Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: [KONSULTASI] bagi yang bimbang dengan agamanya  (Dibaca 10041 kali)


Offline Dayna

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 10.237
  • Lokasi: Kuwait
  • Jenis kelamin: Wanita
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 02 Desember 2007, 10:35:12 »
@LetMeBeAnynomous

Anda Islam kan? Jadi rujukannya langsung saja ke Al Qur'an dan hadits shahih. Tak usah diperdulikan komentar orang lain karena anda akan bingung sendiri. Yasinan adalah ijtihad ulama di tanah jawa :). Namanya ijtihad, mau diikuti silakan, tak diikuti ya ga papa. Seperti halnya kasus potong kuku waktu haid :) ada ulama yang mengatakan potong kuku selesai mandi wajib, tapi sebenarnya hal ini tidak ada contoh langsung dari Rasulullah.

Ulama memang boleh berijtihad pada suatu hal karena ilmu mereka dalam, tapi tidak wajib diikuti karena tidak ada yang menjamin mereka ma'shum atau bersih dari kesalahan :). Siapa tahu hari ini mereka berkata A, lain hari berkata C dan yang A dinyatakan tak berlaku.

Offline LetMeBeAnynomous

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 7
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 02 Desember 2007, 12:55:54 »
To all

Terima kasih atas saran, masukan dan tanggapannya. Saya akan terus belajar dan membaca sumber2 yang telah direferensikan. Mudah2an saya menemukan rahmat Allah SWT. Satu yang saya dapat dan ingat dari tulisan mas Axl adalah Injil, Yesus dan mukjizat adalah satu paket, tanpa mukjizat, injil dan yesus tak akan diterima. Yang saya lihat, Islam agak berbeda, walaupun mukjizat itu mungkin tidak datang untuk individual, tapi justru Allah menunjukkan mukjizatnya ke seluruh manusia di muka bumi ini, seperti apa yang Dia tunjukkan atas terbelahnya bulan. Dan mungkin masih banyak lagi yang belum saya ketahui.

Doakan saya teman2 didalam solat kalian.

Note: Masalah Roy Martin itu saya hanya terenyuh melihat istrinya yang begitu tegar dan berpegang teguh dgn Al-Kitabnya. Ucapan2nya jg sangat bijak jika dihubungkan dengan situasinya saat itu yang ternyata didapatnya dari Al-Kitab itu sendiri. Seperti, "Apapun kesalahan mas Roy, kami tetap mengasihi dia. Mas Roy sedang menjalani hukumannya karena telah bermain-main dengan iblis dan terjerat olehnya."

Offline LetMeBeAnynomous

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 7
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 02 Desember 2007, 13:19:18 »
ooh.. ternyata pencariannya hanya sebatas si Axl yg sdh babak belur
kasihan sudah terbelengu

Terima kasih banyak. Pernyataan anda sedikit banyak telah membantu saya  :).

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 02 Desember 2007, 13:55:57 »
Salam :)

Kutip dari: Richtom
ooh.. ternyata pencariannya hanya sebatas si Axl yg sdh babak belur
kasihan sudah terbelengu

kalo tidak senang ada orang yang mantap Iman Islamnya silahkan bikin Thread sendiri :)
jangan rusuh disini.

Kutip dari: Letmebeanynomous
Terima kasih atas saran, masukan dan tanggapannya. Saya akan terus belajar dan membaca sumber2 yang telah direferensikan. Mudah2an saya menemukan rahmat Allah SWT. Satu yang saya dapat dan ingat dari tulisan mas Axl adalah Injil, Yesus dan mukjizat adalah satu paket, tanpa mukjizat, injil dan yesus tak akan diterima. Yang saya lihat, Islam agak berbeda, walaupun mukjizat itu mungkin tidak datang untuk individual, tapi justru Allah menunjukkan mukjizatnya ke seluruh manusia di muka bumi ini, seperti apa yang Dia tunjukkan atas terbelahnya bulan. Dan mungkin masih banyak lagi yang belum saya ketahui.

