tanpa ada tujuan lain sedikit pun. Umat Islam bukan menyembah Ka'bah, tapi menyembah Tuhan pemilik Ka'bah tersebut, sesuai dengan perintah Allah SWT: "Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah)" (Qs. Al-Quraisy 3).

     DPP PDS harus bisa membedakan makna "arah" dan "tujuan". Ka'bah adalah kiblat atau arah menghadap bagi umat Islam dalam ibadah ritual shalat. Harus digarisbawahi, hanya sebagai arah, bukan sebagai tujuan ibadah dan penyembahan. Umat Islam tidak pernah dan tidak akan menyembah apapun selain Allah SWT. Umat Islam melakukan shalat menghadap kiblat itu pun dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT yang telah memerintahkan umat-Nya untuk melakukan itu (Qs. Al-Baqarah 144).

     Kiblat ke Ka'bah dalam shalat hanyalah arah yang ditentukan Allah sebagai pusat persatuan. Jika arah shalat umat Islam tidak ditentukan, maka akan terjadi kacau-balau. Sebagian ada yang menghadap ke barat, yang lain ke timur, ke selatan, ke utara, dan sebagainya. Untuk mempersatukan/menyeragamkan umat dalam beribadah kepada Allah SWT, maka umat Islam di manapun tinggal, diwajibkan menghadap ke satu arah yang sama yaitu kiblat ke Ka'bah.

     Ada banyak fakta dan data yang secara otomatis membantah tudingan DPP PDS bahwa umat Islam menyembah Ka'bah:

     Pertama, Jika ada umat Islam berada dalam suatu tempat yang tidak diketahui arahnya, atau sedang duduk di dalam kendaraan yang jalannya berkelok-kelok, maka mereka boleh melakukan shalat dengan menghadap ke arah mana saja. Karena Allah berfirman: "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui" (Qs. Al-Baqarah115).

      Kedua, tahun 930 sampai 951 hajar aswad pernah hilang dicuri dan disembunyikan oleh kaum Syi'ah golongan Ismailiyah Qarmathi. Apakah dengan hilangnya batu itu lantas umat Islam lantas heboh dan tidak shalat lagi karena hajar aswad sudah tidak ada? Meski hajar aswad pernah hilang, namun selama 21 tahun itu umat Islam tidak pernah libur shalat. Seandainya umat Islam itu shalat menyembah hajar aswad, maka selama 21 tahun itu mereka libur shalat. Tapi nyatanya tidak. Umat Islam tetap shalat menghadap kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak, karena esensi mereka ialah mematuhi perintah Allah bukan menghadap dan menyembah batu.

     Ketiga, setelah batu hitam itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada pecahan di sana sini, sehingga volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu hitam yang ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yang asli dengan yang imitasi. Tetapi anda lihat, apakah umat Islam heboh karena itu? Jawabnya: Tidak pernah! Sebab Tuhan yang disembah oleh umat Islam itu bukanlah batu tetapi Allah SWT. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka) tetap ada dan kekal sampai selama-lamanya.

     Keempat pada masa Rasulullah SAW, para shahabat naik dan berdiri di atas Ka'bah ketika mengumandangkan azan (panggilan shalat). Sampai saat ini, bila para petugas juga naik dan berdiri di atas Ka'bah untuk mengganti Kisywah (kain kelambu penutup) Ka'bah. Ini juga bukti nyata bahwa tak seorang pun umat Islam yang menyembah Ka'bah. Andai kata mereka menganggap Ka'bah sebagai tuhan yang disembah, mana mungkin mereka berani naik, berdiri dan menginjak-injak Ka'bah?

     Kelima, Sampai saat ini, para petugas juga naik dan berdiri di atas Ka’bah ketika mengganti Kisywah (kain kelambu penutup Ka’bah). Ini juga bukti nyata bahwa sampai saat ini dan sampai kapan saja tak seorang pun umat Islam yang menyembah Ka’bah. Andai kata mereka menganggap Ka’bah sebagai tuhan yang disembah, mana mungkin mereka berani naik, berdiri dan menginjak Ka’bah?

      Keenam, ketika thawaf dengan menunggang seekor unta, Rasulullah SAW pernah tidak mencium hajar Aswad, melainkan menyentuhnya dengan tongkat beliau. (HR. Bukhari juz 2 nomor 677). Jika Nabi pada waktu hidupnya menyembah hajar aswad, mana mungkin beliau berani menyentuh Tuhannya dengan sebuah tongkat sambil duduk di atas unta? Teladan Nabi ini membuktikan bahwa beliau tidak menyembah hajar aswad.

    Menghadap ka'bah ketika shalat, bukan berarti umat Islam menyembah ka’bah tersebut. Mereka melakukan ini semata-mata menjalankan aturan ibadah yang diperintahkan oleh Tuhannya (Qs. Al-Baqarah 144). Jadi, esensi qiblat umat Islam ketika shalat bukan karena batu hitam, melainkan ketundukan dan kepasrahan kepada Tuhan.

     Ketundukan ini pula yang telah dilakukan oleh shahabat Umar RA ketika haji. Dalam hadits shahih dikisahkan bahwa beliau datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia menciumnya dan berkata: “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberikan mudharat dan tidak pula mendatangkan manfaat. Jika aku tidak melihat Rasulullah menciummu, maka aku tidak akan menciummu pula” (HR Bukhari dari Abis bin Rabi’ah RA).

     Kemudian oknum DPP PDS yang miskin bahasa itu melanjutkan hujatannya: “Apakah masuk di akal bahwa Allah yang adalah pencipta langit dan bumi beserta isinya, baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan, mempunyai RUMAH atau BAIT di dunia ini?... Yang benar adalah Alkitab, bahwa Allah tidak punya rumah di dunia ini...”

      Sepenggal tulisan ini membuktikan bahwa oknum DPP PDS itu tidak memahami agama, baik agama Islam maupun Kristen. Bila memiliki wawasan yang cukup tentang kitab suci, dia tidak akan sesemberono itu. Sebab istilah Baitullah (rumah Allah) atau Bethel, bukan berarti rumah tempat tinggalnya Allah.

     Istilah ini sebetulnya bukan monopoli Islam, karena sudah akrab dalam bahasa teologi para Nabi dan Rasul. Dalam Bibel sering disebut-sebut istilah “Bait Allah.”

“Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau” (Mazmur 5:8).

   “Dengarlah kiranya akan seru doaku apabila aku berteriak kepada-Mu, apabila aku menadahkan tanganku ke tempat kaabah-Mu yang suci itu” (Mazmur 28:2, TL).

Dalam Matius 21:12 diceritakan bahwa Yesus mensucikan Bait Allah. Injil Matius 24:1 menceritakan Yesus keluar dari Bait Allah.

“Bait Allah” atau rumah Allah adalah istilah metafora. Apabila istilah ini diartikan sebagai rumah tempat tinggalnya Tuhan dalam arti hakiki, lalu diartikan apa ayat Bibel di bawah ini, yang menyatakan bahwa manusia adalah Bait Allah?

“Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakah Bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab Bait Allah itu kudus dan Bait Allah itu ialah kamu” (I Korintus 3: 16-17).

    Jika pisau analisa DPP PDS itu dipakai untuk menafsirkan ayat di atas, maka berarti bahwa rumah tempat tinggalnya Tuhan adalah manusia. Jika manusia meninggal dunia semua, maka rumah Tuhan akan binasa. Lalu apakah Tuhan kemudian tidak punya rumah?

    Persoalan kiblat dalam ibadah sebetulnya bukan suatu keanehan. Sebab para nabi dan rasul sebelum Muhammad SAW pun telah mengamalkannya. Mereka berkiblat ke arah tertentu sesuai dengan ketetapan Allah. Perjanjian Lama menyebutkan para nabi terdahulu berkiblat ke Yerusalem. Tiga kali sehari mereka berlutut, berdoa serta memuji Tuhan menghadap Yerusalem. Dalam Alkitab terjemahan lama, istilah “Baitullah” diterjemahkan menjadi “kaabah” Tuhan.

    “Tetapi akan Daniel, jikalau diketahuinya akan hal surat itu sudah dimeteraikan oleh baginda sekalipun, masuklah juga ia ke dalam rumahnya, yang pada alayatnya adalah tingkap-tingkap terbuka ke kiblat Yeruzalem dan pada sehari tiga kali bertelutlah ia dan meminta doa dan mengucap syukur kepada Allahnya, seperti biasa dibuatnya dahulu” (Daniel 6:11, TL).

     “Maka oleh karena kaabah-Mu yang di Yeruzalem segala raja akan menyampaikan persembahan kepadamu” (Mazmur 68:30, TL). “Maka kataku: Bahwa aku sudah dibuang dari hadapan mata-Mu; kendatilah aku juga akan memandang pula kaabah kesucian-Mu” (Yunus 2:4, TL).

       Meski para nabi itu berkiblat ke Yerusalem, tetapi Yesus tidak pernah menuduh mereka telah menyembah Yerusalem, bukan? Seharusnya, oknum DPP PDS ini mengikuti jejak Yesus, dengan tidak menuduh umat Islam menyembah Kabah. (timfakta-malang/majalahtabligh)

http://muhammadiyah-tabligh.or.id


http://forum.swaramuslim.com/more.php?id=4265_0_26_0_M



 
« Edit Terakhir: 20 Februari 2008, 18:37:57 oleh oomnya fahrel »

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #5 pada: 25 Januari 2008, 09:30:37 »
Katolik Asia Selatan Bertekad Sebarkan Budaya Alkitab di Asia

Rabu, 23 Januari 2008 

     Para pekerja Gereja Katolik berjanji untuk mengambil beberapa langkah guna menciptakan suatu "budaya Alkitab" di Asia Selatan yang multiagama
Hidayatullah.com--Sekitar 40 peserta termasuk para uskup dan imam ikut membuat keputusan itu dalam pertemuan Asia Selatan kelima dari Federasi Biblika Katolik (Catholic Biblical Federation/CBF) yang diakui Vatikan. Pertemuan itu berlangsung pada 2-5 Januari di Mumbai, 1.410 kilometer barat daya New Delhi.

     Pertemuan yang merupakan persiapan regional CBF untuk “Sinode Sabda Tuhan” pada 5-26 Oktober, kata Pastor Peter Abir, koordinator CBF Asia Selatan, sebagaimana dikutip UCA News.

     Sinode Vatikan itu akan dihadiri oleh uskup-uskup dari seluruh dunia. Pertemuan di Mumbai ini juga merupakan persiapan untuk sidang umum ketujuh CBF yang akan berlangsung 24 Juni hingga 3 Juli di Dar e Salaam, Tanzania, katanya seperti diberitakan United Catholic News (UCAN).

     CBF wilayah Asia Selatan meliputi Banglades, India, Negeri Nepal, Sri Lanka dan Pakistan.

     Sebuah pernyataan yang dikeluarkan pertemuan itu menggambarkan Asia Selatan termasuk dalam wilayah-wilayah yang paling menghadapi konflik di dunia. Di wilayah ini, pemerintah mengeluarkan proporsi yang lebih besar dari pendapatannya untuk senjata, sementara massa tetap buta huruf dan miskin.

     Menurut pihak Katolik, tantangan-tantangan di Asia Selatan “menuntut agar kita mempromosikan sebuah 'Budaya Alkitab' di komunitas-komunitas,”   :koran: :koran: tulis pernyataan itu. "Budaya seperti itu akan muncul melalui proses animasi, pelatihan, dan pembinaan. Dalam proses ini, individu, keluarga, dan komunitas menjadikan Sabda Allah sebagai pusat dalam kehidupan mereka,” lanjutnya.

     Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan di bidang sains dan teknologi di wilayah itu sangat kontras dengan kemiskinan yang meluas, terorisme, dan kekerasan, tulis pernyataan itu. Juga dicatat bahwa globalisasi menciptakan lebih banyak lapangan kerja, namun juga menimbulkan dampak-dampak buruk yang “mengancam" pribadi-pribadi manusia dan masyarakat.

     Peserta menegaskan bahwa Alkitab dapat berperan transformatif. Tetapi "kekuatan yang membebaskan” dapat dialami jika para uskup, imam, kaum awam, dan religius memiliki suatu hubungan pribadi yang mendalam dengan Allah dan berakar dalam pengalaman masyarakat menyangkut ketidakadilan, diskriminasi, pengucilan, kata mereka.

