Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Bolehkah Kita Membatalkan Komitmen...?  (Dibaca 1286 kali)


Offline Juice Power

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 38
    • Lihat Profil
« pada: 12 Mei 2006, 21:47:45 »
Assalamu'alaykum...

Sebelumnya salam kenal,

Ana mahu tanya, apakah kita boleh membatalkan komitmen untuk menuju suatu pernikahan/ rumah tangga?

Kalau boleh bagaimana sebaiknya cara kita untuk mengungkapkannya agar akhwat/ikhwan tersebut dapat memahaminya. Ana lagi ta'aruf sama seseorang akan tetapi disisi lain ana di sukai sama seseorang bahkan dia sering mengungkapkannya pada ana dan menginginkan untuk bisa mengkhitbahnya. Akhwat tersebut sudah lama suka pada ana dan ia tidak mengetahui kalau ana sedang ta'aruf dengan seseorang bahkan insyaAllah sudah komitmen untuk ke pernikahan. Hati ana merasa tidak nyaman, ia sudah terlalu baik pada ana bahkan dia bilang kalau ia terbuka untuk ana. Ana merasa tidak nyaman.... terkadang terpikir untuk datang mengkhitbahnya namun ana merasa bersalah jika hal ini terjadi karena ana sedang proses dengan seseorang.

Jika komitmen tersebut di batalkan dosa/ dapat dimaafkan atau tidak?

InsyaAllah demikian dulu
Terimakasih

Wa'assalamu'alaykum...

Offline ayyashiyahya

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 12.068
  • Lokasi: Kemayoran poreper!
  • Jenis kelamin: Wanita
  • Khoirukum Anfauhum Linnas
    • Lihat Profil
    • Ghandokkoe Ngepul
« Jawab #1 pada: 12 Mei 2006, 21:58:58 »
namanyah ana yah ? :P :P

satu-satu ajah duluh dijalanin. Emang komitmenyah samah akhwat itu sampe manah? udah khitbah yah? namanyah komitmen nikah itu pan dibuat oleh kedua belah pihak jadi keputusanyah enggak mboleh merugikan salah satu pihak, win win solution gituh...
udah ah! inih ajah komentarnyah ini mah mbikin luka hati sayah kambuh deh

Offline Juice Power

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 38
    • Lihat Profil
« Jawab #2 pada: 12 Mei 2006, 22:15:56 »
namanyah ana yah ? :P :P

Salah tulis ukh, namanya ayyash :P :P

satu-satu ajah duluh dijalanin. Emang komitmenyah samah akhwat itu sampe manah? udah khitbah yah? namanyah komitmen nikah itu pan dibuat oleh kedua belah pihak jadi keputusanyah enggak mboleh merugikan salah satu pihak, win win solution gituh...
udah ah! inih ajah komentarnyah ini mah mbikin luka hati sayah kambuh deh

Terimaksih... dan maaf kalau dah membuat kambuh luka hati mbak... 

Offline mozza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.470
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 12 Mei 2006, 23:46:29 »
Kalo masih proses taaruf, menurut mozza boleh2 saja membatalkan komitmen untuk menuju suatu pernikahan/ rumah tangga.

Cara mengungkapkannya :
- Berusaha memahami dirinya,
- Ucapkan maaf secara ikhlas,
- Jelaskan alasan pembatalan secara simple dan jelas,
- Jangan memutuskan tali silaturahmi...

wasalam
A good word is better than silence and silence is better than evil talks!


Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 13 Mei 2006, 00:21:27 »
uhm..........ga kebayang...gmn rasanya yah memutuskan komitmen.......
dan bagaimana yg terluka....

Astaghfirullah.......

klo menurut saya...lebih baik antum lanjutkan saja komitment antum...
sedangkan akhwat yg sudah terlanjur suka ma antum..antum bicarakan dengan terbuka...

menurut saya jika posisinya seperti itu
yg akan lebih sakit/terluka adalah yg diputuskan komitment
ketimbang akhwat yg belum mempunyai komitment sama antum.....

Offline mozza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.470
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 13 Mei 2006, 00:52:10 »
Dimana2 jadi pihak yg dirugikan pasti tdk enak & sakit hati.

Ingatlah pepatah bahwa "Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau dan lebih indah."

Jangan sampai stlh memutuskan komitment dan berkomitment dengan yg lain lagi tp kemudian merasa bahwa komitment yg ini juga tidak cocok.... ;)
 
A good word is better than silence and silence is better than evil talks!


Offline ronnie_brainsstar_jr

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.550
  • Lokasi: Jatinangor
  • Jenis kelamin: Pria
  • JIHAD FI SABILILLAH.......... ALLAHU AKBAR!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 13 Mei 2006, 01:02:17 »
Antum cobalah untuk berhati-hati. Karena Rosul sangat membenci seseorang yang menyakiti hati seorang wanita. Apakah antum ingin dimusuhi oleh Rosul di akherat kelak karena antum telah melukai oerasaan seseorang akhwat?

