Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,
dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. 2:216)
Jadwal Sholat untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rabu, 23 Mei 2012/2 Rajab 1433 H : Imsak 4:26:56 - Shubuh 4:33:20 - Terbit 5:55:23 - Dzuhur 11:49:41 - Ashar 15:11:42 - Maghrib 17:44:02 - Isya' 18:57:35 WIB

Penulis Topik: Kisah Nyata Perlawanan terhadap Korupsi, Ibrah dan Hikmahnya!  (Dibaca 6259 kali)


Offline ronyajadech

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2.083
  • Lokasi: Earth!
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #30 pada: 20 November 2007, 08:11:57 »
Yaaa..model-model si anwar nasution itu dah tua...mending diganti aja dia..sudah tidak produktif melawan korupsi...tidak punya militansi....

setuju mas tuingtuing
makanya kita-kita perlu jadi pejabat. Pejabat yang bersih itu lebih sulit karena mereka memang kuasa untuk korupsi. Lain halnya dengan bawahan, gk korupsi itu mudah karena memang susah buat korups.
Tapi pejabat juga awalnya sama dari bawahan juga. Mungkin pejabat yang korup itu udah biasa korupsi semenjak jadi bawahan. Dan ketika sudah jadi pejabat korupsinya sesuai dengan kadar jabatannya. :toe:

mudah2an renumerasi di depkeu bisa menghilangkan praktek kkn seperti digambarkan di kisah di atas. cuma msalahnya kadang "penjahatnya" itu atasan kita sendiri itu yang susah :toe:

Remunerasi kayaknya tidak bisa sepenuhnya bisa menghilangkan Korupsi. Bisa saja penghasilannya di gdein tapi kelakuannya tetap sama. Korupsi itu masalah moral dan tingkah laku yang bersangkutan. Kalaupun moral seseorang itu sudah bejat, biar dinaikin 1000 % pun akan tetap sama.

Pernah ada pejabat di Depke sebelum Depke dapat remunerasi ngobrol dengan saya.
"kita harus manfaatin waktu (baca = korupsi) dulu dik, sebelum remunerasi nanti. Soalnya nanti kalo udah remunerasi kita gk bisa macam-macam (baca = korupsi) "
eh.. setelah remunerasi pejabatnya sama aja dengan yang dulu. Padahal gajinya dinaikin 200% lebih mungkin. Kelakuannya tidak berubah sama sekali.

Jadi korupsi itu moral dan kebiasaan.
Jadi bukan hanya korupsinya yang harus di basmi tapi juga moral dan kebiasaanlah yang harus dirubah.

Offline lee_nca

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.443
  • Sakura San
    • Lihat Profil
« Jawab #31 pada: 20 November 2007, 08:54:06 »
korupsi =/= moral

moral merupakan kepribadian yang luhur, sementara korupsi hanyalah sebuah penyakit yang harus disembuhkan.
Agar sepeser rupiah kita menjadi lebih berharga:


Offline ruhusyabab

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Okt 2006
  • Tulisan: 413
  • Lokasi: MaTraMan-Jakarta
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #32 pada: 20 November 2007, 09:07:47 »
Assalamulaykum...saya mau sharing nih.
saya punya teman ikhwah disalah satu BUMN tepatnya dibagian logistik. kebetulan saya juga dipindah di bagian tersebut.
image orang kantor kalo dibagian logistik itu adalah tempat basah...
dan ternyata memang benar...saya diceritakan oleh dia bahwa yang namanya amplop itu bukan sesuatu yg aneh.
apalagi menjelang idul fitri yang namanya amplop itu udah siap disalurkan ke tangan-tangan yang bukan haknya.