     "Yang sangat diperlukan adalah mengembalikan kembali Alkitab kepada umat dan mendorong mereka untuk membaca, mengaitkannya dengan situasi dan kehidupan mereka, dan dengan begitu mengembangkan sebuah spiritualitas biblis yang sejati,"   :ngemil2: :ngemil2: tulis pernyataan itu.

     Peserta juga mengidentifikasi adanya suatu kebutuhan untuk menjembatani jurang antara ilmuwan dan masyarakat biasa, dan memulai berbagai program pembinaan untuk mengembangkan para penggerak kaum awam, yang "sangat dibutuhkan" untuk mencapai sasaran dari budaya Alkitab itu.

     Mereka mendukung "semangat biblika yang efektif" dari para seminaris. Mereka juga mendukung bina lanjut religius dan klerus, yang meliputi pengembangan keterampilan kreatif melalui berbagai sarana modern dan seni kreatif untuk mengkomunikasikan kisah Yesus di wilayah Asia Selatan.

      Umat Kristen berjumlah kurang dari 2 persen dari total populasi Asia Selatan. Kaum Muslim mendominasi Pakistan dan Bangladesh, sementara umat Hindu merupakan mayoritas di Nepal dan India. Sri Lanka merupakan sebuah negara berpenduduk mayoritas Buddha.

[chtp/www.hidayatullah.com]

 http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6231&Itemid=1

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #6 pada: 20 Februari 2008, 18:14:51 »
Pemurtadan berkedok  Perkawinan

      Benarkah pacaran dan perkawinan pasangan beda agama semakin marak? Bagaimana jurus para makelarnya?

      Dalam tahajud, Pak Haji menangis pilu. “Ya Allah, bagaimana ini, dari ketiga anakku, salah satunya ada yang masuk Kristen.”Kamu masih mendingan, jawab Tuhan, “Aku Cuma punya satu anak, itupun Kristen semua!”
       
     Dulu, cerita ini hanya sekedar anekdot. Namanya juga lelucon, ya logika ceritanya jungkir balik. Pak Haji mengadukan anaknya yang murtad kepada Allah SWT, tapi yang menjawab malah “Tuhan Allah” versi Nasrani yang punya anak bernama Yesus. Akhirnya malah tuhan yang lebih sedih.
       
     Tapi kini, kisah kesemrawutan iman semacam itu nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan semakin subur dan terbuka saja.
       
     Pada hari raya Idul Fitri 1428 H lalu misalnya, Renny Yosnita Haryanti tak malu-malu lagi merayakannya bersama Gading Marten, sang pacar. Padahal, putri mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso Muslimah. Sedangkan anak pecandu shabu-shabu Roy Marten, Kristen. Karena itu bang Yos sebenarnya belum merestui hubungan asmara keduanya. Toh Renny dan Gading happy-happy saja.
     
     Demikian juga dengan pasangan Titi Kamal dan Christian Sugiono. Pasangan kekasih lain agama ini dulunya sempat ngumpet-ngumpet saat merayakan idul fitri bareng. Namun, setelah 8 tahun indehoy, mereka sudah tak risih lagi. Bahkan secara demonstratif di media massa menunjukkan kemesraan laiknya pasangan suami istri. Titi Kamal seolah alpa bahwa dia menyandang amanat orangtuanya agar hidup sebagai muslimah  insan kamil.
       
     Kasus Gading dan Titi dengan pasangan masing-masing, semakin menambah daftar pasangan pesohor yang berkubang dalam keintiman gado-gado iman. Mereka sepertinya hendak mengikuti jejak pasutri Jamal Mirdad-Lidya Kandaow, Yuni Shara-Henry Siahaan, Nia Zulkarnaen-Ari Sihasale, Cornelia Agatha-Sonny Lalwani, Nurul Arifin-Mayong Laksono, Ari Sigit-Rica Callebout, Jeremy Thomas-Ina Indrayati, Lola Amara-Frans Lingua, dsb.
       
     Di kalangan awam, tidak ada catatan pasti mengenai kecendrungan PBA (pernikahan beda agama). Yang jelas, fatwa MUI 1 Juni 1980 mengharamkan pernikahan beda agama di Indonesia. Tapi,  menurut Musdah Mulia, pada 1986 MUI DKI mengeluarkan fatwa sebaliknya. Hal ini lantaran dalam kurun 1985-1986 terjadi 327 kasus pernikahan beda agama di jakarta, yang diantaranya 117 adalah laki-laki non muslim dengan perempuan muslim. Namun pada 1994, fatwa MUI DKI itu dicabut.
       
     Penelitian Nuryamin Aini MA, pengajar Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah dan peneliti Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia UIN, mencoba melihat fakta PBA di Yogyakarta dengan data-data empiris sesuai sampel sensus penduduk tahun 1980. “Karena fenomena PBA makin marak, akhirnya saya meng-update data lama itu dengan meng-insert hasil sensus tahun 1990 dan 2000, “ katanya dalam wawancara dengan gembong JIL, Ulil Abshar Abdalla pada Junni 2003.
       
     Pada tahun 1980, terdapat 15 kasus menikah beda agama dari 1000 kasus pernikahan tercatat di Jogja. Pada 1990 naik menjadi 18 kasus tapi turun menjadi 12 kasus pada 2000.Lambertus Hurek dalam Blog-nya mengungkapkan, dari catatan perkawinan di gereja-gereja Katolik Jawa Timur pada Agustus 2006, sebanyak 40-60 persen diantaranya merupakan perkawinan campur.
       
     Baik berupa disparitas cultus, yakni orang Katolik nikah sama jemaat Kristen bukan dari Gereja Katolik, maupun mixta religio (orang Katolik dengan non-Nasrani termasuk Islam). Untuk menggenjot kawin gado-gado, kaum “SIPILIS”
(Sekulerisme-Pluralisme-Liberalisme) sangat gencar membudayakan PBA baik di tataran teoritis maupun praksis. Guna membiayai kampanye gila-gilaan ini, duit mereka sepertinya “tidak berseri” –maksudnya tak terhingga, saking besarnya dana yang disediakan pen.-Tuan-tuan di Amerika siap antar jaga (SIAGA) membeking mereka.
       