Doakan saya teman2 didalam solat kalian.

Assalamualaikum Wr Wb :)

Sama-sama :)

jika ada pertanyaan dalam referensi yang saya berikan post ajah disini selama ga menyinggung agama lain yahh  %peace%

kalo mau perbandingan agama silahkan di Thread-thread ISLAGLA lainnya :)
Semoga Allah memberikan anda hidayah Insya Allah.

dan jangan lupa didalam Islam, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu berusaha untuk mengubah nasibnya :)
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK:

Offline iphe_thedarkknight

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 35
  • Lokasi: Cilangkap, Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #34 pada: 07 Desember 2007, 13:21:42 »
Assalammu'alaikum wr. wb.
Salam sejahtera saudara2ku.
Sebelumnya saya mau minta maaf apabila postingan saya ini menyinggung pihak2 tertentu. Sungguh itu bukan maksud saya, Insya Allah. Saya hanya ingin menanyakan saja berdasarkan pengalaman pribadi saya. Maafkan juga saudara kalian ini apabila salah masuk thread. Pengetahuan saya memang belum banyak tentang Islam.

Begini....
Pada suatu ketika, itu terjadi beberapa tahun yang lalu, saya ikut sholat Jum'at di suatu masjid di Jogjakarta (nama masjid & lokasi tepatnya tidak usah saya sebut). Ketika itu, saya hanya mengenakan pakaian berupa celana jeans & kemeja lengan panjang yang saya gulung sampai sebatas siku. Ketika saya memperhatikan jamaah yang hadir di sana, sepertinya hanya saya yang berpakaian seperti itu. Pada saat sholat Jum'at sudah selesai, ada jamaah yang menceramahi saya. Saya terkejut sekali. Menurut anggapannya, saya tidak mengenakan pakaian yang pantas untuk ke masjid. Menurutnya, kalo di masjid tersebut orang harus memakai baju gamis dan sarung/celana berbahan katun yang ditekuk sehingga memperlihatkan mata kaki.

Saya jadi trauma untuk datang ke masjid itu. Karena menurut pengetahuan awam saya, kalo kita sholat yang paling utama adalah pakaian bersih & menutupi aurat. Jadi, menurut pengetahuan awam saya, apa yang saya pakai ketika sholat di masjid tersebut saya tidak melanggar apapun.

Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, Alhamdulillah berkat rahmat Allah, saya mendapat rizqi untuk menunaikan ibadah umrah. Ketika saya sholat di Masjid Al-Nabawi, saya mengenakan pakaian yang sejenis seperti yang saya kenakan di masjid Jogja itu. Karena itu memang jenis pakaian yang biasa saya pakai sehari-hari. Tapi saya tidak mendapat teguran dari para Askar (semacam polisi kerajaan Saudi Arabia). Sepengetahuan saya, para askar tidak segan2 mengusir jamaah yang memakai pakaian tidak pantas untuk ke masjid. Bahkan saya sempat mengunjungi makam Kanjeng Nabi di masjid tersebut dan sholat di Raudatul Jannah. Tidak ada seorangpun yang melarang saya untuk melakukan itu semua di Masjid Al-Nabawi.

Dengan pengalaman tersebut, saya jadi bertanya, kenapa kok di Madina (yang nyata2 kota suci buat muslim di Saudi Arabia & sekaligus kotanya Kanjeng Nabi) peraturannya lebih luwes dibanding dengan masjid yang ada di Jogja tersebut? Karena menurut saya, hal tersebut kontradiksi sekali. Kita semua tahu bahwa di Saudi Arabia (khususnya di kota Haram, Mecca & Madina), hukum Islam benar2 diberlakukan secara strict.

Hanya itu pertanyaan dari saya, mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada pihak2 yang tersinggung. Saya hanya manusia bodoh yang masih akan terus belajar sampai akhir hayat saya atau akhir dunia ini (tergantung mana yang datang lebih dulu). Atas tanggapan, caci-maki, kritik, saran, teguran, atau apapun itu, saya ucapkan terima kasih. Saya akan menerima segalanya itu dengan positif tanpa perlu merasa sakit hati.

