Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Hajji bukan Ibadah Tertinggi  (Dibaca 633 kali)


Offline dade

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 388
  • Lokasi: bEkasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Yang Logis Dari ALLAH
    • Lihat Profil
« pada: 26 Desember 2007, 09:05:39 »



  أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللّهِ
وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ يَسْتَوُونَ عِندَ اللّهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

9/19. Apakah kamu jadikan perencanaan Hajji dan upacara meramaikan Masjidil Haraam seperti orang yang beriman pada
ALLAH SERTA Hari yang akhir dan berjuang pada garis hukum ALLAH? Tidaklah mereka itu bersamaan pada ALLAH ,
dan ALLAH tidak menunjuki kaum yang zalim.

 


Sementara itu keterangan yang menyatakan ibadah Hajji adalah rukun kelima dalam Islam, dan orang telah sempurna Islamnya sesudah selesai melaksanakan Hajji, sebenarnya harus diperbaiki menurut ayat 9/19 bahwa orang-orang yang berjuang pada garis hukum ALLAH bahkan lebih tinggi derajatnya selaku orang-orang bahagia dinyatakan ALLAH pada ayat 9/20.
ALLAH, Puja.puji untukNYA. DIAlah yang awal dan yang akhir tanpa serikat, tidak dilahirkan dan tidak beranak, malah DIA tujuan samadi. Tiada bandingan

Offline Arrad

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 248
  • Lokasi: JKT
  • Jenis kelamin: Pria
  • Subhannallah
    • Lihat Profil
« Jawab #1 pada: 27 Desember 2007, 08:58:51 »
Sebenarnya bukan begitu maksud sebenarnya...

9:19 diturunkan ketika terjadi kebimbangan orang2 Mekkah yang terbiasa menjadi "panitia" haji beserta benefitnya diperintahkan untuk berjihad dan berhijrah, maka yg harus didahulukan adalah berjihad dan berhijrah.

Analogi sederhananya adalah para pengurus Masjid At-Taqwa yang biasa menggelar sholat wajib berjamaah, tetapi terjadi kebanjiran di kelurahan sebelah... maka dalam hal ini lebih utama untuk membantu korban banjir dahulu dibanding jaga di masjid.

Kira2 begitu
[2:153] Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Offline dhyba

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 1.466
  • Lokasi: Jakarta Barat
  • Jenis kelamin: Pria
  • Good is not enough when better is expected
    • Lihat Profil
    • Apple
« Jawab #2 pada: 04 Januari 2008, 20:02:54 »
Yah, begitulah kalau memahami ayat tanpa ilmu dan bertujuan untuk mencari-cari masalah... Insya Allah bisa dilawan.
Aku cinta orang yang taat, tetapi aku lebih cinta kepada pemuda yang taat.
Aku benci orang yang fasik, tetapi aku lebih benci kepada orang tua yang fasik.

Offline amroo

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 888
  • Lokasi: Poris-Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #3 pada: 21 Mei 2008, 10:38:21 »
Lucu juga ya judulnya?

Mungkin TS sepertinya harus belajar banyak dalam memahami sesuatunya, atau mungkin TS belum mulai menjelaskan apa maksud dari pernyataannya itu?

Himbauan saya, harus banyak menelaah Alqur'an dan jangan mengambil copy-paste seperti yang telah pernah saya tanyakan : "Apakah anda Abdan?" ....karena saya melihat ulasan anda dari titik koma dan muatan kata seluruhnya hampir sama, dan anda ternyata bukan abdan teman saya itu. Well, saya cuma bilang belajar lagi deh pemhamannya biar lebih paham ya?
Say: "ALLAH is ONE and only " has no Blood (DNA),SON and Wife lets think deeply and clearly,than say:" There is NO Deity worthy of the worship except ALLAH AZA WAJALLA and MUHAMMAD is His Messenger"