Untuk masalah ini, coba antum pahamkan kepada yang suka atau yang belum berkomitmen dengan antum. Klo dia mencintai antum karena keimanan antum, carikan ikhwan lain yang memiliki keimanan serupa. Klo dia menginginkan antum selain ingin keimanan antum, rasanya lebih baik ditolak, karena itu adalah nafsu. Dan ane menangkap anum melepaskan komitmen karena ingin berbalas budi. Apakah cinta itu merupakan kompromi? No, Love is the way to go the Surga Illahi. Ok?? O0 O0 O0 O0
Rasulullah bersabda:
"Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mjuahid yang selalu memperjuangkan agama Allah SWT, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang nikah demi menjaga kehormatan dirinya" (HR. Thabrani)

http://saleropadang.wordpress.com

Offline bambang_tcsk

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 251
  • Lokasi: kediri-jawa timur
  • Jenis kelamin: Pria
  • Yuk kita berburu ilmu,yuk.....
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 13 Mei 2006, 02:32:15 »
beri penjelasan secara bijak kepada teman anda tersebut,saya yakin dia akan bisa mengerti bila itu adalah yg terbaik untuk anda O0.
Allah melihatku, Allah bersamaku, dan Allah melindungiku.

Offline Juice Power

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 38
    • Lihat Profil
« Jawab #8 pada: 13 Mei 2006, 07:13:21 »
@mozza
Terimakasih yah....

@Scorpion14
Iyah insyaAllah dan sepertinya memang demikian

@ronnie_brainsstar_jr
Terimakasih  O0

@bambang_tcsk
Terimakasih :)

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #9 pada: 13 Mei 2006, 07:21:46 »
trus skrg langkah apa yg mo antum ambil ?

Offline Juice Power

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 38
    • Lihat Profil
« Jawab #10 pada: 13 Mei 2006, 07:34:14 »
insyaAllah ana tidak memutuskan apa yang sudah ada dan insyaAllah mahu kerumah siy akhwat minta kejelasan dari ortunya (kapan dan atau bagaimana?). Dan berbicara baik-baik pada akhwat tadi kalau ana insyaAllah sedang dalam proses ke sana dengan seseorang, mohon maafkan saya jika selama ini ada salah.

Tolong akh beri masukan thread berikut:

http://myquran.org/forum/index.php/topic,3324.0.html

Offline Scorpion14

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 11.244
  • Lokasi: Bandung
  • Jenis kelamin: Pria
  • Ya Allah... jadiknlah aku trmsuk orang2 yang sabar
    • Lihat Profil
« Jawab #11 pada: 13 Mei 2006, 07:35:45 »
Alhamdulillah...saya jg mohon maaf klo ada salah ;)

Offline MRA

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 144
  • Lokasi: Banjarbaru
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #12 pada: 13 Mei 2006, 09:37:48 »
tanggung ajah dosanya...
Mulfasli Rahmi Ainun

Offline AQie2 (^_^)

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.254
  • Lokasi: Bumi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #13 pada: 13 Mei 2006, 21:10:22 »
Kalau dari aqie sndiri sih sarannyah beginih ajah:
lanjutkan lah pernikahannyah..... Soalnyah yang sedang JP ta'aruf adalah yang JB niatin. Kasian klo misal udah jauh trus dibatalin sepihak....bisa sakit hati ga ketulungan klo mnurut Aqie pribadi sih....

Klo akhwat yang satu lagih (yang udah buka2an tntang hart-pilling nyah).... jelasin ajah, mungkin memang blum jodohnyah ada di JP. Berikhtiar dan bersabar lagih sajah.....insyaAllah akan mndapatkan ikhwan yg pantas untuk anti.

Aaammmiiiin.......



Klo memang sudah bgituh sih, ya sukur lah....
Belajar

Offline Juice Power

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 38
    • Lihat Profil
« Jawab #14 pada: 13 Mei 2006, 21:41:54 »

Offline AQie2 (^_^)

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.254
  • Lokasi: Bumi
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #15 pada: 13 Mei 2006, 22:00:58 »
hari ini dia marah-marah akhi....

http://myquran.org/forum/index.php/topic,3361.0.html
Be wise and gentle men ajah........
inihlah pilihan mu, seharusnyah liau-bliau mnghormati  pilihan mu ituh......

"Memang kadang2, jalan hidup ituh tdk sesuai dgn impian..... mungkin bgituh ukhti.... yakin lah disanah ada yg menjadi jodoh mu", "Aku sudah menentukan pilihan. Pulanah adalah pilihan ku"..... katakan dgn nada nyadarkan, insyaAllah dia bisa mngerti.
Belajar

Offline Juice Power

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 38
    • Lihat Profil
« Jawab #16 pada: 13 Mei 2006, 22:04:42 »
Terimakasih akhi... O0

Offline merpati putih

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 14
    • Lihat Profil
« Jawab #17 pada: 14 Mei 2006, 09:43:34 »
"kecenderungan hati" akh sendiri lebih besar pada akhwat yang mana...?
yang udah proses atau yang belum..
 mungkin bisa dijadikan pertimbangan u ke depannya dalam pernikahan.