Wassalammu'alaikum wr. wb.

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 07 Desember 2007, 13:55:59 »
Assalamualaikum Wr Wb :)

Kutip dari: iphe_thedarknight

Begini....
Pada suatu ketika, itu terjadi beberapa tahun yang lalu, saya ikut sholat Jum'at di suatu masjid di Jogjakarta (nama masjid & lokasi tepatnya tidak usah saya sebut). Ketika itu, saya hanya mengenakan pakaian berupa celana jeans & kemeja lengan panjang yang saya gulung sampai sebatas siku. Ketika saya memperhatikan jamaah yang hadir di sana, sepertinya hanya saya yang berpakaian seperti itu. Pada saat sholat Jum'at sudah selesai, ada jamaah yang menceramahi saya. Saya terkejut sekali. Menurut anggapannya, saya tidak mengenakan pakaian yang pantas untuk ke masjid. Menurutnya, kalo di masjid tersebut orang harus memakai baju gamis dan sarung/celana berbahan katun yang ditekuk sehingga memperlihatkan mata kaki.

Wahh...
kalo ini kayaknya emang aturan dari Masjidnya deh mas.
soalnya di masjid samping rumah saya, saya juga pake celana jeans sama Kaos lengan pendek juga pernah.
tp ga ditegor tuh...
tapi sayanya emang merasa bersalah sih pake kaos lengan pendek :D

trus besoknya saya pake jaket tp tulisannya U.S Army --a

btw jangan merasa kaget akh, malah harusnya antum senang :)
saya juga pernah waktu berwudhu di masjid Al-Azhar, ketika membasuh tangan tiba2 dibelakang saya ada yang menepuk pundak dan berkata "TIDAK SAH, wudhu tuh harus sampe sini kalo ditangan" jadi yaa saya wudhu lg...
emang sih saya malu, tapi ambil positifnya ajah :)
bahwa masih ada yang perduli dengan kita :)


Kutip dari: iphe_thedarknight
Saya jadi trauma untuk datang ke masjid itu. Karena menurut pengetahuan awam saya, kalo kita sholat yang paling utama adalah pakaian bersih & menutupi aurat. Jadi, menurut pengetahuan awam saya, apa yang saya pakai ketika sholat di masjid tersebut saya tidak melanggar apapun.

menurut pengetahuan saya juga begitu kok  :malu:
tpi memang saya pernah membaca hadist, dimana Rasulullah pernah menegur seseorang karena ketika mau sholat sarungnya harus agak ngatung, ga boleh menutupi total. Dan ini dipake banget di organisasi Salaf :)
tapi kalo memang tidak mau datang ke masjid itu atau pindah masjid yah ndak apa-apa kok :)
tidak membatalkan keIslaman anda juga :)

Soalnya dalam Islam masjid manapun sama.
fungsinya untuk Sholat, tidak ada keterikatan tertentu dengan masjid.
saya pribadi juga sering pindah2 masjid  %peace%

kadang Al-Azhar, kadang pejaten, kadang dirumah  :toe:

Kutip dari: iphe_thedarknight
Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, Alhamdulillah berkat rahmat Allah, saya mendapat rizqi untuk menunaikan ibadah umrah. Ketika saya sholat di Masjid Al-Nabawi, saya mengenakan pakaian yang sejenis seperti yang saya kenakan di masjid Jogja itu. Karena itu memang jenis pakaian yang biasa saya pakai sehari-hari. Tapi saya tidak mendapat teguran dari para Askar (semacam polisi kerajaan Saudi Arabia). Sepengetahuan saya, para askar tidak segan2 mengusir jamaah yang memakai pakaian tidak pantas untuk ke masjid. Bahkan saya sempat mengunjungi makam Kanjeng Nabi di masjid tersebut dan sholat di Raudatul Jannah. Tidak ada seorangpun yang melarang saya untuk melakukan itu semua di Masjid Al-Nabawi.