Offline dade

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 388
  • Lokasi: bEkasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Yang Logis Dari ALLAH
    • Lihat Profil
« Jawab #4 pada: 17 November 2008, 10:38:40 »
Yah, begitulah kalau memahami ayat tanpa ilmu dan bertujuan untuk mencari-cari masalah... Insya Allah bisa dilawan.
Setiap pernyataan yang kita buat harus berdasarkan Alquran.
ALLAH, Puja.puji untukNYA. DIAlah yang awal dan yang akhir tanpa serikat, tidak dilahirkan dan tidak beranak, malah DIA tujuan samadi. Tiada bandingan

Offline amroo

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 888
  • Lokasi: Poris-Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #5 pada: 17 November 2008, 11:46:11 »
Anda telah paham bahwa Ibadah haji adalah Rukun Islam kelima sebagai puncak penutup kesempurnaan seluruh rangkaian ibadah, yang disiratkan...adalah memahami makna tertinggi harus amat mendalam masuk dalam kajian dan bukan berarti untuk setiap yang telah berhaji telah sampai pada pelaksanaan pencapaian derajat yang tinggi walaupun secara baku bahwa benar PUNCAK pelaksanaan RUKUN ISLAM tertingginya adalah Ibadah Haji dalam periodik Tahunan, dimana DZULHIJAH adalah bermakna TITIK PUNCAK yang ada satu Ibadah pada bulan Puncak itu yaitu: HAJI ...jika yang anda maksudkan adalah perihal REWARD atau PAHALA tertinggi itu apa??? maka jawabnya tidak harus Haji sebagai patotkan untuk menuai pahal tertinggi, meskipun dalam Ibadah itu manusia juga bisa mendapatkan pahala yang tinggi atas hajinya itu. Untuk itu hendaknya anda belajar lagi memaknai tentang hakekat Haji yang terkait dengan Wukuf di padang Arafah, sebagai keabsyahan seseorang dapat disebut sebagai yang telah berhaji dan pelaksanaannya itu yaitu pada TITIK PUNCAK akhir tahun Hijriyah yaitu DZULIHIJAH yang memgandung arti dalam bahasa Indonesia sebagai TITIK PUNCAK atau TITIK AKHIR.

Saya lihat giat banget anda menggiring muslim untuk memungkiri ketetapan bahwa Haji itu tidak harus Dzulhijah....mau buat Kelompok Bimbingan Haji baru yang hajinya tidak harus bulan Dzulhijah mirip promosi JIL (Jaringan Islam Liberal) yang dipelopori Ulil Absar,mas?
Say: "ALLAH is ONE and only " has no Blood (DNA),SON and Wife lets think deeply and clearly,than say:" There is NO Deity worthy of the worship except ALLAH AZA WAJALLA and MUHAMMAD is His Messenger"

Offline dade

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 388
  • Lokasi: bEkasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Yang Logis Dari ALLAH
    • Lihat Profil
« Jawab #6 pada: 26 November 2009, 11:35:10 »
@amroo
Saya bukan JIL malah saya anti JIL.
ALLAH, Puja.puji untukNYA. DIAlah yang awal dan yang akhir tanpa serikat, tidak dilahirkan dan tidak beranak, malah DIA tujuan samadi. Tiada bandingan

Offline amroo

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 888
  • Lokasi: Poris-Tangerang
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #7 pada: 13 Desember 2009, 13:37:50 »
@amroo
Saya bukan JIL malah saya anti JIL.

Alhamdulillah jika anda bukanlah seorang JIL, saya juga tidak sedang menjustice anda sebagai seorang JIL....namun lebih arif adanya jika anda tidak mengaburkan atau cendrung "berseberangan" dengan paham yang telah ada, artinya kedewasaan yang bertanggung-jawablah yang mestinya mampu menjabarkan sesuatu hal secara arif.