dari pemberian amplop, barang-barang sampai dengan dalih uang sekedar ucapan terima kasih.
alhamdulillah dia bisa menolak semua itu....
pernah suatu hari kami tinggal bertiga diruangan. saya, kawan saya dan satu lagi teman kantor. teman saya tersebut satu kepanitiaan pengadaan barang dengan teman yg satu lagi. teman yg satu itu memberikan amplop yg kalo diliat cukup tebal di depan mata saya.
ikhwah kawan saya tersebut menolak tetapi terus dibujuk untuk menerimanya dan yg memberikan berdalih supaya nanti dikasih ke panti asuhan aja.., tapi kawan saya tersebut tetap menolaknya. ikhwah tersebut menanyakan kepada saya status uang tersebut. dan saya katakan apa-apa yg menyenangkan hati adalah kebaikan dan apa-apa yang meragukan itu adalah keburukan.
jadi uang itu saya katakan syubhat, dan dalam hadits dikatakan bahwa jauhilah yang syubhat.

dan sekarang kejadian tersebut menimpa saya,,,,
lebaran kemarin saya memegang tidak kurang dari 15 amplop uang dari rekanan dan juga atasan (buat modal walimahan saya rasa cukup tapi naudzubillahi mindzalik)...dan semua amplop tersebut alhamdulillah masih rapi tersimpan dan tidak saya gunakan. saya tinggal menunggu moment yang tepat untuk mengembalikan kepada pemiliknya.
belum lagi uang yang cash...
untuk uang yang cash tidak kurang dari 2 juta rupiah...untungnya uang tersebut tidak saya terima karena dipinjam teman saya. salah satu implikasi yang saya sesali nantinya adalah hubungan kita yang jadi tidak harmonis dengan rekan kerja yang lain. dan juga dari pihak keluarga yang menuntut terutama ibu saya....tapi setelah saya jelaskan perlahan ibu mau mengerti pekerjaan saya.

YA Allah lindungilah hamba mu ini dari tipu daya syaitan..
karena Engkaulah sebaik-baik pelindung.
الله غايتنا * الرسول قدوتنا * القران دستورنا * الجهاد سبيلنا * الموت في سبيل الله اسم امانينا

Offline Anti Zionist

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 244
    • Lihat Profil
« Jawab #33 pada: 20 November 2007, 09:27:58 »
@atas

Kisah yang menarik. Semoga antum dan kita semua diberi kekuatan untuk selalu bisa istiqomah.

Saya sendiri pernah mengalami hal serupa. Di satu kabupaten, ada proyek, dan saya terlibat dalam perencanaannya. Dalam merencanakan saya buat harganya sesuai dengan standar, yakni kurang lebih 10% PPN, 1.5% PPH, keuntungan bagi pelaksana proyek 5-10%.

Namun kenyataannya, saya dipaksa untuk mengubah (mark-up), sehingga ada keuntungan jadi 20-25%. Dan nggak tanggung-tanggung, saya diminta langsung oleh pejabat terasnya, karena nilainya memang lumayan, lebih dari 2 M.

Saya menolak, dan tetap dengan perencanaan semula, dengan konsekuensi, saya tahu, saya bisa diputus kontraknya, dan di masa depan, nggak ada proyek lagi buat saya. Tapi karena staf bawahan, mereka mendukung saya, akhirnya si pejabat teras mengalah, meski dongkol.

Alhamdulillah proyek jadi dilaksanakan, dengan nilai yang sesuai perencanaan semula.

Meskipun saya sempat diintimidasi.  Entah siapa pelakunya, tapi mobil saya dibaret dengan paku. :(

Saya baru tahu, biasanya proyek itu, setor ke instansi, bisa 5-10% sendiri. Karena instansi juga harus setor ke atasannya, bisa jadi separuhnya, dan separuh yang lain dibagi-bagi di instansi tersebut.

Intinya, kita harus kuat terhadap godaan seperti itu. Jangan terkecoh, dengan misalnya, eh terima saja uangnya, kalau nggak mau pakai, khan bisa bermanfaat bagi panti asuhan, dll. Itu adalah perangkap setan.