Offline aya

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 17
    • Lihat Profil
« Jawab #18 pada: 14 Mei 2006, 10:10:44 »
cobalah berhati-hati dalam memutuskan...klo aku..jalani dulu yang lagi taaruf...dan beri pengertian dg baik sama temen antum...sangat perih lho rasane klo ditolak sepihak tu....

Offline ronnie_brainsstar_jr

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.550
  • Lokasi: Jatinangor
  • Jenis kelamin: Pria
  • JIHAD FI SABILILLAH.......... ALLAHU AKBAR!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #19 pada: 14 Mei 2006, 21:27:21 »
ISTIKHORAH AJA O0 O0 O0
Rasulullah bersabda:
"Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mjuahid yang selalu memperjuangkan agama Allah SWT, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang nikah demi menjaga kehormatan dirinya" (HR. Thabrani)

http://saleropadang.wordpress.com

Offline Juice Power

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 38
    • Lihat Profil
« Jawab #20 pada: 14 Mei 2006, 22:06:29 »
@all....

Ana memutuskan untuk menolak karena waktunya mepet banget.... dan insyaAllah komitmen yang sudah terjalin tidak akan berubah :)

Mohon maafkan ana ukhti.... ana tahu kemungkinan besar Antuna sedih :'(, apalagi Antuna seorang akhwat, maafkan saya....  ;) kalau kita jodoh insyaAllah kan bersatu jua ^-^


@ronnie_brainsstar_jr
gak diberi waktu lama, selama ini bingun...

Offline ronnie_brainsstar_jr

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.550
  • Lokasi: Jatinangor
  • Jenis kelamin: Pria
  • JIHAD FI SABILILLAH.......... ALLAHU AKBAR!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #21 pada: 14 Mei 2006, 22:13:23 »
Masa ga ada waktu? Slama ini mang dipakai buat apa?? >:( >:(
Rasulullah bersabda:
"Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mjuahid yang selalu memperjuangkan agama Allah SWT, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang nikah demi menjaga kehormatan dirinya" (HR. Thabrani)

http://saleropadang.wordpress.com

Offline Juice Power

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 38
    • Lihat Profil
« Jawab #22 pada: 14 Mei 2006, 22:31:04 »
@ronnie_brainsstar_jr
Maaf akhi...
Coba di baca lagi awal threadnya...

Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #23 pada: 15 Mei 2006, 12:16:44 »
pindah ke forum taaruf, okeeee

Offline ronnie_brainsstar_jr

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.550
  • Lokasi: Jatinangor
  • Jenis kelamin: Pria
  • JIHAD FI SABILILLAH.......... ALLAHU AKBAR!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #24 pada: 18 Mei 2006, 05:04:37 »
Maksud ane, setiap malam antum kemana? Kenapa tidak sempat untuk bersujud meminta petunjuk dalam istikhorahmu?? Githu......
Rasulullah bersabda:
"Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mjuahid yang selalu memperjuangkan agama Allah SWT, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang nikah demi menjaga kehormatan dirinya" (HR. Thabrani)

http://saleropadang.wordpress.com

Offline Hakeem bin Zain

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 1.495
  • Lokasi: Bandung Kota Kembang
  • Jenis kelamin: Pria
  • Patuh pada kehendak Tuhan-nya
    • Lihat Profil
    • Catatan kecil untuk kearifan bersama
« Jawab #25 pada: 18 Mei 2006, 05:46:06 »
khitbah saja bisa dibatalkan dengan alasan tertentu (dan jelas) apalagi hanya sekadar komitmen yang belum tentu status hukumnya (masih boleh menerima pinangan pihak lain), sebelum melangkah  ke yang lebih jauh alangkah baiknya kita tata niat dulu

Offline yonna

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 2.336
  • Lokasi: WIB
  • Jenis kelamin: Wanita
  • ngeng ngeng brum brum
    • Lihat Profil
« Jawab #26 pada: 18 Mei 2006, 09:14:20 »
Berpikir yg benar dan matang sebelum mengambil keputusan/tindakan....kalau gak sanggup terikat komitmen maka jangan mengajak orang lain utk berkomitmen dulu......kasian kalo si perempuannya dan keluarganya udh serius dan menyambut niat baik antum, tapi pada akhirnya antum memutuskan utk gak melanjutkan komitmen....sakit hati kan?! :)

Saran: kejadian ini cukup sekali aja, jgn sampai berulang utk kedua kalinya, krn kalo sampai terulang, kuatirnya nama baik antum tercemar krn senang membatalkan komitmen....maaf cuma mengingatkan :)


Seseorang berhasil karena Kemauan, Kemampuan, Kerja keras, Kesempatan dan Keberuntungan