    “Larangan menikah Beda Agama antara perempuan Islam dengan lelaki non Islam tidak relevan lagi”, seru Ulil Abshar Abdalla (Kompas,18/11/2002).Sebab, katanya “semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar” (Gatra, 21/12/2002). “Mitos dari itu, kita perlu meruntuhkan mitos fikih yang mendasari larangan bagi perempuan muslim untuk menikah dengan laki-laki nonmuslim,” sambung Nuryamin Aini (Ijtihad Islam Liberal, JIL, 2005).
       
    Jungkir balik silat pikir silat lidah kaum Sipilis itu diwadahi dalam buku Fiqih Lintas Agama, yang diterbitkan Paramadina dengan sponsor The Asia Foundation (TAF) pada 2004. Paramadina mencetaknya tak cukup sekali. Namun, keberhasilan buku Fiqih Lintas Agama, kata Zuhairi Misrawi, bukan pada cetak ulangnya. “Melainkan pada dilaksanakannya isi buku ini, diantaranya dengan mewadahi kawin beda agama” tulis Misrawi dalam kontribusi artikelnya.
         
     Dengan dana milyaran rupiah dari TAF, Prof Dr Musdah Mulia dkk yang mengatasnamakan diri Tim Pangarusutamaan Gender Departemen Agama, sempat menyusun Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam. Bunyinya antara lain :Asas perkawinan adalah monogami (pasal 3 ayat 1), dan perkawinan di luar ayat 1 (poligami) adalah tidak sah dan harus dinyatakan batal secara hukum (pasal 3 ayat 2).

      Perkawinan beda agama antara muslim atau muslimah dengan orang non muslim disahkan (pasal 54). Depag kemudian memberangus draft ini dan menyatakannya sebagai proyek pribadi Musdah cs. Dalam praktiknya, menurut catatan Gatra (12 Maret 2005), Paramadina mulai mengawinkan pasangan beda agama sejak Oktober 2001. Tahun 2002 menikahkan 9 pasangan. Semester pertama 2003, mengawinkan 4 pasangan. Sampai awal Mei 2004, Pusat studi Islam Paramadina telah menikahkan 21 pasangan.
       
     Untuk Jaim –Jaga imej pen,- sejak 2004 Paramadina menghentikan pelayanan PBA. Namun secara teori mereka tetap memiliki ghirah tinggi mendukung kawin campur. Secara pribadi, sejumlah dosen Paramadina pun mengasongkan diri untuk memfasilitasi PBA, misalnya Dr. Zainun Kamal. Ia pula yang menikahkan pasangan pesihir Deddy Corbuzier yang Katolik dengan Kalina Octaranny yang muslimah.
       
     Ketika dihubungi Suara Islam via telepon Sabtu pekan lalu, Zainul mengaku terakhir kali menikahkan pasangan beda agama di daerah Anyer, Banten “Tidak pakai tarif, hanya ongkos transportasi biasa,” katanya sambil menolak menyebutkan nama pasangan tersebut.
       
     Perjuangan Paramadina dilanjutkan The Wahid Institute. Pasangan Adi Abidin dengan istrinya yang Kristen, menikah pada 2005 di kantor The Wahid Institute yang dipimpin Yenny Abdurahman Wahid. Sebuah gereja di Salatiga memfasilitasi pencatatannya. KH Husein Muhammad, pengasuh Pesantren Dar al Tauhid Arjawinangun, cirebon, bertindak sebagai wali nikah. “Kami mau menikahkan asal ada jaminan bisa dicatat di KCS,” kata Ahmad Suaedy, Direktur Wahid Institute, seperti dikutip Gatra (12 Maret 2005).”Tapi tidak menguruskan pencatatan”. Ucapnya.

Bersambung....

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #7 pada: 26 Februari 2008, 10:02:16 »
   Sambungan....  :)

    ICRP (Indonesia Conference on Religion and Peace) pun tak mau kalah. Masih dengan budi baik tuan-tuan TAF, lembaga ini membuka program konseling perkawinan sejak November 2005. Kini sudah ada 15-an pasangan berbeda agama yang datang meminta bantuannya.
     
     Pada Ahad, 9 April 2007, ICRP memfasilitasi pernikahan beda agama pasangan Muslim-Kristen.Caranya pun luar biasa, yakni ijab kabul ala Islam dan pemberkatan ala Kristen :o :o . Bertempat di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, pasangan itu melakukan akad nikah yang dihadiri orangtua masing-masing, keluarga, sanak famili, dan seratusan undangan.
     
     Ijab kabul dibimbing Prof. Dr Kautsar Azhari Noer, dosen pasca sarjana UIN Jakarta dan Paramadina. Dilanjutkan dengan pemberkatan nikah di tempat yang sama oleh Pendeta Dr. Kashodu, M. Th. Dari Gereja anggota PGI, sekaligus mencatatnya di Kantor Catatan Sipil. Tak berhenti sampai di situ, kaum Sipilis juga memamerkan rekaman dan testimoni pasangan beda agama yang konon perkawinannya bahagia.
     
    Misalnya dalam acara peluncuran dan diskusi buku Pernikahan Beda Agama: Kesaksian, Argumen Keagamaan dan Analisi Kebijakan terbitan Komnas HAM dan ICRP. Dalam hajatan yang digelar Komnas HAM di Jakarta awal Maret lalu itu, artis Nurul Qomaril Arifin menyatakan bahwa Mayong Suryo Laksono yang Nasrani, tidak ada masalah. “Ini sekadar manajemen perbedaan,” katanya senada dengan klaim pembicara Lies Sugondo, Chandra Setiawan (Komnas HAM) dan Musdah Mulia, Sekjen ICRP.
     
    Pada 7 September 2007 lalu, sejumlah pasangan PBA ditampilkan dalam dialog publik dan peluncuran buku berjudul “Tafsir Ulang Perkawinan Lintas Agama: Persepktif Perempuan dan Pluralisme” di Jakarta. Dalam acara yang diselenggarakan Lingkaran Pendidikan Alternatif untuk Perempuan (Kapal Perempuan) dengan dukungan duit dari New Zealand Agency for International Development, puluhan pasang pernikahan beda agama memberikan testimoni yang mengklaim bahwa perkawinan mereka bahagia.
     
