@atas
Kisah yang menarik. Semoga antum dan kita semua diberi kekuatan untuk selalu bisa istiqomah.
Saya sendiri pernah mengalami hal serupa. Di satu kabupaten, ada proyek, dan saya terlibat dalam perencanaannya. Dalam merencanakan saya buat harganya sesuai dengan standar, yakni kurang lebih 10% PPN, 1.5% PPH, keuntungan bagi pelaksana proyek 5-10%.
Namun kenyataannya, saya dipaksa untuk mengubah (mark-up), sehingga ada keuntungan jadi 20-25%. Dan nggak tanggung-tanggung, saya diminta langsung oleh pejabat terasnya, karena nilainya memang lumayan, lebih dari 2 M.
Saya menolak, dan tetap dengan perencanaan semula, dengan konsekuensi, saya tahu, saya bisa diputus kontraknya, dan di masa depan, nggak ada proyek lagi buat saya. Tapi karena staf bawahan, mereka mendukung saya, akhirnya si pejabat teras mengalah, meski dongkol.
Alhamdulillah proyek jadi dilaksanakan, dengan nilai yang sesuai perencanaan semula.
Meskipun saya sempat diintimidasi. Entah siapa pelakunya, tapi mobil saya dibaret dengan paku.

Saya baru tahu, biasanya proyek itu, setor ke instansi, bisa 5-10% sendiri. Karena instansi juga harus setor ke atasannya, bisa jadi separuhnya, dan separuh yang lain dibagi-bagi di instansi tersebut.
Intinya, kita harus kuat terhadap godaan seperti itu. Jangan terkecoh, dengan misalnya, eh terima saja uangnya, kalau nggak mau pakai, khan bisa bermanfaat bagi panti asuhan, dll. Itu adalah perangkap setan.