Offline sahara

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 9
  • Lokasi: Yogya
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #27 pada: 20 Mei 2006, 19:37:14 »
Assalamualikum ww. :)
Ara coba sedikit memberi masukan ya...
Moga ga da kata-kata yang salah dari Ara. :) :)
Pertama Ara setuju banget "lakukan istikhoroh Akhi", pada Allah lah t4 mengadu, mohon petunjuk, dan berserah diri.
Qt semua adalah manusia...Atm, akhowat pertama, kedua, Ara, juga saudara-saudara qt yang lain adalah manusia...
Perjalanan qt dalah rencanaNya...Dia tak pernah salah menentukan qodo dan qodar bagi qt semua. yang perlu kita lakukan adalah lakukan ikhtiar dengan jalan yang baik dan dengan sungguh-sungguh...(hasil Allahlah yang berhak memberikanNya...).
Kedekatan kita pada seseorang memang bisa dan seringkali menjadikan salah satu pertimbangan tuk mengambil keputusan or menentukan pa yang kan qt lakukan saat ini N ke depan.
Tetapkan keputusan Atm Akhi...Atm mantap dengan akhowat yang mana. Jangan pernah da 2 atau lebih pilihan yang ditempatkan dalam hati dan fikiran secara bersamaan. Keputusan itu segera harus ditetapkan. Tetapkan 1 pilihan, InsyaAllah kan menjadikan langkah atm tidak bercabang or berada di persimpangan yang membingungkan...Satu hal qita memang diharuskan untuk memilih bukan hanya menjadikan pa yang dihadapi menjadi pilihan yang tak dipilih, kacian khan kalo atm pilih dua2nya...kacian akhowatnya N Atm jadi repot karenanya...(semoga tidak m'bingungkan ya kata2 ara ini)...Oche..Oche..(sepakat pa ga?)..Monggo, ini nya sebagai masukan...Atm lah yang menentukan N memutuskan langkah yang kan Atm pilih.
Da satu hal yang ingin Ara tanyakan pada Atm (af1 tidak bermaksud menggali/ingin tahu lebih dalam, tapi sebagai gambaran bagi Ara ketika kan berkata supaya ga salah persepsi...dalam memberi masukan InsyaAllah).--> Proses Atm dalam kondisi apa sekarang?
Pakah baru diantara Atm dan Akhowat (may be + mediator or orang ketiga)? Or dah sampe ke ortu? Kalo memang belum sampe ke ortu sedangkan pada Atm dan si Akhowat dah da kata "bersedia" berlanjut ke jenjang pernikahan, ketika da kemantapan da baiknya segera dikomunikasikan pada ortu, N semoga da kemudahan menuju ke sana.
Af1 ni agak ekstrim ya... ::)Ara pernah dengar "ketika qt menyayangi saudara qt, qt kan lakukan n berikan yang terbaik untuknya walaupun harus lewati kerikil tajam n jalan berliku yang tak mudah dilalui dengan berlari". Maksud ara Ketika Atm memang dah memutuskan tuk memilih Akhowat yang sekarang, InsyaAllah akhowat lain (teman Atm yang atm sebutkan) itu pun kan redho...ikhlas....InsyaAllah tak da saudara yang tak menginginkan kebahagiaan saudaranya...
Ketika teman atm itu "akhowat" seperti yang atm katakan, dia takkan marah-marah, tapi kebesaran hati akan ada padanya, bahkan do'a kebaikan kan diutarakannya. InsyaAllah temen atm bisa tegar, ara ikut mendo'akannya... :yakyik:(tambah pesen buat akhowat ya: Akhowat ayo qt kuat, tegar...hati n kecenderungan qt Allahlah yang paling berhak menerimanya...kalo kemarin2 belum bisa qt realisasikan...Ayo mulai sekarang...Setuju).  O0  :iyes:
Berfikir sebelum melangkah...pastikan takkan da sesal setelah melampauinya. :topOK:
Ara mendo'akan semoga langkah yang dipilih dalah langkah terbaik dariNya. amin.
wassalamualaikum ww.


Offline haroki-islam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 26
    • Lihat Profil
« Jawab #28 pada: 20 Mei 2006, 23:10:57 »
tanggung ajah dosanya...
heiisss, dosa dari sisi mana-nya yah ??? Yang nikah saja jika  cerai masih dikatakan perbuatan halal kok, apalagi yang belum sampai pernikahan.

Offline MRA

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 144
  • Lokasi: Banjarbaru
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #29 pada: 22 Mei 2006, 18:33:35 »
tanggung ajah dosanya...
heiisss, dosa dari sisi mana-nya yah ??? Yang nikah saja jika  cerai masih dikatakan perbuatan halal kok, apalagi yang belum sampai pernikahan.
Dari Janji.... nya.... Tetap ajah beda antara nikah dengan belum, insyaAllah Allah sangatlah membenci perceraian. Kalau bercerai-kan kesepakatan dari kedua belah pihak... beda dunk dengan di hianati. Emang Haroki mahu di hianati atau jangan-jangan mahu menghianati? Dosa...!

Jangan suka menghumbar janji kalau mulutnya gak mahu di lalap api neraka.