    “Saya lahir dari pasangan suami istri yang berbeda agama. Ibu asal Banten, sangat Islam dan Ayah dari Yogyakarta, sangat Katolik. Dalam keluargapun banyak yang haji dan juga pastor. Kendati demikian, kami tidak pernah menjumpai perbedaan ataupun perselisihan atas nama agama.” Papar Ny Andra yang aktif di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wanita Katholik.
     
     Acara juga disemarakkan pemutaran film, “Kesaksian Pelaku Nikah Beda Agama”. Tak lupa hadir pula Zainul kamal, Musda Mulia, Abdul Moqshith Ghazali, Pdt. Ester Mariana GA, serta Romo Johannes Hariyanto SJ. Andra menambahkan, kedua orang tuanya dalam mendidik anak pun terbilang unik. “Setiap Rabu, kami belajar Islam kepada guru ngaji yang datang ke rumah, Minggunya diajak ke Gereja untuk memperoleh pengetahuan tentang agama Katholik.” Tuturnya.
         
    Ada gejala yang dilakukan non Muslim melalui perkawinan beda agama, tujuannya melakukan pemurtadan. Begitulah seperti yang diperingatkan Rasulullah SAW: “setiap anak dilahirkan dalam keadaan Muslim. Orangtuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi" . Celakanya, sepertinya kian banyak orang tua maupun calon ortu yang melahap ajaran perkawinan gado-gado rasa Sipilis  :toe: :toe: :toe: :toe:
 

Aya hasna, Suara Islam, Edisi 32, tanggal 23 Nov-6Des 2007

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #8 pada: 17 Maret 2008, 16:07:27 »
Tokoh Evangelis AS Serukan Penghancuran Islam



     Kebencian kalangan Kristen Radikal Amerika terhadap Islam memang sudah keterlaluan, beberapa saat lalu Thomas Tancredo,  anggota Senat AS menyerukan penghancuran Mekkah dan kali ini tokoh Evangelis di AS Rod Parsley , lagi-lagi melontarkan pernyataan provokatif. Parsley yang juga penasehat spiritual Senator John McCain-kandidat presiden AS dari Partai Repulik-menyatakan bahwa agama Islam adalah agama palsu dan menyerukan agar agama Islam dihancurkan.

      Ironisnya, McCain malah menyalami Parsley sementara pastor gereja terbesar di Ohio itu mengajak umat Kristiani "perang" melawan Islam dan menghancurkan Islam. Parsley memang pendukung utama McCain di wilayah Ohio. Pada 26 Februari lalu, saat berkampanye di Cincinnati dengan Parsley, McCain menyebut Parsley sebagai seorang "pembimbing spiritual" nya.

       Parsley, pemimpin World Harvest Church of Columbus yang memiliki sekitar 12.000 jamaah di AS ini, sudah menulis sejumlah buku berisi pandangan-pandangan keagamaan yang menunjukkan bahwa ia seorang fundamentalis.

      Dalam bukunya yang terbit tahun 2005 berjudul "The 2005 Silent No More" di bab "Islam:The Deception of Allah", Parsley mengingatkan bahwa ada perang peradaban antara Islam dan Kristen. Parsley juga menyebut Islam sebagai agama yang anti-Kristus dan mendesak AS agar mengobarkan Perang Salib baru untuk memusnahkan agama Islam.

      Hubungan McCain dengan Parsley dalam bidang politik sangat erat. Pada pemilu tahun 2004, gereja Parsley dianggap berperan besar dalam mendorong para penganut Kristen fundamentalis di AS untuk memberikan suaranya pada George W. Bush yang waktu itu menjadi kandidat presiden AS. Gereja Parsley pernah dituding terlibat dalam kasus-kasus penggelapan pajak tokoh-tokoh pro-Republik. (ln/presstv/eramuslim)

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #9 pada: 17 Maret 2008, 16:11:22 »
Suara Dari Amerika Hancurkan Makkah :woroworo: :woroworo:

     Anggota Kongres AS Thomas Tancredo mengusulkan untuk mengebom Makkah jika AS diserang. Memancing di air keruh, menyakiti hati umat Islam.

     Entah apa yang berkecamuk di benak Thomas Tancredo, anggota Kongres Amerika Serikat, asal Colorado. Dalam wawancara radio WFLA-AM, Orlando, Florida, Jumat dua pekan lalu (15/7), ia ditanya secara hipotesis tentang apa yang harus dilakukan AS jika beberapa kotanya diserang dengan senjata nuklir.

      Anggota Kongres dari Partai Republik ini menjawab, “Jika ini terjadi di AS, dan kita mengetahuinya sebagai perbuatan Muslim Ekstrem-Fundamentalis, Anda dapat menyerang tempat-tempat suci mereka.”

      Pat Campbell, sang pewawancara, bertanya untuk memperjelas, “Anda berbicara tentang mengebom Makkah?” Tancredo menjawab pasti, “Ya.”

      Penjelasan ini, ia perkuat kembali tiga hari berikutnya. Menurutnya, jawaban itu ia maksudkan sebagai upaya mencari metode yang dapat ditempuh AS dalam rangka mengantisipasi serangan mendatang. “Salah satu bentuk yang dapat dilakukan untuk mencegah berbagai serangan ini adalah menjelaskan bahwa terdapat kemungkinan tempat-tempat suci itu diserang,” demikian bunyi penjelasan pers itu.

       Pelecehan sekaligus ancaman terhadap Islam ini segera menyulut protes warga Muslim Amerika. Berbagai tokoh Muslim AS segera meminta Partai Republik di Colorado dan seluruh wilayah AS mengutuk pernyataan Tancredo. Mereka juga meminta agar ia minta maaf secara pribadi pada warga Colorado dan setiap Muslim AS atas pernyataannya.

      Bahkan, sebagaimana dilaporkan Aljazeera, Selasa (12/6), Komite Hubungan Islam-Amerika (CAIR) tengah berupaya mengatur pertemuan dengan Thomas Tancredo. Lembaga sipil Muslim terbesar di AS ini ingin mengetahui pasti maksud Tancredo.