Wahhh..
Asik yah udah umroh  %peace%
saya belum pernah euy  :malu:

balik lg mungkin masjid di jogja yang anda kunjungi memiliki beberapa aturan khusus :)
jadi yaa kalo tdk nyaman dengan masjid tsb pake masjid lain ajah :)

tidak perlu sakit hati  %peace%
seharusnya kita merasa beruntung lhoo masih ada yg mau menasihati :)

Kutip dari: iphe_thedarknight
Hanya itu pertanyaan dari saya, mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada pihak2 yang tersinggung. Saya hanya manusia bodoh yang masih akan terus belajar sampai akhir hayat saya atau akhir dunia ini (tergantung mana yang datang lebih dulu). Atas tanggapan, caci-maki, kritik, saran, teguran, atau apapun itu, saya ucapkan terima kasih. Saya akan menerima segalanya itu dengan positif tanpa perlu merasa sakit hati.

Wah, anda orangnya rendah hati ya :)
tenang saja.
bukan hanya anda yang sedang belajar disini.
saya juga masih belajar lhoo :)

Silahkan kalau ada pertanyaan lagi...
maaf ya kalo jawabannya kurang memuaskan :)

Wassalamualaikum Wr Wb
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK:

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.361
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • isyhadu bi anna muslimun
    • Lihat Profil
« Jawab #36 pada: 07 Desember 2007, 13:57:08 »
@iphe

Positif thinking ajah. Anggap saja kejadian di masjid jogja itu ungkapan rasa cinta seseorang terhadap saudaranya :). Mungkin orang tersebut tidak salah karena bisa saja disana memang tidak lazim mengenakan jins di masjid.

Wajib: menutup aurat, sunnah: mengunakan pakaian putih, bersih, terbaik dll. Jadi enggak dosa. Cuma masalah kepantasan saja yang itu relatif menunjuk pada tradisi atau kebiasaan. Trus tentang Isbal (memenjangkan pakaian di bawah mata kaki), meskipun ada yang berpendapat haram mutlak, haram bila sombong, ataupun makruh, bahkan boleh bila tidak sombong, shalatnya tetap sah.

Islam itu luwes. Jangan dipersulit tapi jangan pula memudah-mudahkan.

Barakallahu fiiik.

@TS afwan lancang ikut jawab %peace%

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #37 pada: 07 Desember 2007, 13:59:25 »
@atasku

Wahh mas, partisipasi anda sangat saya hargai lhoo  O0
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK:

Offline iphe_thedarkknight

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 35
  • Lokasi: Cilangkap, Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #38 pada: 07 Desember 2007, 14:32:26 »
@Opus Dei & abie1102

Assalammu'alaikum wr. wb.

Thanx buat tanggapan & masukannya. I really do appreciate it. Iya nih, saya masih harus belajar banyak. Salah satunya ya melalui forum diskusi ini. Maklum, bukan lulusan pesantren.

Alhamdulillah mas, berkat rahmat & rizqi dari Allah, saya sudah pernah ke Tanah suci. Buat saudara2ku yang belum pernah, saya doakan biar bisa ke sana, bukan sekedar ibadah umrah tapi juga berhaji.

Masalah masjid itu, memang cuma seperti kerikil di dalam sepatu. Biarpun kecil, tapi membuat saya tidak nyaman. Saya biasa ke masjid/mushola yang ada di sekitar saya berada pada saat itu. Jadi pada waktu kejadian di Jogja itu, di sana memang kebetulan masjid terdekat posisi saya adalah masjid itu. Sampai saat ini, saya belum pernah ke sana lagi. Dan masalah teguran itu, saya tidak merasa sakit hati, Insya Allah. Justru hal tersebut menjadi bahan pemikiran saya tentang kekurangan diri saya. Seharusnya apabila saat itu saya memakai idiom "di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung", kejadian tersebut tidak perlu terjadi. Tapi, ya sudah lah, saya anggap hal itu sebagai pelajaran buat saya.