 8) %peace%
Mulfasli Rahmi Ainun

Offline camembert

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 419
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 22 Mei 2006, 21:52:01 »
udah ah! inih ajah komentarnyah ini mah mbikin luka hati sayah kambuh deh

euleuh ....euleuh ... yg pernah terluka hatinya ... udah dooonk jangan dinget-inget terus ... ntar boroknya ngga sembuh2 loch

Offline ronnie_brainsstar_jr

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 4.550
  • Lokasi: Jatinangor
  • Jenis kelamin: Pria
  • JIHAD FI SABILILLAH.......... ALLAHU AKBAR!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 22 Mei 2006, 21:56:30 »
Duh, ayyash pernah dikecewakan ya? Apa oleh JP??? :hihi: :hihi: :hihi:
Rasulullah bersabda:
"Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mjuahid yang selalu memperjuangkan agama Allah SWT, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang nikah demi menjaga kehormatan dirinya" (HR. Thabrani)

http://saleropadang.wordpress.com

Offline aswina

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 12
  • Lokasi: Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • "Manusia yang baik adalah yang paling bermanfaat"
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 23 Mei 2006, 10:18:54 »
Waduh kejadiannya mirip nih dgn yang saya alamin dulu..(baru saja maksudnya).
 :'(
Saya sangat mengagumi seorang ikhwan,karena dia seorang aktifis pokoke kegiatan dakwahnya top abis deh.
SAya udah jujur ttg sgl perasaan saya,suatu hari dia cerita klo mau dikenalin ama tetangga ustadnya (Cewe' maksudnya).Suatu hari saya tanya dia,gmn dgn saya & perasaan saya dulu,
SAya tanya apakah di diri saya tidak ada kriteria sesuai yg dia inginkan? KAlau dia masih ragu, saya tantang dia untuk taaruf lebih jauh lagi dgn saya.

Dia bilang jodoh itu urusan Allah,dia katakan kalau banyak kriteria yang OK ada pada saya,dia katakan saya calon istri yang ideal,menyuruh saya bersabar dan menunggunya,dan tak lama kemudian dia bilang akan ke rumah saya dlm waktu dekat.karena emang kita tidak tinggal di kota yg sama.

Eh belum ada 1 bulan kemudian dia kirim email ke saya,bahwa intinya dia tidak jadi kerumah saya,dan mengucapkan terima kasih karena telah mengajak dia taaruf, KARENA dia sudah ada rencana untuk mengkhitbah akhwat yang dia kenal melaui ustadnya dulu. :toe:

Bisa dibayangkan gimana hancurnya perasaan saya waktu itu ...?
RAsanya saya merasa dipermainkan,dikhianati,diingkari Dll, coba kalau jauh-jauh hari dia bilang klu hanya anggap saya sbg teman, atau apapun alasan yg intinya dia tidak bisa menerima saya...

YAng lebih parah lagi,saat saya tanya sperti apa wanita yang dikhitbahnya itu,wah ternyata jauh sekali dari kriteria yang dia katakan dulu,ya cantik,cerdas,anak orang kaya,tapi masalah agama masih minim katanya. EMang sudah pake kerudung,tapi nggak berjilbab besar,berkaos kaki seperti kriteria yang dia katakan dulu. :-\
Dia bilang dia memilih GAdis tadi karena memandang ustad yg merekomendasikannya dll.

Astafirullah, AllahuAkbar... Ya, aku tambah merasa merana dan dihina sama dia..

Wah gimana dong kalu begitu...sampe sekarang kalo inget msh mau nangis deh...
 :(  :-[
Keyakinan ,Pantang diucapkan kata terlambat untuk sebuah kesuksesan,Jika masih ada keyakinan didada,balut dengan semangan dan kemauan.
Pastikan,melalui keberanian untuk mencoba,sukses poasti kita raih.

~ AsWina ~

Offline 3as

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 435
  • Lokasi: jakarta pusat
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 24 Mei 2006, 14:20:37 »
@JP
dahulukan yg prosess komitmen duluuu yahh...satu-satuu duluuuu...satu ajah udah pusing  :o pertimbangannya pa lagee dua orang
@Aswina
 :'( sedihh bgt..kl aq berprinsip sprt ini mba..selama belum ijab kabul mah..saya meletakkan posisi tidak berharap besar pd ikhwan yg berniat ta'aruf/melamar kita...hanya BERHARAP PD RIDHA ALLAH JODOH YG TERBAIK... O0
..Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, & telah Ku-ridhai Islam sbg agamamu..(QS:5:3) hiks..hiks begitu menyentuh kalbu disaatku ku bersimpuhh dihadap-Mu di Arafah..smoga aq termasuk yg istiqomah dlm ridha Islam

Offline aswina

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 12
  • Lokasi: Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • "Manusia yang baik adalah yang paling bermanfaat"
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 24 Mei 2006, 15:34:13 »
 >:(
Wah iya nih, soalnya ini pengalaman pertama saya...ya emang sedih banget sih kalau inget...

Untungnya gak jadi trauma and jadi phobia ama cowok...

Ya "belajarlah dari pengalaman",paling nggak saya sekarang bisa lebih waspada dan berhati-hati lagi dalam melangkah..

 O0
Keyakinan ,Pantang diucapkan kata terlambat untuk sebuah kesuksesan,Jika masih ada keyakinan didada,balut dengan semangan dan kemauan.
Pastikan,melalui keberanian untuk mencoba,sukses poasti kita raih.

~ AsWina ~

Offline rendra_bagus

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 277
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 26 Mei 2006, 14:14:55 »
Aslm,

Sekedar pendapat,

Saya sangat mengagumi seorang ikhwan,karena dia seorang aktifis pokoke kegiatan dakwahnya top abis deh.