      “Pernyataan Tancredo berbahaya dan tak layak (diucapkan) oleh seorang anggota Kongres,” kritik James Zaghbi, Direktur Hubungan Arab-Amerika. Menurutnya, perkataan seperti ini, jika keluar dari seorang tokoh dipilih akan berbahaya bagi upaya memerangi terorisme, selain tidak mencerminkan perasaan rakyat Amerika. Selain itu, tambah Zaghbi, ungkapan tak bertanggung jawab ini dapat memperluas kesenjangan hubungan antara AS dengan dunia Arab dan Islam.

      Lembaga Dewan Urusan Umum Muslimin bahkan meminta Presiden George W Bush dan lembaga Kongres untuk mengecam pernyataan tentang “penghancuran Makkah” oleh Tancredo. Protes keras juga datang dari Colorado, wilayah yang diwakili Tancredo. “Penjelasan Tancredo radikal dan tidak mencerminkan realitas,” ujar Mohammad Noorzai, Koordinator Dewan Muslim Colorado. Baginya, sosok manapun dalam posisi Tancredo, perlu berhati-hati dalam berkomentar, jika berkait dengan tempat suci dan teks agama.

Bersambung...

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #10 pada: 17 Maret 2008, 16:16:59 »
     Bukan hanya warga Muslim yang berang. Juru bicara anggota Kongres, Nancy Pelusi, yang memimpin minoritas demokrat di Kongres menilai pernyataan itu “tidak bertanggung jawab”. Anggota Kongres AS Thomas Tancredo mengusulkan untuk mengebom Makkah jika AS diserang. Memancing di air keruh, menyakiti hati umat Islam.

       Sebenarnya, seperti apa sosok Tancredo. Selama ini, ia dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang keras berkaitan dengan imigrasi dan kehadiran warga asing. Kabarnya, mengutip Islamonline, Rabu (20/7), ia bersiap terjun pada pemilihan presiden tahun 2008 mendatang mewakili partai Republik. Ia juga dikabarkan tengah mulai berkeliling guna menakar kekuatan dukungan untuk dirinya.

      Tancredo bukanlah orang pertama yang berpikiran untuk mengebom Makkah. Desember 2002 lalu, seorang perwira tinggi Israel meminta pemerintahnya mengumumkan niat menghancurkan kota suci Makkah dan Madinah di Arab Saudi jika Israel mendapat serangan nuklir dari negara atau kelompok Arab atau Muslim. Usulan ini dimuat dalam artikel berjudul “Ancaman Nuklir terhadap Israel”, yang dimuat dalam harian Haartz yang terbit di Israel. Penulisnya adalah perwira berpengkat kolonel dengan inisial M dan bekerja sebagai dosen di sebuah institut militer Israel.

      Kabarnya, seperti dinyatakan koresponden Haartz pada desk militer, Aminon Barzlai, negara Zionis ini mempunyai 100-400 hulu ledak nuklir yang bisa dilontarkan dari darat, laut dan udara. Selain Israel, Ritch Louri, editor majalah National Review yang terbit di AS, juga pernah mengusulkan untuk menyerang Makkah dengan senjata nuklir. Ide itu dituangkan pada tulisannya yang dimuat dalam edisi internet, Maret 2002 lalu.

“Seandainya kita punya bom ‘aman’ yang bisa menjamin pembatasan kehancuran hanya pada titik serangan, kita akan letakkan Gaza dan Ramallah dalam daftar target,” tulis Louri, sebagaimana dikutip harian Al-Wathan yang terbit di Arab Saudi. Setelah semua ini, pertanyaan yang layak diajukan, dalam posisi apakah umat Islam saat ini?

      Di satu sisi terancam dan terintimidasi, namun di sisi lain dicap teroris. Persis seperti kata pepatah, sudah jatuh ketiban tangga. “Kalau mereka mau menyerang Makkah, berarti mereka mengobarkan perang Salib lagi. Nggak ada masalah. Asal umat Islam sadar bahwa mereka itu memusuhi dan memerangi Islam,” ujar KH A Cholil Ridwan, wakil ketua Komite Solidaritas Islam Indonesia (KISDI).

      Lima belas abad silam, kabar tentang bakal diserangnya Makkah, dalam hal ini Baitullah, telah diwartakan oleh Rasulullah saw. “Sungguh Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan, sehingga apabila pasukan tersebut telah sampai pada sebuah padang pasir, maka bagian tengah pasukan itu ditelan bumi. Maka berteriaklah pasukan bagian depan kepada pasukan bagian belakang, dimana kemudian semua mereka ditenggelamkan bumi dan tidak ada yang tersisa, kecuali seseorang yang selamat, yang akan mengabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka,” (HR Muslim, Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah). Peristiwa ini, meskipun tidak disebutkan pelakunya maupun waktunya, juga menjadi salah satu tanda kiamat.

Bagi umat Islam, sunnatullah selalu menegaskan, kemenangan adalah milik kebenaran dan keadilan, meski datangnya kadang belakangan. (Sabili)

M. Nurkholis Ridwan 

Jangan Percaya Ahli Kitab, Tapi Jangan Kau Ingkari



Keterangan Gambar : Papan Anti Islam di berbagai Gereja di Amerika serikat

http://swaramuslim.net/more.php?id=5890_0_1_0_M

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #11 pada: 19 Maret 2008, 09:42:10 »
Fatwa Ulama vs Fatwa Sipilis

Haram
     
      Larangan muslimah menikah dengan laki-laki non muslim sudah menjadi Ijma’ ulama dengan dalil-dalil yang sangat meyakinkan seperti QS 60:10. Buku Ensiklopedia Ijma’ yang diterjemahkan oleh KH Sahal Mahfudz juga menyebutkan bahwa soal ini termasuk masalah ijma’ yang tidak menimbulkan perbedaan di kalangan kaum Muslim,
       
      Fatwa MUI 1 Juni 1980 dan UU No. 1 tahun 1974 juga menegaskan keharaman pernikahan muslim dengan pasangan beda agama. Pasal 2 UU tersebut menyatakan: “Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.”
       
      Memorandum Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyatakan : “Perkawinan tidak sah kecuali atas persetujuan kedua belah pihak, dengan tetap memegang teguh keimanannya kepada Allah bagi setiap muslim, dan kesatuan agama bagi setiap muslimat.”