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #34 pada: 20 November 2007, 10:31:51 »
Subhanallah.. akh ruhushabab, moga ALLAH berikan keberkahan dalam pernikahan antm..akh antizionis,mudah2an bisa tetap istiqomah..
smga saya + kita semua diberi kekuatam dlm menghadapi godaan2 tsbut.
ana pernah..tringat dgn sebuah hadist (baca di majalah alfurQon,afwan matannya,ndak apal..ada yg bisa bantu?)..yg inti yang ana tangkap dari  hadist tsbt:
 
barangsiapa yang menahan sesuatu yg  haram karena ALLAH,maka ALLAH akan gantikan dgn yg lebih baik

disinilah,yg berperan arti keimanan (keyakinan) dan sifat ihsan..

mangga,dilanjut ..siapah lagi yg mo sharing.. da hikmah mah milik orang yg beriman..ambil ayo..
smoga postingan2 tadi..mampu memberikan siraman embun di tengah padang rumput ,yg kadang mengersang..

Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline bY-U

  • myQ Junior
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 87
    • Lihat Profil
« Jawab #35 pada: 20 November 2007, 13:25:50 »
Subbahanallah... Trima kasih atas pengalaman-pengalaman yang udah dibagikan.
Semoga, sbg abdi negara yang baru, saya dapat meneladaninya...
Minta doanya biar tetap istiqomah dan dapat mengikuti jejak Khariansyah Salman... tp skrg beliau g di BPK lagi  :'(

Oia, sometimes kalo ada suatu masalah or dilema ada yang berkenan membantu?  :hmmm:

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #36 pada: 20 November 2007, 16:46:21 »
atas.akh b-yu, antm bisa sharing ame member2 PNS...seperti akh abu al jauzaa,akh irzan,akh abie,atau yg lainnya..
moga bisa jadi PNS yg amanah..amin
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline ronyajadech

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2.083
  • Lokasi: Earth!
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #37 pada: 20 November 2007, 17:15:16 »
yups!
Mari saudara2ku seiman, Jangan takut jadi PNS.
Karna negri ini kebanyakan bobroknya di birokrasi yg kebanyakan di isi PNS.
Insyaallah kalo diisi orang2 seperti antum,birokrasi ini akan lebih baik.
Posting terus kisah2 teladan mutiara2 yang selalu berkilauan meski berada di kubangan lumpur!
ALLAHUAKBAR!!

Offline gaza

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Mei 2006
  • Tulisan: 1.498
  • Lokasi: tangerang-banda aceh
  • Jenis kelamin: Pria
  • Wa'idu
    • Lihat Profil
    • Personal
« Jawab #38 pada: 20 November 2007, 17:37:31 »
Kbetulan punya beberapa temen di bpk, mereka gak miskin kok.. Cuman hidupnya aja sederhana karena emang gak ada yang berlebih buat ditonjolkan! %peace%







...Wahai Tentara Allah bertahanlah... Jangan menangis walau jasadmu terluka.. sebelum engkau bergelar syuhada.. Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

Offline ronyajadech

  • myQ Aktivis
  • *
  • Tgl Gabung: Agu 2007
  • Tulisan: 2.083
  • Lokasi: Earth!
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
« Jawab #39 pada: 20 November 2007, 19:57:34 »
yang bikin saya heran itu masak ada pegawai pajak dulu yang baru beberapa taun kerja dah punya mobil mewah,vila,rumah.,
Apalagi kalo denger cerita teman-teman yang ngiri gk bisa korupsi seperti mereka.
Masak korupsi di bilang keren..
Keren punya rumah mewah sih iya :toe:

Offline ihsan

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 3.391
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • http://sibin2007.multiply.com
« Jawab #40 pada: 21 November 2007, 00:42:34 »
Alhamdulillah......mari bangun terus opini...bahaya dan hina nya Korupsi.....
Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
http://c.1asphost.com/sibin

KUPAS FENOMENA ALAM GHOIB
http://d.1asphost.com/assalamghoib/

Waspadai Ajaran Sesat & Antek2nya
http://myquran.org/forum/index.php/topic,28703.0

Offline tuingtuing

  • myQ Setia
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2006
  • Tulisan: 9.715
  • Grrr... gue jitak!!!!
    • Lihat Profil
« Jawab #41 pada: 21 November 2007, 07:38:43 »
Ya betul...kalo para ikhwan muslim ini mengisi PNS ..insya Allah dalam 10 tahun ke depan ..negeri ini bebas korupsi...