:D Manusia memang penuh dengan keterbatasan. Apa yang kita anggap baik belum tentu baik dan apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk.MasyaAllah, kita lemah sekali yah..

SAya udah jujur ttg sgl perasaan saya,suatu hari dia cerita klo mau dikenalin ama tetangga ustadnya (Cewe' maksudnya).Suatu hari saya tanya dia,gmn dgn saya & perasaan saya dulu,
SAya tanya apakah di diri saya tidak ada kriteria sesuai yg dia inginkan? KAlau dia masih ragu, saya tantang dia untuk taaruf lebih jauh lagi dgn saya

  :D Wah, dah ngomong langsung yah? Hmm... kira-kira kalau penyampaiannya lewat perantara bagaimana? kan bisa lebih menjaga hati. Karena, apakah kita bisa memastikan, kalau si dia yang dimaksud adalah benar jodoh kita? Astaghfirullah..

Dia bilang jodoh itu urusan Allah,dia katakan kalau banyak kriteria yang OK ada pada saya,dia katakan saya calon istri yang ideal,menyuruh saya bersabar dan menunggunya,dan tak lama kemudian dia bilang akan ke rumah saya dlm waktu dekat.karena emang kita tidak tinggal di kota yg sama

  ??? Wah, kok ikhwannya sikapnya jadi mendua yah?
Komitmen itu harus ditepati. Itu wajib hukumnya.
Kalau dah komitmen mau datang, ya ditepati datang. Mengenai bagaimana kelanjutan prosesnya itu diserahkan kepada Allah SWT yang menunjukkan jalan. Kita hanya diwajibkan berusaha.InshaAllah.


Bisa dibayangkan gimana hancurnya perasaan saya waktu itu ...?
RAsanya saya merasa dipermainkan,dikhianati,diingkari Dll, coba kalau jauh-jauh hari dia bilang klu hanya anggap saya sbg teman, atau apapun alasan yg intinya dia tidak bisa menerima saya...

YAng lebih parah lagi,saat saya tanya sperti apa wanita yang dikhitbahnya itu,wah ternyata jauh sekali dari kriteria yang dia katakan dulu,ya cantik,cerdas,anak orang kaya,tapi masalah agama masih minim katanya. EMang sudah pake kerudung,tapi nggak berjilbab besar,berkaos kaki seperti kriteria yang dia katakan dulu.
Dia bilang dia memilih GAdis tadi karena memandang ustad yg merekomendasikannya dll.

Astafirullah, AllahuAkbar... Ya, aku tambah merasa merana dan dihina sama dia..

Wah gimana dong kalu begitu...sampe sekarang kalo inget msh mau nangis deh...

??? Lho kenapa masih merasa sedih?
Bukankah AllahSWT dah janji, Laki2 yang baik adalah untuk perempuan2 yang baik, dan perempuan2 yang baik adalah untuk laki2 yang baik. Allah SWT tidak mengingkari janji.
doa ini inshaAllah bermanfaat untuk mengingatkan kita semua.


BILA AKU JATUH CINTA

Allahu Rabbi
Aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu


*) Shukron yah, buat yang rendra sadur doanya..=)

Wallahu Alam bi Showab




…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(Q.S Yusuf:87)

Offline aswina

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 12
  • Lokasi: Yogyakarta
  • Jenis kelamin: Wanita
  • "Manusia yang baik adalah yang paling bermanfaat"
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 26 Mei 2006, 16:07:48 »
 :yihaa:
Iya iya Mr REndra, makasih nasehatnya,sekarang udah nggak sedih lagi kok.Ya ambil aja hikmahnya, belajra dari pengalaman..

Ternyata Allah ingin menunjukkan kepada saya siapa sebenernya orang yg selama ini saya kagumi itu.

Thanks atas semuanya.

Oh iya, saya jug audah punya nih doa itu, diambil dari dudung.net ya  O0
Keyakinan ,Pantang diucapkan kata terlambat untuk sebuah kesuksesan,Jika masih ada keyakinan didada,balut dengan semangan dan kemauan.
Pastikan,melalui keberanian untuk mencoba,sukses poasti kita raih.

~ AsWina ~

Offline haroki-islam

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 26
    • Lihat Profil
« Jawab #37 pada: 29 Mei 2006, 01:48:18 »
tanggung ajah dosanya...
heiisss, dosa dari sisi mana-nya yah ??? Yang nikah saja jika  cerai masih dikatakan perbuatan halal kok, apalagi yang belum sampai pernikahan.
Dari Janji.... nya.... Tetap ajah beda antara nikah dengan belum, insyaAllah Allah sangatlah membenci perceraian. Kalau bercerai-kan kesepakatan dari kedua belah pihak... beda dunk dengan di hianati. Emang Haroki mahu di hianati atau jangan-jangan mahu menghianati? Dosa...!

Jangan suka menghumbar janji kalau mulutnya gak mahu di lalap api neraka.