Ok! jika memang demikian, mudah-mudahan pada kesempatan kajian anda yang saya lihat amat mirip dengan apa yang pernah teman saya tuangkan tidak menjadikan kita menjadi lebih LIBERAL dari orang-orang yang dipersiapkan menjadi LIBERAL.
Say: "ALLAH is ONE and only " has no Blood (DNA),SON and Wife lets think deeply and clearly,than say:" There is NO Deity worthy of the worship except ALLAH AZA WAJALLA and MUHAMMAD is His Messenger"

Offline ichreza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2011
  • Tulisan: 1.781
  • Lokasi: Alun-Alun Kota
  • Jenis kelamin: Pria
  • nada dan dakwah
    • Lihat Profil
    • www.laskarislam.tk
« Jawab #8 pada: 18 Agustus 2011, 13:53:47 »
Hajji adalah sejumlah simbol yang terbentuk dari pelbagai amalan. Simbol penyerahan manusia kepada Allah, jika telah sampai perintah Allah kepadanya melalui RasulNya. Karena itu, dalam melaksanakan perintahNya ia tidak melihat lagi hikmah dan ma'nanya. Thawaf, wuquf, sa'i, mencukur rambut dan amalan-amalan hajji lainnya, merupakan simbul penyerahan tanpa syarat manusia Muslim kepada perintah Allah.
Ia adalah simbol kesinambungan ummat ini dengan bapaknya, Ibrahim a.s., karena kita menghidupkan syi'ar-syi'arnya dan ber-thawaf di 'rumah' yang dibangunnya.

   Hajji adalah simbol persatuan ummat Islam, tanpa memandang ras, warna kulit dan kebangsaan. Karena dasar persatuan kaum Muslimin adalah aqidah, agama dan syar'at Islam.
   Hajji adalah manifestasi prinsip-prinsip Islam. Manifestasi ukhuwah Islamiyah, dimana manusia merasakan secara nyata bahwa ia adalah saudara bagi setiap Muslim di dunia. Manifestasi persamaan antar berbagai bangsa dan suku. Hajji adalah manifestasi firman Allah:
"Dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, agar kamu  saling mengenal......" (QS: Al Hujurat:13)

   Di dalam hajji terwujud "ta'aruf akbar" antar bangsa-bangsa di dunia.
   Hajji merupakan manifestasi kesetiaan seluruh kaum Muslimin terhadap satu kekuasaan politik.

   Hajji adalah "madarasah", tempat penggemblengan yang mengantarkan manusia Muslim ke peringkat yang lebih tinggi. Dengan Hajji ia dapat belajar, berusaha sambil bersabar. Sebab, jihad yang paling utama adalah "hajji mabrur". Dengan hajji, hidup selalu dalam suasana "ibadah". Bersikap ramah dan kasih sayang kepada sesama Mu'min. Mengendalikan emosi dan nafsunya. Memahami arti kebisingan dan kekerasan. Memahami hakekat "ubudiyah" kepada Allah. "Berinfaq fi sabilillah" tanpa imbalan. Mengagungkan sesuatu yang diagungkan Allah dan merendahkan sesuatu yang direndahkan Allah. Serta dapat mengerti cara memperlakukan musuh terhadap orang-orang yang memusuhi Allah dan mendukung orang yang mendapat dukungan Allah.

   Hajji dapat membangkitkan berbagai perasaan dan sikap dalam jiwa manusia. Membangkitkan rasa kasih terhadap kaum Muslimin, membantu kepedihan mereka, merasakan sikap generasi Islam pertama yang pernah hidup di tempat ini dan penindasan terhadap mereka karena aqidah yang dipegangnya.
   Di dalam setiap amalan hajji terkandung berbagai pelajaran dan ma'na. Jika manusia menyadari, hajji akan melahirkan gagasan-gagasan "Rabbani", peningkatan akhlaq Islami dan semangat ketauladanan yang lebih tinggi terhadap Rasulullah SAW.

   "Arafah" adalah tempat berkumpulnya manusia sebelum melaksanakan "thawaf rukun". Semua orang yang berniat hajji berkumpul di padang Arafah. Secara serentak dan bersamaan, mereka memulai keberangkatan untuk mengagungkan Ka'bah. Kemudian menuju "Muzdalifah" dalam keadaan telah bertaubat dan berserah diri. Mereka menuju Ka'bah dengan jiwa bersih.