“Halal”
       
    Musdah Mulia cs dalam Counter Legal Draft Kompilasi hukum Islam pasal 54: “Perkawinan beda agama antara muslim atau muslimah dengan orang non muslim disahkan.”
       
      Pasal 16 Deklarasi Universal HAM : “Laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa dengan tidak dibatasi kebangsaan, kewarganegaraan atau agama berhak untuk menikah dan untuk membentuk keluarga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam soal perkawinan dan disaat perceraian.Selanjutnya, ditegaskan bahwa perkawinan hanya dapat dilaksanakan berdasarkan pilihan bebas dan persetujuan penuh kedua mempelai.”
       
     “Maka dari itu, kita perlu meruntuhkan mitos fikih yang mendasari larangan bagi perempuan muslim untuk menikah dengan laki-laki non muslim…Isu yang paling mendasar dari larangan PBA (Perkawinan Beda Agama –Red) adalah masalah sosial politik. Hanya saja, ketika yang berkembang kemudian adalah logika agama, maka konteks sosial politik munculnya larangan PBA itu menjadi tenggelam oleh hegemoni cara berpikir teologis” (Nuryamin Aini dalam Ijtihad Islam Liberal,JIL, 2005) Source : Ibid

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #12 pada: 19 Maret 2008, 09:50:08 »
“Bu, Bolehkah Saya Masuk Katolik?”

      Pasangan Binyo-Diba adalah salah satu responden penelitian perkawinan beda agama yang dilakukan Tim Peneliti ICRP  pada 2006. Mereka pasangan yang aktif di komunitas Anand Ashram yang sudah difatwa sesat oleh MUI. Binyo yang Katolik dan Diba yang Islam, sepakat untuk membesarkan anak-anak melalui penanaman budi  pekerti dan moral. Apa agama Amadeus dan Inayat Khan –anak-anak mereka – kelak, diserahkan kepada hati nurani masing-masing bocah.

      Anak kedua, Inayat Khan boleh ikut pengajian di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA). Hanya saja setiap pulang mengaji Diba selalu “menyeleksi” pelajaran yang telah diterimanya di pengajinan. Kalau berbau “fundamentalis” langsung diberangusnya dengan ajaran pluralis.

     Jika Natal tiba, Deus dan Khan turut merayakan bersama ayah dan keluarga kedua orang tuanya. Tak jarang kakek nenek mereka mengajak ke sekolah Minggu gereja.
Hasilnya? :hmmm: :hmmm:

      Suatu hari, teman Amandeus bernama Bernard, berkunjung ke rumah mereka. Bernanrd tercengang dan bingung melihat suasana rumah yang penuh dengan hiasan simbol-simbol agama dan tuhan dari berbagai agama dan kepercayaan.

Kata Bernard, “Tuhan kamu kan Allah, kalau Bernard tuhannya Yesus.”

Tapi kan Yesus tuhan aku juga,” tukas Amadeus, sambil mengadu ke ibunya: Ma, Tuhan Yesus itu tuhan kakak juga kan?”

“Iya,” jawab Diba.

      Fragmen tragis-komis seperti itu juga terjadi di keluarga pasangan Bimo Nugroho-Taty Apriliyana. Bimo yang Direktur Institute Study Arus Informasi (ISAI), menolak tawaran orangtua Taty untuk masuk Islam ketika melamar pacarnya yang berjilbab itu.

“Pak, saya ini orang Katolik. Tapi ke gereja seminggu sekali saja bolong-bolong, apabila masuk Islam dan harus salat lima kali sehari. Wah, saya pasti lebih banyak berdosa bila masuk Islam daripada tetap di Katolik,” kata Bimo.

      Tanpa restu ortu Taty, mereka akhirnya nekad menikah dan dikaruniai anak. Taty, seperti dilaporkan Gatra (8/10/05), menuntut untuk mendidik anaknya dengan cara Islam, sebagaimana dikehendaki orangtuanya. Bimo OK saja, “Aku tidak keberatan anak-anak dididik dengan cara Islam, namun bila dia dewasa dan mau memilih agamanya sendiri, kamu tidak berhak menentukan dia harus masuk Islam”, katanya kepada sang istri.

      Hingga suatu saat, Sumba kecil anak mereka yang selalu Taty ajari dengan pendidikan Islam, bertanya kepada Ibunya, “boleh nggak saya masuk Katolik untuk menemani Ayah?” (Ah) –dengan sedikit modifikasi pen.- source ibid.


Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #13 pada: 28 Maret 2008, 13:31:41 »
Ribuan Orang Unjuk Rasa di Amsterdam, Protes Wilders
Oleh : Redaksi 25 Mar, 08 - 6:00 am


       AMSTERDAM -- Ribuan pengunjuk rasa, Sabtu (22/3), mengguncang Amsterdam, Belanda. Mereka memprotes film anti-Islam besutan politikus Belanda, Geert Wilders.

     Para pengunjuk rasa yang berasal dari beragam agama dan ras yang tergabung dalam ''Netherlands Shows Its Colors'' itu mendesak pemerintah Belanda berbuat sesuatu demi kepentingan negara yang lebih luas. ''Kita tidak bisa lagi hanya berdiam diri karena saat ini ada iklim kebencian dan ketakutan di Netherland,'' tegas Rene Danen dari Netherland Shows Its Colors.

     Kepolisian Amsterdam memperkirakan sekitar dua ribu hingga tiga ribu orang ikut dalam aksi demo yang berlangsung damai di lapangan Amsterdam.

     Spanduk bertuliskan ''Bergandengan tangan melawan pemfitnah sayap kanan yang populis'' dan ''Hentikan Fitnah Terhadap Islam'' berkibaran di antara para pengunjuk rasa. Mereka juga melontarkan kalimat yang mendesak pemerintah berbuat lebih untuk menghentikan Wilders.

      ''Pemerintah sebetulnya dapat berbuat lebih. Menjadi kepentingan negara untuk menghentikannya, dan melarangnya,'' kata Hassan Iaeti, yang sengaja menempuh perjalanan beberapa jam dari bagian selatan Belanda untuk dapat mengikuti aksi demo di Amsterdam. ''Saya yakin Wilders telah melecehkan kebebasan berekspresi. Anda bisa mengkritik umat Muslim itu sendiri, tetapi tidak pada agama dan Nabi yang menjadi keyakinan mereka,'' lanjutnya.