Asal kita sepakat definisi korupsi itu sendiri...
Saya tidak menyembah tuhan yang bisa ketusuk, kelaperan, dan kagak bisa nyuruh pohon berbuah 

Inna-Llaha 'ala kulli syaiin qadiir... :)

Offline Anti Zionist

  • myQ Perambah
  • *
  • Tgl Gabung: Nov 2007
  • Tulisan: 244
    • Lihat Profil
« Jawab #42 pada: 21 November 2007, 07:41:28 »
@atas

Definisinya apa akh?

Offline kuringtea

  • myQ Pejuang
  • *
  • Tgl Gabung: Jan 2007
  • Tulisan: 2.834
  • Lokasi: Bandung-bogor-bekasi
  • Jenis kelamin: Pria
  • Inspirasi "mujahid" dilampu motorku
    • Lihat Profil
    • www.perisaidakwah.com
« Jawab #43 pada: 21 November 2007, 10:59:49 »
MO, nanya nech.

misal si fulan, kalo  amplop "terimakasih" akhir tahun dr rekanan,ditolak..
(khawatir dari syubhat,and it is ok)

trus si rekanan ganti ngasih berupa.bentuk laen.misale

.buahbuahan 2 kg atau nasi tumpeng satu bakul, nah.giliran ini ame si fulan  ndak ditolak,diterima juga.bahkan dimakan ama keluarganya. atau pas anaknya disunat,si rekanan datang ,ngasih 50 rb..misal,ini mah:-).

apakah ini trmasuk menerima risywah juga?.
yg ane fahami salah satu bag. dari risywah adalah: "pemberian karena kita punya jabatan/wewenang "..nah apa bdanye ama hadiah..
mungkin para ikhwah disini bsa kasih pncerahan?
haturnuhun.

eh waktu buat sim,ikhwah skalian di test,apa nembak?atau pas ditilang polantas?
jzkh.
Sahabat ‘Umar Ibn al-Khaththab berkata,

“Bukanlah orang yang berakal itu adalah yang dapat mengetahui kebaikan dari keburukan, namun orang yang berakal adalah yang mampu mengetahui yang terbaik dari dua keburukan.”

[ Raudhatul Muhibbin,hal 8)
Mangga mampir di : makadir.wordpress.com

Offline najma_qu

  • myQ Pro-Aktif
  • *
  • Tgl Gabung: Apr 2007
  • Tulisan: 523
  • Lebih banyak kewajiban dari waktu yang tersedia
    • Lihat Profil
« Jawab #44 pada: 21 November 2007, 12:07:12 »
betul pak kuring, kadang beda tipis ya hadiah sama sogokan, abinya kan pernah tuh ada murid yang kena sp diancam supaya dikeluarin, akhirnya om nya dateng bawa oleh2 trus bilang minta tolong supaya keponakannya dibimbing, aq sih becanda aja bilang sama abinya "awas tuh bi nyogok... kalo kata si abi ngga ngaruh dia mau kasih hadiah kek, pokoknya kalo bandel lagi dikeluarin, tp dia tetep terima bawaan orang itu.

kalo ngga, gini

abinya kan jual beli komputer trus dia juga guru (2 profesi)
pernah sekolahnya ngadain pembelian ,kalo ngga salah 20 unit komputer, biasanya abinya kalo juaalan satu unit bisa untung 200-300 rebu, aq sih bilang sama abinya "udah bi, kasih harganya, harga mangga dua aja, jangan cari untung karena aq pikir posisi abinya kan disini guru bukan pedagang komputer", abinya sih cuma bilang yaaa kerja bakti ini mah", kan capenya sama belanja, nginstal trus de el le

gimana nih tanggapannya ?

kadang emang susah buat bener2 lepas dari yang syubhat