 8) %peace%


Ba'da thamid wa sholawat

Pertama saya ingin sedikit menjelaskan, bahwa kita harus berhati-hati
menghukumi sesuatu, apalagi sampai level bahwa tindakan seseorang itu "berdosa". Untuk sampai level tingkat "Dosa" maka, dalil-nya harus
kuat.

Jangan sampai kita meghukumi sesuatu itu "DOSA" atau bukan "DOSA"
berdasarkan emosi, perasaan kita, atau hanya karena ingin ada pembenaran atas itikad-itikad kita. Kalau seperti ini, Hukum islam dipermainkan oleh Kita, Bukan Kita yang di atur oleh hukum ISLAM.

Benar apa yang di katakan oleh MRA, bahwa melanggar janji itu adalah
dosa, Dasarnya

Dab penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al-Israa ayat 34)

dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan
janjinya, (QS. Al-Mu'minuun ayat 8  )

Dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu Anhu berkata, Rosululloh Shollollohu
Alaihi wa Sallam bersabda, "Tanda orang munafiq itu ada tiga: "Jika
bicara dia dusta, jika berjanji suka mengingkari dan jika diamahi dia
khianat." (Riwayat Bukhari, Muslim, tirmidzi dan Ahmad)

Dan tepatilah perjanjian dengan Alloh apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Alloh sebagai saksimu . Sesungguhnya
Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS An-Nahl ayat 91)

Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki sesudah kokoh tegaknya,
dan kamu rasakan kemelaratan karena kamu menghalangi dari jalan Alloh;
dan bagimu azab yang besar. (An-Nahl ayat 94).

Kita tilik kasus diatas, ada pertayaan

1. apakah itu (komitmen/ta'aruf, dst).  dapat kategorikan sebagai bentuk janji ?
2. Apakah dalam proses menuju ke sebuah jenjang pernikahan secara
islami yang mengikuti aturan Islam, dikenal dengan PROSES
JANJI-JANJIAN ? (kalau dalam konteks pacaran sih, JANJI GOMBAL,
istilah ini memang dikenal)

sepengetahuan saya dalam islam tidak dikenal dengan istilah JANJI untuk menikahi, jika saudara MRA "keukeuh" ada, saya minta dikeluarkan dalilnya, kalaupun ada ikhwan yang memberikan janji untuk menikahi seorang akhowat, maka sepertinya ikhwan tsb, perlu mengkaji lagi bab munakahat.

Dalam pemahaman saya, ketika akan menikah, prosesnya ada 3, yaitu ta'aruf, khitbah, nikah, ....sedang kan pemberian janji...entah proses datang dari mana???.

Dari hadits Jabir bin Abdillah ra Rosululloh bersabda: Jika seseorang dari kamu hendak mengkhitbah seorang perempuan, maka jika ia mampu melihat perempuan itu pada apa yang mendorong menikahinya, maka lakukanlah (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Diriwayatkan bahwa al-Mughiroh ra telah mengkhitbah seorang perempuan. Nabi Saw lalu bersabda kepadanya : Lihatlah dia! Karena itu akan lebih mengekalkan perjodohan kalian berdua (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasa’i)

Dari segi kata, janji (Aahada), ta'aruf (saling mengenal....bukan pacaran loh), khitbah/khataba (melamar), nikah, sudah sangat berbeda artinya. kalau seseorang baru sampai ta'aruf, maka level ini tidak memberikan ikatan apa-apa, kalau ditemukan ketidak cocokan, maka kedua belah pihak bisa tidak melanjutkan ke proses selanjutnya.

Pada jenjang khitbah, hukum yang paling jelas, adalah, diharamkan laki-laki lain untuk meminang wanita yang telah dikhitbah. Namun bukan berarti khitbah tidak bisa dibatalkan, dengan alasan-alasan yang jelas dan masuk akal, khitabh bisa dibatalkan. saya mengambil landasannya sbb :

Dari Ibnu 'Abbas r.a : "Sesungguhnya istri Tsabit bin Qais datang kepada Rosulullah SAW, ia berkata: "Wahai Rosulullah, aku tidak mencela suamiku (Tsabit) dalam hal akhlaknya maupun agamanya, akan tetapi aku benci kekufuran (karena tidak mampu menunaikan kewajibanku sebagai istri) dalam Islam" Maka Rosulullah SAW berkata padanya: "Apakah kamu mengembalikan kebun (mahar) suamimu ? Wanita itu menjawab: "Ya". Maka Rasulullah SAW berkata kepada Tsabit: "Terimalah kebun tersebut dan ceraikanlah ia 1 kali talak" (HR Bukhari).

Dalam kondisi tertentu, sebuah pernikahan bisa dibatalkan, tentu saja harus ada alasan yang sangat kuat, dan diterima secara syar'i. (bukan bahan main-main).

Kalau sebuah pernikahan, dengan alasan yang kuat, bisa dibatalkan (cerai) dan ini adalah suatu yang halal, apalagi membatalkan sebuah proses ta'aruf. (apa lagi diatas yang menggugat cerai adalah wanita lagi/khulu)

Dan atas dasar, salah satunya hadits di atas, Cerai tidak mesti berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Jika suami menjatuhkan talak, setuju tidak setuju, istri sudah dikatakan dicerai, masalah alasanya suami menceraikan, maka tanggungan si suami dengan Alloh, di yaumul hisab nanti.