Sekali lagi terima kasih...

Wassalam...

Saya yang masih bodoh dan masih harus banyak belajar

Offline Opus Dei

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.657
  • Jenis kelamin: Pria
  • Live and Die in the name of Islam
    • Lihat Profil
« Jawab #39 pada: 07 Desember 2007, 14:37:18 »
@atasku

ahh, saya juga bukan lulusan pesantren kook  %peace%  ;D  :)  :malu:  :-\  :'(

iya, belajar aja terus :)
dengan belajar bangsa kita pasti akan maju :)

tapi belajarnya juga disertai dengan tindakan lho yaa...

buat apa belajar sholat tpi ga sholat2 :D

hehehee..
SECULAR OUTSIDE :pentung:

Islam Inside :topOK:

Offline iphe_thedarkknight

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Des 2007
  • Tulisan: 35
  • Lokasi: Cilangkap, Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #40 pada: 07 Desember 2007, 15:16:06 »
@Opus Dei

Insya Allah mas... Saya ini lagi learning by doing. Kan "iqro" bukan berarti hanya membaca apa yang tertulis, tapi juga melakukan, mendengar, berpikir, menganalisa, dan sebagainya... Hanya kejernihan hati dan pikiran yang terbuka yang akan mendukung proses belajar itu.

Offline abie1102

  • Moderator
  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 8.361
  • Lokasi: Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
  • isyhadu bi anna muslimun
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 07 Desember 2007, 15:46:08 »
@atasku

ahh, saya juga bukan lulusan pesantren kook  %peace%  ;D  :)  :malu:  :-\  :'(

iya, belajar aja terus :)
dengan belajar bangsa kita pasti akan maju :)

tapi belajarnya juga disertai dengan tindakan lho yaa...

buat apa belajar sholat tpi ga sholat2 :D

hehehee..

Sama  %peace%  Sekarang masih berusaha untuk terus belajar syari'ah.

@iphe
barakallahu fiik  :)

Offline yangga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 6.053
  • Lokasi: Di depan komputer
  • Jenis kelamin: Pria
  • I am moving, and will continue moving.
    • Lihat Profil
« Jawab #42 pada: 08 Desember 2007, 15:50:21 »
@all saya hapus postingan yang tidak berkaitan dan cuman debat tidak berujung atau cuman ngeflame.

Forum ini forum muslim, yang datang memang dibolehkan dari agama apapun untuk bertanya. Kami mengundang dengan terbuka, bukan personal, tapi siapapun yang kemari datang sendiri dengan kemauan sendiri. Ingin tahu untuk kepentingan sendiri, demi keselamatan sendiri.

Ada yang bertanya kenapa nggak dibuka konsultasi kristen. Jawaban saya jelas konsultasi kristen sudah ada tempatnya sendiri yaitu di ladang tuhan atau dimana saja situs resmi kristen berada. Jadi yang berminat bertanya langsung kesana. Itu akan lebih baik, jadi bukan kelasnya debat kusir dengan ilmu yang seadanya.

Moderator
Yangga

Offline yangga

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 6.053
  • Lokasi: Di depan komputer
  • Jenis kelamin: Pria
  • I am moving, and will continue moving.
    • Lihat Profil
« Jawab #43 pada: 08 Desember 2007, 15:55:58 »
Untuk yang bertanya mengani yasinan dan tahlilan, bagi yang pingin tahu memang tidak ada dasarnya  secara tertulis di ajarkan dalam Qur'an dan Hadist. Dan ini menjadi khilfiah bukan hal inti dalam pokok ke Islaman.

Offline ucup12

  • myQ Newbie
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 4
    • Lihat Profil
« Jawab #44 pada: 14 Desember 2007, 17:03:14 »

Asalamualaikum...

Kenapa dalam Al-Q ALLAH memerintahkan hambanya shalat dengan TEGAKKAN SHOLAT bukan KERJAKAN SHOLAT ??????..

Mohon penjelasan.