     Sejauh ini belum jelas benar apa sebenarnya isi film Fitna. Tetapi Wilders mengatakan film itu menggambarkan kitab suci Alquran sebagai kitab fasis dan bahwa Islam adalah musuh kebebasan. Wilders yang juga anggota parlemen dan ketua Partai Kebebasan itu minggu lalu juga mengatakan akan merilis filmnya paling lambat 1 April.

      Film berdurasi 15 menit itu dapat di lihat melalui situs www.fitnathemovie.com yang dibuatnya setelah stasiun televisi Belanda tidak ada yang berminat menayangkan filmnya. Wilders sebelumnya juga dipaksa membatalkan jadwal konferensi persnya menyusul tingginya biaya keamanan yang harus ditanggungnya. ''Ini bukan lelucon April Mop tetapi film pendek Fitna akan bisa dilihat di internet dalam waktu singkat, mungkin sebelum 1 April,'' tulis Wilders dalam situs resmi partainya.

       Sebelumnya, Perdana Menteri Belanda, Jan Peter Balkenende mengatakan meski tidak sepakat dengan pandangan Wilders tetapi pemerintah tidak bisa melarangnya terkait dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat yang dimiliki Wilders. Pada saat yang sama pemerintah mengakui kekhawatiran mereka terhadap reaksi balik dari film itu.

     Pemerintah juga berada dalam tekanan kuat para pemimpin umat beragama. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pemuka Muslim, Kristen, dan Katolik disebutkan mereka akan mengunjungi negara-negara Muslim sebagai usaha untuk menunjukkan mereka menjaga jarak dengan Wilders. Mereka juga menyebut film Wilders sebagai sebuah tindakan provokatif.

      Para Pengacara Muslim Belanda yang tergabung dalam Federasi Islam Belanda juga membawa keberatan mereka ke jalur hukum. Mereka mendesak pemerintah mendirikan satu panel khusus untuk mempelajari film itu dan menemukan alasan untuk melarang peredarannya. Juru bicara pengadilan distrik Den Haag, Paula Koning, minggu lalu mengatakan sidang pertama dari kasus ini akan digelar 28 Maret. (ap/afp/lan/RioL )

Source Swaramuslim

« Edit Terakhir: 28 Maret 2008, 13:35:51 oleh oomnya fahrel »

Offline oomnya fahrel

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2007
  • Tulisan: 12.300
  • Lokasi: Bumi Allah
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kage Mane no Jutsu
    • Lihat Profil
    • Open house
« Jawab #14 pada: 24 Agustus 2009, 10:08:56 »
Al Qur’an Palsu Van Amerika


          [justify]Semua orang mudah membedakan antara gigi palsu dan gigi sebenarnya, atau kaki palsu dan kaki sebenarnya. Tapi, jika yang dipalsukan itu  kandungan Al Qur’an, tak semua orang bisa langsung mengetahuinya.

         Logika seperti inilah yang dipakai dua penerbit asal Amerika Serikat (AS), Omega 2001 dan One Press, yang baru-baru ini dengan sengaja mengedarkan Al Qur’an palsu di Timur Tengah. Tujuannya, apalagi kalau bukan menyesatkan umat Islam.

         Al Qur’an palsu tersebut dicetak dengan hard cover dan diberi label “Furqanul Haq” dalam huruf Arab, serta “True Furqon” dalam huruf latin. Tebalnya 366 halaman.

        Nah, rupanya para pemalsu ini lupa bahwa takdir tak selamanya berjalan berdasarkan logika manusia. Kuasa Allah Subhannallah Wa Ta’ala (SWT) jauh melampui logika mereka. Rencana busuk itu pun terkuak.

         Ihwal terkuaknya kasus ini bermula dari penelitian Fact International Studies and Research. Hasil penelitian ini bahkan sempat dipublikasikan. Kaum Muslim pun segera mafhum bahwa ada upaya sengaja untuk menyesatkan mereka dari Al Qur’an.

          Beberapa kandungan Al Qur’an yang dipalsukan dalam kedua kitab ini adalah nama surat, teksnya dan terjemahannya. Sebagai misal, empat surat dalam kitab ini tak dikenal dalam Al Qur’an; yaitu At Tajassud (Penjelmaan), Al Iman (Keyakinan), Al Muslimoon (Orang-orang Muslim), dan Al Wasaya (Perintah Tuhan).

          Selain itu, kedua kitab ini mengganti kalimat Basmallah pada setiap surat dengan “Bismil Abi, wal Ibni, waruuhil Quds” (dengan nama bapak, anak, dan roh kudus), sebuah konsep Trinitas yang tak dikenal dalam Islam.

          Munculnya The True Furqon atau Al Furqon Al Haq, sebetulnya bukan kabar baru. Kedua kitab ini telah disosialisasikan jauh hari sebelumnya, bahkan sudah ada sejak lima hari sebelum meletusnya tragedi 11 September 2001.

          Orang yang begitu antusias memasyarakatkan kitab palsu ini pada saat itu adalah Dr Anis ‘Al Mahdi’ Shorrosh melalui situs Truth in Crisis.

         Awalnya, kandungan kedua kitab sesat ini hanya bisa diakses melalui internet. Namun sejak tahun 1999, artikel-artikel dalam situs internet tersebut muncul dalam bentuk buku berbahasa Arab dan Inggris.

         Buku ini diterbitkan oleh Wine Press Publishing dengan ISBN 1579211755 dan dijual dengan harga $US 16.04 dollar melalui situs Amazon.com. Alamat penerbit adalah Omega 2001 PO BOX 293627 Sacramento, CA 95829.

            Beberapa tahun kemudian, tepatnya 2002, kitab ini justru beredar di tanah Jawa, Indonesia. Kasus ini meruyak ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendapat kabar bahwa beberapa pondok pesantren telah dikirimin kitab-kitab menyesatkan ini oleh orang-orang tak dikenal. Dan, baru-baru ini kitab-kitab menyesatkan tersebut telah ditemukan pula di Amman, Yordania, dan Kuwait.[/justify]

Cholis Akbar/Suara Hidayatullah

Suara Hidayatullah | Juni 2009 | Jumadil Tsani 1430