Alloh membeci thalak, namun tetap ini adalah suatu yang halal. artinya perceraian bukan suatu perbuatan dosa.

Dari Ibnu Umar r.a, telah bersabda Rosulullah S.A.W : Perbuatan halal yang sangat dibenci oleh Alloh azzawajalla ialah talak (HR. Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah).

Kalau menjatuhkan talak nya itu tampa alasan yang jelas, maka yang berdosa adalah pihak laki-lakinya.

Jadi kembali ke persoalan di atas, agar menghindarkan dari perasaan sakit hati ketika gagal dalam proses ta'aruf, perhatikan beberapa  hal

1. Niatkan ketika akan berta'aruf dengan niat ikhlas, penuh keseriusan, dan tidak main-main (ingat, segala perbuatan tergantung niatnya, coba baca hadits yang ditulis paling awal dalam hadits arbain)

2. Pahami, bahwa yang menentukan jodoh bukan kita, tapi Alloh.

3. sebelum akad nikah, maka kedua belah pihak bukan siapa-siapa.

4. sebelum akad nikah, jangan memberikan perasaan cinta, suka kepada yang ditaarufi, atau bahkan yang telah di khitbah, sekali lagi kedua belah pihak, masih bukan siapa-siapa, masih haram berkholwat, masih haram jalan bareng berdua-duan, haram ngobrol berdua-duan. (ini kan bukan drama romeo dan juliet)

5. Dalam proses ta'aruf secara islami tidak dikenal istilah memberikan janji untuk menikahi. Pemberian JANJI UNTUK MENIKAHI hanya di kenal dalam KAMUS ISTILAH PACARAN.

Wallohu a'lam bishshawab.
« Edit Terakhir: 29 Mei 2006, 02:10:10 oleh haroki-islam »

Offline MRA

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 144
  • Lokasi: Banjarbaru
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 31 Mei 2006, 17:53:29 »
@haroki-islam

Assalamu'alaykum...

Terimakasih atas semuanya....

Hehehe.... maaf kalau gak berkenan yah, yang saya tekankan pada kata dosa adalah mengingkari janji. Masalah mahu di teruskan komitmen/ ta'aruf ke jenjang pernikahan atau tidak itu hak individu seorang hamba. Oleh karenanya janganlah menghumbar janji.
Komitmen itu bisa juga masa khitbah.

JP   : Bolehkah kita membatalkan komitmen?
MRA: Tentu ajah boleh, lah itukan hak Anda.
JP   : Bagaimana dengan janji?
MRA: Janji itu adalah hutang maka Anda harus menepatinya dan jika Anda ingkar tentu saja Anda berdosa.
JP   : Lalu bagaimana?
MRA: Sebaiknya Anda menepatinya dan kalau Anda tidak bisa menepatinya maka segera lah meminta maaf pada orang tersebut dan mohon ampun pada Allah atas khilaf kata/ perbuatan yang telah lalu / ada. Dan apabila orang tersebut nantinya dapat memaafkan Anda, insyaAllah Anda terbebas atas dosa tersebut dan apabila orang tersebut berat hati, mohonlah pada-Nya semoga ke ikhlasan ada pada orang tersebut dan semoga Allah memaafkan Anda, Allah kan Maha Pemaaf (tapi jangan suka buat janji yah... ucapkan insyaAllah) 8)

5. Dalam proses ta'aruf secara islami tidak dikenal istilah memberikan janji untuk menikahi. Pemberian JANJI UNTUK MENIKAHI hanya di kenal dalam KAMUS ISTILAH PACARAN.
:hihi: :hihi:
Betulkan..... dalam hal ini gak boleh janji-janji.... dosa atuh. Pengarang kamusnya siapa yah... %peace%

'Janji ada dalam pacaran?' Itumah menurut ku nafsu keinginan untuk memilikinya pada saat itu, mungkin pada saat itu ada rasa ketertarikan sesuatu pada dirinya (seseorang).

Pemberian JANJI UNTUK MENIKAHI hanya di kenal dalam KAMUS ISTILAH PACARAN.

Bukan pacaran bang Haroki-Islam tapi khitbah, kalau ditanya kenapa? Karena seseorang yang telah di khitbah tidak boleh menerima lamaran / di khitbah oleh orang lain, terkecuali khitbah ( / bahasa jawanya yang lebih gaul kalau gak salah lamaran) tersebut di batalkan (setahu saya dalam hukum Islam demikian). --->nah kalau sudah tidak mahu berjalan pada hukum Islam? mahu lanjut atau tidak terserah apa katanya,

Bolehkah membatalkan khitbah/ lamaran? Tentu ajah boleh karena satu dan lain hal. Mohonlah maaf dan bicarakan secara baik-baik.

Kembali pada topik komitmen? Arti kata komitmen tidak bisa berhenti hanya pada kata ta'aruf karena khitbah juga merupakan suatu komitmen untuk menikahinya. Tergantung komitmen untuk apa... %peace%

Wa'Allohu a'lam bishshawab
Mulfasli Rahmi Ainun