   Dari "Muzdalifah" mereka berangkat menuju "Mina" untuk melempar "Jumrah" sebelum "thawaf", sebagai pernyataan bahwa musuh Allah adalah musuh mereka. Kemudian memotong Qurban sebagai tanda syukur kepada Allah atas kurnia Nya dalam menghalalkan binatang ternak kepada mereka. Lalu bercukur rambut sebagai persiapan "Thawaf" dengan jiwa bersih, pakaian suci dan penampilan bagus.

   Setelah itu mereka menuju Makkah dan berthawaf di sekeliling Ka'bah sambil mengagungkannya karena Allah telah mengagungkannya. Allah berfirman:
"Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka itu timbul dari ketetapan hati." (QS: Al Hajj: 32)

   Kemudian "Sa'i" antara Shafa dan Marwah sebagaimana pernah dilakukan ibu mereka, Hajar yang shalihah pada hari permulaan Baitullah dibangun.
   Keluar dari perjalanan ini manusia menjadi seperti dilahirkan kembali. Seterusnya mereka kembali lagi ke Mina untuk melempar "Jamrah" sebagai pernyataan permusuhan total terhadap syetan untuk selama-lamanya.


   Hajji membawa kembali kaum Muslimin kepada markas Islam pertama: Agama Ibrahim dan Muhammad. Perjalanan kembali ini akan memperkuat ikatan seorang Muslim kepada pusat Islam. Ia adalah negeri spiritualnya, qiblatnya, orientasi jasadnya, titik tolak semangat dan cita-citanya.

   Sekembali dari tempat ini sebagaian besar bentuk kehidupan Muslim telah berubah dan berganti. Dulu keterikatannya dengan markas Islam hanya bersifat teoritis, namun kini telah menjadi kenyataan yang dapat dirasakan dan diamalkan. Nash-nash berikut terdapat berbagai isyarat bagi orang yang mau mengambil pelajaran:

1)   Dari Abu al-Thufail, aku berkata kepada Ibnu Abbas, "Kaummmu menganggap bahwa  Nabi SAW sa'i anatara Shafa dan  Marwah sebagai Sunnah."
   Ibn Abbas menjawab:
   "Mereka benar. Sesungguhnya Ibrahim ketika diperintahkan  melaksanakan manasik hajji, syetan menghalanginya, lalu syetan mengejarnya, tetapi Ibrahim mendahuluinya. Kemudian Jibril membawanya (Ibrahim) ke Jamratu al'Aqabah, lalu  syetan menghalanginya. Maka Ibrahim melemparkannya dengan tujuh kerikil sehingga syetan itu pergi. Kemudian syetan itu menghalanginya di Jamratu al Wustha. Maka Ibrahim melemparnya dengan tujuh (kerikil). Kemudian ia merobohkannya. Dan Isma'il memakai baju putih.

   Dan ia berkata: 'Wahai ayahanda, aku tidak punya pakaian yang dapat engkau jadikan kafan untukku dengannya. Maka lepaskan pakaian itu agar engkau dapat mengkafani aku dengannya.'

   Lalu Ibrahim pun melepasnya. Kemudian tiba-tiba ada orang yang memanggilnya dari belakang. 'Wahai Ibrahim sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu.'

   Kemudian Ibrahim menoleh dan tiba-tiba menjadi seekor kibasy (domba) putih bertanduk dan besar bola matanya. Ibnu 'Abbas berkata:
   "Sesungguhnya engkau telah melihat kami mengikuti dalam memotong kibasy itu."

   Ibnu 'Abbas melanjutkan:
   "Kemudian Jibril membawanya ke Jamratu al-Qashwa. Lalu syetan menghalanginya. Maka ia melemparnya dengan tujuh (kerikil). Kemudian Jibril membawanya ke Mina.

   Jibril berkata:
    'Ini adalah Mina, yakni tempat pemberhentian manusia.' Terus Jibril membawanya ke suatu kumpulan dan berkata: 'Ini adalah Masy'ari al-Haram.'
   
   Kemudian Jibril membawanya ke Arafah, Apakah engkau tahu mengapa dinamakan Arafah? Aku menjawab: "Tidak."
   
   Ibnu 'Abbas berkata:
   "Sesungguhnya Jibril bertanya kepada Ibrahim: 'Apakah kamu telah mengetahui?' Ibrahim menjawab: 'Ya.' Dari sini lalu dinamakan Arafah (mengetahui).  Apakah kamu mengetahui mengapa ada talbiyah (ucapan labbaika dst.)?
   Aku menjawab: "Bagaimana dahulunya?"
   
   Ibnu 'Abbas berkata:
   "Sesungguhnya Ibrahim telah diperintahkan untuk mengizinkan manusia untuk berhajji, gunung-gunung menunduk kepada Ibrahim dan kampung-kampung menyambutnya, ia mengizinkannya untuk berhajji."  (Hadits riwayat Ahmad dan Thabrani dalam al-Kabir)

2)   Ibnu Amr bin 'Ash berkata:
   Thawaflah kalian di rumah (Ka'bah) ini dan ciumlah batu ini. Karena keduanya dulu adalah dua batu yang turun dari surga; yang satu ditinggikan dan yang lain pun akan ditinggikan. Jika apa yang aku katakan tidak benar, maka siapa saja yang melewati kuburanku hendaklah berkata: 'Ini Abdullah bin Amr si pendusta'." (Hadits riwayat Thabarani dalam al-Kabir)


   Dari Ibnu 'Umar, sesungguhnya Nabi SAW pernah didatangi seorang Anshar di Masjid Mina dan seorang Tsaqif. Keduanya bertanya:
   Ya Rasulullah, kami datang untuk bertanya kepadamu.

Nabi berkata:
Jika kalian suka, akukhabarkan tentang sesuatu yang kalian tanyakan. Dan jika kalian suka aku tidak akan menjawab pertanyaan kalian.

 
Kemudian mereka berkata:
Khabarkanlah kepada kami ya Rasulullah SAW!

Lalu Rasulullah SAW berkata kepada orang Anshar itu:
Engkau datang kepadaku menanyakan tentang kepergianmu dari rumahmu menuju Ka'bah dan apa yang kamu lalukan padanya, tentang shalat dua rakaatmu sesudah thawaf dan apa yang kamu lakukan pada dua rakaat itu, tentang sa'imu antara Shafa dan Marwah dan apa yang kamu lakukan padanya, tentang mencukur rambutmu dan apa yang kamu lakukan padanya tentang thawafmu di Ka'bah sesudah itu dan apa yang kamu lakukan padanya?

Maka ia berkata:
Demi Allah Yang mengutusmu dengan kebenaran, sungguh aku datang untuk menayakan hal ini.

Nabi bersabda:
Kamu, jika keluar dari rumahmu menuju Bait al-Haram, tidaklah kamu letakkan untamu karena tidak tahu dan tidaklah kamu mengangkatnya pula kecuali Allah menulis bagimu suatu kebaikan dan Ia hapuskan kesalahan darimu. Adapun dua rakaatmu sesudah thawaf adalah seperti memerdekakan seorang budak dari Bani Isma'il. Adapun sa'imu antara Shafa dan Marwah seperti memerdekakan 70 budak. Adapun wuqufmu pada waktu sore di Arafah maka sesungguhnya Allah turun dari langit dunia lalu para malaikat berbangga dengan kamu. Ia berfirman:
Para hamba-Ku datang kepada-Ku berdatangan kepada-Ku dari seluruh penjuru, mereka mengharap surga-Ku, sekalian dosa-dosa kamu sebanyak pasir, atau tetesan hujan dan buih laut, niscaya Aku mengampuninya.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

klik www.laskarislam.tk (forum yang paling ditakuti damar_utomo)